P. 1
PENYERBUKAN

PENYERBUKAN

4.5

|Views: 14,028|Likes:
Dipublikasikan oleh cHuAz TeeKaa

More info:

Published by: cHuAz TeeKaa on Sep 21, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2013

pdf

text

original

PENYERBUKAN

Pengangkutan serbuk sari (pollen) dari kepala sari ke putik Jatuhnya butir serbuk sari di atas kepala putik

Penyerbukan dapat terjadi karena :
Pada bunga letak kepala putik di bawah kepala sari, sehingga serbuk sari dapat jatuh di atas kepala putik dengan mudah Kepala putik menempel pada kepala sari. Bila kepala sari pecah maka serbuk sari langsung kontak dengan kepala putik dan terjadilah penyerbukan Sebuk sari tertiup angin atau terbawa oleh organisme dan jatuk diatas kepala putik.

ANEMOPHILY / ANEMOGAMY
(Penyerbukan dengan perantaraan angin) Ciri-ciri bunga :
 Serbuk sari banyak, kecil, lembut serta kering dan tidak berlekatan  Kepala putik mempunyai bentuk seperti bulu ayam atau benang, sehingga akan lebih banyak menangkap sebuk sari yang beterbangan  Bunga sering tidak mempunyai hiasan  Kepala sari tidak berlekatan pada tangkai sari (dapat bergoyang)  Tempat bunga tidak tersembunyi

HYDROPHILY / HIDROGAMY
(Penyerbukan dengan perantaraan air)

Sering terjadi pada tumbuhan air (Hydrophyta)

ZOIDIOPHILY / ZOIDIOGAMY
(Penyerbukan dengan perantaraan binatang) Ciri-ciri bunga :
• Mempunyai warna yang menarik • Mempunyai sesuatu yang menarik atau menjadi makanan binatang • Serbuk sari sering menggumpal dan berperekat, sehingga mudah menempel pada tubuh binatang • Sering mempunyai bentuk khusus, sehingga bunga hanya dapat dikunjungi oleh hewan tertentu saja

ORNITOPHILY
(Penyerbukan yang dilakukan oleh burung) Ciri-ciri bunga :
• Warna bunga menyolok • Bagian-bagian bunga tebal, kuat • Benang sari kuat • Banyak menghasilkan nektar encer

CHIROPTEROPHILY
(Penyerbukan dilakukan oleh kelelawar) Ciri-ciri bunga :
• Bunga besar dan kuat • Bunga terbentuk pada batang (cauliflora) atau cabang (ramiflora) • Warna bunga putih atau suram • Mekar diwaktu malam • Pollen lenggket • Mengeluarakan bau kurang sedap

ENTOMOPHILY
(Penyerbukan dilakukan oleh serangga) Ciri-ciri bunga :
• Bunga besar dapat mekar sampai lebar, atau kecil tapi jumlahnya banyak dan merupakan bunga majemuk yang dapat menarik perhatian serangga • Warna hiasan bunga kuning, merah, putih atau ungu biru • Benang sari panjang, serbuk sari sedikit • Polen besar, berat, agak berminyak atau bergetah

Pollen berbenjol-benjol atau berduri, permukaannya kasar dan lengket • Kepala putik kecil • Bunga mengeluarkan bau harum tajam, tapi kadang-kadang bau busuk • Bunga mempunyai kelenjar madu yang menghasilkan nektar/madu

MALACOPHILY (Penyerbukan dilakukan oleh siput)
• Biasanya terjadi pada bunga yang mekar diwaktu malam • Bunga berada di pangkal batang • Mempunyai bagian-bagian bunga yang kuat

PENYERBUKAN BERDASARKAN ASAL SERBUK SARI Dibedakan menjadi : • Penyerbukan sendiri (autogamy) : pollen berasal dari bunga itu sendiri • Penyerbukan tetangga (geitogamy) : pollen berasal dari bung lain tetapi masih dalam satu pohon (individu)

• Penyerbukan silang (allogamy/xenogamy) Pollen berasal dari bunga tumbuhan lain tetapi masih dalam satu jenis • Penyerbukan bastar (hybridogamy) Pollen berasal dari tumbuhan lain yang tidak sejenis

KEADAAN BUNGA YANG DAPAT MENYEBABKAN GAGALNYA PENYERBUKAN SENDIRI

Tumbuhan berumah dua (dioecus) Dikogami, masaknya benang sari dan putik tidak bersamaan - Protandri - Protogini

Herkogami, letak kepala putik dan benang sari berjauhan • Heterostili. panjang benang sari dengan tangkai putik tidak sama - Heterodistili - Heterotristili • Kemandulan

PROSES PEMBENTUKAN SERBUK SARI (POLLEN)
Inti generatif Inti vegetatif
mikrospora

exin Inti sel generatif Inti sel vegetatif

intin

SERBUK SARI (POLLEN)
Terdiri dari :
 Inti (nucleus)  Protoplasma  Dinding sel - Lapisan dalam (intin)
tipis, lunak, seperti selaput - Lapisan luar (exin) tebal, keras, berfungsi untuk melindungi seluruh isi pollen, mempunyai pori yang berfungsi untuk perkecambahan

PERKECAMBAHAN POLLEN
Pollen Jatuh di kepala putik menyerap air dan zat lain Mengembang Exin pecah Intin dan protoplasma memanjang ke luar, membentuk tabung serbuk sari (pollen tube)

Inti vegetatif

Inti generatif Memmelah menjadi 2 inti

PROSES PERKECAMBAHAN POLLEN exin Inti generarif inti n Inti vegetatif exin protopla sma inti n

Pollen tube

Inti generarif Inti vegetatif

PEMBENTUKAN MEGASPORA DARI SEL INDUK KANDUNG LEMBAGA
3 sel mati Kandung lembaga megaspora tumbuh

meiosis

berkembang

Aparat telur 2 sel polar 3 sel antipoda 2 x membelah Pengelompokkan inti

PEMBUAHAN

Pembuahan terjadi di dalam kandung embryo (saccus embryonalis), dari bakal biji (ovulum yang sudah masak)

PROSES PEMBUAHAN

Pollen yang berkecambah Ujung tabung serbuk pollen bergerak menuju bakal biji

Melewati microfil, menyentuh nucellus

Masuk sampai pada ujung kandung embryo

Inti vegetatif mati

2 inti generatifmasuk ke kandung embryo untuk melakukan pembuahan

Fertilisasi (pembuahan)

1 inti melebur dengan inti sel telur

1 inti sperma melebur dengan 2 inti sel polar

Zygot

Jaringan endosperm

1 inti sperma

melebur
Pembuahan Zygot Embryo

1 inti sel telur

Bakal akar (radicula)

Bakal batang (cauliculus)

Bakal tunas (plumula)

Monocotyledodeae Sistem akar serabut

Dictyledoneae Sistem akar tunggang

PERUBAHAN PADA BAKAL BUAH SETELAH TERJADI PROSES PEMBUAHAN
Inti sel telur (ovum) akan menjadi zygot Dua buah inti polar menjadi endosperm (endospermium) Inti bakal biji (nucellus)menjadi perisperm (perispermium) Selaput dalam bakal biji (integumentum interius) menjadi kulit biji sebelah dalam (tegmen) Selaput luar bakal biji (integumentum exterius) menjadi kulit biji sebelah luar (testa) Bakal biji (ovulum)menjadi biji (semen) Daun buah (carpellum) menjadi kulit buah (pericarpium) Bakal buah (ovarium)menjadi buah (fruktus)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->