Anda di halaman 1dari 33

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia ini. Insidensi TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. Demikian pula di Indonesia. Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis menjadi masalah kesehatan yang besar di negara-negara berkembang karena angka kesakitan dan kematian akibat Tuberkulosis !"-nya terjadi pada golongan usia produkti# kerja$ yaitu kelompok usia %!-&' tahun. Indonesia menempati posisi tiga besar jumlah penderita TBC di dunia setelah India dan Cina. (ngka kesakitan dari Tuberkulosis baik paru maupun ekstra paru di dunia diperkirakan mencapai ) juta kasus dan sekitar '!" terjadi di negara-negara berkembang. *ekitar + juta orang meninggal karena Tuberkulosis setiap tahunnya yang sebagian besar terjadi di negara-negara berkembang. ,ada umumnya kasus di -egaranegara berkembang tidak tercakup seluruhnya$ dan hanya sekitar separuh dari kasus BT( positi# yang ditemukan yang dapat disembuhkan. .al ini mengakibatkan angka kesakitan di seluruh dunia diperkirakan mencapai %/-01 juta$ di mana sekitar )-%1 juta adalah kasus BT( positi# yang sangat menular. *ulitnya mengobati penderita BT( positi# telah menyebabkan tejadinya banyak kegagalan pengobatan. (kibatnya didapat angka pencapaian kesembuhan yang rendah sekitar +1-!1". ,adahal seseorang yang gagal dalam pengobatan akan menjadi sumber penularan yang akan menularkan %1 orang setiap tahun$ dan dalam 2aktu 0 tahun akan menghasilkan % orang penderita BT( positi# baru. Banyak dari penderita yang gagal dalam pengobatan menjadi resisten 3 kebal terhadap I-. atau kombinasi I-. dengan *treptomisin$ sehingga bila menular pada orang lain$ maka orang tersebut akan tertular dengan kuman yang telah resisten. Masalah lain adalah hanya !1" dari penderita yang mendapat paduan obat jangka panjang (%0 bulan) mengalami kon4ersi dari BT( positi# menjadi BT( negati4e setelah 0 bulan pengobatan$ meskipun dilakukan pengobatan dengan penga2asan ketat. Menurut hasil sur4ey pre4alensi TBC di Indonesia pada tahun 011& ( secara -asional ) yang BT( positi# %%1 per %11.111 penduduk.
1

*ejak tahun %''!$ program pemberantasan penyakit Tuberkulosis paru di D5I 6akarta telah dilaksanakan dengan strategi D7T* (Directly 7bser4ed Treatment *hort Course) seperti yang direkomendasikan oleh 8.7$ tetapi pada tahun %''!-%'') cakupan penderita TBC dengan strategi D7T* baru sekitar %1" . Tahun %''' angka kesembuhan baru mencapai /'$0 ". 9isiko penularan setiap tahunnya ditunjukkan dengan Annual Risk of Tuberculosis Infection ( ARTI )$ yaitu proporsi penduduk yang berisiko terin#eksi TBC selama satu tahun. (9TI sebesar % "$ berarti %1 orang diantara %111 penduduk terin#eksi setiap tahun. (9TI di Indonesia ber4ariasi antara %-+ ". Meskipun hasil penelitian di ,uskesmas kecamatan dan kelurahan tahun 011% menunjukkan peningkatan angka kesembuhan dan angka kon4ersi$ namun angka lalai berobat masih cukup tinggi$ pada #ase a2al penderita lalai berobat di ,uskesmas kecamatan 00$% " dan ,uskesmas kelurahan 0!$+ ". *edangkan pada akhir pengobatan penderita lalai berobat di ,uskesmas kecamatan naik menjadi )&$' " dan ,uskesmas kelurahan '/$+ ". Tahun 011) ,rogram penagulangan TBC mencakup proses penemuan dan pengobatan sedikitnya )!" berhasil di sembuhkan.

1.2 Permasalahan Berdasarkan latar belakang diatas$ maka permasalahannya Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. *umber penularan adalah dahak dari pasien yang mengandung kuman TB. Bila tidak diobati$ maka penderita dapat meninggal dunia. *ekitar 0!" dari seluruh kematian yang sebenarnya dapat dicegah (pre4entable death)terjadiakibatTB. ,enyakit TB menyerang de2asa dan anak-anak$ laki-laki dan perempuan. Data 8.7 (World Health Organization) menunjukkan bah2a di dunia TB membunuh satu juta 2anita setiap tahun. *ementara itu$ kematian akibat kehamilan dan persalinan setahunnya setengah juta orang. 6adi$ TB membunuh sedikitnya dua kali lebih banyak perempuan daripada kematian akibat kehamilan3persalinan. TB juga penyebab utama kematian penting pada usia produkti#$ sebagian besar pasien dan kematian akibat TB terjadi pada golongan umur %!-/& tahun. Di Indonesia kasus baru TB hampir separuhnya adalah 2anita. Data lain dari Indonesia lebih mencengangkan lagi. *etiap satu menit muncul satu penderita baru TB ,aru. *etiap dua menit muncul satu penderita baru Tb paru yang menular dan setiap empat menit satu orang

meninggal akibat TB di Indonesia. -egara kita adalah penyumbang kasus TB terbesar ke tiga di dunia. Berdasarkan perhitungan ekonomi kesehatan yang menggunakan indikator D(:; (disability adjusted life year) yang diperkenalkan oleh World lagi. (ngka ank$ Tb merupakan $ " dari total disease burden di Indonesia$ perhitungan terbaru bahkan menunjukkan angka lebih tinggi $ " ini lebih tinggi dari berbagai negara (sia lain yang hanya &".

BAB II KUNJUNGAN RUMAH

Puskesmas !anggal kun#ungan rumah

!"rta#a$a 1% Desem&er 2'1(

Data R")a$at Keluarga I. -ama =mur I*ent"tas +as"en < Tn.T < /! tahun

6enis kelamin < :aki-laki ,ekerjaan ,endidikan (lamat < ,etani < Tamat *D < 6ln Dusun Cicau 9T 1 98 10 Desa *rijaya 5ecamatan Tirtajaya 5abupaten 5ara2ang Telepon <-

II. a. b. c. d.

R")a$at &",l,g"s keluarga 5eadaan kesehatan sekarang < *edang 5ebersihan perorangan ,enyakit keturunan < *edang < Tidak ada
4

,enyakit yang sering diderita < I*,(

e. #. g. h. i.

