0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan67 halaman

Manfaat dan Klasifikasi Kunyit

Rhizoma yang dijelaskan dalam dokumen tersebut adalah kunyit, lengkuas, jahe, temulawak, dan kencur. Kunyit memiliki khasiat sebagai antihipertensi, antipiretika, amara, dan emonagoga. Lengkuas bermanfaat sebagai antidiare, antifungi, obat kurap, antireumatika, dan karminativa. Jahe digunakan untuk holitosis, antireumatika, antihipertensi, karminatifa, antiemetika,

Diunggah oleh

Dokgo Rewind
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan67 halaman

Manfaat dan Klasifikasi Kunyit

Rhizoma yang dijelaskan dalam dokumen tersebut adalah kunyit, lengkuas, jahe, temulawak, dan kencur. Kunyit memiliki khasiat sebagai antihipertensi, antipiretika, amara, dan emonagoga. Lengkuas bermanfaat sebagai antidiare, antifungi, obat kurap, antireumatika, dan karminativa. Jahe digunakan untuk holitosis, antireumatika, antihipertensi, karminatifa, antiemetika,

Diunggah oleh

Dokgo Rewind
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RHIZOMA

1.Kunyit khasiat: .

a. Klasifikasi Simplisia a) Antihipertensi: Menurunkan Tekanan


tekanan darah
NTA: Curcuma domesticad
b) Antipiretika: Menurunkan suhu badan
Famili: Zingiberaceae c) Amara: Menambah nafsu makan
Genus: Curcuma d) Robaransia: Obat kuat
e) Emenagoga: Peluruh haid
Petunjuk Spesies: Domestica
f) Cholagoga: Membantu fungsi dari
Spesies: Curcuma Domestica
empedu
Tata penamaan:
• Curcum Rhizoma
• domestica Rhizoma
• Curcuma domestica Rhizoma
Zat Berkhasiat: Mengandung minyak atsiri dengan senyawanya antara
lain fellandena, sabinene, sineol, boneol, ziingiberene, curcumene,
tumeron, kamfene, kamfor, seskuirtepene, asam kafrilat, asam
methoksisinamat, tolimrtil karbinol. Selain itu rimpaang kunyit juga
mengandung tepung dan zat warna yang mengandung alkaloid kurkumin.
b. Mikroskroskopik: d. Organoleptik:

Fragmen pengenal adalah butir pati; 1. Berwarna: kuning kecoklatan


gumpalan tidak beraturan zat berwarna 2. Berbau: khas
kuning sampai kuning coklat; parenkim 3. Berasa: khas ,manis, sedikit pahit
dengan sel sekresi; fragmen pembuluh 4. Bentuk: bulat,lonjong
tangga dan pembuluh jala; fragmen rambut 5. Raba: agak kasar
penutup warna kuning; tidak terdapat
serabut. Rambut penutup : berbentuk
kerucut, lurus atau agak bengkok; panjang c. Makroskopik:
250 µm sampai 890 µm, dinding tebal.
Hipodermis : terdiri dari beberapa lapis sel kepingan ringan, bentuk hampir bundar
terentang tangensial , dinding sel sampai bulat panjang, kadang-kadang
menggabus. bercabang; lebar 0,5-3 cm, panjang 2-6 cm,
tebal 1-5 mm; umumnya melengkung tidak
beraturan, kadang-kadang terdapat pangkal
upih daun dan pangkal akar. Batas korteks dan
silinder pusat kadang-kadang jelas. Bekas
patahan agak rata, berdebu
2. Lengkuas
a. Klasifiksi Simplisia Khasiat:
NTA: Alpinia galanga a) Antidiare: Menghentikan buang air besar
b) Antifungi: Membasmi jamur pada kulit
Famili: Zingiberaceae c) Sebagai obat kurap
Genus: Alpinia d) Antireumatika: Menghilangkan rasa sakit pada
Petunjuk Spesies: Galanga encok /reumatik
e) Karminativa: Mengeluarkan angina dari dalam
Spesies: Alpinia galanga tubuh manusia
Tata Penamaan: f) Holitosis: Menyegarkan nafas
• Alpinia Rhizoma
• galanga Rhizoma
• Alpinia galanga Rhizoma
Zat Berkhasiat: Minyak terbang,Pinen,Metil
sinamat,Kaemferia,Minyak
atsiri,Basonin,Eugenol,Galangan,Galangol,Saponin, Tannin dan
Flavonoida
b. Mikroskopik: c. Makroskopik:

Fragmen pengenal pada mikroskopik adalah Potongan 4 cm sampai 6 cm.


amilum besar seperti biji ketimun (dalam air), Tebal 1 cm sampai 2 cm, kadang-
gumpalan sekresi coklat.Epidermis terdiri dari 1 kadang bercabang, ujung bengkok,
lapis sel kecil agak pipih, dinding berwarna warna permukaan, coklat kemerahan,
kuning kecoklatan, kutikula jelas. Korteks parut daun jelas. Berkas patahan
parenkimatik, jaringan korteks bagian luar terdiri berserat pendek, butir-butir kasar,
dari beberapa lapis sel dengan dinding tipis warna coklat.
berwarna kuning kecoklatan; jaringan korteks
bagian dalam terdiri dari sel parenkim besar,
dinding sel tipis, tidak berwarna, kadang-kadang d. Organoleptik:
bernoktah halus, berisi butir pati.
1. Berwarna: Coklat kemerahan
2. Berbau: Aromatik
3. Berasa: Pedas
4. Bentuk: Bulat panjang dan bercabang
5. Raba: Agak kasar kehalus halusan
3. Jahe
a. Klasifikasi Simplisia
NTA: Zingiber officinale
Famiil: Zingiberaceae
Genus: Zingiberaceae
Petunjuk spesies: Officcinale
Spesies: Zingiber officinale
Tata penamaan: Khasiat:
• Zingiber Rhizoma a. Holitosis: Menyegarkan nafas
• officinale Rhizoma b. Antireumatika: Menghilangkan rasa sakit pada
encok/reumatik
• Zingiber officinale Rhizoma
c. Anti hipertensi: Menurunkan tekanan darah
Zat berkhasiat: d. Karminatifa: Masuk angin
Minyak atsiri yang mengandung; e. Antiemetika: Mencegah/menghilangkan mual atau
metilsinamat, sineol, kamfer dan galangol, n- muntah
nonylaldehide, dcamphene, d-borneol, geraniol, f. Cardiaka: Untuk jantung
linaool, acitates, caprylate, citral, chavicol,
zingiberene. Selain itu juga menandung resin
dan serat.
b. Mikroskopik: c. Makroskopik:
Memiliki serabut, pembuluh Tumbuh berumpun. Batang semu, tidak
kayu ,butir pati, serabut bercabang, berbentuk bulat, tegak, tersusun dari
parenkim dengan sel ekskresi lembaran pelepah daun, berwarna hijau pucat
berkas pembuluh, jaringan dengan warna pangkal batang kemerahan, tinggi
gabus dilihat dapat mencapai 1 m.
tangensial,periderm.

