Anda di halaman 1dari 20

BAB II PERTAMINA dan PENGUSAHA SPBU di INDONESIA

A. Perjanjian

Pengusahaan SPBU Pertamina terjadi karena, didasari dengan adanya perjanjian kerjasama pengusahaan SPBU antara PT.Pertamina (PERSERO) dengan pengusaha SPBU. Perjanjian kerjasama tersebut melahirkan hak dan ke ajiban bagi para pihak, dan tentunya para pihak haruslah memenuhi prestasi dari perjanjian tersebut. Terlaksananya kerjasama tidak terlepas dari perjanjian atau yang lebih dikenal sebagai Perjanjian yang mendasari kerjasama tersebut. Perjanjian sering disebut sebagai k!ntrak dalam pergaulan bisnis sehari"hari diliputi !leh berbagai istilah yang bagi banyak pihak dapat menimbulkan kebingungan atau malah dianggap sama, padahal hakekatnya berbeda. #aka dari itu, sebagai langkah a al ada baiknya diperkenalkan dahulu perbedaan istilah yang ada dalam hukum perjanjian yang diuraikan berikut ini.$% &ata perjanjian dan kata perikatan merupakan istilah yang telah dikenal dalam &itab Undang Undang 'ukum Perdata (&U'Pdt). Pada dasarnya &U'Pdt tidak

$%

(gustinus )a arja, S.'. * (ksi!ma +ase, S.'. Pengertian Pokok perjanjian dan Teknik .le.regis./!m-0menu1legal2arti/le*id2la133) tanggal 3$ agustus 4535

Perancangannya (http,--

36

se/ara tegas memberikan de7inisi dari perikatan, akan tetapi pendekatan terhadap pengertian perikatan dapat diketahui dari pengertian perjanjian dalam Pasal 3838 &U'Pdt yang dide7inisikan sebagai suatu perbuatan hukum dengan mana salah satu !rang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu !rang lain atau lebih. Sekalipun dalam &U'Pdt de7inisi dari perikatan tidak dipaparkan se/ara tegas, akan tetapi dalam pasal 3488 &U'Pdt ditegaskan bah a perikatan selain dari Undang"undang, perikatan dapat juga dilahirkan dari perjanjian. )engan demikian suatu perikatan belum tentu merupakan perjanjian sedangkan perjanjian merupakan perikatan. )engan kalimat lain, bila de7inisi dari pasal 3838 &U'Pdt tersebut dihubungkan dengan maksud dari pasal 3488 &U'Pdt, maka terlihat bah a pengertian dari perikatan, karena perikatan tersebut dapat lahir dari perjanjian itu sendiri. Sebagai bahan perbandingan untuk membantu memahami perbedaan dua istilah tersebut, perlu dikutip pendapat Pr!7 Subekti dalam bukunya 'ukum Perjanjian mengenai perbedaan pengertian dari perikatan dengan perjanjian. Beliau memberikan de7inisi dari perikatan sebagai berikut, Suatu perikatan adalah suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak lain, dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu.

Sedangkan perjanjian dide7inisikan sebagai berikut,

39

Suatu perjanjian adalah suatu peristiwa dimana seseorang berjanji kepada seorang lain atau dimana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. 'akekat antara perikatan dan perjanjian pada dasarnya sama, yaitu merupakan hubungan hukum antara pihak"pihak yang diikat didalamnya, namun pengertian perikatan lebih luas dari perjanjian, sebab hubungan hukum yang ada dalam perikatan mun/ulnya tidak hanya dari perjanjian tetapi juga dari aturan perundang"undangan. 'al lain yang membedakan keduanya adalah bah a perjanjian pada hakekatnya merupakan hasil kesepakatan para pihak, jadi sumbernya benar"benar kebebasan pihak"pihak yang ada untuk diikat dengan perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 3886 &U'Pdt. Sedangkan perikatan selain mengikat karena adanya kesepakatan juga mengikat karena di ajibkan !leh undang undang, /!nt!hnya perikatan antara !rangtua dengan anaknya mun/ul bukan karena adanya kesepakatan dalam perjanjian diantara ayah dan anak tetapi karena perintah undang"undang.$: Selain itu, perbedaan antara perikatan dan perjanjian juga terletak pada k!nsekuensi hukumnya. Pada perikatan masing"masing pihak mempunyai hak hukum untuk menuntut pelaksanaan prestasi dari masing"masing pihak yang telah terikat. Sementara pada perjanjian tidak ditegaskan tentang hak hukum yang dimiliki !leh masing"masing pihak yang berjanji apabila salah satu dari pihak yang berjanji tersebut ternyata ingkar janji, terlebih karena pengertian perjanjian dalam Pasal 3838 &U'Pdt menimbulkan kesan se!lah"!lah hanya merupakan perjanjian sepihak saja.
$:

