Anda di halaman 1dari 115

Paparan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Press Workshop:

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Pondok Cabe, 14 Januari 2014

SISTEMATIKA

PENGANTAR

II

ARAH KEBIJAKAN DAN CAPAIAN


PEMBANGUNAN PENDIDIKAN

III

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

I
PENGANTAR

Bonus Demografi:
Mempersiapkan Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka
Population (000)

(%)

Window of
opportunity

350,000
300,000

100.0
90.0
80.0

250,000

70.0
60.0

200,000

50.0
150,000

40.0
30.0

100,000

20.0
50,000

10.0

Population

2050

2045

2040

2035

2030

2025

2020

2015

2010

2005

2000

1995

1990

1985

1980

1975

1970

1965

1960

1955

0
1950

Dependency ratio

Indonesian median age < 30 years (2012)


Indonesia has the demographic window of opportunity while Asia is aging ....
Source: United Nations, 2013

Generasi Emas 100 Tahun Indonesia Merdeka


Strukutur Penduduk Indonesia
Tahun 2010
90+

0.28

80-89

Pendidikan Menengah Universal (PMU) & Kurikulum 2013


Pendidikan Tinggi yang berkualitas dan berdaya saing
Pendidikan Dasar berkualitas dan merata
Pendidikan karakter
Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah

10.75

50-59

20.01

40-49

45-54 tahun
30.57

30-39

Generasi 100 thn Merdeka


(Usia pada tahun 2045)

Jumlah Penduduk:
317 Juta orang

5.43

60-69
Kelompok umur

Jumlah Penduduk:
237 Juta orang

1.58

70-79

Periode Bonus Demografi


2010-2035

35-44 tahun

38.34

20-29

41.20

10-19

43.55

0-9

45.93
0.00

20.00

40.00

Jumlah Penduduk (juta)

60.00

Paudisasi
Pendidikan Dasar berkualitas dan merata
Pendidikan karakter
Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011 dan United Nations 2013

II
ARAH KEBIJAKAN DAN CAPAIAN
PEMBANGUNAN PENDIDIKAN

4 Isu Pokok Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan


Tantangan
AKSES

MUTU & RELEVANSI

PELESTARIAN DAN
PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN

TATA KELOLA

Populasi yang besar


Disparitas sosial, ekonomi, geografis
Daya tampung terbatas
Layanan belum merata.

Sarana-prasarana rusak & kurang lengkap


Disparitas mutu & distribusi guru
Pendidikan karakter belum memadai
Adanya kesenjangan pendidikan dengan
dunia kerja

Konservasi produk budaya masih terbatas
Diplomasi budaya belum efektif
dimanfaatkan
Regulasi bidang kebudayaan masih
terbatas
...

Penggunaan sumberdaya belum efisien


Kurang fokus pada tupoksi
Kurang transparan
Kurang akuntabel

Arah Kebijakan
memastikan
ketersediaan dan
keterjangkauan

meningkatkan mutu dan


relevansi secara
berkelanjutan
menuntaskan konservasi,
pengembangan,
diplomasi, dan promosi
kebudayaan
memastikan
sumberdaya dikelola
efisien, efektif,
transparan, akuntabel
7

Kebijakan Pembangunan Dikbud Tahun 2014


Rujukan
UUD 1945, UU Sisdiknas (20/2003), UU Guru dan Dosen (14/2005), UU
Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan
(24/2009), UU Cagar Budaya (11/2010), UU Dikti (12/2012), dan
peraturan perundangan lain yg terkait.
RPJMN 2009-2014.
Renstra Kemdikbud 2010-2014.
Kontrak Kinerja Menteri dan Arahan Presiden
Arah
Kebijakan

1.Peningkatan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD),


pendidikan nonformal dan pendidikan informal;
2.Peningkatan kualitas wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun
yang merata.
3.Peningkatan akses, kualitas dan relevansi pendidikan menengah
universal (PMU).
8

