Anda di halaman 1dari 12

GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK SEBAGAI SUMBER INFORMASI UTAMA DALAM ASTRONOMI

By : Mariano N, S.Si.

Adalah benda yang hanya menyerap energi tanpa memancarkan atau benda yang memancarkan saja tanpa menyerap energi contoh : lubang yang kecil, bintang Koefisien benda hitam (e) menyatakan seberapa hitamnya suatu benda (bukan warnanya hitam) e = 1 benda hitam sempurna 0 < e < 1 benda kurang hitam Bintang adalah salah satu benda yang mendekati benda hitam !

Spektrum Elektromagnetik
Benda Hitam memancarkan seluruh spektrum elektromagnetik

KURVA RADIASI BENDA HITAM


HUKUM WIEN :

m ax.Teff k
Konstanta Wien : k = 2,898 x 10-3 mK

LUMINOSITAS DAN FLUKS


Seluruh energi yang dipancarkan sebuah bintang ke segala arah setiap detiknya disebut Luminositas Menurut Hukum Stefan-Boltzman, besarnya energi pancaran sebuah benda hitam berbentuk bola (bintang dianggap bola dengan sifat benda hitam sempurna) adalah :

L 4 R T
2

R = Jari-jari bintang = Tetapan Stefan Boltzman = 5,67 x 10-8 Js-1m-2K-4 T = Temperatur efektif bintang

FLUKS
Fluks adalah sebagian kecil energi dari sebuah bintang. Digunakan dalam tiga pengertian : 1) Energi yang dipancarkan bintang di setiap m2 permukaannya 2) Energi yang diterima oleh pengamat pada jarak tertentu dari bintang 3) Energi yang diterima oleh seluruh permukaan planet dari matahari

FLUKS
1) Besarnya energi yang dipancarkan bintang di setiap satuan luas permukaannya

L E 2 4 .R
R adalah jari-jari bintang

FLUKS
2) Besarnya energi yang diterima oleh pengamat yang berada pada jarak d dari bintang adalah :

L E 2 4 d
Fluks energi matahari yang diterima oleh bumi disebut Konstanta Matahari, besarnya :

E 1,36810 Jm
3

FLUKS
3) Besarnya energi yang diterima oleh permukaan planet dari matahari :

L 2 E x R 2 4 d
Dengan R adalah jari-jari planet dan d adalah jarak planet ke matahari

ALBEDO
Planet memantulkan kembali fluks yang diterimanya dari matahari. Perbandingan energi dipantulkan (E2) dan energi yang datang (E1) disebut Albedo

E2 Al E1

LUMINOSITAS DAN FLUKS


Jika dua buah bintang dibandingkan luminositasnya, maka diperoleh :

L1 R T L2 R T

2 1 2 2

4 1 4 2

Jika dua buah bintang dibandingkan fluksnya, maka diperoleh :

E1 d R T E2 d R T

2 2 2 1

2 1 2 2

4 1 4 2