Anda di halaman 1dari 7

6.

FLOTASI
Flotasi digunakana untuk menurunkan kandungan suspended solid, minyak dan lemak dalam air limbah. Pada bangunan flotasi pemisahan dilakukan dengan menggunakan gelembung udara. Gelembung udara diperoleh dengan mendispersikan udara ke dalam air limbah pada tekanan tertentu. Variabel utama untuk flotasi adalah tekanan, rasio resirkulasi, konsentrasi dan waktu tinggal. Ada empat metode flotasi antara lain ; 1. Spontaneous Flotation Flotasi akan terjadi secara spontan apabila massa jenis dari partokel lebih kecil dari massa jenis air. 2. Dispersed Air Flotation Gelembung udara terbentuk karena danya tekanan udara yang masuk ke cairan melalui diffuser atau impeller berputar. 3. Vacuum Flotation Pelarutan udara di dalam air buangan pada tekanan atmosfer, kemudian di akumkan dengan tekanan yang lebih rendah maka akan menurunkan kelarutan udara dalam air, udara akan keluar dari larutan dalam bentuk gelembung yang halus. 4. Disolve Air Flotation DAF! !dara dilarutkan di dalam air buangan di bawah tekanan beberapa atmosfer sampai jenuh, ke tekanan atmosfer. Akibat terjadinya perubahan tekanan maka udara yang terlarut akan lepas kembali dalambentuk gelembung " gelembung udara yang sangat halus. #ari keempat metode di atas, metode #isol es Air Flotation $#AF% telah digunakan secara luas untuk pengolahan air limbah industi, karena effisien untuk pemisahan padat " cair pada material dengan spesifik gra ity yang & ' atau tinggi.

Adapun metode #isol e Air Flotation $#AF% ada dua jenis yaitu ( '. #engan )esirkulasi

*. +anpa resirkulasi. ,edua jenis tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini,

Gambar *.- #isol es Air Flotation dengan )esirkulasi

Gambar *. . #isol es Air Flotation tanpa )esirkulasi

Da"a Larut #dara Den$an %elepasan. /umlah udara secara teori yang akan dilepas dalam larutan ketika tekanan berkurang menjadi ' atm dapat dihitung dengan (
S = Sa P 1 0a Pa

#engan ( 0 2 udara yang dilepas pada tekanan atmosfer per unit olume pada '33 4, cm56lt

0a 2 udara jenuh pada tekanan tertentu, cm56lt P 2 tekanan absolut Pa 2 tekanan atmosfer #aya larut udara dalam air buangan industri lebih kecil dari pada air, koreksi dari rumusan diatas menjadi (
f.P S = Sa 1 ' Pa

#engan ( f 2 fraksi daya larut udara pada air buangan dalam tangki $3.78 " 3.9% !ntuk hasil unit flotasi yang berhubungan dengan kualitas effluent dalam proses pengapungan berhubungan dengan rasio udara atau solid ditetapkan pada massa udara yang dilepas per massa solid dalam influent air buangan dapat dihitung (
A Sa.R f .P = ' S Sa.Q Pa

#engan ( : 2 debit inffluent air buangan ) 2 debit resirkulasi air buangan 0a 2 ,onsentrasi minyak atau lemak atau solid air buangan

;ubungan antar rasio udara 6 solid dan kualitas effluent diperoleh pada grafik dibawah ,

Gambar *.7 ;ubungan antar rasio udara 6 solid dan kualitas effluent !ntuk mengetahui karakteristik unit flotasi yang akan di desain disesuaikan dengan karakteristik air buangan, diperlukan tes laboratorium. Apabila menggunakan sistem resirkulasi maka rasio udara6solid dapat dihitung (
A '.5 Sa.R ( P 1 ') = S Sa.Q

#engan ( 0a ) P : 0a 2 !dara jenuh, cm56l 2 Volume resirkulasi, l 2 tekanan absolut $atm% 2 debit air buangan $l% 2 0uspended solid influent $mg6l%

0urface area dapat dihitung (


A= Q +) loading

#engan ( A : 2 surface area 2debit air buangan

2 debit resirkulasi 0elain itu dari tes laboratorium juga diperoleh nilai surface loading pada tekanan tertentu

yang diplotkan dengan konsentrasi effluent. Agar proses flotasi berlangsung sempurna dapat ditambahkan koagulan. &O'TO( SOAL Air buangan dengan debit '83 gal6min $3,8. m 56min% dengan temperatur '35oF $59,< o=%.

