Anda di halaman 1dari 54

ORGANA GENITALIA INTERNA (terletak didalam rongga

pelvis)
TESTIS
TRACTUS GENITALIS
DUCTULUS EFFERENS TESTIS
DUCTUS EPIDYDIMIDIS
DUCTUS DEFERENS
DUCTUS EJACULATORIUS
- ACCESSORIAE
Glandula seminalis
Glandula prostata
Glandula bulbouretralis (cowperi)
- URETRA : pars prostatica dan pars membranacea

ORGANA GENITALIA EXTERNA (terletak didaerah perineum)


SCROTUM
PENIS
Uretra pars cavernosa

17/01/15

PENAMPANG TRANSVERSAL GENITAL MASKULIN


DUCTUS
DEFERENS
GLANDULA
VESICALIS
VESICALIS
DUCTUS
EJACULATORIUS
GLANDULA
PROSTATA
GLANDULA
BULBOURETHRALIS
BULBO-URETHRALIS
URETHRA
PENIS
URETHRA

GLANS PENIS

EPIDIDYMIS
TESTIS
SCROTUM

17/01/15

TESTIS (ORCHIUM)

BENTUK:
OVOID PIPIH (SEPASANG)

UKURAN:
4 - 4,5 cm X 2 - 2,5 cm X 2 - 2,5 cm, BERAT: 15 - 25 g

LOKASI:
EKSTRA-ABDOMINAL, DI DALAM KANTONG SCROTUM

ORGANISASI:
DIBUNGKUS OLEH:
TUNICA VAGINALIS (TUNICA SEROSA)
LAMINA PARIETALIS
LAMINA VISCERALIS
TUNICA ALBUGINEA (JARINGAN PENGIKAT)

LOBULUS TESTIS: (250-400 buah bentuk pyramid)


DIPISAHKAN OLEH SEPTULUM TESTIS, LANJUTAN T. ALBUGINEA
PARENCHYMA TESTIS:
TUBULUS SEMINIFERUS (500-800 buah)
INSTERSTITIUM TESTIS
17/01/15

DESCENSUS TESTICULORUM
BERLANGSUNG DALAM KEHIDUPAN EMBRIO:
LETAK TESTIS DEKAT GINJAL

SAAT LAHIR:
LETAK TESTIS DALAM SCROTUM

PROSES PERPINDAHAN:
DESCENSUS TESTICULORUM
LAPISAN DINDING PERUT MENONJOL MEMBENTUK
SCROTUM
TESTIS BERSAMA SALURAN KELUAR MELUNCUR KE BAWAH
DIIKUTI OLEH TONJOLAN PERITONEUM KE DALAM
TONJOLAN DINDING DEPAN PERUT
TESTIS MASUK KEDALAM SCROTUM
SETELAH TESTIS MASUK KE DALAM SCROTUM:
LAPISAN DINDING SCROTUM SESUAI DENGAN LAPISAN DINDING
PERUT KULIT PERUT = KULIT SCROTUM
17/01/15

DESCENSUS TESTICULORUM

PENYIMPANGAN
KEDUDUKAN
TESTIS

17/01/15

SELUBUNG TESTIS
TUNICA VAGINALIS PROPRIA TESTIS

LAMINA PARIETALIS
LAMINA VISCERALIS
DIPISAHKAN OLEH CELAH BERISI CAIRAN SEROSA
JARINGAN PENGIKAT DILAPISI MESOTEL
BERASAL DARI PERITONEUM

TUNICA ALBUGINEA:

LANGSUNG KONTAK PARENKIM


JARINGAN PENGIKAT PADAT FIBROSA
MELANJUTKAN SEBAGAI SEPTULUM TESTIS SECARA RADIER
DIDAERAH POSTERIOR MENJADI MEDIASTINUM TESTIS

TUNICA VASCULOSA TESTIS


SEPTULUM TESTIS:
MEMBATASI RUANGAN BERBENTUK PIRAMID
250 RUANGAN
BERISI LOBULUS TESTIS
17/01/15

LOBULUS TESTIS

KOMPONEN:
TUBULUS SEMINFERUS CONVULOTUS SEBANYAK 1 - 4 BATANG.
JARINGAN INTERSTITIEL

MENEMPATI RUANGAN YANG DIBATASI:


