Farmakognosi I MORFOLOGI AKAR (RADIX)
Oleh: Farmasi Reguler 2010 Kelompok 3
Futty Dewi Nuzulia F. Idam Titis Permana Maria Yovita Nikko Yendi Sutrisno
Akar (radix) merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotro) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya. Tidak berbuku maupun beruas sehingga tidak mendukung tumbuhnya daun. Akar mengalamai pertumbuhan terus pada ujungnya.
Fungsi Akar
Untuk melekatkan tumbuhan pada media (tanah) karena akar memiliki kemampuan untuk menerobos lapisan tanah. 2. Menyerap garam, mineral, dan air, melalui bulu-bulu akar. 3. Pada beberapa tanaman, akar digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, contohnya pada ubi, kentang, wortel, dll. 4. Pada tanaman tertentu, seperti bakau berperan untuk pernafasan.
1.
Struktur Akar
Struktur luar: -tudung akar -batang akar -cabang akar (pada dikotil), dan - bulu akar. Secara anatomi akar terdiri dari empat bagian: - Epidermis - Korteks - Endodermis, dan - Stele.
Struktur Luar
Leher akar atau pangkal akar (collum) Ujung akar (Apex Radicis) Batang akar (Corpus Radicis) Cabang-cabang akar (Radix Lateralis)
Bagian yang bersambungan langsung dengan batang.
Bagian akar yang paling muda Terdiri atas jaringan-jaringan yang masih mengadakan pertumbuhan. Bagian akar yang terdapat di antara leher akar dan ujungnya.
Bagian akar yang keluar dari akar pokoknya dan masing-masing dapat mengadakan percabangan lagi.
Serabut akar (Fibrilla Radicalis) Rambut akar atau bulu akar (Pilus Radicalis) Tudung akar (Calyptra)
Cabang-cabang akar yang halus dan berbentuk serabut.
Bagian akar yang sesungguhnya hanyalah penonjolan sel-sel kulit luar akar yang berfungsi menyarap air.
Bagain akar yang letaknya paling ujung, terdiri atas jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda.
Struktur Akar Secara Anatomi
EPIDERMIS
Terdiri dari 1 lapis sel yang tersusun rapat, dindng sel tipis sehingga mudah ditembus air. Memiliki rambut-ranbut akar yang merupakan hasil aktifitas sel dari belakang titik tumbuh. Rambut-rambut akar ini berfungsi memperluas bidang penyerapan.
KORTEKS
Terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis, dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antar sel untuk pertukaran gas. Jaringan-jaringan yang terdapat pada korteks antara lain : parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
ENDODERMIS
Terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis berupa 1 lapis sel yang tersususn rapat tanpa ruang antar sel. Dinding selnya mengalami penebalan gabus. Deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. Penebalan gabus ini tidak dapat ditembus air sehingga air harus masuk ke silinder pusat melalui sel endodermis yang dindingnya tidak menebal, disebut sel penerus air. Endodermis merupakan pemisah yang jelas antara korteks dan stele.
STELE (SILINDER PUSAT)
Terletak di sebelah dalam endodermis. Di antara stele terdapat berkas pengangkutan (floem dan xilem)
Tumbuhan Lazimnya Dibedakan Menjadi Dua Macam Sistem Perakaran
Sistem akar serabut Sistem akar tunggang
Sistem akar tunggang
Akar tunggang yang tidak bercabang/ sedikit bercabang
Akar tunggang yang bercabang
Akar Tunggang yang Tidak Bercabang/Sedikit Bercabang
Berbentuk seperti tombak (fusiformis)
Biasanya menjadi tempat penimbunan makanan, misal : akar lobak (Raphanus sativus L.), wortel (Daucus carota L.). Berdasarkan bentuknya akar ini dinamakan pula akar tombak atau akar pena.
BERBENTUK GASING (NAPIFORMIS)
Pangkal akar besar membulat, akar-akar serabut sebagai cabang hanya pada ujung yang sempit meruncing. Misalnya : Bengkoang (Pachyrrhizus erosus Urb.) dan Biet (Beta vulgaris L.)
BERBENTUK BENANG (FILIFORMIS)
Jika akar tunggang kecil panjang seperti serabut dan juga sedikit sekali bercabang, misalnya : kratok (Phaseolus lunatus L.)
Macam-Macam Akar
Akar udara/akar gantung (radix aereus). - Keluar dari bagian-bagia tanaman yang terdapat di atas tanah. - Bergantung di udara. - Dapat menolong menyerap air dan zat gas dari udara dan seringkali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun air yang disebut velamen (misalnya akar anggrek kalajengking (Arahnis flosaeris)).
