Anda di halaman 1dari 21

REFERAT MILIARIA

Pembimbing:
dr. Frida Adelina Ginting, Sp.KK

Oleh: Ratna Kumalasari


Hesti Kusmayanti

DEFINISI

Retensi dari kelenjar keringat ini


merupakan dampak dari oklusi
Miliaria
adalahkelainan
gangguankulit
umum dari kelenjar
keringat
ekrin ekrin,
Miliaria
adalah
ductus
keringat
yang sering
terjadi
dalam kondisi dimana
ada peningkatan
akibat
retensi
keringat,
mengakibatkan
erupsi yang
panasdengan
atau suhu
dan kelembaban.
Miliaria
dianggap
ditandai
adanya
vesikel
biasanya
terjadi saat cuaca panas,
disebabkan
oleh(1)
keringat,
(1)penyumbatan saluran
milier.
iklim
yang yang
lembab, seperti pada
menyebabkan kebocoran keringat yang
keluartropis
dari kelenjar
daerah
dan selama musim
ekrin menuju ke epidermis atau dermis.
(2)
panas.(2)

Miliaria juga dikenal dengan sebutan biang


keringat, keringat buntet, liken tropikus, atau
(1)
prickle heat.(1)

ETIOLOGI

Tiga bentuk miliaria (miliaria kristalina/sudamina, miliaria


rubra/prickly heat, dan miliaria profunda) terjadi akibat
adanya obliterasi ataupun oleh adanya gangguan pada
saluran kelenjar keringat
Tiga tipe miliaria ini memiliki bentuk gejala klinis yang
berbeda karena adanya perbedaan level dimana letak
obliterasi ini terjadi, meskipun beberapa penulis meyakini
bahwa adanya gangguan pada ductus kelenjar keringat ini
lebih memegang peranan penting dibandingkan dengan
tingkat obliterasinya

EPIDEMIOLOGI

Miliaria umum terjadi pada bayi pada minggu


pertama kehidupannya dimana saat ini bayi
sedang beradaptasi dengan lingkungannya,
dan pada segala usia pada suhu yang panas,
berkeringat berlebihan, terjadi sumbatan
pada kelenjar keringat atau kombinasi
faktor-faktor ini.

PATOGENESIS
Jika kondisi lembab dan
panas tetap bertahan,
individu terus memproduksi
keringat secara berlebihan

baik dalam dermis maupun


epidermis dengan anhidrosis
relatif.

tidak dapat mengeluarkan


keringat kepermukaan kulit
karena adanya penyumbatan
duktus.

Hasil penyumbatan ini adalah


terjadinya kebocoran saluran
kelenjar keringat yang
menuju ke permukaan kulit,

PATOGENESIS
Ketika titik kebocoran
terletak pada stratum
corneum atau tepat
dibawahnya, seperti miliaria
kristalina, peradangan kecil
yang akan muncul, dan lesinya
akan asimptomatik.

di miliaria rubra, yang


kebocoran keringat ke dalam
lapisan subcorneal
menghasilkan vesikel
spongiotik dan infiltrat sel
radang periductal kronis pada
lapisan papillare dermis dan
epidermis bagian bawah.

Pada miliaria profunda, keluarnya keringat ke lapisan


papillare dermis menghasikan infiltrat limfositik
periductal dan spongiosis saluran intra-epidermal.

KLASIFIKASI

Miliaria kristalina (sudamina), sumbatan


terjadi di dalam stratum korneum.

Miliaria rubra (Prickly heat), sumbatan


terjadi di lapisan dalam epidermis.

Miliaria profunda (mamillaria), sumbatan di


dalam dermoepidermal junction.

MILIARIA KRISTALINA

Vesikel berdiameter 1 mm (seperti percikan air).

Vesikel bergerombol tanpa tanda radang.

Tidak memberi keluhan dan sembuh dengan sisik


yang halus.

Sering terdapat di daerah intertriginosa


(misalnya aksila).

Tidak perlu pengobatan.

MILIARIA KRISTALINA

MILIARIA RUBRA

Lebih berat dari pada miliaria kristalina.

Makula/ papul eritematosa dengan vesikel punktata di


atasnya, ekstrafolikuler, kadang-kadang menjadi pustul
bila luas dan kronis.

Rasa gatal dan kadang-kadang rasa panas bila ada


keringat.

Terutama di daerah badan dan leher.

Terdapat pada orang yang tidak biasa pada daerah


tropik.

MILIARIA RUBRA

lesi miliaria rubra ini muncul sebagai lesi


yang khas, sangat gatal, berbentul
papulovesikel eritematous yang disertai
dengan rasa seperti tertusuk-tusuk, terbakar,
atau kesemutan.

MILIARIA PROFUNDA

Bentuk ini agak jarang kecuali di daerah tropis.

Papul putih, keras, berukuran 1-3 mm.

Tidak gatal dan tidak merah.

Lokasi pada badan dan ekstremitas.

Dapat berasal dari miliaria rubra yang


berulang.

PEMERIKSAAN FISIS DERMATOLOGI

Lesi primer
Lesi histologis primer awal pada miliaria yaitu vesikel
intraepidermal kristalin yang berkembang menjadi papul
eritem kecil dengan oklusi. Pustul dapat terbentuk
kemudian.
Lesi sekunder
Infeksi sekunder dapat menyebabkan impetiginiasi
Distribusi lesi
Distribusi mikro
Periporal (mengelilingi orificium saluran keringat)
Distribusi makro
Papul periporal dalam jumlah besar muncul secara
simetris pada area batang tubuh, dan intertriginosa

DIAGNOSIS

Mudah didiagnosis secara klinis.

Tidak perlu pemeriksaan penunjang.

DIAGNOSIS BANDING

Folikulitis
Kandidasis

TERAPI NONMEDIKAMENTOSA

Mengurangi keringat
Penderita sebaiknya menghindari aktivitas/keadaan
yang memicu berkeringat, karena hal ini dapat
mengeksaserbasi gejala dan mereaktivasi erupsi.
Suhu yang tinggi, khususnya dengan kadar kelembaban
tinggi atau ketika memakai pakaian ketat akan
memperburuk penyumbatan kelenjar keringat.
Pakaian yang dikenakan sebaiknya berbahan ringan,
longgar, dan menyerap keringat untuk menjaga tingkat
kelembaban kulit.

TERAPI MEDIKAMENTOSA
Topikal
Bedak salisil 2% dibubuhi mentol 0.25 - 2%
Losio calamine dengan atau tanpa mentol 0,25%, dapat
pula resorsin 3% dalam alcohol.
Losio faberi dengan komposisi:

Acid. Salicylic
1

Talc. Venet 10

Oxyd. Zinc
10

Amyl. Oryzae 10

Spiritus ad
200 cc
Untuk memberikan efek antipruritus dapat
ditambahkan mentholum atau camphora.

Sistemik
Asam askorbat oral 500mg 2x1

PROGNOSIS

Quo ad vitam

: ad bonam.

Quo ad sanationam

: dubia ad bonam.

Quo ad fungtionam

: dubia ad bonam.

TERIMA KASIH