(gustinus )a arja, S.'. * (ksi!ma +ase, Ibid .,

45

)e7inisi dalam pasal tersebut menggambarkan bah a tindakan dari satu !rang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu !rang lain atau lebih, tidak hanya merupakan suatu perbuatan hukum yang mengikat tetapi dapat pula merupakan perbuatan tanpa k!nsekuensi hukum. &!nsekuensi hukum lain yang mun/ul dari dua pengertian itu adalah bah a !leh karena dasar perjanjian adalah kesepakatan para pihak, maka tidak dipenuhinya prestasi dalam perjanjian menimbulkan ingkar janji (wanprestasi), sedangkan tidak dipenuhinya suatu prestasi dalam perikatan menimbulkan k!nsekuensi hukum sebagai perbuatan mela an hukum (P#'). Berdasarkan pemahaman tersebut jelaslah bah a adanya perbedaan pengertian antara perjanjian dan perikatan hanyalah didasarkan karena lebih luasnya pengertian perikatan dibandingkan perjanjian. (rtinya didalam hal pengertian perjanjian sebagai bagian dari perikatan, maka perikatan akan mempunyai arti sebagai hubungan hukum atau perbuatan hukum yang mengikat antara dua !rang atau lebih, yang salah satu pihak mempunyai ke ajiban untuk memenuhi prestasi tersebut. Bila salah satu pihak yang melakukan perikatan tersebut tidak melaksanakan atau terlambat melaksanakan prestasi, pihak yang dirugikan akibat dari perbuatan mela an hukum tersebut berhak untuk menuntut pemenuhan prestasi atau penggantian kerugian dalam bentuk biaya, ganti rugi dan bunga. Uraian diatas memperlihatkan bah a perikatan dapat meliputi dua arti, yaitu pada satu sisi sebagai perjanjian yang memang k!nsekuensi hukumnya sangat tergantung pada pihak"pihak yang terikat didalamnya, dan pada sisi lain merupakan

43

perikatan yang mempunyai k!nsekuensi hukum yang jelas. Sekalipun perjanjian sebagai suatu perikatan mun/ul bukan dari undang"udang tetapi memiliki kekuatan hukum yang sama dengan perikatan yang mun/ul dari undang"undang, yaitu berlaku sebagai undang"undang bagi mereka yang diikat didalamnya.$; Perjanjian didalam &U'Perdata juga diatur tentang syarat sahnya perjajian ( Pasal 3845 &U'Perdata) syaratnya yaitu , Sepakat mereka yang mengikatkan diri - t!esteming <akap untuk membuat perjajian - bek aamheid #engenai suatu hal tertentu - bepaald !nder erd Suatu sebab yang halal - ge!!rl!7de !r=aak

Syarat pertama dan kedua menyangkut subjeknya, sedangkan syarat ketiga dan keempat mengenai !bjeknya. (pabila terdapat /a/at kehendak (keliru, paksan, penipuan) atau tidak /akap untuk membuat perikatan mengakibatkan dapat dibatalkannya suatu persetujuan. >ika !bjeknya tidak tertentu atau /ausanya tidak halal persetujuannya akan batal menurut hukum.$6 'ukum perjanjian mengenal beberapa asas penting yang merupakan dasar kehendak pihak"pihak untuk men/apai tujuan. Beberapa asas tersebut adalah sebagaimana diuraikan berikut ini,$9
$; $6

(sas &ebebasan berk!ntrak

(gustinus )a arja, S.'. * (ksi!ma +ase, Ibid ., R.Setia an, Op. /it., hal %; $9 '.S. Salim, Hukum ontrak, Teori dan Teknik Penyusunan ontrak. <et &etiga (>akarta, Sinar ?ra7ika,455$), hal 4%"85

