Anda di halaman 1dari 3

6. HAK DAN KEWAJIBAN ORANG SAKIT KewajibanOrang Sakit 1.

Orang yang sakit memiliki kewajiban untuk senantiasa ridha terhadap qadha Allah SubhanahuwaTaala, bersabar atas taqdir-Nya serta berbaik sangka kepada Rabbnya. Itu yang lebih baik baginya.Rasulullah ShallallahualaihiwaSallambersabda: Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik dan tidaklah yang demikian itu ada kecuali pada seorang mukmin. Yaitu jika ia mendapatkan kelapangan ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika mendapat kesempitan ia bersikap sabar, itu pun menjadi kebaikan baginya. Rasulullah ShallallahualaihiwaSallam juga bersabda: Janganlah salah seorang kalian mati kecuali dalam keadaan ia berbaik sangka kepada Allah Taaala.(Dikeluarkan oleh Imam Muslim, Imam Al-Baihaqi dan Imam Ahmad). 2. Seyogyanya orang yang sedang sakit memiliki perasaan antara rasa takut dan harap, yaitu takut akan siksa Allah AzzawaJalla atas dosa-dosanya dan berharap akan rahmat Allah AzzawaJalla kepadanya. Sikap ini didasarkan pada hadits dari Anas bin Malik Radhiyallahuanhu yang mengatakan: Nabi ShallallahualaihiwaSallam dating kepada seorang pemuda yang hendak meninggal, maka beliau berkata: Bagaimana keadaanmu?Pemuda itu menjawab: Demi Allah ya Rasulullah, sungguh saya sangat berharap kepada (rahmat) Allah dan saya sangat takut akan (siksa Allah) atas dosa-dosa saya. Maka RasulullahShallallahualaihiwaSallam berkata: Tidaklahduaperkaratersebutadapadahatiseoranghamba yang dalamkadaansepertiini, kecuali Allah akanmemberikanapa yang diharapkannyadanakan Allah amankaniadariapa yang ditakutkannya. 3. Seberat apapun sakit yang diderita, tidak boleh baginya untuk berangan-angan ingin mati. Hal ini karena ada hadits Ummul Fadhl Radhiyallahuanha, bahwa Rasulullah ShallallahualaihiwaSallam pernah dating kepada mereka tatkala Abbas Radhiyallahuanhu (paman Rasulullah) menderita sakit, hingga Abbas berangan-angan ingin mati. Maka Rasulullah ShallallahualaihiwaSallam berkata:

Wahai pamanku, janganlah engkau berangan-angan ingin mati, karena sesungguhnya jika engkau termasuk orang yang suka beramal baik, apabila ditangguhkan ajalmu lalu engkau bias menambah kebaikan lagi kepada kebaikanmu, itu akan lebih baik bagimu. (Sebaliknya), jika engkau termasuk orang yang suka beramal buruk, apabila ditangguhkan ajalmu lalu engkau merasa bersalah atas amal-amal burukmu (menyesal), itu juga lebih baik bagimu. Maka janganlah berangan-angan ingin mati. 4. Jika ia masih memiliki tanggungan atas hak-hak orang lain, hendaklah ia tunaikan kepada yang berhak apabila hal itu mudah baginya. Jika tidak mudah, hendaklah ia berwasiat (kepadakeluarganya). Sesungguhnya Nabi ShallallahualaihiwaSallam berkata: Barang siapa pernah mendhalimi hak saudaranya dalam hal harga diri[1] atau hartanya, hendaklah ia selesaikan sebelum dating hari kiamat, hari yang tidak diterima dinar tidak pula dirham. Jika ia punya amalan shalih maka diambil darinya lalu diberikan kepada orang yang punya hak. Jika ia tidak punya amalan shalih, maka diambil dosa-dosa orang yang bersangkutan lalu dibebankan kepadanya. 5. Orang yang sakit hati daknya bersegera untuk menyiapkan wasiat karena ada sabda Rasulullah ShallallahualaihiwaSallam: Tidak benar bagiseorang muslim yang bermalam dua malam sedangkan ia punya sesuatu yang ingin diwasiatkannya kecuali semestinya wasiat itu telah ditulis di sisinya. http://darussunnah.or.id/artikel-islam/nasehat/kewajiban-kewajiban-orang-sakit/ Desember 2011 diakses : 9

Hak Orang Sakit Diriwayatkan di dalam hadits sahih muttafaq 'alaihdari Abu Hurairahr.a.bahwa Nabi SAW bersabda: "Hak orang muslim atas orang muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazahnya, mendatangi undangannya, dan mendoakannya ketika bersin." Imam Bukharimeriwayatkandari Abu Musa al-Asy'ari, iaberkata: Rasulullah SAW. bersabda:

"Berilahmakan orang yang lapar, jenguklah orang yangsakit, dantolonglah orang yang kesusahan." Imam Bukharijugameriwayatkandari al-Barra' bin Azib, iaberkata: "Rasulullah saw. menyuruh kami Laluiamenyebutkansalahsatunyaadalahmenjenguk orang sakit. melakukantujuhperkara.

http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Kontemporer/Sakit02.htmldiakses : 9 Desember 2011. Menjenguk orang sakitamatdianjurkandalamajaran Islam.Karenaamalaninidisampingbernilaiibadah, jugamemberikandampakpositiftakhanyakepadasisakit, sipenjenguk pun memperolehmanfaatdarinya.Akan tetapiitubisadiperolehmaksimaljikadiiringidenganamalanamalanlainya. Diriwayatkan di dalamhaditssahihmuttafaq 'alaihdari Abu Hurairahr.a.bahwaNabi saw. bersabda: Hak orang muslimatas orang muslimlainnyaada lima: menjawabsalam, menjenguk yang sakit, mengantarkanjenazahnya, mendatangiundangannya, danmendoakannyaketikabersin." Imam Bukharimeriwayatkandari Abu Musa al-Asy'ari, iaberkata: Rasulullah saw. bersabda: "Berilahmakan orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit, dantolonglah orang yang kesusahan." DalamKtabNailul-Authar, yang dimaksuddengansabdaRasulullah saw. tentang 'hak orang muslim' ialahtidaklayakditinggalkandanmelaksanakannyaadakalanyahukumnyawajibatausunnahmuakkad yang menyerupaiwajib. Sedangkanmenggunakanperkataantersebut --yaknihaq (hak) dengankeduaarti di atastermasukbabmenggunakanlafalmusytarikdalamkeduamaknanya, karenalafalal-haqitudapatdipergunakandenganarti 'wajib', dandapatjugadipergunakanenganarti 'tetap,' 'lazim,' 'benar,' dansebagainya." Begitumulianyaamalanmenjenguk orang sakit, sampaisampaiRasulullahbersabda."Sesungguhnyaapabilaseorangmuslimmenjenguk orang muslimlainnya, makaiaberada di dalamkhurfatuljannah." Dalamriwayat lain parasahabatbertanyakepadaRasulullahsaw.: apakahkhurfatuljannahitu?" Beliaumenjawab, "Yaitutamanbuahsurga." "WahaiRasulullah,