d. Organoleptik:
1. Berwarna: Cokelat muda
2. Berbau: Khas aromatik
3. Berasa: pedas sedikit pahit
4. Bentuk: Bulat bercabang
5. Raba: Kasar
4. Temulawak
a. Klasifikasi Simplisia Khasiat:
NTA: Curcuma xanthorrhiza a. Mengobati bau badan yang kurang
Famili: Zingiberaceae sedap
Genus: Curcuma b. Devuratif: Membersihkan darah
c. Antipiretika: Menurunkan suhu
Petunjuk Spesies: Xanthorrhiza badan
Spesies: Curcuma xanthorrizha d. Laxantia: Melancarkan buang air
Tata Penamaan: besar

• Curcuma Rhizoma e. Laktagoga: Memperbanyak ASI

• xanthorrizha Rhizoma
• Curcuma xanthorrizha Rhizoma
Zat berkhasiat:
Rimpang mengandung minyak atsiri antara lain terdiri dari
mirsen, p-toluil metil karbinol, kurkumin, desmetoksi kurkumin,bidesmetil
kurkumin, felanndren, sabinen, sineol, borneol, zingiberen, turmeron,
atlanton, artumeron, ksantorizol, dan germakon.
b. Mikrosopik:
Epidermis begabus, terdapat sedikit rambut
yang berbentuk kerucut , berse 1 . hipedermis
agak menggabus, dibawahnya terdapat
periderm yang kurang berkembang. Korteks
dan silinder pusat parenkimatik, terdiri dari
sel parenkim berdinding tipis berisi butir pati
; dalam parenkim tersebar sel minyak yang
berisi minyak berwarna kuning dan zat
berwarna jinggga, juga terdapat pati
berbentuk pipih , bulat panjang sampai bulat
telur memanjang. Lamella jelas dan hilus di
tepi. Berkas pembuluh tipe kolateral, tersebar
tidak beraturan pada parenkim korteks dan
pada dala lingkaran dan letaknya lebih
berdekatan satu dengan yang lainnya;
pembuluh didampingi oleh sel sekresi,
panjang sampai 200 µm, berisi zat berbutir
berwarna coklat yang dengan besi (III)
klorida LP menjadi lebih tua.v
c. Makroskopik:
. Daunnya lebar dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelapah dan tangkai daun yang agak
panjang. Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik (bergerombol) dan berwarna kuning tua.
d. Organoleptik
a) Berwarna: kuning muda-kecoklatan
b) Bau: sedikit menyengat
c) Rasa: pahit
d) Bentuk: bulat dan agak besar
e) Raba: agak kasar
5. Kencur
Khasiat:
a. Klasifikasi Simplisia:
1. Sedativa: Oba penenang
NTA: Kaempferia galanga s 2. Amara: Menambah nafsu makan
Famili: Zingiberaceae 3. Laxantia: Melancarkan buang air besar
4. Gastritis: Mengatasi radang lambung
Genus: Kaempferia
5. Analgetika: Mengurangi rasa nyeri
Petunjuk Spesies: Galanga 6. Anti tusif: pereda batuk kering
Spesies: Kaempferia galanga 7. Ekspektoransia: Mengurangi batuk berdahak
Tata Penaman: 8. Astringensia: Mencegah perangsangan pada
• Kaempferia Rhizoma
• galanga Rhizoma
• Kaempferia galanga Rhizoma

Zat berkhasiat:
Pati (14,4%), Mineral (13,73%), Minyak Atsiri
(0,02%),Berupa Sineol,Asam metal kanil,Penta dekaan ,Asam
Cinnamic, Ethyol aster, Borneol, Kamphene, Paraeumarin, Asam
anisic, Alkaloid, Gom,
b. Mikroskopik:
bagian peridermnya terdiri atas 5-7 lapis sel, sel berbentuk segi panjang berdinding
tipis. Jaringan parenkim korteks terdapat di bawah periderm, sel parenkim
isodiametrik, berdinding tipis, berisi butir-butir pati, sel idioblas minyak berbentuk
hampir bulat dan bergaris tengah 50 μm sampai 100 μm, dalam idioblas minyak
terdapat minyak yang tidak berwarna sampai berwarna putih semu kekuningan. Butir
pati umumnya tunggal, besar, bentuk bulat, bulat telur atau bulat telur tidak
beraturan