,enyakit kronis3 menular ,ola makan ,ola istirahat 6umlah anggota keluarga

< Tidak ada < 5urang ( kurang ber4ariasi 3 %-0> per hari) < *edang <!

5ecacatan anggota keluarga < Tidak ada

III. a. b. c. d. e. I-. a. b. c. d. e. #. g. h. i. j. k. l. m. n.

Ps"k,l,g"s keluarga 5ebiasaan buruk ,engambilan keputusan 5etergantungan obat ,ola rekreasi Kea*aan rumah. l"ngkungan 6enis bangunan :antai rumah :uas rumah ,enerangan 5ebersihan @entilasi Dapur 6amban keluarga *umber air minum *umber pencemaran air ,eman#aatan pekarangan *istem pembuangan air limbah Tempat pembuangan sampah *anitasi lingkungan < permanen < keramik < %11m0 (%1m ? %1m) < 5urang < 5urang < 5urang < (da < (da < (ir isi ulang < (da < =ntuk ,embakaran sampah < (da (lancar) < (da namun jauh < *edang < Merokok < (yah < Tidak ada < 5urang

Tempat mencari pelayanan kesehatan< ,uskesmas

-.

/+"r"tual keluarga

a. b.

5etaatan beribadah 5eyakinan tentang kesehatan

< Baik < Baik

-I. a. b. c. d. e.

Kea*aan s,s"al keluarga Tingkat pendidikan .ubungan antar anggota keluarga .ubungan dengan orang lain 5egiatan organisasi sosial 5eadaan ekonomi < 9endah < Baik < Baik < 5urang < 5urang

-II. a. b.

Kultural keluarga (dat yang berpengaruh :ain-lain < Tidak ada < Tidak ada

-III. Angg,ta keluarga

5eterangan

%. 7* 0. Istri 7* +. (nak I 7* &. (nak II 7* !. (nak III 7*

< :aki-:aki$ sakit (/! tahun) < ,erempuan$ sehat (!) tahun) < :aki-:aki$ sehat (+! tahun) < :aki-:aki$ sehat(+0 tahun)$ < :aki-laki$ sehat (+1 tahun)

I0.

Keluhan utama Batuk sejak % bulan terakhir

0.

Keluhan tam&ahan *esak$ na#su makan berkurang$ berat badan turun$ batuk kadang keluar darah$ pusing$ lemas

0I.

R")a$at +en$ak"t sekarang *ejak 0 hari terakhir$ 7* mengeluh pusing dan lemas. 7* sulit tidur karena batuk terus menerus. 7* mengaku batuknya tidak bisa berhenti$ dan sempat keluar darah. ,enyakit ini sudah di deritanya selama hampir % bulan. Berat badan 7* ketika itu adalah !! kg padahal sebelum sakit berat badan os berkisar /1-/0 kg. 7* mengatakan tetangga di sekitar rumahnya memang ada yang menderita TBC sama sepertinya. 7* kemudian mengkonsumsi 7(T hingga sekarang. 7* mengatakan penyakitnya tidak kunjung sembuh-sembuh padahal 7* rutin mengkonsumsi obat 7(T. 7* mengaku belum pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya. *aat ini berat badan 7* sudah naik menjadi ! kg. 5eluhan batuk berdarah masih dirasakan 7* namun hanya kadang-kadang saja. 7* menyangkal pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang. 7* mengaku suka merokok di saat 2aktu luangnya. 9i2ayat kencing manis disangkal 7*.

0II.

R")a$at +en$ak"t *ahulu Tidak ada

0III. Pemer"ksaan 1"s"k 5eadaan umum 5esadaran Tanda-tanda 4ital < a. Tekanan darah < %013 1 mm.g b. Arekuensi nadi < )& >3menit c. Arekuensi napas< 0& >3menit d. *uhu 5epala Mata .idung Telinga :eher < +/$! 1 C < -ormose#ali < 5edua konjungti4a tidak anemis dan kedua sklera tidak ikterik < Tidak tampak septum de4iasi dan tidak tampak sekret < 5edua telinga tidak tampak sekret$ meatus akustikus eksternus lapang < Tidak tampak pembesaran 5BB regional$ kelenjar tiroid tidak tampak membesar. Thorak ,aru < *uara napas rhonki kasar pada kedua lapang paru namun terdengar lebih kasar pada paru sebelah kiri. 6antung (bdomen < Bunyi jantung I -II reguler dan tidak terdengar gallop maupun murmur < Tampak datar$ supel$ bising usus terdengar normal$ nyeri tekan ulu hati$ .epar-lien tidak teraba membesar Ckstremitas < ,ada kedua ekstremitas tidak tampak edema dan akral hangat < Tampak sakit sedang < Compos mentis

Tinggi badan < %/0cm Berat badan *tatus giDi < ! 5g < -ormal
8

E 0%$ !

IMT normal < %)$!F0!$1 kg3m0 0I-. ,emeriksaan ,enunjang < Aoto thora> Tanggal %%-%0-01%+ Tampak perselubungan di kedua lapang paru (TBC duple>) BT( *,* 3GGG Tanggal 0-%0-01%+

0-.

