Anda di halaman 1dari 11

RANGKUMAN PELAJARAN PENDIDIKAN KEHIDUPAN LINGKUNGAN JAKARTA (PLKJ)

NAMA : Theresia Maria Kinanthi W.A. KELAS : VIII 7 / 33

RANGKUMAN BAB I KEDUDUKAN DAN PELAYANAN PEMERINTAH KEPADA MASYARAKAT

A. PERKEMBANGAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA


Dahulu, kota Jakarta adalah sebuah bandar kecil bernama Sunda Kelapa yang terletak di muara sungai Ciliwung, yang merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Pajajaran pada abad 14. Sunda Kelapa sebagai kota perdagangan. Didatangi bangsa-bangsa Eropa. Bangsa yang pertama kali datang adalah Portugis tahun 1522. Fatahillah (Falatehan) memimpin kerajaan Demak merebut Banten dan Sunda Kelapa dengan cara menyerbu ibukota yang terletak di Bogor (Batu Tulis). Kemenangan Fatahillah mengubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta (artinya: Kemenangan Akhir) pada tanggal 22 Juni 1527 yang dijadikan hari lahir kota Jakarta. Ketika pemerintahan Belanda merebut kekuasaan Fatahillah, Jayakarta berubah nama menjadi Batavia 31 Agustus 1964, Jakarta ditetapkan sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia. Sejak tahun 1945, Jakarta telah dipimpin oleh 3 walikota dan 10 orang gubernur. Sejak kemerdekaan sampai tahunn 1960, dipimpin oleh walikota. Namun tahun berikutnya dipimpin gubernur dengan masa jabatan 5 tahun. Kepala daerah pertama kota Jakarta adalah Suwiryo.

B. DAERAH KHUSUS IBU KOTA (DKI) JAKARTA


Adalah sebuah kota yang mempunyai kedudukan, fungsi, dan peran tertentu sebagai tempat yang ditinggali oleh sekelompok masyarakat. Kedudukan-kedudukannya adalah sebagai berikut o o o o Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berfungsi sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus sebagai daerah otonom tingkat provinsi. Berperan memiliki kekhususan tugas, hak, kewajiban dan tanggung jawab tertentu dalam penyelenggraan pemerintahan Dan sebagai tempat kedudukan perwakilan negara asing serta pusat perwakilan lembaga internasional. Batas-batas wilayah DKI Jakarta o o o o o o o Utara, dengan Laut Jawa. Timur, dengan kabupaten Bekasi (Provinsi Jawa Barat). Selatan, dengan Depok (Provinsi Jawa Barat). Barat, dengan Tangerang. Dipilih melalui pemilihan umum, harus mendapat suara sah lebih dari 50%. Perangkat daerah terdiri dari sekretariat daerah, sekretariat DPRD, dinas dan kelurahan. Gubernur berkedudukan sebagai wakil pemerintahan dan kepala DKI Jakarta. Dibantu 4 deputi gubernur, yang diangkat dan diberhentikan Presiden atas usul Gubernur dari PNS. o Gubernur dibantu oleh staf-staf Tiga wakil gubernur Bidang Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Rakyat Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda). Membantu Badan kepala daerah dalam menyelenggarakan Daerah (Bappeda) pemerintahan daerah. Perencanaan Pembangunan membantu kepala daerah dalam menentukan kebijaksanaan di bidang perencanaan pembangunan serta pelaksanaannya. Inspektur wilayah Provinsi (Itwilprov) melakukan pengawasan umum terhadap penyelenggaraan Pemda dan pelaksanaan tugas departemen Dalam Negeri di daerah.

Pemerintah DKI Jakarta

Dinas-Dinas Daerah Tingkat Provinsi. Mis : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ; Dinas Pertanian dll.