Kebijakan Pembangunan Dikbud Tahun 2014


4. Peningkatan akses, kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan
tinggi, termasuk penyediaan BOPTN, ekspansi daya tampung
(termasuk pendirian PTN baru dan pembangunan Akademi
Komunitas).
5. Peningkatan profesionalisme, pemerataan distribusi, dan
kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.
6. Melanjutkan implementasi kurikulum 2013.
7. Pengembangan, pelindungan, dan pemanfaatan warisan budaya
dan bahasa serta peningkatan apresiasi masyarakat terhadap
keragaman seni dan budaya.
8. Penguatan tata kelola pendidikan yang berbasis pada performance
based budgeting dan reformasi birokrasi untuk meningkatkan
akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas manajemen pelayanan
pendidikan.
9

Pendidikan:
Peningkatan- Perluasan Akses dan Kualitas
(PAUD, Dikdas, Dikmen dan Dikti

Perluasan Akses Pendidikan

AKSES = f ( ketersediaan + keterjangkauan )


satuan pendidikan (tempat layanan
pendidikan) yang tersedia dan merata di
semua wilayah yang ada WNI..
kebijakan
Penambahan dan Pemerataan
Daya Tampung

1. Paudisasi
2. Wajar 9 Tahun
3. Pendidikan Menengah
Universal
4. Pengembangan PT Baru dan
Pembangunan Akademi
Komunitas
5. Sekolah Indonesia di Luar
Negeri dan CLC

..layanan pendidikan yang dapat


dinikmati oleh seluruh lapisan
masyarakat tanpa diskriminasi
status sosial-ekonomi
kebijakan
Penyediaan Biaya Operasional Sekolah
dan Bantuan Personal Siswa Miskin:

6. BOS
Supply
7. BOPTN
8. Bantuan Siswa/
Mahasiswa Miskin

Demand

12
12

PAUDNI: PAUDISASI (Satu Desa Satu PAUD)


76.0%

69.0%
75.0%

63.0%
58.0%

51.8%
46.5%

67.6%

6% 2,6 jt anak

62.2%

51.8%
40.0%

46.5%
2010

2011

2012

2013

2014

RPJMN
Realisasi
Sasaran 2014
Catatan:
APK PAUD = jumlah peserta PAUD / Jumlah penduduk usia 3-6 tahun

Kegiatan

BOP PAUD bagi 45.000 lembaga


Rehabilitasi 80 lembaga PAUD Terpadu
Bantuan rintisan dan penguatan PAUD bagi 6.000 Lembaga
Pemberian Alat Peraga Edukasi bagi 1.150 lembaga PAUD
Penguatan Sarana Pembelajaran 50 lembaga PAUD
Pemberdayaan 530 Lembaga Masyarakat/Ormas/Institusi untuk
menyelenggarakan PAUD
13

Perkembangan Kinerja Pendidikan, 2004-2012


120

112.5

115.71 116.56 116.77 115.33 115.43 116.2


111.2 112.57

100

Persen

80

81.22

85.22

88.68

60
40
20

49.01
17.48

52.2

17.94

56.22
19.98

92.52

60.51

20.65

96.18

64.28

21.26

98.11

69.6

21.57

98.2

70.53

26.34

99.47

103.9

76.5

78.7

27.09

27.9

117

118

107.3

110

82

85

28.7

30

0
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Tahun
APK SD/MI/Paket A

APK SMP/MTs/Paket B

APK SMA/SMK/MA/Paket C

APK PT/PTA (19-23 th)

Catatan: angka tahun 2013-2014 merupakan angka sasaran

14

Lama Sekolah dan Buta Aksara


PERSENTASE BUTA AKSARA
PENDUDUK 15-59 TAHUN

RATA-RATA LAMA SEKOLAH


PENDUDUK 15 TAHUN KE ATAS
8.4

6.5

8.2

8.25

7.927.94

7.52

7.75

5.44

5.97

5.30

4.5

7.85

5.17

4.84

4.52

5.02

4.18

4.43

7.60

7.4

6
5.5

8.10

7.72

7.8

4,02

3.5
3

7.2

2.5

Target RPJMN

2014

2013

2012

2011

2010

Capaian

2009

Target RPJMN

2014

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2008

7.6

8,01

Capaian

Capaian rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas tahun 2011
telah melebihi target tahun 2012 yang ditetapkan dalam RPJMN 2010-2014.
Angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas tahun 2011 menurun,
melampaui target tahun 2012 RPJMN 2010-2014.
15

