Anda di halaman 1dari 4

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2011

REFLEKSI KASUS

REFLEKSI KASUS
I. KASUS Tanggal 27 April 2012 Seorang anak laki-laki 3 tahun datang dengan orang tuanya ke poli klinik kulit dan kelamin dengan keluhan bintik-bintik merah dengan rasa gatal pada punggung sejak 2 minggu yang lalu. Bintik- bintik merah pertama kali muncul di punggung sebelah kanan kemudian menjalar ke punggung sebelah kiri.Pasien merasa gatal sehingga sering digaruk. Pasien mengaku sudah pernah memeriksakan diri ke dokter umum dan diberi salep namun bintik-bintik merah dan gatal bertambah buruk. Oleh Sp.KK di poli klinik, pasien didiagnosis sebagai miliarian rubra.

UKK: Papulovesikel, berbentuk bulat teratur, berwarna kemerahan, berukuran miliar,multiple, tersusun polisiklik, dengan pola penyebaran regional punggung kanan dan kiri. II. PERMASALAHAN Bagaimana pathogenesis, etiologi, dan cara mendiagnosis miliaria rubra? III. PEMBAHASAN Miliaria rubra adalah suatu dermatitis yang timbul akibat tersumbatnya saluran kelenjar keringat dengan gejala klinik adanya vesikel-vesikel terutama pada badan, setelah banyak berkeringat dan umumnya tidak memberikan keluhan. Miliaria rubra adalah masalah yang biasa terjadi pada cuaca panas dan lembab, tetapi tidak berbahaya. Beberapa orang cenderung lebih rentan terhadap masalah ini dibandingkan orang lain. Miliaria terbagi dalam beberapa RM.01.

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2011

REFLEKSI KASUS
tipe, Miliaria kristalina yang sumbatannya berada dalam stratum korneum. Miliaria profunda, sumbatan ada dalam dermo epidermis dan Miliaria rubra dimana sumbatan terletak didalam epidermis. ETIOLOGI 1. Kelenjar keringat yang belum berkembang sempurna . Bayi baru lahir belum memiliki kelenjar keringat yang berkembang sempurna sehingga mudah pecah bila berkeringat dan menyebabkan miliria. 2. Perubahan iklim. Miliria sering terjadi pada orang berpindah dari iklim dingin ke iklim tropis, 3. Aktivitas Aktivitas yang menyebabkan keluarnya keringat dapat menjadi faktor pencetus. 4. Obat-obatan Bethanecol, obat yang menyebabkan timbulnya keringat dan Isotretionis obat yang menyebabkan folikular diferensiasi dilaporkan dapat menyebabkan Miliaria. 5. Bakteri Staphylococcus diyakini berhubungan dengan timbulnya Miliaria. PATOGENESIS 1. Miliaria terjadi karena ada sumbatan keratin pada saluran keringat, Pada permulaan musim hujan, udara mulai lembab, udara lembab ini mempengaruhi keratin di sekeliling lubang keringat yang mula-mula kering menjadi lembab dan membengkak, sehingga lubang keringat tertutup. Bahan kimia juga dapat menyebabkan menjadi basah dan menutupi lubang keringat, sumbatan terjadi di dalam epidermis dan saluran keringat yang pecah ada didalam epidermis, vesikula terjadi didalam epidermis, ditandai dengan eritem dan rasa gatal. Tanda ini adalah akibat dari vasodilatasi dan rangsangan reseptor gatal oleh enzim yang keluar dari sel epidermis karena keringat yang masuk ke dalam epidermis. 2. Miliaria terjadi karena kadar garam pada kulit menyebabkan spongiosis dan hal ini terjadi pada muara kelenjar keringat. Flora normal pada kulit seperti staphylococcus epidermidis dan staphylococcus aureus diduga mempunyai peranan pada patogenesis dari Miliaria, pasien Miliaria memiliki jumlah bakteri tiga kali lebih banyak dari pada jumlah bakteri per unit area pada kulit normal yang sehat. Pada stadium lanjut dari RM.02.

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2011

REFLEKSI KASUS
Miliaria terjadi hiperkeratosis dan parakeratosis. Sumbatan hiperkeratosis dapat menghalangi kelenjar keringat, hal ini diyakini merupakan perubahan lanjut dan bukannya faktor pencetus dari lubang keringat. SYMPTOM KLINIS Miliaria rubra ditandai dengan rasa gatal dan eritem dan kadang rasa panas seperti terbakar, lesi terjadi karena beberapa hari terpapar pada lingkungan yang panas tapi lesi baru muncul setelah beberapa bulan terpapar atau dapat muncul setelah beberapa hari pasien berpindah dari lingkungan yang panas tersebut. Lesi berupa papula dengan puncak dan pusatnya berupa vesikula yang dikekelingi oleh lingkaran merah atau eritema yang tidak berbatas tegas yang terjadi karena respon inflamasi . Lesinya extrafolikuler, ini membedakan dengan folikulitis, papulanya steril atau terinfeksi sekunder karena Miliaria yang luas dan kronik. Pada bayi lesi terdapat pada leher, lipat paha dan ketiak sedangkan pada anak-anak atau orang dewasa lesi terdapat pada badan dan tempat-tempat yang terkena gesekan pakaian yaitu bagian tubuh dibawah pakaian atau bagian tubuh yang mudah berkeringat setelah beraktivitas atau kepanasan seperti leher, kulit kepala bagian atas atau badan dan tidak mengenai wajah atau bagian volar kulit. Rasa gatal dan kadang rasa panas seperti terbakar, biasanya bersamaaan dengan rangsang yang menimbulkan keringat, penderita cepat merasa lelah dan mengalami intoleransi terhadap panas dan dapat terjadi penurunan jumlah keringat atau tidak berkeringat sama sekali pada daerah panas ataupun beraktivitas. Miliaria rubra yang luas dan berat dapat menyebabkan hiperpireksia dan lelah karena panas serta pingsan.

DIAGNOSIS a) Anamnesis Dari anamnesis dapat ditemukan keluhan yang bersifat subjektif, biasanya penderita mengeluh gatal dan kadang rasa panas seperti terbakar. b) Pemeriksaan Klinis Pada pemeriksaan klinis dapat ditemukan lesi berupa papula dengan puncak dan pusatnya berupa vesikel yang dikelilingi oleh eritem.

RM.03.

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2011

REFLEKSI KASUS
IV. KESIMPULAN Miliaria rubra adalah suatu dermatitis yang timbul akibat tersumbatnya saluran kelenjar keringat. Milaria rubra sering timbul pada bayi dan anak-anak. etiologi dari Miliaria rubra ini adalah kelenjar keringat yang belum berkembang sempurna, perubahan iklim, aktivitas, berlebihan yang merangsang timbulnya keringat, obat-obatan, dan bakteri. gejala klinis dari Miliaria rubra dengan rasa gatal dan eritema dan kadang rasa panas. Lesi berupa papula dengan puncak dan pusatnya berupa vesikula yang dikekelingi oleh eritem. V. DAFTAR PUSTAKA Terlampir

Alhamdulillah ... ... saya telah memahami dan sungguh-sungguh mengerti tentang apa-apa yang saya tulis dalam refleksi kasus ini.

Yogyakarta, 28 April 2012

Dedy Sukmo Anggoro

RM.04.