Anda di halaman 1dari 60

KERANGKA ACUAN KERJA PEKERJAAN JASA KONSTRUKSI

PEMBANGUNAN FASILITAS PENUNJANG DI PELABUHAN MUARA ANGKE TAHUN ANGGARAN 20__

PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI DKI JAKARTA Kompleks Dinas Teknis Jatibaru Jln. Taman Jatibaru 1 Jakarta Pusat

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEMBANGUNAN FASILITAS PENUNJANG PELABUHAN MUARA ANGKE I. LATAR BELAKANG Sejak Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Muara Angke sebagai lokasi dermaga penyeberangan ke Kepulauan Seribu dari sisi pantai Teluk Jakarta, dengan SK Gubernur DKI No. 3305/1.711-5 tanggal 23 Agustus 1991 yang dipertegas dengan SK Gubernur DKI No. 125 tanggal 6 Februari 1995 yang memutuskan bahwa areal seluas 6 ha di Muara Angke diperuntukan bagi Pelabuhan Angkutan Penyeberangan Penumpang dari dan ke Kepulauan Seribu serta sebagai dermaga operasional Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta khususnya untuk menunjang tugas- tugas kepemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Dengan diberlakukannya undang-undang tentang otonomi daerah dan dilakukannya pembaharuan undang-undang tentang pelayaran maka kegiatan pembangunan pelabuhan dan sistem angkutan penyeberangan laut ini menjadi bagian tugas dari Dinas Perhubungan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta baik penyiapan sarana dan prasarana pelabuhan serta pengelolaannya. Hingga akhir tahun 2011 di pelabuhan ini telah dibangun beberapa sarana dan fasilitas penunjang guna mendukung kegiatan di pelabuhan ini yang di awal tahun 2012 telah resmi dioperasikan. Adapun beberapa fasilitas yang telah dibangun hingga saat ini antara lain : Bangunan Breakwater, Dermaga, Bangunan Gedung Kantor, Shelter, Lahan Parkir. Untuk lebih meningkatkan pelayanan operasional Pelabuhan Muara Angke, perlu dilaksanakan pembangunan beberapa fasiltas penunjang lainnya. Untuk itu pada tahun 20__ ini Dinas Perhubungan Provinsi DKI akan melaksanakan kegiatan Pembangunan Fasilitas Penunjang di Pelabuhan Muara Angke Untuk itu dalam pelaksanaannya haruslah benar-benar dilakukan dengan baik dan sesuai dengan apa yang telah direncanakan serta sesuai dengan ketentuan teknis pengadaaan bangunan asset Pemerintah sehingga prosesnya dapat berlangsung dengan arah yang benar. Pada tahap pelaksanaan pembangunan fisik di lapangan diserahkan kepada pihak ketiga, yaitu Kontraktor pelaksana pekerjaan. Kontraktor Pelaksana akan melakukan pelaksanaan pekerjaan fisik yang menyangkut beberapa aspek mutu, volume, waktu dan biaya. Disamping itu juga bertanggungjawab atas semua kegiatan selama pelaksanaan berlangsung. Secara kontraktual, Kontraktor Pelaksana bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta selaku Pengguna Anggaran. Namun dalam kegiatan operasional, Kontraktor Pelaksana akan mendapat bantuan bimbingan utnuk menetukan arah pekerjaan Pelaksanaan Fisik dari Pejabat Pembuat Komitmen. II. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Fasilitas Penunjang di Pelabuhan Muara Angke ini sesuai dengan apa yang telah direncanakan dari sisi kualitas, volume, biaya dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan, sehingga dicapai wujud akhir bangunan dan kelengkapannya yang sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan kelancaran penyelesaian administrasi yang berhubungan dengan pekerjaan lapangan serta penyelesaian kelengkapan pembangunan. Tujuan dari pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Fasilitas Penunjang di Pelabuhan Muara Angke ini adalah untuk meningkatkan pelayanan terhadap penumpang dari dan ke Kepulauan Seribu. III. SUMBER PENDANAAN Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 20__ yang dialokasikan melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA - SKPD) Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta tahun Anggaran 20__. Program : _______________ Kegiatan : _______________ Kode Rekening : _______________ IV. PEMBERI TUGAS Pemberi Tugas adalah Kepala Bidang Transportasi Laut dan Udara Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta selaku Pejabat Pembuat Komitmen. V. LOKASI PEKERJAAN Kegiatan Pembangunan Fasilitas Penunjang di Pelabuhan Muara Angke berada di Kelurahan Pluit Kecamatan Penjaringan Kota Administrasi Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta, dalam areal milik pemerintah Provinsi DKI Jakarta

yang diperuntukkan sebagai berikut : a. Utara b. Barat c. Selatan d. Timur

bagi pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Dari dan Ke Kepulauan Seribu denagn batasan : : : : Lahan Pengembangan Pelabuhan Jalan Masuk Pelabuhan (Beton) Bangunan Shelter dan Dermaga Pagar Beton

Cuaca disekitar lokasi dikenal dengan dua musim, yakni : musim kemarau dan musim hujan. Musim Hujan berlangsung antara bulan September Maret, dimana antara bulan Desember Maret dikenal dengan musim Barat yang mana gelombang dan angin pada bulan-bulan ini cukup besar. Musim kemarau berlangsung antara bulan Maret - Agustus. Meskipun demikian pergeseran-pergeseran kedua musim dapat juga terjadi. Temperatus rata-rata di lokasi ini adalah 290C. Berdasarkan data-data dari Dinas Meteorologi dan Geofisika, dari pengamatan stasiun terdekat, kecepatan angin berkisar antara 0.5 knot (minimum) sampai dengan 20 knot (maksimum) Informasi dari daerah sekita lokasi, pasang surut yang terjadi minimum 0.00 LWS dan maksimum + 1.2 m LWS. Pada saat-saat tertentu mencapai + 1.40 meter LWS VI. WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan pekerjaan ini adalah selama ____ (_______) hari kalender sejak SPMK diterbitkan. VII. KELUARAN Keluaran yang diminta dari Kontraktor Pelaksana pada penugasan ini adalah : 1) Melaksanakan pekerjaan pembangunan yang menyangkut kualitas, biaya dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan, sehingga dicapai wujud akhir bangunan dan kelengkapannya yang sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan dan kelancaran penyelesaian administrasi yang berhubungan dengan pekerjaan di lapangan serta penyelesaian kelengkapan pembangunan. 2) Dokumen yang dihasilkan selama proses pelaksanaan yang terdiri dari : - Metode Pelaksanaan Program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pelaksanaan pekerjaan. - Melakukan control terhadap kondisi eksisting di lapangan; - Mengajukan Shop Drawing pada setiap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan; - Membuat Laporan harian berisikan keterangan tentang : tenaga kerja. bahan bangunan yang didatangkan, diterima atau tidak. peralatan yang berhubungan dengan kebutuhan pekerjaan. kegiatan per-kornponen pekerjaan yang diselenggarakan. waktu yang dipergunakan untuk pelaksanaan. kejadian-kejadian yang berakibat menghambat pelaksanaan. - Membuat Laporan mingguan, sebagai resume laporan harian (kemajuan pekerjaan, tenaga dan hari kerja), Laporan Bulanan; - Mengajukan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran termijn; - Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah dan Kurang (jika ada tambahan atau perubahan pekerjaan); - Membuat Berita Acara Penyerahan Pertama Pekerjaan; - Membuat Berita Acara Pemyataan Selesainya Pekerjaan; - Membuat Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as built drawing); - Membuat Time schedule / S curve untuk pelaksanaan pekerjaan.

VIII.

PELAPORAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN Setiap jenis laporan harus disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen, utnuk dibahas guna mendapatkan persetujuan. Sesuai dengan lingkup pekerjaan, maka jadwal tahapan pelaksanaan kegiatan dan jenis laporan yang harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas adalah :

a. LAPORAN HARIAN
Laporan Harian ini harus dibuatKontraktor Pelaksana pekerjaan terhitung setelah SPMK ditandatangani (dimualinya pekerjaan fisik) sebanyak 6 eksemplar dan berisi antara lain : 1) Buku Harian yang memuat semua kejadian, perintah atau petunjuk yang penting dari Konsultan Pengawas/Direksi, yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan, menimbulkan konsekuensi keuangan, kelambatan penyelesaian dan tidak terpenuhinya syarat teknis. 2) Laporan harian berisikan keterangan tentang : - Tenaga kerja; - Bahan bangunan yang didatangkan, diterima atau tidak;

b.

Peralatan yang berhubungan dengan kebutuhan pekerjaan; Kegiatan per-komponen pekerjaan yang diselenggarakan; Waktu yang dipergunakan untuk pelaksanaan; Kejadian-kejadian yang berakibat menghambat pelaksanaan;

LAPORAN PELAKSANAAN Laporan Pelaksanaan, sebagai resume laporan harian (kemajuan pekerjaan, tenaga dan hari kerja) terhitung 7 hari setelah dimulainya kerja oleh kontraktor (7 hari setelah SPMK ditandatangani) sebanyak 6 eksemplar dan berisi antara lain : 1) Review terhadap rencana kerja kontraktor; 2) Resume laporan harian (kemajuan pekerjaan, tenaga dan hari kerja) selama seminggu tersebut; 3) Gambaran/penjelasan secara garis besar kondisi lokasi proyek 4) Monitor masalah teknis di lapangan; 5) Permasalahan non teknis yang dihadapi; 6) Monitor Kendali Mutu; 7) Pemeriksaan Gambar Kerja; 8) Foto-foto Kemajuan Pekerjaan dibuat secra bertahap sesuai kemajuan pekerjaan; 9) Rencana kerja, metoda dan jadwal pelaksanaan pekerjaan selanjutnya;

c.

PRODUKSI DALAM NEGERI Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mengutamakan pengunaan produksi dalam negeri. Produksi luar negeri boleh dipakai atau digunakan selama produksi dalam negeri tidak dapat digunakan.

d.

PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN Untuk pelaksanaan Pembangunan Fasilitas Penunjang di Pelabuhan Muara Angke ini didalam perhitungan volume berpedoman kepada peraturan yang berlaku, antara lain : Regulasi-Regulasi Nasional maupun Internasional yang mengatur tentang Maririm dan Hidrografi, Standard Umum Pelabuhan, PBI, PMI, PPBBI, ASTM dan lain-lain yang disyaratkan undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku.

e.

ALIH PENGETAHUAN Jika diperlukan, Penyedia jasa Pelaksana pekerjaan berkewajiban untuk meyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil kegiatan / satuan kerja Kuasa Pengguna Anggaran

IX. 9.1.

SPESIFIKASI TEKNIS SYARAT-SYARAT UMUM a. UMUM Untuk dapat memahami dengan sebaik-baiknya seluruh seluk beluk pekerjaan ini, kontraktor diwajibkan mempelajari secara seksama seluruh gambar pelaksanaan beserta uraian Pekerjaan dan Persyaratan Pelaksanaan seperti yang akan diuraikan di dalam buku ini. Bila terdapat ketidak jelasan dan/atau perbedaan-perbedaan dalam gambar dan uraian ini, Kontraktor diwajibkan melaporkan hal tersebut kepada Perencana/Konsultan Pengawas untuk mendapatkan penyelesaian. b. LINGKUP PEKERJAAN Penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat-alat kerja yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan ini serta mengamankan, mengawasi dan memelihara bahan-bahan, alat kerja maupun hasil pekerjaan selama masa pelaksanaan berlangsung sehingga seluruh pekerjaan dapat selesai dengan sempurna. c. SARANA KERJA Kontraktor wajib memasukkan jadwal kerja, identifikasi dari tempat kerja, nama, jabatan dan keahlian masingmasing anggota pelaksana pekerjaan, serta inventarisasi peralatan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan inii. Kontraktor wajib menyediakan tempat penyimpanan bahan/material ditapak yang aman dari segala kerusakan, kehilangan dan hal-hal yang dapat mengganggu pekerjaan lain. Semua sarana yang digunakan harus benar-benar baik dan memenuhi persyaratan kerja, sehingga kelancaran dan memudahkan kerja di tapak dapat tercapai. d. GAMBAR-GAMBAR DOKUMEN 1) Dalam hal terjadi perbedaan dan/atau pertentangan dalam gambar-gambar yang ada dalam Buku Uraian Pekerjaan ini, maupun perbedaan yang terjadi akibat keadaan ditapak, Kontraktor diwajibkan melaporkan hal

2) 3)

4)

5)

tersebut kepada Perencana/Konsultan Pengawas secara tertulis untuk mendapatkan keputusan pelaksanaan di tapak setelah Konsultan Pengawas berunding terlebih dahulu dengan Perencana. Ketentuan tersebut di atas tidak dapat dijadikan alasan oleh Kontraktor untuk memperpanjang waktu pelaksanaan. Semua ukuran yang tertera dalam gambar adalah ukuran jadi, dalam keadaan selesai/terpasang. Mengingat masalah ukuran ini sangat penting, Kontraktor diwajibkan memperhatikan dan meneliti terlebih dahulu semua ukuran yang tercantum seperti peil-peil, ketinggian, lebar, ketebalan, luas penampang dan lainlainnya sebelum memulai pekerjaan. Bila ada keraguan mengenai ukuran atau bila ada ukuran yang belum dicantumkan dalam gambar Kontraktor wajib melaporkan hal tersebut secara tertulis kepada Konsultan Pengawas dan Konsultan Pengawas memberikan keputusan ukuran mana yang akan dipakai dan dijadikkan pegangan setelah berunding terlebih dahulu dengan Perencana. Kontraktor tidak dibenarkan mengubah dan atau mengganti ukuran-ukuran yang tercantum di dalam gambar pelaksanaan tanpa sepengetahuan Konsultan Pengawas. Bila hal tersebut terjadi, segala akibat yang akan ada menjadi tanggung jawab Kontraktor baik dari segi biaya maupun waktu. Kontraktor harus selalu menyediakan dengan lengkap masing-masing dua salinan, segala gambar-gambar, spesifikasi teknis, addenda, berita-berita perubahan dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disetujui ditempat pekerjaan. Dokumen-dokumen ini haruss dapat dilihat Konsultan Pengawas dan Direksi setiap saat sampai dengan serah terima kesatu. Setelah serah terima kesatu, dokumen-dokumen tersebut akan didokumentasikan oleh Pemberi Tugas.

e.

GAMBAR-GAMBAR PELAKSANAAN DAN CONTOH-CONTOH 1) Gambar-gambar pelaksana (shop drawing) adalah gambar-gambar, diagram, ilustrasi, jadwal, brosur atau data yang disiapkan Kontraktor atau Sub Kontraktor, Supplier atau Prosedur yang menjelaskan bahan-bahan atau sebagian pekerjaan. 2) Contoh-contoh adalah benda-benda yang disediakan Kontraktor untuk menunjukkan bahan, kelengkapan dan kualitas kerja. Ini akan dipakai oleh Konsultan Pengawas untuk menilai pekerjaan, setelah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Perencana. 3) Kontraktor akan memeriksa, menandatangani persetujuan dan menyerahkan dengan segera semuaa gambargambar pelaksanaan dan contoh-contoh yang disyaratkan dalam Dokumen Kontrak atau oleh Konsultan Pengawas. Gambar-gambar pelaksanaan dan contoh-contoh harus diberi tanda-tanda sebagaimana ditentukan Konsultan Pengawas. Kontraktor harus melampirkan keterangan tertulis mengenai setiap perbedaan dengan Dokumen Kontrak jika ada hal-hal demikian. 4) Dengan menyetujui dan menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan atau contoh-contoh dianggap Kontraktor telah meneliti dan menyesuaikan setiap gambar atau contoh tersebut dengan Dokumen Kontrak. 5) Konsultan Pengawas dan Perencana akan memeriksa dan menolak atau menyetujui gambar-gambar pelaksanaan atau contoh-contoh dalam waktu sesingkat-singkatnya, sehingga tidak mengganggu jalannya pekerjaan dengan mempertimbangkan syarat-syarat dalam Dokumen Kontrak dan syarat-syarat keindahan. 6) Kontraktor akan melakukan perbaikan-perbaikan yang diminta Konsultan Pengawas dan menyerahkan kembali segala gambar-gambar pelaksanaan dan contoh-contoh sampai disetujui. 7) Persetujuan Konsultan Pengawas terhadap gambar-gambar pelaksanaan dan contoh-contoh, tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya atas perbedaan dengan Dokumen Kontrak, apabila perbedaan tersebut tidak diberitahukan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas. 8) Semua pekerjaan yang memerlukan gambar-gambar pelaksanaan atau contoh-contoh yang harus disetujui Konsultan Pengawas dan Perencana, tidak boleh dilaksanakan sebelum ada persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Perencana. 9) Gambar-gambar pelaksanaan atau contoh-contoh harus dikirimkan kepada Konsultan Pengawas dalam dua salinan, Konsultan Pengawas akan memeriksa dan mencantumkan tanda-tanda Telah Diperiksa Tanpa Perubahan atau Telah Diperiksa Dengan Perubahan atau Ditolak. Satu salinan ditahan oleh Konsultan Pengawas untuk arsip, sedangkan yang kedua dikembalikan kepada Kontraktor untuk dibagikan atau diperlihatkan kepadaa Sub Kontraktor atau yang bersangkutan lainnya. 10) Sebutan katalog atau barang cetakan, hanya boleh diserahkan apabila menurut Konsultan Pengawas hal-hal yang sudah ditentukan dalam katalog atau barang cetakan tersebut sudah jelas dan tidak perlu diubah. Barang cetakan ini juga harus diserahkan dalam dua rangkap untuk masing-masing jenis dan diperlukan sama seperti butir di atas. 11) Contoh-contoh yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknis harus dikirimkan kepada Konsultan Pengawas dan Perencana. 12) Biaya pengiriman gambar-gambar pelaksanaan, contoh-contoh, katalog-katalog kepada Konsultan Pengawas dan Perencana menjadi tanggung jawab Kontraktor.

f.

JAMINAN KUALITAS Kontraktor menjamin pada Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas, bahwa semua bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan adalah sama sekali baru, kecuali ditentukan lain, serta Kontraktor menyetujui bahwa semua pekerjaan dilaksanakan dengan baik, bebas dari cacat teknis dan estetis serta sesuai dengan Dokumen Kontrak. Apabila diminta, Kontraktor sanggup memberikan bukti-bukti mengenai hal-hal tersebut pada butir ini. Sebelum mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas, bahwa pekerjaan telah diselesaikan dengan sempurna, semua pekerjaan tetap menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya.

g.

NAMA PABRIK/MEREK YANG DITENTUKAN Apabila pada Spesifikasi Teknis ini disebutkan nama pabrik/merek dari satu jenis bahan/komponen, maka Kontraktor menawarkan dan memasang sesuai dengan yang ditentukan. Jadi tidak ada alasan bagi Kontraktor pada waktu pemasangan menyatakan barang tersebut sudah tidak terdapat lagi dipasaran ataupun sukar didapat dipasaran. Untuk barang-barang yang harus diimport, segera setelah ditunjuk sebagai pemenang, Kontraktor harus sesegera mungkin memesan pada agennya di Indonesia. Apabila Kontraktor telah berusaha untuk memesan namun pada saat pemesanan bahan/merek tersebut tidak/sukar diperoleh, maka Perencana akan menentukan sendiri alternatif merek lain dengan spesifikasi minimum yang sama. Setelah 1 (satu) bulan menunjukkan pemenang, Kontraktor harus memberikan kepada Pemberi Tugas fotocopy dari pemesanan material yang diimport pada agen ataupun Importir lainnya, yang menyatakan bahwa material-material tersebut telah dipesan (order import).

h.

CONTOH-CONTOH Contoh-contoh material yang dikehendaki oleh Pemberi Tugas atau wakilnya harus segera disediakan atas biaya Kontraktor dan contoh-contoh tersebut diambil dengan jalan atau cara sedemikian rupa, sehingga dapat dianggap bahwa bahan atau pekerjaan tersebutlah yang akan dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan nanti. Contoh-contoh tersebut jika telah disetujui, disimpan oleh Pemberi Tugas atau wakilnya untuk dijadikan dasar penolakan bila ternyata bahan-bahan atau cara pengerjaan yang dipakai tidak sesuai dengan contoh, baik kualitas maupun sifatnya.

i.

SUBSTITUSI 1) Produk yang disebutkan nama pabriknya : Material, peralatan, perkakas, aksesories yang disebutkan nama pabriknya dalam RKS, Kontraktor harus melengkapi produk yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknis, atau dapat mengajukan produk pengganti yang setara, disertai data-data yaang lengkap untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Perencana sebelum pemesanan. Produk yang tidak disebutkan nama pabriknya : Material, peralatan, perkakas, akserories dan produk-produk yang tidak disebutkan nama pabriknya di dalam Spesifikasi Teknis, Kontraktor harus mengajukan secara tertulis nama negara dari pabrik yang menghasilkannya, katalog dan selanjutnya menguraikan data yang menunjukkan secara benar bahwa produkproduk yang dipergunakan adalah sesuai dengan Spesifikasi Teknis dan kondisi proyek untuk mendapatkan persetujuan dari Pemilik/Perencana.

2)

j.

MATERIAL DAN TENAGA KERJA Seluruh peralatan, material yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus baru, dan material harus tahan terhadap iklim tropik. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dengan cara yang benar dan setiap Pekerja harus mempunyai ketrampilan yang memuaskan, dimana latihan khusus bagi Pekerja sangat diperlukan dan Kontraktor harus melaksanakannya. Kontraktor harus melengkapi Surat Sertifikat yang sah untuk setiap personil ahli yang menyatakan bahwa personal tersebut telah mengikuti latihan-latihan khusus ataupun mempunyai pengalaman-pengalaman khusus dalam bidang keahlian masing-masing.

k.

KLAUSUL DISEBUTKAN KEMBALI Apabila dalam Dokumen Tender ini ada klausul-klausul yang disebutkan kembali pada butir lain, maka ini bukan berarti menghilangkan butir tersebut tetapi dengan pengertian lebih menegaskan masalahnya. Jika terjadi hal yang saling bertentangan antara gambar atau terhadap Spesifikasi Teknis, maka diambil sebagai patokan adalah yang mempunyai bobot teknis dan/atau yang mempunyai bobot biaya yang paling tinggi. Pemilik proyek dibebaskan dari patent dan lain-lain untuk segala claim atau tuntutan terhadap hak-hak khusus seperti patent dan lain-lain.

l.

KOORDINASI PEKERJAAN Untuk kelancaran pekerjaan ini, harus disediakan koordinasi dari seluruh bagian yang terlibat didalam kegiatan proyek ini. Seluruh aktivitas yang menyangkut dalam proyek ini, harus dikoordinir lebih dahulu agar gangguan dan konflik satu dengan lainnya dapat dihindarkan.

Melokalisasi/memerinci setiap pekerjaan sampai dengan detail untuk menghindari gangguan dan konflik, serta harus mendapat persetujuan dari Konsultan Perencana/Konsultan Pengawas. m. PERLINDUNGAN TERHADAP ORANG, HARTA BENDA DAN PEKERJAAN 1) Perlindungan terhadap milik umum : Kontraktor harus menjaga jalan umum, jalan kecil dan jalan bersih dari alat-alat mesin, bahan-bahan bangunan dan sebagainya serta memelihara kelancaran lalulintas, baik baik kendaraan maupun pejalan kaki selama kontrak berlangsung. Orang-orang yang tidak berkepentingan : Kontraktor harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas memberikan perintah kepada ahli tekniknya yang bertugas dan para penjaga. Perlindungan terhadap bangunan yang ada : Selama masa-masa pelaksanaan Kontrak, Kontraktor bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan bangunan yang ada, utilitas, jalan-jalan, saluran-saluran pembuangan dan sebagainya di tempat pekerjaan, dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan operasi-operasi Kontraktor, dalam arti kata yang luas. Itu semua harus diperbaiki oleh Kontraktor hingga dapat diterima Pemberi Tugas. Penjagaan dan perlindungan pekerjaan : Kontraktor bertanggung jawab atas penjagaan, penerangan dan perlindungan terhadap pekerjaan yang dianggap penting selama pelaksanaan Kontrak, siang dan malam. Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab terhadap Kontraktor dan Sub Kontraktor, atass kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan. 5) Kesejahteraan, Keamanan dan Pertolongan Pertama : Kontraktor harus mengadakan dan memelihara fasilitas kesejahteraan dan tindakan pengamanan yang layak untuk melindungi para pekerja dan tamu yang datang ke lokasi. Fasilitas daan tindakan pengamanan seperti ini disyaratkan harus memuaskan Pemberi Tugaas dan juga harus menurut (memenuhi) ketentuan Undang-undang yang berlaku pada waktu itu. Di lokasi pekerjaan, Kontraktor wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama, yang mudah dicapai. Sebagai tambahan hendaknya ditiap site ditempatkan paling sedikit seorang petugas yang telah dilatih dalam soal-soal mengenai pertolongan pertama. 6) Gangguan pada tetangga : Segala pekerjaan yang menurut Pemberi Tugas mungkin akan menyebabkan adanya gangguan pada penduduk yang berdekatan, hendaknya dilaksanakan pada waktu-waktu sebagaimana Pemberi Tugas akan menentukannya dan tidak akan ada tambahan penggganti uang yang akan diberikan kepada Kontraktor sebagai tambahan, yang mungkin ia keluarkan.

2)

3)

4)

n.

PERATURAN HAK PATENT Kontraktor harus melindungi Pemilik (Owner)) terhadap semua claim atau tuntutan, biaya atua kenaikan harga karena bencana, dalam hubungan dengan merek dagang atau nama produksi, hak cipta pada semua material dan peralatan yang dipergunakan dalam proyek ini.

o.

IKLAN Kontraktor tidak diijinkan membuat iklan dalam bentuk apapun di dalam sempadan (batas) site atau di tanah yang berdekatan tanpa seijin dari pihak Pemberi Tugas.

p.

PERATURAN TEKNIS PEMBANGUNAAN YANG DIGUNAKAN 1) Dalam melaksanakan pekerjaan, kecuali bila ditentukan lain dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini berlaku dan mengikat ketentuan-ketentuan di bawah ini termasuk segala perubahan dan tambahannya, yakni : Peraturan Pemerintah : - Keppres 29/1994 dengan lampiran-lampirannya; - PERATURAN PRESIDEN Nomor : 54 tahun 2010, Tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; - Peraturan Umum tentang Pelaksanaan Pembangunan di Indonesia atau Algemene Voorwaarden voor de Uitvoering bij Aaneming van Openbare Werken (AV) 1941. - Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia untuk Arbitrase Teknik dari Dewan Teknik Pembangunan Indonesia ( DTPI ).

Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 174 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor130 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Daerah Khusus lbukota Jakarta. Keputusan Gubernur 1263/2006 Tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Terpadu Muara Angke Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan Kotamadya Jakarta Utara. Peraturan Daerah Propinsi DKI Jakarta No. 12 tahun 2003 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, Kereta Api, Sungai dan Danau serta Penyeberangan di Provinsi DKI Jakarta. Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah. Peraturan Menteri Dalam Negeri No 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5070). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5109).

Peraturan Standar : - Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (PBI-1971). - Peraturan Umum dari Dinas Kesehatan Kerja Departemen Tenaga Kerja. - Peraturan Umum tentang Pelaksanaan Instalasi Listrik (PUIL) 1979k dan PLN setempat. - Peraturan Umum tentang Pelaksanaan Instalasi Air Minum serta Instalassi Pembuangan dan Perusahaan Air Minum. - Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI-1961). - Peraturan Semen Portland Indonesia NI-08. - Peraturan Bata Merah sebagai bahan bangunan. - Peraturan Muatan Indonesia. - Peraturan dan Ketentuan laain yang dikeluarkan oleh Jawatan/Instansi Pemerintah setempat, yang bersangkutan dengan permasalahan bangunan. 2) Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut di atas, berlaku dan mengikat pula : - Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh Pemberi Tugas termasuk juga gambar-gambar detail yang diselesaikan oleh Kontraktor dan sudah disahkan/disetujui Direksi. - Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). - Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. - Berita Acara Penunjukkan. - Surat Keputusan kpa tentang Penunjukan Kontraktor. - Surat Perintah Kerja (SPK). - Surat Penawaran beserta lampiran-lampirannya. - Jadwal Pelaksanaan (Tentative Time Schedule) yang telah disetujui. - Kontrak/Surat Perjanjian Pemborongan.

9.2.

PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN a. PEMBERSIHAN TAPAK PROYEK 1) 2) b. Lapangan terlebih dahulu harus dibersihkan dari rumput, semak, akar-akar pohon. Sebelum pekerjaan lain dimulai, lapangan harus selalu dijaga, tetap bersih dan rata.

