Anda di halaman 1dari 2

Fraktur Kompresi Vertebrata

Fraktur ini menyebabkan sakit punggung yang merupakan gejala osteoporosis yang paling
sering dijumpai. Gejala yang mungkin terjadi paling awal adalah nyeri akut pada bagian
tengah sampai bagian bawah vertebra toraksika selama aktifitas harian rutin.
Focus pada perawatan fraktur kompresi akut ini adalah mengurangi gejala sesegera
mungkin dengan bedrest pada posisi apapun untuk memberikan kenyamanan maksimum
pada klien. Relaksan untuk otot seperti panas dan analgesic juga dapat digunakan bila ada
indikasi, karena penggunaan relaksan otot jangka pendek dalam jumlah sedikit dapat
mengurangi spasme otot yang sering menyertai fraktur-fraktur seperti ini.
Setelah nyeri berkurang, segerakan klien untuk mencoba bangun dari tempat tidur secara
perlahan dan dengan dibantu oleh perawat. Latihan dengan bantuan ini diharapkan dapat
memperbaiki deformitas postural dan dapat meningkatkan tonus otot. Selain itu klien juga
harus diajarkan tentang cara mencegah ketegangan punggung dengan menghindari gerakan
berputar atau pergerakan yang kuat atau membungkuk secara mendadak. Tindakan yang
berhubungan dengan cara mengangkat dan membawa barang-barang juga perlu dijelaskan.
Penatalaksanaan
Perawat harus mewaspadai faktor-faktor praoperasi dan pascaoperasi yang jika tidak
dikenali dapat menjadi faktor penentu yang berdampak kurang baik terhadap klien.
Praoperasi
Perawat harus mengajarkan klien untuk melatih kaki yang tidak mengalami cidera dan
kedua lengannya. Selain itu sebelum dilakukan operasi klien harus diajrakna
menggunakan trapeze yang dipasangkan di atas tempat tidur dan di sisi pengaman tempa
tidur yang berfungsi untuk membantunya dalam mengubah posisi, klien juga perlu
mempraktikan bagaimana cara bangun dari tempat tidur dan pindah ke kursi.
Pascaoperasi
Perawat memantau tanda vital serta memantau asupan dan keluaran cairan, mengawasi
aktivitas pernapasan, seperti napas dalam dan batuk, memberikan pengobatan untuk
menghilangkan rasa nyeri, dan mengobservasi balutan luka terhadap tanda-tanda infeksi
dan perdarahan. Sesudah dan sebelum reduksi fraktur, akan selalu ada resiko mengalami
gangguan sirkulasi, sensasi, dan gerakan. Tungkai klien tetap diangkat untuk menghindari
edema. Bantal pasir dapat sangat membantu untuk mempertahankan agar tungkai tidak
mengalami rotasi eksterna. Untuk menurunkan kebutuhan akan penggunaan narkotika
dapat menggunakan transcutaneus electrical nerve stimulator (TENS).
Untuk mencegah dislokasi prosthesis, perawat harus senantiasa menggunakan 3 bantal
diantara tungkai klien ketika mengganti posisi, pertahankan bidai abductor tungkai pada
klien kecuali pada saat mandi, hindari mengganti posisi klien ke sisi yang mengalami fraktur.
Menahan benda/beban yang berat pada ekstremitas yang terkena fraktur tidak dapat
diizinkan kecuali telah mendapatkan hasil dari bagian radiologi yang menyatakan adanya
tanda-tanda penyembuhan yang adekuat, umumnya pada waktu 3 sampai 5 bulan.

Referensi:
Stanley, M. dan Patricia, G. B., (2002). Gerontological Nursing: A health Promotion/Protection
Approach, 2nd ed.Philadelphia: F.A. Davis Company
Holbrook, TL: Specific musculoskeletal conditions. In Holbrook, TL, et al (eds): The Frequency of
Occurrence, Impact and cost of Selected Musculosceletal Conditions in the United States.
American Academy of Orthopedic Surgeons, Chicago, 1984
Fraktur Kompresi Vertebrata

Fraktur ini menyebabkan sakit punggung yang merupakan gejala osteoporosis yang paling
sering dijumpai. Gejala yang mungkin terjadi paling awal adalah nyeri akut pada bagian
tengah sampai bagian bawah vertebra toraksika selama aktifitas harian rutin.
Focus pada perawatan fraktur kompresi akut ini adalah mengurangi gejala sesegera
mungkin dengan bedrest pada posisi apapun untuk memberikan kenyamanan maksimum
pada klien. Relaksan untuk otot seperti panas dan analgesic juga dapat digunakan bila ada
indikasi, karena penggunaan relaksan otot jangka pendek dalam jumlah sedikit dapat
mengurangi spasme otot yang sering menyertai fraktur-fraktur seperti ini.
Setelah nyeri berkurang, segerakan klien untuk mencoba bangun dari tempat tidur secara
perlahan dan dengan dibantu oleh perawat. Latihan dengan bantuan ini diharapkan dapat
memperbaiki deformitas postural dan dapat meningkatkan tonus otot. Selain itu klien juga
harus diajarkan tentang cara mencegah ketegangan punggung dengan menghindari gerakan
berputar atau pergerakan yang kuat atau membungkuk secara mendadak. Tindakan yang
berhubungan dengan cara mengangkat dan membawa barang-barang juga perlu dijelaskan.

Patah tulang kompresi (patah tulang karena penekanan).


Merupakan akibat dari tenaga yang menggerakkan sebuah tulang melawan tulang
lainnya atau tenaga yang menekan melawan panjangnya tulang.
Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya menjadi rapuh
karena osteoporosis.
.

Penyebab
Sebagian besar patah tulang merupakan akibat dari cedera, seperti kecelakan mobil, olah
raga atau karena jatuh.Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar
daripada kekuatan tulang.
Jenis dan beratnya patah tulang dipengaruhi oleh:
- Arah, kecepatan dan kekuatan dari tenaga yang melawan tulang
- Usia penderita
- Kelenturan tulang
- Jenis tulang.
Dengan tenaga yang sangat ringan, tulang yang rapuh karena oste
Porosis atau tumor bisa mengalami patah tulang

Gejala
Nyeri biasanya merupakan gejala yang sangat nyata.
Nyeri bisa sangat hebat dan biasanya makin lama makin memburuk, apalagi jika tulang
yang terkena digerakkan.
Menyentuh daerah di sekitar patah tulang juga bisa menimbulkan nyeri. Alat gerak tidak
dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga penderita tidak dapat menggerakkan
lengannya, berdiri diatas satu tungkai atau menggenggam dengan tangannya.Darah bisa
merembes dari tulang yang patah (kadang dalam jumlah yang cukup banyak) dan masuk
kedalam jaringan di sekitarnya atau keluar dari luka akibat cedera.

Diagnosa
Foto rontgen biasanya bisa menunjukkan adanya patah tulang.Kadang perlu dilakukanCT
scan atau MRI untuk bisa melihat dengan lebih jelas daerah yang mengalami kerusakan.Jika
tulang mulai membaik, foto rontgen juga digunakan untuk memantau penyembuhan.