D"agn,s"s +en$ak"t TB ,aru

0-I. D"agn,s"s keluarga

0-II. An#uran +enatalaksanaan +en$ak"t a. Pr,m,t"1 Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyakit TBC$ komplikasi penyakit$ dan keteraturan dalam berobat sehingga os menjadi lekas sembuh$ serta menghimbau agar dapat menjalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat$ melakukan olahraga ringan secara rutin dan mengurangi akti4itas yang berat dan menyita banyak pikiran. &. Pre3ent"1 Menjalankan pola atau gaya hidup yang sehat dengan membuang dahak3sputum tidak disembarang tempat dan menggunakan ember yang sudah diberikan dettol dan diisi air bila ingin membuang dahak serta mengganti genteng dengan genteng kaca sehingga

ada cahaya matahari yang masuk . Memoti4asi untuk rutin meminum obatnya secara teratur. Memakai masker$ memisahkan alat makan yang digunakan dengan orang satu rumah. c. Kurat"1 !era+" me*"kament,sa 7bat 7(T katergori % #ase intensi# < % > + tablet I-. %11mg +>% peroral ,iraDinamid +11mg +>% peroral Ctambutol &!1 mg +>% peroral 9i#ampisin +11mg +>% peroral !era+" n,n me*"kament,sa %. 5ontrol rutin % minggu sekali 0. Menjalankan pola hidup sehat (olah raga dan hindari stress) *. Reha&"l"tat"1 Minum obat yang teratur

0-III. Pr,gn,s"s ,enyakit 5eluarga Masyarakat 0I0. Resume Telah diperiksa seorang pasien laki-laki berinisial Tn. T berusia /! tahun dengan keluhan utama batuk sejak % bulan terakhir. 5eluhan disertai sesak$ na#su makan berkurang$ berat badan turun$ batuk kadang keluar darah$ pusing$ lemas. ,enyakit ini sudah di deritanya selama hampir % bulan. Berat badan 7* jugabturun. 7* kemudian mengkonsumsi 7(T hingga sekarang. ,emeriksaan #isik terdengar suara napas rhonki kasar pada kedua lapang paru namun terdengar lebih kasar pada paru sebelah kiri. ,emeriksaan penunjang #oto
10

< dubia ad bonam < dubia ad bonam < dubia ad bonam

thora> tanggal %%-%0-01%+ tampak perselubungan di kedua lapang paru (TBC duple>) $ dan BT( *,* 3GGG

Diagnosis

< TB ,aru

Anal"sa Kasus Ber"kut a*alah +em&ahasan !B4 *engan +en*ekatan *,kter keluarga Dari hasil pemeriksaan saat kunjungan rumah pada tanggal %& Desember 01%+$ didapatkan bah2a pasien menderita TB ,aru. ,asien berusia /! tahun. ,asien kurang memberi perhatian yang cukup baik akan keadaan kesehatan dirinya dan anggota keluarganya. ,asien seorang bpetani.. ,asien memiliki + orang anak$ semua laki-laki dan sudah berkeluarga. ,asien tinggal bersama istrinya 9umah pasien tergolong tidak sehat dilihat dari 4entilasi yang sangat kurang memadai. ,enerangan rumah kurang baik$ kebersihan rumah kurang baik. 9umah pasien berlantaikan semen dan tampak banyak bercak-bercak ludah di lantai. Di samping rumah pasien terdapat kolam. 5ondisi kolam tampak airnya sangat keruh dan banyak kotoran-kotoran. Di dalam rumah terdapat dapur dan kamar tidur. 6amban yang digunakan berada di rumah sendiri. Terdapat pembuangan sistem pembuangan air limbah dan sampah di depan rumah pasien. 9umah pasien terdapat pekarangan. Ditinjau dari spiritual keluarga keluarga pasien merupakan keluarga yang cukup taat beribadah beragama Islam$ pasien berpuasa dan sering sholat. Istri 7* ketika diperiksa tidak menunjukan gejala-gejala seperti yang dialami oleh 7*. *aat ini kondisi pasien cukup baik bila dibandingkan dengan kondisi saat pertama kali didiagnosa. ,asien masih merasakan pusing$ lemas$ sulit makan dan terkadang batuk berdarah masih dialami pasien. *elain pengobatan secara medis yang berkala$ untuk mencapai tingkat kesehatan yang lebih optimal hendaknya didukung pula oleh kondisi rumah yang lebih sehat$ kebersihan diri yang lebih baik$ asupan giDi yang baik$ memperbaiki pola makan dan berolah raga

11

secara teratur$ serta keadaan psikologis yang lebih baik (keluarga yang mendukung dalam minum obat serta rekreasi sehingga dapat mengurangi tingkat stres). BAB III !INJAUAN PU/!AKA

(.1 De1"n"s" Tuberculosis paru adalah in#eksi paru yang menyerang jaringan parenkim paru$ disebabkan oleh bakeri Mycobacterium Tuberculosis. (.2 Et",l,g" ,enyakit TBC adalah suatu penyakit in#eksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersi#at tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan (sam (BT(). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh 9obert 5och pada tanggal 0& Maret %))0$ sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil 5och. Bahkan$ penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai 5och ,ulmonum (5,).

Gam&ar (.1 Bakter" Mikobakterium tuberkulosa (.( E+"*em",l,g" Pen$ak"t !B4 ,enyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua$ muda$ laki-laki$ perempuan$ miskin$ atau kaya) dan dimana saja. *etiap tahunnya$ Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar %&1.111 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan$ Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia. *ur4ei pre4alensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun %')+-%''+ menunjukkan bah2a pre4alensi TBC di Indonesia berkisar antara 1$0 F 1$/!". *edangkan menurut laporan ,enanggulangan TBC Blobal yang dikeluarkan

12

oleh 8.7 pada tahun 011&$ angka insidensi TBC pada tahun 0110 mencapai !!!.111 kasus (0!/ kasus3%11.111 penduduk)$ dan &/" diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru. (.% 4ara Penularan Pen$ak"t !B4 ,enyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk$ dan pada anak-anak sumber in#eksi umumnya berasal dari penderita TBC de2asa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah)$ dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. 7leh sebab itulah in#eksi TBC dapat mengin#eksi hampir seluruh organ tubuh seperti< paru-paru$ otak$ ginjal$ saluran pencernaan$ tulang$ kelenjar getah bening$ dan lain-lain$ meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

13

Gam&ar (.2 Pen$e&aran Bakter" !B4 (.5 Pat,genes"s *aat !ikobakterium tuberkulosa berhasil mengin#eksi paru-paru$ maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan #oto rontgen. ,ada sebagian orang dengan sistem imun yang baik$ bentuk ini akan tetap dormant sepanjang

