Anda di halaman 1dari 3

Islam Sebagai Greendeen , Agama Pelestari Alam

Dalam Al-Quran, Allah berfirman yang artinya,

Pada hari ini telah Aku

sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah
Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu. (Al-Maidah : 3)1.
Islam merupakan agama yang paling sempurna dari semua agama yang ada dunia ini.
Sempurna berarti utuh dan lengkap segalanya (tidak bercacat dan bercela) 2. Oleh karena itu,
pasti lah Islam akan mencakup semua bidang kehidupan, termasuk dalam berhubungan
dengan alam. Islam juga dengan jelas melarang terjadi perusakan alam oleh manusia. Bahkan
pada tahun 1994, Nadhatul Ulama (NU) telah dengan tegas mengeluarkan fatwa haram akan
pencemaran lingkungan.3 Hal itu juga dipertegas firman Allah dalam Al-Araf:56

Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah)


memperbaikinya dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan
harapan (akan dikabulkan)4.
Suatu konsepsi yang sangat indah jikalau agama Islam ini disebut sebagai
Greendeen atau secara bahasa diartikan sebagai agama hijau, yaitu agama yang cinta
lingkungan dan penyelamat alam. Islam sebagai greendeen dapat pula diartikan sebagai suatu
solusi pokok dari masalah pencemaran lingkungan di bumi ini.
Agama hijau (greendeen) ini menuntut manusia untuk menerapkan Islam dalam
hubungan terhadap lingkungan dengan menegaskan hubungan integral antara keimanan dan
lingkungan (seluruh semesta).
1 Al-Quran (Surat:Ayat) 5:3
2 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Balai Pustaka, Jakarta, 1991, hal. 421
3 Mencemari lingkungan, Apa hukumnya? , Republika, Selasa 24 Januari 2014
4 Al-Quran (Surat:Ayat) 7:56

Perspektif kita dalam memandang Islam sebagai greendeen berbeda dengan solusi
konvensional biasa. Solusi konvensional yang biasa ditawarkan oleh ahli-ahli lingkungan
dunia hanya merupakan solusi semu yang tidak menghasilkan penyelesaian yang real.
Dengan perspektif greendeen, kita akan berusaha menyediakan solusi yang langsung ke
pokok permasalahan dengan berdasar referensi terbaik di alam semesta ini, yaitu Al-Quran
dan As-Sunnah.
Agama Islam yang sempurna ini dalam konsepsi sebagai agama hijau disusun atas
enam prinsip yang saling berkaitan.5 Keenam prinsip itu adalah: tauhid, ayat, khalifah,
amanah, adl dan mizan. Berikut akan dijabarkan masing-masing prinsip dengan jelas.
Prinsip pertama, memahami kesatuan Tuhan dan ciptaan-Nya (tauhid). Hidup dengan
cara Agama Hijau (greendeen) berarti memahami bahwa segala sesuatu berasal dari Allah.
Dengan begitu, kita akan merasa bahwa tidak ada barang yang ada di bumi ini yang milik
kita, semuanya hanyalah titipan dari Allah. Maka kita merasa tidak berhak untuk
menggunakan seenak kita sendiri, apalagi sampai merusaknya.
Prinsip kedua, melihat tanda-tanda (ayat) Allah di seluruh semesta. Hidup mengikuti
prinsip Agama Hijau (greendeen) berarti melihat segala sesuatu di alam ini sebagai tanda
keagungan Sang Pencipta. Hal itu akan membuat keimanan kita semakin kuat akan adanya
kekuatan lebih dari apapun, yaitu Allah. Dan pasti akan membuat kita takut untuk melakukan
perusakan terhadap alam ini dikarenakan takut akan kebesaran Allah.
Prinsip ketiga, menjadi penjaga (khalifah) bumi. Dengan prinsip ini berarti memahami
bahwa manusia harus melakukan apa pun untuk menjaga, melindungi, dan mengelola semua
karunia yang terkandung di dalam alam. Karena kita sebagai khalifah, kita harus merasa
mendapat kepercayaan yang luar biasa sebagai pengelola jagat raya ini, dan harusnya hal itu
yang dapat menghindarkan kita dari perusakan alam semesta,
Prinsip keempat, menghargai dan menunaikan kepercayaan (amanah) yang diberikan
Tuhan kepada umat manusia untuk menjadi pelindung planet ini. Mengikuti prinsip Agama
Hijau (greendeen) berarti mengetahui bahwa manusia dipercaya oleh Tuhan untuk bertindak
sebagai pelindung alam.
Prinsip kelima, memperjuangkan keadilan (adl). Orang yang ingin hidup mengikuti
prinsip Agama Hijau (greendeen) harus memahami bahwa masyarakat yang tidak memiliki
5 Ibrahim Abdul-Matin, Greendeen; Inspirasi Islam dalam Menjaga dan
Mengelola Alam, Zaman, Jakarta, 2012, hal.21-34

kekuatan politik dan ekonomi sering kali harus menanggung efek negatif pencemaran dan
kerusakan lingkungan. Tidak adil sekali rasanya orang-orang kaya yang mempunyai industri
luar biasa besar dengan semena-mena mengeruk dan merusak alam ini. Di lain pihak
masyarakat menengah ke bawah yang selalu menderita dampaknya, seperti banjir musiman,
tanah longsor, kelangkaan sumber daya alam dan lain sebagainya.
Prinsip keenam, hidup selaras dengan alam (mizan). Segala sesuatu diciptakan dalam
keseimbangan yang sempurna (mizan). Upaya menghormati keseimbangan itu dapat berupa
memandang bumi sebagai masjid. Tatanan hukum dan aturan dalam Islam bertujuan untuk
menjaga keseimbangan ini. Prinsip-prinsip itu adalah panduan yang menuntun untuk
melestarikan lingkungan (alam) berdasarkan inspirasi Agama Hijau (greendeen).
Dan akhirnya, dengan menerapkan Greendeen dalam badan dan qolbu kita, akan
menjadikan perusakan alam yang selama ini bisa dihindari. Dan solusi Islam sebagai
greendeen dalam mencegah perusakan lingkungan adalah solusi yang fundamental dan
mengarah di akar masalah.
Seandainya prinsip Greendeen ini diterapkan di masyarakat dunia sejak dulu, sudah
pasti masalah lingkungan yang hadir hingga saat ini tidak akan terjadi. Jika Greendeen
diterapkan, tidak akan ada serangan bom atom Little boy di Hisroshima dan Fat Man di
Nagasaki yang meluluh lantakkan Jepang saat itu 6. Begitu pula, ledakan reaktor di Chernobyl
tidak akan terjadi jika tidak karena keserakahan manusia dan tidak berdasar konsepsi
Greendeen.
Solusi-solusi konvensional hanya menghasilkan pengobatan sementara tanpa ada
pencegahan selanjutnya yang berarti. Cara-cara yang ditawarkan ahli lingkungan dunia,
seperti pencegahan efek rumah kaca, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, pengolah
sampah efektif dan prinsip recycle, serta beribu solusi lainnya, hanya merupakan solusi
sementara dan semu.
Tidak demikian dengan solusi Islam sebagai Greendeen, yang menghasilkan
pencegahan dan tameng terkuat untuk tidak terjadinya perusakan lingkungan. Agama Hijau
Islam-lah yang akan menjadi solusi pamungkas untuk masalah perusakan lingkungan.

6 Wikipedia, Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki,


http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_bom_atom_di_Hiroshima_dan_Nagasaki,
diakses 23 Februari 2014