PENGUKURAN TAPAK KEMBALI 1) 2) 3) 4) 5) 6) Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenaai peil ketinggian tanah, letak pohon, letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya. Ketidak cocokan yang mungkin terjadii antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Perencana/Konsultan Pengawas untuk dimintakaan keputusannya. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpass/theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan. Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpass beserta petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Perencana/Konsultan Pengawas selama pelaksanaan proyek. Pengukuran sudut siku dengan prisma atau barang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh Perencana/Konsultan Pengawas. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan Kontraktor.

c.

TUGU PATOKAN DASAR 1) 2) 3) 4) Letak dan jumlah tugu patokan dasar ditentukan oleh Perencana/Konsultan Pengawas. Tugu patokan dibuat dari beton berpenampang sekurang-kurangnya 20 x 20 cm, tertancap kuat ke dalam tanah sedalam 1 m dengan bagian yang menonjol di atas muka tanah secukpnya untuk memudahkan pengukuran selanjutnya dan sekurang-kurangnya setinggi 40 cm di atas tanah. Tugu patokan dasar dibuat permanen, tidak bisa diubah, diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Perencana/Konsultan Pengawas untuk membongkarnya. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan termasuk tanggungan Kontraktor.

d.

PAPAN DASAR PELAKSANAAN (BOUWPLANK) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu kasau Meranti 5/7, tertancap di tanah sehingga tidak bisa digerak-gerakan atau diubah-ubah, berjarak maksimum 2 m satu sama lain. Papan patok ukur dibuat dari kayu Meranti, dengan ukuran tebal 3 cm, lebar 20 cm lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpass). Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama dengan lainnya, kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan Pengawas. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 3000 cm dari as pondasi terluar. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan, Kontraktor harus melaporkan kepada Konsultan Pengawas. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan termasuk tanggungan Kontraktor.

e.

PEKERJAAN PENYEDIAAN AIR & DAYA LISTRIK UNTUK BEKERJA 1) 2) Air untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dengan membuat sumur pompa di tapak proyek atau disuplai dari luar. Air harus bersih, bebas dari debu, bebas dari lumpur, minyak dan bahan-bahan kimia lainnya yang merusak. Penyediaan air harus sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas. Listrik untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dan diperoleh dari sambungan sementara PLN setempat selama masa pembangunan, dengan daya sekurang-kurangnya (minimum) 20 KVA. Penggunaan diesel untuk pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan untuk penggunaan sementara atas persetujuan Konsultan Pengawas. Daya listrik juga disediakan untuk suplai Kantor Konsultan Pengawas.

f.

PEKERJAAN PENYEDIAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN 1) 2) 3) Selama pembangunan berlangsung, Kontraktor wajib menyediakan tabung alat pemadam kebakaran (fire extinguisher) YAMATO lengkap dengan isinya, dengan jumlah sekurang-kurangnya minimal 4 (empat) tabung, masing-masing tabung berkapasitas 15 Kg. Apabila pelaksanaan pembangunan telah berakhir, maka alat pemadam kebakaran tersebu menjadi hak milik Pemberi Tugas. Disamping itu Kontraktor juga waib mwenyediakan dan menjalankan program K3 sesuai standar yang berlaku.

g.

DRAINAGE TAPAK 1) 2) 3) Dengan mempertimbangkan keadaan topographi/kontur tanah yang ada di tapak, Kontraktor wajib membuat saluran sementara yang berfungsi untuk pembuangan air yang ada. Arah aliran ditujukan ke daerah/permukaan yang terendah yang ada di tapak atau ke saluran yang sudah ada dilingkungan daerah pembuangan. Pembuatan saluran sementara harus sesuai petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas.

h.

PAGAR PENGAMAN PROYEK 1) 2) 3) 4) Sebelum Kontraktor mulai melaksanakan pekerjaannya, maka terlebih dahulu memberi pagar pengaman pada sekeliling site pekerjaan yang akan dilakukan. Pembuatan pagar pengaman dibuat jauh dari lokasi pekerjaan, sehingga tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan yang sedang dilakukan, serta tempat penimbunan bahan-bahan. Dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat bertahan/kuat sampai pekerjaan selesai. Syarat Pagar Pengaman : - Pagar dari seng gelombang BJLS 20 finish cat, tinggi 180 cm, bagian yang masuk pondasi minimum 40 cm. - Rangka kayu Borneo ukuran 4 x 6 cm, dengan pemasangan 4 jalur menurut tinggi pagar. - Pondasi cor beton setempat minimum penampang diameter 30 cm dalam 50 cm dari permukaan tanah setempat. - Beton dengan adukan 1 : 3 : 5. - Lengkap pembuatan pintu masuk dari bahan yang sama.

i.

KANTOR KONSULTAN PENGAWAS

1)

Kantor Konsultan Pengawas merupakan bangunan dengan konstruksi rangka kayu, dinding papan multiplek dicat, penutup atap asbes semen gelombang, lantai papan, diberi pintu/jendela secukupnya untuk penghawaan/pencahayaan. Letak kantor Konsultan Pengawas harus cukup dekat dengan kantor Kontraktor tetapi terpisah dengan tegas. Kantor Konsultan Pengawas minimal seluas 60 m2.

2)

3) 4)

Perlengkapan-perlengkapan kantor Konsultan Pengawas yang harus disediakan Kontraktor : - 1 (satu) buah meja rapat ukuran 1,20 x 1,80 cm2, dengan 10 (sepuluh) kursi lipat. - 1 (satu) buah meja tulis ukuran 0.70 x 1.40 cm, dengan 2 (dua) kursi lipat. - 1 (satu) buah meja gambar ukuran A-1, dari kayu lipat. - 1 (satu) buah lemari ukuran 1.50 x 2.000 x 0.50 cm3 dapat dikunci. - 1 (satu) buah white board ukuran 1.20 x 2.40 cm2. - 1 (satu) buah rak untuk contoh-contoh material terbuat dari plywood tebal 16 mm Berdekatan dengan kantor Konsultan Pengawas, harus ditempatkan ruang WC dengan bak air bersih secukupnya dan dirawat kebersihannya. Alat-alat yang harus senantiasa tersedia di proyek, untuk setiap saat dapat digunakan oleh Direksi Lapangan adalah : - 1 (satu) buah alat ukur schuifmaat. - 1 (satu) buah alat ukur optik (theodolit/waterpass). - 1 (satu) unit komputer lengkap dengan printer.

j.

KANTOR KONTRAKTOR DAN LOS KERJA 1) 2) Ukuran luas Kantor Kontraktor Los Kerja serta tempat simpan bahan, disesuaikan dengan kebutuhan Kontraktor dengan tidak mengabaikan keamanan dan kebersihan serta dilengkapi dengan pemadam kebakaran, minimal seluas 90 m2 untuk kebutuhan gudang dan kantor. Khusus untuk tempat simpan bahan-bahan seperti : pasir, kerikil harus dibuatkan kotak simpan yang dipagari dinding papan yang cukup rapat, sehingga masing-masing bahan tidak tercampur.

k.

PAPAN NAMA PROYEK 1) 2) 3) Kontraktor harus menyediakan Papan Nama Proyek yang mencantumkan nama-nama Pemberi Tugas, Konsultan Perencana, Konsultam Pengawas, Kontraktor, Sub Kontraktor, dan Kontraktor-kontraktor untuk paket pekerjaan lainnya yang terlibat. Peletakan papan nama harus dipasang sesuai dengan pengarahan Konsultan Pengawas. Ukuran papan nama proyek 80 cm x 120 cm, dengan bahan material : kayu kaso 5/7 dan papan nama dari triplek 4 mm bingkai kayu reng. Papa nama proyek dicat dan ditulis identitas proyek dan dikerjakan dengan rapi.

9.3.

PEKERJAAN STRUKTUR

9.3.1. PEKERJAAN TANAH a. UMUM 1) Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua Pekerjaan tanah seperti tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini, termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut : - Pembersihan lahan. - Pengurugan dan pemadatan. - Pembuatan Bouwplank. - Pengukuran dan penggambaran kembali. Pekerjaan yang berhubungan - Jalan dan Parkir - Pertamanan - Drainase Tapak. - Pekerjaan Pondasi

2)

b.. BAHAN / MATERIAL Untuk pemasangan bouwplank menggunakan bahan : 1) Kayu jenis meranti atau setara, tebal 3 cm. 2) Kaso 5/7 atau dolken berdiameter 8 - 10 cm.

c.

PELAKSANAAN 1) Pembersihan persiapan daerah yang akan dikerjakan - Pada umumnya, tempat-tempat untuk bangunan dibersihkan. Sampah yang tertanam dan material lain yang tidak diinginkan berada dalam daerah yang akan dikerjakan, harus dihilangkan, atau dibuang dengan cara-cara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Semua sisa-sisa tanaman seperti akar-akar, rumput-rumput dan sebagainya, harus dihilangkan sampai kedalaman 0,500 m dibawah tanah dasar/permukaan. - Semua daerah urugan, harus dipadatkan, baik urugan yang telah ada maupun terhadap urugan yang baru. Tanah urugan harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan pelapukan dikemudian hari. - Pembuatan dan pemasangan patok dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk pekerjaan Kontraktor dan harus dibuat dari kayu jenis Meranti atau setaraf dengan tebal 3 cm dengan tiang dari kaso 5/7 atau dolken berdiameter 8-10 cm dengan jarak 2 meter satu sama lain. Pemasangan harus kuat dan permukaan atasnya rata dan sifat datar (waterpass). - Segala pekerjaan pengukuran, persiapan termasuk tanggungan Kontraktor. - Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil tanah, letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya oleh Konsultan Pengawas/Perencana. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan Pengawas untuk dimintakan keputusannya. Penentuan titik ketinggiaan dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat waterpass/theodolith. Kontraktor harus menyediakan theodolith/waterpass beserta petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Konsultan Pengawas. Pengukur sudut siku-siku dengan prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang telah diisetujui oleh Konsultan Pengawas. - . Pada papan dasar pelaksanaan (bouwplank) harus dibuat tanda-tanda yang menyatakan as-as dan atau level/peil-peil dengan warna yang jelas dan tidak mudah hilang jika terkena air/hujan. Pekerjaan Galian - Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan syarat-syarat yang ditentukan menurut keperluan. - Dasar dari semua galian harus waterpass, bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur, maka ini harus digali keluar sedang lubang-lubang tadi diisi kembali dengan pasir, disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpass. - Terhadap kemungkinan adanya air didasar galian, baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan pondasi harus disediakan pompa air atau pompa lumpur jika diperlukan dapat bekerja terus menerus, untuk menghindari tergenangnya air pada dasar galian. - Kontraktor harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan atau penunjang sementara atau lereng yang cukup. - Juga kepada Kontraktor diwajibkan mengambil langkah-langkah pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan lubang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada bangunan tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami kerusakan. - Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian, setelah mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk Konsultan Pengawas. - Bagian-bagian yang akan diurug kembali harus diurug dengan tanah dan memenuhi syarat-syarat sebagai tanah urug. - Pelaksanaannya secara berlapis-lapis dengan penimbrisan lubang-lubang galian yang terletak di dalam garis bangunan harus diisi kembali dengan pasir urug yang diratakan dan diairi secara dipadatkan sampai mencapai 95 % kepadatan maksimum yang dibuktikan dengan test laboratorium. - Perlindungan terhadap benda-benda berfaedah. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan, seluruh barangbarang berharga yang mungkin ditemui dilapangan harus dilindungi dari kerusakan, dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh Kontraktor atas tanggungannya sendiri. Bila suatu alat pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui dilapangan dan hal tersebut tidak tertera pada gambar atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Kontraktor harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. - Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Kontraktor, Kontraktor harus segera mengganti kerugian yang terjadi yang dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Kontraktor. Sarana yang sudah tidak bekerja lagi yang mungkin ditemukan dibawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan ke luar lapangan ketempat yang disetujui oleh Konsultan Pengawas atas tanggungan Kontraktor.

2)

3)

Pekerjaan Urugan dan Pemadatan Yang dimaksudkan disini adalah pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah dengan syarat khusus dimana tanah hasil urugan ini akan dipergunakan sebagai pemikul beban, yakni : - Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai untuk penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa, puing-puing, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Kontraktor. - Semua bagian/daerah urugan dan timbunan harus diatur berlapis sedemikian, sehingga dicapai suatu lapisan setebal 15 cm dalam keadaan padat. Tiap lapis harus dipadatkan sebelum lapisan berikutnya di urug. - . Daerah urugan atau daerah yang terganggu harus dipadatkan dengan alat pemadat/compactor vibrator type yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pemadatan dilakukan sampai mencapai hasil kepadatan lapangan tidak kurang dari 95 % dari kepadatan maksimum hasil laboratorium. - Kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum dari percobaan Proctor . Kontraktor harus melaksanakan penelitian kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum minimal satu kali untuk jenis tanah yang dijumpai di lapangan. Contoh tanah tersebut harus disimpan dalam tabung gelas atau plastik untuk bukti penunjukkan/referensi dan diberi label yang berisikan nomor contoh, kepadatan kering maksimum dan kadar air optimumnya. Penelitian/pengaliran air harus diperhatikan selama pekerjaan tanah supaya daerah yang dikerjakan terjamin pengaliran airnya. - . Apabila material urugan mengandung batu-batu, tidak dibenarkan batu-batu yang besar bersarang menjadi satu, dan semua pori-pori harus diisi dengan batu-batu kecil dan tanah yang dipadatkan. - . Kelebihan material galian harus dibuang oleh Kontraktor ketempat pembuangan yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas. - Jika material galian tidak cukup, material tambahan harus didatangkan dari tempat lain, tanpa tambahan biaya. Pengujian Mutu Pekerjaan - Konsultan Pengawas harus diberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat dilaksanakan untuk menentukan kepadatan relatif yang sebenarnya di lapangan. - Jika kepadatan dilapangan kurang dari 95 % dari kepadatan maksimum, maka Kontraktor harus memadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai memenuhi syarat kepadatan, yaitu tidak kurang dari 95 % dari kepadatan maksimum di laboratorium. Penelitian kepadatan dilapangan harus mengikuti prosedur ASTM d1556-700 atau prosedur lainnya yang disetujui Konsultan Pengawas. Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan Pengawas dan semua biaya yang timbul untuk keperluan ini menjadi beban Kontraktor. - Penelitian kepadatan dilapangan tersebut dilaksanakan setiap 500 meter persegi dari daerah yang dipadatkan atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. - Penentuan kepadatan dilapangan dapat dipergunakan salah satu dari cara/prosedur dibawah ini : Density of soil inplace by sand-cone method AASHT.T191. Density of soil inplace by driven cylinder method AASHTO.T.204. Density of soil implace by the rubber ballon method AASHTO.T.205. Atau cara-cara lain yang harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas.

4)

9.3.2. PEKERJAAN BEGISTING BETON a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M2) 1) Lingkup Pekerjaan - Kayu dan baja untuk bekisting beton cor ditempat, lengkap dengan perkuatan dan pengangkuranpengangkuran yang diperlukan. - Penyediaan bukaan/sparing dan sleeve untuk pekerjaan-pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal. - Penyediaan Waterstops. - Penyediaan angkur-angkur untuk hubungan dengan pekerjaan lain. Pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan. - Pondasi Beton Bertulang - Pasangan Bata - Pintu Besi dan Kusen - Pekerjaan Mekanikal - Pekerjaan Elektrikal. Standard. - Standard Indonesia :

2)

3)

Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) - 1982, NI - 3. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) - 1961, NI - 5. Peraturan Standaar Beton 1991 (SK.SNI T-15-1991-03) ACI : American Concrete Institute, USA. 303 - Guide to Cast-In-Place Architectural Concrete practice. 318 - Building Code Reguirements for Reinforced Concrete. 347 - Recommended Practice for Concrete Form Work. SP4, Special publication 34 - Form Work for Concrete.

4)

Shop Drawing. Dimana diperlukan, menurut Direksi Lapangan atau Perencana, harus dibuat Shop Drawing. - Siapkan shop drawing tipikal untuk tiap rancangan bekisting yang berbeda; yang memperlihatkan : dimensi metoda konstruksi bahan hubungan dan ikatan-ikatan (ties). BAHAN 1) Bekisting Beton Biasa (Non Ekspose) - Plywood t = 12 mm. - Paku, angkur dan sekrup-sekrup; ukuran sesuai dengan keperluan dan cukup kuat untuk menahan bekisting agar tidak bergerak ketika dilakukan pengecoran.

b.

2)

Bekisting Beton Ekspose - Plywood; untuk dinding, balok dan kolom persegi, tebal 18 mm. - Baja lembaran, tebal minimal 1,2 mm, untuk kolom- kolom bundar. - Form ties; baja yang mudah dilepas (snap-off metal). Panjang fixed atau adjustable, dapat terkunci dengan baik dan tidak berubah saat pengecoran. Lubang yang terjadi pada permukaan beton setelah form ties dibuka tidak boleh lebih dari 1 inch (25 mm). - Form Release Agent; minyak mineral yang tidak berwarna, yang tidak menimbulkan karat pada permukaan beton dan tidak mempengaruhi rekatan maupun warna bahan finishing permukaan beton. Produk : CALSTRIPS, buatan Cement Aids, Australia. - Chamfer Strips, terbuat dari jenis kayu klas II, dibentuk menurut rencana beton pada gambar. - Khusus untuk bekisting concrete wall - slab - beton menggunakan sistem terlampir. Water Stops Dipergunakan type RX bentonit Volclay. Syarat-syarat Umum Bekisting - Tidak mengalami deformasi. Bekisting harus cukup tebal dan terikat kuat. - Kedap air; dengan menutup semua celah dengan tape. - Tahan terhadap getaran vibrator dari luar maupun dari dalam bekisting.

3) 4)

c.. PELAKSANAAN 1) Pemasangan Bekisting. - Tentukan jarak, level dan pusat (lingkaran) sebelum memulai pekerjaan. Pastikan ukuran-ukuran ini sudah sesuai dengan gambar. - Pasang bekisting dengan tepat dan sudah diperkuat (bracing), sesuai dengan design dan standard yang telah ditentukan; sehingga bisa dipastikan akan menghasilkan beton yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan akan bentuk, kelurusan dan dimensi. Rancangan bekisting harus memudahkan pembukaannya sehingga tidak merusakkan permukaan beton. Hubungan-hubungan antar papan bekisting harus lurus dan harus dibuat kedap air, untuk mencegah kebocoran adukan atau kemungkinan deformasi bentuk beton. Hubungan-hubungan ini harus diusahakan seminimal mungkin. Bekisting untuk dinding pondasi dan sloof harus dipasang pada kedua sisinya. Pemakaian pasangan bata untuk bekisting pondasi harus atas seijin Konsultan Pengawas. Semua tanah yang mengotori bekisting pada sisi pengecoran harus dibuang. Perkuatan-perkuatan pada bukaan-bukaan dibagian-bagian yang struktural yang tidak diperlihatkan pada gambar harus mendapatkan pemeriksaan dan persetujuan dari Konsultan Pengawas. Pada bagian-bagian yang akan terlihat, tambahkan pinggulan-pinggulan (chamfer strips) pada sudutsudut luar (vertikal dan horizontal) dari balok, kolom dan dinding. Bekisting harus memenuhi toleransi deviasi maksimal berikut : Deviasi garis vertikal dan horizontal : 6 mm, pada jarak 3000 mm. 10 mm, pada jarak 6000 mm.

20 mm, pada jarak 12000 mm, atau lebih. Deviasi pada potongan melintang dari dimensi kolom atau balok, atau ketebalan plat : 6 mm. Aplikasi bahan pelepas acuan (form release agent) harus sesuai dengan rekomendasi pabrik. Aplikasi harus dilaksanakan sebelum pemasangan besi beton, angkur-angkur dan bahan-bahan tempelan (embedded item) lainnya. Bahan yang dipakai dan cara aplikasinya tidak boleh menimbulkan karat atau mempengaruhi warna permukaan beton. Dimana permukaan beton yang akan dilapisi bahan yang bisa rusak terkena bahan pelepas acuan; bahan pelepas acuan tidak boleh dipakai. Untuk itu, dalam hal bahan pelepas acuan tidak dipakai, sisi dalam bekisting harus dibasahi dengan air bersih. Dan permukaan ini harus dijaga selalu basah sebelum pengecoran beton.

2)

Sisipan (insert), Rekatan (embedded) dan Bukaan (Opening) - Sediakan bukaan pada bekisting dimana diperlukan untuk pipa, conduits, sleeves dan pekerjaan lain yang akan merekat pada, atau melalui/merembes beton. - Pasang langsung pada bekisting alat-alat atau bagian pekerjaan lain yang akan di cor langsung pada beton. - Koordinasikan bagian dari pekerjaan lain yang terlibat ketika membentuk / menyediakan bukaan, slots, recessed, sleeves, bolts, angkur dan sisipan-sisipan lainnya. Jangan laksanakan pekerjaan diatas jika tidak secara jelas/khusus ditunjukkan pada gambar yang berhubungan. - Pemasangan water stops harus kontinu (tidak terputus) dan tidak mengubah letak besi beton. - Sediakan bukaan sementara pada beton dimana diperlukan guna pembersihan dan inspeksi. Tempatkan bukaan dibagian bawah bekisting guna memungkinkan air pembersih keluar dari bekisting. Penutup bukaan sementara ini harus dengan bahan yang memungkinkan merekat rapat, rata dengan permukaan dalam bekisting, sehingga sambungannya tidak akan tampak pada permukaan beton ekspose. Kontrol Kualitas. - Periksa dan kontrol bekisting yang dilaksanakan telah sesuai dengan bentuk beton yang diinginkan, dan perkuatan-perkuatanya guna memastikan bahwa pekerjaan telah sesuai dengan rancangan bekistings, wedged, ties, dan bagian-bagian lainnya aman. - Informasikan pada Konsultan Pengawas jika bekisting telah dilaksanakan, dan telah dibersihkan, guna pelaksanaan pemeriksaan. Mintakan persetujuan Konsultan Pengawas terhadap bekisting yang telah dilaksanakan sebelum dilaksanakan pengecoran beton. - Untuk permukaan beton ekspose, pemakaian bekisting kayu lebih dari 2 kali tidak diperkenankan. Penambalan pada bekisting, juga tidak diperkenankan, kecuali pada bukaan-bukaan sementara yang diperlukan. - Bekisting yang akan dipakai ulang harus mendapatkan persetujuan sebelumnya dari Konsultan Pengawas. Pembersihan - Bersihkan bekisting selama pemasangan, buang semua benda-benda yang tidak perlu. Buang bekasbekas potongan, kupasan dan puing dari bagian dalam bekisting. Siram dengan air, menggunakan air bertekanan tinggi, guna membuang benda-benda asing yang masih tersisa pastikan bahwa air dan puing-puing tersebut telah mengalir keluar melalui lubang pembersih yang disediakan. Buka bekisting secara kontinu dan sesuai dengan standard yang berlaku sehingga tidak terjadi beban kejut (shock load) atau ketidak seimbangan beban yang terjadi pada struktur. Pembukaan bekisting harus dilakukan dengan hati-hati, agar peralatan-peralatan yang dipakai untuk membuka tidak merusak permukaan beton. Untuk yang akan dipakai kembali, bekisting-bekisting yang telah dibuka harus disimpan dengan cara yang memungkinkan perlindungan terhadap permukaan yang akan kontak dengan beton tidak mengalami kerusakan. Dimana diperlukan berikan perkuatan-perkuatan pada komponen-komponen struktur yang telah dilaksanakan guna memenuhi syarat pembebanan dan konstruksi sehingga pekerjaan-pekerjaan konstruksi dilantai-lantai diatasnya bisa dilanjutkan. Pembukaan penunjang bekisting hanya bisa dilakukan setelah beton mempunyai 75 % dari kuat tekan 28 hari (28 day compressive strength) yang diperlukan. Bekisting-bekisting yang dipakai untuk mematangkan (curing) beton, tidak boleh dibongkar sebelum dinyatakan matang oleh Konsultan Pengawas.

3)

4)

9.3.3. PEKERJAAN BETON BERTULANG a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M3) 1) Lingkup Pekerjaan - Pembesian. Tulangan besi, lengkap dengan kawat pengikatnya.

Beton decking(support chairs), bolster, speacer for reinforcing.

Pengecoran Beton. Beton cor ditempat untuk rangka bangunan, lantai, dinding pondasi dan slabs pendukung. Slab beton diatas tanah dan pedestrian/side walks. Finishing permukaan beton pada dinding, pelat, balok dan kolom.

2)

Pekerjaan yang berhubungan - Bekisting Beton. - Finishing Beton. - Pondasi Beton Bertulang. - Pasangan Bata - Struktur Baja - Waterproofing. - Kusen dan Pintu. - Pekerjaan Mekanikal yang harus dicor dalam beton. - Pekerjaan Elektrikal yang harus dicor dalam beton. Standard. - Standard Indonesia. PUBI : Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia 1982 (NI - 3) SK.SNI T-15-1991-03 : Standar Beton 1991. Peraturan Portland Cement Indonesia 1973, NI - 8. PBN : Peraturan Bangunan Nasional 1978. - ASTM, USA. C 33 - Concrete Aggregates. C 150 - Portland Cement. ACI : American Concrete Institute, USA. 211 - Recommended Practice for selecting proportions for Normal and Heavy Weight Concrete. 212 - Guide for use of Admixtures in Concrete. 214 - Recommended Practicefor Evaluation of Compression Test Results of Field Concrete. Penyimpanan : - Pengiriman dan penyimpanan bahan-bahan, pada umumnya harus sesuai dengan waktu dan urutan pelaksanaan. - Semen harus didatangkan dalam zak yang tidak pecah/utuh, tidak terdapat kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak segera setelah diturunkan dan disimpan dalam gudang yang kering, terlindung dari pengaruh cuaca, berventilasi secukupnya dan lantai yang bebas dari tanah. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras). Jika ada bagian yang mulai megeras, bagian tersebut masih harus dapat ditekan hancur dengan tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah tidak lebih dari 10 % berat. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas, maka jumlahnya tidak boleh melebihi 5 % berat dan kepada campuran tersebut diberi tambahan semen baik dalam jumlah yang sama. Semuanya dengan catatan bahwa kualitas beton yang diminta harus tetap terjamin. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan bantalan-bantalan kayu dan bebas dari lumpur atau zat-zat asing lainnya (misalnya minyak dan lain-lain). Jenis semen dari merk Tiga Roda, Gresik atau Cibinong dan jenis merk semen yang digunakan adalah mengikat seluruh pekerjaan. Aggregates harus ditempatkan dalam bak-bak yang cukup terpisah menurut jenis dan gradasinya cukup terpisah menurut jenis dan gradasinya serta harus beralaskan lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnya dengan tanah.

3)

4)

b.

BAHAN/PRODUK 1) Portland Cement. Portland cement jenis II, menurut NI - 8 atau type I, menurut ASTM dan memenuhi S.400, menurut Standard Portland Cement yang ditentukan Asosiasi Semen Indonesia. Untuk pemukaan beton expose, harus dipakai 1 merk semen saja. - Kekuatan tes kubus semen minimal 350 kg per cm persegi. Aggregates. - Kualitas aggregates harus memenuhi syarat-syarat SK.SNI-1991. Aggregates kasar harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai susunan gradasi yang baik, cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak porous). Kadar lumpur dari pasir beton tidak boleh melebihi dari 5 % berat kering. - Dimensi maksimum dari aggregates kasar tidak lebih dari 3,0 cm dan tidak lebih dari seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian konstruksi yang bersangkutan.