c. Makroskopik: d. Organoleptik:
Umumnya tanaman ini a) Berwarna: putih kecoklatan
memiliki tinggi sekitar 20 cm. Batangnya b) Bau: aromatk
semu dan pendek, serta membentuk c) Rasa: agak pedas
rimpang yang berwarna coklat keputihan d) Bentuk:
yang beraroma spesifik. Tumbuhan ini e) Raba: halus
berdaun tunggal dengan bentuk lonjong
dan jumlahnya tidaklebih dari 2-3 helai
serta susunannya berhadapan. Panjang
daunnya 7-15 cm dan lebarnya 2-8 cm
dengan ujung runcing, pangkal berlekuk,
tepi rata, dan berwarna hijau.
RADIX
1. Tapak Dara
a. Klasifikasi Simplisia
NTA: Catharanthus roseus (L)
Famili: Apocynaceae
Genus: Catharantus
Petunjuk Spesies: Roseus
Spesies: Catharanthus roseus
Tata Penamaan:
• Catharanthus Radix
• roseus Radix
• Catharanthus roseus Radix
Khasiat:
1. Antidiabetika: Untuk mengobabati kencing manis
Zat berkhasiat:
2. Antihipertensi: Menurunkan tekanan darah tinggi
Dari akar, batang, daun hingga 3. Diuretika: Melancarkan buang air kecil
bunga tapak dara mengandung unsur zat 4. Antipiretika: Menurunkan suhu badan
kimiawi yang bermanfaat untuk pengobatan, 5. Mengobati Parkinson: Penyakit dengan ciri adanya
antara lain vinkristin,vinrosidin, vinblastin tremor/ gemetar tangan serta kaki bergetaran pada
dan vinleurosin merupakan kandungan waktu diam
komposisi zat alkaloid dari tapak dara.
6. Hipotrioridisme: Kekurangan aktifitas dari kelenjar
gondok
b. Mikroskopik:
Pada penampang melintang melalui tulang daun tampak
epidermis atas dan bawah terdiri dari satu lapis sel bentuk empat
persegi panjang, kutikula tipis; pada pengamatan paradermal
tampak sel epidermis atas bentuk polygonal dengan dinding
antiklinal rata, epidermis bawah dengan dinding antiklinal
berkelok. Stomata terdapat pada kedua epidermis, lebih banyak
terdapat pada epidermis bawah, tipe anomositik. Mesofil meliputi
jaringan palisade terdiri dari satu lapis sel berbentuk silindrik
panjang, jaringan bunga karang terdiri dari beberapa lapis sel
bentuk bundar atau lonjong, banyak rongga udara terdapat sel
getah dan trakea dengan penebalan bentuk spiral. Pada tulang
daun terdapat berkas pembuluh tipe bikolateral, di bagian bawah
berkas pembuluh terdapat serabut berdinding tebal dan berlignin;
kolenkim terdapat di bagian bawah parenkim tulang daun.
c. Makroskopik: d. Organoleptik:

Helaian daun berwarna hijau, bentuk Rasa: Pahit


memanjang atau bundar telur, panjang 2,5-9 cm,
lebar 1,5-2,5 cm, ujung daun terdapat bagian Raba: Permukaannya sedikit berkerut
meruncing kecil, pangkal daun runcing ada juga
yang tumpul atau membundar tepi daun rata, Bentuk: Berserabut
permukaan atas agak mengkilat, pada kedua
permukaan terutama permukaan bawah terdapat Bau: Tidak berbau
rambut-rambut halus. Tulang daun menyirip,
tulang daun utama menonjol ke bagian Warna: Putih kecoklatan
permukaan bawah daun. Tangkai daun pendek.
1. Akar Tuba
a. Klasifikasi Simplisia
NTA: Derris elliptica L Khasiat:
Famili: Fabaceae 1. Sebagai racun ikan
Genus: Derris 2. Racun panah
Petunjuk Spesies: Elliptica 3. Skabicida: Obat kudis
Spesies: Derris elliptica 4. Insektisida: Membasmi serangga
Tata Penamaan:
• Derris Radix
• elliptica Radix
• Derris elliptica Radix

Zat Berkhasiat: Rotenone, tuba


juga mengandung racun
deguelin,racun tephorsin, dan
racun toxicarol.
b.Mikroskopik:
Epitel yang melapisi vili tuba berbah dari
epitel silindris menjadi epitel kubus pipih, dinding
tuba menjadi tipis.
c. Makroskopik
Tanaman ini berkayu lunak, panjang nya 16 m.
Daunnya mempunyai lobi ganjil, bunganya merah
muda berkelompok pada ketiaak daun. Polongnya
pipih dan kcoklatan, panjangnya dapat mencapai 3-5
cm
d. Organoleptik:
Rasa: Agak pahit
Raba: Halus
Bau: Khas
Bentuk: Panjang dan merambat
Warna: Coklat kekuningan
1. Tapak Liman Khasiat:

a. Klasifikasi simplisia 1. Antelmintika: Membasmi cacing dari


dalam tubuh manusia
NTA: Elephantopus scaber L
2. Diuretik.: Melancarkan keluarnya air
Famili; Asteraceae seni
3. Tanaman tapak liman berguna untuk
Genus: Elephantopus obat penyakit kelamin.

Petunjuk spesies: Scaber 4. Antipiretika: Menurunkan suhu


badan.
Spesies: Elephantopus scaber 5. Skorbut: Sariawan; gusi berdarah
karena kekurangan vitamin c
Tata penamaan: Zat berkhasiat:
6. Antidiare: Menghentikan buang air
Elephantopus Radix Tumbuhan tapak liman mengandung besar mencret/ murus
beberapa zat aktif, seperti: Lupeol, 7. Daun tanaman tapak liman untuk
scaber Radix Epifieelinol, Tricontan-I-ol, Stigmasterol, keputihan pada wanita
Deocyelaphontopin, Sodeozyelephatopin,
Elephantopus scaber Radix flavonoida luteolin 7-glukosida
b. Mikroskopik:
Epidermis atas, jernih, pada penampang tangensial berbentuk
persegi panjang sampai poligonal dengan dinding samping lurus
atau agak bergelombang. Sel epidermis bawah lebih kecil dari
sel epidermis bawah. Stomata tipe anomositik (ranunculaceae)
terdapat lebih banyak di epidermis bawah daripada di epidermis
atas. Rambut penutup terdiri dari rambut penutup berdinding
tebal dan rambut penutp