TUNICA ALBUGINEA
JARINGAN PENGIKAT PADAT
MELANJUTKAN MENJADI SEPTULUM TESTIS
MEDIASTINUM TESTIS (SEBELAH POSTERIOR)
TUNICA VASCULOSA
JARINGAN PENGIKAT LONGGAR, ANYAMAN PEMB. DARAH
MENGIKUTI SEPTULUM
MELANJUTKAN MENJADI JARINGAN INTERSTITIAL:
BERISI SEL MAKROFAG, FIBROBLAS, MASTOSIT, SEL MESENKIM
SEL INTERSTITIEL LEYDIG
SEL KELENJAR ENDOKRIN MENGHASILKAN TESTOSTERON
17/01/15

DUCTUS
DEFERENS

EPIDIDYMIS

17/01/15

TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS

BENTUK DAN UKURAN :


PIPA HALUS, BERKELOK-KELOK
PANJANG: 30 - 70 cm, DIAMETER:150 - 250 m

FUNGSI: PARS SECRETORIA DARI KELENJAR SITOGENIK


DINDING:
EPITEL BERLAPIS ( 4 - 8 LAPIS)
SEL SPERMATOGENIK
SPERMATOGONIUM
SPERMATOSIT PRIMER
SPERMATOSIT SEKUNDER
SPERMATID
SPERMATOZOON
SEL PENYOKONG:
SEL SERTOLI
MEMBRANA BASALIS

LAMINA PROPRIA
17/01/15

SEL-SEL MESENKHIM DARI JARINGAN INTERSTITIEL


SEL MYOID: EPITELOID DAN KONTRAKTIL

TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS

17/01/15

10

SEL SPERMATOGENIK DALAM TUBULUS SEMINIFERUS


CONVULOTUS
SPERMATOGONIUM B

SPERMATOGONIUM A
SEL MIOID

SEL SERTOLI
SPERMATID

SPERMATOSIT IB

17/01/15

11

SEL SPERMATOGENIK
SPERMATOGONIUM TIPE A
SEL BULAT, KECIL, INTI DENGAN KHROMATIN YANG BERKELOMPOK; DEKAT MEMBRANA BASALIS; MENGADAKAN
MITOSIS BEBERAPA KALI; SEBAGIAN BERDIFERENSIASI
MENJADI:

SPERMATOGONIUM TIPE B
SEL BULAT, TUMBUH LEBIH BESAR DAN BERDIFERENSIASI:

SPERMATOSIT PRIMER
MIOSIS I, MENJADI HAPLOID, MENJAUHI M. BASALIS

SPERMATOSIT SEKUNDER
MIOSIS II, HAPLOID, SEL BERUKURAN PALING BESAR DARI
SEL SPERMATOGENIK; MELAKUKAN SPERMATOGENESIS

SPERMATOZOA
BENTUK SUDAH BERUBAH, DENGAN KELENGKAPAN UNTUK
BERGERAK CEPAT
MENCAPAI PERMUKAAN EPITEL.
17/01/15

12

SEL SPERMATOGENIK DAN SEL SERTOLI

17/01/15

13

SPERMATOGENESIS
FASE I:

SPERMATOGONIUM A, PROLIFERASI
SEBAGIAN MENJADI SPERMATOGONIUM B
HASIL MITOSIS SPERMATOGONIUM B
MENJADI SPERMATOSIT I

FASE II:

MEIOSIS SPERMATOSIT I (HAPLOID)

SPERMIOGENESIS
FASE III

DIFERENSIASI SPERMATID (HAPLOID)