44

(sas kebebasan berk!ntrak adalah suatu asas yang memberikan kebebasan kepada para pihak untuk, a. #embuat atau tidak membuat perjanjian@ b. #engadakan perjanjian dengan siapapun@ /. #enentukan isi perjanjian, pelaksanaan, dan persyaratannya@ d. #enentukan bentuknya perjanjian, yaitu tertulis atau lisan (sas &!nsualisme (sas k!nsensualisme berhubungan dengan saat lahirnya suatu perjanjian yang mengandung arti bah a perjanjian itu terjadi sejak saat ter/apainya kata sepakat antara pihak"pihak mengenai p!k!k perjanjian, mengenai saat terjadinya kesepakatan dalam suatu perjanjian, yaitu antara lain, a. Te!ri Pernyataan (Utingsthe!rie), kesepakatan (t!esteming) terjadi pada saat yang menerima pena aran menyatakan bah a ia menerima pena aran itu. >adi dilihat dari pihak yang menerima, yaitu pada saat menjatuhkan ballp!int untuk menyatakan menerima, kesepakatan sudah terjadi. &elemahan

48

te!ri ini adalah sangat te!ritis karena dianggap kesepakatan terjadi se/ara !t!matis. b. Te!ri Pengiriman (Aer=endthe!rie), kesepakatan terjadi apabila pihak yang menerima pena aran mengirimkan telegram. /. Te!ri Pengetahuan (Aernemingsthe!rie), kesepakatan terjadi apabila yang mena arkan itu mengetahui adanya penerimaan, tetapi penerimaan itu belum diterimanya (tidak diketahui se/ara langsung). d. Te!ri Penerimaan (OntBangsthe!rie), kesepakatan terjadi pada saat pihak yang mena arkan menerima langsung ja aban dari pihak la an. (sas Pa/ta sunt serBanda

Pasal 3886 (yat (3) &U'Pdt, yang menyatakan bah a semua perjanjian yang dibuat se/ara sah berlaku sebagai undang"undang bagi mereka yang membuatnya. (rtinya bah a kedua belah pihak mentaati dan melaksanakan perjanjian yang telah ajib

disepakati

sebagaimana mentaati undang"undang. Oleh karena itu, akibat dari asas pa/ta sunt serBanda adalah perjanjian itu tidak dapat ditarik kembali tanpa persetujuan dari pihak lain. 'al ini disebutkan dalam

4$

Pasal 3886 (yat (4) &U'Pdt yaitu suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua belah pihak, atau karena alasan" alasan yang !leh undang"undang dinyatakan /ukup untuk itu. (sas Ctikad Baik

)i dalam hukum perjanjian itikad baik itu mempunyai dua pengertian yaitu, 3. Ctikad baik dalam arti subyekti7, yaitu kejujuran sese!rang dalam melakukan suatu perbuatan hukum yaitu apa yang terletak pada sikap batin sese!rang pada aktu diadakan

perbuatan hukum. Ctikad baik dalam arti subyekti7 ini diatur dalam Pasal %83 Buku CC &U'Perdata. 4. Ctikad baik dalam arti !byekti7, yaitu Pelaksanaan suatu perjanjian harus didasarkan pada n!rma kepatutan dalam masyarakat. 'al ini dapat dilihat dalam Pasal 3886 (yat (8) &U'Pdt, dimana hakim diberikan suatu kekuasaan untuk menga asi pelaksanaan perjanjian agar jangan sampai pelaksanaannya tersebut melanggar n!rma"n!rma kepatutan dan keadilan. &epatutan dimaksudkan agar jangan sampai pemenuhan kepentingan salah satu pihak terdesak, harus adanya keseimbangan. &eadilan artinya bah a kepastian untuk

4%

mendapatkan

apa

yang

telah

diperjanjikan

dengan

memperhatikan n!rma"n!rma yang berlaku. Berdasarkan uraian di atas, maka apabila syarat sah perjanjian telah ada dan disepakati !leh para pihak maka akan terjadi pelaksanaan perjanjian. Pelaksanaan perjanjian adalah perbuatan merealisasikan atau memenuhi ke ajiban dan memper!leh hak yang telah disepakati !leh para pihak sehingga ter/apai tujuan mereka. #asing"masing pihak melaksanakan perjanjian dengan sempurna dengan itikad baik sesuai dengan persetujuan yang telah di/apai.%5 Ctikad baik (te g!eder tr!u , in g!!d 7aith) dalam Pasal 3886 &U'Pdt adalah ukuran !bjekti7 untuk menilai pelaksanaan perjanjian, apakah pelaksanaan perjanjian itu mengindahkankan n!rma"n!rma kepatutan dan kesusilaan serta apakah

