Anda di halaman 1dari 14

KEPERAWATAN KLIEN YANG

MENDAPATKAN NUTRISI
MELALUI PARENTERAL

KONSEP PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL


PENGERTIAN :
PEMBERIAN NUTRISI BERUPA CAIRAN
HIPERTONIK YG TERDIRI DARI GLUKOSA,
PROTEIN, MINERAL, VITAMIN, DAN
ELEKTROLIT MELALUI VENA SENTRAL
DENGAN MENGGUNAKAN KATETER MENETAP
(EARNEST,1989)

VENA YANG SERING DIGUNAKAN :


VENA SUB CLAVIA
(ALIRAN DARAH BESAR SHG MENURUNKAN
RESIKO TERJADINYA PLEBITIS/THROMBUS)

TUJUAN PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL


MEMBERIKAN NUTRISI INTRAVENA DALAM JUMLAH
YANG CUKUP SHG TERCAPAI KESEIMBANGAN
MEMENUHI KEBUTUHAN CAIRAN HIPERTONIK
MELALUI KATETER YG MENETAP SERTA MENCEGAH
PLEBITIS DAN THROMBOSIS YG DISEBABKAN OLEH
CAIRAN YG TERLALU PEKAT
MEMUNGKINKAN PERGERAKAN EKSTREMITAS LEBIH
LELUASA
MEMUNGKINKAN PEMBERIAN NUTRISI INTRAVENA
DALAM WAKTU LEBIH LAMA (2 3 BULAN)
MELINDUNGI EPITEL PEMBULUH DARAH PERIFER
DARI IRITASI PEMBERIAN CAIRAN YG BERSIFAT
HIPERTONIK
MEMBERIKAN ISTIRAHAT YANG CUKUP PADA SALURAN
CERNA DAN MEMULIHKAN DARI PENYAKIT TERTENTU

INDIKASI PEMBERIAN
NUTRISI PARENTERAL

MALNUTRISI BERAT
LUKA BAKAR BERAT
GANGGUAN PENCERNAKAN (KOLITIS
ULSERASI, MUKOSITIS)
ANOREXIA NERVOSA
SEPSIS BERAT
KANKER METASTATIK
KLIEN BERESIKO MALNUTRISI ( PEMBEDAHAN
BESAR DG 5 HARI TANPA MAKAN PERORAL)

JENIS NUTRISI PARENTERAL


KARBOHIDRAT : 1 GR ( 4 KALORI)
CAIRAN GLUKOSA 10 %, 20 %, 40 %
LEMAK : 1 GR ( 9 KALORI)
INTRALIPID, LYPOSIN DENGAN
KONSENTRASI 10 % DAN 20 %
PROTEIN : 1 GR ( 4 KALORI)
CAIRAN AMINOFUSIN L 600,
AMINOFUSIN PAED, AMINOFUSIN TPN

KOMPOSISI NUTRISI PARENTERAL


KOMPONEN AS. AMINO
GLUKOSA
ZAT TAMBAHAN : NaCL, KALIUM PHOSPHAT,
MAGNESIUM SULFAT, CALSIUM GLUKONAT
MINERAL
MULTIVITAMIN

KEBUTUHAN KALORI ORG SEHAT : 35 40 KKal/BB/HR


KEBUTUHAN KALORI ORG SAKIT : 50 60 KKal/BB/HR

PERSIAPAN PEMBERIAN
NUTRISI PARENTERAL

1.
2.

3.
4.

PERSIAPAN KLIEN
MEMBERI PENJELASAN MAKSUD DAN TUJUAN PEMBERIAN
NUTRISI PARENTERAL DAN PROSEDUR PEMASANGAN
MEMPERLIHATKAN KATETER YG AKAN DIGUNAKAN SERTA
DIJELASKAN BAHWA PEMASANGAN TSB DILAKUKAN DG
MEMASUKKAN KATETER KE DLM PEMB. DRH BESAR DI DADA,
SEBELUMNYA DAERAH TSB AKAN DIMATIRASAKAN DAN
SESUDAHNYA DILAKUKAN FOTO THORAX
MENJELASKAN BAHWA PEMASANGAN TSB TIDAK AKAN
MENGGANGGU AKTIVITAS
MENJELASKAN BAHWA KATETER DAPAT DIGUNAKAN KURANG
LEBIH 3 BULAN

