Anda di halaman 1dari 8

RUMUSAN MATERI SEKOLAH ANALISIS SOSIAL (SAS) PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) RUMUSAN MATERI (16 MATERI)

Materi 01: PARADIGMA ILMU-ILMU SOSIAL & PERUBAHAN SOSIAL Materi 02: DINAMIKA PERUBAHAN SOSIAL INDONESIA Materi 03: PROTES SOSIAL, REFORMASI POLITIK DAN GERAKAN SOSIAL Materi 04: STRATEGI GERAKAN SOSIAL: MEMBEDAH RELASI NEGARA & MASYARAKAT Materi 05: MARXISME, IDEOLOGI KAPITALISME, SOSIALISME, KOMUNISME Materi 06: KERANGKA PIKIR REVOLUSI SOSIAL & REVOLUSI POLITIK Materi 07: ANALISIS GEO-EKONOMI, SOSIAL DAN POLITIK Materi 08: PETA DAN LANGKAH PRAXIS ANALISIS SOSIAL Materi 09: STUDI DASAR ADVOKASI Materi 10: MANAJEMEN DAN RESOLUSI KONFLIK Materi 11: ANALISIS WACANA MEDIA (MEDIA DISCOURSE ANALYSIS) Materi 12: PARADIGMA ANALISIS WACANA MEDIA (MODEL TEUN A VAN DIJK) Materi 13: TEHNIK AGITASI, ORASI & PROPAGANDA Materi 14: TEHNIK DAN MANAJEMEN AKSI MASSA Materi 15: TEHNIK LOBBY DAN NEGOSIASI Materi 16: PENGORGANISASIAN MASYARAKAT (CO) PRAKTEK ANALISIS SOSIAL & ADVOKASI Rencana Strategis/ Alur Proses Tahap 01: PERUMUSAN KERANGKA ANALISIS SOSIAL & ADVOKASI Rencana Strategis/ Alur Proses Tahap 02: STRATEGIC PLANNING & ACTION PLANN Rencana Strategis/ Alur Proses Tahap 03: PRAKTIK ANALISIS SOSIAL & ADVOKASI DI LAPANGAN Rencana Strategis/ Alur Proses Tahap 04: PRAKTIK PENGORGANISIRAN MASYARAKAT Rencana Strategis/ Alur Proses Tahap 05: REVIEW & PRESENTASI HASIL ANSOS & PRAKTIK LAPANGAN Rencana Strategis/ Alur Proses Tahap 06: RENCANA KERJA TINDAK LANJUT (RTKL)

JADUAL TENTATIF SEKOLAH ANALISIS SOSIAL (SAS) PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) NO PraPelatihan SESI 01 MATERI 01-16 MENGAWALI PELATIHAN DENGAN BINA SUASANA KONTRAK BELAJAR DAN NEED ASSECEMENT APPERSEPSI MATERI DAN ISSUE STRATEGIS Materi 01: PARADIGMA ILMU-ILMU SOSIAL & PERUBAHAN SOSIAL Materi 02: DINAMIKA PERUBAHAN SOSIAL INDONESIA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Theoretical Review & Case Study Emancipatory Materi 03: PROTES SOSIAL, REFORMASI POLITIK DAN GERAKAN SOSIAL Materi 04: STRATEGI GERAKAN SOSIAL: MEMBEDAH RELASI NEGARA & MASYARAKAT FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Theoretical Review & Case Study Emancipatory Materi 05: MARXISME, IDEOLOGI KAPITALISME, SOSIALISME, KOMUNISME Materi 06: KERANGKA PIKIR REVOLUSI SOSIAL & REVOLUSI POLITIK FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Theoretical Review & Case Study Emancipatory Materi 07: ANALISIS GEO-EKONOMI, SOSIAL DAN POLITIK Materi 08: PETA DAN LANGKAH PRAXIS ANALISIS SOSIAL FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Theoretical Review & Case Study Emancipatory Materi 09: STUDI DASAR ADVOKASI Materi 10: MANAJEMEN DAN RESOLUSI KONFLIK FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Theoretical Review & Case Study Emancipatory Materi 11: ANALISIS WACANA MEDIA (MEDIA DISCOURSE ANALYSIS) Materi 12: PARADIGMA ANALISIS WACANA MEDIA ( MODEL TEUN A VAN DIJK ) FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Theoretical Review & Case Study Emancipatory Materi 13: TEHNIK AGITASI, ORASI & PROPAGANDA Materi 14: TEHNIK DAN MANAJEMEN AKSI MASSA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Theoretical Review & Case Study Emancipatory Materi 15: TEHNIK LOBBY DAN NEGOSIASI Materi 16: PENGORGANISASIAN MASYARAKAT (CO) FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Theoretical Review & Case Study Emancipatory RENCANA STRATEGIS 01: PERUMUSAN KERANGKA ANALISIS SOSIAL & ADVOKASI RENCANA STRATEGIS 02: STRATEGIC PLANNING & ACTION PLANN RENCANA STRATEGIS 03: PRAKTIK ANALISIS SOSIAL & ADVOKASI DI LAPANGAN RENCANA STRATEGIS 04: PRAKTIK PENGORGANISIRAN MASYARAKAT RENCANA STRATEGIS 05: REVIEW & PRESENTASI HASIL ANSOS & PRAKTIK LAPANGAN RENCANA STRATEGIS 06: RENCANA KERJA TINDAK LANJUT (RTKL) PEMATERI/ PJ Tim Fasilitator SAS

Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. Tim Fasilitator SAS Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. Tim Fasilitator SAS Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. Tim Fasilitator SAS Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. Tim Fasilitator SAS Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. Tim Fasilitator SAS Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. Tim Fasilitator SAS Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A. Tim Fasilitator SAS Tim Fasilitator SAS Tim Fasilitator SAS Tim Fasilitator SAS Tim Fasilitator SAS Nur Sayyid Santoso Kristeva, M.A.

SESI 02

SESI 03

SESI 04

SESI 05

SESI 06

SESI 07

SESI 08

SESI 09 SESI 10 SESI 11

GRAND-DESIGN/ ALUR PROSES PEMBELAJARAN SEKOLAH ANALISIS SOSIAL (SAS) Sekolah Analisis Sosial (SAS) ini disesuaikan dengan kerangka paradigma kritis yang berimplikasi pada pendekatan metode-metode pembelajaran andragogi. Konsep dan teknik pelatihan yang dikembangkan merupakan perpaduan dengan model pembelajaran experiental learning. Desain pembelajaran dibawah ini dimaksudkan sebagai acuan proses atau alur pola pikir dalam Sekolah Analisis Sosial (SAS) yang disusun sebagai berikut: SESI PraPelatihan MATERI 01-16/ PROSES MENGAWALI PELATIHAN DENGAN BINA SUASANA KONTRAK BELAJAR DAN NEED ASSECEMENT APPERSEPSI MATERI DAN ISSUE STRATEGIS DESKRISPSI PROSES PEMBELAJARAN Untuk menunjang proses pembelajaran yang partisipatoris peserta perlu mengenal satu dengan yang lain. Maka sebelum proses pemebelajaran dimulai peserta perlu tahu kepribadian masing-masing peserta dengan berbagai metode atau permainan perkenalan. Keberhasilan pelatihan ini sangat ditentukan oleh seberapa jauh peserta terlibat, dan keterlibatan dipicu oleh excitement. Sessi ini merangsang keterlibatan peserta belajar melalui proses pembelajaran andragogy melalui berbagai aktivitas yang hidup dan partisipatif. Peserta mendengarkan presentasi materi kemudian melakukan sharing idea dengan pemateri. Peserta diharapkan mampu menyerap materi dan menyerap nilai-nilai pengetahuan sebagai kerangka kritik dan bertindak di ranah social. Materi 01: PARADIGMA ILMU-ILMU SOSIAL & PERUBAHAN SOSIAL Materi 02: DINAMIKA PERUBAHAN SOSIAL INDONESIA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Peserta menganalisis dinamika perubahan sosial Indonesia, dengan Theoretical Review & Case Study menggunakan pemetaan paradigma sosial yang diuraikan oleh salah Emancipatory seorang penganut mazhab Frankfurt, terutama Jurgen Habermas. 1) Paradigma instrumental/ paradigma positivisme/ instrumental knowledge, 2) Paradigma interpretative/hermeneutic knowledge, 3) Paradigma kritik /critical-emancipatory knowledge. Peserta menganalisis dinamika perubahan sosial Indonesia, dengan menggunakan kerangka paradigma sosiologi: 1) Paradigma Fungsionalis, 2) Paradigma Interpretatif (Fenomenologi), 3) Paradigma Humanis Radikal, 4) Paradigma Strukturalis Radikal. Peserta melakukan analisis peta kesadaran masyarakat, dengan pendekatan peta kesadaran Dari Paradigma Reformasi ke Transformasi: Peta Kesadaran Freire: 1) Kesadaran Magis (magical consciousnees), 2) Kesadaran Naif (naival consciousnees) dan 3) Kesadaran Kritis (critical consciousness). Peserta menganalisis dinamika perubahan sosial Indonesia, dengan menggunakan tiga paradigma menurut Ritzer, yaitu: 1) Paradigma Fakta Sosial, 2) Paradigma Definisi Sosial, dan 3) Paradigma Pertukaran Sosial. METODE BELAJAR Brainstorming Diskusi Kelompok Presentasi