pelaksanaan perjanjian itu telah berjalan diatas rel yang benar. Pers!alan apakah suatu pelaksanaan perjanjian bertentangan dengan itikad baik adalah pers!alan yuridis yang tunduk pada kasasi.%3 #ahkamah (gung RC pernah memutus perkara pada tanggal 33 #ei 39%% tentang penggunaan itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian menurut suasana hukum adat. )alam putusan tersebut #ahkmah (gung mempertimbangkan bah a , !dalah pantas dan sesuai dengan rasa keadilan apabila dalam hal menggadai tanah keduabelah pihak masing"masing memikul separuh dari
%5

Pr!7.(bdulkadir #uhammad, S.'., Hukum Perdata Indonesia (Bandung , <itra (ditya Bakti, 4535) hal. 85;. %3 Pr!7.(bdulkadir #uhammad, S.'., Cbid ., hal 85;.

4:

resiko kemungkinan perubahan harga nilai uang rupiah diukur dari perbedaan harga emas pada waktu menggadaikan dan waktu menebus tanah itu. Sa ah yang sebelum perang digadaikan Rp %5,55 (lima puluh rupiah) !leh #ahkamah (gung ditetapkan harus ditebus dengan nilai 3% . %5 rupiah atau Rp ;%5,55 (tujuh ratus lima puluh rupiah) karena harga emas naik 85 kali lipat. B. Pertamina PT. Pertamina (Perser!) (dahulu bernama Perusahaan Pertambangan #inyak dan ?as Bumi Degara) adalah sebuah BU#D yang bertugas mengel!la penambangan minyak dan gas bumi di Cnd!nesia. Sejarah Pertamina tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang perburuan minyak di Cnd!nesia yang dimulai sejak a al abad 39. Pada tahun 36;3 hingga tahun 366% merupakan masa"masa a al pen/arian hingga penemuan minyak di Cnd!nesia, yang aktu itu masih dalam kependudukan Belanda.

#enyusul pengeb!ran pertama pada tahun 3668 di Telaga Tiga, pangkalan Brandan, Sumatera Utara maka pada tahun 366% berdirilah R!yal )ut/h <!mpany di pangkalan Brandan. Sejak itulah eksp!litasi minyak dari perut Bumi Dusantara dimulai.%4

%4

Pertamina EP, Sejarah Pendirian Pertamina( http,-kami) 43 juli 4535

.pertamina"ep./!m-id-tentang"pep-sejarah"

4;

&etika pe/ah Perang (sia Timur Raya, pr!duksi minyak mengalami gangguan. Pada masa kependudukan >epang, usaha yang dilakukan hanyalah merehabilitasi lapangan dan sumur yang rusak akibat bumi hangus atau pengeb!man. Pada masa perang kemerdekaan, pr!duksi minyak terhenti. Damun ketika perang usai dan bangsa ini mulai menjalankan pemerintahan yang teratur, ternyata penguasaan atas usaha minyak di Cnd!nesia menjadi tidak jelas. Banyak perusahaan"perusahaan ke/il bermun/ulan untuk meman7aatkan re=eki minyak ini sehingga memi/u terjadinya sengketa di sana"sini. (khirnya, untuk meredam semua itu, penguasaan atas tambang"tambang minyak tersebut diserahkan kepada (ngkatan )arat.%8 Untuk menanganinya, pemerintah mendirikan sebuah maskapai minyak nasi!nal pada 35 )esember 39%; dengan nama PT. Perusahaan #inyak Dasi!nal, disingkat PER#CD(. Perusahaan itu lalu bergabung dengan PERT(#CD menjadi PERT(#CD( pada 39:6. Untuk memperk!k!h perusahaan yang masih muda ini, Pemerintah menerbitkan UU D!. 6 pada 39;3, yang menempatkan PERT(#CD( sebagai perusahaan minyak dan gas bumi milik negara. Berdasarkan undang"undang ini, semua perusahaan minyak yang hendak menjalankan usaha di Cnd!nesia ajib

bekerja sama dengan PERT(#CD(. &arena itu, PERT(#CD( bertindak sebagai regulat!r bagi mitra yang menjalin kerja sama melalui mekanisme &!ntrak &erja Sama (&&S) di ilayah kerja (E&) PERT(#CD(. )isisi lain PERT(#CD( juga

