Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah


Kita dapat hidup tanpa makanan dan minuman selama beberapa hari, tetapi kita perlu
bernapas setiap beberapa detik. Hanya sedikit orang yang dapat tetap hidup lebih dari lima
menit tanpa bernapas. Mengapa kita perlu bernapas?
Kita perlu bernapas untuk memasukkan oksigen dari udara dan mengeluarkan gas
buangan, yaitu karbon dioksida. Oksigen tersebut diperlukan oleh sel-sel tubuh untuk
melakukan respirasi. Respirasi adalah serangkaian reaksi biokimiawi yang memerlukan
oksigen untuk mengoksidasi atau membakar zat-zat makanan guna menghasilkan energi
yang diperlukan makhluk hidup dengan hasil samping berupa karbon dioksida. Energi
diperlukan oleh tubuh makhluk hidup untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan
seperti bergerak, tumbuh dan berproduksi.
Walaupun respirasi dan bernapas saling berhubungan, respirasi memiliki arti yang lebih
dalam dari bernapas. Respirasi merupakan proses yang menghasilkan energi, sedangkan
bernapas merupakan cara makhluk hidup melakukan pertukaran gas dengan
lingkungannya. Oksigen yang diperoleh dari proses bernapas digunakan dalam proses
respirasi, sedangkan karbon dioksida yang dihasilkan oleh proses respirasi dikeluarkan
melalui proses bernafas. Sistem pernapasan dibagi menjadi dua yaitu pernapasan internal
dan pernapasan eksternal. Pernapasan internal adalah pertukaran gas antara darah dan selsel tubuh. Sedangkan pernapasan eksternal adalah pertukaran gas antara atmosfer dan
darah. Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang
karbondioksida ke lingkungan.
Pada manusia, sistem pernapasan yang termasuk saluran yang digunakan untuk
membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik
udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan
pada berbagai jenis makhluk hidup.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah
sebagai berikut
1.
Apa pengertian sistem pernapasan?
2.
Apa saja organ yang ada dalam sistem pernapasan?
3.
Bagaimana fisiologi pernapasan?
4.
Bagaimana pengendalian pernapasan?
5.
Apa saja gangguan sistem pernapasan?

1.3

Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk
mengetahui dan mendeskripsikan :
1. Pengertian sistem pernapasan;
2. Organ yang ada dalam sistem pernapasan;
3. Fisiologi pernapasan;
4. Pengendalian pernapasan;
5. Gangguan sistem pernapasan.

1.4

Kegunaan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis
maupun praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai penguraian tentantang sistem
pernapasan pada manusia. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi :
1. Penulis, sebagai sarana menambah wawasan pengetahuan tentang
sistem pernapasan pada manusia.
2. Pembaca, sebagai sumber informasi tentang sistem pernapasan pada manusia
secara teoritis maupun praktis.

1.5

Prosedur Makalah
Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif berkenaan dengan
uraian yang bersifat analisis. Oleh karena itu, metode yang digunakan adalah metode
noninteraktif model analisis teks. Data teoritis dalam makalah ini dikumpulkan dengan
menggunakan teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan
membaca berbagai literatur yang relevan dengan tema makalah.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Pernapasan
Pernapasan merupakan proses ganda, yaitu terjadinya pertukaran gas di dalam jaringan
atau pernapasan dalam ( pernapasan internal ) dan di dalam paru-paru atau
pernapasan luar ( pernapasan eksternal ). Pernapasan juga dapat diartikan sebagai suatu
peristiwa ketika tubuh kekurangan oksigen, kemudian oksigen yang berada di luar tubuh
dihirup (inspirasi) melalui organ-organ pernapasan , dan pada keadaan tertentu bila tubuh
kelebihan karbon dioksida maka tubuh berusaha untuk mengeluarkannya dari dalam tubuh
dengan cara menghembuskan napas (ekspirasi) sehingga terjadi suatu keseimbangan antara
oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh.
Sistem pernapasan berperan untuk menukar udara dari luar ke permukaan dalam paruparu. Jadi dalam paru-paru terjadi pertukaran zat antara oksigen yang ditarik dari udara
masuk ke dalam darah dan karbon dioksida dikeluarkan dari darah secara osmosis.
Seterusnya karbon dioksida akan dikeluarkan melalui traktus respiratorius (jalan
pernapasan) dan masuk ke dalam tubuh melalui kapiler-kapiler vena pulmonalis kemudian
masuk ke serambi kiri jantung (atrium sinistra) ke aorta seluruh tubuh (jaringan-jaringan
dan sel-sel), disini akan terjadi oksidasi (pembakaran).
Apabila kita bernapas melalui mulut, udara yang masuk ke dalam paru-paru tidak dapat
disaring dan dihangatkan. Hal ini bisa mengakibatkan gangguan terhadap tubuh. Sel-sel
bersilia (bulu-bulu getar) dapat rusak apabila adanya gas beracun dan dalam keadaan
dehidrasi. Namun dalam keadaan tertentu diharapkan kita bisa bernapas melalui mulut,
misalnya pada operasi hidung, pengangkatan polip, karena setelah operasi pada kedua
hidung diisi tampon sehingga bernapas melalui mulut tidak merugikan.
2.2

A.

