Anda di halaman 1dari 24

533

HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW


Nama : ANDI FITRA SAFITRI
KELAS : 3-KIB

Dimana dTh berlinai negative seperti yang ditunjukkan pada gambar 11.12. Fluida
dingin mengalir dari arah yang berlawanan. Penambahan nilai entalpi untuk fluida
dingin adalah

Persamaan dq

Itu cocok digunakan untuk menyelesaikan pers. (11.103) untuk mendapatkan nilai
dTc dan dTh :

Dari gambar 11.12 dan pers. (11.104), dapat diketahui bahwa nilai d(T) adalah

534
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW

Pers. (11.90) dapat dicari dengan persamaan differensial :

Pers. (11.106) adalah persamaan umum untuk dua pipa penukar panas. Untuk
beberapa keadaan, U dan T beubah ubah sesuai dengan posisi di exchanger,
kadang tidak linear. Oleh karena itu pers. (11.106) biasanya dirumuskan kembali
dengan integrasi tergantung dengan permasalahan yang ada. Sering kali
digabungkan dengan pers. (11.98), Kesentimbangan entalpi. Untuk beberapa kasus
yang sering dijumpai Pers. (11.106) akan diselesaikan lebih lanjut. Jika fluida
panas dan dingin tidak merubah fase, maka ini berguna untuk mengeleminasi
dengan menggunakan pers. (11.105) dan (11.106).

Jika semua koefisien perpindahan panas bervariasi dengan panjang di alat penukar
(exchanger), maka penyelesaian secara matematis atau grapik akan diperlukan.
Persamaan yang sesungguhnya dalam sesi ini harus dikombinasi tergantung pada
desain yang diberikan teknisi dan perlu untuk diselesaikan. Misalkan, jika seluruh
temperature, laju alir,sifat fisik, dan hubungan konveksi yang diberikan, maka yang
tidak diketahui adalah ukuran dari exchanger,i.e,the area.penyelesaian dimulai
dengan mencari nilai q total.exocharger dr integrasi persamaan (11.103) untuk
masing-masing fluida.

535
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
Atau jika kapasitas panas diasumsikan konstan :

Baik pers. (11.150) atau (11.160) harus diintegrasi dengan batas kondisi berikut :

Dimana T1 dan T2 mendekati suhu awal dan T adalah daya pendorong


perpindahan panas [cf. Pers. (11.89)]. Sehingga persamaannya menjadi

A yang digunakan untuk persamaan percobaan dan perhitungan kesalahan, juga


berdasarkan pada pers. (11.106),

Pers. (11.112) memenuhi jarak untuk dibagi menjadi rangkaian kecil dari
penambahan ketika nilai u berubah secara kuat dan tidak linear sepanjang alat
penukar. Secara umum, dq akan digantikan dengan wcpdT, dimana baik fluida panas
ataupun dingin (yang mana saja yang lebih sesuai) dapat menggunakan:

Diantara kesetimbang entalpi, pers. (11.108) dan persamaan perpindahan, pers.


(11.112), harus dipenuhi. Pers. (11.113) mengkombinasi kedua persamaan
tersebut . Lalu beberapa penyelesaian untuk pers. (11.112) dan (11.113) akan
diperkenalkan.

536
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
11.4.4 Penyelesaian Sederhana
Penyelesaian yang lebih mudah untuk desain alat penukar panas dengan dua pipa
adalah membuat asumsi-asumsi berikut : (1) U bernilai konstan; (2) sifat fluida (c h
dan cc ) bernilai konstan; (3) Tidak ada panas yang hilang dari penukar ke
lingkungan; (4) aliran tunak; (5) aliran bisa yang counterflow atau parallel, seperti
pada gambar 11.11 (a,b,c). Lalu pers. (11.107) teintegrasi sesuai dengan batasbatas kondisi di pers. (11.110) :

Log-mean perbedaan suhu. Bentuk log-mean sebelumnya telah diperkenalkan,


dimulai pada Bab 4 dengan Persamaan. (4,29) untuk daerah log-mean. Persamaan
(11,114) dapat direpresentasikan dalam bentuk lain dengan menghilangkan laju
aliran dan kapasitas panas dengan keseimbangan entalpi, Persamaan. (11,109),
yang di perkenalkan kembali sebagai q:

Persamaan (11,115) mendefinisikan log-mean perbedaan suhu Tlm yang biasa


disingkat LMTD. Asumsi yang digunakan dalam pers. (11,114) cukup masuk akal,
kecuali dengan asumsi U konstan. Dalam prakteknya, U bisa bervariasi di berbagai
keadaan.
Koefisien keseluruhan linear. Solusi yang lebih akurat daripada persamaan.
(11,114) dapat diperoleh dengan mengasumsikan bahwa nilai U bervariasi secara
linear di sepanjang exchanger. Menjadikan U1,
dan U2, sebagai koefisien keseluruhan di ujung exchanger dimana suhu pendekatan
T1, dan T2 dan T yang diberikan oleh Persamaan. (11,89). Persamaan (11,109)
dapat diselesaikan sekali untuk 1/(whch) dan sekali untuk 1/(wccc). Jumlah
keduanya bisa disubstitusikan kedalam pers. (11.107) dan hasilnya disusun kembali
menjadi persamaan berikut:

537
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW

Dimulai dengan persamaan berikut, Colburn [C3] :

Dimana Atotal, U1, dan U2 didasarkan pada salah satu daerah dalam atau di daerah
luar. Persamaan (11,117) sering digunakan ketika U bervariasi secara substansial
dengan temperatur. Prosedur ini untuk membagi penukar ke sebagian kecil
kenaikan, dan menganggap bahwa Persamaan. (11,117) berlaku untuk setiap
keseluruhan kenaikan . Bisa juga digunakan sebagai perkiraan kasar tapi cepat
untuk sebuah kinerja penukar panas.
Contoh 11.7. Hal ini diinginkan Untuk memanaskan 12 gpm air dari 50 F
sampai 110 F. Uap jenuh
yang tersedia bertekanan 67psia. Tentukan (a) kerja exchanger, (b) jumlah
uap yang diperlukan pound per jam, dan (c) panjang pipa ganda penukar
panas untuk melakukan kerja ini. Gunakan tabung 3/4-in. 16BWG dengan
uap pada sisi luar tabung dan air di sisi tabung. Untuk mempermudah
perhitungan, koefisien air dan uap dibuat konstan yakni 80 dan 500 Btu h -1 ft-2
o -1

F . Abaikan pengotor

Jawaban. Dalam masalah ini, koefisien perpindahan panas secara


keseluruhan adalah konstan. Oleh karena itu, panjang penukar dapat dicari
dari Persamaan. (11,114) atau Persamaan. (11,115). Tabel B.2 ketetapan
untuk tabung 3/4in dengan ketebalan 16BWG:

538
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
Pertimbang desain yang penting adalah laju alir uap dengan 67 psia untuk
memanaskan 12 gpm air dingin. Nilai moneter dari uap dapat dihitung dari laju
aliran dengan analisis ekonomi. Laju aliran uap ditemukan dari keseimbangan
entalpi sekitar exchanger. Praktek biasanya digunakan untuk menemukan nilai
entalpi uap di sebuah Table uap[Pl]; suhu uap jenuh pada 67 psia adalah
300 F. Diantara suhu dan tekanan uap akan diasumsikan bernilai konstan di
exchanger. Entalpi uap air adalah 1.179,7 Btu lb m-1, dan entalpi cair 269,59 Btu lbm-1,
baik pada tekanan 67 psia dan suhu 300 F. Aliran massa cair dalam tabung adalah

Kerja dicari dari pers. (11.108) dengan panas kapasitas dari air sekitar 1,0 Btu lbm-1
O -1

F :

Aliran massa uap dihitung mulai dari Persamaan. (11.98). Kerja adalah peningkatan
nilai entalpi dari aliran dingin, Persamaan. (iii), yang sama dengan penurunan
entalpi dari aliran panas. Sejak nilai entalpi uap mengalami perubahan berarti
massa dikali dengan entalpi penguapan, laju alir massa uap adalah :

Daerah untuk perpindahan panas merupakan nilai-nilai tabel (ft 2 per ft) dikali
dengan panjang L:

539
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
Dalam keseluruhan koefisien perpindahan panas Ui akan dipilih, karena resistensi
pada sisi tabung merupakan yang tertinggi. Dengan konduktivitas termal baja
sebagai 26 Btu h-1 oF-1, maka nilai Ui dihitung dari Pers. (11.94):

Dari pers. (vi) , Ui kebalikan dari 1,434 x 10-2, atau 69,7 Btu h-1ft-2 oF-1.
Karena Ui diasumsikan kosntan untuk contoh ini, pers. (11.115) bisa
digunakan secara langsung untuk mencari daerah yang diperlukan untuk
mentransfer 3,6 x 105 Btu h-1:

Perkiraan suhu dari pers. (11.88) adalah

Pertama, diferensi temperature log-mean ditemukan dari pers. (11.115)

Kemudian, pers.(11.115) diselesaikan untuk mencari nilai daerah dalam:

540
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
Panjang exchanger berasal dari pers. (v) :

Jawaban ini mengidentifikasi bahwa penukar panas dengan dua pipa tidak
praktis karena panjang pipa yang 145,6 ft terlalu panjang. Desain yang lebih baik
dapat meningkatkan nilai koefisien pepindahan panas pada sisi tabung, karena hi
selalu lebih besar dari Ui atau Uo. Kemungkinan lain adalah dengan menggunakan
shell-dan-tabung atau penukar panas multipass, yang akan dijelaskan dalam Bagian
11.5.

