NEGOSIASI
ANALISIS VIDEO NEGOSIASI
1. CARILAH SEBUAH VIDEO TENTANG NEGOSIASI! (CONTOH: NEGOSIASI JUAL BELI).
2. ANALISISLAH VIDEO TERSEBUT BERDASARKAN HAL BERIKUT,
a. Topik apa yang disajikan dalam video tersbut! Jelaskan dengan alasannya!
b. Deskripsikan bagaimana proses negosiasi dilakukan!
c. Deskripsikan cara tokoh berkomunikasi ditinjau dari ragam Bahasa yang digunakan, pola interaksi dalam tuturan,
dan sikap saat berkomunikasi!
d. Tulis konsep negosiasi berdasarkan pemahaman kalian!
TULIS JAWABAN KALIAN DI MS.WORD
VIDEO BISA DIUNDUH MELALUI SAVEFROM.NET
KIRIM JAWABAN KALIAN KE:
https://s.id/1vAQq
NAMA FILE: nama_kelas ; contoh Muhammad_10mia3
APA ITU NEGOSIASI?
•Teks negosiasi adalah suatu bentuk interaksi sosial
yang biasanya berfungsi sebagai media untuk
mencapai suatu penyelesaian bersama antara pihak
yang memiliki perbedaan kepentingan.
Pihak tersebut akan berusaha menyelesaikan perbedaan yang
muncul dengan cara berinteraksi dan mencari solusi dengan
tidak merugikan salah satu pihak.
NEGOSIASI
• Menurut KBBI, pengertian teks negosiasi pada dasarnya diambil dari kata negosiasi.
Apabila dilihat dari artinya, negosiasi merupakan proses tawar menawar yang dilakukan
oleh dua belah pihak dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama
antara satu pihak dan juga pihak lainnya.
• Menurut Agnesia (2014:14), pengertian teks negosiasi adalah suatu teks yang
berbentuk interaksi sosial dan berguna untuk mencari kesepakatan antara pihak yang
punya kepentingan berbeda.
• Sementara pendapat Lumumba (2013: 10) justru mengatakan yang berbeda, dimana
teks negosiasi adalah suatu proses yang bersifat kompleks dan harus ada kegiatan atau
aktivitas di dalamnya. Dimana di dalam prosesnya harus ada dua pihak baik itu
individual ataupun kolektif. Selain itu, Lumumba juga mengungkapkan bahwa proses
negosiasi dilakukan karena adanya perbedaan yang bersifat persaingan, perang
dagang, ataupun konflik yang tidak selaras. Maka dari itu, untuk menyelesaikannya
diperlukan negosiasi untuk menyamakan kesepakatan dan menyelaraskan perbedaan.
Jenis Teks Negosiasi
1. Negosiasi Formal
Jenis negosiasi ini dibuat dan ditujukan untuk kepentingan formal. Contohnya,
untuk mengajukan suatu negosiasi penawaran jasa ataupun barang kepada
lembaga pemerintahan dan lembaga pendidikan.
2. Negosiasi Informal
Negosiasi informal merupakan jenis negosiasi yang lebih sering digunakan di
kehidupan sehari-hari masyarakat secara umum. Sehingga dalam prosesnya
akan ada pertemuan, interaksi yang dekat, dan juga bisa kegiatan melobi
seseorang dalam suasana santai.
Jenis Teks Negosiasi
1. Teks Negosiasi Lisan
Negosiasi lisan adalah jenis negosiasi yang berbentuk percakapan antara satu pihak
dengan pihak lain. Salah satu bentuk dari teks negosiasi lisan yaitu negosiasi jual
beli.
2. Teks Negosiasi Tertulis
Jenis teks negosiasi tertulis merupakan negosiasi yang biasanya menggunakan gaya
bahasa formal. Misalnya saja dengan menggunakan bahasa yang baku dan pastinya
menggunakan bahasa tulis. Sementara bentuk dari negosiasi tersebut ada beberapa
macam, diantaranya surat permintaan, surat penawaran, dan surat proposal.
Ciri-Ciri Teks Negosiasi
a) Berupa dialog tapi terkadang juga ada yang berbentuk sebuah proposal
penawaran. Hal tersebut bergantung pada konteks keperluannya.
b) Ada lawan yang bisa diajak dialog, apabila dialog sendiri berarti itu bukan
termasuk negosiasi.
c) Berupa kegiatan komunikasi, baik secara tertulis ataupun lisan, langsung
ataupun tidak langsung.
d) Munculnya proses negosiasi karena adanya perbedaan antara dua belah
pihak.
e) Tujuan akhir dari negosiasi adalah mendapatkan kesepakatan.
Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi
Kaidah Bahasa dalam Negosiasi Sikap Berbahasa dalam Bernegosiasi
1. Setiap kesepakatan atau persetujuan
1. Adanya kalimat atau ungkapan antara kedua belah pihak saling
yang bersifat membujuk atau menguntungkan
persuasive 2. Selalu mendengar argumen sampai
akhir dan tidak menyelanya
2. Berisi tentang percakapan
3. Kedua belah pihak meminta saling
antara kedua belah pihak
memberikan penjelasan tentang
3. Memiliki sifat berupa argumennya
memerintah dan memenuhi 4. Selalu menggunaakan bahasa yang
perintah. tidak menyakiti atau bahasa yang
santun
4. Berisi argumen tentang hal
yang perlu disepakati bersama.
Struktur Teks Negosiasi
Orientasi
• Orientasi yang dimaksud disini
adalah intro pengenalan
ataupun salam pembuka. Penjual : “Selamat datang, silakan
Apabila menggunakan bahasa duduk.”
interaksi dengan pihak lain, Pembeli : “Terima kasih.”
Penjual : “Ada yang bisa saya bantu,
dapat dikatakan hal itu sebagai
Mas?
ajang basa-basi dulu. Jadi, di
dalam teks negosiasi ada urutan
dan juga etikanya, tidak boleh
langsung membuat negosiasi
secara langsung.
Struktur Teks Negosiasi
Permintaan
Pembeli : “Saya ingin beli handphone.”
• Setelah melakukan basa-basi, tahap Penjual : “Ingin handphone merek apa, Mas?”
selanjutnya adalah tahap permintaan.
Tapi perlu kamu pahami bahwa
permintaan ini harus menyesuaikan
dari selera dan juga kebutuhan kamu.
Saat ada permintaan pastinya pihak
penyedia barang ataupun jasa akan
memberikan harga terlebih dulu.
Akan tetapi, sebelum masuk ke
dalamnya, akan ada tahap yang
ketiga yaitu tahap pemenuhan.
Struktur Teks Negosiasi
Pembeli : “Yang bagus itu merek apa, Pak ?”
Pemenuhan Penjual : “Kalau masalah bagus-tidaknya itu relatif,
Mas. Semua
• Pemenuhan tersebut lebih fokus merek ada kelebihan juga ada kekurangannya. Tetapi,
pada penyedia barang dan juga jasa. sekarang
Apakah pihaknya dapat memenuhi yang paling laris itu merek Samhung, Mas.”
permintaan kamu atau tidak. Untuk Pembeli : “Saya boleh lihat?”
kasus permintaan yang terjadi dalam Penjual : “Ini Mas, silakan dicoba dulu.”
jumlah banyak, pihak penyedia akan Pembeli : “Spesifikasinya apa saja, Pak ?”
melakukan konfirmasi ataupun Penjual : “Ada wifi, bluetooth, kamera 8 mp, ram 3 gb,
koordinasi beberapa waktu untuk dan masih
banyak lagi. Untuk pilihan warna cokelat, putih,
memastikan stok barang ataupun merah, sama
jasa yang diminta. hitam ini, Mas.”
Struktur Teks Negosiasi
Penawaran Pembeli : “Harganya berapa, Pak?”
Penjual : “Kalau yang ini harganya Rp2.000.000,00.”
• Disini
kita sudah masuk ke tahap Pembeli : “Tidak ada diskon, Pak?”
penawaran. Apabila tahap-tahapan di Penjual : “Kebetulan kita lagi ada promo untuk merek
Samhung
atas sudah cukup, maka akan terjadi ada spesial diskon 5%. Jadi, harganya tinggal
penawaran. Apabila harga yang Rp1.900.000,00.”
ditawarkan belum cocok dan sesuai, Pembeli : “Tidak bisa turun lagi, Pak?”
kamu bisa melakukan negosiasi Penjual : “Tidak bisa, Mas.”
Pembeli : “Rp1.700.000,00 gimana, Pak?”
sebelum akhirnya kamu akan Penjual : “Tambahin lagi, Mas!”
memutuskan sepakat ataupun Pembeli : “Saya tambahin Rp50.000,00 gimana?”
menolak. Penjual : “Tetap tidak bisa, Mas. Begini saja, saya
kasih
Rp1.800.000,00, itu sudah turun banyak lho.”
Pembeli : “Gak bisa ditambahin lagi diskonnya ?”
Struktur Teks Negosiasi
Persetujuan Pembeli : “Ya sudah saya setuju
Rp1.800.000,00.”