2)

3)

Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan bebas dari bahan-bahan organis, lumpur, tanah lempung dan sebagainya. Air: - Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam alkali, dan bahanbahan organis atau bahan-bahan lain dapat mengurangi mutu pekerjaan. - Kandungan chlorida tidak boleh melebihi 500 p.p.m. dan komposisi sulfat (SO3) tidak boleh melebihi 1000 p.p.m. Apabila dipandang perlu, Konsultan Pengawas dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemerik-saan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. Baja Tulangan : Baja tulangan yang digunakan adalah batang-batang baja lunak dengan tegangan leleh 300 Mpa dan tegangan maksimum 450 Mpa untuk mutu baja U 30, bagi baja dia 12 mm, tegangan leleh 400 Mpa dan tegangan maksimum 600 Mpa untuk mutu baja U 40 bagi baja ulir dia. > 12 mm Kontraktor harus membuktikan kepada Pengawas bahwa segala penulangan memenuhi spesifikasi dan memperlihatkan surat-surat keterangan dari lab. Pengujian Mutu Baja yang disetujui oleh Pengawas. Bila syarat spesifikasi ini tidak terpenuhi, maka kontraktor harus membayar untuk pengujian-pengujian, baja tulangan yang tidak memenuhi syarat harus disingkirkan dari tempat pekerjaan. Kontraktor hanya diperkenankan mengganti dengan diameter lain apabila luas penampang tulangan karena penggantian ini tidak menjadi berkurang, penggantian harus disetujui Pengawas. Bila terjadi tambahan biaya akibat penggantian penulangan tersebut diatas maka tambahan tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan kontraktor. Penyimpanan : Penyimpanan baja tulangan harus sedemikian rupa sehingga tidak berhubungan dengan tanah lembab. Penyimpangan harus sedemikian rupa sehingga dengan mudah dilihat ukurannya dengan jalan mengkelompokkan sesuai dengan ukurannya. Bila baja tulangan didapat dari sumber-sumber yang berbeda hendaknya penyimpangan diatur sesuai dengan asal baja tulangan. Pemasangan Tulangan : - Pemasangan tulangan harus sesuai dengan gambar. Pemasangan harus sesuai sedemikian rupa sehingga didapat jaminan bahwa kedudukan tulangan tidak berubah pada saat beton dicor. - Blok-blok penyangga tulangan harus sesuai dengan tebal penutup beton, dan paling sedikit sasma kuatnya dengan beton yang dituangkan berdekatan, yang harus dirancang dan ditempatkan sedemikian sehingga blok-blok penyangga itu tidak menyebabkan noda-noda pada permukaan-permukaan yang terbuka.

4)

5)

Admixture : Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama, cara mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat tidak diperlukan penggunaan sesuatu admixture. Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu, Kontraktor diminta terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas mengenai hal tersebut. Untuk itu Kontraktor diharapkan memberitahukan nama perdagangan admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan, datadata bahan, nama pabrik produksi, jenis bahan mentah utamanya, cara-cara pemakaiannya, resiko-resiko dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu.

c.

PELAKSANAAN 1) Kualitas Beton. - Kecuali yang ditentukan lain dalam gambar, kualitas beton adalah untuk pondasi, kolom dan balok adalah K 250 atau fc = 25 Mpa (tegangan tekan hancur karakteristik untuk cilinder beton ukuran 15 x 30 cm pada usia 28 hari). Evaluasi penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam standar beton 1991. Mutu beton >K 175 atau fc = 20 Mpa untuk saluran, Balok dan kolom pondasi pagar. Mutu beton K 175 atau fc = 15 MPa digunakan pada umumnya untuk kolom-kolom praktis dan bagian-bagian lain yang tidak memikul beban, kecuali ditentukan lain. - Kontraktor harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat kualitas beton ini dengan memperhatikan data-data pelaksanaan dilain tempat atau dengan mengadakan trial-mixes dilaboratorium yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas. - Test selama pekerjaan : Buat 3 silinder 15 cm x 30 cm dari setiap 75 m3 atau sebagian dari pada itu, atau dari pengecoran setiap hari, pilih yang paling menentukan, dari setiap mutu beton yang berbeda dan dari setiap perencanaan campuran yang di cor. Buat dan simpan silinder-silinder menurut ASTM C 31. Test satu silinder pada hari ke 7 dan satu selinder pada hari ke 28 menurut ASTM C 39. Simpan satu silinder sebagai cadangan untuk test pada hari ke 56 jika test pada hari ke 28 gagal. Jika test silinder pada hari ke 28 berhasil, test silinder cadangan untuk menghasilkan kekuatan rata-rata dari kedua silinder pada hari 28. Sediakan fasilitas pada lokasi proyek untuk menyimpan contoh-contoh yang diperlukan oleh badan penguji.

2)

Kontraktor harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh Konsultan Pengawas dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan nilai karakteristiknya. Laporan tertulis tersebut harus disertai sertifikat dari laboratorium. Penunjukan laboratorium harus dengan pertsetujuan Konsultan Pengawas. Selama pelaksanaan harus ada pengujian slump, minimum 5 cm dan maksimum 13 cm. Cara pengujian slump adalah sebagai berikut : Contoh : beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan beton (bekisting). Cetakan slump dibasahkan dan ditempatkan diatas kayu rata atau palat baja. Cetakan di isi sampai kurang lebih sepertiganya. Kemudian adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 60 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru). Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. Setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusakan harus masuk dalam satu lapisan yang dibawahnya. Setelah atasnya diratakan, maka dibiarkan 1/2 menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunannya (nilai slumpnya). Jumlah semen minimum 325 kg per m3 beton. Khusus pada atap, luifel, pada daerah kamar-mandi dan WC, daerah talang beton, jumlah minimum tersebut dinaikan menjadi 360 kg/m3 beton. Untuk beton atap, WC faktor maksimum 0,50 dengan catatan tidak boleh lebih rendah daripada mutu beton karakteristik yang disyaratkan. Pengujian silinder percobaan harus dilakukan di laboratorium yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Jika dianggap perlu, maka digunakan juga pembuatan silinder percobaan untuk umur 7 (tujuh) hari dengan ketentuan bahwa hasilnya tidak boleh kurang dari 65 % kekuatan yang diminta pada 28 hari, tanpa additives. Jika hasil kuat tekan benda-benda uji tidak memberikan angka kekuatan yang diminta, maka harus dilakukan pengujian beton setempat dengan cara-cara seperti yang ditetapkan dalam SB. SNI-1991 dengan tidak menambah beban biaya bagi Pemberi Tugas. Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen adukan masuk kedalam mixer. Penyampaian beton (adukan) dari mixer ketempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang tidak mengakibatkan terjadinya pemisahan komponen-komponen beton. Harus digunakan vibrator untuk pemadatan beton.

Siar-siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting. Pembongkaran acuan dan penempatan siar-siar pelaksanaan, sepanjang tidak ditentukan lain dalam gambar, harus mengikuti SK. SNI-1991. Siar-siar tersebut harus dibasahi lebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. Letak siar-siar tersebut harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Penggantian Besi. - Kontraktor harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang tertera pada gambar. - Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman kontraktor atau pendapatnya terdapat kekeliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang ada, maka : Kontraktor dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar; Secepatnya hal ini diberitahukan pada Perencana Konstruksi untuk sekedar informasi. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh kontraktor sebagai pekerjaan lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari Perencana Konstruksi. Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari Perencana Konstruksi. Mengajukan usul dalam rangka tersebut diatas adalah merupakan juga keharusan dari Kontraktor. - Jika Kontraktor tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan : Harus ada persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Perencana. Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempat tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jumlah luas penampang besi tulangan). Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan penampang berkurang. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau di daerah overlapping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. - Toleransi Besi. Diameter, ukuran sisi (atau jarak antara dua permukaan yang berlawanan. Dibawah 10 mm 10 mm sampai 16 mm (tapi tidak termasuk diameter 16 mm) Variasi dalam Toleransi berat yang didiameter perbolehkan. +/- 7 % +/- 0.4 mm

3)

+/- 5 %

+/- 0.4 mm

10 mm sampai 28 mm (tapi tidak termasuk diameter 28 mm) 4)

+/- 4 %

+/- 0.5 mm

Perawatan Beton. - Beton harus dilindungi dari pengaruh panas, hingga tidak terjadi penguapan cepat. - Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus diperhatikan. - Beton harus dibasahi paling sedikit selama 7 hari setelah pengecoran. - Khusus elemen vertical harus dipakai curing compound. Tanggung Jawab Kontraktor Kontraktor bertanggung jawab penuh atas kualitas konstruksi sesuai dengan ketentuan-ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar-gambar konstruksi yang diberikan. Adanya atau kehadiran Konsultan Pengawas selaku wakil Pemberi Tugas atau Perencana yang sejauh mungkin melihat/mengawasi/menegur atau memberi nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. Perbaikan Permukaan Beton Penambalan pada daerah yang tidak sempurna, kropos dengan campuran adukan semen (cement mortar) setelah pembukaan acuan, hanya boleh dilakukan setelah mendapat persetujuan dan sepengetahuan Konsultan Pengawas. Jika ketidak-sempurnaan itu tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan yang diharapkan dan diterima oleh Konsultan Pengawas, maka harus dibongkar dan diganti dengan pembetonan kembali atas beban biaya kontraktor. Ketidak-sempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak teratur, pecah/retak, ada gelombang udara, kropos, berlubang, tonjolan dan yang lain yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan/diinginkan. Bagian-bagian yang tertanam dalam beton : Pasang angkur dan lain-lain yang akan menjadi satu dengan beton bertulang. Diperhatikan juga tempat kelos-kelos untuk kusen atau instalasi. Hal-hal lain ("Miscellaneous item") : - Isi ubang-lubang dan bukaan-bukaan yang tertinggal dibeton bekas jalan kerja sewaktu pembetonan. Jika dianggap perlu dibuat bantalan beton untuk pondasi alat-alat mekanik dan elektronik yang ukuran, rencana dan tempatnya berdasarkan gambar-gambar rencana mekanikal dan elektrikal. Digunakan mutu beton seperti yang ditentukan dan dengan penghalusan permukaannya. - Pegangan plafond dari besi beton diameter 6 mm dengan jarak x dan y : 150 cm. Dipasang pada saat sebelum pengecoran beton dan penggantung harus dikaitkan pada tulangan pelat atau balok. Pembersihan Jangan dibiarkan puing-puing, sampah sampai tertimbun. Pembersihan harus dilakukan secara baik dan teratur.

5)

6)

7)

8)

9)

10) Contoh yang harus disediakan - Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh material : split, pasir, besi beton, PC untuk mendapat persetujuan Konsultan Pengawas. - Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor kelapangan. - Kontraktor diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui dibangsal Konsultan Pengawas. 11) Sparing Conduit dan Pipa-pipa Letak dari sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan bila tidak ada dalam gambar, maka pemborong harus mengusulkan dan minta persetujuan dari Konsultan Pengawas. Bilamana sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan dipindahkan tanpa persetujuan dari Konsultan Pengawas. Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan bergeser pada saat pengecoran beton. Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidak akan terisi beton waktu pengecoran. d. KRITERIA KINERJA PRODUK : Kwantitas (volume), kwalitas (mutu ) sertakerapihan

9.3.4. PEKERJAAN PONASI DANGKAL BETON BERTULANG a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M3) 1) Lingkup Pekerjaan

2)

Pekerjaan meliputi penyediaan semua tenaga kerja, peralatan, bahan, pengangkutan dan pelayanan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Pekerjaan pondasi beton ini meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar.

Pekerjaan yang berhubungan. - Bekisting Beton - Pekerjaan Tanah untuk Bangunan - Tiang Bendera - Beton Bertulang Standard - Standard Indonesia PUBI : Peraturan Umum Bangunan Indonesia 1982 (NI-3) SK.SNI-1991. Peraturan Portland Cement Indonesia 1973 (NI-8) PBN : Peraturan Bangunan Nasional 1978. - ASTM, USA C 33 - Concrete Aggregates. C 150 - Portland Cement. - ACI, USA 211 Recommended Practice for selecting proportions for Normal and Heavy Weight Concrete. 212 Guide for use of Admixtures in Concrete. 214 - Recommended Practicefor Evaluation of Compression Test Results of Field Concrete. - PKKI 1961 (NI-5) Shop Drawing Siapkan shop drawing tipikal untuk tiap rancangan pondasi beton bertulang yang berbeda; yang memperhatikan : dimensi metoda konstruksi bahan. Contoh yang harus disediakan - Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh material : koral, split, pasir, besi beton, PC untuk mendapat persetujuan Konsultan Pengawas. - Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke site. - Kontraktor diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui di Bangsal Konsultan Pengawas. - Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacat. Beberapa bahan tertentu harus masih didalam kemasan aslinya yang masih bersegel dan berlebel pabriknya. - Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup, kering, tidak lembab dan bersih, sesuai dengan persyaratan pabrik. - Tempat penyimpanan bahan harus cukup untuk proyek ini, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. - Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. Pengujian mutu Pekerjaan - Sebelum dilaksanakan pemasangan, Kontraktor diwajibkan memberikan kepada Konsultan Pengawas "Certificate Test" besi beton, PC dari produsen/pabrik. - Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Konsultan Pengawas secepatnya. - Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut, menjadi tanggung jawab Kontraktor. Syarat-syarat pengamanan pekerjaan - Pondasi beton yang telah terpasang dihindarkan dari jamahan orang/benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. - Pondasi beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. - Bila terjadi kerusakan, Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaannya.

3)

4)

5)

6)

7)

b.

BAHAN/PRODUK 1) 2) Beton yang digunakan : mutu fc = 20 MPa, atau seperti yang tertera pada gambar. Baja tulangan yang digunakan : mutu TP30 dia. =< 12 mm atau dan TD40 dia. 13 mm seperti ditentukan pada gambar rencana, kecuali ditentukan lain.

3) 4) 5) 6) 7) 8)

Tanah urugan harus dipadatkan sampai mencapai 80 % dari kepadatan maksimum menurut standard AASHTO T.180-74 atau ASTM D 1557-70. Air untuk campuran beton harus bebas dari unsur-unsur asing, minyak-minyak, asam, zat nabati/organis yang dapat merugikan dan mempengaruhi pengikatan awal atau kekuatan beton. Pada umumnya air yang memenuhi persyaratan untuk air minum dapat dipakai. Semen yang dipergunakan dari satu merk saja. Kekuatan tes kubus semen minimal 350 kg per cm persegi. Agregat : halus dan kasar untuk beton harus bersih, keras, kuat, awet dan bebas dari lumpur atau lempung dan unsur-unsur asing lainnya. Zat Tambah ('admixture') tidak boleh digunakan tanpa adanya persetujuan tertulis dari Perencana. Bahan bekisting : kayu, logam,Multiplex atau lainnya yang disetujui yang mana tidak memberikan hasil yang kurang baik pada permukaan beton.

c. PELAKSANAAN 1) 2) 3) 4) 5) d. Pembuatan pondasi beton harus sedemikian rupa sesuai dengan gambar rencana. Penulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan yang tertera pada gambar. Selama pengecoran penulangan harus tetap pada tempatnya dan tidak berpindah atau tergeser karena penggetar selama pengecoran, baik yang dilakukan dengan vibrator atau alat penggetar lainnya. Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan beton dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan, termasuk kekuatan dan penyelesaiannya, memperbaiki beton yang tidak mencukupi syarat-syarat seperti yang diinstruksikan oleh Konsultan Pengawas. Kontraktor harus melindungi senua pekerjaan beton yang telah selesai. Untuk pengecoran beton, sesuai dengan pekerjaan beton bertulang pada Bab "Pekerjaan beton Bertulang" dalam spesifikasi ini. KRITERIA KINERJA PRODUK : Kwalitas dan Kwantitas (volume)

9.3.5. PEKERJAAN PONDASI BATU KALI a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M3) 1) Lingkup Pekerjaan - Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkandalam melaksanakan pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. - Pekerjaan pondasi batu kali ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar. Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Tanah untuk pondasi - Bekisting Beton - Pekerjaan Pondasi Beton Bertulang - Urugan sirtu peninggian peil Standard - PUBI : Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia 1982 (NI-3) - Peraturan Portland Cement Indonesia 1973 (NI-8). - PBN - Peraturan Bangunan Nasional 1978 - ASTM : C 150 - Portland Cement. - Standar Beton 1991. Contoh bahan - Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material : batu kali, pasir untuk mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. - Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke site. - Kontraktor diwajibkan membuat tempat penyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui di Bangsal Konsultan Pengawas. Pengiriman dan Penyimpanan Bahan - Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup, kering, tidak lembab dan bersih. - Tempat penyimpanan bahan harus cukup untuk proyek ini, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. - Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. Syarat Pengamanan Pekerjaan

2)

3)

4)

5)

6)

b.

Untuk keperluan proses pengerasan pasangan, maka selama minimum 3 hari setelah pelaksanaan pekerjaan, pondasi harus dilindungi dari benturan keras dan tidak dibebani. Kontraktor diwajibkan melindungi pekerjaan tersebut dari kerusakan yang diakibatkan oleh pekerjaanpekerjaan lainnya. Bila terjadi kerusakan, Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. Segala biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor.

BAHAN/PRODUK 1) 2) Semen Portland Yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari satu jenis merk dagang atau atas persetujuan Konsultan Pengawas. Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. Pasir Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan bebas dari bahan-bahan organis, lumpur, tanah lempung dan sebagainya. Batu Kali Batu kali yang digunakan adalah batu pecah, tidak berpori serta mempunyai kekerasan sesuai dengan syaratsyarat dalam SK. SNI 1991. Ukuran batu kali max. 20 cm. Air Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam, alkali dan bahan-bahan lain yang dapat menurunkan mutu pekerjaan. Apabila dipandang perlu, Konsultan Pengawas dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium Pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor.

3)

4)

c.

PELAKSANAAN 1) 2) 3) 4) Batu kali yang digunakan untuk pondasi harus batu pecah, sudut runcing, berwarna abu-abu hitam, keras, tidak porous. Sebelum pondasi dipasang terlebih dahulu dibuat profil-profil pondasi dari kayu pada setiap pojok galian, yang bentuk dan ukurannya sesuai dengan penampang pondasi. Permukaan dasar galian harus ditimbun dengan pasir urug setebal minimum 10 cm, disiram dan diratakan, pemadatan tanah dasar harus sedikitnya mencapai 80 % conpacted. Pondasi batu kali menggunakan adukan dengan campuran 1 PC : 4 Pasir pasang. Untuk kepala pondasi digunakan adukan kedap air campuran 1 PC : 2 Pasir setinggi 20 cm, dihitung dari permukaan atas pondasi ke bawah. Adukan harus mengisi rongga diantara batu kali sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian dari pondasi yang berongga/tidak padat. Untuk sloof dibagian atas pondasi batu kali dibuat stek-stek sedalam 30 cm tiap 1 m' dengan diameter besi minimum 10 mm.

5) d)

KRITERIA KENERJA PRODUK : Kwantitas dan kwalitas

9.3.6. BETON STRUKTUR SECUNDER a. UMUM 1) Lingkup Pekerjaan - Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar, dengan hasil yang baik dan sempurna. - Pekerjaan ini meliputi beton kolom praktis, beton ring balok untuk bangunan yang dimaksudkan termasuk pekerjaan besi beton dan pekerjaan bekisting/acuan, dan semua pekerjaan beton yang bukan struktur, sesuai yang ditunjukkan di dalam gambar. Standard. Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan : - Peraturan-peraturan/standar setempat yang biasa dipakai. - Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971, NI - 2. - Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961, NI - 5. - Peraturan Semen Portland Indonesia 1972, NI - 8. - Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat. - Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborong Pekerjaan Umum (AV) No. 9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. 1457. - Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Perencana/Konsultan Pengawas. - Standar Normalisasi Jerman (DIN). - American Society for Testing and Material (ASTM).

2)

b.

American Concrete Institute (ACI).

BAHAN / PRODUKSI 1) Persyaratan Bahan - Semen Portland : Yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari satu jenis merk dan atas persetujuan Perencana/Konsultan Pengawas dan harus memenuhi NI-8. Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan. Penyimpanan Semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban, bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan ditumpuk sesuai dengan syarat penumpukan semen. - Pasir Beton : Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organis, lumpur dan sebagainya dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1971. - Koral Beton/Split : Digunakan koral yang bersih, bermutu baik tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1971. Penyimpanan/Penimbunan pasir koral beton harus dipisahkan satu dengan yang lain, hingga dapat dijamin kedua bahan tersebut tidak tercampur untuk mendapatkan perbandingan adukan beton yang tepat. - Air : Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam, alkali dan bahanbahan organis/bahan lain yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10. Apabila dipandang perlu Perencana/Konsultan Pengawas dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. - Besi Beton : Digunakan mutu TP 30, besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih. Penampang besi bulat serta memenuhi persyaratan NI-2 (PBI 1971). Bila dipandang perlu Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor. - Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material misalnya : besi, koral, pasir, PC untuk mendapatkan persetujuan dari Perencana/Konsultan Pengawas. - Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Perencana/Konsultan Pengawas, akan dipakai sebagai standard/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Kontraktor ke site. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan - Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak bercacat. Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak/kemasan aslinya yang masih tersegel dan berlabel pabriknya. - Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup, kering, tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik. - Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. - Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. Bila ada kerusakan, Kontraktor wajib mengganti atas beban Kontraktor.

2)

c.

PELAKSANAAN 1) Mutu Beton : Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang adalah fc = ... Mpa (K 225) dan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SK.SNI-1991. Pembesian : - Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokkan, sambungan kait-kait dan pembuatan sengkang (ring), persyaratannya harus sesuai SK.SNII-1991. - Pemasangan dan penggunaan tulangan beton, harus disesuaikan dengan gambar konstruksi. - Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin besi tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran dan harus bebas dari papan acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan ketentuan dalam SK.SNI-1991. - Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Perencana/Konsultan Pengawas. Cara Pengadukan : - Cara pengadukan harus menggunakan beton molen. - Takaran untuk Semen Portland, pasir dan koral harus disetujui terlebih dahulu oleh Perencana/Konsultan Pengawas. - Selama pengadukan kekentalan adukan beton harus diawasi dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran baru. Pengujian slump, minimum 5 cm dan maksimum 10 cm.

2)

3)

4)

Pengecoran Beton : - Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakancetakan sampai jenuh, pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian, pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak. - Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan Perencana / Konsultan Pengawas. - Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan sarang-sarang koral/split yang dapat memperlemah konstruksi. - Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh Perencana/Konsultan Pengawas. Pekerjaan Acuan/Bekisting : - Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan/yang diperlukan dalam gambar. - Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan, sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. - Acuan harus rapat (tidak bocor), permukaannya licin, bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji), potongan kayu, tanah/lumpur dan sebagainya, sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. - Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material (besi, koral/split, pasir dan Semen Portland) kepada Perencana/Konsultan Pengawas, untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan dilakukan. - Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat penyimpanan yang aman, sehingga mutu bahan dan mutu pekerjaan tetap terjamin sesuai persyaratan. - Kawat pengikat besi beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng, diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0,40 mm. Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat2 yang ditentukan dalam SK.SNI-1991. - Beton harus dilindungi dari pengaruh panas, hingga tidak terjadi penguapan cepat. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus diperhatikan. - Beton harus dibasahi paling sedikit selama tujuh hari setelah pengecoran. Pekerjaan Pembongkaran Acuan/Bekisting : Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari Perencana/Konsultan Pengawas. Setelah bekisting dibuka, tidak diijinkan mengadakan perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan dari Perencana/Konsultan Pengawas. Pengujian Mutu Pekerjaan - Sebelum dilaksanakan pemasangan, Kontraktor diwajibkan untuk memberikan pada Perencana/Konsultan Pengawas "Certificate Test" bahan besi dari produsen/pabrik. - Bila tidak ada "Certificat Test" maka Kontraktor harus melakukan pengujian atas besi/silinder di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian. - Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh Kontraktor dengan mengambil benda uji berupa silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat/ketentuan dalam SK.SNI-1991. Pembuatannya harus disaksikan oleh Perencana/Konsultan Pengawas dan diperiksa di laboratorium konstruksi beton yang ditunjuk Perencana/Konsultan Pengawas. - Kontraktor diwajibkan membuat "Trial Mix" terlebih dahulu, sebelum memulai pekerjaan beton. - Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Perencana/Konsultan Pengawas secepatnya. - Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut, menjadi tanggung jawab Kontraktor. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan - Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. - Beton dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. - Bila terjadi kerusakan, Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. - Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih.

5)

6)

7)

8)

d) 9.4.

KRITERIA KENERJA PRODUK : Kwantitas dan kwalitas

PEKERJAAN ARSITEKTUR

9.4.1. PEKERJAAN PLESTERAN DAN SCREEDING a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M2)

1)

Lingkup Pekerjaan - Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam terlaksananya pekerjaan ini sehingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang baik. - Pekerjaan plester ini meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar sebagai alas lantai finishing. Pekerjaan yang berhubungan Pekerjaan dinding Batu Bata Pekerjaan pasangan penahan urugan Standard - ASTM C144 C150 C631 - PCA -

2)

3)

: American Society for Testing and Material, USA : Anggreate for Mansonry Mortar. : Portland Cement : Bonding Compounds for Interior Plastering : Portland Cement Association, USA. Plesterers Manual, PVB 1962 PBI 1971 ( NO-2) Peraturan Cement Portland Indonesia 1972 (NI-8)

4)

Persetujuan Kontraktor wajib membuat shop drawing dan memperlihatkan contoh bahan plester/screeding untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas. BAHAN 1) 2) 3) 4) Semen yang memenuhi persyaratan ASTM C-150. Air untuk campuran plester harus bebas dari unsur-unsur asing, minyak, asam, zat nabati/organis yang dapat merugikan dan mempengaruhi pengikatan awal plester/screeding. Zat tambah (admixture) tidak boleh digunakan tanpa adanya persetujuan Konsultan Pengawas. Pasir harus bersih, tajam dan bebas dari minyak.

b.

c.

PELAKSANAAN 1) 2) Untuk pasangan yang langsung di atas tanah, tanah yang akan dipasang sub-lantai harus dipadatkan untuk mendapatkan permukaan yang rata dan padat sehingga diperoleh daya dukung tanah yang maksimum, pemadatan dipergunakan alat timbris. Pasir urug bawah lantai yang disyaratkan harus merupakan permukaan yang keras, bersih dan bebas alkali, asam maupun bahan organik lainnya yang dapat mengurangi mutu pasangan. Tebal lapisan pasir urug yang disyaratkan minimal 10 cm atau sesuai gambar, disiram air dan ditimbris sehingga diperoleh kepadatan yang maksimal. Diatas pasir urug dilakukan pekerjaan sub-lantai setebal 5 cm atua yang ditunjukkan dalam gambar detail dengan campuran 1 pc : 3 pasir : 5 koral. Untuk pasangan diatas pelat beton (lantai tingkat), pelat beton diberi lapisan plester (screed) campuran 1 pc : 3 pasir setebal minimum 2 cm dengan memperhatikan kemiringan lantai, terutama didaerah basah dan teras, serta pasir setebal 3 cm. Sub-lantai beton tumbuk diatas lantai dasar permukaannya harus dibuat benar-benar rata, dengan memperhatikan kemiringan lantai didaerah basah dan teras.

3) 4) 5) d.

KRITERIA KINERJA PRODUK : Volume luasan dan kwalitas kerapihan pekerjaan

9.4.2. PEKERJAAN ADUKAN DAN PASANGAN a. UMUM SATUAN PEKERJAN (M2) 1) Lingkup Pekerjaan Adukan untuk pasangan bata. - Pasangan bata untuk dinding exterior dan interior. - Pasangan untuk arsitektur (built in). Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Batu bata. - Pekerjaan batu tempel - Pekerjaan Interior Arsitektur. - Pekerjaan Waterproofing.

2)

3)

Pekerjaan Penngecatan

Standard. - NI-3, Standard untuk pasir. - NI-8, Standard untuk P-C. - NI-10, Standard untuk Pasangan bata. - PUBI-9 Standard untuk air agregate. - ASTM : C144, Agregate for masonry mortar. C150, Portland cement C270, Mortar for unit masonry.

b.

BAHAN/PRODUK 1) Bahan Portland Cement : ASTM C150 type V dan NI-8 jenis semen dari merk Tiga Roga, Gersik atau Cibinong. - Agregates : Standard type pasangan, ASTM C144 bersih, kering dan terlindung dari minyak dan noda. - Air bersih, bebas dari minyak, alkali organik. Angkur pasangan, baut dan sebagainya. Adukan. - Untuk interior, 1 semen : 4 pasir + air. - Untuk exterior 1 semen : 2 pasir + air, (toilet dan pantry/rg. basah). - Grout, 1 semen : 3 pasir.

2) 3)

c.

PELAKSANAAN 1) 2) 3) 4) Dimana diperlukan, menurut Konsultan Pengawas, pemborong harus membuat shop drawing untuk pelaksanaan pembuatan adukan dan pasangan. Tentukan perbandingan campuran spesi dan tebal adukan yang diperlukan. Adukan dilaksanakan sesuai standard spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk Perencana/Konsultan Pengawas. Dalam melaksanakan pekerjaan ini, harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur, terutama gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk profilnya. Untuk bidang kedap air, pasangan dinding batu bata yang berhubungan dengan udara luar dan semua pasangan batu bata dari bawah permukaan tanah sampai ketinggian 30 cm dari permukaan lantai dan 160 cm dari permukaan lantai untuk toilet, ruang pantry dan daerah basah lainnya dipakai adukan plesteran 1 pc : 2 pasir (trasraan). Untuk adukan kedap air harus ditambah Daily bond, dengan perbandingan 1 pc : 1 Daily Bond. Material untuk adukan harus diukur yang sebenarnya dan menggunakan kotak (boxes) pengukuran yang akurat. Penggunaan bahan additive harus disetujui oleh perencana dan digunakan sesuai dengan ketentuan dari pabrik. Pekerjaan bata yang sudah selesai harus dilindungi dengan lembaran penutup untuk mencegah adukan menjadi cepat kering. Pasangan dinding bata pada sudut ruangan harus dilindungi dengan papan untuk melindungi dari kerusakan. Jika ada pekerjaan pasangan yang memperlihatkan sambungan yang rusak atau tidak beres maka pasangan itu harus dibongkar dan diganti yang baru. Berikan angkur sesuai dengan gambar atau jika tidak ditunjukkan gunakan ukuran/jarak type standard. Tempatkan angkur pada bubungan pasangan bata dengan struktur kolom praktis atau balok sesuai petunjuk gambar tapi tidak lebih dari 60 cm pada jarak vertikal dan 90 cm pada jarak horizontal.

