Anda di halaman 1dari 28

Demam Tifoid

Oleh: dr. Nurul Qomariyah


Pembimbing:
Dr. dr. H. Parlindungan R, SpA
(K)

Identitas Pasien

Nama
Jenis Kelamin
Usia
No. RM
Tanggal Masuk
2015

: An. M Affandi
: Laki-laki
: 1 tahun 1 bulan
: 218380
RS : 11 September

Anamnesis

Riwayat Penyakit Dahulu:


Keluhan seperti ini baru pertama kali
dirasakan oleh pasien.
Riwayat Penyakit Keluarga:
Tidak ada anggota keluarga yang
mengalami keluhan serupa.
Riwayat Alergi:
Riwayat alergi obat-obatan, makanan
ataupun cuaca disangkal.

Kondisi Lingkungan, Sosial dan Fisik


(Rumah, Lingkungan, Pekerjaan):
Pasien tinggal di daerah padat penduduk.
Keluarga pasien tidak mengetahui apakah
disekitar rumah ataupun lingkungan
sekolah ada yang terkena demam tifoid
dan mencret-mencet atau tidak.
Riwayat Pengobatan :
Riwayat pengobatan sebelumnya
disangkal.
Riwayat Kelahiran :
Pasien lahir di Rumah sakit, lahir spontan,
ditolong bidan, usia kehamilan 9 bulan,
berat badan lahir 3200 gram, langsung
menangis.

11 September 1992
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran: Kompos Mentis
GCS : E4V5M6
Vital sign:
Nadi
: 123 x/menit,
Regular, Equal, Isi cukup
Suhu
: 38 oC
Pernafasan
: 22 x/menit

Kulit
: Turgor kulit cukup, keringat dingin
(-), pucat (-), sianosis (-), ikterik (-),petekie
(-)
Kepala : Normocephal
Mata
: Sklera ikterik (-/-),
konjungtiva anemis (-/-), pupil isokor,
refleks cahaya (+/+), air mata (+/+)
Telinga : Aurikuler simetris, tragus nyeri
(-), membran timpani intak.
Hidung : Deviasi septum (-),nafas cuping
hidung (- ), sekret (-/-)
Mulut
:Bibir sianosis (-), gusi tidak
berdarah, lidah kotor (+), karies gigi tidak
ada
Tenggorokan : Tonsil: T1-T1 tidak
hiperemis, Faring: tidak hiperemis

Thorax
kiri
Paru :
Inspeksi

: Simetris kanan dan

: Retraksi intercosta (-),

Palpasi : Vokal fremitus sama


pada kedua lapang paru
Perkusi
: Sonor pada kedua
lapang paru
Auskultasi : Vesikuler (+/+), ronkhi
(-/-), wheezing (-/-)

Jantung
:
Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat
Palpasi
: Iktus cordis teraba pada
ICS V
Perkusi: Batas kanan jantung di linea
midsternalis dextra, batas kiri jantung
terletak pada mid klavikula
Auskultasi :BJ I/IIreguler, murmur (-),
gallop (-)

Abdomen :
Inspeksi
: Datar

Auskultasi
:Bising Usus (+) N
Perkusi: Tympani pada ke4kuadran abdomen
Palpasi:Supel, nyeri tekan
epigastrium(+), Hepar dan Lien tidak
teraba pembesaran
Ekstremitas
: Akral hangat,
refilling kapiler < 2, edema -/-,
ikterik (-)

Diagnosis:
Faringitis Akut dengan intake sulit
Penatalaksanaan:
IVFD RL 50 tpm (mikro)
D40% 10cc bolus iv pelan-pelan
Cortidex 3x2.5 mg
Antrain 3x0.25 cc
Ondansetron inj 3x1.25 mg
Monitoring TTV
Cek FL di ruangan

Hasil Pembelajaran
Portofolio

Dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan


pemeriksaan laboratorium pasien ini didiagnosis
dengan Typhoid Fever dan Diare e.c Jamur

Etiologi
Salmonella typhi sama dengan
Salmonella yang lain adalah bakteri
Gram-negatif, mempunyai flagela,
tidak berkapsul, tidak membentuk
spora fakultatif anaerob
Mempunyai antigen somatik (O),
flagelar antigen (H), envelope
antigen (K)

Patogenesis
Masuknya kuman Salmonella typhi
(S.Typhi) dan Salmonella parathypi
(S.Parathypi) ke dalam tubuh
manusia terjadi melalui mekanisme
makanan yang terkontaminasi
kuman. Sebagian kuman
dimusnahkan dalam lambung,
sebagian lolos masuk ke dalam usus
dan selanjutnya berkembang biak.

Manifestasi Klinis

Diagnosis Banding

Komplikasi

Penatalaksanaan

Antibiotik

Pencegahan