Partisipasi (APM/APK) Siswa/Mahasiswa


96.8

96

95.2

APM SD/MI/Paket A
95,75

95.55
96.00
95.41
95.23
95.80
95.14
95.70
95.30
95.20

94.4

Target RPJMN
95

85
83
81
79
77
75
73
71
69
67
65

APM SMP/MTs/Paket B

Target RPJMN

Capaian

APK SMA/SMK/MA/Paket C

40

78,70

80

65

76.50
85.00
82.00
70.53
69.60
79.00
76.00
64.28 73.00

78,80

77.71
75.64
74.52
72.28
76.00
75.70
75.40
74.70
74.00

APK PT/PTA (usia 19-23 tahun)


27.09
26.30

25

Capaian

27,90

30.00
21.60
28.70
21.30
27.40
26.10
24.80

10

50

Target RPJMN

Capaian

Target RPJMN

Capaian

16

Angka Putus Sekolah (%), 2004/2005 2011/2012


3.00

3.00

SD

2.50
2.00

1.50

2.00

2.99

1.50

1.00

2.83

1.00

0.50

0.90

1.57

0.50

2004/2005

5.00

2011/2012

2004/2005

4.00

3.00

3.00

1.64

1.16

3.34
1.00

Sumber: PDSP, Kemdikbud

2011/2012

5.43

2.00

1.00

2004/2005

2011/2012

SMK

5.00

SMA

4.00

2.00

SMP

2.50

2004/2005

2011/2012

17

Bantuan Operasional Sekolah (BOS)


meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan
Sekolah

2011

2012

Unit Cost:

2013

2014

Rp. Siswa/Tahun

a. SD

397.000

580.000

580.000

580.000

b. SMP

570.000

710.000

710.000

710.000

120.000

1.000.0001)

1.000.000

c. SMA/SMK
Penyaluran:
a. SD

Kab/Kota

Provinsi

Provinsi

Provinsi

b. SMP

Kab/Kota

Provinsi

Provinsi

Provinsi

Pusat

Pusat

Pusat2)

c. SMA/SMK

1) Mulai Semester 1 Tahun Ajaran 2013/2014

18

Upaya Perbaikan Pengiriman Dana BOS

19

PERSEPSI TERHADAP PROGRAM BOS


Ya

Swasta

Tidak

Negeri + Swasta

Meningkatkan layanan
Pendidikan

Negeri

Ya

Tidak

0.00%

Meningkatkan fasilitas
sekolah

8.00%

Mengurangi biaya
pendidikan

8.00%

Meningkatkan layanan
Pendidikan

8.57%

Meningkatkan fasilitas
sekolah

8.33%

Mengurangi biaya
pendidikan

Meningkatkan layanan
Pendidikan

5.00%

Meningkatkan fasilitas
sekolah

8.20%

Mengurangi biaya
pendidikan

4.84%

2.70%
0%

20% 40% 60% 80% 100%

0%

20% 40% 60% 80% 100%

Sumber: Survey Persepsi Orang Tua dan Guru/Kepala Sekolah, UKMP3, 2013

20

Dikti: Pembangunan Perguruan Tinggi


Membuat Sabuk Pengaman Sosial Budaya
menjamin penyedian dan peningkatan daya tampung Perguruan Tinggi
secara merata di Indonesia
Poli Sendawar

Univ. Samudera Langsa


Univ. Teuku Umar

Univ Borneo Tarakan


Poli Nusa Utara

Umrah
Poli Bengkalis
Poli Batam

Gorontalo:
Poltek Gorontalo

Poli Terpikat Sambas

IT Kalimantan
Poli Balikpapan

Univ Sulawesi Barat

Tanah Laut
Univ 19 November Kolaka
Poli Sidoarjo Poli Madura
Univ Andi Djemma

Poli Subang

Calon PTN Baru


Pusat Unggulan (Center Of Exellence)
Usulan Penegerian

Uni Musamus

DKI Jakarta: Poli Muara Teweh


UPN Veteran Jakarta
Poli

IT Lampung Selatan
PTN yg telah ada
PTN Baru (Telah Dibuka)