5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) d.

KRITERIA KINERJA PRODUK : Berdasarkan volume luasan dan dan faktor finishing

9.4.3. PEKERJAAN DINDING BATU BATA a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M2) 1) Lingkup Pekerjaan - Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. - Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar seperti Toilet, Shelter, Musholla, Kantin,Pos Jaga, dan lain-lain. Pekerjaan yang berhubungan Pekerjaan Adukan dan Pasangan.

2)

3)

Standard. Batu bata harus memenuhi NI-10 Semen Portland harus memenuhi NI-8. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2. Air harus memenuhi PVBI-1982 Pasal 9.

b.

BAHAN/PRODUK Batu bata marah yang digunakan batu bata merah ex. lokal dengan kualitas terbaik yang disetujui Perencana/Konsultan Pengawas, siku dan sama ukuranya 5 x 11 x 23 cm.

c.

PELAKSANAAN 1) 2) Pasangan batu bata/batu merah, dengan menggunakan aduk campuran 1 PC : 4 pasir pasang. Untuk semua dinding luar, semua dinding lantai dasar mulai dari permukaan sloof sampai ketinggian 30 cm diatas permukaan lantai dasar, dinding didaerah basah setinggi 160 cm dari permukaan lantai, serta semua dinding yang pada gambar menggunakan simbol aduk trasraam/kedap air digunakan aduk rapat air dengan campuran 1pc : 2 pasir pasang. Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh. Setelah bata terpasang dengan aduk, nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air. Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar telah dikerok serta dibersihkan. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri maksimum 24 lapis setiap harinya, diikuti dengan cor kolom praktis. Bidang dinding 1/2 batu yang luasnya lebih besar dari 12 m2 ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) dengan ukuran 12 x 12 cm, dengan tulangan pokok 4 diameter 10 mm, beugel diameter 6 mm jarak 20 cm. Pembuatan lubang pada pasangan untuk perancah/steiger sama sekali tidak diperkenankan. Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 6 mm jarak 75 cm, yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam dalam pasangan bata sekurangkurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5 %. Bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan. Pasangan batu bata untuk dinding 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm dan untuk dinding 1 batu finish adalah 25 cm. Pelaksanaan pasangan harus cermat, rapi dan benar-benar tegak lurus.

3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)

10) 11)

d.

KRITERIA KINERJA PRODUK : Volume luasan dan kwalitas finishing (kerapihan)

9.4.4. PEKERJAAN PASANGAN LANTAI KERAMIK a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M2) 1) Lingkup Pekerjaan - Plesteran kasar untuk dasar pasangan keramik di dinding dan lantai. - Pasangan keramik untuk dinding luar - Campuran latex + semen + bahan pewarna untuk joint filler. - Pasangan keramik kaolin untuk tangga, lengkap dengan stair corner. Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Pasangan bata - Pekerjaan Waterproofing - Pekerjaan kusen pintu - Pekerjaan urugan sirtu peninggian peil Standard PUBI : Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia - 1982 (NI-3). ANSI : American National Standard Institute. TCA : Tile Council of America, USA (1) TCA 137.1 - Recommended Standard Spesification for Ceramic Tile. Persetujuan - Contoh bahan

2)

3)

4)

Guna persetujuan Direksi/Perencana, Kontraktor harus menyerahkan contoh-contoh semua bahan yang akan dipakai; keramik, bahan-bahan additive untuk adukan, dan bahan untuk tile grouts. Mock-up/contoh pemasangan Sebelum mulai pemasangan, kontraktor harus membuat contoh pemasangan yang memperlihatkan dengan jelas pola pemasangan, warna dan groutingnya. Mock-up yang telah disetujui akan dijadikan standard minimal untuk pemasangan keramik. Brosur Untuk keperluan Direksi/Perencana, Kontraktor harus menyediakan brosur bahan guna pemilihan jenis bahan yang akan dipakai.

5)

Kondisi lingkungan Suhu dan ventilasi ruang dimana keramik akan dipasang harus dijaga agar sesuai dengan rekomendasi pabrik, sehingga tidak mempengaruhi rekatan keramik.

b.

BAHAN / PRODUK 1) 2) Merk setara Roman KW 1. Keramik yang digunakan : Produk Roman, ukuran : - 40 x 40 cm, untuk lantai - 30 x 30 cm, untuk lantai shelter; - 20 x 20 cm untuk teras ; - 20 x 25 cm, untuk dinding toilet. Mortar Additive/Admixture : Laticrete 3701, produk Laticrete International, USA atau AM 30/Mortar flex. Pewarna tile grout : Laticrete Grout Admix AM 50 / Coloured Tile Grout, Sanded and Unsanded grout, Classic & Designer, sesuai dengan kebutuhan pemasangan.

3) 4) c.

PEMASANGAN 1) Umum - Sebelum pekerjaan dimulai, lebih dahulu harus dipelajari dengan seksama lokasi pemasangan kramik, kualitas, bentuk dan ukuran keramiknya dan kondisi pekerjaan setelah studi diatas dilaksanakan, tentukan metoda persiapan permukaan, pemasangan keramik, joints dan curing, untuk diusulkan kepada Direksi Lapangan. - Pemborong harus menyiapkan tiling menual, yang berisi uraian tentang bahan, cara instalasi, sistim pengawasan, perbaikan/koreksi, perlindungan, testing dan lain-lain untuk diperiksa dan disetujui Direksi Lapangan. - Sebelum instalasi dimulai, siapkan lay out naad-naad, hubungan dengan finishing lain dan dimensidimensi joint, guna persetujuan Direksi/Perencana. - Pemilihan Tile. Tile yang masuk ke tapak harus diselekssi, agar berkesesuaian dengan ukuran, bentuk dan warna yang telah ditentukan. - Potongan Tile Ujung potongan tile harus dipoles dengan gurinda atau batu. Level - Kecuali ditentukan lain pada spesifikasi ini atau pada gambar, level yang tercantum pada gambar adalah level finish lantai karenanya screeding dasar harus diatur hingga memungkinkan pada files dengan ketebalan yang berbeda permukaan finishnya terpasang rata. - Lantai harus benar-benar terpasang rata; baik yang ditentukan datar maupun yang ditentukan mempunyaai kemiringan. - Lantai yang ditentukan mempunyai kemiringan, kemiringan tidak boleh kurang dari 25 mm pada jarak 10 m untuk area toilet. Sedangkan untuk area lain, tidak boleh kurang dari 12 mm pada jarak 10 m. Kemiringan harus lurus hingga air bisa mengalir semua tanpa meninggalkan genangan. Jika ketebalan screed tidak memungkinkaan untuk mendapatkan kemiringan yang ditentukan, kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan jalan keluarnya. 3) Persiapan Permukaan - Kontraktor harus menyiapkan permukaan sehingga memenuhi syarat yang diperlukan, sebelum memasang keramik. - Secara tertulis, kontraktor harus memberikan laporan kepada Direksi Lapangan tiap kondisi yang menurut pendapatnya akan berpengaruh buruk pada pelaksanaan pekerjaan. - Permukaan beton yang akan diplester untuk penempelan keramik, harus dikasarkan dan dibersihkan dari debu dan bahan-bahan lepas lainnya. Sebelum dilaksanakan plesteran, permukaan ini harus dibebaskan.

2)

Penyimpangan kerataan permukaan beton tidak boleh lebih dari 5 mm untuk jarak 2 mm, pada semua arah. Tonjolan harus dibuang (chip off) tekukan kedalaman diisi dengan mortar (1 : 2), sehingga plesteran dasar (setting bed) mempunyai ketebalan yang sama.

4)

Pemasangan keramik dinding di bagian dalam (internal) - Sebelum pemasangan dimulai, plesteran dasar dan keramik harus dibasahi. Pakai benang untuk menentukan lay out ubin, yang telah ditentukan dan pasang sebaris keramik guna jadi patokan untuk pemasangan selanjutnya. - Kecuali ditentukan lain, pemasangan keramik harus dimulai dari bawah dan dilanjutkan ke bagian atas. - Pada pemasangan tile, tempelkan dibagian belakang tile adukan dan ratakan, kemudian keramik yang telah diberi adukan ini ditekankan ke plesteran dasar. Kemudian permukaan keramik dipukul perlahanlahan hingga mortar perekat menutupi penuh bagian belakang keramik dan sebagian adukan tertekan keluar dari tepi keramik. - Tiap hari pemasangan, tidak diperkenankan memasang tile dengan ketinggian lebih dari ketentuan berikut : 1,2 m - 1,5 m, untuk tile tinggi 60 mm, 0,7 m - 0,9 m, untuk tile tinggi 90 - 120 mm, max 1,8 m, untuk semi porcelain tile. - Jika tile sudah terpasang, mortar yang berada di naad (joint) harus dibuang / dikeluarkan dengan sikat atau cara lain yang tidak merusakkan permukaan tile. Mortar yang mengotori permukaan tile harus dibuang dengan kain lap basah. - Pemasangan tile grant (pengisian naad) harus sesuai dengan ketentuan pabrik. Pemasangan Keramik Lantai - Tile dipasang pada permukaan yang telah di screed. Komposisi adukan untuk screeding : area kering : 1 pc : 3 ps. -area basah : 1 pc : 2 ps. - Pada pemasangan diarea yang luas, harus dilaksanakan secara kontinu. Dan harus disediakan Kepalaan (guide line course) pada interval 2,0 m - 2,5 m. Pemasangan tile lainnya berpedoman pada quide line ini. - Kikis semua mortar yang menempel pada naad dan bersihkan ketika prosess pemasangan tile berlangsung. Pasangan tile tidak boleh diinjak dalam waktu 24 jam setelah pemasangan. - Naad-naad pada pemasangan tile harus diisi dengan bahan tile grout berwarna dan kondisi pemasangan harus sesuai dengan rekomendasi pabrik. Pemeriksaan (Inspection) - Rekatan (bond). Ketika pelaksanaan pemasangan tile, ambil beberapa tile yang telah terpasang, secara rondom, untuk memastikan bahwa adukan perekat telah merekat dengan baik pada bagian belakang tile dan telah terpasang dengan baik. - Tension Test. Tension test harus dilakukan pada pasangan di dinding; terutama di exterior. Test harus dilaksanakan pada area pekerjaan tiap tukang. Test dilaksanakan tiap hari kerja dan sampel diambil secara rondom jika umur pemasangan sample tidak lebih dari 5 hari, kekuatan rekatan harus minimal 3 kg/cm2.

5)

6)

d.

PERLINDUNGAN DAN PEMBERSIHAN 1) Perlindungan - Kontraktor harus melindungi keramik yang telah terpasang maupun adukan perata dan harus mengganti, atas biaya sendiri setiap kerusakan yang terjadi. Penyerahan pekerjaan dilakukan dalam keadaan bersih. - Setelah pemasangan, kontraktor harus melindungi tile lantai yang telah terpasang. jika mungkin dengan mengunci area tersebut. Batas lalu lintas diatasnya; hanya untuk yang penting saja. Pembersihan Secara prinsip, permukaan tile dibersihkan dengan air, menggunakan sikat, kain lap, dan sebagainya. Tetapi jika area-area yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan air, pembersihan memakai campuran air dengan hidrochloric acid, perbandingan 30 : 1. Sebelum pembersihan dengan asam ini, lindungi semua bagian yang memungkinkan akan berkarat atau rusak oleh asam. Setelah dibersihkan dengan asam ini, bersihkan area ini dengan air biasa, hingga tidak ada campuran asam yang tersisa.

2)

e.

KRITERIA KINERJA PRODUK : Berdasarkan luasan volume dan faktor kerapihan.

9.4.5. PEKERJAAN KUSEN ALUMUNIUM a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M) 1) Lingkup Pekerjaan - Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. - Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu, kusen Jendela, kusen bovenlicht seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing dari Kontraktor. Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Sealant - Pekerjaan Pintu dan Jendela Rangka Aluminium. - Pekerjaan dinding batu bata. Standard ASTM : - C 509 - Cellular Elastomeric Preformed Gasked and Selain Material. - C 2000 - Clasification System for Rubber Products in Automatic Applications. - (3) C 2287 - Nonrigid Vinyl Chloride Polymer and Copolymer Molding and Extinasion Compounds.

2)

3)

b.

BAHAN/PRODUK 1) Kosen Aluminium yang digunakan : Bahan : Dari bahan Aluminium framing system setara YKK. Bentuk profil : Sesuai shop drawing yang disetujui Perencana/Konsultan Pengawas. Warna Profil : Ditentukan kemudian (contoh warna diajukan Kontraktor). Lebar Profil : Tebal 4 (pemakaian lebar bahan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. Pewarnaan : Anodized warna Clear. Nilai Deformasi : Diijinkan maksimal 2 mm. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Konstruksi kusen aluminium yang dikerjakan seperti yang ditunjukkan dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukurannya. Kusen-kusen Aluminium khususnya Pintu harus mampu untuk menahan engsel-engsel Pintu Panel yang cukup berat karena terbuat dari kayu utuh. Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai hasil test, minimum 100 kg/m2. Ketahanan terhadap udara tidak kurang dari 15 m3/hr dan terhadap tekanan air 15 kg/m2 yang harus disertai hasil test. Bahan yang akan diproses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk toleransi ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan. Untuk keseragaman warna disyaratkan, sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit, jendela, pintu partisi dan lain-lain, profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama. Pekerjaan memotong, punch dan drill, dengan mesin harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela, dinding dan pintu mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut : - Untuk tinggi dan lebar 1 mm. - Untuk diagonal 2 mm. Accesssories Sekrup dari stainless steel galvanized kepala tertanam, weather strip dari vinyl, pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan aluminium harus ditutup caulking dan sealant. Angkur-angkur untuk rangka/kusen aluminium terbuat dari steel plate tebal 2-3 mm, dengan lapisan zink tidak kurang dari (13) mikron sehingga dapat bergeser. Bahan finishing Treatment untuk permukaan kosen jendela dan pintu yang bersentuhan dengan bahan alkaline seperti beton, aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari laquer yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insulating varnish seperti asphaltic varnish atau bahan insulation lainnya.

2) 3) 4) 5) 6) 7)

8)

9)

c.

PELAKSANAAN 1) Sebelum memulai pelaksaan Kontraktor diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi dilapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil aluminium yang berhubungan dengan sistem konstruksi bahan lain. Prioritas proses fabrikasi, harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai, dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk Perencana/Konsultan Pengawas meliputi gambar denah, lokasi, merk, kualitas, bentuk, ukuran.

2)

3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)

10) 11) 12) 13) 14) 15) d.

Semua frame/kusen baik untuk dinding, jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. Pemotongan aluminium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu besi pada permukaannya. Didasarkan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaannya. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar sambungannya tidak tampak oleh mata. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup, rivet, stap dan harus cocok. Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk yang sesuai dengan gambar. Angkur-angkur untuk rangka/kosen aluminium terbuat dari steel plate setebal 2 - 3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel, sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1.000 kg/cm2. Celah antara kaca dan sistem kusen aluminium harus ditutup oleh sealant. Disyaratkan bahwa kusen aluminium dilengkapi oleh kemungkinan-kemungkinan sebagai berikut : - Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati. - Dapat cocok dengan jendela geser, jendela putar, dan lain-lain. - Sistem kosen dapat menampung pintu kaca frameless. - Untuk sistem partisi, harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimatikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit. - Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas. Untuk fitting hard ware dan reinforcing materials yang mana kusen aluminium akan kontak dengan besi, tembaga atau lainnya maka permukaan metal yang bersangkutan harus diberi lapisan chormium untuk menghindari kontak korosi. Toleransi pemasangan kosen aluminium disatu sisi dinding adalah 10 - 25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout. Khusus untuk pekerjaan jendela geser aluminium agar diperhatikan sebelum rangka kosen terpasang. Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada ambang bawah dan atas harus waterpass. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruang yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari synthetic resin. Penggunaan ini pada swing door dan double door. Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi sealant supaya kedap air dan kedap suara. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan

KRITERIA KINERJA PRODUK : Kwantitas dan kwalitas serta fungsi yang maksimal.

9.4.6. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA RANGKA ALUMUNIUM a. UMUM 1) Lingkup Pekerjaan - Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. - Pekerjaan ini meliputi pembuatan daun pintu dan jendela panil kaca seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Kaca dan Cermin - Pekerjaan Alat Penggantung dan Pengunci - Pekerjaan Sealant. Standard - ANSI 4) ASTM SII

2)

3)

: American National Standard Institute, USA. A 134.1 - Specification for Aluminium Window : E 330 : Standard Industri Indonesia

Penyimpanan Penimbunan bahan-bahan pintu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. Persetujuan Shop drawing : Harus memperhatikan dengan jelas dimensi, sistim konstruksi, hubungan-hubungan antar komponen, cara peng-angkuran dan lokasinya, penempatan hardware, dan detail-detail pemasangan.

5)

Harus memperhatikan kesesuaiannya dengan gambar rencana dan spesifikasi. Shop drawing harus dikoordinasikan dengan guna ketepatan perkuatan-perkuatan yang diperlukan serta lokasi dari hadware tersebut. Shop drawing harus memperlihatkan juga detail-detail pemasangan kaca, gasket, serta sealant. - Contoh bahan : Kontraktor harus menyerahkan 3 set contoh semua bahan yang memperlihatkan tekstur, finishing dan warna. Sampul profil-profl extruded panjangnya minimum 300 mm. Untuk aluminium sheet, ukuran 300 x 300 mm2, ketebalan sesuai dengan yang akan dipakai. Semua sampul harus diberi tanda yang memperlihatkan ketebalan, jenis alloy, warna dn pekerjaan dimana bahan tersebut akan dipakai. b) BAHAN/PRODUK 1) Bahan Rangka - Dari bahan aluminium framing system, dari produk, dalam negeri yang setara YKK, Alcan atau yang telah disetujui Perencana/Konsultan Pengawas. - Bentuk dan ukuran profil disesuaikan terhadap shop drawing yang telah disetujui Perencana/Konsultan Pengawas. - Pewarnaan colour anodized warna clear sesuaikan dengan ketentuan pabrik. - Nilai batas deformasi yang diijinkan 2 mm. - Bahan yang diproses di pabrik harus diseleksi terlebih dahulu dengan seksama sesuai dengan bentuk toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan, pewarnaan yang disyaratkan oleh Perencana/Konsultan Pengawas. - Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. - Daun pintu dengan konstruksi panel kaca rangka aluminium, seperti yang ditunjukkan dalam gambar, termasuk bentuk dan ukurannya. Penjepit Kaca Digunakan penjepit kaca dari bahan karet yang bermutu baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan dari pabrik, pemasangan disyaratkan hanya 1 (satu) sambungan serta harus kedap air. Bahan panil daun pintu, jendela, partisi. Semua bahan untuk pintu kaca interior Frame less menggunakan : * Tempered Glass tebal 12 mm* Semua bahan kaca yang digunakan harus bebas noda dan cacat, bebas sulfida maupun bercak-bercak lainnya, dari produk PT. Asahimas Jaya Safety Glass.

2)

3)

c.

PELAKSANAAN 1) 2) 3) 4) Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-lubang bukaan), termasuk mempelajari bentuk, pola, layout/penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka aluminium dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutamaa untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada cacat berkas penyetelan. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Daun pintu. - Jika diperlukan, harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Perencana / Konsultan Pengawas tanpa meninggalkan bekas cacat pada permukaan yang tampak. - Untuk daun pintu panel kaca setelah dipasang harus rata dan tidak bergelombang dan tidak melintir.

d.

KRITERIA KINERJA PRODUK : Kwantitas dan kwalitas serta fungsi yang maksimal.

9.4.7. SILICONE SEALANT a. UMUM 1) Lingkup Pekerjaan - Meliputi : Pengadaan bahan, tenaga kerja, peralatan dan lain sebagainya, untuk pekerjaan silicone sealant secara lengkap, terpasang sempurna sesuai RKS. - Pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan dengan silicone sealant antara lain : Setiap hubungan antara kaca dengan rangka aluminium. Setiap hubungan antara rangka aluminium dengan dinding beton. Setiap hubungan antara kaca dengan kaca. Setiap hubungan antara closet duduk dengan lantai keramik. Pekerjaan yang berhubungan :

2)

b.

Pekerjaan Kusen Aluminium Pekerjaan Kaca dan Cermin Pekerjaan Closet Duduk

PERSYARATAN BAHAN 1) Silicone sealant yang digunakan setara dengan merk setara General Electric ex USA, ex Switzerland atau Wacker Silicones Elastosil 300, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Pengeringan netral Modulus elastisitas tinggi : 100 % (gerakan) Kering sentuh : 15 menit Waktu pengerjaan : Kurang dari 10 menit Menyatu sepenuhnya : 24 jam Warna : Ditentukan kemudian Tidak terpengaruh terhadap : Sinar matahari, hujan, ozon dan perubahan temperatur yang tinggi (62 derajat Celcius s/d 205 derajat Celcius). Fire rating : Tidak kurang dari 2 jam Daya kedap suara : 30 db. (Khusus untuk perlakuan terhadap aluminium yang menggunakan finishing Flourocarbon, sealant harus dipilih dari silicone rubber yang compatible terhadap Flourocarbon). Bahan Pelindung Aluminium harus dilindungi dengan Blue Protection Masking Tape sekualitas GINZA. Silicone scolent yang digunakan untuk kaca laminated di Canopy Main Entrance dengan Elastosil S6.18, berupa Scolent yang mempunyai kekuatan/sebagai Struktur penguat kaca.

2) 3) c.

PERSYARATAN PELAKSANAAN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Pekerjaan silicone sealant ini harus dilaksanakan oleh Pemborong khusus yang ahli dalam bidang pekerjaan sealant, dibuktikan dengan melampirkan CV tenaga ahli yang bersangkutan. Untuk kaca, alumnium, concrete dan steel sebelum diberi perlakuan sealant harus dilakukan pembersihan, bebas dari debu, minyak dan lain sebagainya yang mengakibatkan berkurangnya daya rekat sealant. Pembersihan dilakukan dengan Toluol. Pemasangan Sealant harus dilakukan dengan menggunakan tekanan udara, karena dapat mengatur keluarnyaa sealant dengan baik. Sesuaikan takanan udara untuk memperoleh pengisian joint yang cukup. Jika joint sudah diisi, ratakan sealant dengan alat yang direkomendasi oleh pabrik pembuat sealant. Masking Tape harus segera diangkat sebelum sealant mengering (kira-kira 10 - 15 menit). Silicone sealant harus dibersihkan sebelum mengering, dengan menggunakan kain lap yang dibasahi dengan cairan pelarut. Jika ada yang tercecer dan sealant sudah mengeras dapat dirapihkan dengan pisa cutter yang tajam. Ukuran joint yang dipergunakan untuk sealant minimal harus 6 mm dengan perbandingan lebar dan dalam 2 : 1 (sebagai contoh untuk lebar 12 mm, dalam 6 mm).

9.4.8. PEKERJAAN ALAT PENGANTUNG DAN PENGUNCI a. UMUM 1) Lingkup Pekerjaan - Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, perlengkapan daun pintu/daun jendela dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan hingga tercapainya hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. - Pemasangan alat penggantung dan pengunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan pada daun pintu kayu, daun pintu aluminium dan daun jendela aluminium seperti yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Pintu dan Jendela Rangka Aluminium - Pekerjaan Pintu Kayu - Pekerjaan Kusen Persyaratan Bahan - Semua 'hardwere' yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam buku Spesifikasi Teknis. Bila terjadi perubahan atau penggantian 'hardwere' akibat material yang ditunjuk sudah tidak diproduksi lagi oleh Pabrik yang bersangkutan, maka dari pemilihan merek, Kontraktor wajib melaporkan hal tersebut kepada Perencana/Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan ulang. - Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari pelat aluminium berukuran 3 x 6 cm dengan tebal 1 mm. Tanda pengenal ini dihubungkan dengan cincin nikel kesetiap anak kunci.

2)

3)

Harus disediakan lemari penyimpanan anak kunci dengan 'Backed Enamel Finish' yang dilengkapi dengan kait-kaitan untuk anak kunci lengkap dengan nomor pengenalnya. Lemari berukuran lebar x tinggi adalah 40 x 50 cm, dengan tebal 15 cm berdaun pintu tunggal memakai engsel piano dan handel aluminium.

b.

BAHAN/PRODUK 1) Pekerjaan Kunci dan Pegangan Pintu. - Untuk pintu-pintu aluminium dan pintu-pintu besi yang dipakai adalah kunci "mortise cylinder dead lock" dua kali putar. - Untuk panel-panel listrik, pintu shaft dan lain-lain. - Untuk handle daun jendela kaca . - Produk yang digunakan : setara CISA - Kontraktor wajib mengajukan contoh (minimal 3 jenis produk) untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. - Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu. Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan Konsultan Pengawas. Pekerjaan Engsel. - Untuk pintu-pintu panil pada umumnya menggunakan engsel yang dipasang sekurang-kurangnya 2 buah untuk setiap daun dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. Jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu, tiap engsel memikul maksimal 20 kg. - Untuk pintu2 aluminium serta pintu panel menggunakan engsel lantai (floor hinge) double action, dipasang dengan baik pada lantai sehingga terjamin kekuatan dan kerapihannya, dipasang sesuai dengan gambar untuk itu. - Untuk jendela digunakan engsel posisi single action. - Untuk pintu-pintu aluminium menggunakan engsel posisi single action. - Untuk pintu-pintu besi dipakai engsel kupu dibuat khusus untuk keperluan masing-masing pintu. - Produk yang digunakan : setara CISA - Kontraktor wajib mengajukan contoh (minimal 3 jenis produk) untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. Pekerjaan Door Closer, Door Stopper dan Door Holder. - Untuk seluruh daun pintu panel-panel dan daun pintu formica, warna akan ditentukan oleh Perencana. Door Closer harus terpasang dengan baik dan merekat dengan kuat pada batang kosen dan daun pintu, dan disetel sedemikian rupa sehingga pintu selalu menutup rapat kusen pintu. - Untuk seluruh pintu kecuali yang berengsel lantai diberi door stoper . Door stopper dipasang dengan baik pada lantai dengan sekrup pintu kecuali pintu-pintu toilet, pintu masuk utama dan pintu-pintu besi. Door holder dengan injakan karet dan spring pen release atau yang setara. - Produk yang digunakan : setara CISA - Kontraktor wajib mengajukan contoh (minimal 3 jenis produk) untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas.

2)

3)

c.

PELAKSANAAN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu. Engsel bawah dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu. Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut. Untuk pintu toilet, engsel atas dan bawah dipasang +/- 28 cm dari permukaan pintu, engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut. Penarikan pintu (door full) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai. Pemasangan lockcase, handle dan backplate serta door closer harus rapi, lurus dan sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan oleh Konsultan Pengawas. Apabila hal tersebut tidak tercapai, Kontraktor wajib memperbaiki tanpa tambahan biaya. Door stopper dipasang pada lantai, letaknya diatur agar daun pintu dan kunci tidak membentur tembok pada saat pintu terbuka. Door holder didasar daun pintu dipasang 6 cm dari tepi daun pintu. Pemasangan harus baik sehingga pada saat ditekan ke bawah, karet holder akan menekan lantai pada posisi yang dikehendaki. Door holder dipasang hanya pada pintu yang tidak menggunakan door closer. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus dilakukan pengujian secara kasar dan halus. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya. Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail

10)

khusus yang belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen Kontrak, sesuai dengan Standar Spesifikasi pabrik. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan Pengawas/Perencana.