,onsentrasi minyak influent '*3 mg6e dan konsentrasi yang diinginkan *3 mg6e. ;asil laboratorium diperoleh ( #osis alum +ekanan absolute Produksi lumpur >erat lumpur 2 83 mg6e 2 -3 lb6in* $<'< kPa6<,' atm% 2 3,-< mg6mg alum 254

#iperoleh grafik pada tekanan -3 lb6in*. @ffluen minyak dan lemak $mg6e%

0urfase load $gal6min.ft*% 3,7. ',87 *,*' 5,3

<3 " 53 " *3 " '3 " 3 ;itung ( '.3 *.3 a. #ebit )esirkulasi 5.3 <.3

@ffluen Ainyak dan lemak $Ag6l% '<,< '8 '.,** *8

0urface loading rate b. ?uas area unit flotasi $gal6min.ft*% c. /umlah lumpur yang dihasilkan )a*a+an ,

)asio udara 6 solid untuk effluent minyak dan lemak sebesar *3 mg6e dari grafik adalah diperoleh (
A 2 3,35 lb air release 6 lb solids applied 0

Pada temperatur '35 oF $59,< o=% daya larut udara dalam air sebesar '7,- 5g6e dengan nilai f air buangan diasumsikan 3,78. a. #ebit )esirkulasi ) 2
$A60% :0a 0a $FP 6 Pa 1 '%

) 2

3,35 B '83 gal6min B '*3 mg6e '7,- mg6e B $3,78 B -3 lb6in * 6 '<,. lb6in * 1 '%
8<3 gal6min 2 '',.- gal6min 2 85,<8 e6min <8,95

b. #ari hasil lab. pada grafik diperoleh untuk effluen *3 mg6e, surface loading *,- gal6$min.ft*% A 2 ?oading 2
'83 gal6min +'',.- gal6min *,- gal6min.ft *
: +)

2 -*,** ft* c. /umlah lumpur yang dihasilkan ?umpur minyak 2 $0a " 0e% B : 2 $'*3 " *3% mg6e B '83 gal6min 2 7* kg6day Alum sludge 2 produksi sludge B dosis alum B : 2 3,-< mg sludge6mg alum B 83 mg6e alum B '83 gal6min 2 *- kg6day +otal sludge 2 $7* C *-% kg6day 2 '37 kg6day ,riteria Perencanaan Flotasi '. #isol ed Air Flotation

+ekanan udara dalam tangki Daktu detensi dalam tangki Daktu detensi bak flotasi 0urface loading *. #ispersed Air Floation +ekanan udara !kuran gelembang udara

2 83 " .3 lb6in* $5,< " <,7 atm% 2 ' " 5 menit 2 *3 153 menit 2 ',8 " < gal6min ft* $3,3-' " 3,'-5 m56min.m*%

2 *3 " 83 lb6in $',5- " 5< atm% 2 53m " '*3 m

,ec. Pencampuran udara " solid 2 ' " 8 in6min $*,8- " '*,. cm6min%

DAFTA- %#STA.A
#uncan Aara. %en$ola/an Air Lim+a/ di Daera/ 0eri1lim %anas. @?>0 and /ohn Diley E 0ons, '9.7, >ab V. 0ugiharto. Dasar 2 dasar %en$ola/an Air Lim+a/. /akarta ( !F " Press, '97.. ;ammer Aark, /. 3ater and 3aste*ater Tec/nolo$i. /ohn Diley E 0ons, '9... =hapter '' Aetcalf E @ddy. 3aste*ater Treatment and -euse, Fourth @dition. Ac1Graw ;ill ;igher @ducation, *335. =hapter 8. Aetcalf E @ddy. 3aste*ater 4n$ineerin$ , Treatment Disposal -euse5 0econd @dition. +ata Ac1 Graw ;ill Publishing =ompany ?+#, Gew #elhi, '9.9