Anda di halaman 1dari 2

Maka tiada kehidupan kecuali dalam kekecewaan dan kehinaan Demi usiaku, kuingatkan kepada orang yang tidur

Dan kuperdengarkan kepada orang yang punya telinga Yang lebih wajib lagi daripada kesabaran suami istri ketika teman hidupnya sakit ialah kesabaran anak laki laki terhadap penyakit kedua orang tuanya. Sebab hak mereka adalah sesudah hak Allah Taala, dan berbuat kebajikan atau berbakti kepada mereka termasuk pokok keutamaan yang diajarkan oleh seluruh risalah ilahi. Karena itu Allah menyifati Nabi Yaya a.s dengan firman-Nya: Dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka ( Maryam : 14 ) Allah menjadikannya yang masih bayi dalam buaian itu berkata menyifati dirinya : Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. ( Maryam : 32 ) Demikian juga dengan anak perempuan, bahkan dia lebih berhak memelihara dan merawat kedua orang tuanya, dan lebih mampu melaksanakannya karena Allah telah mengaruniainya rasa kasih dan sayang yang melimpah, yang tidak dapat ditandingi oleh anak laki laki. Al-Quran sendiri menjadikan kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua ini dalam urutan setelah mentauhidkan Allah Taala, sebagaimana difirmankan Nya : sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak..( an Nisa : 36 ) dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik baiknya ..(al Isra: 23) Dalam ayat yang mulia ini Al-Quran mengingatkan tentang kondisi khusus atau pencapaian usia tertentu yang mengharuskan bakti dan perbuatan baik seorang anak kepada orang tuanya semakin kokoh. Yaitu, ketika keduanya telah lanjut usia, dan pada saat saat seusia itu mereka amat sensitive terhadap setiap perkataan yang keluar dari anak anak mereka, yang sering dirasakan sebagai bentakan atau hardikan terhadap keberadaan mereka. Kata kata yang mempunyai konotasi buruk inilah yang dilarang dengan tegas oleh AlQuran. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua duanya sampai ke umur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. (qs. Al Isra : 23 24 )

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a bahwa beliau berkata , Kalau Allah melihat ada kedurhakaan yang lebih rendah dari pada perkataan uff (ah ), niscaya diharamkan-Nya. Ungkapan Al-Quran sampai ke usia lanjut dalam pemeliharaanmu menunjukkan bahwa si anak bertanggung jawab atas kedua orang tuanya, dan mereka telah menjadi tanggungannya. Sedangkan bersabar terhadap keduanya ketika kondisi mereka telah lemah atau tua merupakan pintu yang paling luas yang mengantarkannya ke surge dan ampunan; dan orang yang mengabaikan kesempatan ini berarti telah mengabaikan keuntungan yang besar dan merugi dengan kerugian yang nyata. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi saw bersabda: Merugi, merugi dan merugi orang yang mendapat kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau kedua duanya, lantai ia tidak masuk surga. ( HR Ahmad dan Muslim )