Poli Fak-Fak
Poli Sorong
Poli Bitung

Univ. Babel Poli Ketapang


Polman Babel
Univ. Graha Nusantara

Maluku Utara:
Poltek Perdamaian Halmahera

Poli Madiun

Poli Banyuwangi

Jawa Tengah & DIY:


Univ Tidar Magelang
UPN Veteran Yogyakarta
Jawa Timur:
UPN Veteran Jawa Timur
Jawa Barat:
Univ Panca Marga Probolinggo

Univ Timor Poli Sidoardjo, Bitung, dan Sorong:


NTT:
Univ Nusa Nipa

Pengelola oleh Kem Kelautan dan Perikanan

Univ Siliwangi Tasikmalaya


Univ Swadaya Gunung Jati
Univ Singaperbangsa Karawang
Poltek Sukabumi

21

Dikti: Pembangunan Akademi Komunitas


Amanat UU Dikti dan Ikut Menyiapkan SDM di 6 Koridor Ekonomi
1. Aceh Utara
2. Aceh Tamiang
3. Langsa
2. Kab. Deliserdang
4. Bengkalis
5. Pelalawan

1. Kab. Aceh Barat


6. Nias Utara
3. Kab. Tanah Datar

31. Kota Bontang


29. Kab. Singkawang
22. Paser
23. Berau

11. Pringsewu
12. Mesuji

24. Polewali Mandar


25. Enrekang

4. Kota Prabumulih
5. Kab. Pagar Alam
6. Pangkal Pinang

35. Kab. Manokwari

33. Kab. Kolaka


14. Trenggalek
15. Madiun
16. Bondowos
17. Gresik

26. Bombana

27. Kep. Yapen

10. Kab. Karawang


11. Kab. Cianjur

12. Kab. Tuban


7. Solok Selatan
13. Kab. Jepara 30. Kab. Waringin TImur
8. Dharmasraya
34. Kab. Buru
9. Sawah lunto
24. Kab. Gianyar
28. Kab. Nagekeo
10. Padang Pariaman
32. Kab. Keerom
7. Kab. Muko-muko
8. Kab. Lampung Tengah
14. Kab. Ponorogo
9. Kab. Rejang Lebong
19. Ende
15. Kab. Pacitan
20. Lembata
16. Kab. Sumenep
13. Rembang 17. Kab. Temanggung
26. Kab. Sumbawa
21. Kupang
= 2012
18. Kab. Situbondo
25. Kab. Mataram
19. Kab. Sidoarjo
20. Kab. Nganjuk
27. Kab. Sumba Timur
= 2013
21. Kab. Bojonegoro 18. Sumbawa Barat
22. Kab. Lamongan
= 2014 (lokasi akan ditentukan)
23. Kota Blitar

Keterangan:
35
27
30

22

Penyediaan BOPTN
Upaya Mengendalikan Biaya Pendidikan Tinggi
Amanat UU 12/2012
Pemerintah mengalokasikan dana bantuan operasional PTN dari anggaran fungsi Pendidikan
Alokasi BOPTN
(Trilyun Rp)

3.2
2.7

1.2

2012

2013

2014

PENGGUNAAN
1. Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat
2. Biaya pemeliharaan
3. Penambahan bahan praktikum/kuliah
4. Bahan pustaka
5. Penjaminan mutu
6. Pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan
7. Pembiayaan langganan daya dan jasa
8. Pelaksanaan kegiatan penunjang
9. Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) dalam pembelajaran
10. Honor dosen dan tenaga kependidikan non PNS
11. Pengadaan dosen tamu
12. Sarana Prasarana Sederhana
13. Kegiatan lain yang merupakan prioritas dalam
renstra PT
23

Sebaran UKT Mahasiswa Baru Nasional


Jumlah
Mahasiswa
45,000

13.91% 13.35%

16.00%

12.90%

40,000

12.49%

35,000

10.64%

9.95%
9.60%

30,000

MAHASISWA

14.00%

PROSEN

12.00%
10.00%

25,000
8.00%

20,000
15,000

4.86%

2.22% 2.85%
0.38% 0.99% 1.20%

10,000
5,000

6.00%

3.85%

0.81%

4.00%
2.00%

>10,0

9,0-10,0

8,0-9,0

7,0-8,0

6,0-7,0

5,0-6,0

4,0-5,0

3,0-4,0

2,5-3,0

2,0-2,5

1,5-2,0

1,0-1,5

0,5-1,0

0-0,5

0.00%

SPP (Juta Rp)