9.4.9. PEKERJAAN KACA DAN CERMIN a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M2) 1) Lingkup Pekerjaan - Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu, baik dan sempurna. - Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar. Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Kusen Aluminium - Pekerjaan Pintu dan Jendela Rangka Aluminium Standard : ANSI 4) ASTM SNI

2)

3)

: American National Standard Institute. 297.1-1975-Safety Materials Used in Building : American Society for Testing and Materials. E6 - P3 Proposed Specification for Sealed Insulating Glass Units. : Standart Nasional Indonesia

Persyaratan Bahan Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama, mempunyai sifat tembus cahaya, dapat diperoleh dari proses-proses tarik tembus cahaya, dapat diperoleh dari proses-proses tarik, gilas dan pengembangan (Float glass). Toleransi lebar dan panjang. Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik. - Kesikuan. Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi potongan yang rata dan lurus, toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1,5 mm per meter. Cacat-cacat. Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik. Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar kearah luar/masuk). Harus bebas dari benang (string) dan gelombang (wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan, gelombang adalah permukaan kaca yang berobah dan mengganggu pandangan. Harus bebas dari bintik-bintik (spots), awan (cloud) dan goresan (scratch). Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. Untuk ketebalan kaca 5 mm kira-kira 0,3 mm.

b.

BAHAN/PRODUK Bahan kaca dan cermin, harus sesuai SII 0189/78 dan PBVI 1982. 1) Kaca Reflective untuk semua jendela kaca kulit luar lantai 2, tebal 5 mm atau disesuaikan gambar. 2) Produk PT. Asahimas Flat Glass atau setara. 3) Kaca clear float glass, dari Produk yang sama yaitu PT. Asahimas Flat Glass, untuk semua pintu/jendela main entrance lantai dasar dan interior lantai 2, ketebalan kaca sesuai gambar. Kaca di pintu utama dan sekeliling pintu dengan kaca tempered t = 12 mm, warna bening. 4) 5) Bahan untuk cermin menggunakan : Danta Prima Mirror tebal 5 mm, disatu permukaannya dilapisi (Chemical Deposited Silver). Permukaan harus bebas noda dan cacat, bebas sulfida maupun bercak-bercak lainnya Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuan Perencana/Konsultan Pengawas. Sisi kaca yang tampak maupun yang tidak tampak akibat pemotongan, harus digurinda/dihaluskan, hingga membentuk tembereng.

c.

PELAKSANAAN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar, uraian dan syarat pekerjaan dalam buku ini. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. Semua bahan yang telah terpasang harus disetujui oleh Perencana/Konsultan Pengawas. Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan, dan diberi tanda untuk mudah diketahui, tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. Tanda-tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus, diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka, minimal 10 cm masuk kedalam alur kaca pada kosen. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa malalui kosen, harus diisi dengan lem silikon produk setara GE. Warna transparant cara pemasangan dan persiapan-persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan pabrik. Cermin dan kaca harus terpasang rapi, sisi tepi harus lurus dan rata, tidak diperkenankan retak dan pecah pada sealant/tepinya, bebas dari segala noda dan bekas goresan. Cermin yang terpasang sesuai dengan contoh yang telah diserahkan dan semua yang terpasang harus disetujui Perencana/Konsultan Pengawas. Pemotongan cermin harus rapi dan lurus, diharuskan menggunakan alat potong kaca khusus. Pemasangan Cermin : Cermin ditempel dengan dasar kayu lapis jenis MR yang disekrupkan pada klos-klos di dinding, kemudian dilapis dengan plastik busa tebal 1 cm. Pemasangan cermin menggunakan penjepit aluminium siku atau sekrup-sekrup kaca yang mempunyai dop penutup stainless steel. Setelah terpasang cermin harus dibersihkan dengan cairan pembersih.

d.

KRITERIA KINERJA PRODUK : Berdasarkan Volume luasan dan faktor kerapihan pemasangan

9.4.10. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT CALSIBOARD a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M2) 1) 2) Lingkup Pekerjaan Meliputi penyediaan bahan langit-langit calsi board tanpa naad dan konstruksi penggantungnya, penyiapan tempat serta pemasangan pada tempat-tempat yang tercantum pada gambar. Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Plesteran dan Screeding - Pekerjaan Pengecatan - Pekerjaan Logam Non Struktur - Pekerjaan Mekanikal - Pekerjaan Elektrikal Standard - ANSI : American National Standard Institute, USA A 42.4 : Interior Lathing and Furning

3)

b.

BAHAN/PRODUK 1) 2) 3) Calsiboard, merk setara Produksi Jayaboard tebal 9 mm dan polos, ukuran 120 x 240. Rangka hollow 20,40 dan 40,40 Persetujuan - Contoh bahan Guna persetujuan Direksi/Perencana, Kontraktor harus menyerahkan contoh-contoh semua bahan yang akan dipakai. - Mock-up/contoh pemasangan Sebelum mulai pemasangan, kontraktor harus membuat contoh pemasangan yang memperlihatkan dengan jelas pola pemasangan. Mock-up yang telah disetujui akan dijadikan standard minimal untuk pemasangan plafond. - Brosur Untuk keperluan Direksi/Perencana, Kontraktor harus menyediakan brosur bahan guna pemilihan jenis bahan yang akan dipakai.

c.

PELAKSANAAN Rangka Langit-langit 1) Seluruh sisi bagian bawah rangka langit-langit harus diratakan, pola pemasangan rangka/penggantung harus disesuaikan dengan detail gambar serta hasil pemasangan harus rata/tidak melendut.

2) 3) 4) d.

Semua ukuran dalam gambar adalah ukuran jadi (finish). Pada Pekerjaan langit-langit ini perlu diperhatikan pekerjaan elektrikal dan perlengkapan instalasi lain yang terletak di atas langit-langit. Untuk detail pemasangan harus konsultansi dengan Perencana/Konsultan Pengawas. Bidang pemasangan langit-langit harus rata/waterpass, atau sesuai dengan detail gambar. Hubungan antara calsiboard tidak diperlihatkan dan tidak akan terjadi retakan-retakan antar sambungan.

KRITERIA KINERJA PRODUK : Volume luasan dan kwalitas finishing yang baik

9.4.11. PEKERJAAN ALUMUNIUM COMPSOSITE PANEL a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M2) 1) Lingkup Pekerjaan - Pengadaan, pengangkutan dan fabrikasi sistim penutup dinding luar dari aluminium Composite panel, lengkap dengan sistim rangkanya, pengangkuran ke struktur bangunan, perakitan, pemasangan sealant dan segala kelengkapannya. - Pemotongan, penekukan dan pemberian rangka perkuatan, hingga menjadi panel-panel siap dipasang dilaksanakan di pabrik. Pekerjaan yang berhubungan : - Pekerjaan Jendela Alumunium - Pekerjaan Struktur - Pekerjaan Pasangan dinding Design Criteria - Design system harus memungkinkan gerakan thermal dan struktur dari komponen tanpa menimbulkan tekanan, kerusakan pada joint sealt, tidak menimbulkan stress pada fastener, ketika terkena tekanan angin dan perubahan suhu udara. - Struktural Tests : Design harus teruji terhadap structural tests untuk beban angin dengan chamber method, ASTM E72. Beban angin (positif dan negatif) : 120 kg/m2 Batas defleksi : L/180, beban positif atau negatif. - Kekuatan rekatan : Tidak boleh terjadi kerusakan pada rekatan sand-wich panel maupun pada bahan lapisan finishingnya hingga suhu 57 C dan kelembaban 100 %, setelah 1000 jam. - Infiltrasi Udara Kebocoran udara tidak boleh lebih dari 0,018 M3/M2 dinding ketika test dengan ASTM E283 73 pada perbedaan tekanan statis udara 36 kg/M2. Standards ASTM : 1D 659-74 -Evaluating degree of chalking of Exterior paints. D 968-51 -Test for abrasion resistance of coating of paint, varnish, Lacquer, and related products by the falling sand method. D 2247-68 -Testing coated metal specimens at 100% relative humidity. D 72-77 -Conducting strength tests of panels for building instruction. D 283-73 -Test for rate of Air Leakage through exterior windows, curtain wall and dors. Persetujuan-persetujuan - Shop Drawing : Harus memperlihatkan lokasi, dimensi, profil panel, panel lay out, ukuran panel, flashing and trims, joints, angkur-angkur dan sistim pengangkuran metoda instalasi dan detail-detail khusus. Harus memperlihatkan detail fabrikasi dan instalasi, sealant, fastening, accessories, type dan berat material, finishing, dan sebagainya untuk memperlihatkan kesesuaian dengan gambar dan spec teknis. Harus memperlihatkan detail-detail hubungan dengan kaca, dinding dalam, langit-langit dn lain-lain. Harus dilaksanakan oleh aplikator production, dan mendapat persetujuan dari direksi lapangan, dengan memperlihatkan sertifikat keahlian yang sesuai dan mempunyai surat tugas dari distributor/production. - Contoh : Sampel yang harus disediakan minimal 1 buah type panel standard yang telah ditekuk sesuai dengan design, lengkap dengan perkuatan-perkuatannya, bracket dan komponen-komponen rangka untuk rekatan ke struktur bangunan.

2)

3)

4)

5)

b.

BAHAN / PRODUK 1) Manufacturer : - Alucobond ex. Germany - Alcopanel ex. Korea - Alcolux ex. Korea - Seven ex Korea - Atau product yang setara dengan tersebut diatas. Aluminum Composite Panels : - System : Panel terdiri dari 2 lapis aluminium tebal 0,5 mm, diantara ke 2 lapis tersebut (core) terdiri dari phenolic resin, yang direkatkan pada kedua lapis aluminium dalam, keadaan panas dan tekanan tinggi dengan thermo setting adhesive. - Ukuran panel, disesuaikan dengan ukuran rencana dan disesuaikan dengan panjang standard panel. - Ketebalan panel : 5 mm. - Komposisi terdiri dari : Bagian luar : - PVDF Vernish Paint - PVDF Finish - PVDF Primer - High Strength Aluminum Sheet Bagian dalam : - Non-toxic Polyethylene core. - High Strength Aluminum Sheet - Chemo synthesis Oxidative Coating - Anticorrosive Primer Rangka dan accessories lainnya : - Perakitan dan instalasi fastener, bracket, clips, angkur, flashing, clasures, joint sealer, dan komponen lainnya yang diperlukan, harus weather proof secara permanen dan lengkap. Komponen-komponen besi bracket dan rangka, harus digalvanis : Fastener dan pop rivets : stainless steel. Sealant : Silicon, sesuai dengan standard pabrik dan kompatible dengan panel. Gasket : Neoprene gasket. - Panel end joint : Form trimless joint, ditekuk 25 cm semua panel end joint harus diisi dengan open cell back up dan sealant, warna gelap / hitam atau abu-abu tua. - Panel sill dan parapet : Form trimless joint, ditekuk 25 mm. - Panel corner : Semua corner atau perubahan dalam posisi dinding harus dibentuk di pabrik/bengkel, trimless design.

2)

3)

c. PELAKSANAAN : Pelaksanaan pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh APLIKATOR ACP. d. KRITERIA KINERJA PRODUK : Kwantitas dan kwalitas pekerjaan pada saat terpasang 9.4.12. PEKERJAAN PINTU BESI a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (UNIT) 1) Lingkup Pekerjaan - Pintu besi stainless steel dengan permukaan tanpa las. - Pelapisan bahan anti karat pada daun pintu dan kusen. - Kelengkapan penggantung dan kunci. Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Pasangan Bata. - Pekerjaan paving block - Pekerjaan Railling - Pekerjaan Plester dan Screeding. Standard. SDI UL

2)

3)

: Steel Door Institute, USA SDI - 100 - Recommended Specification Standard Steel Door and Frames. : Under Writers, Laboratorium Inc. USA. Untuk Pintu Tahan Api.

4)

ASTM, USA.

: A 366 - Steel Carbon, Cold Rooled Sheet.

Persetujuan. - Shop Drawing. Shop drawing harus memperlihatkan General Construction, Configurations, Jointing Methods dan perkuatan-perkuatan. Product Data. Serahkan 2 copy spesifikasi pabrik untuk fabrication.

b.

BAHAN/PRODUK 1) 2) Bahan yang dipakai adalah SII Konstruksi Pintu. - Pelat daun pintu menggunakan stainless steel dengan ketebalan 1,5 mm harus diperkuat/dengan diperkaku profil stainless. - Tepi atas dan bawah harus ditutup dengan besi pipa stainless. - Daun pintu harus benar benar kuat .

c.

PELAKSANAAN 1) 2) 3) Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada gambar kerja dan sesuai dengan petunjuk direksi/pengawas lapangan. Daun pintu harus terpasang rata dan menyiku (plumb and square), dengan distorsi diagonal maksimal 2 mm. Tiang penyanggah harus terpasang rata dan menyiku (plumb and square), dengan distorsi diagonal maksimal 2 mm.Pastikan tiang besi telah diangkurkan dengan aman dan rigid pada tempat tumpuannya. KINERJA PRODUK :Terpasang ditutup. dan berfungsi dengan baik saat dibuka maupun

c.

KRITERIA

9.4.13. PEKERJAAN PENGECATAN a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M2) 1) Lingkup Pekerjaan - Persiapan permukaan yang akan diberi cat. - Pengecatan permukaan dengan bahan-bahan yang telah ditentukan. Cat emulsi, epoxy, enamel, dan cat manie, Polyurethane. - Pengecatan semua permukaan dan area yang ada pada gambar dan yang disebutkan secara khusus, dengan warna dan bahan yang sesuai dengan petunjuk Perencana. Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Langit-langit - Pekerjaan Langit-langit beton expose - Pekerjaan Pasangan Bata - Pekerjaan Kayu - Pekerjaan Pintu dan Jendela Standard - PUBI PUBI NI ASTM BS No AS K-41

2)

3)

: : : : .

54, 1982 58, 1982 4 D - 361. 3900, 1970

4)

Persetujuan - Standard Pengerjaan (Mock-up) Sebelum pengecatan yang dimulai, Pemborong harus melakukan pengecatan pada satu bidang untuk tiap warna dan jenis cat yang diperlukan. Bidang-bidang tersebut akan dijadikan contoh pilihan warna, texture, material dan cara pengerjaan. Bidang-bidang yang akan dipakai sebagai mock-up ini akan ditentukan oleh Direksi Lapangan. Jika masing-masing bidang tersebut telah disetujui oleh Direksi Lapangan dan Perencana, bidangbidang ini akan dipakai sebagai standard minimal keseluruhan pekerjaan pengecatan. - Contoh dan Bahan untuk Perawatan

Pemborong harus menyiapkan contoh pengecatan tiap warna dan jenis pada bidang-bidang transparan ukuran 30 x 30 cm2. Dan pada bidang-bidang tersebut harus dicantumkan dengan jelas warna, formula cat, jumlah lapisan dan jenis lapisan (dari cat dasar s/d lapisan akhir). Semua bidang contoh tersebut harus diperlihatkan kepada Pengawas Lapangan dan Perencana. Jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh Perencana dan Direksi Lapangan, barulah pemborong melanjutkan dengan pembuatan mock-up seperti tersebut diatas. Pemborong harus menyerahkan kepada Pengawas Lapangan untuk kemudian akan diteruskan kepada pemberi tugas minimal 5 galon tiap warna dan jenis cat yang dipakai. Kaleng-kaleng cat tersebut harus tertutup rapat dan mencantumkan dengan jelas indentitas cat yang ada didalamnya. Cat ini akan dipakai sebagai cadangan untuk perawatan, oleh pemberi tugas.

b.

BAHAN/PRODUK VINILEX (setara) : 1) Untuk dinding-dinding luar bangunan digunakan cat luar Weathershield product, warna (ditentukan kemudian). 2) Plamur yang digunakan adalah plamur tembok kwalitas baik.. 3) Untuk dinding dan Plafond / langit-langit didalam Ruangan digunakan product VINILEX Super.

c.

PELAKSANAAN 1) Pekerjaan Dinding Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh plesteran bangunan dan/atau bagianbagian lain yaang ditentukan gambar. Sebelum dinding diplamur, plesteran sudah harus betul-betul kering tidak ada retak-retak dan Pemborong meminta persetujuan kepada Konsultan Pengawas. Pekerjaan plamur dilaksanakan dengan pisal plamur dari plat baja tipis dan lapisan plamur dibuat setipis mungkin sampai membentuk bidang yang rata. Sesudah 7 hari plamur terpasang dan percobaan warna besi No. 00, kemudian dibersihkan dengan bulu ayam sampai bersih betul. Selanjutnya dinding cat dengan menggunakan Roller. Untuk mendapatkan tekstur pada pengecatan dinding yang ditentukan dengan finish texture spray paint, digunakan Texture Finish dengan Danapaint. Pasta texture dengan bahan dasar emulsi acrylic ini disemprotkan dengan alat penyemprot compressor. Untuk cat semprot emulsi bertexture, pada dinding luar digunakan plesteran 1 pc : 5 ps dengan pasir diayak halus, disemprotkan dengan mesin semprot pada bidang plesteran 1 pc : 5 ps yang rata. Setelah kering dan keras baru disemprot dengan alkali resistance sealer dan dicat emulssi. Lapisan pengecatan untuk dinding luar adalah 3 (tiga) lapis dengan kekentalan sama setiap lapisnya. Lapisan pengecatan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistance sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis emulsion dengan kekentalan cat sebagai berikut : Lapis I encer ( tambahan 20 % air ) Lapis II kental Lapis III encer. Untuk warna-warna yang jenis, Kontraktor diharuskan menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor percampuran (batch number) yang sama. Setelah pekerjaan cat selesai, bidang dinding merupakan bidang yang utuh, rata, licin, tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran. Pekerjaan Cat Langit-langit - Yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit calsiboard, pelat beton atau bagianbagian lain yang ditentukan gambar. - Cat yang digunakan merk Dulux ICI/Danapaint untuk bagian luar gedung dan merk Vinilex Super untuk bagian dalam gedung, warna ditentukan perencana setelah melakukan percobaan pengecatan. - Plamur yang digunakan adalah plamur kayu Vinilex. - Selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding dalam pasal 13 kecuali tidak digunakannya lapis alkali resistance sealer pada pengecatan langi-langit ini. - Sambungan-sambungan multiplex harus diberi flexible sealant agar tidak terlihat sebagai retakan sesudah dicat. Pekerjaan Cat Kayu - Yang termasuk dalam pekerjaan cat kayu adalah kosen dan daun pintu panil, dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar. - Cat yang digunakan adalah merk Dulux ICI/Danapaint jenis Synthetic enamel, warna ditentukan perencana setelah melakukan percobaan pengecatan. - Bidang yang akan dicat diberi manie kayu merk Patna, warna merah 1 lapis, kemudian diplamur dengan plamur kayu sampai lubang-lubang//pori-pori terisi sempurna. - Setelah 7 (tujuh) hari, bidang plamur diamplass besi halus dan dibersihkan dari debu kemudian dicat sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali dengan menggunakan kwas. - Setelah pengecatan selesai, bidang cat yang terbentuk, utuh, tata, tidak ada bintik-bintik atau gelembung udara dan bidang cat dijaga terhadap pengotoran.

2)

3)

4)

Pekerjaan Cat besi - Yang termasuk pekerjaan ini adalah pengecatan seluruh bagian-bagian besi pagar beserta pintunya, pintu-pintu besi tulang-tulang dan pekerjaan besi lain ditentukan dalam gambar. - Cat yang dipakai adalah merk Dulux ICI/Danapaint jenis Syntetic enamel. - Pekerjaan cat dilakukan setelah bidang yang akan dicat, selesai diamplas halus dan bebas debu, oli dan lain-lain. - Sebagai lapisan dasar anti karat dipakai sebagai cat dasar 1 kali. Sambungan las dan ujung yang tajam diberi touch up dengan dua lapis U-pox Red lead primer 520-1130 setelah itu lapisan tebal 40 micron diulaskan. - Setelah kering sesudah 24 jam, dan diamplass kembali maka disemprot 1 lapis. Setelah 48 jam mengering baru lapisan akhir U-pox enamel 103 disemprot 2 lapis. - Pengecatan dilakukan dengan menggunakan semprot dengan compressor 2 lapis. - Setelah pengecatan selesai, bidang cat harus licin, utuh, mengkilap, tidak ada gelembung-gelembung dan dijaga terhadap pengotoran-pengotoran. Pekerjaan Meni Kayu - Yang termasuk pekerjaan ini adalah pengecatan seluruh permukaan multiplex plywood yang akan dicat, rangka langit, rangka-rangka pintu dan atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar. - Meni yang digunakan adalah menie kayu merk Patna warna merah. - Semua kayu hanya boleh dimenie ditapak proyek dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas. - Sebelum pekerjaan menie dilakukan, bidang kayu kasar harus diamplas dengan amplas kayu kasar dan dilanjutkan dengan amplas kayu halus sampai permukaan bidang licin dan rata. - Pekerjaan menie dilakukan dengan menggunakan kwas, dilakukan lapis, sedemikan rupa sehingga bidang kayu tertutup sempurna dengan lapisan menie.

5)

d.

KRITERIA KINERJA PRODUK : Luasan dan kwalitas hasil pengecatan

9.4.14. PEKERJAAN LANDSCAPING a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (M2) 1) Lingkup Pekerjaan - Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. - Pekerjaan penghijauan/lansekap yang dilaksanakan meliputi semua pekerjaan tertera dalam gambar lansekap dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas atas saran Perencana, pekerjaan tersebut meliputi : Pekerjaan penanaman rumput dan pohon peneduh. Pekerjaan, Pasangan paving block Pekerjaan Kansteen. Pekerjaan Pilar air bersih dan stop kontak Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Tapak - Pekerjaan Elektrikal - Pekerjaan Plumbing Sarana Kerja - Kontraktor wajib memasukkan identifikasi tempat kerja bagi semua pekerjaan yang dilakukan diluar lapangan sebelum pemasangan, peralatan yang dimiliki serta jadwal kerja. - Semua sarana kerja yang digunakan harus benar-benar baik dan memenuhi persyaratan kerja sehingga memudahkan dan melancarkan kerja di lapangan. - Penyediaan tempat penyimpanan bahan/material di lapangan harus aman dari segala kerusakan, hilang dan hal-hal yang dapat mengganggu pekerjaan lain yang sedang berjalan. Perbedaan dan Perubahan Gambar - Bila terjadi perbedaan dan atau pertentangan dalam gambar-gambar yang ada, baik itu meliputi gambar struktur, gambar arsitektur, gambar lansekap, gambar mekanikal, gambar elektrikal, gambar sanitasi maupun perbedaan yang terjadi dengan keadaan di lapangan, Kontraktor diwajibkan melaporkannya secara tertulis kepada Konsultan Pengawas untuk kemudian Konsultan Pengawas memberikan keputusan tentang itu untuk bisa dilaksanakan setelah berunding terlebih dahulu dengan Perencana. - Untuk ukuran dalam gambar lansekap pada dasarnya adalah ukuran jadi sampai dalam keadaan finish/selesai. Semua ukuran harus benar-benar diperhatikan terutama untuk peil-peil, ketinggian, lebar, dan ketebalan, luas penampang dan lain-lain sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. Bila ada

2)

3)

4)

keraguan mengenai ukuran atau bila belum dicantumkan dalam gambar, Kontraktor wajib melaporkan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas dan Konsultan Pengawas memberikan keputusan ukuran mana yang akan dipakai dan dijadikan pegangan setelah berunding dengan Perencana. Untuk hal-hal pekerjaan yang belum tercakup secara lengkap dalam gambar, Kontraktor diwajibkan membuat shop drawing yaitu merupakan gambar detail pelaksanaan berdasarkann gambar perencanaan, gambar kerja yang telah disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Didalam shop drawing ini harus jelas dan mencantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produksi, cara pemasangan dan atau persyaratan khusus pabrik/produksi bahan yang dipakai. Shop drawing ini harus diajukan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya secara tertulis, setelah berundingg dengan pihak Perencana.

5)

Persyaratan Pekerjaan Lansekap Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk-petunjuk dan syarat-syarat pekerjaan lansekap, peraturan persyaratan pemakaian bahan bangunan yang berlaku, standard spesifikasi dari bahan yang dipergunakan dan sesuai petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Konsultan Pengawas dengan saran Perencana. Pekerjaan lansekap yang dilaksanakan harus mengikuti semua petunjuk gambar-gambar lansekap terlampir dan apa yang ditentukan kemudian oleh Konsultan Pengawas atas petunjuk Perencana. Diperhatikan sebelum melaksanakan setiap pekerjaan di lapangann untuk memperhatikan koordinasi kerja dengan pekerjaan lain yang menyangkut pekerjaan struktur, arsitektur, elektrikal, plumbing, sound system. Terutama dalam melakukan pekerjaan pembentukan tanah dan penyediaan tanah agar tidak terjadi kesalahan, pembongkaran, pengrusakan yang tidak diinginkan terhadap pekerjaan yang lain yang telah selesai dilaksanakan maupun yang sedang dilaksanakan.

b.

BAHAN / MATERIAL 1) Tanaman Jenis pohon yang ditanam meliputi : Jenis Pohon Peneduh : Bagian depan halaman : Palem Ekor Tupai Tinggi 300 cm dari permukaan tanah. Pohon depan ini berfungsi sebagai peneduh, pengarah akses dan tidak telalu rimbun daunnya sehingga tidak menutupi bangunan utamanya. - Jenis tanaman Rumput Gajah untuk area yang ditunjuk dalam gambar. Grill Besi : Besi cor/tuang dengan kadar karbon kurang dari 2 %o. Kansteen : Beton pracetak mutu K.225 produk dalam negeri ex. Conblock Indonesia atau setara. Stopper K. 300, Beton betulang K. 300. Paving block, K.300 tebal minimal 8 cm, bentuk segi delapan, warna ditentukan Perencana.

2) 3) 4) 5)

c. PELAKSANAAN 1) Penanaman Pohon - Setiap pohon yang akan ditanam sebelum dilakukan penanaman harus terlebih dahulu disetujui oleh Konsultan Pengawas/Perencana dan mengikuti petunjuk gambar. - Cara penanaman dan kualitas pohon yang ditanam harus sesuai dan mengikuti semua persyaratan pekerjaan penanaman. - Pohon yang ditanam merupakan pohon yang sudah hidup dan siap dipindah sebagai hasil putaran pohon. Tanaman dipersiapkan dan didekatkan ke daerah atau tempat penanaman. - Pembuatan lubang galian harus cukup luas disesuaikan dengan ball root, macam pohon bersangkutan. Luas galian adalah minimum 2 x lebar ball root dan untuk kedalaman diambil minimum 1 1/2 x tinggi ball root. Kemudian tanah dasar galian digemburkan (lihat gambar terlampir). Letak/posisi lubang galian sebelum penggalian tanah dipersiapkan dengan diberi tanda patok. Kayu pada as lubang-lubang yang akan dibuat sesuai petunjuk gambar, persyaratan tertulis dan atas persetujuan Konsultan Pengawas. - Galian diurug dengan tanah subur. Tanah itu harus benar-benar bersih dari bekas bahan bangunan, batubatuan, rumput dan tanaman lain, bebas dari gumpalan akar rumput/semak. Volume tanah yang diurug adalah sebanding dengan 1/2 volume lubang galian, tanah urug dibagi dalam 3 bagian, diletakan pada sisi tepi atas lubang galian. - Disediakan pupuk kandang sapi yang telah kering dan matang, hancur dan bebas dari gumpalan akar dan semak, sebanyak volume tanah urug tersebut dibagi dalam 3 bagian dan setiap bagian dicampurkan kepada gunduk-gundukan (timbunan) tanah urug yang tersedia ditepi atas lubang tersebut. - Bilamana tanah bekas galian setaraf dengan persyaratan untuk tanah urug, maka tanah tersebut dapat dipergunakan dengan membedakan nama tanah subsoil (1/2 tanah galian bagian bawah) dan tanah topsoil (1/2 tanah galian bagian atas). - Lubang galian dibiarkan terbuka selama 3 hari terkena sinar matahari penuh. Setelah dibiarkan terbuka selama 2 hari terkena sinar matahari, sebelum penanaman dimulai terlebih dahulu disiram air sampai seluruh permukaan lubah penuh. Air yang dipergunakan adalah air bersih yang tak mengandung bahan

organis atau mineral kimia yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Setelah itu lubang galian ditutup dengan 1/3 tanah urug yang telah dicampur pupuk. Campuran tanah urug tesebut harus gembur dan bebas dari segala gumpalan akar tumbuh-tumbuhan dan bekas-bekas bahan bangunan dan zat/bahan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk penanaman semak dapat dilakukan langsung setelah pembentukan tanah. Tanaman dimasukkan kedalam lubang tanpa mengubah/menggoyahkan posisi ball root dan diletakkan vertikal diatas tanah urug campur pupuk yang telah dimasukkan kedalam galian, kemudian pembungkus karung goni ball root dibuka, sisa tanah urug ditutupkan kedalam lubang galian. Bila pohon telah selesai ditanam segera penyiraman air dilaksanakan. Pohon yang telah tertanam diberi kayu penyangga untuk menahan goyangan dan disekeliling pohon diberi pagar kayu untuk mencegah terjadinya kerusakan yaitu setinggi 1,500 m dan dipasang keliling garis tepi bak pohon. Khusus untuk penanaman pohon di daerah parkir dan perkerasan pada tepi lingkaran lubang yang dibuat diatas pekerjaan pengerasan tersebut diperlukan pekerjaan pembentonan setebal 100 cm dan sedalam 50 cm untuk pemasangan grill dari permukaan tanah/atau dapat diganti dengan buis beton dengan ukuran yang sesuai. Dinding beton ini membatasi dan menjaga terjadinya pengrusakan konstruksi lantai pengerasan oleh akar-akar pohon. Semua pekerjaan pembetonan ini mengikuti semua petunjuk gambar lansekap dan gambar struktur terutama untuk ukuran, bentuk.