14

hidupnya. *edangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang$ bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. 9uang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi s"utum (dahak). *eseorang yang telah memproduksi s"utum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positi# terin#eksi TBC. (.6 7akt,r 8 7akt,r Res"k, !B4 %. Aaktor =mur. Beberapa #aktor resiko penularan penyakit tuberkulosis di (merika yaitu umur$ jenis kelamin$ ras$ asal negara bagian$ serta in#eksi (ID*. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di -e2 ;ork pada ,anti penampungan orang-orang gelandangan menunjukkan bah2a kemungkinan mendapat in#eksi tuberkulosis akti# meningkat secara bermakna sesuai dengan umur. Insiden tertinggi tuberkulosis paru biasanya mengenai usia de2asa muda. Di Indonesia diperkirakan !" penderita TB ,aru adalah kelompok usia produkti# yaitu %!-!1 tahun. %. Aaktor 6enis 5elamin. Di benua (#rika banyak tuberkulosis terutama menyerang laki-laki. ,ada tahun %''/ jumlah penderita TB ,aru laki-laki hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah penderita TB ,aru pada 2anita$ yaitu &0$+&" pada laki-laki dan 0)$' " pada 2anita. (ntara tahun %')!-%') penderita TB paru laki-laki cenderung meningkat sebanyak 0$!"$ sedangkan penderita TB ,aru pada 2anita menurun 1$ ". TB paru Iebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan 2anita karena laki-laki sebagian besar mempunyai kebiasaan merokok sehingga memudahkan terjangkitnya TB paru. +. Tingkat ,endidikan Tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi terhadap pengetahuan seseorang diantaranya mengenai rumah yang memenuhi syarat kesehatan dan pengetahuan penyakit TB ,aru$ sehingga dengan pengetahuan yang cukup maka seseorang akan mencoba untuk mempunyai perilaku hidup bersin dan sehat. *elain itu tingkat pedidikan seseorang akan

15

mempengaruhi terhadap jenis pekerjaannya. &. ,ekerjaan 6enis pekerjaan menentukan #aktor risiko apa yang harus dihadapi setiap indi4idu. Bila pekerja bekerja di lingkungan yang berdebu paparan partikel debu di daerah terpapar akan mempengaruhi terjadinya gangguan pada saluran perna#asan. ,aparan kronis udara yang tercemar dapat meningkatkan morbiditas$ terutama terjadinya gejala penyakit saluran perna#asan dan umumnya TB ,aru. 6enis pekerjaan seseorang juga mempengaruhi terhadap pendapatan keluarga yang akan mempunyai dampak terhadap pola hidup sehari-hari diantara konsumsi makanan$ pemeliharaan kesehatan selain itu juga akan mempengaruhi terhadap kepemilikan rumah (kontruksi rumah). 5epala keluarga yang mempunyai pendapatan diba2ah =M9 akan mengkonsumsi makanan dengan kadar giDi yang tidak sesuai dengan kebutuhan bagi setiap anggota keluarga sehingga mempunyai status giDi yang kurang dan akan memudahkan untuk terkena penyakit in#eksi diantaranya TB ,aru. Dalam hal jenis kontruksi rumah dengan mempunyai pendapatan yang kurang maka kontruksi rumah yang dimiliki tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga akan mempermudah terjadinya penularan penyakit TB ,aru. !. 5ebiasaan Merokok Merokok diketahui mempunyai hubungan dengan meningkatkan resiko untuk mendapatkan kanker paru-paru$ penyakit jantung koroner$ bronchitis kronik dan kanker kandung kemih.5ebiasaan merokok meningkatkan resiko untuk terkena TB paru sebanyak 0$0 kali. ,ada tahun %' + konsumsi rokok di Indonesia per orang per tahun adalah 0+1 batang$ relati# lebih rendah dengan &+1 batang3orang3tahun di *ierra :eon$ &)1 batang3orang3tahun di Bhana dan /1 batang3orang3tahun di ,akistan ((chmadi$ 011!). ,re4alensi merokok pada hampir semua -egara berkembang lebih dari !1" terjadi pada laki-laki de2asa$ sedangkan 2anita perokok kurang dari !". Dengan adanya kebiasaan merokok akan mempermudah untuk terjadinya in#eksi TB ,aru.

16

/. 5epadatan hunian kamar tidur :uas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya$ artinya luas lantai bangunan rumah tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya agar tidak menyebabkan o#erload$ .al ini tidak sehat$ sebab disamping menyebabkan kurangnya konsumsi oksigen juga bila salah satu anggota keluarga terkena penyakit in#eksi$ akan mudah menular kepada anggota keluarga yang lain. ,ersyaratan kepadatan hunian untuk seluruh rumah biasanya dinyatakan dalam m03orang. :uas minimum per orang sangat relati# tergantung dari kualitas bangunan dan #asilitas yang tersedia. =ntuk rumah sederhana luasnya minimum %1 m 03orang. =ntuk kamar tidur diperlukan luas lantai minimum + m03orang. =ntuk mencegah penularan penyakit pernapasan$ jarak antara tepi tempat tidur yang satu dengan yang lainnya minimum '1 cm. 5amar tidur sebaiknya tidak dihuni lebih dari dua orang$ kecuali untuk suami istri dan anak di ba2ah 0 tahun. =ntuk menjamin 4olume udara yang cukup$ di syaratkan juga langit-langit minimum tingginya 0$ ! m. . ,encahayaan =ntuk memperoleh cahaya cukup pada siang hari$ diperlukan luas jendela kaca minimum 01" luas lantai. 6ika peletakan jendela kurang baik atau kurang leluasa maka dapat dipasang genteng kaca. Cahaya ini sangat penting karena dapat membunuh bakteri-bakteri patogen di dalam rumah$ misalnya basil TB$ karena itu rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup.Intensitas pencahayaan minimum yang diperlukan %1 kali lilin atau kurang lebih /1 lu>.$ kecuali untuk kamar tidur diperlukan cahaya yang lebih redup. *emua jenis cahaya dapat mematikan kuman hanya berbeda dari segi lamanya proses mematikan kuman untuk setiap jenisnya..Cahaya yang sama apabila dipancarkan melalui kaca tidak ber2arna dapat membunuh kuman dalam 2aktu yang lebih cepat dari pada yang melalui kaca ber2ama ,enularan kuman TB ,aru relati# tidak tahan pada sinar matahari. Bila sinar matahari dapat masuk dalam rumah serta sirkulasi udara diatur maka resiko penularan antar penghuni akan sangat berkurang. ). @entilasi
17