c. Makroskopik: d. Organoleptik:
Daun tunggal, warna hijau tua sampai hijau kelabu, Bau: tidak berbau;
rapuh, bentuk jorong sampai bulat telur sungsang, Rasa: mula-mula tidak berasa, lama-lama
ujung runcing, pangkal daun mengecil, panjang daun agak pahit
5cm sampai 25cm, umumnya 20cm, lebar 2cm sampai
7cm, umumnya 5cm. tepi daun tidak berlekuk atau Raba: kasar
berlekuk tidak beraturan, bergerigi tidak rata, Bentuk: lonjong
permukaan daun berambut. Pada permukaan bawah, Warna: coklat
tulang daun lebih menonjol dari pada permukaan atas.
Tangkai daun, panjang lebih kurang 2cm, berbentuk
seperti pelepah, bagian pangkal membungkus batang.
4. Akar pasak bumi
a. Klasifikasi: Kegunaan:
• NTA: Eurycoma longifolia
Amara: Menambah nafsu
• Famili: Simarubaceae makan
• Genus: Eurycoma
Antidiabetika: untuk mengobati
• Spesies: Eurycoma longifolia kencing manis
• P.spesies: Longifolia
Anti malaria
• Tata penamaan:
1. Eurycoma Radix
Anti tukak lambung
2. longifolia Radix
3. Eurycoma longifolia Radix.
Zat berkhasiat :
Eurikomalakton, laurikolaktan, kaineanon, longilakton.
Senyawa canthin yang berfungsi dalam menghambat terjadinya pertumbuhan sel kanker.
Senyawa turunan eurycomanone yang berfungsi sebagai anti-malaria.
Senyawa etanol yang berperan sebagai afrodisiak.
Senyawa quasinoid yang sangat ampuh sebagai anti-leukemia dan prospektif untuk
penderita penyakit HIV.
b. Mikroskopik :
Seklerida bentuk kubus
seklerida berserabut dan
bewarna coklat,evered tumbuh
sampai 15m dengan spiral
teratur.

c. Makroskopik : d. Organoleptik :
Daun nya majemuk • Bau : tidak berbau
mirip ganjil letaknya
• Rasa : awal nya tidak berasa
mengelompokan diujung
lama lama pahit
ranting yg tebal. Panjang daun
5-20cm lebarnya 6cm. • Warna : coklat kekuningan
• Raba. : Kasar
5. Akar manis
• Zat berkhasiat:
a. Klasifikasi : Minyak atsiri,Asam glisiretinat, Saponin=
gula + sapogenin,Glikosida
• NTA : Glycyriza glabra likuiritin,Asparagin,Glukosa, Sukrosa,
• Family : Fabaceae Umbeliferona, Glabrolida, Zat pahit
• Genus : Glycyriza
• Khasiat:
• P.spesies : glabra
Ekspektoransia: Mengurangi batuk berrdahak
• Spesies: Glycyriza glabra Anti spasmotika: pereda kejang
• Tata Penamaan : Anti kolestrol: pengobat lemak darah
1. Glycyriza Radix Mngobati bronchitis
2. glabra Radix Mengobati tukak lambung
3. Glycyriza glabra Radix Mengobati batuk
b. Mikroskopik :
• fragmen serabut sklerenkim
banyak tapi kurang khas,bewarna
kekuningan. Sistem perakaran
akar tunggal yg dibentuk oleh
kecambahan biji.

c. Makroskopik : d. Organoleptik :
• memiliki bunga bewarna ungu • Rasa. : Manis
kebiruan,warna kayu coklat. Daun • Bau. : Khas lemah
berbentuk seperti sayap, bunga muncul
berkelompk di satu cabang berwarna • Warna : coklat kekuningan
keunguan sampai putih kebiru biruan • Bentuk : memanjang
• Raba : kasar.
Zat berkhasiat :
6. Ipeka 1. Psikotropina
2. Emetina
3. Orthomethil
4. Alkaloida emetine
5. Sefaelina
6. Psikotrina
7. Sikotrina dan kadar emetin 2%
a. Klasifikasi : Kegunaaan:
• NTA : Cephaelis ipecacuanha • Anti emetika: mencegah/mengilangkan mual atau
muntah
• Family : Rubiaceae
• Amara: menambah nafsu makan
• Genus : Cephaelis
• Diaforetika: memperbanyak keluarnya keringat
• P.spesies : ipecacuanha
• Ekspektoransia: mengurangi batuk berdahak
• Spesies: Cephaelis ipecacuanha
• Tata penamaan :
1. Cephaelis Radix
2. ipecacuanha Radix
3. Cephaelis ipecacuanha Radix
b. Mikroskopik : Anatomi jaringan
yang teramati berdinding d. Organoleptik :
poligonal,epidermis bergabus berwarna
cokat dan bercabang.Parenkim • Bau : lemah
berdinding tipis dengan butir butir • Rasa : pahit
amilum dan Kristal kalsium oksalat
berbentk rapida(bekas jarm) Kristal • Raba : kasar
lepas tersebar • Warna : kehitaman
• Bentuk : panjang beruas

c. Makroskopik : bercabang
kasar,panjang warna serbuk coklat ke
abu-abuan.
7. Ginseng • Zat berkhasiat:
Kandungan sejenis zat aktif yang terdiri dari
ginsenosides atau eleutherosides, selain itu juga
mengandung minyak atsiri, sterol, polisakarida, gula,
pektin, vitamin B1, B2, dan B12,kholin, lemak serta
mineral(termasuk seng, tembaga, magnesium, kalsium, zat
besi, mangan dan vanadium). Tanaman ginseng juga
banyak mengandung senyawa glukosida panakuilon,
damar, panaks,sapoginol
a. Klasifikasi • Khasiat:
• NTA: Panax schinseng
1. Antihipertensi:Menurunkan tekanan darah,
• Famili: Aralliaceae
2. sedativa:obat penenang
• Genus: Panax
• Spesies: Panax ginseng 3. Meningkatkan gairah sex
• P.Spesies: schinseng 4. Menambah stamina
• Tata penamaan: 5. Membenahi kondisi mental
1. Panax Radix
6. Diaforetika: Peluruh keringat
2. schinseng Radix
3. Panax schinseng Radix 7. Antidiabetika: Mengobati kencing manis
8. Mengeluarkan racun
b. Mikroskopik:
• Anatomin jaringan mempunyai
ciri serabut pembuluh kayu dan
berkas pembuluh segar.
Epidermis cortex silinder pusat.
c. Makroskopik: d. Organoleptik:
• Akar ginseng berbentuk besar, • Bau: Lemah
gembung,menyerupai
• Rasa: Manis
umbian,berukuran panjang
sekitar 5-10cm bahkan lebih • Raba: Kasar
,berwarna kecoklatan dan • Bentuk: Pipih bercabang
keputihan kotor.
• Warna: Kuning kecoklatan
8. Valerian