Contoh 11.8. Air memasuki penukar panas dengan dua pipa pada suhu 50 oF dan
12 gpm. Pipa dalam berukuran in., 16-BWG stock pipa, panjang 30 ft. Uap jenug
pada 67 psia diperkenalkan di sisi shell. Koefisien perpindahan panas dari air dan
uap masing-masing menjadi 80 dan 500 Btu h-1 ft-2oF-1 . Jika kesalahan diabaikan,
perkirakan suhu akhir air.
Jawab. Dimensi fisik dari pipa identik dengan yang di Contoh 11.7. Oleh karena itu
untuk panjang 30 ft:

Nilai Ui juga tidak berubah dari masalah sebelumnya yang merupakan sifat dari
fluida panas (uap) dan laju alir fluida dingin.
Nilai kesetimbang entalpi tidak digunakan dalam masalah ini karena suhu
akhir dari laju alir uap atau air dingin telah diketahui . Penyelesaian dihasilkan
dengan menyamakan perubahan entalpi dari dluida dingin, pers. (11.103), dengan
perpindahan panas melalui dinding pipa yang berasal dari fluida panas ke fluida
dingin, pers. (11.106):

541
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
Kondisi-kondisi batasnya adalah

Variabel-variabel pada pers. (ii) dipisahkan

Kemudian, persamaan ini diintegrasi dengan kondisi batas diatas :

Pers. (v) diselesaikan untuk mencari T2 dan memasukkan nilai-nilanya :

Oleh karena itu, suhu akhir dari fluida dingin adalah

Jika diinginkan, nilai kerja dari exchanger dan laju alir uap dapat dicari seperi contoh
sebelumnya.
Contoh 11.9. mengulangi contoh 11.8 jika factor kesalahan pada air sebesar 0,002
h ft2 oF Btu-1.
Jawab. Tabel 11.5 mengidentifikasi bahwa 0,002 adalah penyebab nilai dari factor
kesalahan. Pers. (11.97) diselesaikan untuk mencari U dirty :

542
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW

Derivasi dari pers. (iv), (v), dan (vi) pada contoh 11.8 diterapkan disini, dan T 2
ditemukan dengan menggunakan Udirty menggantikan Ui pada pers. (vi) pada contoh
tersebut :

Maka suhu akhir adalah

Untuk masalah ini, fouling (kesalahan) mengurangi koefisien transfer panas secara
keseluruhan dengan 12 persen, yang mengurangi jumlah fluida dingin sebesar 13,5
persen. Kadang-kadang, fouling (kesalahan) mengurangi sejumlah perpindahan
panas dengan jumlah yang lebih besar.
11.5 PENUKAR PANAS MULTIPASS
Penukar panas dengan dua pipa pada gambar 11.10 sangat tidak efisien untuk
sebagian aplikasi perpindahan panas. Panjang pipa, seperti 145,6 ft yang ditemukan
dalam Contoh
11,7, membutuhkan tekanan tinggi, yang menyebabkan biaya pemompaan yang
tinggi. Jika
beberapa penukar dengan dua pipa ditempatkan secara paralel, maka berat pipa
akan menjadi berlebihan . Sebuah desain yang lebih baik adalah dengan
menghilangkan pipa luar untuk mendukung shell tunggal, seperti ditunjukkan pada
Gambar. 11.13. Cairan shell-side
pada dasarnya mengalir tegak lurus ke dalam tabung sebagai akibat dari baffle.
Exchanger pada Gambar. 11.13 disebut exchanger 1-1 karena memiliki satu
shell-side pass dan satu tabung-sisi pass.
11.5.1 Peralatan

543
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
Desain penukar panas sangat berkembang karena penggunaannya meluas di
industry dan rumah. Seringkali, pemilihan peralatan pertukaran panas tergantung
pada beberapa pertimbangan seperti ruang yang tersedia dan factor-faktor lain
seperti efisiensi dan biaya. Berbagai standar dan kode, seperti Standar dari Asosiasi
Manufaktur Penukar Tubular (Tubular Exchange Manufactures Association, disingkat
TEMA [Tl], dan ASME-API Unfired Pressure Vessel Code [Al] akan membantu dalam
pekerjaan desain.

Exchanger 1-1 jarang digunakan kecuali bila terjadi perubahan fase di shellside. Penukar panas 1-2 atau 2-4 , yang ditunjukkan pada Gambar. 11.14 dan 11.15,
lebih murah dan lebih efisien. Desain yang lebih kompleks juga digunakan [B2].
Exchanger 1-2 memiliki dua aliran cairan di sisi tabung dan satu aliran pada sisi

