0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan20 halaman

Ibadah Puasa

Puasa dalam Islam adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat. Puasa Ramadhan diwajibkan dan memiliki banyak keutamaan, termasuk pahala yang besar dan pengampunan dosa. Ada syarat dan rukun puasa yang harus dipenuhi, serta manfaat puasa baik dari segi spiritual, sosial, dan kesehatan.

Diunggah oleh

Evan Djohar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan20 halaman

Ibadah Puasa

Puasa dalam Islam adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat. Puasa Ramadhan diwajibkan dan memiliki banyak keutamaan, termasuk pahala yang besar dan pengampunan dosa. Ada syarat dan rukun puasa yang harus dipenuhi, serta manfaat puasa baik dari segi spiritual, sosial, dan kesehatan.

Diunggah oleh

Evan Djohar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IBADAH PUASA

DALAM ISLAM
DEFINISI PUASA
Puasa (shaum/shiyam) secara
etimologi bahasa arab bermakna al
imsak, yaitu menahan diri dari segala
sesuatu.

Menurut syari’at, puasa berarti


menahan diri dari segala hal yang
membatalkan puasa mulai dari terbit
fajar sampai terbenamnya matahari
yang disertai dengan niat.
KEUTAMAAN BERPUASA
Dari Sahal bin Sa’ad, ia berkata; bahwa
Rasulullah Saw telah bersabda:
“sesungguhnya surga itu mempunyai satu
pintu yang disebut Ar Rayyan. Pada hari
kiamat nanti pintu tersebut akan bertanya;
dimana orang-orang yang berpuasa? Apabila
yang terakhir dari mereka telah masuk, maka
pintu itu akan tertutup.” (Muttafaqun ‘Alaih)
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata;
Rasulullah telah bersabda: “tidaklah seorang
hamba berpuasa pada suatu hari di jalan
Allah, melainkan dengan hari itu Allah akan
menjauhkan api neraka dari wajahnya selama
tujuh puluh musim.” (HR. Jama’ah kecuali Abu
Dawud)
Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata; bahwa
Rasulullah Saw telah bersabda: “ Puasa itu
perisai, apabila salah seorang di antara kalian
berpuasa hendaklah ia tidak berkata keji dan
membodohi diri. Jika seseorang memerangi atau
menghinanya maka hendaklah ia mengatakan:
Sesungguhnya aku sedang berpuasa. Demi Dzat
yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya
bau mulut yang keluar dari orang yang berpuasa
itu lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi.
Orang berpuasa itu meninggalkan makanan dan
minumannya untuk diri-Ku (Allah). Maka puasa itu
untuk diri-Ku dan Aku (Allah) sendiri yang akan
memberikan pahala karenanya. Kebaikan itu
dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.’’ ( HR.
Bukhari )
KLASIFIKASI PUASA
1. Puasa Wajib. Seperti; puasa di bulan
Ramadhan, puasa kafarat, dan puasa nadzar.
2. Puasa Sunnah. Seperti; puasa senin dan
kamis, puasa enam hari bulan Syawal, puasa
Arafah dll.
3. Puasa Makruh. Seperti; puasa hari jum’at
saja, puasa hari sabtu saja, dan puasa terus
menerus dalam beberapa hari tanpa berbuka.
4. Puasa Haram. Seperti; puasa di hari raya Idul
Fithri dan Idul Adha, puasa di hari-hari
Tasyriq.
PUASA RAMADHAN
Disyari’atkan kewajiban puasa Ramadhan pada tahun
ke-2 Hijriyah
Dalil-dalil diwajibkannya puasa Ramadhan
1. Al Qur’an .S. Al Baqarah ayat 183-185
...... ‫يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام‬
)185 – 183 ‫(البقرة‬
1. AsSunnah ; Sabda Rasulullah Saw : “Islam itu didirikan
diatas lima perkara; 1.bersaksi bahwa tiada tuhan yang
patut disembah kecuali Allah dan bahwa nabi
Muhammad adalah utusan Allah, 2.mendirikan shalat
3.membayar zakat, 4.berpuasa di bulan Ramadhan,
5.pergi haji jika mampu”. (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Ijma’ ; yaitu kesepakatan ulama dan umat Islam bahwa
puasa di bulan Ramadhan adalah wajib hukumnya.
KEUTAMAAN BERIBADAH
DI BULAN RAMADHAN
Dari Abu Hurairah Ra. Berkata: Rasulullah Saw telah
memberi kabar gembira kepada para sahabatnya
dengan bersabda, "Telah datang kepadamu bulan
Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan
kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu
Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para syetan
diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih
baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak
memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh
apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)

Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw telah bersabda :


"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan
mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-
dosanya yang telah lalu”. (HR Ahmad)
Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda:
"Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan
yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu:
1.bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi
Allah daripada aroma kesturi, 2.para malaikat
memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka
berbuka, 3.Allah Swt setiap hari menghiasi Surga-Nya
lalu berfirman (kepada Surga), 'Hampir tiba saatnya para
hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita
serta mereka menuju kepadamu, 4.pada bulan ini para
jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas
bergerak seperti pada bulan lainnya, 5.dan diberikan
kepada ummatku ampunan pada akhir malam. "Beliau
ditanya, 'Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul
Qadar? Jawab beliau, 'Tidak. Namun orang yang
beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan
amalnya.' " (HR. Ahmad)
Di dalam bulan Ramadhan ada Lailatul Qadar, yaitu
malam yang ibadah pada malam tersebut di ganjar
pahala 1000 bulan. Sebagaimana tertera dalam Al
Qur’an Surat Al Qadar ayat 3.
SYARAT WAJIB PUASA

1. Muslim
2. Baligh
3. Berakal/waras
4. Mampu untuk berpuasa. (orang
yang tidak mampu berpuasa
misalnya karena sudah tua atau
sakit, tidak wajib berpuasa)
SYARAT SAH PUASA
1. Muslim : tidak sah puasa orang kafir
sebelum masuk Islam.
2. Berakal : tidak sah puasa orang gila atau
orang yang tidak sadarkan diri.
3. Mumayyiz : tidak sah puasa anak kecil
sebelum dapat membedakan (yang balk
dengan yang buruk).
4. Tidak sedang haid atau nifas : tidak sah
puasa wanita yang haid atau nifas,
sebelum berhenti haid dan nifasnya.
RUKUN PUASA
1. Niat.
Untuk puasa Ramadhan wajib berniat
pada malam harinya sebelum terbit
fajar.
Dan untuk puasa sunnah, boleh
berniat pada siang hari sebelum
zawal (matahari condong kebarat)
2. Menahan diri dari segala hal yang
membatalkan puasa sejak terbit fajar
hingga terbenamnya matahari.
YANG MEMBATALKAN PUASA
1. Makan dan minum dengan sengaja. Jika
dilakukan karena lupa maka tidak batal
puasanya.
2. Jima' (bersenggama).
3. Memasukkan makanan/sesuatu ke dalam
perut. Termasuk dalam hal ini adalah
suntikan atau infus yang mengenyangkan
dan transfusi darah bagi orang yang
berpuasa.
4. Sengaja muntah, dengan mengeluarkan
makanan atau minuman dari perut melalui
mulut.
5. Mengeluarkan mani dengan sengaja
karena onani, bersentuhan, ciuman atau
sebab lainnya. Adapun keluar mani
karena mimpi tidak membatalkan puasa
karena keluarnya tanpa sengaja.
6. Keluarnya darah haid dan nifas.
Manakala seorang wanita mendapati
darah haid, atau nifas batallah puasanya,
baik pada pagi hari atau sore hari
sebelum terbenam matahari.
7. Murtad dari Islam.
YANG DI SUNNAHKAN DALAM
BERPUASA
1. Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak
dikhawatirkan terbit fajar.
2. Menyegerakan berbuka puasa bila benar-benar matahari terbenam.
3. Memperbanyak amal kebaikan, terutama menjaga shalat lima waktu
pada waktunya dengan berjamaah, menunaikan zakat harta benda
kepada orang-orang yang berhak, memperbanyak shalat sunat, sedekah,
membaca Al-Qur'an dan amal kebajikan lainnya.
4. Jika dicaci maki, supaya mengatakan: "Saya berpuasa," dan jangan
membalas mengejek orang yang mengejeknya, memaki orang yang
memakinya, membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya;
tetapi membalas itu semua dengan kebaikan agar mendapatkan pahala
dan terhindar dari dosa.