• Zat berkhasiat:
• Minyak atsiri(0,2-2,8 %) mengandung bornil asetat
dan bornil isovalerianat. Konstituen penting lainnya
caryophyllene, valeranon, valerenal, asam valerinat,
a. Kalsifikasi: sesquiterpenoid dan monoterpenoid. Konstirtuen
sekunder (antara 0,05-0,6 %) adallah valepotriates.
• NTA: Valeriana officinalis Komponen utama dari vaalepotriates aadalah valtrat
• Famili: Valerianaceae dan isovaltrat.
• Genus: Valeriana • Kegunaan:
• Antiheprtensi: menurunkan tekanan darah,
• Petunjuk spesies: officinalis • insomnia: susah tidur,
• Spesies: Valeriana officinalis • sedativa: obat penenang.
• Antispasmodika: pereda kejang
• Tata penamaan: • Antieemetika: mencegah/ menghilangkan mual atau
1. Valeriana Radix muntah
• Memperkuat organ-organ pencernaan.
2. officinalis Radix
3. Valeriana officinalis Radix
b. Mikroskopik:
• Mikroskopik Akar; jarang berpenebalan sekunder, epidermis
menggabus, beberapa sel memanjang sebagai akar, hipodermis
terdiri dari sel besar agak isodiametrik, dinding menggabus, berisi
minyak atsiri; korteks terdiri sari parenkim bersel bulat berisi butir
pati; dekat hipodermis terdapat beberapa deret sel tanpa butir pati
tetapi berisi sekresi serupa damar. Butir pati tunggal, bulat, ukuran
sampai 15 um, kadang-kadang terlihat hilus sebagai celah ditengah,
beberapa butir pati majemuk 2 sampai majemuk 6. Silinder pusat
memperliatkan susunan primer yang cukup jelas, silem primer
terbagi dalam 2 sampai 8 bagian yang disekat oleh biji silem
sekunder yang tidak kuat pertumbuhannya. Floem primer
umumnya tidak dapat diketemukan. Sebelah luar baji silem
sekunder terdapat baji floem sekunder parenkhimatik yang kuat
pertumbuhannya. Empulur parenkhumatik. Beberapa akar
menunjukkan penebalan sekunder yang lebih kuat, pada silem
terhadap serabut berbanding tebal. Pangkal batang: terdapat
periderm dan penebalan sekunder normal, tidak terdapat serabut
dalam floem ataupun silem. Pada sekat empulur terdapat kelompok
sel batu berbanding sangat tebal dan bernoktah.
c. Makroskopik: d. Organoleptik:
• Tanaman semak, tahunan, akar tunggang berwarrna coklat • Bau: khas aromatik
muda. Batang tegak bulat,lunak, permukaan licin, hijau pucat. • Rasa: pedas agak pahit
Daun majmuk lonjong panjang 2-4 cm, lebar 1-2 cm tepi
bercangap, tepi dan panggl meruncing permukaan berkerut • Bentuk: akar seperti kayu dan panjang-
hijau. Bunga majmuk bentuk tandan, silindris,putih,kepala sari panjang
pipih. • Raba:kasar
• Warna: coklat kehitaman
9.Akar wangi
a. Klasifikasi
• NTA: Vetiveria zizanoides
• Famili:Poaceae
• Genus: Vetiveria
• Spesies: Vetiveria zizanoides
• P.Spesies: zizanoides
• Tata penamaan:
1. Vetiveria Radix
2. zizanoides radix
• Zat berkhasiat: minyak atsiri,harsa, zat
3. Vetiveria zizanoides Radix pahit,vetiverin,veron,vetivazulen, dan vetiveron.
• Kegunaan: Bau mulut,obat demam,ketombe,dan bau
badan,sakit pinggang, peluruh kencing,untuk
parfum,spa,sabun mandi,obat gosok, mengobati luka gigitan
serangga dan ular.
b. Mikroskopik:
Anatomi jaringan yang teramati
memiliki epidermis yang terdiri dari satu
lapis sel. Pada epidermis terdapat
rambut akar, parenkim korteks terdiri
dari beberapa lapis sel berisi butir pati,
di antaranya terdapat beberapa lapis
serabut sklerenkim, rongga udara besar
tersusun melingkar dan sel minyak, di
bawah parenkim terdapat endodermis
c. Makroskopik: d. Organoleptik:
Akar berupa serabut kecil ,warnanya • Bau: khas aromatik
cokelat kekuningan, memiliki banyak • Rasa: pahit
air. Batang yang lunak seperti rumput
daun yang memanjang, sedikit keras, • Raba:kasar
dan berwarna hijau,bunga tanaman akar • Warna:coklat kekuningan
wangi berbentuk bulir tumbuh di ujung • Bentuk:berakar panjang.
batang.
10.Pule Pandak
• Zat berkhasiat:
Pule pandak banyak mengandung
senyawa alkaloid yang terdiri dri 3 grup alkaloid.
Grup 1 merupakan alkaline kuat, quartenary
ammonium, serpentine, serpegine, dan samatine.
Grup 2 merupaka tertiary amine derivate yohimbin
ajmaline, ajmalicine, tetraphyline dan
tetraphyllicine. Grup 3 merupakan alkaloid lemah
yaitu aminesserpine, rescinnamine,desserpidine,
a. Klasifikasi: raunesine, dan canescine.
• NTA: Rauwolfia serpentina L • Kegunaan:
• Famili: Apocynaceae Tekanan darah tinggi, susah tidur, sakit
kepala,sakit pinggang, sakit tenggorokan, obat
• Genus: Rauwolfia gigitan ular, demam influenza
• Spesies: Rauwolfia serpentina
• P.Spesies: serpentina
• Tata penamaan:
1. Rauwolfia Radix
2. serpentina Radix
3. Rauwolfia serpentina radix
b. Mikroskopik:
• Batang berbintik
silindris,bercabang berwarna
coklat abu-abu dan akan
mengeluarkan cairan jernih
jika dipatahkan.