• Setelah kedua belah pihak Penjual : “Saya buatkan notanya dulu, Mas.”
melakukan penawaran dan Pembeli : “Iya.”
ditemukan suatu kesepakatan itu Penjual : “Ini notanya, Mas. Silakan tanda
berarti sudah masuk ke tahap tangan di sini.
persetujuan. Dalam tahap ini, Ini juga ada garansinya satu tahun. Jadi, kalau
sebaiknya dilakukan tanpa ada ada masalah
paksaan, sehingga kedua belah pihak dengan handphonenya bawa saja ke sini.”
Pembeli : “Oh iya, ini uangnya.”
sama-sama bisa mendapatkan
Penjual : “Terima kasih.”
keuntungan. Jika tahap ini sudah Pembeli : “Saya pakai langsung saja, Pak.”
selesai, maka kamu bisa masuk ke Penjual : “Oh iya, silakan,”
tahap selanjutnya yaitu tahap
pembelian.
Struktur Teks Negosiasi
Pembelian
• Apabilasudah cocok dan sesuai diantara kedua belah pihak, barulah dilakukan
transaksi pembelian. Jika berhasil terjadi transaksi pembelian tersebut, itu artinya
kamu berhasil melakukan praktik negosiasi.
Penutup
• Padabagian penutup, akan terjadi kesepakatan. Dengan begitu, transaksi dan juga
penawaran pun selesai. Apabila di awal kamu melakukan basa-basi, maka
sebaiknya harus ditutup dengan kalimat yang sesuai agar bisa memberikan kesan
yang baik kepada pihak penyedia atau
CIRI BAHASA TEKS NEGOSIASI
Setiap teks memiliki ciri kebahasaannya sendiri-sendiri. Beberapa unsur kebahasaan yang terdapat
dalam teks negosiasi adalah sebagai berikut.
1. Pronomina/kata ganti
Pronomina adalah kata ganti orang. Hal ini sering digunakan dalam teks negosiasi berbentuk dialog.
Berikut contohnya.
Penjual : “Selamat pagi. Mau cari pakaian jenis apa, Bu?”
Pembeli: “Saya mencari pakaian seragam untuk anak sekolah. Apakah ada?”
2. Kalimat langsung
Dalam teks berbentuk dialog, hampir seluruh teks negosiasi berbentuk
kalimat langsung. Kalimat langsung ialah kalimat yang langsung disampaikan penutur melalui dialog.
Umumnya ditandai dengan tanda kutip. Contohnya sebagai berikut.
Pembeli: “Permisi, di sini jual tas juga?”
Penjual: “Iya, silakan bisa dipilih-pilih dulu.”
Pembeli: “Untuk tas ransel yang ini berapa ya?”
CIRI BAHASA TEKS NEGOSIASI
3. Kalimat deklaratif dan interogatif
Kalimat pernyataan yang menyatakan suatu informasi atau berita
dikenal dengan kalimat deklaratif. Adapun kalimat interogatif
merupakan kalimat yang menanyakan sesuatu. Contoh kalimat
deklaratif dan interogatif dalam teks negosiasi adalah sebagai berikut.
• Pembeli : “Pak, saya mau mencari sayur bayam ada?”
• Penjual : “Tentu ada Bu, silakan. Bayamnya baru datang dari Bandung,
Bu.”
CIRI BAHASA TEKS NEGOSIASI
4. Kalimat persuasif
Kalimat persuasif merupakan kalimat yang bertujuan membujuk, menarik
perhatian, atau memengaruhi. Berikut contoh dalam teks negosiasi.
Pembeli: “Harga mangga ini kok mahal sekali, Bang?”
Penjual: “Ini mangga kualitas terbaik, Bu. Harganya jadi sedikit mahal.
Mangga ini baunya harum, rasanya sangat manis, dagingnya tebal dan
lembut. Saya jamin Ibu tidak akan kecewa jika membelinya.”
CIRI BAHASA TEKS NEGOSIASI
5. Tuturan pasangan
Tuturan pasangan merupakan bentuk tanya jawab antara pembicara
dan lawan bicara. Dalam hal ini, tuturan pasangan merupakan bentuk
respons atau tanggapan dari tuturan yang disampaikan pembicara.
Adapun tuturan pasangan yang sering ditemui dalam teks negosiasi
adalah sebagai berikut.
a. mengucapkan salam - membalas salam;
b. bertanya - menjawab atau tidak menjawab;
c. meminta tolong - memenuhi atau menolak permintaan tolong;
d. meminta - memenuhi atau menolak permintaan;
e. menawarkan - menerima atau menolak tawaran; dan
f. mengusulkan - menerima atau menolak usulan.