@entilasi mempunyai banyak #ungsi. Aungsi pertama adalah untuk menjaga agar aliran udara didalam rumah tersebut tetap segar. .al ini berarti keseimbangan oksigen yang diperlukan oleh penghuni rumah tersebut tetap terjaga. 5urangnya 4entilasi akan menyebabkan kurangnya oksigen di dalam rumah$ disamping itu kurangnya 4entilasi akan menyebabkan kelembaban udara di dalam ruangan naik karena terjadinya proses penguapan cairan dari kulit dan penyerapan. 5elembaban ini akan merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri-bakteri patogen3 bakteri penyebab penyakit$ misalnya kuman TB. Aungsi kedua dari 4entilasi itu adalah untuk membebaskan udara ruangan dari bakteribakteri$ terutama bakteri patogen$ karena di situ selalu terjadi aliran udara yang terus menerus. Bakteri yang terba2a oleh udara akan selalu mengalir. Aungsi lainnya adalah untuk menjaga agar ruangan kamar tidur selalu tetap di dalam kelembaban (humiditiy) yang optimum. =ntuk sirkulasi yang baik diperlukan paling sedikit luas lubang 4entilasi sebesar %1" dari luas lantai. =ntuk luas 4entilasi permanen minimal !" dari luas lantai dan luas 4entilasi insidentil (dapat dibuka tutup) !" dari luas lantai. =dara segar juga diperlukan untuk menjaga temperatur dan kelembaban udara dalam ruangan. =mumnya temperatur kamar 00H F +1HC dari kelembaban udara optimum kurang lebih /1". '. 5ondisi rumah 5ondisi rumah dapat menjadi salah satu #aktor resiko penularan penyakit TBC. (tap$ dinding dan lantai dapat menjadi tempat perkembang biakan kuman.:antai dan dinding yag sulit dibersihkan akan menyebabkan penumpukan debu$ sehingga akan dijadikan sebagai media yang baik bagi berkembangbiaknya kuman !ycrobacterium tuberculosis. %1. 5elembaban udara 5elembaban udara dalam ruangan untuk memperoleh kenyamanan$ dimana kelembaban yang optimum berkisar /1" dengan temperatur kamar 00H F +1HC. 5uman TB ,aru akan cepat mati bila terkena sinar matahari langsung$ tetapi dapat bertahan hidup selama beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab.

18

%%. *tatus BiDi .asil penelitian menunjukkan bah2a orang dengan status giDi kurang mempunyai resiko +$ kali untuk menderita TB ,aru berat dibandingkan dengan orang yang status giDinya cukup atau lebih. 5ekurangan giDi pada seseorang akan berpengaruh terhadap kekuatan daya tahan tubuh dan respon immunologik terhadap penyakit. %0. 5eadaan *osial Ckonomi 5eadaan sosial ekonomi berkaitan erat dengan pendidikan$ keadaan sanitasi lingkungan$ giDi dan akses terhadap pelayanan kesehatan. ,enurunan pendapatan dapat menyebabkan kurangnya kemampuan daya beli dalam memenuhi konsumsi makanan sehingga akan berpengaruh terhadap status giDi. (pabila status giDi buruk maka akan menyebabkan kekebalan tubuh yang menurun sehingga memudahkan terkena in#eksi TB ,aru. %+. ,erilaku ,erilaku dapat terdiri dari pengetahuan$ sikap dan tindakan. ,engetahuan penderita TB ,aru yang kurang tentang cara penularan$ bahaya dan cara pengobatan akan berpengaruh terhadap sikap dan prilaku sebagai orang sakit dan akhinya berakibat menjadi sumber penular bagi orang disekelilingnya. (.9 Ge#ala Kl"n"s Bejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Bambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru$ sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik. (.9.1 Ge#ala s"stem"k.umum

Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama$ biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. 5adang-kadang serangan demam seperti in#luenDa dan bersi#at hilang timbul.

19

,enurunan na#su makan dan berat badan. Batuk-batuk selama lebih dari + minggu (dapat disertai dengan darah). ,erasaan tidak enak (malaise)$ lemah

(.9.2 Ge#ala khusus

Gam&ar (.( Pengaruh !u&er:ul,s"s +a*a &ag"an !u&uh

Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena$ bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar$ akan menimbulkan suara ImengiI$ suara na#as melemah yang disertai sesak.

5alau ada cairan dirongga "leura (pembungkus paru-paru)$ dapat disertai dengan keluhan sakit dada.

Bila mengenai tulang$ maka akan terjadi gejala seperti in#eksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya$ pada muara ini akan keluar cairan nanah.

,ada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak)$ gejalanya adalah demam tinggi$ adanya penurunan

20

kesadaran dan kejang-kejang. ,ada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala$ TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC de2asa. 5ira-kira +1-!1" anak yang kontak dengan penderita TBC paru de2asa memberikan hasil uji tuberkulin positi#. ,ada anak usia + bulan F ! tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru de2asa dengan BT( positi#$ dilaporkan +1" terin#eksi berdasarkan pemeriksaan serologi3darah. (.; Penegakan D"agn,s"s (pabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC$ maka beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah<
o o o o o o

(namnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya. ,emeriksaan #isik. ,emeriksaan laboratorium (darah$ dahak$ cairan otak). ,emeriksaan patologi anatomi (,(). 9ontgen dada (thora> photo). =ji tuberkulin.