c. Makroskopik: d. Organoleptik:
• Berdaun hijau dengan bunga • Bau:menyengat
yang berkumpul berwarna • Rasa:sangat pahit
putih kemerahan. Akar pule • Raba:sedikt kasar
pandak bercabang panjang,
besar berwarna putih • Warna:putih kecoklatan
kecoklatan. • Bentuk:panjang dan gemuk-gemuk.
CORTEX
1. Pulai
• Zat berkhasiat:
Alkaloida berupa ditamine, ditaine, dan
echi-kaoetchine, Pada kulit batang, terdapat
kandungan saponin, flavonoida, dan polifenol.
Sedangkan, untuk zat pahitnya terdapat
kandungan echeretine dan echicherine.
• Khasiat:
Anti malaria
a. Klasifikasi Simplisia Anti diabetika: untuk kencing manis
• NTA: Alstonia scholaris Antipiretika: menurunkan suhu badan
• Famili: Apocynaceae Stomakika: memacu enzim enzim pencernaan
• Genus: Alstonia
• P. Spesies: scholaris
• Spesies: Alstonia scholaris
• Tata penamaan:
• Alstonia Cortex
• scholaris Cortex
• Alstonia scholaris Cortex
b. Mikroskopik: c. Makroskopik:
Kulit kayu berwarna coklat tua dan
• Anatomi jaringan yang teramati
yaitu serabut, sel batu, jaringan bergelombang di bagian luar,bagian
gabus,butir patir,hablur kalsium dalam halus dan berwarna coklat
oksalat. muda

d. Organoleptik:
• Warna: coklat tua
• Raba: bergelombang
• Rasa: pahit
• Bau: tidak berbau
• Bentuk: seperti kayu
2. Pulasari
• Zat berkhasiat:
Minyak Atsiri, Zat pahit kumarin, Asam
organic, Alkaloida, Zat penyamak , Alkaloida
kumarin ,tannin, saponin, flavonoid, Polifenol,
Kumarin, zat samak, asam betulanat,pulasariosida.
• Khasiat:
a. Aromatika
a. Klasifikasi simplisia
b. Antipiretika: menurunkan suhu tubuh
• NTA: Alyxia reinwardti
c. Karminativa: mengeluarkan angin dari dalam
• Famili: Apocynaceae tubuh manusia
• Genus: Alyxia d. Menambah nafsu makan
• Petunjuk spesies: Reinwardti e. Untuk menjaga daya tahan tubuh (imunitas)
• Spesies: Alyxia reinwardti f. Menyembukan sakit kejang perut
• Tata penamaan: g. Obat sakit disentri
1. Alyxia Cortex
2. reinwardti Cortex
3. Alyxia reinwardti Cortex
b. Mikroskopik:
• Terdiri dari lebih 40 sel gabus
yang tidak berlignin, memiliki
banyak cabang berwarna putih
kecoklatan.

c. Makroskopik:
• Warna kulit putih jernih kadang
terdapat sisa lapisan luar yang d. Organoleptik:
berwarna coklat tua kehitaman.
Batang tanaman berbentuk • Warna: kuning kecoklatan
bulat memiliki banyak cabang • Bentuk: seperti kayu
• Bau: agak harum
• Rasa: agak pahit
• Raba: permukaan luar halus permukaan dalam
tidak rata
3. Kina

a. Klasifikasi simplisia
• NTA: Cinchona succirubra
• Famili: Rubiaceae
• Zat berkhasiat:
• Genus:: Cinchona
Kinina,asam kina,
• Petunjuk spesies: Succirubra alkaloida,sinkonina,sinkonidina,kintanat, asam
• Spesies: Cinchona succirubra tanat,damar
• Tata penamaan: • Khasiat:
1. Cinchona Cortex Antipiretika: obat demam
2. succirubra Cortex Anti malaria: obat malaria
Amara: penambah nafsu makan
3. Cinchona succirubra Cortex
b. Mikroskopik:
• Mempunyai ciri khas
serabut floem dan butir pati,
banyak sekumpulan minyak
menumpuk,fragmen
bertumpuk, sel parenkim
coklat merah

c. Makroskopik: d. Organoleptik:
• Tinggi pohon 4-10 cm, • Warna: coklat
cabang bentuk persegi 4 • Bentuk: panjang tebal
berbulu halus. Warna coklat
kemerahan dengan • Bau: khas
permukaan membujur yang • Raba: kasar
kasar dan berserat
• Rasa: pahit
4. Kayu Manis

• Zat berkhasiat:
Minyak atsiri, pati, eugenol,
safrole,cinnamaldehyde, tanin, kalsium
oksalat,damar, zat penyamak
a. Klasifikasi simplisia
• Khasiat:
• NTA: Cinnamomum zeylanicum 1. Karminativa: mengeluarkan angin dari
• Family: Lauraceae tubuh
• Genus: Cinnamomum 2. Diavoretika: peluruh keringat
• Petunjuk spesies: zeylanicum 3. Antireumatika: menghilangkan rasa sakit
• Spesies: Cinnamomun zeylanicum pada encok
• Tata penamaan: 4. Stomakika: memacu enzim enzim
pencernaan
1. Cinnamomum Cortex 5. Analgetik: menghilangkan rasa nyeri
2. zeylanicum Cortex 6. Amara: meningkatkan nafsu makan
3. Cinnamomum zeylanicum Cortex
b. Mikroskopik:
• Anatomi jaringan yang teramati
yaitu sel batu,serabut
seklerenkim,dan sel hablur
kalsium oksalat. Parenkim
cortex dengan sel minyak dan
sel batu
d. Organoleptik:
c. Makroskopik:
• Rasa: manis kepedasan
• Bentuk yang panjang dan
sedikit melingkar, kulit kayu • Raba: sedikit kasar
berwarna coklat tua dan • Bau: aromatik
bergelombang , agak pipih dan • Bentuk: panjang melingkar
biasanya menggulung
• Warna: coklat
5. Delima
• Zat berkhasiat :
a. alkaloid
b. gula
c. tanin
a. Klasifikasi
d. granatin
• NTA : Punica granatum
• Kegunaan :
• Family : Punicaceae
a. Cardika: untuk jantung
• Genus: punica
b. Pengelat usus
• P.spesies : granatum
c. Antalmitika: membasmi cacing dari
• Spesies: Punica granatum dalam tubuh.
• Tata penamaan : d. Mencegah kanker
1. Punica Cortex e. Astringensia: menciutkan selaput
2. granatum Cortex lender atau pengelat.
3. Punica granatum Cortex
b. Mikroskopik :
• Kulit tampak jaringan gabus yang
terdiri dari beberapa lapis sel
dengan penebalan huruf U. terdiri
dari parenkim dengan sel
berdinding tipis,fragmennya
bercabang dan berambut.
c. Makroskopik : d. Organoleptik :
• terdapat duri pada ketiak daun • Bau : lemah
tangkainya pendek serta
berkelompok,batang nya berkayu • Rasa: sangat sepat
bulat,bercabang banyak bentuk • Raba : agak kasar
cortex panjang agak tergulung.
• Warna : coklat
• Bentuk : panjang melingkar
6. Kayu rapet