SPERMATOZOON

17/01/15

SPERMATOSIT DAN TURUNAN TIDAK


MEMISAHKAN DIRI SEBELUM SELESAI

14

PEMBELAHAN DALAM SPERMATOGENESIS

17/01/15

15

SPERMIOGENESIS
1) FASE GOLGI
PEMBENTUKAN BUTIR AKROSOMAL DALAM KOMP. GOLGI
PENYATUAN BUTIR2 MENJADI BUTIR AKROSOMAL DALAM
GELEMBUNG AKROSOMAL
GEL. AKROSOMAL MENDEKATI INTI MENJADI TUDUNG
AKROSOMAL PADA CAPUT SPERMATOZOA

2) PEMISAHAN SENTRIOLE & PEMBENTUKAN FLAGELUM


PEMBENTUKAN FLAGELLUM
POSISI SENTRIOLE BERSEBRANGAN, DI PANGKAL FLAGELLUM

3) PERGERAKAN SITOPLASMA KE ARAH FLAGELLUM


PELEPASAN SITOPLASMA YANG TIDAK TERPAKAI
SITOPLASMA MENIPIS

4) PERPINDAHAN MITOKHONDRIA
PINDAH KE PANGKAL FLAGELUM, TERSUSUM SPIRAL

5) PERUBAHAN BENTUK INTI


INTI MENJADI PIPIH DAN LONJONG
17/01/15

16

SPERMIOGENESIS

17/01/15

17

STRUKTUR SPERMATOZOA

BAGIAN-BAGIAN:
1. CAPUT:

UKURAN: 4-5 m X 2,5-3,5 m


MENGANDUNG SUBSTANSI INTI
TUDUNG AKROSOMAL: 2/3 BAGIAN DEPAN, MENGANDUNG ENZIM
DAERAH PASCA AKROSOMAL

2. COLLUM:
PANJANG : 1 m
2 SENTRIOLE YANG TERLETAK PADA PROKSIMAL DAN DISTAL

3. CAUDA:

SUMBU : AXONEMA
UKURAN 55 m
MIDDLE PIECE : 5 - 7 m
MENGANDUNG MITOKHONDRIA (SPIRAL)
PRINSIPAL PIECE : 45 m x 0,5 m
SELUBUNG FIBROSA
END PIECE : 5 m - 7 m
17/01/15

DISELUBUNGI SITOPLASMA TIPIS DAN MEMBRAN SEL.

18

STRUKTUR SPERMATOZOA

55 m

4-5 m X 2,5-3,5 m

17/01/15

1 m

5 - 7 m

45 m x 0,5
m

5 m - 7 m

19

SEL SERTOLI

STRUKTUR DASAR
SILINDRIS; BERTUMPU PADA MEMBRANA BASALIS;
MENCAPAI PERMUKAAN TUBULUS SEMINIFERUS;
SITOPLASMA MENYELUBUNGI BEBERAPA SEL
SPERMATOGENIK DI SEKELILINGNYA;
INTI: MELIPAT-LIPAT; 9 m X 12 m
FUNGSI:
1. MENOPANG SECARA MEKANIK
2. PERLINDUNGAN SEL-SEL SPERMATOGENIK
3. MEMBENTUK SAWAR
4. NUTRISI
5. FAGOSITOSIS SISA-SISA SITOPLASMA SEL
SPERMATOGENIK

17/01/15

20

HUBUNGAN SEL SERTOLI DENGAN SEL SPERMATOGENIK

17/01/15

21

TUBULUS SEMINIFERUS RECTUS

STRUKTUR:

BAGIAN DARI LOBULUS TESTIS


KELANJUTAN TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS
PENDEK
LUMEN LEBIH SEMPIT
DINDING:
TANPA SEL-SEL SPERMATOGENIK
SEL-SEL SERTOLI MULAI JARANG, YANG AKAN
MENGHILANG
EPITEL KUBOID SELAPIS

LOKASI:
RUANGAN YANG DIBATASI OLEH SEPTULA TESTIS
DAERAH POSTERIOR

FUNGSI:
DUCTUS EXCRETORIUS
BERMUARA DALAM RETE TESTIS

17/01/15

22

TUBULUS SEMINIFERUS RECTUS


TUNIKA ALBUGENIA
TUBULI SEMINIVERI
SEPTUM TESTIS

17/01/15

PEMBULUH
DARAH

23

RETE TESTIS
LOKASI:
MEDIASTINUM TESTIS (DAERAH POSTERIOR TESTIS)

