Anda di halaman 1dari 17

LOGO LOGO

Rekonsiliasi Bank

www.themegallery.com

Pendahuluan
Adanya dua catatan terpisah atas transaksi kas (oleh perusahaan dan bank) sebagai akibat pengendalian terhadap kas. Pembukuan perusahaan dan laporan bank seringkali menunjukkan jumlah saldo yang berbeda (saldo akhir rekening giro/laporan bank berbeda dengan saldo rekening Kas/Bank menurut catatan perusahaan). Pada waktu akan menyusun laporan keuangan, perusahaan harus tahu saldo kas (termasuk kas kecil) yang tepat untuk dilaporkan di Neraca. Akuntan harus dapat menjelaskan sebab-sebab terjadinya perbedaan antara catatan perusahaan dengan laporan bank, dan menentukan jumlah saldo rekening giro yang sesungguhnya pada suatu saat tertentu, yang dilakukan dengan membuat rekonsiliasi bank.

Penyebab Perbedaan Saldo


Rekonsiliasi bank (bank reconciliation) adalah daftar transaksi dan jumlahnya yang menyebabkan saldo kas yang dilaporkan pada laporan bank berbeda dari saldo kas pada pembukuan perusahaan. Perbedaan saldo biasanya disebabkan oleh: - Penundaan pencatatan transaksi oleh salah satu pihak. - Kesalahan yang dilakukan baik oleh perusahaan atau bank dalam mencatat transaksi.

Jenis dan tujuan rekonsiliasi bank


Jenis Rekonsiliasi Rekonsiliasi dua kolom Rekonsiliasi empat kolom Tujuan Mencari saldo yang tepat/benar Mencari saldo awal, penerimaan satu periode, pengeluaran satu periode & saldo akhir yang sesuai dengan catatan perusahaan Mencari saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir yang tepat/ benar

Rekonsiliasi Delapan kolom

Catatan: Rekonsiliasi dua kolom pada umumnya dibuat oleh perusahaan, sedangkan rekonsiliasi empat dan delapan kolom dibuat oleh akuntan pemeriksa (auditor)

Penyebab Perbedaan Saldo


1. Bank belum mencatat transaksi tertentu: a. Setoran kas ke bank b. Cek dalam perjalanan (out standing check) 2. Perusahaan belum mencatat transaksi tertentu: a. Penerimaan kas melalui bank b. Biaya administrasi bank c. Pendapatan bunga atau jasa giro d. Cek kosong dari konsumen/debitur e. Cek dikembalikan kepada penyetor karena alasan lain (bukan cek kosong), yaitu karena rekening penarik cek telah ditutup, cek telah kadaluarsa, tanda tangan pada cek yang tidak sah, dan kesalahan dalam penulisan cek.

Penyebab Perbedaan Saldo


3. Bank atau perusahaan (atau keduanya) telah melakukan kesalahan pencatatan Misalnya, cek senilai Rp450.000,- telah dicatat perusahaan sebesar Rp45.000,-.

TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN REKONSILIASI BANK

1. Mulailah dengan saldo yang tercantum dalam laporan bank dan saldo dalam rekening kas perusahaan (disebut saldo per buku) 2. Tambahkan atau kurangkan pada saldo per bank (hal-hal yang tercantum dalam pembukuan perusahaan tetapi tidak tercantum dalam laporan bank) a. Tambahkan setoran dalam perjalanan pada saldo per bank. b. Kurangkan cek dalam perjalanan dari saldo per bank.

TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN REKONSILIASI BANK 3. Tambahkan atau kurangkan pada saldo buku (hal-hal yang tercantum dalam laporan bank tetapi tidak tercatat dalam pembukuan perusahaan: a. Tambahkan pada saldo per buku (1) penerimaanpenerimaan kas langsung melalui bank dan (2) pendapatan bunga atas saldo giro di bank. b. Kurangkan dari saldo per buku (1) biaya administrasi bank (2) biaya pencetakan cek, dan (3) pengurangan lainnya yang telah dilakukan oleh bank (mis: pengurangan karena cek yang dikembalikan)

TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN REKONSILIASI BANK

4. Hitunglah saldo per bank dan saldo per buku (yang telah disesuaikan) 5. Buatlah jurnal untuk setiap hal yang terdapat pada butir 3 di atas (pada sisi per buku perusahaan dalam laporan rekonsiliasi bank) 6. Perbaiki semua kesalahan yang terdapat dalam pembukuan perusahaan, dan sampaikan pemberitahuan ke bank jika bank telah melakukan kesalahan.