(.;.1 Pemer"ksaan ra*",l,g"k ,emeriksaan rutin adalah #oto toraks ,(. ,emeriksaan atas indikasi seperti #oto apikolordotik$ oblik$ CT *can. Tuberkulosis memberikan gambaran bermacam-macam pada #oto toraks. Bambaran radiologik yang ditemukan dapat berupa< a. Bayangan lesi di lapangan atas paru atau segmen apikal lobus ba2ah b. Bayangan bera2an atau berbercak c. (danya ka4itas tunggal atau ganda d. Bayangan bercak milier+' e. Bayangan e#usi pleura$ umumnya unilateral f$ %estroyed lobe sampai destroyed lung

21

g$ 5alsi#ikasi Berdasarkan luasnya proses yang tampak pada #oto toraks dapat dibagi sebagai berikut< a. :esi minimal (minimal lesion) Bila proses tuberkulosis paru mengenai sebagian kecil dari satu atau dua paru dengan luas tidak lebih dengan 4olume paru yang terletak diatas chondrosternal junction dari iga kedua dan prosesus spinosus dari 4ertebra torakalis I@ atau korpus 4ertebra torakalis @ dan tidak dijumpai ka4itas. b. :esi sedang (moderately ad#anced lesion)< Bila proses penyakit lebih luas dari lesi minimal dan dapat menyebar dengan densitas sedang$ tetapi luas proses tidak boleh lebih luas dari satu paru$ atau jumlah dari seluruh proses yang ada paling banyak seluas satu paru atau bila proses tuberkulosis tadi mempunyai densitas lebih padat$ lebih tebal maka proses tersebut tidak boleh lebih dari sepertiga pada satu paru dan proses ini dapat 3 tidak disertai ka4itas. Bila disertai ka4itas maka luas (diameter) semua ka4itas tidak boleh lebih dari & cm. c. :esi luas (far ad#anced)< 5elainan lebih luas dari lesi sedang. (.;.2. Pemer"ksaan la&,rat,r"um Pemer"ksaan *arah rut"n .asil pemeriksaan darah rutin kurang spesi#ik untuk tuberkulosis paru. :aju endapan darah sering meningkat pada proses akti#$ tetapi laju endapan darah yang normal tidak menyingkirkan tuberkulosis. :im#ositosis juga kurang spesi#ik. Pemer"ksaan &akter",l,g"k =ntuk pemeriksaan bakteriologik ini spesimen dapat diambil dari sputum$ bilasan lambung$ jaringan baik lym"h node atau jaringan reseksi operasi$ cairan pleura$ cucian lambung$ cairan serebrospinalis$ pus 3 aspirasi abses$ urine$ apusan laring. %. ,emeriksaan mikroskopik biasa ,ada pemeriksaan ini dapat dilihat adanya basil tahan asam. Dibutuhkan paling sedikit !111
22

batang kuman per cc sputum untuk mendapatkan kepositi#an. ,e2arnaan yang umum dipakai adalah pe2arnaan Jiehl -ielsen dan pe2arnaan 5inyoun-Babbett. Cara pengambilan sputum tiga kali (+ ?) dengan caraK %. *pot (sputum saat kunjungan pertama) 0. *putum pagi (keesokan harinya) +. *pot (pada saat mengantarkan sputum pagi pada hari kedua). =ntuk penilaian terlihat pada tabel berikut< !a&el (.1 Pen"la"an /+utum B!A Jumlah Bas"l !ahan Asam Tidak dijumpai BT(3 %11 lapangan pandang Dijumpai %-' BT( 3 %11 lapangan pandang Dijumpai %1-'' BT( 3 %11 lapangan pandang Pen"la"an 1 catat jumlah yang ada %G

Dijumpai %-%1 BT( 3 lapangan pandang dalam !1 0G lapangan pandang Dijumpai L%1 BT( 3lapangan pandang dalam 01 lapangan pandang a. Metode kon4ensional seperti :o2enstein-6ensen$ 7ga2a$ 5udoh$ Middlebrook .-%1 dan .-%%. b. Metode 9adiometrik seperti B(CTCC. Dengan teknik ini 2aktu yang dibutuhkan untuk isolasi dan identi#ikasi mikobakterium tuberkulosis menjadi tiga minggu saja.=ntuk test sensiti#itas ditambah !- hari lagi. (.;.( Pemer"ksaan s"t,l,g" +a*a tu&erkul,s"s kelen#ar ,emeriksaan biopsi aspirasi untuk diagnosis penyakit ini adalah aman$ mudah dan murah untuk dikerjakan meskipun pasiennya anak-anak. *ecara makroskopi nodul mula-mula berisi Dat yang ber2arnah abu-abu dan jernih tapi lama kelamaan 2arnah bisa berubah menjadi kekuningan seperti keju. ,englihatan diba2ah mikroskop terhadap sekret tampak tuberkel-tuberkel yang khas dengan sel Datia langhans. 6ika terjadi +G

23

perkejuan yang lama dan meluas maka struktur kelenjar dapat hilang sama sekali dan digantikan dengan struktur yang atipik. ,ada peroses penyembuhan dapat terjadi #ibrosis dan pengapuran. Bahayanya dari penyakit ini ialah meskipun kelihatannya penyakit sudah tenang akan tetapi terkadang ia dapat menyebar ke tempat lain seperti tulang$ perut dan lain-lain. Dengan ditemukannya sel epiteloid$ datia langhans ataupun massa nekrosis perkejuan maka pemeriksaan sitologi dikatakan positi#. (.;.% Immun,l,g"./er,l,g" %. =ji Tuberkulin< Di Indonesia dengan pre4alensi TB yang tinggi pemeriksaan ini kurang berarti apalagi pada orang de2asa. =ji ini akan bermakna jika didapatkan kon4ersi dari uji yang sebelumnya atau apabila kepositi#an dari uji yang didapat besar sekali atau timbul bulla. Tes tuberkulin berguna dalam menentukan diagnosis penderita (terutama pada anakanak yang mempunyai kontak dengan seorang penderita tuberkulosis yang menular)$ namun penderita tersebut harus diperiksa oleh dokter yang berpengalaman. =ji tuberkulin merupakan pemeriksaan paling berman#aat untuk menunjukkan sedang3pernah terin#eksi 0. !ycobacterium tuberculosis dan sering digunakan dalam I&creening T ' I. C#ekti#itas dalam menemukan in#eksi TBC dengan uji tuberkulin adalah lebih dari '1". =ji tuberkulin dibaca setelah &)- 0 jam (saat ini dianjurkan 0 jam) asetelah penyuntikan. Indurasi diperiksa dengan cara palpasi untuk menentukan tepi indurasi$ ditandai dengan alat tulis$ kemudian diukur dengan alat pengukur transparan$ diameter trans4ersal indurasi yang terjadi dan dinyatakan hasilnya dalam milimeter. 6ika tidak timbul indurasi sama sekali hasilnya dilaporkan sebagai 1 mm. (.;.5 D"agn,s"s !B +a*a anak Diagnosis TB pada anak lebih sulit sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis baik o#erdiagnosis maupun underdiagnosis. ,ada anak-anak batuk bukan merupakan gejala utama. ,engambilan dahak pada anak biasanya sulit$ maka diagnosis TB anak perlu kriteria dengan menggunakan