STRUKTUR:
ANYAMAN RUANGAN-RUANG SEMPIT
DIBATASI OLEH:
EPITEL KUBOID SELAPIS
SEL EPITEL MEMILIKI MIKROVILI (JARANG)

DIKELILINGI OLEH JARINGAN PENGIKAT PADAT

FUNGSI:
DUCTUS EXCRETORIUS
PENGHUBUNG ANTARA TUBULUS SEMINIFERUS
RECTUS DAN DUCTULUS EFEFERENTES
MENYALURKAN SPERMA
17/01/15

24

RETE TESTIS

17/01/15

25

JARINGAN INTERSTITIEL
LETAK:
DIANTARA TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS

STRUKTUR

JARINGAN PENGIKAT
JARINGAN SARAF
PEMBULUH DARAH
PEMBULUH KAPILER TIPE FENESTRA
SEL INTERSITIEL LEYDIG

17/01/15

BERKELOMPOK ATAU MENYENDIRI


BERINTI BULAT
DIKELILINGI KAPILER DARAH
SEL ENDOKRIN
MENGHASILKAN HORMON TESTESTERON
26

SEL INTERSTITIEL LEYDIG

17/01/15

27

DUCTULUS EFFERENTES TESTIS

PENAMPILAN:
12 -15 BATANG SALURAN BERJALAN SPIRAL SEBAGAI KELAN-JUTAN
RETE TESTIS
MUNCUL DARI PERMUKAAN TESTIS
MEMBENTUK BANGUNAN SEBAGAI KERUCUT SEBANYAK 5 - 10
CONUS VASCULOSUS
PUNCAK MENHADAP PERMUKAAN TESTIS
DASAR KERUCUT MENGHADAP EPIDIDYMIS

MIKROSKOPIS POTONGAN MELINTANG:


BENTUK LUMEN DIBATASI PERMUKAAN YANG BERGELOMBANG
EPITEL SELAPIS DENGAN 2 KELOMPOK SEL YANG BERBEDA
UKURAN, TERSUSUN SECARA BERGANTIAN:
KELOMPOK SEL-SEL BERBENTUK KUBOID
KELOMPOK SEL-SEL BERBENTUK SILINDRIS BERSILIA
DILUAR MEMBRANA BASALIS: SEL-SEL OTOT POLOS SIRKULER

17/01/15

28

DUCTULUS EFFERENTES TESTIS

SEL OTOT POLOS

17/01/15

29

TRACTUS GENITALIS INTRATESTICULARIS


FUNGSI: TRANSPORTASI PRODUK KELENJAR
TUBULUS SEMINIFERUS
RECTUS

RETE TESTIS

DUCTULUS EFFERENTIS

DUCTUS EPIDIDYMIDIS

17/01/15

30

EPIDIDYMIS

PENAMPILAN:
BERBENTUK SEBAGAI BULAN SABIT, PANJANG < 7,6 cm
MENEMPEL TESTIS

LOKASI:
SISI DORSAL TESTIS

BAGIAN-BAGIAN:
CAPUT EPIDIDYMIDIS (DI ATAS)
CORPUS EPIDIDYMIDIS
CAUDA EPIDIDYMIDIS ( MENGECIL DI BAWAH)

KOMPONEN:
SELUBUNG:
TUNICA SEROSA TESTIS (TUNICA VAGINALIS)
DUCTUS EPIDIDYMIDIS YANG BERKELOK-KELOK MULAI DARI
CAPUT DAN BERAKHIR PADA CAUDA EPIDIYMIDIS
TERSUSUN PADAT
ANYAMAN PEMBULUH DARAH
17/01/15

31

EPIDIDYMIS

CAPUT
EPIDIDYMIDIS

DUCTUS
DEFERENS

CORPUS
EPIDIDYMIDIS

CAUDA
EPIDIDYMIDIS
17/01/15

32

DUCTUS EPIDIDYMIDIS

PENAMPILAN:
BERKELOK-KELOK PADAT
SEJUMLAH POTONGAN MELINTANG DUCTUS EPIDIDYMIDIS
YANG BERDEKATAN DIPISAHKAN OLEH JARINGAN PENGIKAT
BENTUK POTONGAN: BULAT, OVAL ATAU LAIN.