a. Klasifikasi:
• NTA : Paremeria laevigata • Zat berkasiat :
• Family : apocynaceae Flavonoida, polifenol,
• Genus : Parameria saponin, tannin
• P.spesies : laevigata • Kegunaan :
• Spesies : Parameria laevigata 1. astringensia: menciutkan selaput
lendir atau pengelat.
• Tata penman : 2. Mengatasi keputihan
• Paremeria Cortex 3. Melancarkan peredaran darah
• laevigata Cortex 4. Sebagai anti-oksidan
• Parameria laevigata Cortex
b. Mikroskopik :
• Anatomi jaringan yg teramati
epidermis dan parenkim
bergabus tebal dan berambut
serta bercabang,memiliki sel
panjang dan sedikit rapat,sel
epidermis atas berbentuk agak
pipih dan tersusun dari sel
tunggal. d. Organoleptik :
c. Makroskopik : • Bau : Lemah
• Helaian daun berbentuk bundar • Rasa : pahit
telur, ujung daun runcing warna
hijau kecoklatan akarnya • Raba : kasar
tunggang dan bewarna coklat. • Warna : coklat
• Bentuk : bulat telur
BULBUS,
LIGNUM,CORMUS,
CAULIS DAN TUBER
1. Bawang putih

• Zat berkhasiat:
Tanaman bawang putih
mengandung vit C, mineral, fosfor,
a. Klaifikasi : kalsium,kalium,besi, dan vit B. Umbi
bawang putih mengandung zat aktif, awcin,
• NTA : Alli sativi awn, enzim alinase, germanium, sativine,
• Family : Liliaceae sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic
acid.
• Genus : Alli
• Kegunaan :
• Spesies: Alli sativi
• Mengoobati batuk rejan
• P.spesies : sativi
• Mengobati beri-beri
• Tata penamaaan :
• Mengobati kanker lambung
1. Alli Bulbus
• Menurunkan kadar kolesterol
2. sativi Bulbus
• Menyembuhkan disentri
3. Alli sativa Bulbus
b. Mikroskopik :
• Mempunyai fragmen
pengenal berupa
epidermis dengan rambut
penutup, dan jaringan yg
teramati parenkim .
c. Makroskopik : d. Organoleptik :
• Bunganya susunan • Bau : menyengat aroomatik
majemuk payung • Rasa : pedas pahit
sederhana muncul disetiap
• Raba : kasar
anak umbi, umbi berupa
umbi majemuk. • Warna : coklat
• Bentuk : serbuk kasar
2. Cendana

• Zat berkasiat :
1. Minyak atsiri
2. Zat samak
• Klasifikasi :
• NTA : Santalum album 3. Santane
• Family : santalaceae 4. Santenel
• Kegunaan :
• Genus : santalum
• P.spesies : album 1. Anti septik
• Spesies: Santalum album 2. Pembasmi kuman
3. Mencret
• Tata penamaan :
1. Santalum Lignum 4. Penghilang bau kaki
2. album Lignum 5. Cegukan
6. Nyeri dada
3. Santalum album Lignum
b. Mikroskopik :
• tampak jari-jari xylem berisis
sedikit butir pati kecil, tunggal.
Pembuluh kayu atau trakea
dinding tebal, berlignin,
bernoktah dengan lubang
berbentuk celah umumnya berisi
zat yang berwarna kuning
sampai 40 serabut , dinding
serabut tebal berlignin, lumen
jelas diantara kelompok serabut
terdapat sel parenkim yang
berisi hablur kalsium oksalat d. Organoleptik :
berbentuk prisma dan juga berisi
minyak berwarna kuning. • Bau : khas aromatic
c. Makroskopik : • Rasa : kelat
• batang berkayu kecoklatan • Raba : halus
tanaman ini berbentuk pohon • Warna : coklat keorange
yang memiliki sifat parastik.
• Bentuk : lonjong
3. Bidara upas

• Zat berkhasiat :
• Damar
a. Klasifikasi : • Pati
• NTA : Merremia mammosa • Resin
• Family : Convolvulaceae • Dan zat pahit.
• Genus : Merremia • Kegunaan:
• P.spesies : mammosa • TBC
• Spesies: Merremia mammosa • Radang usus buntu
• Tata penamaan : • Batuk kering
1. Merremia Tuber
2. mammosa Tuber
3. Merrmemia mammosa Tuber
a. Mikroskopik :
• Anatomi jaringan yang teramati
yaitu lapis sel gabus bberbentuk
segi panjang pipih,adanya
inflitrasi sel netrofil dan edema.

b. Makroskopik : c. Organoleptik :
• Daun tunggal berbentuk jantung, • Bau : khas lemah
bertangkai panjang, merupakan • Rasa : tidak berasa
tanaman merayap atau memblit • Raba : halus
yang panjangnya 3-6cm.
• Warna : putih
• Bentuk : serbuk
4. Secang

a. Klasifikasi : • Zat berkhasiat :


• NTA : Biancaea sappan • Alkaloid
• Family : Fabaceae • Tanin
• Genus :Biancaea • Brazilin
• P.spesies : sappan • Asam tanat
• Spesies: Biancaeae sappan • Saponin
• Tata penamaan : • Kegunaan :
1. Biancaea Lignum • Diare
2. sappan Lignum • Pembersih darah
3. Biancaea sappan lignum • Berak darah
b. Mikroskopik :
• Anatomi jaringan yang teramati
serabut xylem serabut pembuluh
kayu jari jari empelur, terdapat
zat warna jingga.
d. Organoleptik :
c. Makroskopik : • Bau : khas
• Batang bewarna coklat berserat, • Rasa :agak hambar
secang kebanyakan tumbuhan
• Raba : kasar
alami pada lahan lahan yang
benereng. • Warna : coklat muda
• Bentuk : lonjong
5. Brotowali

