Anda di halaman 1dari 31

VAKSINASI PADA TRAVELLERS

Dr. Jeanette I.Ch. Manoppo, Sp.A(K)

PENDAHULUAN
Konsultasi medis sebaiknya 4-8 minggu sebelum berpergian informasi penyakit, kebutuhan vaksinasi &/ obat antimalaria serta kebutuhan medis lainnya Vaksin untuk wisatawan

PENDAHULUAN

HiB (Haemophilus Influenzae type b) Vaksinasi Diberikan sejak umur 2 bulan. 3 kali rentang 2 bulan Ulangan > 1 tahun Umur 6 bulan- 1 tahun 2 kali suntukan Umur > 1 tahun 1 kali suntukan

JAPANESE ENCEPHALITIS Jenis Flavovirus Epidemiologi Asia Daerah iklim tropis Resiko tinggi : Jepang, Taiwan dan Korea Di Indonesia Tipe inaktif SA-14-14-2 (Ixiaro) Diberikan usia > 1 tahun 1 dosis secara subkutan

Vaksinasi

YELLOW FEVER Jenis Epidemiologi

Flavivirus. Penularan nyamuk Aedes aegypti


Afrika, Amerika Selatan Sejak Juli 1996 beberapa negara di afrika meminta sertifikat vaksinasi yellow fever. CSL 17D live attuned Dosis 0,5 ml subkutan Diberikan umur > 6 bulan dosis tunggal Proteksi sampai 10 tahun Kontraindikasi : alergi telur ibu hamil Immunokompramais Hipersensitif

Vaksinasi Nama dagang Stamaril

CAMPAK Penyebab

Virus campak ; genus Morbillivirus; Famili Paramyxoviridae.


Melalui droplet

Transmisi

CAMPAK Vaksinasi

- vaksin Campak - 0,5 ml secara subkutan/intramuskular, diberikan pada umur 9 bulan, dapat diulang saat masuk SD

MMR (Measles, Mumps, Rubella) (Campak, Gondongan, Rubela) Vaksinasi - Untuk mencegah campak, gondongan dan rubella - Dosis tunggal 0,5 ml secara intramuskular atau subkutan diberikan pada umur 12 -18 bulan - Imunisasi MMR menghasilkan sero-konversi terhadap ketiga virus ini > 90% kasus - Efek samping :demam, malaise, ruam yang terjadi 1 minggu setelah imunisasi

10

CHOLERA Penyebab Distribusi Vibrio cholerae serogroups O1 and O139 Negara berkembang dengan sanitasi dan penyediaan air minum : Asia Selatan, Afrika dan sebagian kecil di Amerika Tengah & Selatan. , Pada daerah bencara (+)

Resiko pelancong

11

CHOLERA

Vaksinasi

- Proteksi (85-90%) selama 6 b ulan setelah imunisasi > 2 tahun -Proteksi 50% setelah imunisasi pada anak > 5 tahun saat vaksinasi -Imunisasi primer :terdiri dari 2 dosis oral selang interval 7-14 hari pada dewasa & anak > 6 tahun -Untuk usia 2-5 tahun direkomendasikan 3 dosis -Hindari makan/minum 1 jam sebelum/sesudah vaksinasi -Kontraindiksai : hipersensitivitas terhadap dosis sebelumnya -Efek samping : Gangguan gastrointestinal -Digunakan 2 minggu sebelum tiba didaerah endemik -Contoh : 1. Shanchol 2. mORCVAX keduanya terdapat di India & Vietnam

12

DIPHTHERIA/TETANUS/PERTUSSIS DIPTHERIA Penyebab Distribusi Vaksinasi Toxigenic Corynebacterium diphtheriae & toxigenic C. ulcerans Seluruh Dunia, jarang pada negara industri Vaksinasi DTP atau DTaP (3 dosis) 2- 4 - 6 bulan DT (5 - 7 tahun) vaksin Td