544
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
shell. Perhatikan jumlah fluida yang selalu melewati sisi tabung untuk menghemat
biaya konstruksi.
Penukar multipass pada Gambar. 11.14 dan 11.15, apabila diterapkan pada
sebuah aplikasi proses, biasanya akan memiliki tabung pendek dan kecepatan
tinggi. Kecepatan tinggi menghasilkan koefisien perpindahan panas yang lebih
tinggi dan mengurangi nilai foulingnya , tetapi jika penurunan tekanan jauh lebih
tinggi dan biaya pemompaan juga lebih tinggi maka kemungkinan desainmemiliki
kecepatan yang rendah. Perhatikan juga bahwa exchanger 1-2 memiliki aliran
hampir paralel
di sisi shell, hal ini menghasilkan kerugian ketika mencoba untuk mengambil atau
menambahkan
panas sebanyak mungkin dari cairan shell-side. Exchanger 2-4 pada Gambar.
11.15 lebih kontra saat ini dan secara umum dapat mengekstrak lebih banyak
panas dari fluida panas daripada exchanger 1-2. Tentu saja, jika salah satu cairan
berubah fase (biasanya di sisi shell), maka exchanger 1-1 atau 1-2 bisa
membuktikan bahwa mereka lebih murah dan cukup memuaskan. Ada banyak
konfigurasi lain yang

umum digunakan selain beberapa yang disajikan di sini. Misalnya, untuk kondensor,
sebuah
exchanger 1-4 mungkin paling ekonomis.
11.5.2 Desain Persamaan
Diferensi suhu log-mean diperkenalkan dengan lima asumsi dalam hubungannya

545
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
dengan pers. (11.114) dan (11.115). Dalam shell-dan-pipa pada penukar panas,
aliran luar tidak sepenuhnya counterflow atau sejajar dengan aliran dalam. Baffle
ditunjukkan pada Gambar. 11.13 sampai 11.15 merupakan penyebab aliran silang,
di mana aliran cairan-shell tegak lurus terhadap pipa.
Tidak ada perubahan fasa. Untuk penukar panas dimana cairan tidak berubah
fase
dan yang beroperasi sesuai dengan asumsi yang terdaftar untuk Persamaan.
(11.114), kuantitas LMTD selalu kurang untuk operasi paralel daripada untuk
counterllow. Di penukar multipass, LMTD terletak diantara ekstrem. Persamaan
diferensial dalam Bagian 11.4.3 diintegrasikan oleh Bowman et al. [B2] dengan
asumsi sebagai berikut:
1. U adalah konstan
2. sifat fluida adalah konstan
3. Aliran tunak
4. tidak ada perubahan fasa untuk berbagai fluida
5. tidak ada heat-lossed yang terbentuk
6. Permukaan penukar panas sama di berbagai pass
7. tidak ada kebocoran cairan di sekitar setiap baffle
8. suhu cairan shell-side dalam shell-side pass seragam atas setiap penampang
Bowman er al. [B2] memperkenalkan dua rasio berdimensi:

McAdams [M3] menyebut Z "rasio kapasitas panas per jam ", sama dengan suhu
jatuh di atas kenaikan, dan r1H "efektivitas pemanasan". Tata nama untuk suhu
dalam persamaan di bagian ini adalah
Thi = suhu inlet, shell-side (atau panas) cairan

546
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
The = suhu keluar, shell-side (atau panas) cairan
Tti = suhu inlet, tabung-side (atau dingin) cairan
(11,120)
Tco = suhu keluar, tabung-side (atau dingin) cairan

M2. McCabe, W. L., J. C. Smith, and P. Harriott: Unit Operations of Chemical


Engineering, 4th ed., McGraw-Hill, New York, 1985.
M3. McAdams, W. H.: Heat Transmission, 3d ed., McGraw-Hill, New York, 1954.
Nl. Notter, R. H., and C. A. Sleicher: Chem. Eng. Sci. 2% 2073 (1972).
Pl. Perry, R. H., and D. W. Green: Perrys Chemical Engineers Handbook, 6th
ed.,
McGraw-Hill, New York, 1984.
P2. Petukhov, B. S.: in Advances in Heat Trarrr~er, vol. 6, J. P. Hartnett and T. F.
Irvine (eds.),

547
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
Academic Press, New York, 1970.
Sl. Seban, R. A., and T. T. Shimaxaki: Trans. ASME 73: 803 (1951).
S2. Shah, R. K., and A. L. London: Lamlnar Flow Forced Convection in Ducts, in
Advances in Heat Transfer, Supplement Z, T. F. Irvine and J. P. Hartnett (eds.),
Academic Press, New York, 1978.
S3. Sherwood, T. K., R. L. Pigford, and C. R. Wilke, Mass Transfer, McGraw-Hill, New
York, 1975.
$4. Sieder, E. N., and G. E. Tate: Ind. Eng. Chem. 28: 1429 (1936).
S5. Skupinski, E., J. Torte1 and L. Vautrey: Int. J. Heat Mass Transfer 8: 937
(1965).
S6. Sleicher, C. A., and M. W. Rouse: Int. 1. Heat Mass Transfer 18: 677 (1975).
S7. Sleicher, C. A., and M. Tribus: in Heat Transfer and Fluid Mechanics
Institute, Stanford Press, 1956, p. 59; Trans. ASME 79: 789 (1957).
S8. Stein, R. P.: in Advances in Heat Transfer, vol. 3, T. F. Irvine and J. P. Hartnett
(eds.), Academic Press, New York, 1966. .
Tl. Tubular Exchangers Manufacturers Association: Star&& of the TEMA, 6th ed.,
TEMA, New York,1978.
T2. Treybal, R. E.: Mass Transfer Operations, 3d ed., McGraw-Hill, New York,
1980.
Vl. von Karman, T: Trans. ASME 61: 705,(1939).
Wl. Whitaker, S.: AIChE J. 18z 361 (1972).

