Anda di halaman 1dari 1

Alsin Sterilisasi Media Tanam Hortikultura

Alsin sterilisasi tipe pengaliran uap panas ini berfungsi untuk mensterilkan media tanam, terutama untuk pembibitan hortikultura. Alsin ini mudah dipindahkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan sehingga diharapkan mampu mengurangi kejerihan kerja dan ongkos untuk memindahkan media tanam.

lubang 1 mm diharapkan uap panas dapat keluar, dan lubang tidak tersumbat oleh butiran tanah. Kinerja Alsin Sterilisasi Alsin sterilisasi ini mampu menghasilkan suhu uap panas 100 o C. Untuk mendidihkan air 200-240 l hingga diperoleh suhu uap panas 100oC dibutuhkan waktu 3-4 jam. Setelah uap panas dialirkan, suhu dalam tanah mencapai 80oC. Penurunan suhu uap dari 100oC menjadi 80oC disebabkan oleh sifat higroskopis tanah atau media tanam, sehingga terjadi penyerapan suhu uap panas oleh butiran tanah atau media tanam. Perbedaan waktu pencapaian suhu dalam tanah sangat bergantung pada tekstur tanah. Tanah bertekstur kasar lebih cepat mencapai suhu tinggi dan distribusi uap panasnya lebih merata. Tanah dengan ketebalan 10 cm membutuhkan waktu 1,5-3 jam untuk memperoleh suhu 80oC. Besarnya laju pemanasan sebanding dengan laju penurunan volume air di dalam tabung boiler, yaitu 4-7 l/jam. Sterilisasi dengan alsin ini mampu menurunkan jumlah penyakit yang ada dalam tanah. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa sterilisasi tanah dengan alsin ini mampu menurunkan jumlah bakteri sampai sepertiga dari jumlah awal, sedangkan jamur hingga seperlimanya. Populasi Fusarium sp. yang tergolong dalam penyakit tular tanah (soil borne disease) dapat diturunkan hingga 1/10-7 dari jumlah awal (M.J. Tjaturetna B., Abi Prabowo, dan Koes Sulistiadji) . Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Situgadung, Kotak Pos 2 Serpong 15310 Tangerang Telepon : (021) 5376787 5376780 Faksimile : (021) 5376784 E-mail : bbpmektan@indo.net.id

asalah yang sangat serius pada budi daya hortikultura adalah hama dan penyakit pada media tanam, terutama untuk pembibitan. Pembibitan merupakan tahapan budi daya yang sangat rentan terhadap gangguan tersebut. Media tanam yang steril sangat penting untuk memperoleh bibit tanaman yang bebas penyakit. Penggunaan bahan kimia seperti fumigan merupakan cara yang umum untuk membasmi hama dan penyakit dalam tanah. Selain mudah penggunaannya, bahan ini dapat membasmi nematoda, cendawan, dan serangga berbahaya di dalam tanah serta biji-biji gulma. Namun, dengan makin tumbuhnya kesadaran masyarakat akan keamanan pangan dan kesehatan lingkungan, penggunaan bahan kimia untuk sterilisasi tanah mulai dikurangi. Sebagai gantinya dilakukan cara pengendalian dengan menggunakan energi panas, seperti sterilisasi tenaga surya, sterilisasi uap dan sterilisasi dengan perlakuan air panas, atau dengan cara menyangrai media tanam. Sterilisasi tanah dengan cara menyangrai tanah dan mengalirkan uap panas ke dalam media tanam merupakan cara yang paling banyak digunakan di Indonesia, baik yang sederhana maupun yang canggih. Cara sterilisasi sederhana memerlukan banyak tenaga kerja untuk memindahkan tanah dari dan ke dalam bak sterilisasi. Bak sterilisasi umumnya ditempatkan pada bangunan yang terpisah dari lahan. Sementara itu, sterilisasi dengan teknologi tinggi memerlukan biaya investasi yang besar. Atas dasar pertimbangan tersebut dikembangkan alsin sterilisasi

sederhana untuk media tanam hortikultura yang dapat dipindahpindahkan. Alsin ini dapat digunakan/ditempatkan di lahan di mana media tanamnya akan disterilkan. Bagian Utama Alsin sterilisasi tipe uap merupakan alsin dengan sistem pengaliran uap panas ke dalam lapisan tanah sehingga akan menaikkan suhu tanah. Naiknya suhu tanah diharapkan dapat membunuh hama dan penyakit dalam tanah serta biji gulma. Alsin aseptik ini terdiri atas unit pemanas air dan unit distribusi uap panas. Semua bagian terbuat dari bahan antikarat dan korosi karena uap panas yang dialirkan merupakan uap panas yang steril. Komponen utama dari unit pemanas adalah tabung boiler yang berfungsi untuk menampung air yang akan dididihkan, dengan ukuran diameter 0,6 m dan tinggi 1 m. Tabung boiler terbuat dari stainless steel, yang dilengkapi dengan tabung kaca pengontrol ketinggian muka air dalam tabung, katup pengaman tekanan dalam tabung, manometer, dan termometer uap. Untuk memanaskan air dalam tabung digunakan kompor semawar berdiameter 15 cm. Unit distribusi uap panas berfungsi mengalirkan uap panas yang dihasilkan oleh boiler ke dalam lapisan tanah atau media tanam. Unit ini terbuat dari pipa galvanis atau bahan lain yang antikarat dan korosi serta tahan panas. Untuk mengeluarkan uap panas yang ada di dalam pipa ke dalam lapisan tanah, di sepanjang sisi pipa dibuat lubang kecil berdiameter 1 mm dengan jarak 2 cm. Dengan ukuran

15