Akar hisap atau akar penggerek (haustorium), akar yang terdapat pada tanaman yang hidup sebagai parasit, berfungsi untuk menyerap air dan zat makanan dari pohon inangnya seperti kita dapati pada benalu (Loranthus).
Akar pelekat (radix adligans), Akar yang keluar dari buku-buku tumbuhan memanjat dan berguna untuk menempel pada penunjangnya saja, misalnya pada lada (Piper nigrum L.), sirih (Piper betle L.)
Akar pembelit (cirrhus radicalis), juga untuk memanjat, tetapi dengan membelit atau memeluk penunjangnya, misalnya pada panili (Vanilla planifolia Andr.).
Akar nafas (pneumatophora), yaitu cabang-cabang akar yang tumbuh tegak lurus ke atas sehingga muncul dari permukaan tanah atau air tempat tumbuhnya tumbuhan. Akar ini terdapat banyak lubang atau celah (pneumathoda) untuk jalan masuknya udara yang diperlukan dalam pernafasan karena tumbuhan ini biasanya hidup di tempat yang di dalam tanah sangat kekurangan oksigen, misalnya di hutan bakau (mangroove) pada tanaman bogem ( Sonneratia sp.) dan kayu api ( Avicennia sp.).
Akar Tunjang yaitu akar yang tumbuh dari bagian bawah batang ke segala arah dan seolah-olah menunjang batang ini jangan sampai rebah. Sama seperti akar nafas, bagian akar yang terdapat di atas permukaan tanah pada akar ini banyak di temukan lubang atau celah untuk kepentingan pernafasan. Misalnya pada pohon bakau (Rhizophora conjogata L.) dan pohon pandan ( Pandanus tectorius Sol.) . Akar Lutut yaitu bagian akar yang tumbuh ke atas lalu membengkok lagi masuk kedalam tanah. Akar ini berfungsi seperti halnya dengan akar nafas yang terdapat pada tumbuhan di tepi pantai yang rendah berlumpur. Misal pada pohon tanjang (Bruguiera parivolia W. Et A.).
Contoh Simplisia dari Radix
Belladonae Radix atau Nightshade Root
Ciri simplisia: Berupa akar berbentuk silindris kadang kadang bercabang, tebalnya 0.5-4 cm, bag. Luar berwarna coklat muda sampai coklat kekuningan, bagian dalam coklat kekuningan sampai kuning muda. Kandungan kimia: hiosiamina (alkaloid utama), skopolamina, beladonin, hiosina, dan apoatropin
Standar: Alkaloid tidak kurang dari 0.45%, tidak mengandung batang dan kayu lebih dari 3 %. Penggunaan: parasimpatolitik, belladonnae Fluidextract dosis 0,05ml. Contoh Produk : Nembu Donna, Butibel, Delkadon, Bardase, Donnatal, Aludona
Liquiritiae Radix ( Akar Manis) Tanaman asal: Glycryrrhiza glabra L. beserta varietasnya, G. Glabra var. Glandulifera Waldt. Et. Kit Familia: Fabaceae (Leguminosae) Nama lain: liquoric, liquoric root. Penyebaran dan jenis-jenis lainnya: - G. Uralemsis dari Mancuria - G. Hirsuta, G. Echinata, G. Machedonia, G. Palidiflora dari Rusia. Pemerian: bau khas lemah, rasa manis
Makroskopik:
Simpleks terdiri dari akar-akar dan geragih-geragih. Bagian luar berwarna kelabu coklat sampai merah coklat, bagian dalamnya berwarna kuning tua. Bentuk bulat dan berkerut membujur. Bekas patahan berserat kasar pada bagian kulit, pecah-pecah pada bagian kayu.
Kandungan kimia:
Glisirizin yangmenyebabkan rasa manis Flavanoid likuiritum, Isolikuiritin suatu kalkonyang berada dalam ikatan glikosidik, dan pada proses pil-isoengeringan terurai menjadi likuiritin, likuiritigenin, isolikuiretigenin (bentuk kalkon), ramnolikuitin. 2-metil-isoflavon
Khasiat dan Kegunaan:
Sebagai ekspektorans Ekstrak dan asam glisiretinat digunakan untuk obat artritis rematoid, penyakit Adison dan menyembuhkan inflamasi.
Sediaan:
Liquiritiae Extract Siccum (DAB) Glycyrrhizae Succus (Ekstrak akarmanis) (FI-IV) Liquiritiae Inspissum sebagai hasil ekstrak air panas Pulvis Liquiritiae Compositum yangyang merupakan campuran dengan Sennae Folium dan Foeniculi Fructus
Daftar Pustaka
2011, Belajar Farmasi. http://belajarfarmasi.blogspot.com/search/label/Simplisia%20Radix. 19 Sepetember 2011.Pk 20.03 http://olandvai.wordpress.com/2008/04/07/morfologiakar/