24

Gam&ar (.% /"stem /k,r !B Anak *etelah dokter melakukan anamnesis$ pemeriksaan #isik$ dan pemeriksaan penunjang$ maka dilakukan pembobotan dengan sistem skor. ,asien dengan jumlah skor L/$ harus ditatalaksana sebagai pasien TB dan mendapat 7(T. Bila skor kurang dari / tetapi secara klinis kecurigaan kearah TB kuat maka perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik lainnya sesuai indikasi$ seperti bilasan lambung$ patologi anatomi$ pungsi lumbal$ pungsi pleura$ #oto tulang dan sendi$ #unduskopi$ CT*can$ dan lain lainnya. (.< Peng,&atan Pen$ak"t !B4 ,engobatan bagi penderita penyakit TBC akan menjalani proses yang cukup lama$ yaitu berkisar dari / bulan sampai ' bulan atau bahkan bisa lebih.penyakit TBC bisa disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter dan memperbaiki

25

daya tahan tubuhnya dengan giDi yang cukup baik. =ntuk mengetahui perkembangannya yang kebih baik maka disarankan pada penderita untuk menjalani pemeriksaan baik darah$sputum urine dan ?ray atau raontgen setiap + bulannya. Menurut (Tjandra$011/) $pengobatan tuberkulosis dilakukan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut < 7bat harus diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis obat$dalam jumlah cukup dan dosis tepat sesuai dengan kategori pengobatan.=ntuk menjamin kepatuhan pasien dalam menelan obat$pengobatan dilakukan dengan penga2asan langsung(D7T) oleh seorang penga2as menelan obat (,M7). ,engobatan TB diberikan dalam 0 tahap$yaitu tahap a2al intensi# dan tahap lanjutan< o Tahap (2al (intensi#) ,ada tahap a2al intensi# (a2al) pasien mendapat + atau & obat sekaligus setiap hari selama 0 bulan dan perlu dia2asi secara langsung untuk mencegah terjadinya kekebalan obat Bila pengobatan tahan intensi# tersebut diberikan secara tepat$biasanya pasien menular menjadi tidak menular dala kurun 2aktu %-0 bulan. o Tahap :anjutan ,ada tahap lanjutan pasien pasien mendapat jenis obat lebih sedikit$0 macam saja.namun dalam jangka 2aktu yang lebih lama biasanya & bulan. 7bat dapat diberikan setiap hari maupun secara intermiten$beberapa dalam % minggu Tahap lanjutan penting adalah untuk mencegah terjadinya kekambuhan. 6enis obat yang digunakan I-.$ ri#ampicin$ ethambutol$ piraDinamid$ streptomicin(inj) ,aduan pengobatan TB ,aru 5ategori % %. ,asien baru TB ,aru BT( positi# 0. ,asien TB ,aru BT( negati# dengan gambaran #oto thora> sesuai TB +. ,asien TB diluar paru &. 09.JC3&9.-09.JC3&9+.+-09.JC3/.C 5ategori 0 %. ,asien yang sudah sembuh lalu kambuh lagi 0. ,asien gagal $ yang tidak sembuh diobati +. ,asien dengan pengobatan setelah sempat berhenti berobat &. 09.JC*3%9.JC3!9.C- 09.JC*3%9.JC3!9+.+C+

26

.al-hal yang harus diperhatikan dalam ,engobatan %. 5uman penyakit TBC kebal sehingga penyakitnya lebih sulit diobati 0. 5uman berkembang lebih banyak dan menyerang organ lain +. Membutuhkan 2aktu lebih lama untuk sembuh &. Biaya pengobatan semakin mahal !. Masa produkti# yang hilang semakin banyak (.<.1 !u#uan Peng,&atan !B4 ,engobatan penyakit TBC dilakukan dengan beberapa tujuan sebagai berikut < %. Menyembuhkan penderita 0. Mencegah kematian +. Mencegah kekambuhan &. Menurunkan resiko penularan (.<.2 Dasar +enatalaksanaan ,endidikan keluarga dan peran serta keluarga untuk < %. Menjelaskan bah2a penyakit TBC Dapat disembuhkan 0. Minum obat secara teratur dan benar +. Makan-makanan yang baik dengan giDi yang seimbang &. Istirahat yang cukup Dosis dan 8aktu pengobatan 7bat TBC harus diminum secara teratur sampai pasien dinyatakan sembuh. :ama pengobatan umumnya berlangsung selama /-) bulan *elama 0 bulan pertama$) tablet sekaligus diminum setiap hari ,ada & bulan berikutnya$+ tablet sekaligus diminum seminggu + kali 7bat diminum satu per satu$dan harus habis dalam 0 jam

Bila tidak minum obat secara teratur akan terjadi < %. 5uman TBC tidak mati

27

0. Timbul resistensi obat$kuman menjadi kebal +. ,enyakit TBC tidak sembuh Dalam pengobatan yang harus diperhatikan adalah < Berhenti merokok$hindari minum-minuman beralkohol$dan obat bius Berobat atau periksakan diri anda ke dokter 6angan menghentikan minum obat sendiri Dianjurkan meminum obat dalam keadaan perut kosong (pagi)

