Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Kebersihan

Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan
bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau
infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen,
dan bahan kimia berbahaya.
Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik. Manusia perlu menjaga
kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu, tidak
menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain.
Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti mandi, menyikat gigi, mencuci
tangan, dan memakai pakaian yang bersih.
Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai
sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara melap jendela dan perabot
rumah tangga, menyapu dan mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan
makan (misalnya dengan abu gosok), membersihkan kamar mandi dan jamban, serta
membuang sampah. Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan halaman dan
selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari sampah.
"Buanglah sampah pada tempatnya". Slogan itu mungkin masih terngiang dipikiran kita
sebagai seorang pelajar. Tetapi dimanapun slogan itu berada, terkadang dibeberapa sekolah
masih saja ada sampah yang menemaninya disepanjang lorong maupun didalam kelas.
Kedisiplinan dapat diartikan sebagai tingkat kepatuhan siswa terhadap peraturan disekolah,
baik mengenai jadwal pelajaran maupun kebersihan. Jadwal piket merupakan salah satu
peraturan yang harus dipatuhi dan ditaati oleh para siswa disekolah. Karena itu, kita dapat
menilai kedisiplinan seseorang melalui kebersihan kelas. Bila kelas bersih, itu berarti
kedisiplinan petugas piket baik, sedangkan bila sebaliknya berarti kurang baik.
Menjaga kebersihan kelas itu sangatlah penting. Selain melatih kedisiplinan, menjaga
kebersihan kelas harus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit di sekolah seperti
Demam Berdarah.
Upaya menciptakan kebersihan sekolah
Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh, dan penuh dengan sampah.
Disamping itu, sampah yang sering kita buang dengan sembarangan dapat mencemari
lingkungan baik didalam maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana
belajar yang tidak nyaman. Demi terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan
indah sebaiknya melakukan upaya-upaya yang bersifat mengatasi masalah tersebut, upayaupaya yang perlu di lakukan adalah sebagai berikut:
Guru memberi contoh bila membuang sampah selalu pada tempatnya.
Membuat tata tertib yang isinya tentang pemberian denda setiap membuang sampah tidak
pada tempatnya.
Siswa diharapkan mempunyai kesadaran hati nuraninya sendiri untuk menjaga kebersihan
sekolah.
Petugas piket pada hari itu juga harus membersihkan kelas dan lingkungan sekitar.
Melarang siswa membuang sampah tidak pada tempatnya.
Melarang siswa mencorat-coret meja atau kursi di dalam kelas atau lingkungan sekitar dan
memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan dikelas adalah :
Menggunakan kolong meja hanya untuk menyimpan buku serta barang lain, bukan
sampah.
Menyediakan dan menggunakan alat kebersihan seperti sapu dan pengki.
Mengoptimalkan kinerja petugas piket.
Mengadakan penilaian atau perlombaan kebersihan kelas.
Melarang siswa membawa serta memakan makanan/minuman didalam kelas.
Meniadakan Koperasi dan mengadakan Kantin disekolah yang tidak menjual makanan

kemasan.
Mewajibkan siswa membawa makanan sendiri dari rumah.
Memberi denda pada siswa yang membuang sampah sembarangan.
Menyediakan tempat pembuangan sampah diluar kelas. Akan lebih baik jika tempat sampah
dikelompokkan berdasarkan jenis sampah.
Langsung mengunci kelas usai KBM
Faktor pendorong dan faktor penghambat perilaku sadar kebersihan lingkungan
sekolah
Menurut pengamatan saya, faktor-faktor yang menghambat gerakan sadar lingkungan hidup
siswa SMKN 2 KAB. TANGERANG adalah sebagai berikut.
1) Fasilitas pendukung dari pihak sekolah dan para siswa.
2) Kurangnya pembinaan dari aparat pemerintah.
3) Kesibukan para siswa
4) Masih minimnya kesadaran terhadap kebersihan sekolah.
Faktor-faktor yang mendorong gerakan sadar lingkungan hidup di SMKN 2 KAB.
TANGERANG adalah sebagai berikut.
1) Adanya kesadaran diri dari para siswa.
2) Adanya dorongan dari para pengajar.
3) Antusiasme dari masyarakat sebagai pendorong semangat para siswa.
Kesadaran terhadap kebersihan kelas siswa-siswi SMKN 2 KAB. TANGERANG
Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kondisi kebersihan di
kelas-kelas di SMKN 2 KAB. TANGERANG sebagian sudah bersih tetapi di kejuruan kelas
teknik masih kurang bersih karena kurangnya kesadaran dari sebagian siswa dan masih
banyak ditemukan coretan-coretan yang menempel di meja dan bangku, ini diakibatkan
karena kurangnya kesadaran siswa mengenai akan pentingnya kebersihan.
Agar kelas kita terlihat bersih, siswa dapat berperan dalam menjaga kebersihan kelas
dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, selain itu siswa juga bisa memungut
sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar
tidak ada sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Serta, siswa diharapkan tidak
mencorat-coret tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran, dengan begitu,
bangku dan tembok akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat
oleh siswa dan siswi. Siswa dan siswi juga diharapkan menyediakan alat alat kebersihan,
seperti sapu, kemoceng, dll. karena apabila memasuki musim hujan dan di suatu kelas itu
tidak tersedia alas kaki maka biasanya kelas itu akan menjadi kotor.
Hal yang paling pokok untuk peran siswa dan siswi dalam menjaga kebersihan kelas adalah,
kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga kebersihan kelasnya agar kelas tetap
dalam keadaan bersih dan nyaman untuk proses kegiatan belajar mengajar.
Kebersihan kelas di SMKN 2 KAB. TANGERANG dapat berpengaruh terhadap konsentrasi
belajar siswa
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengaruh kebersihan kelas terhadap konsentrasi
belajar siswa di kelas-kelas SMKN 2 KAB. TANGERANG, kebanyakan siswa tidak dapat
berkonsentrasi belajar jika ruangan kelas yang ditempatinya itu kotor. kalau kita dapat
persentasi tanggapan siswa itu sekitar 25 % yang tidak dapat berkonsentrasi dan sekitar 75
% yang masih bisa berkonsentrasi.
Kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Jika kelas bersih, indah dan
tertata rapi maka kemungkinan besar kenyamanan dalam proses pembelajaran akan
tercapai, selain itu konsentrasipun bisa lebih fokus, dengan begitu sistem kerja otak akan
semakin meningkat. Tetapi sebaliknya, jika lingkungan sekolah terutama kelas terlihat kotor
dan kumuh, pelajaran atau materi yang akan diberikan oleh guru akan sulit diterima oleh

siswa, hal ini disebabkan karena pecahnya konsebtrasi akibat situasi kelas yang tidak
nyaman. Suasana kelas yang seperti ini juga menyebabkan siswa bosan atau mengantuk.
Maka dari itu kelas harus selalu dalam keadaan bersih agar siswa bisa meningkatkan
konsentrasi belajarnya.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kelas yang kotor sangat
mengganggu konsentrasi belajar siswa. Dan sebaliknya jika kelas itu bersih maka
konsentrasi belajar siswa akan menjadi nyaman dan fokus.