CONTOH PEMBUATAN REKONSILIASI BANK

Menurut laporan Bank Nusa, saldo giro PT Ananda per 31 Januari adalah Rp5.388.480,00. Menurut pembukuan PT Ananda, rekening giro di Bank Nusa adalah Rp3.294.210,00. Setelah dilakukan perbandingan sesuai dengan prosedur yang telah dilakukan di atas, ditemukan: 1. Setoran tgl. 30 Januari sebesar Rp1.591.630,00 tidak tercantum dalam laporan bank. 2. Bank telah melakukan kesalahan pembukuan, yaitu cek yang ditarik oleh PT Amanda sebesar Rp100.000,00 (No. cek 656) telah dikurangkan pada rekening giro PT Ananda.

CONTOH PEMBUATAN REKONSILIASI BANK

3. Lima lembar cek yang ditarik pada akhir Januari dan telah dicatat dalam jurnal pengeluaran kas oleh PT Ananda, belum dibayar oleh bank. No. Cek Tanggal Jumlah 337 27 Jan Rp286.000,00 338 28 Jan 319.470,00 339 28 Jan 83.000,00 340 29 Jan 203.140,00 341 30 Jan 458.530,00

CONTOH PEMBUATAN REKONSILIASI BANK

4. Bank telah menerima pelunasan selembar wesel tagih milik PT Ananda sebesar Rp2.114.000,00 (termasuk pendapatan bunga sebesar Rp214.000,00). Penerimaan ini belum dicatat dalam buku Jurnal Penerimaan Kas oleh PT Ananda. 5. Laporan bank menunjukkan bahwa bank telah memberi bunga pada PT Ananda sebesar Rp28.010,00. 6. Cek nomor 333 sebesar Rp150.000,00 yang telah dibayarkan pada PT Melati telah dicatat dalam Jurnal Pengeluaran Kas oleh PT Ananda dengan jumlah Rp510.000,00 sehingga saldo per buku menjadi terlalu rendah Rp360.000,00. 7. Biaya administrasi bank bulan Januari adalah Rp14.250,00. 8. Laporan bank menunjukkan adanya pengembalian cek yang tidak cukup dananya (cek kosong) sebesar Rp52.000,00. Cek tersebut berasal dari PT Mawar.

Data yang dikutip dari Laporan Bank (Rekening Koran) Bank Nusa pada tanggal 31 Januari 2001
Tanggal 1-10-01 4-1-01 4-1-01 4-1-01 6-1-01 6-1-01 8-1-01 12-1-01 12-1-01 12-1-01 26-1-01 31-1-01 31-1-01 31-1-01 Transaksi Saldo awal Setoran Setoran NSF Cek 656 Cek 335 Setoran Cek 332 Cek 333 Cek 334 Transfer Cek 336 Biaya administrasi Jasa giro 1.100.000 14.250 28.010 3.000.000 150.000 100.000 2.114.000 52.000 100.000 100.000 194.600 1.000.000 112.000 Debit Kredit Saldo 6.556.120 7.556.120 7.668.120 7.616.120 7.516.120 7.416.120 7.610.720 4.610.720 4.460.720 4.360.720 6.474.720 5.374.720 5.360.470 5.388.480

PT Ananda Bank Rekonsiliasi 31 Januari 2001 Per Bank Saldo 31 Januari Ditambah: 1. Setoran dalam perjalanan 30 Jan 1.591.630 5.388.480 Per Buku Saldo 31 Januari Ditambah: 4. Penerimaan wesel melalui bank termasuk pendapatan bunga Rp214.000 5. Pendapatan bunga bank 3.294.210

2.114.000

2. Koreksi kesalahan bankcek 656 PTAmanda telah didebet ke rekening perusahaan

100.000

28.010 6. Kesalahan pembukuan-cek no. 333 dibukukan terlalu tinggi 7.080.110

360.000

5.796.220

PT Ananda Bank Rekonsiliasi 31 Januari 2001


7.080.110 Dikurang: 3. Cek yang beredar: No. 337 No. 338 No. 339 No. 340 N0. 341 Rp.286.000 319.470 83.000 203.140 458.530 (1.350.140) Saldo per bank setelah disesuaikan Rp 5.729.970 Saldo per buku setelah disesuaikan Rp 5.729.970 Dikurang: 7. Biaya administrasi bank Rp.14.250 8. Cek kosong Rp52.000 (66.250) 5.796.220

Jurnal Penyesuaian 31 Januari 2001


Jan 31 Kas Rp. 2.114.000 Rp. 1.900.000 214.000

Piutang wesel Pendapatan bunga (Penerimaan wesel melalui bank) Jan 31 Kas Rp. 28.010

Pendapatan bunga (Pendapatan bunga atas saldo giro) Jan 31 Kas Rp. 360.000

Rp. 28.010

Utang dagang (Koreksi kesalahan cek No. 333)

Rp.360.000

Jurnal Penyesuaian
Jan 31 Macam-macam biaya Kas (Biaya administrasi bank) Rp. 14.250 Rp. 14.250

Jan 31

Piutang dagang Rp.52.000 Kas Rp. 52.000 (Cek kosong yang dikembalikan oleh bank)