Anda di halaman 1dari 5

$ENELITIAN DOSEN MUDA

RIN&KASAN LA$ORAN $ENELITIAN TA'UN AN&&ARAN !""#

DEKONSTRUKSI JATI DIRI %AN&SA MINAN&KA%AU

Oleh: Drs. Fadlillah, M.Si.

Dibiayai oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Penelitian Nomor: 001/ SP !/PP/DP "/###/ 00$ Tanggal: % "aret 00$

FAKULTAS SASTRA JURUSAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS ANDALAS Okto er, !""#

Ri()kasa( La*ora( $e(elitia( A. J+d+l da( Na,a $e(eliti Judul Penelitian: Nama Penelitian: Dekonstruksi Jati Diri &angsa "inangkabau Drs' (adlillah, "'Si'

%.

A strak

A%STRAK

Penelitian ini berjudul )Dekonstruksi Jati Diri Bangsa Minangkabau*, masalah pada penelitian ini adalah bagaimana problema tragedi jati diri bangsa "inangkabau dalam no+el Tambo (Sebuah Pertemuan) dan no+el Ular Keempat karya ,us t- Sakai' Seandainya tidak dikaji persoalan ada apa dibalik tragedi problema jati diri bangsa "inangkabau, maka apakah #ndonesia akan kehilangan salah satu kekayaan yang mendasar' Penelitian ini mengunakan metode kualitati- post/positi+isme, lebih tepatnya post/strukturalis dengan teori dekonstruksi )jejak* 0trace) Ja1ues Derrida' Dalam penelitian ditemukan dekonstruksi teks dan dekonstruksi jejak' Teks dan jejak tragedi jati diri tidak hanya pada bangsa "inangkabau tetapi juga untuk seluruh bangsa/bangsa di #ndonesia' Tragedi itu adalah rekayasa politik kekuasaan dengan 2ara menga2aukan de-enisi bangsa' Padahal #ndonesia bukanlah sebuah bangsa tetapi multi/bangsa atau multi-nation' 3oentjaraningrat mengukuhkan konsep )sukubangsa* yang merupakan konsep kamuplase politik kekuasaan sentralistik , bukan konsep realitas sosio-buda a antropologis' &angsa "inangkabau itu dihan2urkan mentalitas jati dirinya habis/habisan 0 character assasination4 oleh politik stigma pemberontak P55#' "inangkabau mengalami keter2erabutan oleh empat hal, pertama oleh penaklukan, kedua oleh perang, ketiga oleh re+olusi, keempat oleh narasi patriakhat' &angsa "inangkabau yang !tidak mempun ai se"arah# adalah bangsa yang kalah dan tertindas' 6dapun persoalan yang tersembunyi dibalik tragedi problema jati diri adalah persoalan kemanusiaan yang tragik' Salah satu ja7aban dari pertanyaan mengapa tidak tumbuh lagi intelektual di "inangkabau adalah akibatnya jati diri bangsa "inangkabau sudah han2ur menjadi )berserpihan* dan kehilangan integritas kosep "ati diri$ Kata K+(.i% Dekonstruksi& teks& dan "e"ak$

-.

Isi Ri()kasa( Penelitian ini berjudul )Dekonstruksi Jati Diri Bangsa Minangkabau*,

masalah pada penelitian ini adalah &agaimana problema tragedi jati diri bangsa "inangkabau dalam no+el Tambo (Sebuah Pertemuan) dan no+el Ular Keempat karya ,us t- Sakai. Seandainya tidak dikaji persoalan ada apa dibalik tragedi problema jati diri bangsa "inangkabau, maka apakah #ndonesia akan kehilangan salah satu kekayaan yang mendasar. Penelitian ini mengunakan metode kualitatipost/positi+isme, lebih tepatnya post/strukturalis dengan teori dekonstruksi )jejak* 0trace) Ja1ues Derrida'

Dalam penelitian ditemukan dekonstruksi teks dan dekonstruksi jejak' Teks dan jejak tragedi jati diri tidak hanya pada bangsa "inangkabau tetapi juga untuk seluruh bangsa/bangsa di #ndonesia' Tragedi itu adalah rekayasa politik kekuasaan dengan 2ara menga2aukan de-enisi bangsa' Padahal #ndonesia bukanlah sebuah bangsa tetapi multi/bangsa atau multi-nation' 3oentjaraningrat mengukuhkan konsep )sukubangsa* yang merupakan konsep kamuplase politik kekuasaan sentralistik, bukan konsep realitas sosio-buda a antropologis' &angsa "inangkabau itu dihan2urkan mentalitas jati dirinya habis/habisan 0character assasination4 oleh politik stigma pemberontak P55#' "inangkabau mengalami keter2erabutan oleh empat hal, pertama oleh penaklukan, kedua oleh perang, ketiga oleh re+olusi, keempat oleh narasi patriakhat' &angsa "inangkabau yang !tidak mempun ai se"arah# adalah bangsa yang kalah dan tertindas' 6dapun persoalan yang tersembunyi dibalik tragedi problema jati diri adalah persoalan kemanusiaan yang tragik' Dengan demikian dapat disebutkan beberapa -akta yang tidak bisa diungkapkan oleh sejarah dan jurnalistik tetapi hanya dapat diungkapkan oleh sastra, antara lain: 1' No+el ini bukan no+el bangsa "inangkabau tetapi no+el dari negara yang bernama #ndonesia itu' 6dapun yang menjadi persoalan di sini, bukanlah masalah untuk bangsa "inangkabau, tetapi ia menjadi masalah untuk kumpulan bangsa yang berada di #ndonesia' #nti masalah dalam pengertian ini adalah bagaimana sebenarnya teks dasar suku dan bangsa itu, bagaimana kedudukkan persoalan teks kumpulan bangsa inilah yang menjadi salah satu dasar persoalan jati diri kemanusiaan' ' Tragedi pada 2erita utama merupakan tragedi komunal sedangkan pada serpihan merupakan tragedi indi+idual, dan keduanya berhadapan dengan persoalan kekuasaan dan kekalahan' 6da tiga kosep jati diri dalam T0SP4 dan 83, pertama teks indi'idu dan komunal& kedua teks tambo yang hanya ada dalam )mimpi* tokoh 5ido, ketiga teks serpihan' 9' Sudah lebih lima puluh tahun bangsa/bangsa di #ndonesia hilang identitas jati dirinya, ke2uali dipergunakan untuk pari7isata, hal itu terjadi sejak re:im ;rde <ama sampai re:im ;rde &aru' Dengan demikian dapat dipahami mengapa terjadi bentrokan dan kon-lik antarbangsa, di samping hal itu

