Anda di halaman 1dari 13

PENENTUAN PROFIL KECEPATAN ARUS

LAUT
MENGGUNAKAN ADCP

ZULFA
0503111062

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNRI, 2008
Kecepatan merupakan karakteristik suatu benda
yang sedang bergerak atau dengan kata lain,
kecepatan adalah turunan pertama terhadap
waktu dan posisi. Kecepatan gelombang akustik di
dalam air laut 1450m/s, sedangkan di udara 334
m/s (No Name, 2004).
 Profil adalah perubahan variable oseanografik
terhadap kedalaman, meliputi profil temperature,
profil tekanan, profil salinitas, dan profil
kecepatan arus. Profil oseanografi memberikan
gambaran lautan pada lokasi itu dari atas ke
bawah (fungsi kedalaman).
 Profil oseanografi menggambarkan bagaimana
karakteristik laut yang berubah dari permukaan
laut sampai permukaan bawah laut.

Gambar 1. ADCP mengukur kecepatan arus


dengan menghadap ke atas.
 Salah satu alat yang bekerja berdasarkan efek
Doppler dan menggunakan gelombang akustik
adalah ADCP (Acoustics Doppler Current Profiler).
ADCP adalah suatu jenis alat yang menggunakan
sonar untuk mengukur profil arus pada
 TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini dimaksudkan untuk
mengetahui bagaimana profil kecepatan arus
ditentukan menggunakan ADCP dan bagaimana
cara kerja ADCP sehingga bisa menentukan profil
kecepatan arus.

 BATASAN MASALAH
Untuk mengarahkan penulisan pada makalah ini,
permasalahan yang dibahas dibatasi, yakni hanya
membahas bagaimana ADCP menentukan profil
kecepatan arus laut dan bagaimana cara kerja
ADCP sehingga bisa menentukan profil kecepatan
 Gelombang Akustik
Gelombang akustik merupakan getaran bolak
balik (vibrasi) yang terjadi pada molekul-molekul
di dalam medium yang ada di alam baik yang bisa
didengar manusia maupun yang tidak bisa
didengar manusia. Gelombang akustik merambat
melalui suatu medium dengan cara memindahkan
energi kinetic dari satu molekul ke molekul
lainnya
 Efek Doppler
Efek Doppler adalah perubahan jelas dalam
frekuensi atau panjang gelombang dari sebuah
gelombang yang diterima oleh pengamat
bergerak relatif sesuai ke sumber gelombang.
Untuk gelombang, seperti gelombang suara, yang
 Metodologi
ADCP memancarkan bunyi
pada frekuensi tertentu dan
menangkapnya kembali dalam
bentuk echo dari bunyi yang
terhambur dalam air.
Penghambur bunyi adalah
partikel-partikel kecil atau
plankton yang dapat
memantulkan bunyi kembali ke
ADCP. Bunyi tersebut
terhambur ke segala arah Gambar 2. Prinsip Kerja
(Gambar 2). Bunyi yang ADCP mengukur kecepatan
arus.
terhambur ini mengalami
pergeseran frekuensi yang
 Peralatan
Peralatan yang digunakan adalah perangkat
ADCP (Acoustics Doppler Current Profiler) yang
terdiri atas:
a. Transduser (biasanya 4 buah). 
Transduser pada ADCP biasanya dilengkapi
dengan penerima, amplifier, suatu jam yang
akurat, sensor temperature, kompas, pitch dan
sensor roll, pengubah analog ke digital, memori,
processor, dan petunjuk mulai dari
mengembalikan sinyal, menentukan pergeseran
Doppler sampai menentukan arah dan sensor lain
(No name, 2004).
b. Kabel.
 Pembahasan 
ADCP adalah suatu jenis alat yang
memanfaatkan gelombang akustik untuk
mengukur profil kecepatan arus pada fungsi
kedalaman tertentu. ADCP yang digunakan
biasanya terdiri atas empat transduser yang
beroperasi pada frekuensi ultrasonic tertentu.
Prinsip kerja ADCP sama dengan prinsip kerja
Loud speaker di udara (No Name, 2004). 
Prinsip dasar penentuan profil kecepatan arus laut
adalah pulsa bunyi di transmisikan ke dalam air
dari satu atau lebih transduser. Bunyi yang
dipancarkan tadi akan menumbuk partikel-partikel
seperti sedimen, plankton, atau gelembung-
gelembung dalam air. Sebagian bunyi tadi akan
Besarnya pergeseran Doppler ini sebanding
dengan kecepatan partikel. karena partikel-
partikel bergerak dengan kecepatan yang sama
dan dalam arah yang sama, maka kecepatan air
sama dengan kecepatan partikel. Dan dengan
mengetahui kecepatan ini, maka dapat ditentukan
profil kecepatan arus untuk fungsi kedalaman (No
Name, 2007).
 ACDP dapat digunakan untuk mengetahui profil
kecepatan arus dengan memanfaatkan efek
Doppler sebagai pembanding untuk menentukan
kecepatan arus yakni dengan cara memancarkan
bunyi pada frekuensi tertentu dan menangkapnya
kembali dalam bentuk echo dari bunyi yang
terhambur dalam air. Penghambur bunyi adalah
partikel-partikel kecil atau plankton yang dapat
memantulkan bunyi kembali ke ADCP. Bunyi ini
terhambur ke segala arah. Ketika bunyi yang
terhambur bergerak ke arah ADCP, bunyi yang
terdengar mengalami pergeseran Doppler dengan
frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi awal,
dimana frekuensi rendah ini sebanding dengan
 No Name (2002), Cahaya Dan Bunyi Dalam Air
Laut,
http://tblog.com./templates/index.php?bid=gomes0512

 No Name (2004), Acoustics Doppler Current
Profiler, http://en.wikipedia.org/wiki/ACDP.
 No Name (2004), ADCP – Acoustics Doppler
Current Profile, http://www.sontek.com/adcp.htm.
  No Name (2004), Arus Laut Dan Pemecah Ombak,
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1104/11/cakrawa

 No Name (2004), Karakteristik Air Laut,

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=9050

 No Name (2006), What is ADCP and why do we
use it?,
http://www.whoi.edu/instruments/viewInstrument.do?id
.
 No Name (2007), Synopsis of ADCP’s and Their
Use by the USGS Indiana District Office,
http://in.water.usgs.gov/hydroacoustics/adcpuses.shtm
.
 Viridi, S., K. Basar, J. S. Kosasih, Novitrian, A.
Purqon (2003), Efek Doppler,
http://209.85.175.104/search?q=cache:UYjO2C7in
dex2.php%3Foption%3Dcontent%26do_pdf%3D1
%26id%3D15+efek+doppler&hl=id&ct=clnk&cd=
5&gl=id.
TERIMA KASIH