• Zat berkhasiat :
1. berberin
a. Klasifikasi: 2. -galaktan
• NTA : Tinospora crispa 3. -alkaloid
• Family: Euphorbiaceae 4. -damar lunak
• Genus : Tinospora 5. -pati
• P.Spesies : crispa 6. -harsa
• Spesies : Tinospora crispas • Khasiat:
• Tata penamaan : Infeksi saluran kencing,kudis,kencing
1. Tinospora Caulis manis,demam kuning, penurun
2. crispa Caulis panas(antipiretik)
3. Tinospora crispa caulis
b. Mikroskopik : anatomi jaringa yang
teramati serabut parenkim,pembuluh kayu,
epidermis terdiri dari 1 lapis sel berbentuk
segi 4 memanjang.

d. Organoleptik :
• -Bau :khas menyengat
• -Rasa :pahit
• -Raba :agak kasar
• -Warna :coklat
c. Makroskopik : batang berwarna coklat
keputihan, agak pucatdan terdapat • -Bentuk :bulat panjang
tonjolan kehitaman, tinggi batang dapat
mencapai 2,5m.batang sebesar jari
kelingking.
HERBA
1. Meniran

• Zat berkhasiat :
a. Klasifikasi : • - Vit C
• NTA : Phyllanthus urinaria • -Vit K
• Famili : Euphorbiaceae • -tinanin
• Genus : phyllantus • -nirathin
• P.Spesies : urinaria
• Spesies : Phyllantus urinaria • Kegunaan :
• Tata penamaan : • Obat hepatitis, susah
kencing,pembengkakan kelenjar
• Phyllanthus Herba prostat, batu saluran kencing.
• urinaria Herba
• Phyllantus urinaria Herba
b. Mikroskopik :
• epidermis atas terdiri dari 1 lapis sel
agak menonjol keluar. Hablur
kalsium oksalat berbentuk
prisma.Fragmen mesofil.

c. Makroskopik : d.Organoleptik :
• batang ramping bulat, daun • -Bau : tidak berbau
bertunggal letak berseling, tinggi • -Rasa : tidak berasa
batangnya 30-50cm, bercabang-
cabang. • -Raba : kasar
• -Bentuk : bulat
• -Warna : putih
2. Pegagan

• Zat berkhasiat:
• -kalium
• -kalsium
a. Klasifikasi : • -besi
• NTA : Centella asiatica • -asia ticosida
• Family :Apiacea • -garam mineral
• Genus : Centella
• P.spesies : asiatica • Kegunaan :
• Spesies :Centella asiatica • Wasir, stroke,diuretika:melancarkan
• Tata penamaan : keluarnya air seni/peluruh air seni,
menmbh day ingat anak.
• Centella Herba
• asiatica Herba
• Centella asiatica Herba
b. Mikroskopik :
• Terdiri dari 1 lapis sel jernih
berbentuk piligonal, daun atas
terdiri dari satu lapis sel jernih
berbentuk polygonal, epidermis atas
terdiri dari 1 lapis sel berbentuk segi
empat.
d. Organoleptik :
c. Makroskopik : • -Bau :aromatic
• Berdaun tunggal berbentuk • -Rasa :pahit
ginjal,berkeriput dan rapuh, batang • -Raba : kasar
tidak berambut dan daun bersilang.
• -Warna : hijau kecoklatan
• -Bentuk :bulat
3. Sambiloto

Zat berkhasiat:
Saponin, flavonoid, tannin,
a. Klasifikasi Simplisia: lactone, polymethoxyflavone,
NTA: Andrographis paniculata andrographin, panicolin, kalium,
Famili: Acantacheae kalsium, natrium, asam kersik,
Genus: Andrographis damar.
P. Spesies: paniculata Khasiat:
Spesies: Andrographis paniculata Darah tinggi, faringitis, kanker,
Tata penamaan: tumor, kista, mioma, infeksi
Andrographis Herba telinga tengah, sakit gigi, hidung
paniculata Herba
berrlendir.
Andrographis paniculata Herba
b. Mikroskopik:
Epidermis atas terdiri dari 1 lapis sel
berbentuk segi empat, kutikula tipis,
pada penampang tangensial tampak
berbentuk poligonal, dinding samping
lurus, tidak terdapat stomata
c. Makroskopik:
Batang tak berambut, tebal 2 mm
sampai 6 mm, berbentuk persegi d. Organoleptik:
empat, batang bagian atas seringkali
dengan sudut agak berusuk. Daun Rasa: Pahit
bersilang berhadapan, umumnya Raba: Kasar
terlepas dari batang,bentuk lanset
sampai bentuk lidah tombak, panjang Bau: Tidak berbau
2 cm sampai 7 cm, lebar 1 cm sampai Bentuk: Serbuk
3 cm, rapuh tipis, tidak berambut,
pangkal daun runcing, ujung Warna: Hijauu
meruncing, tepi daun rata.
4. Pepermin

• Zat Berkhasiat:
Minyak atsiri yang mngandung
mentol, metil asetat dan menton
a. Klasifikasi: • Khasiat:
• NTA: Mentha piperita Meredakan gangguan
• Famili: Lamiaceae pencernaan, Meredakan gatal akibat
gigitan serangga, Menyembuhkan sakit
• Genus: Mentha kepala dan migrain, Meredakan flu dan
• P. Spesies: piperita pilek.
• Spesies: Mentha piperita
• Petunjuk spesies:
1. Mentha Herba
2. Piperita Herba
3. Mentha piperita Herba
b. Mikroskopik:
Epidermis yang besar dan
terlihat jelas berliku-liku. Dinding
vertical dan stomata sedikit atau
tidak memiliki, trikoma; parenkim
palisade.
c. Makroskopik:
d. Organoleptik:
Batang tegak persegi,
bercabang, bagian atas selalu Rasa: Pedas dan sejuk
berbentuk segi empat. Daun Raba: Kasar
berlawanan, berbentuk petiolate, Bentuk: Lancip dan agak panjang
ovateoblong.Untuk oblong-lanset,
bergerigi dan berwarna hijau tua Bau: Aromatik
pada permukaan atas. Warna: Hijau

Anda mungkin juga menyukai