SESI 01

Brainstorming Studi Kasus Diskusi Kelompok Presentasi

SESI 02

SESI 03

SESI 04

Materi 03: PROTES SOSIAL, REFORMASI POLITIK DAN GERAKAN SOSIAL Materi 04: STRATEGI GERAKAN SOSIAL: MEMBEDAH RELASI NEGARA & MASYARAKAT FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Peserta menganalisis dan menguraikan kembali Definisi Perubahan Theoretical Review & Case Study Sosial, Tingkat Analisis Perubahan Sosial, Perspektif Teori Perubahan Emancipatory Sosial Peserta menganalisis dan menguraikan kembali Mekanisme Perubahan Sosial, Pola Perubahan Sosial, Komponen & Dimensi Perubahan Sosial, Aspek Multidimensional/ Hubungan Sosiokultural Dalam Perubahan Sosial Peserta menganalisis dan menguraikan kembali Jenis Proses Sosial [Tipologi], Hasil Akhir Proses Sosial, Penyebab Perubahan Sosial Menurut Penganut Determinisme Sosial, Tingkatan proses social. Peserta menganalisis dan menguraikan kembali tipe aksi: protes social, gerakan social, revolusi social. Peserta menganalisis dan menguraikan kembali awal dari terbentuknya suatu gerakan sosial, yang selanjutnya dapat ditahapkan sebagai berikut (Dawson, Gettys 1934) : 1) Unrest, (muncul kekacauan, sikap frustrasi, merasakan ketidakadilan), 2) Excitement, ( menuju pada sublimasi, keinginan yeng mengebu untuk bertindak menentang), 3) Formalization, (perumusan konsep dan ideologi perjuangan), 4) Institutionalization, (pelembagaan / organisasi pergerakan), 5) Dissolution (akhir dari tujuan) Materi 05: MARXISME, IDEOLOGI KAPITALISME, SOSIALISME, KOMUNISME Materi 06: KERANGKA PIKIR REVOLUSI SOSIAL & REVOLUSI POLITIK FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Peserta menganalisis dan menguraikan kembali 3 komponen dasar Theoretical Review & Case Study marxisme: (1) Filsafat Materialisme, (2) Kritik Ekonomi Politik, (3) Emancipatory Doktrin Sosialisme-Komunisme dan Perjuangan Kelas. Serta menguraikan Tentang Materialisme Dialektika dan Materialisme Historis. Peserta menganalisis dan menguraikan kembali Penalaran tentang Ideologi Kapitalisme, Ideologi Sosialisme dan Ideologi Komunisme. Peserta menganalisis dan menguraikan kembali Komponen dasar Revolusi dan menganalisis perbedaan & persamaan Revolusi Sosial dan Politik. Materi 07: ANALISIS GEO-EKONOMI, SOSIAL DAN POLITIK Materi 08: PETA DAN LANGKAH PRAXIS ANALISIS SOSIAL FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Peserta menganalisis dinamika perubahan sosial Indonesia, pada level Theoretical Review & Case Study ekonomi, social dan politik. Emancipatory Peserta menganalisis dan menguraikan kembali Signifikansi Analisa Sosial, Orientasi Analisa Sosial, Prinsip-Prinsip Analisa Sosial, TahapTahap Analisa Sosial, Model Telaah dalam Analisa Sosial.