13

DIPHTHERIA/TETANUS/PERTUSSIS

TETANUS Penyebab Resiko wisatawan Vaksinasi

Clostridium tetani. Dapat terjadi bila luka terpapar spora

-Vaksin Tetanus toksoid (TT) ditemukan dalam bentuk TT, Kombinasi DT atau Td (difteria tetanus dosis rendah) atau kombinasi difteria dengan pertusis (DTwP, DTaP, TdaP) -Jadwal imunisasi yang direkomendasikan : 5 dosis (3 dosis DTP saat infant, booster 2 kali (usia 4-7 tahun) & (usia 12-15 tahun)

14

Transmisi

Gejala Klinis

DIPHTHERIA/TETANUS/PERTUSSIS PERTUSIS Penyebab Distribusi Resiko wisatawan Bordetella pertussis 95% di Negara berkembang (+) pada anak yang belum terproteksi

Vaksinasi

-Terdapat dalam bentuk wP & aP -Diberikan 3 dosis dengan interval 2 bulan antara dosis I & II dan 6-12 bulan antara dosis II & III -Booster : 1-6 tahun setelah seri primer
15

HEPATITIS A Vaksinasi

Vaksin Hepatitis A

Vaksin Hepatrix (HepA + typhoid)

-Vaksin hep. A : virus inaktivasi, diberikan im -Anti HAV antibodi terdeteksi 2 minggu setelah pemberian dosis I -Dosis II diberikan paling cepat 6 bulan, umumnya 624 bulan, setelan dosis I proteksi jangka panjang -Kombinasi vaksin hep. A / typhoid Vi ( Vi CPS) diberikan dosis tunggal selanjutnya diberikan ulang vaksin hep. A II setelh 6-24 bulan (booster typhoid diberikan tiap 3 tahun) -Kontraindikasi : hipersensitivitas terhadap dosis sebelumnya -Efek samping : reaksi lokal minimal dalam durasi singkat, reaksi sistemik ringan -Diberikan sebelum tiba proteksi 2 4 minggu setelah dosis I

16

HEPATITIS B Vaksinasi

-Vaksin hep. B dihasilkan melalui tehnologi rekombinan DNA -Terdiri dari 3 dosis dengan interval 1 bulan antara dosis I & II dan interval 1-12 bulan antara dosis II & III - Rekomendasi WHO: 1 dosis dalam 24 jam I kelahiran dosis II & III dengan inteval minimal 1 bulan - Vaksin kombinasi hep A & B (vaksin inaktivasi) diberikan saat hari 0, 1 bulan & 6 bulan & jadwal yang singkat : hari 0, hari 7, hari 21 dan booster saat 12 bulan
17

PNEUMOCOCCAL DISEASE Penyebab Streptococcus pneumoniae. Transmisi Kontak langsung orang-orang melalui droplet atau kontak oral - Pneumonia dengan empiema &/bakteremia, febil bakteremia & meningitis manifestasi >> pada invasive pneumococcal infection - Negara berkembang, pneumonia non bakterial penyebab >> kematian akibat pneumococcal pada anak - Manifestasi yang ringan : infeksi telinga tengah, sinusitis & bronkitis
18

Gambaran penyakit

PNEUMOCOCCAL DISEASE Distribusi Seluruh dunia. Kematian >> usia < 5 tahun (di negara miskin) Resiko wisatawan Resiko pada balita & orang tua > 65 tahun

Vaksinasi

- Vaksin konjugasi yang mengandung serotipe pneumococcus (PCV-7) aman pada annak < 2 tahun - Disarankan pada usia < 2 tahun - Seri primer PCV-7 3 dosis im dengan interval minimum 4 minggu, diawali pada saat usia 6 bulan - 2009, vaksin 10 valent conjugated pneumococcal 6 bulan 2 tahun - 2010, vaksin 13 valent conjugated pneumococcal 6 bulan 5 tahun - PPV-23 : anak & dewasa diberikan dosis tunggal im

19

TRAVELLER DIARHEA (ROTAVIRUS) Penyebab Rotaviruses, Famili Reoviridae Transmisi Rute fekal-oral, kontak langsung maupun tidak langsung , melalui transmisi respiratori Gambaran penyakit - Rotavirus gastroenteritis akut pada bayi & anak yang dihubungkan dengan diare cair yang profuse,muntah proyektil & demam