5. Berdo'a ketika berbuka sesuai dengan yang diinginkan. Seperti membaca
do'a : "Ya Allah hanya untuk-Mu aku berpuasa, dengan rizki anugerah-
Mu aku berbuka. Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah,
terimalah amalku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui "
6. Berbuka dengan kurma segar, jika tidak punya maka dengan kurma
kering, dan jika tidak punya cukup dengan air.
HUKUM BAGI YANG TIDAK
PUASA RAMADHAN
Dari Abu Hurairah Ra. Bahwasanya Nabi Saw telah
bersabda: “Barang siapa yang tidak puasa satu hari
di bulan Ramadhan dengan sengaja dan tanpa ada
rukhsah, maka ia tidak akan bisa menggantinya
dengan puasa setahun penuh”. (HR Abu Dawud)
Diperbolehkan tidak berpuasa pada bulan
Ramadhan bagi beberapa golongan :
1. Orang sakit yang berbahaya baginya jika berpuasa,
Wajib baginya untuk mengqadha’ (mengganti
puasanya pada hari lain setelah Ramadhan
sebanyak hari yang ditinggalkannya).
2. Orang bepergian (musafir). Juga wajib baginya untuk
mengqadha’.
3. Wanita haid atau nifas: mereka tidak boleh berpuasa
dan wajib mengqadha’.
4. Wanita hamil dan wanita menyusui, jika khawatir
atas kesehatan anaknya boleh bagi mereka tidak
berpuasa namun harus meng-qadha’ serta
memberi makan seorang miskin untuk setiap hari
yang ditinggalkan. Jika mereka berpuasa maka sah
puasanya. Adapun jika khawatir atas kesehatan diri
mereka sendiri, maka mereka boleh tidak puasa
dan harus mengqadha’ saja.
5. Orang yang tidak kuat berpuasa karena tua atau
sakit yang tidak ada harapan sembuh. Boleh
baginya tidak berpuasa dan harus memberi makan
seorang miskin (fidyah) untuk setiap hari yang
ditinggalkannya. Demikian kata Ibnu Abbas
menurut riwayat Al-Bukhari.
HARI HARI YANG DI
SUNNAHKAN BERPUASA
6 hari pada bulan Syawwal.
3 hari pada setiap bulan (yang afdhal yaitu
tanggal 13, 14 dan 15; disebut ayyamul
biidh).
Hari Senin dan Kamis.
Hari Arafah (9 Dzulhijjah)
Hari 'Asyura (tanggal 10 Muharram)
ditambah satu hari sebelum atau
sesudahnya.
Hari-hari di bulan Sya’ban.
HIKMAH DAN MANFAAT PUASA
1. Manfaat puasa secara kejiwaan; Membiasakan kesabaran,
menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana
menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang
kokoh dalam diri, yang ini merupakan hikmah puasa yang paling
utama.Firman Allah Swt : "Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. " (Al-Baqarah:
183)
2. Manfaat puasa secara sosial; Membiasakan umat berlaku disiplin,
bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan
kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong
mereka berbuat kebajikan.Sebagaimana ia juga menjaga
masyarakat dari kejahatan dan kerusakan.
3. Ditinjau dari segi kesehatan; membersihkan usus-usus,
memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa
dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan
lemak di perut.
4. Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena
berlebihan, baik dalam makan maupun minum serta menggauli
isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri
nikmat serta mengakibatkan kelengahan.
Dengan berpuasa dapat membentuk pribadi
yang peduli pada sesama sehingga semakin
kuatnya rasa ukhuwah islamiyah.
Termasuk manfaat puasa adalah
mempersempit jalan aliran darah yang
merupakan jalan setan pada diri anak Adam.
Karena setan masuk kepada anak Adam
melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa,
maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan
nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjadikan
puasa sebagai benteng untuk menghalangi
nafsu syahwat nikah, sehingga beliau
memerintah orang yang belum mampu
menikah dengan berpuasa
SEKIAN

Anda mungkin juga menyukai