%8

Pertamina EP, Ibid.,

46

bertindak sebagai !perat!r karena juga menggarap sendiri sebagian kerjanya%$.

ilayah

Sejalan dengan dinamika industri migas dunia, pemerintah menerbitkan Undang"Undang D!. 44 tahun 4553 Tentang #inyak dan ?as Bumi Sebagai k!nsekuensi penerapan Undang"Undang #igas tersebut, Pertamina beralih bentuk menjadi PT. Pertamina (Perser!), dan hanya bertindak sebagai !perat!r yang menjalin k!ntrak kerja sama dengan pemerintah yang di akili !leh BP#igas. Sekaligus Undang"Undang itu juga me ajibkan PT. Pertamina (Perser!) untuk mendirikan anak perusahaan guna mengel!la usaha ekspl!rasi, ekspl!itasi dan pr!duksi minyak dan gas, sebagai k!nsekuensi pemisahan usaha hulu dengan hilir. %% >adi kegiatan Pertamina dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petr!kimia, terbagi ke dalam sekt!r 'ulu dan 'ilir, serta ditunjang !leh kegiatan anak"anak perusahaan. )engan melihat hal"hal tersebut diatas, maka Pertamina mempunyai Bisi dan misi sebagai berikut , Aisinya adalah #enjadi perusahaan minyak nasi!nal kelas dunia, sedangkan misinya adalah menjalankan usaha inti minyak, gas dan bahan bakar nabati se/ara terintegrasi, berdasarkan prinsip"prinsim k!mersial yang kuat. )alam men/apai Bisi dan misinya, Pertamina berk!mitmen untuk menerapkan tata nilai sebagai berikut,%:
%$ %%

Pertamina EP, Ibid., Pertamina EP, Ibid., %: Dandang Suherlan, #isi dan misi Pertamina (>akarta, #edia Bulanan Pertamina D!.%3 Tahun F+A 43 )esember 4559), hal 3.

49

<lean (Bersih) )ikel!la se/ara pr!7esi!nal, menghindari benturan kepentingan, tidak men!leransi suap, menjunjung tinggi keper/ayaan dan intergritas. Berped!man pada asas"asas tata kel!la k!!rp!rasi yang baik

<!mpetitiBe (&!mpetiti7) #ampu berk!mpetisi dalam skala regi!nal maupun internasi!nal, mend!r!ng pertumbuhan melalui inBestasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.

<!n7ident (Per/aya )iri) Berperan dalam pembangunan ek!n!mi nasi!nal, menjadi pel!p!r dalam re7!rmasi BU#D, dan membangun kebanggaan bangsa.

<!stumer G!/used (G!kus pada Pelanggan) Ber!rientasi pada kepentingan pelanggan dan berk!mitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

<!mmer/ial (&!mersial) #en/iptakan nilai tambah dengan !rientasi k!mersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip"prinsip bisnis yang kuat.

<apable (Berkemampuan)

85

)ikel!la !leh pemimpin dan pekerja yang pr!7esi!nal dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berk!mitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangannya.

C. SPBU Stasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk Umum selanjutnya disebut (SPBU) adalah sebidang tanah dan 7asilitas SPBU yang dimiliki atau dikuasai se/ara sah !leh PC'(& &E)U( berbentuk (PT,k!perasi,Badan Usaha-<A dan per!rangan) berdasarkan ran/angan, desain dan spesi7ikasi teknis yang telah disetujui !leh PC'(& PERT(#( (Pertamina) yang digunakan untuk menyalurkan dan memasarkan BB# dan-atau BB& dan-atau pr!duk lain dengan menggunakan merek dagang Pertamina atau merek dagang PC'(& PERT(#( lainnya serta dapat digunakan untuk pengel!laan bisnis D!n Guel Retail (DGR).%; Bisnis D!n Guel Retail (DGR) adalah usaha yang ber!prasi dan menjual pr!duk dan atau jasa selain BB# dan-atau BB& didalam area SPBU. %6 )imana para pengusaha SPBU dapat menjual pr!duk"pr!duk milik PT.Pertamina (PERSERO). Pengusahaan SPBU ini adalah suatu pr!ses usaha yang dilakukan !leh badan hukum atau badan usaha, atau per!rangan yang memiliki dan mengel!la bisnis di SPBU. %9 Pengel!laan SPBU ini didasari !leh bentuk kerjasama yang dituangkan dalam bentuk
%;