548
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW

TATA NAMA
A

Daerah (m2,ft2); A biasanya area perpindahan panas, sebagai lawan S,

daerah aliran; Ap adalah luas permukaan kemasan pada packed bed


A

Spesies A; A1 dan A2 adalah spesies A pada lokasi 1 dan 2

Konstan di masalah 12.11 dan 12.13

as

area permukaan partikel yang dibagi oleh volume bed, pers. (12.104); di

dalam sebuah bed tertutup, av merupakan permukaan area dari bed tertutup per
unit volume, pers (12.140)
B

konstan di pers (12.24) dan table 12.1

lebar dari lapisan piringan

kosentrasi (kmol m

-3

, lb mol ft

-3

); CA, Cb, Ci adalah konsentrasi masing-

masing spesies A, B, i,; CA, ave adalah konsentrasi rata-rata A dalam fluida; C

A,sat

adalah konsentrasi A pada penguapan ; CA,w dan CA masing-masing merupakan


konsentrasi di dinding dan di aliran bebas mendekati lapisan piringan atau benda
tebing lainnya.
C

Konstan; C1 = 0,33206 (dalam solusi dari persamaan lapisan batas); C1 dan

C2 adalah konstanta dalam Pers. (12,97)


CD

Koefisien Drag didefinisikan dengan Pers. (12.15); CDx adalah hambatan lokal

Koefisien Drag berdasarkan NRex ; susbscript lainnya didefenisikan sebagai kegunaan


c

Konstan empiris digunakan di contoh 12.9

549
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
c

tanda yang menunjukkan awal dari transisi (kritis)

cp

kapasitas panas pada suhu konstan (kJ kg-1 K-1, Btu lbm-1 oF-1) ; tanda lain

didefinisikan seperti kegunaanya


D

Koefisien difusi (difusivitas massa) (m2 s-1, ft2 s-1)

Dax

koefisien diferensi aksial di pers. (12.110)

Diameter (m, ft); untuk fluidisasi, d, adalah diameter kolom; untuk pipa,d o

diameter dalam untuk daerah aliran; d, adalah diameter bola atau partikel; d,
adalah diameter rata-rata bola memiliki luas permukaan yang sama dengan
partikel; d, adalah diameter equivalen yang digunakan dalam radius hidrolik
berdasarkan pada daerah tepi tabung [cf. Pers. (12,152)]; d, adalah diameter
equivalen berdasarkan volume; d, adalah diameter silinder
E

konstan di pers. (12.161)

konstan di pers (12.161)

total dorongan atau tarikan pada satu sisi lapisan piring (N,lbf); Fb adalah

daya apung, pers. (12.70); Fp adalah gaya tarikan pada partikel (atau bola), pers.
(12.66); Fw adalah gaya gravitasi, pers. (12.71)
f

Fungsi dimensi. Pers (12.8); f, f, f merupakan turunan dari f dengan

hubungan ke
f

factor gesekan hembusan, pers. (6.89)

f(x)

fungsi x pada masalah root-finding, contoh 12.16

subscript yang menunjukkan bahwa property dievaluasi pada lapisan suhu T f ,

pers. (12.146)
fb

tanda yang menunjukkan fluidisasi (atau fludized bed)

Gmax

laju alir massa pada minimum area di penukar panas (kg m -2 s-1 , lbm ft-2 s-1)

percepatan karena medan gravitasi (m s-2, ft s-2 ); g merupakan vector

gravitasi, pers. (4.49); gw merupakan percepatan karena kecepatan sudut


gc

konversi gravitasi yang konstan (32,174 lbm lbf -1 ft s-2)

550
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
h

koefisien transfer panas, yang didefenisikan sebagai cara umum pada pers.

(6.86) (W m-2 K-1, Btu ft-2 h-1 oF-1); hlm bergantung pada gaya dorong log-mean,
cf. pers. (12.139); hm merupakan integral rata-rata, pers. (12.41); hx evaluasi pada
lokasi x, cf. pers. (12.39), hw merupakan koefisien antar dinding dengan fluidized
bed; h merupakan koefisien transfer panas local pada lokasi disekitar lingkar
silinder (cf. gambar. 12.29)
j

factor j Colburn, cf. pers. (12.47); jH untuk panas , cf. pers. (12.136) dan

(12.137); jM adalah massa, cf. pers (12,89), (12,90) dan (12,136)


