Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN KAPASITAS FISIK DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL

Sebagaimana diketahui fisioterapis adalah tenaga kesehatan professional yang dalam melaksanakan tugasnya berorientasi pada masalah dengan menggunakan proses pemecahan masalah yang dikenal dengan proses fisioterapi. A. Pengumpulan data Pengumpulan data pada dasarnya meliputi teknik dan obyek yang akan diukur atau dikumpulkan datanya. Pada bab ini dibahas mengenai teknik pengumpulan data, obyek data dan pemeriksaan khusus dalam bidang fisioterapi. 1) Teknik Pengumpulan Data a. Anamnesis b. Inspeksi c. Palpasi d. Auskultasi e. Perkusi f. Tes Gerakan g. Tes Elektris h. Data Sekunder

2) Obyek Data a. Riwayat penyakit Dalam menyusun riwayat penyakit perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Keluhan Utama 2. Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) 3. Riwayat Penyakit Dahulu (RPD) 4. Riwayat Keluarga 5. Riwayat Psikososial b. Tanda-Tanda Vital ( Vital Sign ) 1. Tekanan Darah 2. Denyut Nadi 3. Suhu 4. Pernafasan c. Fungsi Motorik d. Fungsi Sensorik e. Fungsi Sensomotorik f. Anthopometri g. Fungsi Kognitif h. Kemampuan Interpersonal i. Kemampuan Fungsional

3) Pemeriksaan Khusus segi fisioterapi FT B ( Muskuloskeletal )

B. Interprestasi Data C. Diagnosis Fisioterapi D. Perencanaan Fisioterapi E. Pelaksanaan Fisioterapi F. Evaluasi G. Dokumentasi

Pemeriksaan pada Kondisi FT B ( Muskuloskeletal )

Dalam proses fisioterapi, suatu bagian yang elementer adalah pengkajian atau pemeriksaan fisioterapi, karena tanpa adanya pemeriksaan, maka proses fisioterapi tidak berjalan dan ciri fisioterapi professional tidak akan Nampak. Seperti dalam kelompok kondisi yang lain, pemeriksaan pada kondisi Muskuloskeletal brtujuan untuk mencari data tentang : 1. Gejala dan ciri keadaan penyakit. 2. Keadaan patologinya. 3. Problem yang ada.

Perbedaan pokok fisioterapi pada kondisi Muskuloskeletal dengan pemeriksaan fisioterapi pada kondisi yang lain terletak pada pokok kajiannya, dimana pemeriksaan fisioterapi pada kondisi Muskoloskeletal pokok kejadiannya adalah sebagai berikut : 1. Struktur / jaringan yang bergerak / tulang. 2. Tempat terjadinya gerakan / sendi. 3. Struktur / jaringan yang menggerakkan / otot. 4. Struktur / jaringan yang memperkuat / menstabilkan persendian. 5. Jaringan lunak sekitar persendian yang lain dan kulit. Adanya perbedaan pokok kajian tersebut, maka untuk memperoleh data yang lengkap dan akurat seringkali tudak cukup dengan pemeriksaan fisioterapi yang umum atau baku, sehingga memerlukan tes-tes khusus yang berkaitan dengan musculoskeletal.