Perjanjian &erjasama (tara pengusaha SPBU dengan PT.Pertamina (Perser!) &!ntrak Pengusahaan SPBU )O)O Pasal 3 (ngka : %6 Ibid ., Pasal 3 (ngka 3% %9 Ibid ., Pasal 3 (ngka 36

83

perjanjian kerjasama pengusahaan SPBU antara PT.Pertamina (PERSERO) dengan badan hukum atau badan usaha, atau per!rangan. 'arga jual BB#,BB& serta pr!duk lain kepada k!nsumen-pengguna akhir yang disediakan !leh PT.Pertamina (PERSERO) di SPBU ditetapkan !leh Pemerintah atau PT.Pertamina (PERSERO). Para penguaha SPBU pertamina diberikan margin terhadap harga BB#,BB& dan pr!duk lain, yang besarnya ditetapkan !leh PT.Pertamina (Perser!) dari aktu ke aktu.:5 (da tiga bentuk perjanjian kerjasama dalam pengusahaan SPBU , 3. SPBU <O<O (<!mpany O ned, <!mpany Operated) Haitu Suatu SPBU Pertamina yang didirikan !leh pertamina atau anak perusahaan dari pertamina dan dikel!la !leh anak perusahaan dari PT.Pertamina (PERSERO). 4. SPBU )O)O ()ealer O ned, Dealer Operated) Haitu SPBU )O)O Pertamina adalah SPBU milik s asta, baik lahan, inBestasi, maupun !perasi!nalnya. Penulis akan membahas lebih lanjut tentang SPBU )O)O ()ealer O ned,)ealer Operated). 8. SPBU <O)O (<!mpany O ned, Dealer Operated)

:5

Ibid .,Pasal 8.

84

SPBU <O)O Pertamina merupakan SPBU sebagai bentuk kerjasama antara Pertamina dengan pihak"pihak tertentu antara lain, kerjasama peman7aatan lahan milik perusahaan ataupun indiBidu untuk di bangun SPBU Pertamina. SPBU merupakan prasarana umum yang disediakan !leh PT. Pertamina (PERSERO) untuk masyarakat luas guna memenuhi kebutuhan bahan bakar. Pada umumnya SPBU menjual bahan bakar sejenis premium, s!lar, pertama. dan pertama. plus.:3 Bahan bakar minyak jenis tersebut adalah bahan bakar minyak yang dipr!duksi atau disediakan !leh PT.Pertamina (PERSERO) yang digunakan !leh k!nsumen, khususnya kendaraan berm!t!r dan harga jualnya ditentukan !leh pemerintah.:4 Bila dilihat dari Bisi dan misinya Pertamina yaitu #enjadi perusahaan minyak nasi!nal kelas dunia, sedangkan misinya adalah menjalankan usaha inti minyak, gas dan bahan bakar nabati se/ara terintegrasi, berdasarkan prinsip"prinsip k!mersial yang kuat. #aka Pertamina mempunyai dua pr!gram yang baik yaitu bisa dilihat dari adanya pr!gram Pertamina ay dan Pertamina pas.

:3 :4

Pertamina, SP$% ( http,--sppbe.pertamina./!m-!77-spbu.asp.) 43 juli 4535 &pcit., Pasal 3 angka 3

88

Pertamina Eay

Pertamina

ay adalah pr!gram yang dilun/urkan !leh PT. Pertamina

dengan penerapan standar pelayanan yang terdiri dari % (lima) elemen, yaitu , :8 3. pelayanan sta77 yang terlatih dan berm!tiBasi. 4. >aminan kualitas dan kuantitas, 8. 7asilitas dan peralatan yang tera at dengan baik, $. memiliki 7!rmat 7isik yang k!nsisten, %. #empunyai pena aran pr!duk dan pelayanan bernilai tambah dengan !perat!r yang selalu menerapkan 8S (Salam, Senyum, Sapa) Pertamina Pasti Pas