Kmb

konstan pada pers.(12.99) untuk mengestimasi dari kecepatan bubbling

minimum Umb
k

konduktivitas termal (W m-l K-1 atau J m-l K-1 s-1, Btu ft-l oR-l s-l); km konduktivitas

termal rata-rata diantara batas integrasi


k

koefisien transfer massa [kmol m-2 s-1 (kmol m-3) , lb mol ft-2 s-1 (lb mol ft-

3)-1]; kc koefisien molar yang sama , cf. pers. (6.87); kc koefisien untuk satu
komponen; kfb koefisien transfer massa keseluruhan untuk fluidisasi
k

tanda di fluidisasi menunjukkan transisi antar slugging dan fluidisasi turbulen

k3

fluidisasi konstan pers. (12.123)

kv

faktor koreksi untuk ketetapan terhalang , pers. (12.82) sampai (12.84)

panjang (m,ft); Lc adalah panjang pipa masuk, pers. (12.19) dan (12.26); di

fluidisasi, lfb adalah tinggi bed terfluidisasi ( juga L1 dan L2); Lmf adalah tinggi dari
sebuah bed terfluidisasi dengan kecepatan yang menimbulkan fluidisasi
lm

tanda penunjukkan log-mean cf. pers. (12.139) dan (12.141)

massa (kg, lbm)

tanda penunjukkan nilai rata-rata

mf

tanda penunjukkan fluidisasi minimum

ms

tanda penunjukkan slugging minimum

551
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
N

nilai baris pada direksi aliran di penukar panas

vektor alir molar (kmol s-1, lb mol s-1); menunjukkan A atau B untuk masing-

masing spesies A atau B; jika tidak dituliskan sebagai vektor, maka N menunjukkan
transfer langsung; w adalah tanda dinding.
Nar

Nilai Archimedes (Galileo), pers. (12.96)

NNu

nilai Nusselt , didefinisikan secara umum pada pers. (8.21), hL/k; dijelaskan

untuk berberapa karakterisitik panjang, untuk aplikasi umum, dan untuk suhu saat
nilai k dievaluasi: NNu,x cf. pers. (12.40); NNu,L, cf. pers (12.43); NNu, p, cf, pers. (12.85);
NNu, pb, cf pers. (12.142); NNu, fb, cf. pers. (12.102); NNu, t, cf. pers. (12.147); NNu, , nilai
nusselt lokal di lokasi sekitar lingkaran silinder, cf, gambar. 12.29; N Nu,tb, cf pers.
(12.161)
Npe,f

Jumlah Peclet dengan semua sifat dievaluasi pada suhu lapisan, produk NRE

dan Np lihat pers. (12,151)


Npr

Jumlah Prandtl, cpp / k, Persamaan. (8.4); NPR, f mengevaluasi p dan k di T ,;

NPR, w
mengevaluasi sifat pada suhu dinding
NRe

Bilangan Reynolds, panjang charactersitic kali kecepatan karakteristik dibagi

dengan viskositas kinematik ( / p); untuk piring datar di lokasi x, N RE adalah Xu, p /
p, lih Eq. (6.3); NRE, =, lih Eq. (12,16); Nr + adalah pelat datar Bilangan Reynolds
dievaluasi dengan x ,; NRE, r, lih Eq. (12,68); NRE, fb, lih Eq. (12,94); NRE ,,,, f, lih
Eq. (12,95); NMRe, lih Eq. (12,113); NRE, pb, lih Eq. (12,130) NRE, =, lih Eq.
(12,121); NRE, t adalah silinder Reynolds jumlah dievaluasi pada T ,, Eq. (12,145);
NRE, v adalah bilangan Reynolds berdasarkan d ,, Eq. (12,156); NRE ,, b,
Persamaan. (12,162)
Nsc

Nomor Schmidt, v / D, Persamaan. (8.6)

Nsh

Jumlah Sherwood, didefinisikan secara umum dalam Pers. (8.22); N SH, y,

Persamaan.
(12,87); Nsb fbPersamaan. (12,111); NshpbPersamaan. (12,143)
n

Jumlah bola

552
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW

Eksponen didefinisikan dalam Pers. (12,109) dan (12,161)

Eksponen dalam persamaan Richardson-Zaki, Persamaan. (12,114),

berkorelasi dengan
Persamaan. (12,116) melalui (12,120)

TekananPa, atm, lbf in.- 'atau psi); pA dan pB adalah tekanan sepanjang

merampingkan di lokasi A dan B pada Gambar. 12.18 dan 12.19; - Apd adalah
penurunan tekanan pada fluidisasi minimum
p

Tanda yang menunjukkan partikel atau bola

pb

tanda yang menunjukkan packed bed

energy (panas) vector alir (Js-1, Btu s-1)

Koordinat silinder (m, ft)

Radius, (m, ft); rr adalah radius bola atau partikel; r, adalah hidrolikradius,

pers. (12,126) dan (12,128)


S

Daerah aliran, lih Bab 7; subscript defmed seperti yang digunakan

SL

Jarak baris dalam bundel tabung arah aliran (m, ft)