UKURAN: PANJANG MENCAPAI 6 meter


MIKROSKOPIS:
EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS :
SEL SILINDRIS TINGGI DENGAN STEREOSILIA
MAKIN KE DISTAL MAKIN PENDEK MENJADI KUBOID
MEMPUNYAI FUNGSI SEKRETORIS

SEL BASAL : PENDEK TIDAK MENCAPAI PERMUKAAN


FUNGSI: TIDAK JELAS

LAPISAN OTOT POLOS


BERTAMBAH TEBAL KE ARAH CAUDA EPIDIDYMIDIS
DAERAH CAPUT: SIRKULER
DAERAH CORPUS : 2 LAPIS - SIRKULER DAN SERONG
17/01/15
DAERAH CAUDA: 3 LAPIS

33

DUCTUS EPIDIDYMIDIS

SAYATAN EPIDIDYMIS

17/01/15

34

DUCTUS DEFERENS

DI BAGI DALAM:
PARS EPIDIDYMIDIS: BAGIAN DEKAT TESTIS
PARS FUNICULARIS: SEBAGAI BAGIAN DARI FUNICULUS SPERMATICUS
FUNICULUS SPERMATICUS = DUCTUS DEFERENS BERSAMA: A.
SPERMATICA, PLEXUS PAMPINIFORMIS (ANYAMAN VENA),
PLEXUS NERVOSUS SPERMATICUS, SEBAGAI BERKAS.
SEBELAH LUAR DIIKUTI SERABUT-SERABUT OTOT SERAN
LINTANG DENGAN ARAH MEMANJANG MEMBENTUK LAPISAN
LONGGAR SEBAGAI M. CREMASTERICA
PARS INGUINALIS:
PADA SAAT MELALUI CANALIS INGUINALIS
PARS PELVINA:
DALAM CAVUM PELVIS MENUJU BAGIAN ATAS VESICA URINARIA
AMPULLA DUCTUS DEFERENS: MELEBAR
PADA UJUNG DISTAL TERDAPAT MUARA VESICULA SEMINALIS

TAMPILAN:
KELANJUTAN DUCTUS EPIDIDYMIDIS
17/01/15

35

PENGGAL-PENGGAL DUCTUS DEFERENS


AMPULLA DUCTUS
DEFERENS
PARS PELVINA
PARS INGUINALIS
DUCTUS EJACULATORIUS

PARS FUNICULARIS

DUCTULUS EFFERENTES

DUCTUS EPIDIDYMIDIS
PARS EPIDIDYMIDIS

17/01/15

RETE TESTIS

36

DINDING DUCTUS DEFERENS


MEMBRANA MUCOSA:
MEMBENTUK LIPATAN MEMANJANG
TERUTAMA DI DAERAH AMPULLA
BENTUK LUMEN MENJADI TIDAK TERATUR
EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS
SEL-SEL SILINDRIS PENDEK DENGAN STEREOSILIA
SEL-SEL BASAL BERBENTUK PIRAMIDAL, TIDAK MENCAPAI
PERMUKAAN
LAMINA PROPRIA
JARINGAN PENGIKAT LONGGAR BANYAK SERABUT ELASTIS

TUNICA MUSCULARIS:
LAPISAN OTOT POLOS TEBAL (1 mm):
STRATUM LONGITUDINALE INTERNUM
STRATUM CIRCULARE
STRATUM LONGITUDINALE EXTERNUM