2)

Pekerjaan Grill Besi - Rangka dari grill besi/bingkai dari besi cor bentuk siku ukuran 35 x 70 mm (30 x 30 x 3 mm dan ditutup dengan besi plat strip ukuran 25 x 3 mm) dengan persyaratan bahan sesuai bahan untuk grill besi. - Untuk tumpuan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar (besi siku ukuran 30 x 30 x 3 mm). Besi plat dari mutu ST.37 serta memenuhi persyaratan dalam PVBI 1982 pasal 85 dan SII 0193 - 1978. - Finishing grill besi digunakan cat minyak yang bermutu baik produk ICI yang memenuhi persyaratan dalam NI-4. Pekerjaan Kansteen - Persyaratan Bahan Ukuran : 15 x 30 x 40 cm, beton pracetak mutu K.225 Warna : Ditentukan kemudian Kuat tekan : 300 Kg/cm2 Kuat lentur : 6000 Kg/cm2 (NEN 7000) Berat : 2200 Kg/m3 Bahan harus memenuhi ketentuan dari Australian Standard for Metric Concrete Building Block, AS1500-1974, dengan berat jenis 2200 kg/cm3. Semen Portland harus memenuhi persyaratan dalam NI-8. Pasir harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-3 pasal 14 ayat 2. Air yang digunakan harus memenuhi NI-3 pasal 110. - Syarat-syarat Pelaksanaan Alas pemasangan kansteen adalah adukan dengan campuran 1 pc : 3 pasir pasang, dengan ketebalan sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Pekerjaan pemasangan kansteen harus sesuai apa yang ditunjukkan oleh detail gambar. Pemasangan kansteen dapat dilakukan setelah mendapat ijin dari Konsultan Pengawas. Kansteen yang retak-retak, gompal pinggir dan sudut-sudutnya tidak diperkenankan dipasang. Permukaan pasangan kansteen harus rata, pertemuan antara satu dengan lainnya harus pas tanpa ada penggeseran. Bagian-bagian tertentu yang tidak menghendaki bahan utuh, harus dibuat sesuai ukuran yang diperlukan dengan mutu yang sama (K.225). Pola penyusunan kansteen sesuai yang ditunjukkan dalam gambar serta petunjuk Konsultan Pengawas. Jarak pemasangan kansteen (naad/siar-siar) dibuat sesuai yang ditunjukkan dalam gambar detail atau petunjuk Konsultan Pengawas. Naad/siar-siar diisi aduk dengan campuran 1 pc : 3 pasir pasang, dan dirapihkan, dihaluskan/diaci dibuat cekung. Kansteen yang rusak selama pelaksanaan dan masa pemeliharaan harus segera diganti dengan mutu yang sama tanpa adanya tambahan biaya.

3)

9.5.

PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL

9.5.1. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK a. UMUM 1) Ruang lingkup pekerjaan ini meliputi : Penyediaan tenaga ahli/pekerja, material, perlengkapan peralatan dan melaksanakan seluruh pekerjaan sistem listrik sehingga dapat beroperasi secara sempurna. Gambar-gambar dan spesifikasi adalah merupakan bagian yang saling melengkapi dan sesuatu yang tercantum di dalam gambar dan spesifikasi bersifat mengikat.

Seluruh pekerjaan instalasi listrik yang dilaksanakan harus dikerjakan oleh pemborong instalatur yang dapat dipercaya, mempunyai reputasi yang baik dan mempunyai pekerja-pekerja yang cakap dan berpengalaman dalam bidangnya, serta perusahaan tersebut terdaftar sebagai instalatir resmi PLN dengan memegang pas instalatir kelas tertinggi (C) yang masih berlaku untuk tahun terakhir yang berjalan. Seluruh pekerjaan instalasi harus dikerjakan menurut Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia/peraturan PLN" edisi yang terakhir sebagai petunjuk dan juga peraturan yang berlaku pada daerah setempat dan standard-standard/kode-kode lainnya yang diakui (VDE, DIN, IEC). Pemborong atas bebannya harus melengkapi dan memasang seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk melengkapi pekerjaan sehingga sistem dapat bekerja dengan baik. Gambar-gambar rencana menunjukan tata letak secara umum dari peralatan dan instalasi sistem. Lokasi yang ditunjukan adalah merupakan posisi-posisi perkiraan. Pemborong atas bebannya harus memodifikasi tata letak tersebut sebagaimana yang dibutuhkan untuk mendapatkan pemasangan-pemasangan yang sempurna/ baik dari peralatan-peralatan sistem. Setiap pekerjaan yang tidak disebutkan dalam Rencana Kerja dan Spesifikasi Teknik ini, tapi ditunjukan dalam gambar, atau sebaliknya, harus dipasang atas beban pemborong, seperti pekerjaan lain yang disebut oleh spesifikasi dan ditunjukan oleh gambar.

2)

Bidang Pekerjaan yang dikerjakan Pekerjaan yang harus diselesaikan meliputi : Penyambungan / Instalasi listrik dengan kebutuhan daya sebesar +/- 30 KVA Bila terjadi perbedaan antara Gambar, RKS serta BQ, maka yang mengikat adalah yang mempunyai bobot teknis yang tinggi (yang lebih lengkap). Instalasi distribusi dari SDP kepanel-panel penerangan dan daya. Instalasi penerangan, lampu dan general power outlet. Penyediaan dan pemasangan instalasi penerangan luar, penerangan taman. Instalasi kabel tray didalam gedung Instalasi kabel tray/cable trench di ruang Trafo Sistem pentanahan bangunan power house. dan lainnya seperti gambar perencanaan. Shop Drawings Setelah Perjanjian Pemborongan ditandatangani dalam hal ini sebelum daftar spesifikasi material diajukan, Pemborong diharuskan menyerahkan shop drawings untuk disetujui Perencana dan melalui Konsultan Pengawas. Shop drawings harus termasuk katalog data dari Pabriknya, literatur mengenai uraian-uraian diagram pengkabelan, data ukuran dimensi, data pembuatan dan nama serta alamat yang terdekat dari service dan group perusahaan pemeliharaan yang tetap yang menyediakan persediaan /stock suku cadang yang terus menerus, shop drawings harus diberi catatan dari Pemborong, yang menyatakan bahwa ada yang dianjurkan sudah sesuai dengan spesifikasi dan kondisi ruang yang disediakan Data untuk setiap sistem harus menunjukkan pemasangan yang lengkap dari seluruh koordinasi komponen untuk peninjauan keseluruhan yang sebenarnya dari keseluruhan sistem, penyerahan sebagian-sebagian tidak akan diperhatikan. Gambar shop drawing harus dibuat sebanyak 4 (empat) set. Shop drawings yang harus diajukan adalah : - Pane MVDP dan Layout semua peralatannya. - Panel LVMDP, Lay out semua peralatan, genset,Trafo dan accessoriesnya pada ruang power house - Panel-panel daya dan penerangan, out-let box, dll. - Panel kontrol untuk pompa-pompa. - Detail-detail pemasangan lampu (harus koordinasi dengan arsitek) - Pemasangan kabel Tray/Tranch Cable di ruang Power House. - Dan lain-lain yang diminta oleh Perencana dan Konsultan Pengawas. Contoh Kontraktor harus menyerahkan contoh-contoh dari seluruh material untuk mendapatkan persetujuan sebelumnya. Seluruh biaya ditanggung atas biaya Pemborong Proteksi Seluruh material dan peralatan harus dengan sebenarnya dan diproteksi secara memadai oleh Pemborong, sebelum, selama pengerjaan dan sesudah selesai instalasi (dalam masa garansi). Material dan peralatan yang mana mengalami kerusakan sebagai akibat dari pemasangan yang ceroboh dan proteksi yang tidak memadai, tidak dapat diterima untuk instalasi pada proyek. Acces Opening Pemborong harus menyediakan acces opening (bukaan) untuk instalasi dan pemeliharaan dari instalasi Listrik. Bukaan (acces opening) yang terdapat pada konstruksi bangunan seperti dinding-dinding, langitlangit, dan seterusnya begitu pembukaan harus dilengkapi dengan fasilitas penutup yang tepat bagi permukaan peralatan, penutup harus dapat dilepaskan dan dipindahkan tanpa mengakibatkan kerusakan pada permukaan yang berdekatan.

3)

4)

5)

6)

7)

Pengecatan Apabila peralatan-peralatan sudah dicat dari pabrik dan tambahan pengecatan dilapangan tidak dispesifikasikan maka seluruh permukaan yang cacat harus diperbaiki atau pun pengecatan kembali untuk memperoleh hasil pengecatan yang uniform. Apabila peralatan belum dicat dari pabrik, Kantor harus bertanggung jawab atau pengecatan tersebut. Seluruh rangka penutu cover plate dan pintu panel listrik seluruhnya haruas diberi cat dasar atau prime coat dan diberi pelapis cat akhir (finishing paint). Cat akhir ini dengan warna akan ditentukan kemudian (Koordinasi dengan arsitek). Penentuan jenis warna dan merk cat, sebelumnya harus dimintakan persetujuan pada Direksi Lapangan/Perencana. Pengecatan dikerjakan dengan proses "stove ennameled" untuk lampu, sedangkan untuk panel listrik harus dibuat tahan karat dengan cara "galvanized cadmium plating" atau dengan "Zinc chromatic primer" harus dicat dengan cat bakar. Papan Nama Seluruh kabinet, panel kontrol, panel listrik, pemutusan daya (CB), saklar, dan bagian-bagian lainnya dari peralatan, jika tidak disebutkan dalam hal-hal lain. harus dibuatkan papan nama untuk mengindikasikan/mengindentifikasi/penggunaan/nama alat tersebut. Papan nama harus terbuat dari plat plastik dengan huruf timbul. Untuk keseluruhan, papan nama harus berukuran l,5 inches (3, 81 cm) tinggi dengan lebar seperlunya dengan tinggi huruf 1,0 inches (2,54 cm), untuk ukuran yang lebih kecil dimana penutupnya terbatas gunakan l,5 inches (3,81 cm) tinggi dari plat. Dan ketebalan plat minimum 3 mm. Pengetesan Pemborong harus melakukan seluruh pengetesan seperti disebutkan dan harus melakukan percobaan seperti operasi sesungguhnya secara tepat dari seluruh sistem. Peralatan, material dan cara bekerjanya peralatan yang mengalami kerusakan/cacat/salah harus diganti/dibetulkan dan percobaan diulangi untuk operasi yang sebenarnya / normal / benar. Seluruh pengkabelan, instalasi dan peralatan harus dicheck dan ditest oleh PLN untuk mendapatkan instalasi "keur". Pemborong harus bertanggung jawab untuk memperoleh persetujuan PLN bagi pemasangan sistem jaringan listrik dan seluruh biaya ditanggung atas beban Kontraktor. Data Suku Cadang Sejak pengiriman dari bagian-bagian dan peralatan ketempat lapangan, Pemborong harus menyerahkan kepada Direksi Pengawas daftar lengkap dari suku cadang (spare parts) dan menyerahkan untuk masingmasing bagian disertai dengan daftar harga satuan dan alamat supplier dan tambahan daftar dari suku cadang dan supply yang secara normal harus dalam setiap pembelian atau suku cadang yang disebutkan dalam spec yang harus dilengkapi oleh kontraktor dengan biaya dari Kontraktor. Built in Insert, Sleeves dan perlengkapannya Lengkapi insert, sleeves dan perlengkapan lainnya bagi keperluan built-in dalam beton atau pekerjaan konstruksi. Lengkapi keterangan mengenai instruksinya, dimensi lay-out dan keperluan informasi lainnya bagi pekerjaan instalasi yang seharusnya. Buku Petunjuk (Manual) dan Instruksi Pemborong harus melengkapi buku petunjuk (manual) pemeliharaan dan manual cara mengoperasikan suatu equipment/peralatan, dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia serta instruksi yang jelas untuk seluruh sistem peralatan ini Gambar-gambar Gambar listrik menunjukkan keseluruhan besaran dan jumlahnya serta persyaratan dari keperluan instalasi, instalasi harus menyesuaikan kondisi setempat pada proyek. Gambar-gambar mengenai arsitektur dan struktur harus berkaitan dengan konstruksi dan detail akhir dari proyek, sedangkan gambar-gambar lainnya harus berkaitan dengan detail yang berhubungan dengan masing-masing pekerjaan, Pemborong harus melengkapi seluruh keperluan lebih lanjut seperti keperluan shop drawing dan gambar-gambar detail. Pemborong wajib memeriksa terhadap kemungkina kesalahan/ketidak cocokan baik dari segi besarbesaran listriknya, fisik maupun pemasangan dan lain-lain. Diartikan bahwa bila ada ketidak sesuaian teknis maupun fisik maka hal ini harus disampaikan secara tertulis 4 hari sebelum dilakukan penjelasan tender (aanwizjing). Bila hal ini tidak dilakukan oleh Direksi Pengawas/Perencana dilapangan sebagai langkah pelaksanaan, dimana biaya sudah dicakup pada unit dari item tersebut. Perihal Iklim Temperatur dalam ruangan antara 24 s/d 30 C dengan kelembaban 90 %. Seluruh peralatan harus tahan terhadap pengoperasian secara terus menerus (continue) pada temparatur max. 50C dengan temperatur rata-rata 30C untuk periode 24 jam. Seluruh peralatan juga harus tahan terhadap iklim tropis.

8)

9)

10)

11)

12)

13)

14)

b.

PRINSIP DESIGN 1) Umum Prinsip dari pada sistem supply, sistem distribusi dan sistem proteksi dijelaskan disini.

2)

Prinsip Supply Listrik Supply utama diperoleh dari PLN dengan tegangan 220/380 V, 50 Hz 3 phasa Pada keadaan PLN padam, supply diperoleh dari diesel generator set (D.G.set) dengan kemampuan pelayanan 100% beban penuh (Emergency) yaitu Unit Genset kapasitas 250 kVA dengan tegangan 380/220 Volt, 50 Hz, 3 phasa, 4 kawat. Antara supply dari PLN dan supply dari Generator harus terpisah secara listrik dengan sistem interlocking. Prinsip Distribusi Distribusi secara radial dari panel utama ke panel2 ditiap lantai dan bangunan. Karakteristik tegangan 380 Volt/220 Volt, 50 Hz, 3 phasa, 4 kawat. Distribusi daya untuk penerangan, fire alarm, sound system, telephone , computer dan security system dipisahkan dengan distribusi daya untuk mesin AC. pompa2, dan motor-motor. Tegangan jatuh untuk penerangan max. 2 % dan tegangan jatuh untuk mesin-mesin max. 5 %. Proteksi - Untuk proteksi, sistim listrik dilengkapi dengan proteksi terhadap hubungan singkat proteksi terhadap overload dan hubungan singkat untuk panel utama dan panel2 daya, kecuali ditunjukkan lain pada gambar. - Untuk proteksi generator, dilengkapi dengan proteksi terhadap reverse power, under voltage overload hubungan singkat Earth Fault Relay, Over current dan lain-lain. - Semua bagian metal dari peralatan listrik harus dihubungkan kekabel tanah (grounded/diketanahkan), dan semua panel harus diketanahkan dengan elektroda terpisah. - Untuk sistem pentanahan bangunan power house, kabel pentanahan (G) harus berhubungan secara tertutup (loop). Pentanahan Netral Titik netral (0) dari generator harus diketanahkan langsung (solidly grounded). Pentanahan netral (0) harus terpisah dengan pentanahan pengaman (G). Tahanan pentanahan maksimum 2 Ohm.

3)

4)

5)

c.

TEKNIS INSTALASI KABEL / WIRING 1) Umum Semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi persyaratan PUIL/LMK. Semua kabel/kawat harus baru dan harus jelas ditandai mengenai ukurannya, jenis kabelnya, nomor dan jenis pintalannya. Semua kawat dengan penampang 6 mm2 keatas haruslah terbuat secara dipilin (stranded). Instalasi ini tidak boleh memakai kabel dengan penampang lebih kecil 2,5 mm2 kecuali untuk pemakaian remote control. Kecuali dipersyaratkan lain, konduktor yang dipakai ialah dari type : Untuk instalasi dari PLN ke Panel TM adalah N2XSEBY Untuk instalasi penerangan adalah NYM. Untuk kabel distribusi dan penerangan taman dengan menggunakan kabel NYFGbY atau NYY. Untuk instalasi dari panel TM ke LVMDP adalah NYFGBY. Untuk instalasi dari LVMDP ke panel Genset adalah NYFGBY. Semua kabel harus berada didalam konduit PVC, yang disesuaikan dengan ukurannya. cable tray, cable trench kabel rack harus di-klem dan Pemborong/Kontraktor harus memberikan shop drawing lebih dahulu sebelum pemasangan. 2) Splice/Pencabangan Tidak diperkenankan adanya "splice" ataupun sambungan-sambungan baik dalam feeder maupun cabangcabang kecuali pada outlet atau kotak-kotak penghubung yang bisa dicapai (accessible). Sambungan pada kabel circuit cabang harus dibuat secara mekanis dan harus teguh secara elektris dengan cara-cara " solderless connector". Jenis kabel tekanan, jenis "compression atau soldered". Dalam membuat "splice" konektor harus dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan baik, demikian sehingga semua konduktor tersambung tidak ada kabel-kabel telanjang yang kelihatan dan tidak bisa lepas oleh getaran. Semua sambungan kabel baik didalam junction box, panel ataupun tempat lainnya harus mempergunakan connector yang terbuat dari tembaga yang diisolasi dengan perselein atau bakelite ataupun PVC, yang diameternya disesuaikan dengan diameter kabel. Bahan Isolasi Semua bahan isolasi untuk splice, connection dan lain-lain seperti karet, PVC, asbes, gelas, tape sintetis, resin, splice, case, composite, dan lain-lain harus dari type yang disetujui untuk Penggunaan Lokasi Voltage dan lain-lain harus dipasang memakai cara yang disetujui menurut anjuran perwakilan pemerintah dan atau manufacturer. Penyambungan Kabel

3)

4)

5)

Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalan kotak-kotak penyambungan yang khusus untuk itu (misalnya Junctrion Box dll). Pemborong harus memberikan brosure-brosure mengenai cara-cara penyambungan yang dinyatakan oleh pabrik, kepada Perencana. Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau nama-namanya masing-masing, dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan. Hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Pengawas Lapangan. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambungan-penyambungan tembaga yang dilapisi timah putih dengan baut. Penyambungan-penyambungan harus dari ukuran-ukuran yang sesuai. Cara-cara pengecoran yang ditentukan oleh pabrik harus di ikuti, misalnya temperatur-temperatur pengecoran, dan semua lobang-lobang udara harus terbuka selama pengecoran. Bila kabel dipasang tegak lurus dipermukaan yang terbuka, maka harus dilindungi dengan pipa baja dengan tebal 3 mm setinggi minimum 2,5 m.

Saluran Penghantar dalam Bangunan Untuk instalasi saluran penghantar diluar bangunan, saluran beton, kecuali untuk penerangan taman, dipergunakan pipa galvanized 0,3". Saluran beton dilengkapi dengan Hand-hole untuk belokan-belokan. Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan pipa conduit high impact minimum 5/8" diameternya. Setiap pencabangan ataupun pengambilan saluran keluar harus menggunakan junction box yang sesuai, dan sambungan yang lebih dari satu harus menggunakan terminal strip didalam junction box. Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan junction box harus dilengkapi dengan "Socket/locknut", sehingga pipa tidak mudah tercabut dari panel. Bila tidak ditentukan lain, maka setiap kabel yang berada pada ketinggian muka lantai s/d 2 M harus dimasukkan dalam pipa logam. Dan pipa harus diklem kebangunan pada setiap jarak 50 cm. Untuk instalasi penerangan didaerah tanpa menggunakan ceiling gantung, saluran penghandar (conduit) ditanam dalam beton. Untuk instalasi penerangan didaerah yang menggunakan ceiling gantung saluran penghantar (conduit) dipasang diatas kabel tray dan diletakkan diatas ceiling. Instalasi Sakelar dan Stop Kontak (Out let) Sakelar-sakelar Sakelar-sakelar harus dari jenis rocker mekanisme dengan rating 5A-10A 250 V, sakelar pada umumnya dipasang inbow kecuali disebutkan lain pada gambar. Jika tidak ditentukan lain sakelar-sakelar tersebut bingkainya harus dipasang rata pada tembok pada ketinggian 150 cm diatas lantai yang sudah selesai kecuali ditentukan lain oleh Direksi Lapangan. Sakelar-sakelar tersebut harus dipasang dalam kotak-kotak dan ring yang standard dan dilengkapi dengan tutup persegi. Sambungan-sambungan hanya diperbolehkan antara kotak-kotak yang berdekatan. - Stop Kontak Stop kontak haruslah dengan type yang memakai earthing contact dengan rating 10 A, 16A, 250V AC. Semua pasangan Stop Kontak dengan tegangan kerja 220 V harus diberi saluran ketanah (grounding). Stop Kontak harus dipasang rata dengan permukaan dinding dengan ketinggian 30 cm dari atas lantai yang sudah selesai.

6)

d.

INSTALASI FIXTURE PENERANGAN 1) Umum Fixtures penerangan harus dari jenis yang tertera dalam gambar. Harus dibuat dari bahan yang sesuai dan bentuknya harus menarik dan pekerjaannya harus rapih dan baik, tebal plat baja yang dipakai untuk fixture minimum 0,7 mm. Pemborong harus menyediakan contoh-contoh dari semua fixture yang akan dipasang kepada Perencana / Direksi Lapangan untuk disetujui. Kabel-kabel untuk Fixture Kecuali ditunjuk atau dipersyaratkan lain, kabel-kabel untuk "fixture" harus ditutup asbestos dan tahan panas. Tidak boleh ada kabel yang lebih kecil dari 2,5 mm2 kawat-kawat harus dilindungi dengan "tape" atau tubing disemua tempat mungkin ada abrasi. Semua kabel-kabel harus disembunyikan dalam konstruksi armature kecuali dimana diperlukan penggantungan rantai atau kalau pemasangan/perencanaan fixture menunjuk lain. Tidak boleh ada sambungan kabel dalam suatu armature dan penggantungan. Lampu-lampu Semua fixture harus dilengkapi dengan lampu-lampu dan dipasang sesuai dengan persyaratan dan gambar. Untuk lampu pijar memakai lamp holder dan base type edison screw, untuk lamp holder type edison screw kabel metal tidak boleh dihubungkan ke centre control, kecuali dipersyaratkan lain. Lampu flouresent haruslah dari jenis day light. Semua lampu flourescet atau lampu lainnya yang memerlukan perbaikan factor daya harus dilengkapi dengan capasitor. Dalam spesifikasi ini besarnya "microfarad" dari kapasitor untuk setiap lampu tidak terlalu ditekankan karena yang dibutuhkan adalah hasil akhir dari power factor menjadi sekurang-kurangnya 0,95.

2)

3)

e. NSTALASI / KONSTRUKSI PANEL 1) Kabinet

Semua kabinet harus dibuat dari plat baja dengan tebal minimum 2,0 mm, kabinet untuk "panel board" mempunyai ukuran yang proposionil seperti dipersyaratkan untuk panel board, yang besarnya sesuai dengan ukuran pada gambar perencana atau menurut kebutuhan sehingga untuk jumlah dan ukuran yang dipakai tidak terlalu sesak. Frame/rangka panel harus digrounding/ditanahkan pada kabinet harus ada cara-cara yang baik untuk memasang, mendukung dan menyetel "panel board" serta tutupnya. Kabinet dengan kabel-kabel "trough feeder" harus diatur sedemikian sehingga ada saluran dengan lebar tidak kurang dari 10 cm untuk branch circuit panel board. Setiap kabinet harus dilengkapi dengan kunci-kunci. Untuk satu kabinet harus disediakan 2 (dua) buah anak kunci, dengan sistim Master Key yang harus mendapat persetujuan lebih dahulu dari Perencana Arsitektur. 2) Finishing Semua kabinet harus dicat dengan warna yang ditentukan oleh Perencana. Semua kabinet dari panel board listrik, harus dibuat tahan karat dengan cara "galvanized cadmium plating" atau dengan "zinc chromate primer". Selain yang tersebut diatas, harus dilapisi dengan lapisan anti karat yaitu sebagai berikut : Bagian dalam dari box dan pintu. Bagian luar dari box yang digalvanisir atau cadmium plating tak perlu dicat kalau seluruhnya terpendam, kalau dipakai zinc chromate primer hars dicat dengan cat bakar. Pemasangan Panel Pemasangan panel sedemikian rupa sehingga setiap peralatan dalam panel dengan mudah masih dapat dijangkau tergantung dari pada macam/type panel. Maka bila dibutuhkan alas/pondasi/penumpu/penggantung maka kontraktor harus menyediakannya dan memasangnya sekalipun tidak tertera pada gambar referensi proyek yang harus dilampirkan dalam tender. Panel Tegangan Menengah 20 kV. Panel tegangan menengah digunakan didalam ruangan dengan tingkat pengamanan IP2X, Panel yang disupplay harus memenuhi ketentuan-ketentuan sbb: Menjamin kelangsungan operasi dan aman terhadap Operator. Mudah dioperasikan dan sedikit pemeliharaan Mudah dipasang Pemasok panel harus memounyai pengalaman yang luas dalam pemasangan panel tegangnan menengah. Pemasok harus mempunyai referensi proyek yang harus dilampirkan dalam tender. - Standard Panel tengangan menengah harus mempunyai ketentuan/standard sbb: IEC 60694 untuk panel MV IEC 60271-200 untuk panel MV metal enclosed IEC 60271-100 untuk CB MV IEC 60271-102 untuk DS dan ES Medium voltage IEC 60255 untuk relay proteksi PLN Standard PUIL 2000. - Tegangan dan tingkat gangguan ( Fault Level ) Panel digunakan pada sistem tegangan operasi 20 kV 3ph 50 Hz. Tegangan nominal 24 kV dan kapasitas hubung singkat adalah 500 MVA pada 20 kV atau 14.5 kV rms selama 1 detik. - Tingkat isolasi Panel harus tahan terhadap tegangan gelombang impulse 125 kV/M sec. Dan 50 kV sistem 50 Hz selama 1 menit, sesuai prosudur pengujian IEC 60271. Untuk hal ini panel harus mempunyai tanda lulus pengujian jenis (type test certificate) dari laboratorium LMK- PLN. - Rumah Panel Jenis panel adalah penggunaan didalam ruang dan sesuai dengan standard IEC 60271. Tingkat proteksi terendah yang dapat diterima IP2X sesuai standar ruangan, maka ukuran yang dikehehdaki untuk kapasitas 400 A dan 630 A adalah : Lebar maksimum 750 mm Tyinggi maksimum 2200mm Kedalaman maksimum 1300mm Panel dapat dipasang pada pondasi yang sederhana dan seluruh pengoperasiannya dilakukan dari depan panel. Rumah panel yang dikehendaki adalah jenis compartemen dimana bagian busbar, pemutus atau pemisah, control mempunyai dinding pembatas. Seluruh panel mempunyai mechanical interlock untuk menghindari kesalahan operasi seperti : Menutup earting switch pada saat saklar pemutus atau pemisah beban dalam posisi tertutup. Memasukan pemutus atau mengoperasikan saklar pemisah pada saat earting switch dalam posisi menutup. Circuit Breaker (pemutus). Pemutus adalah jenis SF6 atau vacuum fixed type, yang tidak memerlukan pemiliharaan khusus dan mempunjai ketahanan tinggi. Seluruh pemutus yang jenis dan ratingnya sama dapat saling tukar diantara panel tersebut, pemutus dilengkapi mekamisme pengoperasian secara manual dan dilengkapi penggerak motor listrik (motorized mechanisme) dengan tegangan 220 VAC. Sehingga dapat dioperasikan secara manual dan automatic. Selain itu harus dilengkapi pula :

3)

4)

Perhitungan jumlah pengoperasian(counter) Indicator yang menunjukan posisi pemutus dalam keadaan buka atau tutup Indikator posisi pegas penggerak Kontak bantu (auxiliary contac) Load Breaker Switch (LBS) LBS adalah pemutus jenis SF.6 yang dilengkapi mekanisme pengoperasian secara manual dan motor penggerak untuk charger - pegas. LBS adalah pemutus jenis SF6 yang dilengkapi dengan mekanisme pengoperasian secara manual. Indicator kebocoran tidak dibutuhkan karena CBS harus dilengkapi dengan internal earthing switch. Material direkomendasikan untuk panel TM = MG, ABB, Alstom

5)

Panel Distribusi Utama Panel distribusi utama harus seperti ditunjuk pada gambar, kecuali ditunjuk lain. Seluruh assembly termasuk housing bus-bar alat-alat pelindung harus direncanakan, dibuat, dicoba dan dimana perlu diperbaiki sesuai dengan persyaratan. Panel distribusi utama harus dari jenis in door type terbuat dari plat baja. Konstruksi harus terbuat dari rangka baja struktur yang kaku, yang bisa mempertahankan strukturnya oleh strees mekanis pada waktu hubungan singkat. Rangks ini secaraa lengkap dibungkus pada bagian bawah atau dari sisi dengan plat-plat penutup harus cukup louvere untuk ventilasi dimana perlu untuk mengatasi kenaikan suhu udara bagianbagian yang mengalirkan arus dan bagian-bagian yang bertegangan sesuai dengan persyaratan PUIL/LMK/VDE untuk peralatan yang tertutup. Material-material yang bertegangan harus dicegah dengan sempurna terhadap kemungkinan percikan air. Semua meteran dan tombol transfer yang dipersyaratkan harus dikelompokan pada satu papan panel yang berengsel yang tersembunyi. Papan Nama Setiap pemutus daya (circuit breaker) harus dilengkapi dengan papan nama, pada pintu atau panel dekat pada pemutusan dan dapat dilihat dengan mudah. Cara-cara pemberian nama harus menunjukan dengan jelas rangkaian dari pemutus daya atau alat-alat yang sambung padanya. Keterangan mengenai ini harus diajukan dalam shop drawings. Bus-bar/rel Busbar minimal harus dari bahan tembaga yang lapisan luarnya dilapis dengan lapis perak dengan ukuran sesuai dengan kemampuan arus 150 % dari arus beban terpasang yang ukurannya disesuaikan dengan aturan PUIL (daftar no. 630-DI-D4/PUIL 1987). Semua busbar.rel harus dicat dan dipegang oleh bahan isolator dengan kuat dan baik untuk kerangka panel. Semua busbar/rel harus dcat dengan warna yang sesuai dengan yang disebutkan pada PUIL. Cat-cat tersebut harus tahan sampai temperatur 75 derajat C. Busbar disusun dan dipegang oleh isolator dengan baik untuk sistim 3 phase 4 kawat seperti ditunjuk dalam gambar. Setiap panel harus mempunyai bus netral yang diisolir terhadap tanah, dan sebuah bus pentanahan yang telanjang diklem dengan kuat pada frame dan dari peralatan perlu diketanahkan (5 bar). Gambar-gambar pelaksanaan (shop drawings) harus menunjukkan ukuran-ukuran dari bus-bar dan susunannya. Ukuran dari bus harus ukuran sepanjang panel dan harus disediakan cara-cara untuk penyambungan dikemudian hari.