Organ-organ yang ada dalam sistem pernapasan


Agar proses pernapasan pada manusia dapat berlangsung, diperlukan organ-organ
pernapasan yang terdiri atas hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru. Organorgan tersebut menyusun suatu sistem pernapasan.

Hidung
Hidung atau nasal adalah organ yang paling luar sehingga merupakan alat pernapasan
pertama yang dilalui udara. Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra
penciuman. Bentuk dan struktur hidung menyerupai piramid atau kerucut dengan alasnya
pada prosessus platinus os maksilaris dan pars horizontal os palatum. Rongga hidung
dilapisi selaput lendir yang kaya akan pembuluh darah, bersambung dengan lapisan faring
dan selaput lendir semua sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung.

Dalam keadaaan yang normal udara yang masuk dalam sistem pernapasan
berhubungan dengan rongga hidung. Vestibulum rongga hidung yang berisi serabut
serabut halus epitel berfungsi untuk mencegah masuknya benda-benda asing yang
mengganggu proses pernapasan.
Rangka hidung bagian atas dibentuk oleh bagian-bagian berikut :
a.
b.
c.

Lamina kribosa osis etmoidalis dan pars nasalis osis frontalis


Dinding lateral : oleh tulang keras dan tulang rawan
Sekat hidung (septum nasi) oleh tulang karang dan tulang rawan
Bagian-bagian hidung terdiri dari :

a.
b.

Batang hidung : dinding depan hidung yang dibentuk oleh ossa nasalis
Cuping hidung : bagian bawah dari lateral hidung yang dibentuk oleh
tulang rawan
c.
Septum nasi : yang membatasi dua rongga hidung
d.
Dinding lateral rongga hidung
Hidung menghubungkan lubang-lubang sinus udara paranasalis yang masuk ke
dalam rongga-rongga hidung, dan juga menghubungkan lubang-lubang nasolakrimal
yang menyalurkan air mata dari mata ke dalam bagian bawah rongga nasalis, ke
dalam hidung.

B.

Faring
Faring ( tekak ) adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai
persambungannya dengan usofagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Maka
letaknya di belakang hidung, di belakang mulut, dan di belakang laring.
Faring terdiri atas nasofaring, orofaring, dan laringo faring.

a.

b.

c.

Nasofaring
Merupakan bagian faring yang terdapat di dorsal kavum nasi dan berhubungan
dengan kavum nasi melalui konka dinding lateral yang dibentuk oleh :
M. Tensor Palatini
M. Levator Vili Palatini membentuk palatum mole
M. Konstruktor faringis superior
Orofaring
Orofaring mempunyai dua hubungan sebagai berikut :
Ventral dengan kavum oris
Kaudal pada radiks lingua

Laringo faring

Bagian ini berhubungan dengan laring melalui mulut yaitu auditus laringeus.
Dinding depan laringo faring memiliki plika laringisi epiglotika. Lekuk ini memiliki
dinding medial dan lateral. Kedua dinding tersebut bersatu di daerah ventral yang
dapat dilihat sebagai tonjolan yang disebut plika nervus laringici. Septum para
faringeal mempunyai hubungan ke ventrikel septum sublingual dan submaksilaris.
Antara arkus glassopalatinus dan arkus faringeo platinus terdapat tonsil palatine,
sedangkan atap nasofaring berhadapan dengan tonsil faringeal. Pada radiks lingua
terdapat bangunan seperti lingkaran, apabila tonsil palatine membesar maka akan
memperkecil istmus fausium.
C.

Laring
Laring merupakan jaringan tulang rawan yang dilengkapi dengan otot,
membran jaringan ikat, dan ligamentum. Laring juga dapat didefinisikan sebaga
saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara, terletak di depan bagian
faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea di
bawahnya.
Bagian atas laring membentuk tepi epigotis. Lipatan dari epiglotis
aritenoid dan pita interaritenoid dari sebelah bawah tepi kartilago krikoid. Tepi
tulang dari pita sura asli kiri dan kanan membatasi daerah epiglotis disebut
suprglotis disebut supraglotis dan bagian bawah disebut subglotis.