Anda di halaman 1dari 1

P

A
N
E
N

8.1. Hasil Utama
Hasil utama dari budidaya ayam petelur adalah berupa telur yang diahsilkan oelh ayam.
Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi tlur
yang disebabkan oleh virus dapat terhindar/terkurangi. Pengambilan pertama pada pagi
hari antara pukul 10.00-11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; pengambilan
ketiga (terakhir)sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00.
8.2. Hasil Tambahan
Hasil tambahan yang dapat dinukmati dari hasil budidaya ayam petelur adalah daging
dari ayam yang telah tua (afkir) dan kotoran yang dapat dijual untuk dijadikan pupuk
kandang.
8.3. Pengumpulan
Telur yang telah dihasilkan diambil dan diletakkan di atas egg tray (nampan telur).
Dalam pengambilan dan pengumpulan telur, petugas pengambil harus langsung
memisahkan antara telur yang normal dengan yang abnormal. Telur normal adalah telur
yang oval, bersih dan kulitnya mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar
63 cc. Telur yang abnormal misalnya telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak
atau keriting, bentuknya lonjong.
8.4. Pembersihan
Setelah telur dikumpulkan, selanjutnya telur yang kotor karena terkena litter atau tinja
ayam dibershkan. Telur yang terkena litter dapat dibersihkan dengan amplas besi yang
halus, dicuci secara khusus atau dengan cairan pembersih. Biasanya pembersihan
dilakukan untuk telur tetas.

Standar ini disusun untuk menjamin mutu bibit induk ayam ras niaga tipe petelur yang baik.
Dalam SNI ini ditetapkan spesifikasi, persyaratan mutu, cara pengambilan contoh, cara
pengukuran, pengemasan dan pengangkutan bibit induk ayam ras tipe petelur umur sehari
(DOC). Ketentuan tentang spesifikasi bibit induk ayam ras tipe petelur DOC diatur dalam standar
ini. Persyaratan mutu di penetasan: bobot DOC-PS ayam ras tipe petelur jantan dan betina min.
33 gr/ekor di penetasan, kondisi fisik sehat, warna bulu seragam sesuai warna galur, kondisi
bulu kering mengembang, dengan jaminan kematian saat penerimaan maksimum 2% dan
jaminan salah sexing maks. 2%. Pengambilan contoh uji dilakukan secara acak, untuk contoh
kelompok sebanyak 1% dari jumlah kemasan DOC-PS yang siap diedarkan dan untuk contoh
individu 10% dari jumlah DOC-PS yang terdapat pada setiap kemasan. Pengukuran bobot DOC-
PS dengan penimbangan dan pemeriksaan fisik dilakukan dengan cara organoleptik.
Pengemasan DOC-PS dilakukan sesuai SNI 19-2043-1990, dan setiap label dicantumkan
keterangan a.l. tentang tanggal dan jam keluar penetasan, galur, jenis ayam bibit, jumlah isi
kemasan, nama dan alamat perusahaan peternakan ayam bibit, nama pemesan/pengirim dan
alamat cap perusahaan, jenis kelamin dan kapasitas maksimum 80 ekor. Pengangkutan DOC-PS
sesuai SNI 19-2044-1990.