6)

7)

8)

Terminal dan Mur-baut Semua terminal cabang harus diberi lapis tembaga dan disekrup dengan menggunakan mur-baut-ring bahan galvanis. Cadangan/Penyambungan dikemudian hari Bila dalam gambar dinyatakan adanya cadangan maka ruangan-ruangan tersebut harus dilengkapi dengan bus, klem-klem pemasangan, pendukung dan sebagainya, untuk peralatan yang dipasang dikemudian hari dapat berupa equipment bus-bar, panel baru, switch, circuit breaker dan lain-lain. Alat-alat Ukur Setiap panel harus dilengkapi dengan alat-alat ukur seperti pada gambar. Meter-meter adalah dari type "Moving Iron Vene Type" khusus untuk panel, dengan scale sirkular, flush atau semi flush, dalam kotak tahan getaran, dengan ukuran 96x96 mm, dengan skala linier dan ketelitian 1.5%. Posisi dari saklar putar untuk voltmeter (Voltmeter Selector Swicth) harus ditandai dengan jelas. Transformator Arus Trafo arus adalah dari type kering, dalam ruangan type jendela dengan perbandingan kumparan yang sesuai dengan ketelitian 0,3 dengan burden sesuai dengan standard-standard VDE. Pemasangan harus kuat dan dapat menahan gaya-gaya dan mekanis. Pada waktu terjadinya hubung singkat 100KA. Trafo arus untuk amperemeter juga boleh dipergunakan bersamaan dengan KWH meter asalkan ketelitiannya masih baik. Bila tidak baik maka harus dipergunakan trafo arus khusus.

9)

10)

11)

12)

Kabel-kabel Pengontrol Kabel pengontrol dari panel-panel harus dipasang di pabrik/bengkel secara lengkap dan dibundel dan dilindungi terhadap kerusakan mekanis. Ukuran minimum adalah 1.5 mm2 dari type 600 volt, PVC, dan merk sama dengan kabel feeder. Merk Pabrik Semua peralatan pengaman harus diusahakan buatan satu pabrik peralatan-peralatan sejenis harus dapat saling dipindahkan dan ditukar dengan tempatnya pada frame panel. Panel adalah assem bling Panel, Industira atau setara yan mendapt persetujuan dari Perencana. Pilot Lamp Semua tutup muka panel harus dilengkapi dengan : Pilot lamp untuk menyatakan adanya tegangan R,S dan T. Pilot lamp untuk push-button on/off, untuk menyatakan sistem telah on atau off. Pilot lamp untuk remote control pada panel, untuk menyatakan sistem telah menjalankan/memberhentika sistem yan diinginkan. Penyediaan dari pilot lamp yang disebutkan diatas merupakan keharusan, biarpun pada gambar-garmbar tidak tertera.Warna-warna untuk pilot lamp : Untuk phasa R : Warna merah. Untuk phasa S : Warna kuning. Untuk phasa T : Warna biru. Untuk menyatakan sistem telah dijalankan dengan push-button atau dengan saklar, ataupun dengan "time swicth", menyatakan sistem on : warna merah. Untuk menyatakan sistem telah off : warna hijau.

13)

14)

f.

PANEL DISTRIBUSI UTAMA 1) Panel distribusi utama harus seperti ditunjuk pada gambar kecuali ditunjuk lain. Seluruh assembly termasuk housing busbar alat-alat pelindung harus direncanakan dibuat dicoba dan dimana perlu diperbaiki sesuai dengann persyaratan. Panel distribusi utama harus dari jenis ini doop type terbuat dari plat baja. Konstruksi harus terbuat dari rangka baja struktur yang kaku yang bisa mempertahankan strukturnya oleh strees mekanik pada waktu hubungan singkat. Rangka ini secara lengkap dibungkus pada bagian bawah atap dan sisi dengan plat-plat penutup haruss cukup louvers untuk ventilasi dimana perlu untuk mengatasi kenaikan suhu dari bagian-bagian yang mengalirkan arus dan bagian-bagian yang bertegangan sesuai dengan persyaratan PUIL/LMK/VDE untuk peralatan yang tertutup. Material-material yang bertegangan harus dicegah dengan sempurna terhadap kemungki nan percikan air. Semua meterial dari tombol transfer yang dipersyaratkan harus dikelompokan pada satu papan panel yang berengsel yang bersembunyi. Kelengkapan Panel Utama : Panel Utama LVMDP Komponen Breaker Incoming harus type 4 pole, dilengkapi relay-relay under voltage, shore circuit, earthing fault over current, motor mechanism dan lainnya yang dianggap perlu sedangkan rating ampere dan breaking capacity disesuaikan kebutuhan. Komponen breaker outgoing disesuaikan kebutuhan seperti pada gambar rencana. Dilengkapi alat ukur seperti Kwh meter, Volt meter Cosinus fi meter, selector switch, dan lainnya dianggap perlu (sesuai gambar perencanaan). Panel Pembagi Panel pembagi seperti panel penerangan (LP) power panel (PP) dan panel controle disesuaikan dengan kebutuhan dan persyaratan beban-beban (sesuai gambar perencanaan).

2)

g.

MATERIAL UNTUK INSTALASI 1) Saklar Rocker Mekanisme, modular, grid system, Rating 10 A, 220 Volt, AC. Type : Switch dan two way switch, push-push, flush segi empat Push Button Switch Push button system Rating : 10 A, 220 Volt, AC Plates & Penekan : Dilengkapi dengan rangkaian holding dipanelnya. Socket Out-let/Out-let dan Switch Type Dinding Flush type. Terminal : 2P + e, 220 Volt, AC 10 Amp. Untuk out-let + switch : 13 - 16 Amp Bentuk : Persegi dengan outlet. Grid Switch Rocker mekanisme, modular, grid system. Rating switch : 20 Amp One-way SP switch

2)

3)

4)

h.

PERSYARATAN BAHAN/MATERIAL 1) Umum Semua material yang disupply dan dipasang oleh Pemborong harus baru dan meterial tersebut harus cocok untuk dipasang didaerah tropis. Material-material haruslah dari produk dengan kwalitas baik dari produksi terbaru. Untuk material-material yang disebut dibawah ini maka Pemborong harus menjamin bahwa barang tersebut adalah baik dan baru dengan jalan menunjukkan surat order pengiriman dari dealer/agen/pabrik. Peralatan panel : Switch, circuit breaker, relay-relay dan kontaktor. Peralatan lampu : Armature, bola lampu, ballast & kapasitor. Peralatan instalasi : Stop kontak, saklar, grid switch, dimmer. Kabel Daftar Material Untuk semua material yang ditawarkan maka Pemborong wajib mengisi daftar material yang menyebutkan merk, type, kelas lengkap dengan brosur/katalog yang turut dilampirkan pada waktu tender. Tabel daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen yang berupa barang-barang produksi pabrik. Penyebutan Merk/Produk Pabrik. Apabila pada spesifikasi teknik ini atau pada gambar disebutkan beberapa merk tertentu terutama untuk material-material listrik utama, maka Pemborong wajib mengajukan didalam penawarannya meterial yang disebutkan itu. Apabila nanti selama proyek berjalan terjadi bahwa meterial yang disebutkan pada tabel material tidak dapat diadakan oleh Pemborong yang diakibatkan oleh sesuatu alasan kuat yang diterima Pemilik, Direksi Lapangan dan Perencana, maka dapat dipikirkan penggantian merk/type dengan suatu sanksi tertentu kepada Pemborong. Produk Pabrik Yang Digunakan Secara Umum : NO. 1 2 3 4 5 ITEM Kabel NYY, NYM, NYFGBY Fire Resistance Cable Kabel Tray Panel TR (Tegangan Rendah) Seluruh Perlengkapan Panel : - MCB, MCCB - Shot Circuit, Eath Foult, o/u voltage protection - Fuse - Selector Switch A-O-M - Kwh Meter - Conductor, Push Button, Pilot Fixture Armature : - Lamp Holder - Tube/ bola lampu dan Starter - Ballast, Capasitor - Emergency Light Housing Lamp Saklar, Stop Kontak Grid Swicth Pipa / Conduit Capasitor Penangkal Petir Kabel Data Panel T.M Transformer PRODUK/MERK Kabelindo, Tranka Kabel, Kabel Metal, Voksel (Standard LMK PLN Up Kabel) Nixan Alcatel, Sigma, Olex, setara Inter Rack, Three Star, Tri Abadi, setara Simetri, Panelindo Mas, Kontrol Ragam, setara - MG, ABB, setara - SEG, MG, setara Socomec, Telemecaniq, setara K & N, atau setara Fuji, Siemen, setara Telemecanique, atau setara

2)

3)

4)

7 8 9 10 11 12 13 14 15

- Phillips, Osram, GE, setara - Phillips, Osram, GE, setara - Phillips, May & Christe, Aid Electronik, setara - Menvier, WA, setara Interlite, Industira, Visilite, setara MK, Clipsal, setara MK. Clipsal, setara Clipsal, EGA, Alipro, setara Circutor, Esta, Nokia, Lifas, setara Indelec, Curren, Prevectron, setara Belden, Avaya, setara MG, ABB, setara Unindo, Trafindo, Starlite, setara

9.5.2 PEKERJAAN PLUMBING a. UMUM 1) Ruang lingkup pekerjaan ini meliputi : Penyediaan tenaga ahli/pekerja, material, perlengkapan peralatan dan melaksanakan seluruh pekerjaan sistem listrik sehingga dapat beroperasi secara sempurna. Gambar-gambar dan spesifikasi adalah merupakan bagian yang saling melengkapi dan sesuatu yang tercantum di dalam gambar dan spesifikasi bersifat mengikat.

Seluruh pekerjaan plumbing yang dilaksanakan harus dikerjakan oleh pemborong instalatur yang dapat dipercaya, mempunyai reputasi yang baik dan mempunyai pekerja-pekerja yang cakap dan berpengalaman dalam bidangnya. Seluruh pekerjaan instalasi harus dikerjakan menurut Peraturan Umum Instalasi Plumbing Indonesia" yang berlaku. Pemborong atas bebannya harus melengkapi dan memasang seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk melengkapi pekerjaan sehingga sistem dapat bekerja dengan baik. Gambar-gambar rencana menunjukan tata letak secara umum dari peralatan dan instalasi sistem. Lokasi yang ditunjukan adalah merupakan posisi-posisi perkiraan. Pemborong atas bebannya harus memodifikasi tata letak tersebut sebagaimana yang dibutuhkan untuk mendapatkan pemasangan-pemasangan yang sempurna/ baik dari peralatan-peralatan sistem. Setiap pekerjaan yang tidak disebutkan dalam Rencana Kerja dan Spesifikasi Teknik ini, tapi ditunjukan dalam gambar, atau sebaliknya, harus dipasang atas beban pemborong, seperti pekerjaan lain yang disebut oleh spesifikasi dan ditunjukan oleh gambar.

2)

Material Kontraktor harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari defectiva material improved material dan menjamin terhadap kualitas atau mutu barang sesuai dengan tujuan spesifikasi. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) minggu setelah ditanda tangani Berita Acara Pemeriksaan Barang. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material/peralatan tersebut menjadi tanggung jawab/beban kontraktor. Gambar-Gamabr dan SpesifikasiI Gambar-gambar perancangan dan spesifikasi teknis ini merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisah pisahkan. Apabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi ini dapat bekerja dengan baik dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perancangan atau spesifikasi teknis saja maka Kontraktor harus tetap melaksanakannya tanpa adanya biaya tambahan. Karenanya Kontraktor harus meneliti memahami lingkup pekerjaannya sebelum mengajukan penawaran. Gambar-Gambar Perencanaan Di dalam gambar-gambar perancangan ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan seluruh pipa-pipa fitting fitting katup-katup atau fixture secara terperinci. Semua bagian-bagian tersebut walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Kontraktor apabila diperlukan agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar. Gambar-Gambar Kerja Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada dilapangan (site). Termasuk perubahan-perubahan atau usulan-usulan dan lain sebagainya. Selama pelaksanaan instalasi ini berjalan Kontraktor harus memberikan tanda-tanda dengan pensil/tinta merah pada lembar gambar atau segala perubahannya penghapusan atau penambahan pada instalasi tersebut. Gambar Pelaksanaan Kontraktor harus membuat gambar instalasi secara mendetail (shop Drawing) sebanyak 3 (tiga ) rangkap untuk disetujui oleh Pemilik Proyek/Konsultan Pengawas/Perencana paling lambat 7 (tujuh) hari kalender setelah dikeluarkannya Surat Perintah Kerja juga Kontraktor harus menyerahkan Gambar Pelaksanaan (As Built Drawing) yang meliputi denah instalasi yang terpasang detail peralatan dari seluruh instalasi diatas sebanyak 5 (lima) rangkap cetakan sebelum dilakukan Serah Terima Pertama. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia tahun 1979 dan Peraturan Daerah (Perda) setempat. Dokumentasi Foto Pemborong diharuskan membuat Foto dokumentasi kemajuan pekerjaan tiap bulan sebanyak 3 (tiga) set dan disajikan dalam album Foto serta diserahkan pada Konsultan Pengawas

3)

4)

5)

6)

7)

Contoh-Cointoh Material/Bahan. Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan kepada Pemilik Proyek dan Konsultan Pengawas atau Brosur-brosur dari alat-alat tersebut dan menunggu persetujuan dari Pemilik Proyek dan Konsultan Pengawas sebelum alat-alat tersebut terpasang. Contohcontoh barang yang sudah disetujui oleh Pemilik Proyek dan Konsultan Pengawas harus disimpan di Owner Keet guna dijadikan referensi bagi pemasangan di lapangan. Bila bahan-bahan tersebut diragukan kualitasnya akan dikirimkan ke kantor penyelidikan bahan-bahan bangunan atas biaya Pemborong/Kontraktor. Bila ternyata terdapat bahan bahan yang telah dinyatakan tidak baik/tidak bisa dipakai oleh Pemilik Proyek atau Konsultan Pengawas maka Pemborong harus mengangkut bahan-bahan tersebut keluar lapangan dalam jangka waktu 3 (tiga) hari harus sudah tidak ada dilapangan (site). Tenaga Pelaksana. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh orang/tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (Skilled Labour) agar dapat memberikan hasil kerja yang terbaik dan rapi. Tenaga ahli wajib memiliki sertikat keahliannya sesuai peraturan yang berlaku. Pengamanan.

8)

9)

Kontraktor bertanggung jawab atas pencegahan bahan/peralatan-peralatan untuk instalasi ini dari pencurian dan atau kerusakan lainnya. Bahan-bahan/peralatan peralatan yang hilang atau rusak harus diganti oleh Kontraktor tersebut tanpa tambahan biaya. Pemasangan barang dan komponennya harus dikonsultasikan dan disetujui terlebih dahulu oleh Owner Lapangan guna meneliti kesesuaian dengan yang dimintakan pada spesifikasi teknis ini serta untuk mencegah terjadinya kehilangan barang di proyek. 10) Koordinasi Dalam pelaksanaan pekerjaan ini Pemborong diwajibkan mengadakan koordinasi dengan pemborong lain yang mengerjakan pekerjaan Struktur, Elektrikal, Interior dan sebagainya sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pemasangan dapat diperkecil/dihilangkan. Kesalahanpemasangan akibat tidak adanya kerja sama menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. Perizinan Semua izin-izin dan persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan instalasi ini harus dilakukan oleh Pemborong atau tanggungan dan biaya Pemborong. Semua pemeriksaan pengujian dan lain-lain beserta keterangan-keterangan resminya yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini harus\dilakukan oleh Pemborong atau tanggungan Pemborong. Pemborong harus bertanggung jawab atau penggunaan alat-alat yang dipatenkan kemungkinan tuntutan ganti rugi dan biaya-biaya yang diperlukan untuk ini. Pemborong wajib menyerahkan surat pernyataan mengenai hal ini. Korelasi Pekerjaan Pekerjaan galian dan pemimbunan yang ada sehubungan dengan pekerjaan Plumbing baik untuk ukuran dan kesesuaian gambar pelaksanaan merupakan tanggung jawab Pemborong Plumbing. Pekerjaan pembuatan dudukan/pondasi untuk pompa/mesin dilakukan oleh Pemborong Plumbing termasuk pembuatan tali air disekitar pondasi pompa. Seluruh penarikan kabel listrik sampai ke panel pekerjaan Plumbing yang dilakukan pihak lain. Pembororng Plumbing wajib memberikan data-data dan gambar-gambar yang diperlukan pihak lain yang mengerjakannya dan menjaga pekerjaan pihak lain untuk kepentingannya. Penarikan pipa air bersih yang tidak tercantum dalam gambar-gambar dan spesifikasi dilakukan oleh pihak lain Pemborong Plumbing harus berkoordinasi dan memberikan data-data ukuran dan gambargambar kepada pihak lain yang mengerjakannya. Seluruh fasilitas listrik, air, sanitair sementara/darurat hendaknya diusahakan oleh Pemborong Plumbing dan telah dimasukkan dalam penawarannya. Dalam hal dimana ada lebih dari satu Pemborong Plumbing dengan tingkat prioritas tanggung jawab yang sama dan bagian pekerjaannya terletak berdampingan maka masing-masing Pemborong wajib melakukan perapihan pada bagian pekerjaan Pemborong lain sedemikian rupa sehingga tidak cacat akibat pelaksanaan pekerjaan menurut bagiannya. Sub Kontraktor. Apabila diperlukan tenaga-tanaga ahli khusus atau tenaga-tenaga pelaksana yang tidak mampu melaksanakan pemasangan penyetelan pengujian dan lain-lain maka Pemborong dapat menyerahkan sebagian instalasinya kepada Sub Kontraktor lain setelah mendapat persetujuan dari Pemilik Proyek dan Konsultan Pengawas. Pemborong wajib bertanggung jawab penuh atas segala lingkup pekerjaannya baik yang dilaksanakannya sendiri maupun yang telah disub-kontraktorkan. Pemilik Proyek dan Konsultan Pengawas tidak dapat dituntut bilamana ada gugatan Sub Kontraktor karena tidak lancarnya pembayaran yang harus diberikan oleh Kontraktor. Pengawas Lapangan Seluruh pekerjaan yang dicakup dalam instalasi ini harus diawasi oleh seorang yang cukupberpengalaman Ia bertanggung jawab penuh atau segala pekerjaan instalasi pada proyek ini. Nama perincian pengalaman kerja struktur organisasi Pengawas Lapangan hendaknya diberikan oleh pemborong kepada Pemilik Proyek/Owner Lapangan untuk dimintakan persetujuannya. Bilamana ternyata menurut pendapat pihak Pemilik Proyek dan Konsultan Pengawas atas pihak yang berwenang bahwa Pengawas Lapangan Kontraktor yang ditunjuk itu kurang cakap Memimpin maka Pemborong harus menggantinya dengan orang lain dan tidak terbatas pada jumlah personil yang dimintanya. Pembersihan Lapangan Lapangan yang dipergunakan harus setiap hari dibersihkan setelah selesai bekerja. Pemborong hendaknya menghubungi pihak-pihak lain untuk koordinasi pembersihan lapangan. Segera setelah Kontrak selesai maka Pemborong harus memindahkan semua sisa bahan pekerjaannya dan peralatannya kecuali yang masih diperlukan selama masa pemeliharaan. Jaminan dan Pemeliharaan Pemborong harus memberikan jaminan pabrik (Guaranted of Product) kepada Pemilik Proyek terhadap peralatan/material yang digunakan pada proyek ini. Pemborong harus memberikan service secara cuma-cuma selama 1 (satu) tahun untuk peralatan dan 6 (enam) bulan untuk instalasi semenjak serah terima pekerjaan pertama kali kecuali dinyatakan lain secara tersendiri.

11)

12)

13)

14)

15)

16)

Pemborong wajib mengganti atau biaya sendiri setiap bagian pekerjaannya yang ternyata cacat atau rusak selama jangka waktu jaminan yang tersebut diatas setelah proyek ini diserah terimakanuntuk pertama kalinya kecuali yang dinyatakan secara tersendiri. Pemborong wajib mengganti atau biaya sendiri\ setiap kelompok barang-barang atau sistem yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi akibat dari kesalahan pabrik atau pengerjaan yang salah selama jangka waktu jaminan setelah proyek ini diserah terimakan pertama kali.

17)

Petunjuk Operasional dan Pemeliharaan Pada saat penyerahan untuk pertama kalinya Pembororng harus menyerahkan gambargambar data-data peralatan petunjuk operasi dan cara-cara perawatan dari mesinmesin terpasang di bawah Kontrak ini dalam bahasa Indonesia. Data-data tersebut harus diserahkan kepada Pemilik Proyek sebanyak 3 (tiga) set dan kepada Konsultan Pengawas 1( satu ) set. Pada saat penyerahan pertama harus diserahkan antara lain Instruction Manual Instalation Manual, Maintenance Guide, Operating, InstructionTrouble Shooting Instruction dan brosur-brosur harus asli. Kontraktor harus memberikan pula 2 (dua) set singkatan petunjuk operasi perawatan kepada Pemilik proyek dan sebuah hendaknya dipasang dalam suatu kaca berbingkai dan ditempelkan di dinding dalam ruang mesin utama atau tempat lain yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek atau Konsultan Pengawas. Selain itu pemberian manual ini Kontraktor juga harus memberikan pendidikan praktek mengenai operasi dan perawatannyn kepada petugas Petugas Teknik (Team Engineering) yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek secara cuma- cuma harus cakap menjalankan tugasnya. Merupakan kewajiban/keharusan sebagai Kontraktor untuk memberikan surat garansi atau peralatanperalatan utama kepada Pemilik Proyek termasuk garansi terhadap instalasi pemipaan maupun material pipa/sambungan pipa yang dipakai pada proyek ini atau yang merupakan scope pekerjaannya. Data Suku Cadang Kontraktor harus menjamin dengan Surat jaminan adanya suku cadang yang mudah diperoleh pada peralatanperalatan yang sekiranya akan mengalami gangguan atau kerusakan dalam waktu yang pendek baik peralatan utama maupun peralatan penunjang. Factory Test Pemborong Plumbing harus memperhitungkan adanya "Factory test" yang dilakukan oleh Pemilik Proyek dan Konsultan Pengawas yang minimal hasil pengujian peralatan terpakai dapat dilampiri pada saat akan dipasangkan. Dalam rangka kegiatan ini Pemilik Proyek dan KOnsultan Pengawas harus mendapatkan kejelasan dari agent/sub agent maupun factory product perihal peralatan waktu pengiriman teknik peralatan agen didalam mekanisme kerjanya dapat memenuhi target/ketepatan waktu pelaksanaan.

18)

19)

b.

PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Batasan dan Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pada paket pekerjaan Sanitary/Plumbing ini meliputi dan tidak terbatas pada penguraian tersebut diatas serta sesuai spesifikasi teknis memenuhi persyaratan/standard yang berlaku, sehingga berfungsi dengan baik antara lain : 1) Pengadaan dan pemasangan pipa air bersih termasuk pengadaan tangki penampungan sampau dengan pendistribusiannya kesetiap lantai bangunan sampai plumbing fixture di toilet, kran taman, dan pada tempattempat yang ditentukan sesuai Gambar Rencana. 2) Pengadaan dan pemasangan pipa penyaluran air kotor dan air bekas dari toilet secara terpisah sampai ke Pegolahan air kotor lengkap dengan peralatannya seperti pipa vent, bak kontrol, pipa over flow dan sebagainya seperti Gambar Rencana. 3) Pengadaan dan pemasangan pipa air hujan/drainage lengkap bak kontrol termasuk unit Roof Drain sesuai Gambar Rencana. 4) Pengadaan dan pemasangan semua alat plumbing di toilet dan sebagainya seperti pada Gambar Rencana lengkap dengan peralatannya. 5) Pengujian dan desinfeksi sistem air bersih berikut pengujian instalasi sistem air kotor/bekas. 6) Dan pekerjaan lainnya yang termasuk pekerjaan sanitary dan plumbing sehingga sistem tersebut dapat bekerja dengan baik. Kontraktor harus menyediakan material alat tenaga yang cukup dan ahli untuk menjamin kelancaran dan keamanan pelaksanaan pekerjaan sanitary tersebut.

c.

PERSYARATAN TEKNIK 1). Peraturan-Peraturan Persyaratan Tata cara pelaksanaan dan lain-lain petunjuk yang berhubungan dengan peraturanperaturan Pembangunan yang sah berlaku di Republik Indonesia dan khususnya daerah setempat. Selama pelaksanaan Kontrak ini harus betul- betul ditaati dan diikuti sesuai petunjuk MK. Pada umumnya peraturan-peraturan berikut ini yang berkenaan dengan pasal sebagaimana yang tertuang didalam spesifikasi teknis antara lain: Peraturan Perusahaan Air Minum Negara tentang instalasi air. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknis Penyehatan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. Peraturan Perburuhan Indonesia tentang penggunaan tenaga kerja harian mingguan bulanan dan borongan. Pemborong dianggap telah cukup mengerti dan mengetahui akan sisa dan maksud dari Peraturan - peraturan dan syarat-syarat tersebut diatas.

2)

National Plumbing Codes.