Kewenangan dan Protokoler o o Dalam menjalankan urusan kepemerintahan dan kewenangan, Gubernur bertanggungjawab kepada Presiden. Kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meliputi penetapan dan pelaksanaan kebijaksanaan pada bidang o Tata ruang, sumber daya alam, dan lingkungan hidup Pengendalian penduduk dan pemukiman Transportasi, Industri dan perdagangan Pariwisata Menghadiri sidang kabinet yang menyangkut kepentingan Ibukota NKRI. Mendampingi Presiden dalam acara kenegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Gubernur juga mempunyai hak protokoler antara lain yakni :

Kerjasama dan Tata Ruang o o o o Pemerintah melakukan kerjasama dengan provinsi yang berbatsan langsung dengan daerahnya dalam mewujudkan kota yang teratur. Bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di perbatasan. Pemerintah dapat menetapkan kawasan khusus di wilayah untuk menyelenggarakan fungsi-fungsi khusus. Contoh kawasan khusus : Kawasan industri Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hutan Kota

Pendanaan o Pendanaan pemerintah provinsi DKI Jakarta bersifat khusus dalam penyelenggaraannya termasuk dalam o o Melestarikan Betawi serta melindungi berbagai budaya masyarakat daerah lain dianggarkan dalam APBN. Dana untuk pelaksanaan ditetapkan oleh pemerintah bersama DPR berdasarkan usulan pemerintahan. Setiap pelaksanaan dan pertanggungjawaban wajib dilaporka Gubernur kepada Pemerintah setiap tahun melalui menteri atau lembaga terkait sesuai perundang-undangan. dan mengembangkan budaya masyarakat

C.

KEDUDUKAN PEMERINTAH DALAM MASYARAKAT


Bertujuan melayani berbagai kebutuhan masyarakat. Pelayanan dapat dipenuhi jika pemerintah mendapatkan wewenang penuh untuk mendapatkan haknya. Pemerintah daerah memiliki hak lebih besar daripada pemerintah pusat untuk mengelola daerah masing-masing, karena adanya otonomi daerah, yang tercantum dalam UU No.2 tahun 2004. Hak-hak tersebut : o o o o o o o Mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahnya Memilih pimpinan daerah Mengelola aparatur daerah Memungut pajak dan retribusi daerah Mendapatkan bagi hasil sumber daya alam dan lainnya Mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah Dan mendapat hak-hak lainnya yang diatur dalam perundangundangan Jika hak-hak tersebut sudah terpenuhi maka pemerintah wajib melayani masyarakat.

D. PELAYANAN MASYARAKAT

YANG

DIBERIKAN

PEMERINTAH

KEPADA

Otonomi daerah menjadi tolok ukur adanya upaya penyejahteraan rakyat yang harus diberikan pemerintah kepada masyarakat. Kewajiban-kewajiban daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah : o o o o o o o o o o o o o Melindungi masyarakat menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional serta keutuhan NKRI Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Mewujudkan keadilan dan pemerataan Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan Menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan Menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak Mengembangkan sistem jaminan sosial Menyusun perencanaan dan tata ruang daerah Mengembangkan sumber daya produktif di daerah Melestarikan lingkungan hidup Mengelola administrasi kependudukan Melestarikan nilai sosial budaya Membentuk dan menerapkan perundang-undangan sesuai dengan kewenangannya dan kewajiban lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Menurut UU No.22 Tahun 1999, DKI Jakarta disahkan sebagai daerah otonom tingkat 1, dan menurut pasal 31 ayat 1 bahwa pemimpin daerah otonom tingkat 1 (provinsi) adalah Gubernur selaku kepala daerah.

Gubernur dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilihan kepala daerah atau Pilkada, dan bertanggungjawab langsung kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi.