Pasti Pas adalah SPBU yang telah mendapatkan serti7ikat Pasti PasI dari audit!r independen dengan jaminan pelayanan terbaik yang memenuhi standar kelas dunia. &!nsumen akan mendapatkan kualitas dan kuantitas BB# yang terjamin, pelayanan yang ramah, serta 7asilitas yang nyaman.:$
:8 :$

Pertamina , Pendirian SP$% (http,--sppbe.pertamina./!m-!77-spbu.asp.) 43 juli 4535 Pertamina, Ibid.,

8$

)ua pr!gram ini sangat patut dijalankan guna ter/apainya Bisi dan misi pertamina tersebut dan agar dapat bersaing dengan pengusahaan dari SPBU asing, Seperti Shell dan Petr!nas. Selain bahan bakar, ada pula SPBU yang juga menyediakan 7asilitas p!mpa angin, ada pula yang menyediakan 7asilitas pen/u/ian m!bil. )i beberapa negara, termasuk Cnd!nesia, SPBU dijaga !leh petugas"petugas yang mengisikan bahan bakar kepada pelanggan. Pelanggan kemudian membayarkan biaya pengisian kepada petugas. )i negara"negara lainnya, misalnya di (merika Serikat atau Er!pa, p!mpa"p!mpa bensin tidak dijaga !leh petugas@ pelanggan mengisi bahan bakar sendiri dan kemudian membayarnya kepada petugas di sebuah l!ket-counter. D. !mpen"a"i )alam kasus yang diambil !leh penulis tentang perlindungan hukum yang diberikan PT.Pertamina (PERSERO) kepada para pengusaha SPBU Pertamina terhadap penurunan harga BB# jenis premium. )idapati bah a Pertamina memberikan k!mpensasi yaitu sebesar Rp 65,55 (delapan puluh rupiah) jadi

/!nt!hnya , apabila para pengusaha SPBU pertamina membeli Premium kepada PT. Pertamina (PERSERO) dengan /ara jual putus,yaitu sebanyak 3.%55 &+ Premium kepada PT.Pertamina (PERSERO). Pada saat itu premium harganya Rp.%%55,55 (lima ribu lima ratus rupiah) untuk dijual ke k!nsumen terhitung tanggal 3 )esember 4556, namun para pengusaha harus menebus dengan harga Rp.:555 (enam ribu

8%

rupiah) jadi banyaklah pengusaha SPBU yang mengalami kerugian !leh karena hal ini maka PT.Pertamina (PERSERO) memberikan k!mpensasi kepada para pengusaha SPBU Pertamina &!mpensasi adalah salah satu /ara hapusnya perikatan, yang disebabkan !leh keadaan, dimana dua !rang masing"masing merupakan debitur satu dengan yang lainnya.:% <!nt!h, ( berhutang Rp 3555,55 dari B dan sebaliknya B berhutang Rp :55,55 pada (. &edua hutang tersebut di k!mpensasikan untuk Rp :55,55 Sehingga ( masih mempunyai hutang Rp $55,55 kepada B .

#enurut Pasal 3$4: &U'Perdata jika syarat"syarat untuk k!mpensasi telah ada, maka k!mpensasi terjadi demi hukum. Selanjutnya dalam Pasal 3$4: BE J Perjumpaan terjadi demi hukum, bahkan dengan setidak tahunya !rang"!rang yang berhutang, dan kedua hutang itu yang satu menghapuskan yang lain dan sebaliknya saat hutang"hutang itu bersama"sama ada,bertimbal balik untuk suatu jumlah yang samaK. Pendukung ajaran ini adalah P!thier dan )!mat. &!mpensasi dapat juga terjadi dengan persetujuan. Syarat"syarat untuk terjadinya k!mpensasi menurut undang"undang, adalah bah a,::

:% ::

R.Setia an, Pokok"Pokok Hukum Perikatan (Bandung , PT. Bina/ipta, 396;), hal 339. R.Setia an, Ibid ., hal 345.

8:

3. )ua !rang se/ara timbal balik merupakan debitur satu daripada yang lain@ 4. Objek perikatan berupa sejumlah uang, atau barang yang sejenis yang dapat dipakai habis@ 8. Piutang"piutangnya sudah dapat ditagih@ $. Piutang"piutangnya dapat diperhitungkan dengan segera.

8;