Anda di halaman 1dari 10

Pemasangan konstruksi rangka atap baja Alat dab Bahan Baja kanal c ukuran 100x100x8 Mesin las Pemotong

besi Kunci pas Palu besi Gerenda Meteran Kapur tulis

Cara pemasangan rangka atap baja yang baik adalah dimulai dari perencanaannya, karena pelaksanaan yang baik tanpa dilakukan perencanaan struktur baja yang benar bisa jadi menyebabkan kerobohan akibat pemelihan bentuk dan ukuran profil baja yang dibawah batas minimal kebutuhan untuk menahan beban bangunan yang mempengaruhi rangka atap tersebut. Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur pendukungnya (kolom atau ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka atap aja terpasang sesuai dengan persyaratannya. Persyaratan teknis rangka atap baja di antaranya adalah: (a) Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur (dynabolt) pada kedua tumpuannya. (b) Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk. (c) Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda-kuda rata. (d) Sisi miring atap rata (tidak bergelombang). (e) Tidak ada kerusakan lapisan pelindung. (f) Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan pelaksanaan pekerjaan.

Pemasangan kuda-kuda baja di atas kedua tumpuannya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: (a) Dipasang langsung di atas ringbalk. (b) Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate.

Penggunaan system tumpuan dengan wall-plate sedapat mungkin harus dihindari,karena tumpuan dengan wall-plate hanya ditujukan untuk (leveling) ringbalk, jika ringbalk yang tidak rata. Penggunaan di dalam meratakan

wall-plate akan menjadi

berakibat kedalaman

dynabolt

tertanam

ringbalk

berkurang. Selain itu, juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plate yang dapat mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi kurang stabil. Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerja sebagai berikut: Langkah 1: Persiapan kerja 1) Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda-kuda. 2) Menyiapkan kesehatan semua dan peralatan perlengkapan petunjuk keselamatan tentang dan

kerja,

memperhatikan

persyaratan

melakukan pekerjaan di atas ketinggian (lihat bagian keselamatan kerja). 3) Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda, antara lain: bor dan hexagonal socket, meteran, selang air (waterpass),alat penyiku, mesin pemotong, gergaji besi, palu, dan sebagainya.

a.

Langkah 2: Leveling dan marking 1. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku, dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu. 2. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.

3. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar rencana atap. 4. b. Mengukur jarak antar kuda-kuda. Pemasangan rangka atap baja ringan harus dilakukan oleh tukang bangunan yang benar-benar ahli untuk melaksanakan pekerjaan ini sehingga didapatkan kulaitas pekerjaan yang baik dan kuat, pengecekan sambungan harus selalu dilakukan untuk memastika seluruh bagian atap dapat berdiri dengan kokoh. pemasangan penutup atap dapat dilakukan setelah seluruh bagian rangka atap baja ringan sudah terpasang dengan benar dan sudah dilakukan kontrol pemasangan sehingga struktur bekerja dengan benar sesuai dengan perencanaan sebelumnya, berikut ini urutan pemasangan baja ringan. 1. Pencarian dan pembuatan data-data yang akan digunakan sebagai bahan perencanaan struktur baja ringan seperti tabel profil baja ringan yang berisi bentuk dan berat baja ringan per m, pembuatan data geometri struktur seperti rencana bentuk bangunan dan ukuranya. 2. Perencanaan struktur rangka atap yang menghasilkan bentuk dan ukuran baja yang kuat untuk digunakan sebagai dudukan finishing penutup atap. 3. Pembuatan gambar rangka atap baja ringan disertai dengan posisi sambungan dan keterangan penggunaan bahan pada setiap bagian rangka atap. 4. Langkah berikutnya yaitu pabrikasi dengan cara membuat potongan masingmasing bagian rangka atap sesuai dengan gambar yang sudah dibuat sebelumnya, pabrikasi dapat dilakukan di pabrik produsen penjual baja ringan atau bisa juga dibuat dilokasi proyek pembangunan. 5. Setelah struktur rangka atap baja ringan dibuat dengan bentuk sesuai dengan perencanaan maka langkah selanjutnya adalah pekerjaan pengukuran untuk menentukan titik-titik lokasi pemasangan sesuai dengan gambar rangka atap baja ringan. 6. Sampai disini pemasangan sudah dapat dilakukan dimulai dari bagian struktur utama seperti kuda-kuda kemudian dilanjutkan dengan struktur penguat.

7. Pemasangan sambungan harus benar dan selalu dikontrol apakah sudah baik untuk menghindari keruntuhan atap. 8. Pemasangan penutup atap dapat dilakukan setelah seluruh bagian atap struktur rangka atap baja ringan terpasang penuh dan sudah dikontrol kebenaran pemasanganya. 9. Cara pemasangan rangka atap baja ringan sedah selesai dan ditutup dengan pemasangan atap. Demikan langkah-langkah yang dapat digunakan untuk memasang baja ringan, berbagai inovasi dan kratifitas dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil pemasangan baja ringan terbaik serta awet tahan lama . adapun pula metode yang digunakan dalam pemasanga kuda kuda c. Langkah 3: Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda 1. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit. 2. Memasang kuda-kuda sesuai dengan nomornya di atas ring balok atau wall-plate, berdasarkan gambar kerja. 3. Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-kuda, dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri, sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan. 4. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ring 5. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan 4 buah screw 12 - 14 x 20 HEX. 6. Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.

7.

Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kudakuda, sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.

8. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 2 meter). 9. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan 10. Memasang balok nok. memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar). 11. Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin. Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng. 12. Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas truss, jurai dan rafter. 13. Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kudakuda diikat memakai screw ukuran 10-16x16 sebanyak 2 (dua) buah. 14. Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang menumpu ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger dapat dipasang sebagai overhang dengan panjang maksimal 120 cm dari kuda-kuda terluar, dan jarak antar outrigger 120 cm. outrigger harus diletakkan dan di-screw dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat. 15. Memasang ceilling battens dengan jarak antar masing-masing ceilling battens adalah 120 cm. Komponen ini dipasang pada permukaan bagian atas bottom chord kuda-kuda dan di-screw. Untuk pertemuan ceilling battens dengan ring balok di beri bantalan bracket yang diikat memakai 2 (dua) buah dynabolt. Fungsi ceilling battens adalah untuk memperkuat ikatan antar kuda-kuda. Jika diperlukan, sambungan memanjang ceilling battens sebaiknya tepat diatas bottom chord. Setiap sambungan harus overlap 40 cm, dan setiap pertemuan dengan bottom chord harus di-screw. Ceiling battens selanjutnya dapat difungsikan untuk menahan plafond dan penggantungnya.

Pemasangan Sambungan Alat- alat Sambung Baja Paku keling (rivet joint) Baut (bolt, nut) Las

Paku Keling Sambungan dengan paku keling ini umumnya bersifat permanent dan sulit untuk melepaskannya karena pada bagian ujung pangkalnya lebih besar daripada batang paku kelingnya. Oleh karena itu pengelingan banyak dipakai pada bangunan-bangunan bergerak atau bergetar. Keuntungan: tidak ada perubahan struktur dari logam disambung. Oleh karena itu banyak dipakai pada pembebanan-pembebanan dinamis. Kelemahan: ada pekerjaan mula berupa pengeboran lubang paku kelingnya, dan kemungkinan terjadi karat di sekeliling lubang tadi selama paku keling dipasang. Bagian- bagian: Kepala Badan Ekor Kepala lepas

Bahan atau material: Baja, brass, aluminium, dan tembaga tergantung jenis sambungan/ beban yang

diterima oleh sambungan. Penggunaan umum bidang mesin : ductile (low carbor), steel, wrought iron. Penggunaan khusus : weight, corrosion, or material constraints apply : copper (+alloys) aluminium (+alloys), monel, dll.

Pemasangan Paku Keling Plat yang akan disambung dibuat lubang, sesuai diameter paku keling yang akan digunakan. Biasanya diameter lubang dibuat 1.5 mm lebih besar dari diameter paku keling. Paku keling dimasukkan ke dalam lubang plat yang akan disambung. Bagian kepala lepas dimasukkan ke dalam lubang plat yang akan disambung. Dengan menggunakan alat atau mesin penekan (palu), tekan bagian kepala lepas masuk ke bagian ekor paku keling dengan suaian paksa. Setelah rapat/kuat, bagian ekor sisa kemudian dipotong dan dirapikan/ratakan. Mesin/alat pemasang paku keling dapat digerakkan dengan udara, hidrolik atau tekanan uap tergantung jenis dan besar paku keling yang akan dipasang.

Baut Baut adalah alat sambung dengan batang bulat dan berulir, salah satu ujungnya dibentuk kepala baut ( umumnya bentuk kepala segi enam ) dan ujung lainnya dipasang mur/pengunci. Dalam pemakaian di lapangan, baut dapat digunakan untuk membuat konstruksi sambungan tetap, sambungan bergerak, maupun sambungan sementara yang dapat dibongkar/dilepas kembali. Bentuk uliran batang baut untuk baja bangunan pada umumnya ulir segi tiga (ulir tajam) sesuai fungsinya yaitu sebagai baut pengikat. Sedangkan bentuk ulir segi empat (ulir tumpul) umumnya untuk baut-baut penggerak atau pemindah tenaga misalnya dongkrak atau alat-alat permesinan yang lain.

Jenis Baut Baut Hitam Yaitu baut dari baja lunak ( St-34 ) banyak dipakai untuk konstruksi ringan / sedang misalnya bangunan gedung, diameter lubang dan diameter batang baut memiliki kelonggaran 1 mm. Baut Pass Yaitu baut dari baja mutu tinggi (>St-42 ) dipakai untuk konstruksi berat atau beban bertukar seperti jembatan jalan raya, diameter lubang dan diameter batang baut relatif pass yaitu kelonggaran < 0,1 mm.

Prinsip- prinsip Baut dari SNI Jarak Jarak antar pusat lubang pengencang tidak boleh kurang dari 3 kali diameter nominal pengencang. Jarak minimum pada pelat harus melalui perhitungan struktur seperti pada SNI. Jarak tepi minimum Jarak minimum dari pusat pengencang ke tepi pelat atau pelat saya profil harus memenuhi spesifikasi dalam tabel:

Jarak tepi maksimum Jarak dari pusat tiap pengencang ke tepi terdekat suatu bagian yang berhubungan dengan tepi yang lain tidak boleh lebih dari 12 kali tebal pelat lapis luar tertipis dalam sambungan dan juga tidak boleh melebihi 150 mm.

Pemasangan penutup atap 1) Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor,

kedataran nok maupun sisi atap, dan memastikan support overhang terpasang dengan benar . 2) Bila menggunakan Aluminium Foil, maka lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas jurai dan rafter, 3) Menentukan digunakan, jarak reng sesuai dengan jenis penutup reng atap yang

kemudian

dilanjutkan

dengan

pemasangan

(roof battens)

dengan screw 10 - 16 x 16 HEX. 4) Memasang satu jalur penutup terlebih dahulu dari bawah ke atas.

Pemasangan penutup atap harus lurus dan rapi agar polanya menjadi rapi dan tidak berbelok - belok.