merupakan salah satu bentuk dari penindasan yang dilakukan selama ini terhadap kehadiran jati diri bangsa/bangsa' =' Salah satu ja7aban dari pertanyaan mengapa tidak tumbuh lagi intelektual di "inangkabau adalah no+el T0SP4 dan 83 ini' No+el ini dapat dikatakan suatu ja7aban mengapa bangsa "inangkabau sudah kehilangan integritas kosep "ati dirin a, akibatnya jati diri bangsa ini han2ur menjadi )berserpihan*' >' &angsa "inangkabau tidak mempunyai tradisi tulis dan tidak mempunyai sejarah dapat dikatakan jadi hipotesis !anyalah perang yang mampu yang 2ukup kuat bah7a bangsa orang mengalami "inangkabau sudah mengalami dua atau tiga kali keter2erabutan budaya' mengakibatkan keter2erabutan budaya dan kehilangan sejarah dirinya sendiri' ?' &ila kebudayaan "inangkabau memang benar mengalami keter2erabutan itu, maka keter2erabutan itu disebabkan oleh empat hal, pertama oleh penaklukan, kedua oleh perang, ketiga oleh re+olusi, keempat oleh narasi patriakhat' $' Paradigma bah7a no+el T0SP4 dan 83 dapat dikatakan jejak, yang berarti ia akibat dari banyak kemungkinan' Paradigma jejak yang memberikan banyak kemungkinan, suatu dunia mungkin, akan membukakan pikiran dan ji7a, suatu pen2erahan' #nilah yang membedakan sastra dengan tulisan sejarah, sastra mengungkapkan ba7a memperlakukan ingatan masa lalu sebagai suatu kepastian yang objekti- tetaplah hanya suatu kesia/siaan, dan apa yang dikatakan ingatan masa lalu tetaplah hanya imajinasi' @' Aaktu dalam karya sastra hanya merupakan sesuatu yang imajinasi, karena pada hakekatnya apa yang dikatakan )7aktu* oleh manusia di luar sastra tetap juga suatu batasan/batasan imajinati-, apa yang disebut bulan atau tahun dan abad hanyalah batasan demarkasi imajinasi' %' 6dapun dalam sastra hanya persoalan kemanusiaan yang lebih penting daripada pembuktian terhadap batasan 7aktu, pembuktian peristi7a atau kejadian, atau pengotentikan kebenaran peristi7a kekuasaan' 10' !akekat keberadaan narasi TSP terungkap bila bukan persoalan pengukuhan keotentikan (rame hopotesis sejarah yang ada pada TSP, maka berarti ada persoalan yang tersembunyi dan penting dari sebuah narasi' Persoalan yang tersembunyi itu adalah persoalan kemanusiaan dan dalam narasi TSP persoalan kemanusiaan yang diakhiri dengan tragik, yakni tragik kemanusiaan'

11' &angsa "inangkabau !tidak mempun ai se"arah# adalah realitas bangsa yang kalah dan tertindas, sebab tulisan sejarah hanya ditulis oleh para penguasa dan orang/orang yang menang' 1 ' "inangkabau mengalami pengalaman sejarah yang getir dengan imperialisme "ajapahit, dengan demikian ada kehendak untuk menghapuskan masa penjajahan dan penjarahan "ajapahit dari Tambo' 19' Di samping itu ada hal yang tidak akan di2atat dalam sejarah, yakni persoalan kepedihan, kehan2uran harga diri, persoalan malu dan dipermalu, kepahitan, akan tetapi sejarah hanya akan men2atat bagian yang baik dari kekuasaan' 1=' Pada bangsa "inangkabau, harga diri menjadi han2ur dan tak berdaya ketika dalam kekalahan para perempuan mereka dirampas dan dijadikan persembahan' Suatu tragedi kesedihan dari kehidupan kemanusiaan selalu tidak ditulis sejarah'

>