Anda di halaman 1dari 3

Selamatkan Bumi Kita dari Global Warming

Assalamualaikum Wr. Wb. dan salam sejahtera bagi kita semua Yang terhormat Bapak Eko Redjo selaku guru pengajar bidang studi Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Sidoarjo dan rekan-rekan XII IPS 2 yang saya sayangi. Marilah kita panjatkan piji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas kekuatan dan berkahnya lah kita dapat berkumpul pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat tanpa kurang suatu apapun. Sebelumnya izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih atas kesempatan berdiri disini untuk menyampaikan pidato yang bertajuk global warming. Seperti yang kita tahu bahwa dunia ini sudah semakin panas, apakah anda merasa bahwa sinar matahari semakin terik dan malam hari semakin dingin, karena keserakahan manusia, dunia menjadi menderita dan kesakitan, termasuk karena ilegal logging semakin mengganas, bahkan Indonesia yang dibilang sebagai zamrud khatulistiwa karena kehijauan dan kesuburannya kehilangan zamrud dan citranya di mata dunia karena ulah tangan orang serakah yang mencuri pohon-pohon kita dan tak bertanggung jawab. Belum lagi masalah dampak efek rumah kaca yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Hal ini bukan permainan kata untuk menakut-nakuti manusia, ini adalah kenyataan. Selain akan terjadi hujan asam, di hampir sebagian besar belahan dunia, dampak paling buruk peristiwa memantulnya sinar matahari sebelum sampai ke bumi, yaitu mencairnya dataran es di dua kutub. Akibatnya jangan ditanya, gelombang pasang air laut akan segera menyapu separuh daratan se jagad raya. Para ilmuwan mulai angkat bicara. Peringatan bernada mengancam dari para ilmuwan itu bukanlah mengada-ada. Sebab mereka memiliki data akurat tentang proses melelehnya es di belahan Kutub Utara. Kecerobohan para pemilik modal di negara-negara industrialis dituding menjadi salah satu penyebab utama melelehnya lapisan es di Kutub Utara maupun Selatan. Mereka dituduh menjadi salah satu pelaku perusakan ekosistem global yang mengakibatkan temperatur planet bumi semakin bertambah panas setiap tahun. Bisakah kita hanya menutup mata dan pura pura buta? masihkah hati nurani kita peduli terhadap alam? Sebagai rasa kepedulian terhadap alam, marilah kita semua mulai memikirkan masa depan planet ini. Marilah kita menghijaukan kembali bumi ini dengan menanam pohon di lingkungan sekitar kita. Ungkapan mulailah dari diri kita sendiri harus kita pegang teguh. Dengan mulai menanam pohon di lingkungan kita sendiri akan melecut semangat generasi muda lainnya untuk ikut prihatin dengan nasib bumi ini sehingga mereka juga ikut berpartisipasi untuk menanam pohon. Mari kita wariskan bumi kita yang hijau kepada anak cucu kita kelak. Sekian pidato dari saya,semoga bermanfaat untuk kedepannya. Apabila ada salah kata mohon dimaafkan. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Om Swastiastu, Yang terhormat Bupati Buleleng. Yang saya hormati Camat se- Kabupaten Buleleng, beserta seluruh warga SMAN Bali Mandara (SA) . Selamatkan bumi kita! Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya lah kita dapat berkumpul di tempat ini. Saya juga berterima kasih kepada seluruh warga SMAN Bali Mandara (SA) yang telah menyelenggarakan acara ini dan kepada Camat se-Kabupaten Buleleng yang telah membantu acara ini, sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Pertama-tama, ijinkan lah saya untuk menyampaikan sepatah - dua patah kata untuk mengawali kegiatan kita pada hari Bumi ini. Seperti yang telah kita ketahui, Earth Day ( Hari Bumi) adalah hari yang dikhususkan bagi kita untuk meminimalisir atau mengurangi kerusakan lingkungan yang ada di bumi kita ini, baik dengan melakukan kegiatan penanaman pohon maupun menebang pohon tua yang tidak berguna lagi. Global Warming, pemanasan global yang semakin lama semakin meresahkan semua makhluk hidup di bumi ini. Dengan radiasi matahari yang dihasilkan semakin kuat dapat membunuh semua makhluk hidup yang ada. Itulah masalah terbesar kita di era globalisasi ini, zaman yang penuh dengan technology. Apakah hadirin semua pernah berfikir, bagaimana masalah ini bisa sampai terjadi? Apakah hadirin pernah berpikir, mengapa keadaan buruk ini bisa semakin parah di zaman technology yang canggih ini? Bagaimana cara untuk mengurangi kerusakan ini? Terkadang kita hanya berpikir seseuatu yang tidak berguna. Melakukan hal yang malah membuat keadaan ini semakin buruk. Menebang pohon, konsumtif, membuangbuang kertas, polluting, mengotori sungai dan membuang sampah sembarangan, misalnya. Itulah hal yang terus kita lakukan baik sadar maupun tidak, yang dapat membunuh lingkungan kita sendiri.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita untuk mulai merubah pikiran dan kebiasaan yang dapat menghancurkan bumi kita. Dimulai dari menanam beberapa pohon per orang pada Earth day ini, yang mungkin membawa perubahan besar dikemudian hari. Mungkin, kegiatan itu hanya terlihat sebagai hal yang kecil, simple, bosan, dan melelahkan. Bagi orang awam yang tidak mengerti dan tidak memiliki kesadaran tentang lingkungan mungkin akan berpikir, mengapa saya harus melakukan hal yang melelahkan seperti itu? Namun, kita sebagai orang yang telah mengerti dan tahu bahwa Global Warming itu bagai racun bumi, seharusnya tidak memikirkan hal tersebut. Lelah yang akan kita dapatkan, panas dan bosan yang pasti kita terima pasti akan terbayar. Cobalah kita berfikir sepuluh sampai duapuluh tahun ke depan, seberapa hijau tempat ini nantinya, setidaknya dengan perubah itu bumi kita dapat terselamatkan walau hanya setitik, di tempat ini, dan dengan perubahan itu kita diharapkan mampu mengajak orang lain untuk ikut melakukan kegiatan simple ini, sehingga bumi kita dapat terselamatkan walau secara perlahan-lahan. Saya masih ingat jelas dengan keadaan sesaat setelah saya pindah ke Bali. Sejuk dan tidak sepanas sekarang. Rindang, nyaman dan tidak gersang. Air sungai di belakang rumah saya yang dulunya berwarna bening dengan batuan dan pohon di sekelilingnya, sekarang telah berubah menjadi air keruh dengan rumah semi permanen yang suhu panas. Dengan keadaan seperti itu, kita telah membuktikan bahwa perubahan yang sangat derastis telah terjadi di lingkungan kita, dalam kurun waktu kurang dari lima belas tahun. Oleh karena itu, mari kita mulai memperbaiki semua kerusakaan pada bumi kita yang indah dulunya ini. Walaupun dengan melakukan hal yang simple, seperti menanam pohon. Kita dapat merubah keadaan yang tidak nyaman di bumi kita ini menjadi surga kembali seperti dimasanya. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih dan JAGA BUMI KITA! Om Santih, Santih, Santih Om.