SUSUNAN PEMERINTAHAN PROVINSI DKI JAKARTA

GUBERNUR

WALIKOTA

WALIKOTA

WALIKOTA

WALIKOTA

WALIKOTA

CAMAT

CAMAT

CAMAT

CAMAT

CAMAT

LURAH

LURAH

LURAH

LURAH

LURAH

RUKUN WARGA

RUKUN WARGA

RUKUN WARGA

RUKUN WARGA

RUKUN WARGA

RUKUN TETANGGA

RUKUN TETANGGA

RUKUN TETANGGA

RUKUN TETANGGA

RUKUN TETANGGA

WARGA

RANGKUMAN BAB II KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAH DKI JAKARTA

A. KEBIJAKAN DAN FUNGSINYA


DKI Jakarta adalah provinsi yang mempunyai kekhususan dalam

penyelenggaraan pemerintahan. Tak hanya berkedudukan sebagai ibukota NKRI namun juga sebagai daerah otonomi tingkat provinsi. Penyelengaraan pemerintahan tersebut diatur dalam perundang-undangan. Pemerintahan sebagai ibukota negara dijalankan oleh Pemerintahan Pusat. Pemerintahan sebagai daerah otonom dijalankan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah Pusat yang berkedudukan di DKI Jakarta mempunyai kewenangan yang sepenuhnya menjadi urusan Pemerintahan Pusat, yang meliputi enam bidang. o o o o o o Politik Luar Negeri Pertahanan Keamanan Yustisi Moneter dan fiskal sosial Agama

Sebagai daerah otonom tingkat provinsi, DKI Jakarta mempunyai hak, kewajiban dan wewenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan masyarakat DKI Jakarta sesuai undang-undang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terdiri dari Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Kebijakan adlah konsep, asas yang menjadi garis besar dan rencana dalm pelaksanaan suatu kegiatan, kepemimpinan dan cara bertindak. Kebijakan DKI Jakarta dibuat oleh Pemerintah Daerah dengan persetujuan Daerah Perwakilan Rakyat Daerah. Kebijakan dibuat dengan tujuan memecahkan masalah yang menghimpit warga DKI Jakarta, Tahapan-tahapan dalam membuat kebijakan : 1. Menganalisis masalah 2. Mengumpulkan pilihan tindakan penyelesaian 3. Menetapkan satu pilihan yang dianggap paaling baik 4. Menindaklanjuti dengan ujicoba dan evaluasi. 5. Memberlakukan kebijakan dalam bentuk peraturan.

B. JENIS-JENIS KEBIJAKAN
Fakta-fakta yang menyebabkan DKI Jakarta tak dapat terlepas dari masalah macet dan banjir o Jakarta merupakan kota megapolis dengan jumlah penduduk yang besar sekitar 23 juta, meningkat di siang hari karena sebagian warga sekitar beraktivitas di Jakarta. Belum terhitung wisatawan dan para pendatang yang tidak tercatat. o Letak geografis DKI Jakarta di ketinggian 8 meter di atas permukaan laut dan dialiri 3 sungai yang bermuara di teluk Jakarta. Berbagai upaya telah dijalankan untuk menyelesaikannya, termasuk mengadakan koordinasi dengan Pemda sekitar. Sebagai daerah otonom, DKI Jakarta mempunyai wewenang untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan di seluruh aspek pemerintahan yang tidak menjadi urusan Pemerintah Pusat. Jenis-jenis kebijakan : o Kebijakan Tata Kota, untuk mengatur dan mengawasi pembangunan dan pelaksanaan tata kota. Contoh : tata ruang, sumber daya alam dan pengembangan budaya. o Kebijakan Kependudukan, mengatur dan mengawasi pertumbuhan dan dinamika penduduk. Contoh : kebijakan pengendalian penduduk dan pemukiman. o Kebijakan transportasi, Contoh : mengatur pengadaan dan mengawasi aktivitas dan transportasi. o o armada transportasi

penanggulangan kemacetan. Kebijakan Ekonomi, mengatur dan mengawasi pertumbuhan dan aktivitas ekonomi. Contoh : kebijakan industri dan perdagangan. Kebijakan Pariwisata, kebijakan yang mengatur dan mengawasi pertumbuhan dan aktivitas pariwisata. Contoh : Kebijakan pengelolaan dan pembinaan tempat wisata. Kebijakan direalisasikan dalam bentuk peraturan provinsi sebagai berikut : o o o o Peraturan Daerah Peraturan Gubernur Keputusan Gubernur Instruksi Gubernur.