Anda di halaman 1dari 2

Diskusi Kasus Epidemiology Varicella Lebih sering muncul pada cuaca tropikal maupun semitropical Lebih sering pada

anak-anak Umur kurang dari 10 tahun. Herpes Zoster Muncul sepanjang tahun tanpa pemilihan musim

Faktor Resiko

Sifat Menular Patogenesis

Gejala prodromal

Gambaran klinis

Predileksi terjadi lesi

Umur lebih dari 60 tahun Disfungsi immunoselluler Wanita Trauma fisik pada dermatom yang terlibat Polimorfism gen interleukin 10 Ras berkulit hitam Sangat menular Tidak menular Host diinfeksi dengan virus Setelah host mengalami varicella dan waktu inkubasi penyakit varicella, virusnya terjadi selama kisaran 2 masuk ke ganglion sensoris pekan. Setelah itu, terjadinya dan terjadinya infeksi laten viremia sekunder dengan yang menetap. Reaktivasi gejala klinis dan lesi pada dari virus akan terjadi akibat kulit. pencetus tertentu seperti imuno supresi, trauma, tumor, irradiasi, atau usia tua. Jarang pada anak-anak kecil, Nyeri (dari nyeri yang namun pada anak-anak lebih tikaman, menusuk, besar dan orang dewasa mencakar dan seperti Demam dibor) Mengigil Parestesi (rasa gatal) Malaise Alodinia Sakit kepala Malaise Nyeri punggung Sakit kepala Batuk kering Demam Lesi mulai timbul pada muka Sebelum timbul lesi, dan kepala kemudian didahului gejala nyeri pada menyebar ke badan dan dermatom yang akan timbul ekstremitas. lesi. Lesi mulai timbul Lesi awal berupa makula sebagai makula eritem, dan eritem kecil, dan berkembang berkembang menjadi vesikel, menjadi papul, vesikel, bula, pustule dan krusta. Lesi pustul dan akhirnya pecah khas berkelompok. dan cairan mengering menjadi krusta. Seluruh tubuh Pada dermatom tertentu,

Jenis

Varicella

Diagnosis

Dapat dilakukan dari gejala klinis dengan melihat adanya efloresensi polimorfi. Tzanck tes menunjukkan adanya sel datia dengan 8 sampai 10 inti.

Penunjang

Terapi

Umumnya sembuh sendiri. Obat topikal berupa kompres dingin dan losio kalamin. Dapat diberikan obat antihistamin untuk mengurangi gatal dan antipiretik untuk demam.

Komplikasi

Jarang terjadi komplikasi. Pada anak-anak, komplikasi yang terjadi: Infeksi sekunder pada lesi yang menyebabkan terjadinya (impetigo, furunkel, selulitis, erisepelas dan gangren) Pada dewasa, komplikasi yang terjadi: Pneumoni varicella primer

biasanya unilateral namun dapat bersifat bilateral Herpes Zoster Chronic Varicella Zoster Virus Dapat dilakukan dengan klinis dengan melihat adanya vesikel berkelompok di atas kulit eritem yang unilateral. Tzanck tes menunjukkan adanya sel datia dengan 8 sampai 10 inti. Kultur virus dapat membedakan antara VZV dan HSV Obat topikal berupa losio kalamin Obat sistemik dapat berupa asiklovir yang diberikan 5x800mg sehari selama 7 hingga 10 hari. Obat tambahan dapat berupa kortikosteroid, analgetik, atau opiod. Post herpetic neuralgia Infeksi sekunder Komplikasi pada mata Herpes zoster generalisata

Referensi: 1. Fitzpatrick TB, Straus SE, Oxman MN, Schmader KE. Varicella and Herpes Zoster. In: Dermatology in General Medicine. 7th Ed. New York: McGraw-Hill; 2008. Pg 1889. 2. Kartowigno S. 10 Besar Kelompok Penyakit Kulit. 1st Ed. Palembang. Unsri Press; 2011. Hal 108.