ST

Spasi baris tegak lurus mengalir dalam bundel tabung (m, ft)

Subscript yang menunjukkan padatan di U,

Suhu (K, "R," C, "F); T, adalah suhu dinding atau permukaan;

T, adalah suhu cairan mendekati piring datar atau silinder atau objek tebing
lainnya; T ,, atau Tb adalah suhu massal, Persamaan. (11.31); Tf adalah suhu Film,
Persamaan. (11.32) atau (12,146); Tmb adalah rata-rata dari dua massal suhu,
Persamaan. (11,34); Al; ,, Eq. (12,141)
t

Waktu (s)

Subscript yang menunjukkan silinder; juga, U, adalah terminal (menetap)

kecepatan dari
partikel (sphere) menetap dalam cairan
tb

Subscript yang menunjukkan Bank tabung

tr

Subscript yang menunjukkan fluidisasi cepat (entrainment)

Vektor kecepatan (m s-r, s ft-l); U adalah besarnya U; UU UU,,

U ,, U, merupakan komponen dalam arah x, y, z, 8, r, 9; U ,, ave atau U ,,, adalah


berarti kecepatan dalam arah z; U, adalah kecepatan dalam saluran terbuka (gratis
kecepatan aliran); U, adalah terminal (menetap) kecepatan; di fluidisasi, U,
adalah kecepatan superfisial, dihitung atas dasar kolom kosong;

553
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
U ,, adalah kecepatan superfisial minimum untuk fluidisasi; U ,,,, minimum
kecepatan menggelegak dangkal [Eq. (12.99)]; U ,,,, dangkal minimum
kecepatan untuk timbulnya slugging fluidisasi; U, adalah dangkal minimum
kecepatan untuk timbulnya ffuidization bergolak [Eq. (12,100)]; Ut, adalah
kecepatan superfisial minimal untuk transportasi pneumatik padatan oleh
gas atau transportasi hidrolik dari padatan dengan cairan; Kami adalah rata-rata
(dangkal) padatan kecepatan; Ui adalah kecepatan superfisial untuk kekosongan
Fraksi sama dengan kesatuan, dari Persamaan. (12,115)
V

Volume (m3, ft "); V, adalah volume kemasan di tempat tidur dikemas

vf

Volume spesifik cair (m'kg- '); dalam bab ini, vf adalah spesifik

volume air dari Tabel A.1


v

Subscript yang menunjukkan bahwa d, didasarkan pada volume; NResY

didasarkan pada d
w

Laju aliran massa (kg s-r, lb ,,, s-l); w, adalah massa padatan m tempat tidur

fluidized
w

Subscript dinding yang menunjukkan

Rectangular (Cartesian) mengkoordinasikan

Jarak dari tepi terkemuka dari pelat datar; x, adalah lokasi

transisi dari laminar ke aliran turbulen


x

Subscript yang menunjukkan bahwa h, atau NRea atau NNur didasarkan pada

jarak x
(piring datar)
x

Dikenal di akar masalah-temuan, Contoh 12.16

xs

Fraksi volume padatan yang terlibat dalam transfer massa

Rectangular (Cartesian) mengkoordinasikan; dalam geometri pelat datar, y

adalah
jarak normal piring
y

Fraksi mol; ylm adalah fraksi mol log-rata, Persamaan. (12,88)

Zt

Jarak antara pusat tabung dalam bundel tabung

Rectangular (Cartesian) mengkoordinasikan; dalam geometri pelat datar, z

adalah
lebar piring

554
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
z1

Variabel dalam dekomposisi Persamaan. (12.11) pada Contoh 12.1; juga z,

Diffisivity termal, k / (pc,), lih Persamaan. (2.10) dan (12,31) (m'sr,

ft2 s-l)

Perbedaan, negara negara 2 minus 1; misalnya, -Ap berarti p1 -pz

Difusivitas umum (m "s- ', ft2 s-')

Ketebalan lapisan batas, biasanya jarak dalam arah y

mana UX sama atau melebihi 99 persen dari aliran bebas kecepatan U,


(m, ft); Aku & dan 6, adalah ketebalan dari panas dan batas massa
lapisan, masing-masing

Fraksi void (juga disebut porositas atau voidage), didefinisikan sebagai rasio

Volume bebas untuk total volume, Persamaan. (12,81); e, f adalah porositas


minimum atau
fraksi void untuk timbulnya fluidisasi; lih Eq. (12,92)

Variabel kesamaan, persamaan. (12,5)

Suhu berdimensi, Persamaan. (12,29); 0 'adalah derivatif dengan hormat

untuk n; Atau. ,, Konsentrasi berdimensi, Persamaan. (12,48)

Lengkung mengkoordinasikan

Viskositas (kg ml sl atau N rnp2 s, lb ,,, ft- 's-', cP); pw adalah viskositas di

dinding; di fluidisasi, p adalah viskositas padatan-cairan bebas


v

Viskositas kinematis, p / p (momentum difusivitas) (m "sl, ft2 s- ')

Rasio keliling lingkaran dengan diameternya (3.141592 65...)