C#ek samping yang dapat terjadi saat minum obat antara lain < %. 5ulit ber2arna kuning 0. (ir seni ber2arna gelap seperti minum air teh +. Mual dan muntah &. .ilang na#su makan !. ,erubahan pada pengelihatan /. Demam yang tidak jelas . :emas dan keram perut (.1' /trateg" D=!/ D7T* adalah suatu strategi yang sudah dibaku oleh badan kesehata dunia 8.7 dala program pemberantasan TB.D,T* sendiri kepanjangan dari MDirectly 7bser4ed Treatment$short-courseN yang mempunyai ! komponen < %. 5omitmen pemerintah dalam program pemberantasan TB dimasyarakat sampai tuntas$ 0. Diagnosis pasien-pasien TB berdasar pemeriksaan dahak (sputum BT()secara microskopik. +. ,emberian obat secara standart selama minimal / bulan. &. Terjamin ketersediaan obat !. ,encatatan dan pelaparan yang baik terhadap kasus-kasus TB yang diobati.Dimana dan kapan saja pasien diobati harus dicatat dan dilaporkan ke Dinas 5esehatan setempat.

28

(.11 Pen:egahan Pen$ak"t !B4 .idup sehat (makan-makanan yang bergiDi$istirahat yang cukup$olah raga teratur$hindari rokok$alkohol$obat bius$hindari stress) Bila batuk mulut ditutup 6angan meludah sembarang tempat :ingkungan sehat @aksinasi pada bayi BCB

29

BAB III KE/IMPULAN DAN /ARAN %.1 Kes"m+ulan Tuberculosis paru sampai saat ini masih merupakan problem kesehatan yang masih sulit terpecahkan..,enyakit TBC dianggap menakutkan karena bila menyerang paru-paru dan tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru sehingga dapat menyebabkan kematian. *elain itu penularannya sangat mudah$ yaitu melalui dahak penderita yang keluar bersama batuknya$ kemudian mengering dan menjadi droplet di udara sehingga dapat mengenai siapa saja. ,enyakit TBC semakin banyak menjangkiti populasi karena semakin rendah daya tahan tubuh. *elain itu kurangnya perhatian terhadap kebersihan linkungan(udara) dan giDi yang seimbang semakin memperberat angka kejadiannya. %.2 /aran 5asus penyakit TB paru sangat terkait dengan #aktor prilaku dan lingkungan$karena #aktor lingkungan$ sanitasi dan hygiene terutama terkait dengan keberadaan kuman$ dan proses penularan penyakit TBC. *edangkan #aktor perilaku sangat berpengaruh pada kesembuhan dan bagaimana mencegah untuk tidak terin#eksi kuman TB. ,ola hidup sehat adalah kuncinya$ karena kita tidak tahu kapan kita bisa terpapar dengan kuman TBC. Dengan pola hidup sehat maka daya tahan tubuh kita diharapkan cukup untuk memberikan perlindungan$ sehingga 2alaupun kita terpapar dengan kuman TBC tidak akan timbul gejala. Dimulai dari perilaku hidup sehat yaitu< makan-makanan yang bergiDi dan seimbang. istirahat yang cukup. olah raga teratur. hindari rokok$ alkohol$ obat bius$ dan hindari stress.

30

tidak meludah sembarangan tempat(meludah di tempat yang terkena sinar matahari atau tempatyang diisikarbol3lisol).

menutup mulut dengan tissue apabila batuk atau bersin. membuang tissue yang sudah digunakan ke tempat sampah

,enatalaksanaan lingkungan terutama pada pengaturan syarat -syarat rumah sehat diantaranya< 4entilasi dengan pencahayaan yang baik luas hunian dengan jumlah anggota keluarga kebersihan rumah dan lingkungan tempat tinggal penanaman pohon untuk program green O clean$ untuk memperoleh udara yang bersih. *aran kepada petugas kesehatan %. 5epada petugas kesehatan perlu memberikan lebih pengetahuan kepada ,asien tentang penyakit TB ,aru. 0. ,ada petugas kesehatan harus lebih berperan akti# dalam peningkatan pengobatan bagi ,asien penyakit TB.,aru

31

DA7!AR PU/!AKA

%. Tuberculosis. Diunduh dari 222.emedicine.com pada tanggal 0+ -o4ember 01%%. 0. Dinas kesehatan propinsi D5I 6akarta. *tandar ,enanggulangan ,enyakit Tuberkulosis 4ol !. ed %. 0110. +. 9aDis (($dkk. Tuberkulosis ,aru dalam ,anduan ,elayanan Medik. ed +. 6akarta< Ak=IK 011'K hal%1'-%%. &. 8orld .ealth 7rganiDation. *ituasi Cpidemiologi TB Indonesia. Diunduh dari < http<33tbindonesia.or.id3pd#3DataPtbP%P01%1.pd#. ,ada tanggal 0+ -o4ember 01%% !. Departemen 5esehatan 9I. 011) . Modul I@ ,engobatan ,asien TB di =,5. ,elatihan ,enanggulangan TB Bagi ,engelola ,rogram TB. /. 5an2il Depkes ,ropinsi D5I 6akarta. ,elatihan ,rogram ,emberantasan ,enyakit Tuberkulosis Tingkat ,uskesmas- Modul %. Tahun %''' 3 0110. . Depkes 9I. ,edoman kerja puskesmas jilid III tahun %''%-%''0 hal B-0). ). Departemen 5esehatan 9I. 011) . Modul @I ,emantauan dan C4aluasi ,enerapan *trategi D7T* di =,5. ,enanggulangan TB Bagi ,engelola ,rogram TB. '. Aaktor risiko TBC. Diunduh dari http<33putraprabu.2ordpress.com3 pada tanggal 0+ -o4ember 01%% %1. ,enyakit TBC. Diunduh dari http<33medicastore.com3 pada tanggal 0+ -o4ember 01%%.

32

:(M,I9(-

33