Brainstorming Studi Kasus Diskusi Kelompok Presentasi

Brainstorming Studi Kasus Diskusi Kelompok Presentasi

Brainstorming Studi Kasus Diskusi Kelompok Presentasi

Peserta merumuskan langkah pada 3 tahap: 1. Tahap menetapkan posisi, orientasi: pada intinya dalam tahap ini, pelaku analisa perIu mempertegas dan menyingkap motif serta argumen (ideologis) dari tindakan analisa sosial. 2. Tahap pengumpulan dan penyusunan data: tujuan dan maksud dari tahap ini, agar analisa memiliki dasar rasionalitas yang dapat diterima akal sehat. Ujung dari pengumpulan data ini adalah suatu upaya untuk merangkai data, dan menyusunnya menjadi diskripsi tentang suatu persoalan. 3. Tahap analisa: pada tahap ini, data yang telah terkumpul diupayakan untuk dicari atau ditemukan hubungan diantaranya. SESI 05 Materi 09: STUDI DASAR ADVOKASI Materi 10: MANAJEMEN DAN RESOLUSI KONFLIK FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Peserta menganalisis dan menguraikan kembali tahap advokasi dan Theoretical Review & Case Study tahap menyelesaikan konflik. Emancipatory Peserta menganalisis kasus tertentu dan merumuskan bagaimana cara melakukan advokasi serta cara menyelesaikan konflik. Proses Manajemen Konflik STRATEGIC PLANNING (6 LANGKAH): Peserta membuat renncana strategis proses analisis social dan rencana kerja dilapangan sesuai dengan issu yang telah ditentukan di masing-masing kelompok. 1. Analisis sosial/ pemataan issue strategis 2. Penyadaran masyarakat 3. Kerja pengorganisasian masyarakat 4. Melibatkan stakeholder 5. Data base/ sumber informasi 6. Mobilisasi massa/ publik issue Materi 11: ANALISIS WACANA MEDIA ( MEDIA DISCOURSE ANALYSIS) Materi 12: PARADIGMA ANALISIS WACANA MEDIA (MODEL TEUN A VAN DIJK) FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Peserta menganalisis dan menguraikan kembali Teori Wacana dan Theoretical Review & Case Study Bahasa, Memahami Makna, Media, Simbol, Teori Wacana dalam Emancipatory Tradisi Filsafat, Pendekatan Analisis Wacana, Wacana Tulis, Teks dan Konteks, Wacana dan Ideologi, Karakteristik Analisis Wacana, Kerangka Analisis Wacana Peserta menganalisis Media Cetak dengan Elemen-elemen Struktur Wacana, sbb: Tematik: Informasi yang paling penting atau inti pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator. Skematik: dalam konteks penyajian berita ada dua kategori skema besar, 1) Summary; yang ditandai judul (head line) & teras berita (lead), 2) Story; isi berita secara keseluruhan.

Brainstorming Studi Kasus Diskusi Kelompok Roll Playing

SESI 06

Kasus Media Diskusi Kelompok Presentasi

SESI 07

SESI 08

SESI 09

Semantik: makna tertentu dalam suatu bangunan teks, dimensi teks, presupposition, makna yang implisit atau eksplisit, makna yang sengaja disembunyikan. Struktur wacana juga bisa menggiring kearah tertentu dari suatu peristiwa. Sintaksis: seluk beluk wacana, kalimat, klausa dan frase. Dianalisis dari koherensi, bentuk kalimat, kata ganti. Stilistik: gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan maksudnya. Peristiwa yang sama dapat digambarkan dengan pilihan kata yang berbeda-beda. Pilihan leksikal atau diksi pada dasarnya menandakan bagaimana seseorang melakukan pemilihan kata atai frase atas berbagai kemungkinan kata yang tersedia. Retoris: gaya yang diungkapkan ketika seseorang berbicara atau menulis. Misalnya hiperbolik (pemakaian kata yang berlebihan), repetisi (pengulangan), aliterasi (pemakaian kata seperti sajak), interaksi (bagaimana penulis menempatkan diri diatara khalayak), metafora (makna kiasan) visual image (membuat anggapan). Materi 13: TEHNIK AGITASI, ORASI & PROPAGANDA Materi 14: TEHNIK DAN MANAJEMEN AKSI MASSA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Peserta menganalisis dan menguraikan kembali Istilah agitasi, Theoretical Review & Case Study propaganda, dan retorika atau orang sering menyebutnya AGITOP. Emancipatory Peserta menganalisis dan menguraikan kembali Dorongan terpokok yang melahirkan aksi massa adalah keinginan massa akan perubahan. Peserta melakukan simulasi pembacaan issue, membuat panitia aksi dan perangkat aksi. Materi 15: TEHNIK LOBBY DAN NEGOSIASI Materi 16: PENGORGANISASIAN MASYARAKAT (CO) FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): Peserta menganalisis dan menguraikan kembali tehnik lobby dan Theoretical Review & Case Study negosiasi serta pengiorganisasian masyarakat. Emancipatory Peserta merumuskan langkah strategis cara pengorganisasian masyarakat sesuai dengan kasus tertentu. Rencana Strategis 01: PERUMUSAN Mengelola perubahan dengan perumusan Issue strategis: KERANGKA ANALISIS SOSIAL & Peserta melakukan diskusi kelompok dengan metode brainstorming, ADVOKASI peserta merumuskan dan melakukan pembacaan issue strategis Rencana Strategis 02: STRATEGIC yang akan diperjuangkan. PLANNING & ACTION PLANN Kerangka kerja analisis sosial dan advokasi: Peserta mendiskusikan suatu kasus kemudian dianalisis menggunakan peta analisis social. Peserta juga mendiskusikan suatu kasus untuk mengidentifikasi unsur-unsur advokasi dan merangkumnya ke dalam alur. Alur pemahaman peserta kemudian dikomparasikan dengan kerangka kerja Alur Advokasi untuk melengkapi pemahaman peserta.