Density (kg mm3, lb ,,, ft- "); dalam persamaan fluidisasi, p adalah densitas

padatan bebas cairan; subskrip 1 dan 2 mengacu pada kepadatan keseluruhan


fluidized
tidur di ketinggian Ll dan L2; P ,,, adalah densitas campuran padat-cairan; pp adalah
kepadatan partikel; pE adalah padatan kepadatan di Persamaan. (12,100)

Potensial kecepatan, didefinisikan oleh Persamaan. (12,53) (m's-l, ft2 s-l)

Kebulatan, didefinisikan oleh Persamaan. (12,105)

Geser stres di dinding piring datar, Persamaan. (12.13) (N me2, lbf ft- ')

Vektor fluks umum (misalnya, unit untuk fluks panas yang J me2 sl atau

W rne2, Btu fte2 s- '; lihat Tabel 2.1 dan 4.1 untuk rincian lebih lanjut)

Fungsi arus, didefinisikan dalam Persamaan. (12.6) (m's-l, ft2 s- ')

Konsentrasi umum dari properti (misalnya, unit untuk konsentrasi

555
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
panas adalah J me3, Btu ft- '; lihat Tabel 3.1 untuk daftar lengkap) (lihat
Tabel 4.2 untuk unit; misalnya, untuk panas, unit J rnw3 sl, Btu ftm2 sl)

'Kecepatan sudut dalam Pers. (12,91) (RAD ')

Operator vektor del, yang didefinisikan oleh pers. (2.16) atau (3,45); lih tabel

5.1
(m-i, ft- ')
Konsep batas lapisan laminar seperti yang disajikan dalam Bab 5, Bagian 5.1.7
dapat dianggap sebagai aliran atas badan tenggelam (yaitu, piring datar). Hanya
persamaan dasar disajikan di sana. Dalam bab ini, analisis akan diperpanjang untuk
menunjukkan sifat dari solusi, keterbatasan (pemisahan), dan
persamaan berguna untuk desain. Persamaan untuk perpindahan panas dan massa
di lapisan batas akan dibahas, serta persamaan analog untuk kondisi aliran
turbulen. Salah satu aspek yang paling penting dari pengembangan lapisan batas
berada di kawasan masuknya saluran, dan diskusi untuk kedua
laminar dan aliran turbulen disertakan.
Lapisan batas atas piring datar adalah salah satu aspek dari aliran melalui
tenggelam tubuh. Aplikasi praktis dari aliran atas tubuh tenggelam berlimpah;
untuk Misalnya, perampingan diterapkan untuk mobil untuk mengurangi tarikan
Pasukan dan jarak tempuh peningkatan gas. Perampingan juga penting dalam
pesawat terbang, di rudal, dan dalam perisai dipasang di atas taksi truk traktortrailer
(disebut "semifinal").
Dalam bab ini, penekanan ditempatkan pada aliran masa lalu cairan bola stasioner;
dicatat bahwa masalah ini identik dengan gerakan dari sphere dalam cairan
stasioner. Hukum Stokes 'berlaku untuk cairan mengalir pada sangat rendah Tingkat
melewati bola stasioner. Membajak pada kecepatan yang lebih tinggi umumnya
membutuhkan solusi empiris. Aplikasi termasuk pengendapan partikel asap, koleksi
debu untuk mencegah polusi udara, menetap padatan dalam cairan, mengalir
dalam dikemas
(tetap) tempat tidur, dan mengalir di tempat tidur fluidixed. Seringkali tempat tidur
dikemas atau flmdixed mengandung partikel katalis, dan reaksi kimia berlangsung

556
HEAT AND MASS TRANSFER IN DUCT FLOW
bersama dengan panas
dan transfer massa [H2]; dengan demikian, korelasi untuk ini diperlukan juga. Bab
ini juga mencakup aliran atas silinder stasioner, serta aliran melalui kelompok
silinder. Sebuah aplikasi penting adalah dalam desain dan operasi penukar panas, di
mana kedua perpindahan panas dan momentum Transfer harus diperhatikan.
Korelasi empiris akan disajikan dan dibahas. Lain, aplikasi dalam pengoperasian
peralatan penelitian, seperti sebagai anemometer panas-kawat.
Dalam teknik kimia, aliran lebih objek individu adalah penting, tetapi yang lebih
penting adalah aliran selama beberapa tubuh. Jadi, bab ini akan penutup terhalang
menetap, transportasi di tempat tidur dikemas, transportasi di tempat tidur
fluidiied, dan mengalir di bank tabung.
12.1 LAPISAN BATAS DAN DAERAH MASUK
Lapisan Boundary(batas) dipertimbangkan untuk daerah dengan perubahan
kecepatan ketika kekentalan viskositas mengalir melalui boundary padatan, seperti
piringan datar. Di dalam daerah lapisan boundary (batas), antara fluida inersia (atau
konveksi momentum) dan efek kekentalan