- Dehidrasi sering terjadi butuh terapi rehidrasi


- Dapat terjadi malabsorpsi kehilangan cairan & elektrolit &
20

ROTAVIRUS Distribusi Resiko pelancong

Seluruh dunia. Resiko terbatas pada dewasa. Resiko pada balita - Terdapat 2 vaksin live attenuated rotavirus oral - WHO merekomendasikan vaksinasi rotavirus masuk dalam program imunisasi nasional pada negara resiko - Dosis I Rota Teq atau Rotarix diberikan saat usia 6-15 minggu dengan interval 4 minggu - Rota Teq 3 dosis sedangkan Rotarix 2 dosis - Vaksinasi seluruhnya harus diberikan sebelum 32 minggu

Profilaksis

21

INFLUENZA Penyebab Transmisi Distribusi Tipe A (2 subtipe): H3N2, H1N1 Tipe B, Tipe C Udara (aerosol) dan percikan ludah (droplets) Influenza terdapat di seluruh dunia, di negara bermusim 4 terjadi di musim dingin, di wilayah tropis terjadi di musim hujan Dapat terjadi pada anak dan dewasa

Resiko pelancong

22

INFLUENZA

Vaksinasi

Vaksin Influenza Seasonal - WHO merekomendasikan 1x setiap tahun - Mengandung antigen dari 2 subtipe virus Influenza A (A/H1N1 dan A/H3N2) dan satu galur virus ainfluenza B, dikenal sebagai vaksin trivalen - Ada 3 macam : whole virion vaccine (dari virus utuh), Split virus vaccine (masih mengandung RNA dan protein M), Subunit virus vaccine (hanya HA dan NA) - Dosis untuk <3 thn 0,25 ml dan untuk 3 thn 0,5 ml suntikan secara IM di otot deltoid pada dewasa dan anak lebih besar sedangka pada bayi di paha anterolateral - Efek samping : nyeri, bengkak dan sakit di tempat suntikan, demam, nyeri otot - Komntraindikasi : hipersensitivitas, sedang menderita demam akut, alergi terhadap telur

23

Typhoid Fever Vaksinasi

Oral Ty21a *Strain attenuted mutant dari Salmonella typhi Ty21a *Proteksi 7 hari setelah dosis akhir *Proteksi 67% 7 tahun setelah dosis akhir tapi kurang efektif pada wisatawan *3 atau 4 dosis vaksin oral dengan interval 2 hari *Hindari penggunaan Proguanil, meflokuin d& antibiotik

24

Typhoid Fever Vaksinasi Vi CPS Injeksi *Vaksin polisakarida mengandung 25 ug polisakarida per dosis, diberikan secara im dengan dosis tunggal. *Proteksi terjadi 7 hari setelah injeksi *Didaerah resiko tinggi efikasi proteksi 72% setelah 1.5 tahun vaksinasi & 50% setelah 3 tahun *1 dosis Vi CPS im booster tiap 2-3 tahun * tidak diberikan < 2 tahun
-Kontraindikasi : (-) -Efek samping : (-) -Diberikan 1 minggu sebelum tiba di daerah endemik -Rekomendasi : berpergian ke daerah endemik lebih dari 1 bulan

25

TUBERCULOSIS Vaksinasi - Vaksin : Live attenuated mycobacterial strain vaksin - Diberikan intradermal - Kontraindikasi : gangguan imunitas, penderita HIV - Terbatas untuk pelancong - Pada tahun I kehidupan proteksi terhadap bentuk berat TB - Negara resiko imunisasi dosis tunggal segera setelah lahir - WHO tidak merekomendasikan booster BCG

26

RABIES Epidemiologi

Vaksinasi

- Puriffied verocel vacine - Verorab - Diberikan pada orang beresiko tinggi kontak dengan hewan rabies - Pre expossure - Dosis 1ml/0.5ml IM - Hari 0,2,7,14 dan 28

VARICELLA Profilaksis -Vaksin : Live attenuated vaksin (Oka strain VZV) -Usia optimal vaksinasi 12-24 bulan -Dibeberapa negara 1 dosis cukup, tergant. Umur -USA : 2 dosis dengan interval 4-8 minggu (dewasa) - Kontraindikasi : Ibu hamil, riw. reaksi anafilaksis, imunosupresi, sakit berat

28

31