Brainstorming Studi Kasus Diskusi Kelompok Simulasi

Brainstorming Studi Kasus Diskusi Kelompok Simulasi Diskusi kelompok

SESI 10

Rencana Strategis 03: PRAKTIK ANALISIS SOSIAL & ADVOKASI DI LAPANGAN Rencana Strategis 04: PRAKTIK PENGORGANISIRAN MASYARAKAT

SESI 11

Rencana Strategis 05: REVIEW & PRESENTASI HASIL ANSOS & PRAKTIK LAPANGAN Rencana Strategis 06: RENCANA KERJA TINDAK LANJUT (RTKL)

Peserta melakukan proses analisis social sesuai dengan kerangka teori yang sudah dipelajari dengan narasumber. Peserta melakukan praktek pengorganisasian masyakarakat sesuai dengan issu yang telah ditentukan di masing-masing kelompok. Langkah taktis advokasi: 1. Mengupayakan Adanya Kepemimpinan Organisasi Yang Kuat 2. Melakukan Investigasi Isu Yang Mendesak 3. Pembacaan, analisis data atau isu/ pencarian dan penelitian Fakta 4. Merumuskan Strategi Dinamis Statement missi (Mission statement) Tujuan dan sasaran advokasi Rancangan stragi dan tindakan Rencana aksi (plan of actions) 5. Mencari Dukungan Yang Besar Dari Konstituen Atau Kelompok Pendukung 6. Mobilisasi Dan Aksi Yang Terlibat Pertemuan para pembuat keputusan Pertemuan para pelanggar HAM Interview media massa Public Hearing Public Meeting Parlementary Hearing Kesaksian Pengadilan Pengajuan Petisi Boikot, Pawai Protes, Aksi Massa. Pengemasan issue dengan framing dan reframing Prinsip pengemasan media diterapkan secara langsung dengan menganalisis wacana media, dengan cara mempelajari dengan framing analisis wacana media Advokasi Media Media massa memiliki kekuatan menembus batas yang luar biasa. Mengadvokasi media berarti memiliki chanel dan transmisi pesan yang memaikan peran untuk mempengaruhi keberhasilan persuasi. Strategi Hearing Dengar pendapat adalah suatu aktivitas advokasi yang menuntut persiapan yang tinggi. Sessi ini memastikan peserta memahami peran masing-masing dan aturan-aturan yang berlaku.

Turun lapangan

Presentasi Sharing idea

Simulasi/ Praktek hearing dengan Legislatif, Eksekutif, Yudikatif, Stakeholder terkait. Peserta mempelajari pengalaman dengan melakukan dengar pendapat dengan parlemen, sehingga peserta dapat mengidentifikasi persoalan dengan lebih komprehensif terkait dengan otoritas, tugas, wewenang, untung-rugi dari berbagai stakeholder yang terkait dengan issue yang akan dianalisis dan diadvokasi. Tentukan Segmentasi Gerak/ Pilihan Issue-Kasus Strategis Langkah strategis 1: _______ Langkah strategis 2: _______ Langkah strategis 3: _______ Langkah strategis 4: _______ Langkah strategis 5: _______ Peserta membuat rekapitulasi proses analisis social dan advokasi partisipatif ini, dengan menyempurkanakan proses atau alur pikir dan tindakan di lapangan

NB: PRESENTASI MASING-MASING SESI 01 08 MAX. 3 JAM FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) MAX. 1,5 JAM UNTUK SESI 09, 10, 11 PESERTA TERJUN KE LAPANGAN, MEMBUAT MIND-MAP & RENCANA AKSI SETIAP PESERTA DARI MASING-MASING DAERAH HARUS MENENTUKAN SEGMENTASI GERAKAN SOSIAL