Material Pipa Galvanized Iron (GIP) Untuk pemipaan air bersih di luar bangunan dan toilet digunakan pipa baja yang digalvanis kelas Medium demikian pula perlengkapannya seperti tertera pada Gambar Rencana Pipa yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam SII 0161-81 atau PUIB 1982 pasal 98 serta standardstandard. lainnya yang disetujui oleh Pemilik Proyek/MK merk sekwalitas Bakrie, PPI, Spindo. - Pipa Polivinyl Chloride (PVC Pipe) Pipa PVC kelas AW berikut accessoriesnya. Pipa tersebut mempunyai tekanan kerja 8 kg/cm2, tekanan test 25 kg/cm2 dalam satu menit dan tekanan pecah pada minimum 40 kg/cm2. Pipa PVC yang digunakan adalah yang dibuat dari ekstrusi bahan utama polivynil chlorida dalam keadaan panas. Kandungan PVC murni minimum 92.5 %. Polimer dan stabilizer yang digunakan harus berkwalitas baik dan tahan terhadap air dan cuaca (ultra violet) yang dijamin dengan sertifikat pabrik. Permukaan luar dan dalam harus halus licin dan tanpa cacat yang berbahaya seperti retak-retak guratan, gumpalan dan cacatcacat lainnya merk sekwalitas Wavin, Maspionatau Vinilon. Type yang digunakan mempunyai dimensi dan toleransi sebagai berikut untuk saluran pembuangan: Nominal (mm) 48 48 50 60 75 89 100 114 150 165 Diameter Luar dan Toleransi (m) 0.3-2.7 0.4-3.15 0.5-4.05 0.6-4.5 1.0-9.4 Tebal dan Toleransi (mm) 0.6 0.7 0.8 0.8 1.0

Lem yang digunakan harus berkwalitas baik sesuai yang dianjurkan oleh pabrik pembuat pipa dan petunjuk Owner Pekerjaan. Pipa-pipa PVC ini harus sesuai dengan standard SII 0344-82. Pipa PE (Polyetylen) / HDPE Pipa HDPE (high-density polyethylene) adalah pipa yang terbuat dengan bahan polyethylene dengan kepadatan tinggi sehingga jenis pipa yang dihasilkan dapat menahan daya tekan yang lebih tinggi. Karakteristik pipa HDPE yang kuat, lentur/flexible dan tahan terhadap bahan kimia menjadikan produk ini mempunyai daya tarik yang terus meningkat. Biasa digunakan untuk air bersih. Pipa polietilen atau pipa PE adalah pipa yang dibuat secara sekstrusi dari bahan polietilen yang diperuntukkan untuk tipe pipa PE yang sesuai dengan persyaratan teknis dan karbon hitam dengan warna pipa hitam. Bahan utama dengan kandungan PE murni minimum 97%. Bahan Tambahan terdiri dari : karbon hitam dan antioksoi Bahan baku yang digunakan rtidak boleh menimbulkan bau dan rasa, racun, pertumbuhan microbiologi, pewrubahan warna air yang mengalir dalam pipa. Mampu menahan tekanan uji sesuai dengan parameter tegangan residu, temperature uji dan waktu uji. Tekanan kerja maksimum sampai dengan 45o C Standard SNI 06-4829-2005 Produk : Maspion, Vinilon, atau setara. Fittings Type fitting yang digunakan sesuai dengan tertera dalam Gambar Rencana, dan harus buatan pabrik yang sama dengan yang memproduk pipa (yang digunakan dalam instalasi ini). Katup Valve Macam dan ukuran yang digunakan seperti gate valve, check valve foot, valve float, valve dsb harus sesuai seperti yang tertera di dalam Gambar Rencana. Untuk valve yang berdimensi lebih kecil dari 3" digunakan valve yang terbuat dari bronze dengan sistem penyambungan screwed/ ulir. Untuk yang berdimensi 3" dan lebih besar digunakan valve yang terbuat dari Cast Iron dengan sistem penyambungan flanged flens. Valve harus mempunyai pressure range 6 kg!cm2 -15 kg!cm2. Plumbing Fixtures : Closet Lavatory/Wastafel Floor drain Clean Out Kran

d.

TANGKI AIR BERSIH (WATER TORN) Air besih ditampun dalam suatu wadah tangki air (water torn) sebelum didistribusikan. Tangki / Tandon Air Poly Ethylene berkualitas tinggi dengan garansi dan tidak mudah pecah karena terbuat dari biji plastik HDPE murni kualitas tinggi, dengan kapasitas 1000 liter, dengan spesifikasi :

1) 2)

3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) e.

Bahan bakunya dari Polyethylene (HDPE-High Density Poly Ethylene) berkualitas tinggi, yang telah diakui oleh FDA ( Food and Drugs Administration), tidak berbau, tidak beracun dan tidak mengubah rasa makanan maupun minuman. Lapisan dinding tangki terdiri dari 3 (tiga) lapis yaitu : Lapisan dalam berwarna putih, halus dan tidak berbau. Lapisan ini berguna untuk mencegah tumbuhnya lumut, jamur dan tidak berbau. Lapisan tengah mengandung PE Foam yang berfungsi menahan panas dan dingin, benturan bantingan dan flexibilitas tangki. Lapisan terluar mengandung anti UV (Ultra Violet), stabilisator panas, dan berwarna orange atau kuning. Tangki / Tandon Air kami telah disesuaikan dengan tingginya Sinar UV di Indonesia sehingga tahan terhadap radiasi sinar ultra violet yang bisa menimbulkan perubahan warna maupun keretakan. Tidak ada sambungan pada dinding Tangki / Tandon Air kami, hal ini mudah kita lihat dari bagian luarnya. Karena jika ada sambungan maka sangat rentan dengan kebocoran dan sebagai area menggumpalnya kotoran dibagian dalamnya. Tahan terhadap panas sampai 80o Celcius termasuk panas sinar matahari. Tahan terhadap beberapa jenis bahan kimiawi. Tahan terhadap segala cuaca. Tutupnya ber-ulir untuk mencegah agak tidak mudah masuk kotoran dan tidak mudah lepas. Di bagian bawah dilengkapi dengan fitting untuk lubang input dan output yang standar, praktis dan memudahkan penggunaannya. Ketebalan dinding tangki berbanding lurus dengan kapasitas-nya jadi makin besar kapasitas tangki makin tebal dinding tangkinya. Hal ini untuk menjamin kekuatan dan ketahanan terhadap berat jenis air pada volume penuh. Sesuai untuk memenuhi kebutuhan Rumah dan Industri. Instalasi dan pemasangannya diletakkan di atas menara yang datar.

POMPA Pompa digunakan untuk menarik mengalirkan air bersih ke Water Torn sebelum disitribusikan. Spesifikasi / jenis pompa : pompa booster 250 watt (PDH 250), Total Head 30 meter, 220 V, 50 Hertz.

f.

PELAKSANAAN 1) Pemasangan Pipa (Air Bersih/ Air Kotor/Bekas) Semua pipa yang tertanam baik dalam tanah maupun dalam dinding harus sudah selesai terpasang dan di test sebelum pekerjaan dinding dan lantai selesai pada kedudukan dan kemiringan seperti tertera pada Gambar Rencana. Untuk pipa-pipa yang ditanam di dalam tanah pada lubang galian terlebih dahulu harus diberi alas pasir urug setebal minimal 10 cm demikin pula dikiri-kanan dan atas pipa. Kedalaman galian minimum yang dijinkan adalah : Diameter Pipa 1 2 3 4 6 Dalam Galian 50 cm 60 cm 70 cm 80 cm 85 cm Lebar Galian 30 cm 30 cm 40 cm 40 cm 40 cm

Jika ada pipa yang melintasi saluran drainage letak pipaharus berada di bawah saluran drainage dengan jarak antara dasar pondasi saluran dengan pipa minimal 20 cm. Belokan (vertical dan horizontal. Harus dilakukan dengan bantuan alat penyambung yang sesuai (misalnya bend elbow) dan buatan pabrik yang sama dengan pipa demikian pula untuk percabangan harus digunakan TeeatauTee Reducer yang sesuai. Pada belokan-belokan sedapat mungkin digunakan belokan jenis long radius. Percabangan pada pipa air kotor menggunakan Y tee. Bila pekerjaan pemasangan pipa berhenti semua ujung pipa harus ditutup dengan dop atau sumbat kedap air. Untuk pipa GIP yang memakai sambungan ulir penyambungan harus dilakukan dengan menggunakan sealtip sesuai dengan petunjuk Owner Pekerjaan. Untuk pipa PVC sambungan harus menggunakan perekat khusus PVC dimana sebelumnya pipa yang akan disambung harus dibersihkan dari segala kotoran dan minyak sehingga didapat sambungan yang kuat dan rapat. Semua accessories harus dipasang pada posisi elevasi seperti yang tertera pada Gambar Rencana. Pemasangan floor drain harus rapat betul dimana celah-celah antara floor drain dan lantai harus diisi dengan pasta semen (grouting) dan membrane water proofing berlapislapis atau sealant. Pada penembusan pipa-pipa dengan pelat beton harus dipasang sparing pipa yang rapat air seperti pada Gambar Rencana. Sleeves untuk pipa-pipa dibuat dari pipa besi tuang atau pipa baja yang mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran di luar pipa (5 mm) Sleves harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton. Semua pipa harus diikat dengan kuat oleh penggantung atau angker yang cukup untuk memberikan kelonggaran di luar pipa (5 mm). Sleeves harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton.

Semua pipa harus diikat dengan kuat oleh penggantung atau angker yang cukup kokoh agar pipa-pipa tidak berubah letaknya. Penggantung atau penumpu pipa harus disekrupkan/terikat pada konstruksi dengan insert yang dipasang ketika pengecoran beton atau dengan baut tembak. Jarak tumpuan pipa pada pipa tegak adalah <1,2 meter sedangkan jarak penggantung pada pipa mendatar adalah sebagai berikut : Jenis Pipa GIP Diameter < 1 1-2 2-3 3-6 > 8 < 1 1-2 2,5-5 5 > 6 Jarak Penggantung (meter) 1, 0 m atau kurang 2, 0 m atau kurang 3, 0 m atau kurang 4, 0 m atau kurang 5, 0 m atau kurang 0,75 m atau kurang 1, 0 m atau kurang 1, 2 m atau kurang 1, 5 m atau kurang 2, 0 m atau kurang penumpu dan penggantung pipa harus ditempatkan pada

PVC

Selain pada tempat-tempat tersebut di atas tempat- tempat berikut ini: di sekitar katup dan sambungan expansi pada belokan pipa mendatar pada belokan pipa tegak pada cabang pipa

Penggantung dan penumpu harus mempunyai konstruksi yang cukup kuat untuk menahan seluruh berat pipa dan harus dapat diatur kedudukannya agar kemiringan pipa dapat disesuaikan dengan persyaratan. Semua pipa yang kelihatan (tidak ditanah atau tembok) harus dicat dengan warnawarna tertentu setelah sebelumnya pipa-pipa tersebut dilapisi dengan cat anti karat. Warna - warna pipa tersebut adalah : untuk pipa air bersih biru muda untuk pipa kebakaran merah menyala untuk pipa air buangan toilet abu-abu pipa vent abu-abu muda/putih. Warna-warna tersebut harus disetujui oleh Owner Pekerjaan. Penggantung I penumpu pipa dan peralatan- peralatan logam lainnya juga harus dilapisi dengan cat anti karat. Pemotongan pipa dilakukan kalau memang diperlukan dan dilakukan dengan alat yang sesuai dengan jenis pipa yang akan dipotong tersebut. Pada waktu pemasangan dan setelahnya pipa harus dalam keadaan baik dan pada bagian dalam pipa harus bersih dan kering. Untuk menghindari pergeseran letak pipa air bersih akibat aliran air di dalam pipa maka pada tempat-tempat tertentu pada jalur pipa yangditanam misalnya belokan percabangan atau valve harus diberi thrust block dari adukan beton 1:2:3. Pada belokan arah vertikal pada thrust block harus diberi anchor. Pada pemasangan pipa air buangan peletakan pipa-pipa dimensi dan kemiringan harus disesuaikan dengan Gambar Rencana. Pada belokan pipa > 45 atau pada tempat- tempat tertentu seperti pada Gambar Rencana dipasang clean out. Pada belokan pipa air buangan di luar bangunan atau jarak tertentu dibuat bak control Konstruksi bak kontrol adalah pasangan bata trasraam dapat dilihat pada Pasal Pekerjaan pasangan dalam spesifikasi ini. Pada pipa air kotor dan pipa vent yang dipasang vertikal harus diberi satu sambungan expansi pada setiap lantai bangunan. Klem dibawah socket harus dipasang eratdanklemantara2socket dipasang renggang. Untuk pipa yang dipasang horizontal yang melebihi 20 meter harus diberi satu sambungan expansi pada ujung akhir. Flexible connection yang digunakan terbuat dari synthetic rubber class 150 psi dan dimensi sesuai kebutuhan. Pada pipa yang menembus dinding harus diberi pipa pelindung. Untuk perpipaan di lantai bawah fitting-fitting yang menerima beban vertikal harus diberi bantalan beton. Pipa vent service harus dipasang minimum 20 cm di atau muka air banjir alat plumbing tertinggi yang dilayani vent tersebut. Untuk vent mendatar pipa dipasang miring 1 % agar titik-titik air dapat mengalirsecara gravitasi kembali ke pipa pembuangan. 2) Pemasangan Plumbing Fixtures dan perlengkapannya Plumbing Fixtures harus dipasang oleh tukang yang dianggap ahli dan pengalaman petunjuk pemasangan mengikuti petunjuk dari pabrik sehingga didapatkan hasil yang kokoh tidak terdapat celah-celah yang dapat merembeskan air pada elevasi seperti tertera pada Gambar Rencana. Sambungan dengan pipa pembuang juga harus rapat sehingga tidak terjadi kebocoran. Semua noda harus dibersihkan. Insert (tempat penyekrupan) harus tertanam dengan baik dalam dinding atau lantai dan rata dengan permukaan. akhir (finish) dari dinding atau lantai tersebut. Semua baut mur dan sekrup yang kelihatan harus dibuat dengan lapisan chromiun atau nekel. g. PENGUJIAN Sebelum penyerahan pertama Kontraktor harus telah melaksanakan pengujian pengujian dilapangan disaksikan oleh Owner Pekerjaan. Pengujian dilakukan sebagai berikut :

1) 2) 3)

4)

5) 6) 7)

Setelah sistim perpipaan air bersih selesai dipasang dan sebelum memasang fixtures seluruh sistim pipa air bersih harus diuji. Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan hidrostatik sebesar 10 kglcm2 selama 24 jam. Apabila selama 24 jam tekanan tidak berubah turun maka instalasi pipa dinyatakan baik. Pengujian dilakukan pada setiap segment pipa maksimum 100 meter. Pada pengujian sistem pipa air buangan semua lobang outlet ditutup rapat-rapat dan seluruh pemipaan diisi dengan air sampai lubang vent tertinggi (air meluap dari vent cap). sistem harus dapat menahan air yang diisikan minimum selama 30 menit dan penurunan air selama waktu tersebut tidak lebih dari 10 cm. Pengujian dilakukan sebelum lantai (untuk di R.Toilet) ditutup. Setelah pengujian harus dilaksanakan desinfeksi terhadap sistim air bersih dengan memasukkan chlorine dengan kadar 50 ppm. Setelah 16 jam seluruh sistim pipa harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine tidak lebih dari 0.2 ppm. Semua katup dalam sistim pemipaan harus dibuka dan ditutup beberapa kali selama jangka waktu 16 jam tersebut. Kontraktor dianggap sudah menguasai sistim pengujian seperti diuraikan diatas. Kontraktor harus bertanggung jawab atau segala kerusakan atau kegagalan akibat pelaksanaan pengujian dan harus segera diperbaiki sampai hasilnya dapat disetujuk Owner Pekerjaan. Pengukuran hasil Kerja. Pekerjaan sanitary dapat dinilai sebagai kemajuan pekerjaan apa bila telah selesai dipasang sesuai dengan Gambar Rencana dan spesifikasi ini serta spesifikasi lainnya dan telah diuji ketepatannya dengan prosedur yang berlaku dan dapat diterima baik oleh Owner Pekerjaan.

9.5.3. PEKERJAAN SANITARY a. UMUM SATUAN PEKERJAAN (BUAH/UNIT) 1) Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan pemasangan sanitair ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu dan sempurna dalam pemakaiannya/operasinya. Pekerjaan pemasangan wastafel, urinal, klosed, kran, perlengkapan kloset, floor drain. Pekerjaan yang berhubungan - Pekerjaan Waterproofing - Pekerjaan Plumbing Persetujuan - Semua bahan sebelum dipasang harus ditunjukkan kepada Perencana/ Konsultan Pengawas beserta persyaratan/ketentuan pabrik untuk mendapatkan persetujuan. Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan. - Jika dipandang perlu diadakan penukaran/penggantian bahan, pengganti harus disetujui Perencana/Konsultan Pengawas berdasarkan contoh yang dilakukan Kontraktor.

2)

3)

b. . BAHAN/PRODUK 1) 2) c. Untuk wastafel, urinal, kloset dan keran merk TOTO dalam negeri atau setara. Floor drain : TOTO/Viega, atau setara.

PELAKSANAAN 1) Sebelum pemasangan dimulai, Kontraktor harus meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi dilapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola, penempatan, pemasangan sparing-sparing, cara pemasangan dan detaildetail sesuai gambar. Bila ada kelainan dalam hal ini apapun antara gambar dengan gambar, gambar dengan spesifikasi dan sebagainya, maka Kontraktor harus segera melaporkannya kepada Perencana/Konsultan Pengawas. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila ada kelainan / berbedaan ditempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan. Selama pelaksanaan harus selalu diadakan pengujian/pemeriksaan untuk kesempurnaan hasil pekerjaan dan fungsinya. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas biaya Kontraktor, selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik. Pekerjaan Wastafel Wastafel yang digunakan adalah merk TOTO ex dalam negeri atau setara lengkap dengan segala accessoriesnya seperti tercantum dalam brosurnya. Type-type yang dipakai dapat dilihat pada skedul sanitair terlampir.

2) 3) 4) 5)

6)

Wastafel dan perlengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi baik tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat lainnya dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas. Ketinggian dan konstruksi pemasangan harus disesuaikan gambar untuk itu serta petunjuk-petunjuk dari produksennya dalama brosur. Pemasangan harus baik, rapi, waterpass dan dibersihkan dari semua kotoran dan noda dan penyambungan instalasi plumbingnya tidak boleh ada kebocoran-kebocoran.

7)

Pekerjaan Urinal Urinal berikut kelengkapannya yang digunakan adalah merk TOTO type yang dipakai adalah : dengan fitting standard. Urinal yang dipasang adalah urinal yang telah diseleksi dengan baik, tidak ada bagian-bagian yang gompal, retak dan cacaat lainnya dan telah disetujui konsultan Pengawas. Pemasangan urinal pada tembok menggunakan Baut Ficher atau stainless steel dengan ukuran yang cukup untuk menahan beban seberat 20 kg tiap baut. Setelah urinal terpasang, letak dan ketinggian pemasangan harus sesuai gambar untuk itu, baik waterpassnya. Semua celah-celah yang mungkin ada antara dinding dengan urinal ditutup dengan semen berwarna sama dengan urinal sempurna. Sambungan instalasi plumbingnya harus baik tidak ada kebocoran-kebocoran air. Pekerjaan Kloset Kloset duduk berikut segala kelengkapannya yang dipakai adalah TOTO standard ex dalam negeri, type yang dipakai dapat dilihat pada skedule sanitair terlampir. Kloset beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat lainnya dan telah disetujui Konsultan Pengawas. Untuk dudukan dasar kloset dipakai papan jati tua telab 3 cm dan telah dicelup dalam larutan pengawet tahan air, dibentuk seperti dasar kloset. Kloset disekrupkan pada papan tersebut dengan sekrup kuningan. Kloset harus terpasang dengan kokoh letak dan ketinggian sesuai gambar, waterpass. Semua noda-noda harus dibersihkan, sambungan-sambungan pipa tidak boleh ada kebocoran-kebocoran. Pekerjaan Kran Semua keran yang dipakai, kecuali kran dinding adalah merk TOTO dengan chromed finish. Ukuran disesuaikan keperluan masing-masing sesuai gambar plumbing dan brosur alat-alat sanitair. Keran-keran tembok dipakai yang berleher panjang dan mempunyaai ring dudukan yang harus dipasang menempel pada dinding type T.23 B 13 V 7 (N). Keran-keran yang dipasang dihalaman harus mempunyai ulir sink di ruang saji dan dapat disambung dengan pipa leher angsa (extention). Keran untuk sink di ruang saji type T. 30 AR 13 V 7 (N). Stop keran yang dapat digunakan merk Kitazawa bahan kuningan dengan putaran berwarna hijau, diameter dan penempatan sesuai gambar untuk itu. Keran-keran harus dipasang pada pipaa air bersih dengan kuat, siku, penempatannya harus sesuai dengan gambar-gambar untuk itu. Floor Drain dan Clean Out Floor drain dan Clean out yang digunakan adalah metal verchroom, lobang dia. 2 dilengkapi dengan siphon dan penutup berengsel untuk floor drain dan depverchron dengan draad untuk clean out merk setara TOTO. Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai gambar untuk itu. Floor drain yang dipasang telah diseleksi baik, tanpa cacat dan disetujui Konsultan Pengawas. Pada tempat-tempat yang akan dipasang floor drain, penutup lantai harus dilobangi dengan rapih, menggunakan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai ukuran floor drain tersebut. Hubungan pipa metal dengan beton/lantai menggunakan perekat beton kedap air Embeco ex. MTC dan pada lapis teratas setebal 5 mm diisi dengan lem Araldit ex. Ciba. Setelah floor drain dan clean out terpasang, pasangan harus rapih waterpass, dibersihkan dari noda-noda semen dan tidak ada kebocoran. NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Closet Jongkok Washtafel Urinal Kran Kran Washtafel Cermin Floor Drain Paper Holder RUANG TOILET CE 9 + Accesories T 6 JP2 W U. 57 M Moslem Type Standart Ex TOTO Ex Asahi TX. IA. Square Flange TX. 11

8)

9)

10)

d.

KRITERIA KINERJA PRODUK : Kwantitas, kwalitas dan fungsi

X.

PENYEDIA JASA KONSTRUKSI Penyedia jasa konstruksi harus mempunyai kualifikasi bidang Arsitektur dan sub bidang Bangunan-Bangunan Non Perumahan Lainnya, sedangkan klasifikasinya adalah non kecil dan wajib memiliki Sertifikat K-3. a. PERSONIL 1) Tenaga Ahli (Profesional Staf) No. 1. 2. Posisi/Jabatan Project Manager. Ahli Madya (S1 Teknik Sipil, Pengalaman Minimal 8 Tahun) Site Manager (S1 Arsitektur Minimal Pengalaman 5 Tahun) Kualifikasi Ahli Madya Sipil/Struktur Ahli Muda Arsitektur Jumlah Orang 1 1 Pengalaman (Tahun) 8 5 Bukti yang harus disertakan 1. SKA 2. Ijazah 3. CV 1. SKA 2. Ijazah 3. CV

2)

Tenaga Pendukung No. 1. 2. 3. Posisi/Jabatan Mandor Teknisi/Logistik Juru Gambar/CAD Operator Kualifikasi SMK/D1 SMK D3 Jumlah Orang 1 1 1 Pengalaman (Tahun) 5 3 5

3)

Project Manager adalah Ahli Madya Teknik Sipil/Struktur sebanyak 1 (satu) orang, pendidikan minimal S1 Teknik Sipil, pengalaman kerja minimal 10 (sepuluh) tahun mempunyai tugas/tanggung jawab untuk: - Bertanggung jawab untuk keseluruhan terhadap manajemen proyek; - Bertanggung jawab kepada pemberi tugas, dan semua wewenang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan Pekerjaan Pelaksanaan, serta melaporkan kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan; - Bertanggung jawab untuk pengumpulan data dan informasi yang diperlukan, penentuan kebutuhan pekerjaan pelaksanaan, organisasi personil, dan penyampaian serta pembahasan laporan untuk mendapatkan persetujuan pemberi tugas dan Konsultan Pengawas; - Mengorganisir personil dan manajemen tim tenaga, staf penunjang dalam setiap aktivitas pekerjaan; - Bertanggung jawab dalam penyusunan semua laporan pekerjaan pelaksanaan; - Bertanggung jawab penuh atas penyelesaian pekerjaan. Site Manager adalah Ahli Muda Arsitektur sebanyak 1 (satu) orang, pendidikan minimal S1 Teknik Arsitektur pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun mempunyai pengetahuan dan berpengalaman luas dalam pekerjaan pelaksanaan. bertugas dalam disiplin keilmuannya masing-masing untuk: - Melaksanakan pekerjaan secara umum, terutama dilapangan dalam bidang arsitektur/struktur, koordinasi dan inspeksi kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan penyerahan pekerjaan kedua; - Memperhatikan kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas bahan atau komponen bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan; - Menjaga dan bertanggung jawab terhadap kemajuan pekerjaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat agar batas waktu seperti yang tercantum dalam dokumen kontrak dipenuhi; - Melaporkan setiap perubahan apabilah terjadi perubahan terhadap dokumen pelaksanaan, berupa pengurangan dan penambahan biaya akibat perubahan pekerjaan apabila dipandang perlu untuk dilakukannya perubahan dan harus disampaikan kepada Konsultan Pengawas dan disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk mendapat persetujuan Kuasa Pengguna Anggaran.

4)

b.

PERALATAN Peralatan minimal yang wajib disediakan Kontraktor Pelaksana adalah sesuai tabel berikut : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Jenis Peralatan Alat Ukur Tanah (Theodolite) Water Pass Mesin Molen beton/beton molen Vibrator Concrete Stamper Tangan Bar Cutter Mesin Potong Aluminium Scaffolding Kendaraan lapangan/Pick Up Jumlah 1 Unit 2 Unit 3 Un it 3 Un it 3 Un it 3 Un it 4 Unit 200 Set 1 Unit Keterangan Ts Manual 0,3 M3 Manual Electrik

10. 11. 12.

Bor Listrik/Electric Drill Mesin potong keramik Mesin Las

3 Unit 3 Unit 1 Unit

Elektrik

Peralatan/fasilitas sebagaimana tercantum pada Tabel Peralatan di atas adalah peralatan/fasilitas minimal yang wajib ditawarkan/diajukan/disediakan oleh peserta lelang dalam melakukan penawaran untuk pekerjaan ini. Khusus untuk pekerjaan Alumunium Composite Panel, pelaksanaan pekerjaannya harus menggunakan APLIKATOR. Dalam dokumen penawaran harus disertakan dengan Surat Dukungan dari Aplikator/keagenan ACP. Penyedia Jasa Konstruksi disyaratkan menyampaikan jaminan/garansi ketersediaan bahan/material atau surat dukungan bahan/material sesuai spesifikasi teknis yang terkait dengan item pekerjaan Pengadaan tiang pancang 12 m 30.30.30 Dalam dokumen penawaran juga harus disertakan bukti kepemilikan/sewa (untuk milik sendiri maupun sewa) berupa rekaman bukti pembelian alat untuk peralatan no. 1,3,4,5 dan 9. Khusus untuk peralatan no. 9 berupa rekaman STNK kendaraan kerja (truck) yang sah dan berlaku. Apabila dokumen penawaran tidak disertai dengan bukti kepemilikan/sewa peralatan maka dinyatakan tidak memenuhi persyaratan (gugur teknis). XI. BESAR TOTAL PERKIRAAN BIAYA Besar Total perkiraan Biaya atau Harga Perkiraan Sendiri pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Fasilitas Penunjang di Pelabuhan Muara Angke ini sebesar Rp. __________ (___________________) XII. PENUTUP Dengan disampaikannya Kerangka Acuan Kerja ini, agar Pelaksana Pekerjaan dapat memahami yang selanjutnya mengiterprestasikan dan mendefinisikan tugas yang diberikan secara benar, sehingga dapat menghasilkan suatu hasil pekerjaan yang sesuai. Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat sebagai bahan acuan bagi Pelaksana Pekerjaan untuk melaksanakan kegiatan dilapangan, dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Jakarta, Menyetujui, KABID TRANSPORTASI LAUT DAN UDARA DISHUB PROVINSI DKI JAKARTA Selaku Pejabat Pembuat Komitmen 20__

Disusun oleh, PT. RINDU ORDER Selaku Konsultan Perencana

nama NIP : ____________ Mengetahui, KEPALA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI DKI JAKARTA Selaku Pengguna Anggaran

nama jabatan

nama NIP ______________