Anda di halaman 1dari 5

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Kelainan pada Kuku

Oleh :

IIN ALFRIANI AMRAN (10542 0187 10)

Pembimbing :
Dr. dr. Hj. Sitti Musafirah, Sp.KK

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2014

A. Tinea Unguium1
Tinea unguium adalah kelainan kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita.
ZAIAS membaginya dalam 3 bentuk klinis:
1. Bentuk subungual distalis
Betuk ini mulai dari tepi distal atau distolateral kuku. Proses ini menjalar ke
proksimal dan di bawah kuku terbentuk sisa kuku yang rapuh. Kalau proses
berjalan terus, maka permukaan kukubagian distal akan hancur dan yang
terlihat hanya kuku rapuh yang menyerupai kapur
2. Leukonikia trikofita
Kelainan kuku pada bentuk ini merupakan leukonikia atau keputihan di
permukaan kuku yang dapat dikerok untuk dibuktikan adanya elemen jamur.
Oleh RAVANT dan RABEAU kelainan ini dihubungkan dengan Tricophyton
mentagrophytes sebagai penyebabnya.
3. Bentuk subungual proksimalis
Bentuk ini mulai dari pangkal kuku bagian proksimal terutama menyerang
kuku dan membentuk gambaran klinis yang khas, yaitu terlihat kuku di bagian
distal masih utuh, sedangkan bagian proksimal rusak. Biasanya penderita tinea
unguium menderita dermatofitosis di tempat lain yang sudah sembuh atau
belum. Kuku kaki lebih sering diserang daripada kuku tangan.
Tinea unguium adalah dermatofitosis yang paling sukar dan lama
disembuhkan; kelainan pada kuku kaki lebih sukar disembuhkan daripada
kuku tangan.
B. Psoriasis Kuku

Psoriasis sering timbul


di kuku, dimulai dari bintik
putih pada kuku sampai ke
penebalan
berupa

kuku2.

Gejala

adanya

pits,

terowongan, dan cekungan


yang transversal (Beau,s line)
leukonikia

dengan

permukaan yang kasar atau licin. Pada dasar kuku terdapat perdarahan dan berwarna
merah. Hiponikia berwarna hijau kekuningan pada daerah onikolisis. Karena adanya
keratosis subungual zat tanduk di bawah lempeng kuku dapat menjadi medium untuk
pertumbuhan bakteri atau jamur.1
C. Onikomikosis
Dikenal 4 tipe onikomikosis yang dibedakan berdasarkan gambaran klinis dan
juga menandai rute invasi jamur.3,4
1. Onikomikosis subungual distal (OSD) : Jamur menyerang bantalan kuku di
bawah lempeng kuku melalu hiponikium dan bergerak ke arah proksimal.
Gambaran klinis ditandai oleh hiperkeratosis subungual dan onikolisi, selain
warna kuku kekuningan, bentuk ini umumnya disebabkan T.rubrum

2. Onikomikosis Subungual Proksimal (OSP) : Infeksi jamur dimulai dari lipat


kuku proksimal, melalui kutikula dan masuk ke kuku yang baru terbentuk.
Selanjutnya bergerak ke arah distal. Umumnya dijumpai pada penderita AIDS

3. Onikomikosis Superfisial Putih (OSPT) : Klinis ditandai dengan bercak bercak


putih keruh berbatas tegas yang dapat berkonfluensi. Kuku menjadi kasar,
lunak, dan rapuh.
4. Onikomikosis Kandida (OK) : Dimulai sebagai paronikia yang kemudian
menginvasi matriks sehingga memberikan gambaran klinis depresi transversal
kuku, sehingga kuku menjadi cekung , kasar dan akhirnya distrofi.

D. Paronikia5
Penyakit kuku ini dapat terjadi mendadak atau bertahap. Kondisi ini
menyebabkan jaringan disekitar kuku menjadi meradang, menebal dan kecoklatan
pada kuku.
E. Kandidiasis Kuku6
Infeksi dengan Kandida sp. menimbulkan paronikia menahun. Ditandai eritem
dan pembengkakan pada lipatan kuku dorsal, tepi kuku tidak teratur serta berubah
warna dapat merupakan infeksi sekunder Pseudomonas aeruginosa. Candida
albicans ditemukan pada lipatan kuku daerah tepi kuku, invasi ke lempeng kuku
jarang. Terapi menjaga kuku tetapkering, salep Nistatin, krim Klotrimazol 1 %
atau krim Mikonazol 2% dapat mengurangi gejala.

DAFTAR PUSTAKA
1. Djuanda, Prof.DR.Adhi, dkk. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi
Keenam. 2011. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
2. www.bmodtcenter.com/files/Psoriasis.pdf . Diakses :

15

Oktober 2014

3. Bramono K. Onikomikosis : Dermatomikosis Superfisialis. Budimulja U


Etall. Editor Balai Penerbit FK-UI. Jakarta 2001. 46-54
4. Odom R.B et all. Disease Resulting from fungi And Yeast, dalam
Andrews Disence Of Skin Chiminal Dermatology, 9 th ed. Philadelphia
WR. Saunders Company 200, 376-8
5. http://medicastore.com/penyakit/3235/Kelainan_Bentuk_dan_Perubahan_
Warna_Kuku.html diaskes : 15 Oktober 2014
6. https://id.scribd.com/doc/186633622/Referat-Kelainan-Kuku#download
diaskes : 15 Oktober 2014