TUNICA ADVENTITIA:
JARINGAN
17/01/15

PENGIKAT LONGGAR

37

DINDING PARS FUNICULARIS DUCTUS DEFERENS

17/01/15

38

URETHRA MASCULINA

URETHRA PARS PROSTATICA


DIKELILINGI JARINGAN GLANDULA PROSTATA
BENTUK LUMEN: PIPIH
BANYAK MUARA GLANDULA PROSTATA
COLLICULUS SEMINALIS = TONJOLAN PERMUKAAN DORSAL
TERDAPAT MUARA:
VAGINA MASCULINA = UTRICULUS PROSTATICUS
(SALURAN BUNTU DI TENGAH)
2 BUAH DUCTUS EJACULATORIUS (KIRI KANAN VAGINA
MASC.)
CRISTA URETHRALIS SUPERIOR DAN CRISTA URETHRALIS
INFERIOR: LANJUTAN COLLICULUS SEMINALIS
EPITEL TRANSTITIONAL

URETHRA PARS MEMBRANACEA (PANJANG 18 mm)


DIBATASI EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS/ BERLAPIS

URETHRA
PARS CAVERNOSA
17/01/15
DIBAHAS BERSAMA PEMBAHASAN PENIS

39

URETHRA PARS PROSTATICA

CRISTA URETHRALIS
SUPERIOR

COLLICFULUS
SEMINALIS
MUARA DUCTUS
EJACULATORIUS

CRISTA URETHRALIS
INFERIOR

GLANDULA PROSTATA

TAMPAK DARI DEPAN

17/01/15

40

GLANDULAE GENITALES ACCESSORIAE

GLANDULA VESICULOSA S. GLANDULA VESICALIS


SEPASANG
BERBENTUK PANJANG 15 cm , SEBAGAI TONJOLAN KELUAR
DUCTUS DEFERENS , BERKELOK-KELOK PADAT

GLANDULA PROSTATA
SEBUAH, BERUKURAN PALING BESAR DI ANTARA KELENJAR
LAIN
TERLETAK DI BAWAH VESICA URINARIA

GLANDULA BULBOURETHRALIS COWPERI


SEBESAR KACANG KAPRI, KIRI KANAN BULBUS URETHRAE

GLANDULAE PARAURETHRALES
KELENJAR PENGHASIL MUKOSA BERADA DI SEKITAR
URETHRA PARS CAVERNOSA

GLANDULAE INTRAEPITHELIALES
KELENJAR PENGHASIL MUKOSA DALAM EPITEL URETHRA
PARS CAVERNOSA
17/01/15

41

GLANDULA VESICALIS
DINDING:
MEMBRANA MUCOSA
MELIPAT-LIPAT DAN BERCABANG BEBERAPA KALI SALING
BERHUBUNGAN, SEHINGGA MEMBERI GAMBARAN ADANYA
LUBANG-LUBANG DARI BERBAGAI UKURAN
EPITEL: SILINDRIS SELAPIS/ SEMU BERLAPIS
LAMINA PROPRIA, JARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS

TUNICA MUSCULARIS
LAPISAN OTOT POLOS LEBIH TIPIS DARIPADA TUNICA
MUSCULARIS DUCTUS DEFERENS

TUNICA ADVENTITIA
LAPISAN JARINGAN PENGIKAT TIPIS

FUNGSI:
SEKRESI KENTAL KAYA KANDUNGAN FRUCTOSE
DIPERLUKAN UNTUK SUMBER BAHAN MAKANAN UNTUK
SPERMATOZOA YANG MEMERLUKAN ENERGI
17/01/15

42

GLANDULA VESICALIS

17/01/15

43

GLANDULA PROSTATA

KAPSUL:
JARINGAN PENGIKAT FIBROELASTIK PADAT
MEMBERIKAN SEPTA
TERDIRI ATAS JARINGAN FIBROMUSKULER SEKELILING KELENJAR

TERDIRI ATAS:
GABUNGAN KELENJAR TUBULO-ALVEOLER BERCABANG
SEBANYAK 30 - 50 UNIT

KELOMPOK KELENJAR:
DAERAH MUKOSAL: SEKITAR URETHRA PARS PROSTATICA
DAERAH SUBMUKOSAL: SEKITAR DAERAH MUKOSAL
DAERAH DI BAWAH KAPSEL: KELENJAR PROSTAT UTAMA