(KOZIER DAN ERB, 1983)

PERSIAPAN ALAT
BANTAL/HANDUK UNTUK MENYOKONG BAHU AGAR
VENA TAMPAK LEBIH JELAS
TUTUP KEPALA
BAJU KHUSUS
MASKER
SARUNG TANGAN
DUK BOLONG STERIL
BETHADIN, ALKOHOL, KASA, SPUIT 3 CC STERIL,
LIDOKAIN 1 %, BENANG SILK + JARUM, TAMPON
ADESIF, PLESTER
LAMPU
KATETER SUBCLAVIA STERIL, INFUS SET STERIL,
CAIRAN DEKTROSE 5 %

PERSIAPAN FORMULA
FORMULA NUTRISI PARENTERAL SERING
DITAMBAHKAN ELEKTROLIT DAN ZAT LAIN SEPERTI
INSULIN
NUTRISI PARENTERAL DISIMPAN DI LEMARI ES,
UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN ELEMEN YG ADA
DIDALAMNYA SEBELUM DIPERGUNAKAN SUHU
FORMULA DISESUAIKAN DG SUHU TUBUH
WAKTU PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL
MENGGUNAKAN INFUS SET YG MEMPUNYAI FILTER
BAKTERIAL
TEMPAT PEMASANGAN DITUTUP KASA STERIL

PERLU PERHATIAN PERAWAT SAAT


PROSEDUR PEMASANGAN
POSISI KLIEN : DADA DIANGKAT DG MELETAKKAN
BANTAL DIANTARA SKAPULA SHG POSISI STERNUM
TINGGI
PADA SAAT DOKTER MEMBERIKAN ANASTESI,
INFORMASIKAN PADA KLIEN APA YG SEDANG TERJADI
ANJURKAN KLIEN MENOLEH KEARAH YG
BERLAWANAN DG TEMPAT PEMASANGAN KATETER
DAN UNTUK SEMENTARA KLIEN TDK DIIJINKAN
BERGERAK
ANJURKAN KLIEN UTK MENGEJAN PADA SAAT
INSERSI KANULA SAMPAI KATETER DIHUB DG
SELANG INFUS ( UTK MENCEGAH EMBOLI UDARA)
DALAM BEKERJA HARUS PERHATIKAN TEHNIK
STERILITAS

KOMPLIKASI PEMBERIAN
NUTRISI PARENTERAL
KOMPLIKASI SAAT INSERSI KATETER
1. KATETER DAPAT MENEMBUS ARTERI, YG
TERJADI KARENA TEHNIK PEMASANGAN YG
SALAH
2. EMBOLI UDARA, KATETER DLM KEADAAN
TERBUKA DAN KLIEN MENGAMBIL NAFAS
DALAM ( TEK. DLM VENA KAVA TURUN SHG
TEK. TORAKAL BERKURANG PADA
INSPIRASI)
3. PNUEMOTHORAX : BILA JARUM KATETER
MENUSUK PLEURA MENYEBABKAN
JARINGAN PARU KOLAPS

KOMPLIKASI AKIBAT PEMBERIAN NUTRISI


INFEKSI
AKIBAT KONTAMINASI ALAT DAN LOKASI PEMASANGAN KATETER
SERTA CAIRAN
EMBOLI UDARA
UDARA MASUK DLM SELANG KATETER AKIBAT KATETER LEPAS
PLEBITIS DAN PEMBENTUKAN THROMBUS
IRITASI PEMB. DRH VENA TEMPAT PEMASANGAN KATETER,
PEMBERIAN CAIRAN HIPERTONIK DAN IRITASI DINDING VENA
AKIBAT SENTUHAN KATETER
HIPERGLIKEMIA
PEMBERIAN KH TERLALU CEPAT SHG MENYEBABKAN DIURETIK
OSMOSIS DAN GLUKOSURIA
HIPOGLIKEMIA
PEMBERIAN KH TERLALU LAMBAT
GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
ADANYA PERUBH. PROSES METABOLIK

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai