Anda di halaman 1dari 2

IV. Pengaruh Pilokarpin 1. Catat 10 kerutan usus sebagai kontrol 2.

Tanpa menghentikan tromol, teteskan 2 tetes larutan pilokarpin 0,5% kedalam cairan perfusi. Beri tanda pada saat penetesan 3. Teruskan dengan pencatatan, sehingga pengaruh pilokarpin terlihat elas. P-V.1.5. Apa pengaruh pilokarpin terhadap kerutan usus? !. "entikan tromol dan cucilah sediaan usus untuk menghilangkan pengaruh pilokarpin seperti pada ad. 1 !.

V. Pengaruh Suhu

1. Catatlah 10 kerutan usus sebagai kontrol pada suhu 35#C. 2. "entikan tromol dan turunkan suhu cairan perfusi seban$ak 5#C dengan alan memindahkan pembakar Bunsen dan mengganti air hangat didalam gelas beker pireks dengan air biasa. 3. %egera setelah sampai suhu 30#C, alankan tromol kembali dan catatlah 10 kerutan usus !. "entikan tromol lagi dan ulangi percobaan ini dengan setiap kali menurunkan suhu cairan perfusi seban$ak 5#C, sampai tercapai 20#C dengan alan memasukkan potongan& potongan es kedalam gelas beker pireks. 'engan demikian didapat pencatatan keaktifan berturut&turut pada suhu 35#C, 30#C, 25#C, dan 20#C. 5. "entikan tromol perfusi dan naikkan suhu cairan perfusi sampai 35#C dengan alan mengganti air es didalam. (. %egera setelah suhu mencapai 35#C . alankan tromol kembali dan catatlah 10 kerutan usus. P-V. 1.6 Apa pengaruh suhu pada keaktifan usus?

Catatan : )enurunan suhu secara perlahan&lahan akan memberikan hasil $ang memuaskan )enaikan suhu sehingga normal boleh dilakukan lebih cepat dari pada penurunan suhu.

*oefisien suhu untuk setiap perbedaan 10#C +,10- merupakan perbandingan antara frekuensi pada t# 'engan frekuensi pada +t# . 10#- sebagai berikut/

Tetapi pengukuran $ang paling baik ialah dengan membandingkan ker a +01ork output2- pada t# dengan ker a pada +t# 10#-

Menurut Ilmu Pesawat: *er a 3 4arak 5 beban 6leh karena beban disini dianggap selalu sama +$aitu berat alat pencatat-, maka $ang diperbandingkan disini ialah arak, 7aitu / frekuensi per menit 5 amplitude rata&rata, sehingga.

8ni akan memberikan gamabaran mengenai perbandingan ker a pada t# dengan ker a pada suhu +t# . 10#-.

VI. Pengaruh Ion Barium 1. Catatlah 10 kerutan usus sebagai kontrol 2. Tanpa menghentikan tromol, teteskan 1 tetes larutan BaCl2 1% kedalam cairan perfusi. Bila 1 tetes tidak memberikan hasil setelah 5&10 kerutan, lan utakan penambahan BaCl2 tetes demi tetes $ang diberikan setiap sesudah 5&10 kerutan $ang tidak elas. P-V. 1.7 Apa pengaruh yang diharapkan terjadi pada penambahan larutan a!l"