PARS SECRETORIA:
EPITEL : GEPENG/KUBOID/GEPENG SELAPIS
MEMBRANA BASALIS: KURANG JELAS

DUCTUS EXCRETORIUS:
BERMUARA DALAM URETHRA PARS PROSTATICA
17/01/15

44

KELOMPOK GLANDULA PROSTATA

17/01/15

45

MIKROSKOPIK GLANDULA PROSTATA

17/01/15

46

GLANDULA BULBOURETHRALIS COWPERI

KELENJAR TUBULO-ALVEOLER
PARS SECRETORIA:
EPITEL: GEPENG/KUBOID/SILINDRIS

DUCTUS EXCRETORIUS:
EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS
BERMUARA DALAM URETHRA PARS MEMBRANACEA

SIFAT SEKRESI:
MUKUS

17/01/15

47

ORGAN GENITALIA EXTERNA


SCROTUM:
KANTUNG YANG BERASAL DARI DINDING DEPAN PERUT:
KULIT
TUNICA DARTOS:
SEBAGAI LANJUTAN JARINGAN SUBCUTIS
JARINGAN PENGIKAT MENGANDUNG OTOT POLOS
FASCIA CREMASTERICA : JARINGAN PENGIKAT
M. CREMASTER (LANJUTAN OTOT DINDING PERUT)
FUNGSI:
MELINDUNGI TESTIS

PENIS:
TERBENTUK OLEH 3 BANGUNAN SILINDRIS:
CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE
2 CORPORA CAVERNOSA PENIS
MASING-MASING TERBENTUK OLEH JARINGAN SEPERTI
17/01/15
48
SPONS

PENAMPANG MELINTANG PENIS

17/01/15

49

STRUKTUR HISTOLOGI PENIS


ARTERI DORSALIS PENIS

TUNICA ALBUGINEA

CORPUS
CAVERNOSUM
FASCIA
PENIS

A. PUDENDA PENIS

CORPOS SPONGIOSUM
17/01/15

URETHRA
50

STRUKTUR MIKROSKOPIS PENIS

CORPUS CAVERNOSUM PENIS:


MERUPAKAN JARINGAN EREKTIL/KAVERNUS
DI TENGAH DILALUI A. PROFUNDA PENIS
MASING-MASING DISELUBUNGI OLEH TUNICA ALBUGINEA TEBAL
TUNICA ALBUGINEA = JARINGAN PENGIKAT FIBROSA PADAT ( 2 mm)
SERABUT-SERABUT KOLAGEN KEBANYAKAN MEMANJANG
DIBAGIAN TENGAH BERSATU MENJADI SEPTUM PECTINIFORME
TUNICA ALBUGINEA MEMBERIKAN JARINGAN PENGIKAT KE
DALAM CORPUS CAVERNOSUM SEBAGAI TRABECULA

CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE

MERUPAKAN JARINGAN EREKTIL


BULBUS URETHRAE = SEBAGAI PANGKAL BERBENTUK BULAT
MELANJUTKAN SEBAGAI GLANS PENIS
DISELUBUNGI JUGA OLEH TUNICA ALBUGINEA, LEBIH TIPIS
17/01/15

51

CORPUS CAVERNOSUM

STRUKTUR:
ANYAMAN RUANGAN-RUANGAN YANG DILAPISI OLEH ENDOTEL
RUANGAN-RUANGAN DIPISAHKAN:
TRABEKULA YANG MERUPAKAN LANJUTAN DARI TUNICA
ALBUGINEA
TERDAPAT ARTERI HELICINAE YANG BERJALAN SPIRAL
TERDAPAT SERABUT-SERABIT OTOT POLOS

PERBEDAAN ANTARA C.C. PENIS DAN C.C. URETHRAE


CORPUS CAVERNOSUM PENIS:
RUANGAN-RUANGAN SEMAKIN DEKAT TUNICA ALBUGINEA
SEMAKIN KECIL
CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE:
RUANGAN-RUANGAN HAMPIR SAMA BESAR

17/01/15

52

STRUKTUR MIKROSKOPIS
CORPUS CAVERNOSUM PENIS

17/01/15

CORPUS CAVERNOSUM URETRA

53

17/01/15

54