24

Bantuan Siswa/Mahasiswa Miskin


Menjamin Peserta Didik Tetap Sekolah
219,799

PT
145,539

Beasiswa Bidik Misi

Total Penerima BSM 2014


12,86 juta siswa/mhs

1,696,975

SM

Jenjang

1,181,714

2,893,187

SMP
1,661,205

Satuan Biaya (Ribu Rp):


2013
2014

SD

360

450

SMP

560

750

SM

1.000

1.000

PT

12.000

12.000

8,062,561

SD
3,530,305

2014

APBN 2013
25

Perbandingan Indeks Prestasi Rata-rata Angkatan 2010


per Jenis Perguruan Tinggi Berdasarkan Jenis Kelamin
Target IPK
minimum
program Bidikmisi

3.4

3.3

3.27
3.17

IPK Rata-rata

3.2
3.1

3.21

3.06

3.06

3.16
3.08 3.08

3.37

3.33

3.26

3.22

3.17
3.16

3.11

3.18

3.23

3.21
3.21
3.16

3.12

3.06

3.19

3.19

3.12
3.06

3.05
3.00

2.98

2.97

2.9
2.8

Sem 1

Sem 2

Sem 3

Sem 4

Universitas

Institut

Politeknik

Universitas

Institut

Politeknik

Universitas

Institut

Politeknik

Universitas

Institut

Politeknik

Universitas

Institut

Politeknik

2.7

Sem 5

IPK rata-rata mahasiswi lebih tinggi dibandingkan dengan IPK rata-rata


mahasiswa
86,7% mahasiswa Bidikmisi IPK 2,75
79 mahasiswa Bidikmisi IPK = 4,0
26

Kunjungan Ke Rumah Penerima Bidik Misi


Purwokerto
Purwokerto

Gorontalo
Jambi
Manado

Kupang

27

Peningkatan Mutu dan Relevansi


Pendidikan

MUTU = f ( Pendidik + Kurikulum + Sarana )

Pendidik yang profesional


dan merata di semua wilayah..
kebijakan

Sertifikasi Pendidik
Kualifikasi Pendidik
SM3T
PPG dan Pelatihan
berkelanjutan

...Implementasi
Kurikulum 2013

kebijakan

kebijakan

Peningkatan Kualitas dan


Pemerataan Pendidik

1.
2.
3.
4.

..jaminan sarana prasarana


yang memenuhi standar
nasional pendidikan

Penerapan Kurikulum
Tematik Terpadu

5.
6.

Kurikulum 2013
Ujian Nasional

Penyediaan Sarana Prasarana


Pendidikan sesuai SNP

7.
8.
9.

Rehabilitasi ruang kelas


Sekolah terkoneksi
Internet
Laboratorium dan
Perpustakaan

29

Peningkatan Kualitas Guru

1. UKA - UKG
2. Pengembangan
Keberkelanjutan

Peningkatan
Mutu

Perbaikan
Pendidikan
Penyediaan Guru Baru
Guru

Pengukuran kinerja

Perbaikan Pendidikan Guru (UU 14/2005


Pasal 23 Ayat (1)):

Seleksi Khusus

Berasrama (untuk memperkuat


kompetensi kepribadian dan sosial)

Kemampuan mengampu mata


pelajaran ganda (mayor-minor)

Beasiswa

2,9 juta guru


Pensiun
33 ribu/tahun
30

SM3T
...Sarjana Mendidik daerah 3T (SM3T) untuk menjamin semua sekolah di daerah 3T dilayani
oleh tenaga pendidik yang cukup dan cakap..
20
80

90 Pidie Jaya

90 Aceh Besar

60

110

Gayo Lues
90 Aceh Timur

80
Simeulue
100

40 Karimun

90

110 Natuna
150

100

130 Sanggau

150

90

130
110 Malinau
130 Nunukan

170

275 Kep. Sangihe, Sitaro, Talaud


40

50

60
95

Manokwari 90

60

40
90 Landak

50

Manggarai
100

Keterangan:

130

90

90
Sorong 110

150
50

165 Kupang

80

40 Kaimana

Teluk Bintuni 95
90 Lembata
40

100 Rote Ndao 150


Ngada 90 140 Ende 50

Manggarai Timur 90

= 2014 (63 Kab di 10 Prov)

90 Alor

90

Sumba Timur 170

= 2013 (62 kab. di 10 Prov)

Nabire

60 Yahukimo

90 Flores Timur

70

8.683

95

115 Biak Numfor

80

3.100

Teluk Wondama

95 Raja Ampat

50
130 Kutai Barat

90 Nias

Aceh
100
110
Selatan
Aceh
Singkil

20
Kep. Anambas
110

130

40 Timika

Waropen 95
Maluku Barat Daya
30

40
90

30

Mimika

63 Kab. di 10 Prov
31

32

PPGT
....Program Rintisan Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi Berkewenangan Tambahan (PPGT)
untuk memenuhi kekurangan guru pada daerah terdepan, terluar dan tertinggal....
Aceh
135
85

147

165

20

Sumut

Kaltim

Kepri
10

Kalbar
20
8

Sulut

17
96

8
30

27

35
25

Pabar

11

Papua

19
10
30

Maluku

Keterangan:
464

= 2011

500

= 2012

509

= 2013

500

= 2014

125
199

22

80
33

52

105

NTT

LPTK Penyelenggara:
1. Universitas Negeri Padang
2. Universitas Negeri Jakarta
3. Universitas Pendidikan Indonesia
4. Universitas Negeri Semarang
5. Universitas Negeri Yogyakarta
6. Universitas Negeri Surabaya
7. Universitas Negeri Makassar
8. Universitas Negeri Menado
9. Universitas Bengkulu
10. Universitas Sanata Dharma

50

241
162

33

II
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Daftar Isi Kurikulum 2013


A

Pengembangan Kurikulum 2013

Buku Kurikulum 2013

Model Pembelajaran

Hasil Monitoring dan Evaluasi Implementasi


Kurikulum 2013

Rencana Implemenasi Tahun 2014

35

Pengembangan Kurikulum 2013

Tujuan Pendidikan Nasional


(Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003)
Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sikap Spiritual

beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Sikap Sosial

berakhlak mulia, sehat, mandiri, dan demokratis serta


bertanggung jawab

Pengetahuan

berilmu

Keterampilan

cakap dan kreatif

.... memanusiakan manusia (humanizing human being)......


37

Strategi Peningkatan Kinerja Pendidikan

Efektivitas
Pembelajaran
(Kurikulum,
Guru,..)

Dikdas-Wajar 9 th

Lama Sekolah
Periode 1994-2012

Dikmen-PMU
Mulai 2013
38

Dinamika Kurikulum

Perkembangan

Perubahan
Kebutuhan

Akademik

Pengetahuan

Industri

Keterampilan

Sosial-Budaya

Sikap

Pengembangan
Kurikulum

Pedagogi, Psikologi
SDM yang
Kompeten
Pengetahuan
Keterampilan

Sikap

39

Manfaat Perubahan Kurikulum


Penataan perbukuan:
Aspek substansi
Aspek ekonomi

Penataan LPTK dalam penyiapan dan pengadaan guru


Substansi pendidikan
Manajemen pengembangan

Penataan Pelatihan guru


Materi pelatihan
Model pelatihan (termasuk pelatihan berkelanjutan dalam rangka
penyiapan pengukuran kinerja guru)

Memperkuat budaya sekolah:


Pengintegrasian kurikuler, ko-kurikuler, ekstra kurikuler
Penguatan peran BK
Pembenahan manajemen sekolah terutama pemanfaatan fasilitas sekolah

Memperkuat integrasi pengetahuan-bahasa-budaya


Memperkuat NKRI
40

Elemen Perubahan pada Kurikulum 2013

Elemen Perubahan

41

Proses Perumusan

Keterkaitan Kompetensi Lulusan antar Jenjang Pendidikan

PAUD
PAUD
PAUD

KIKI
KL

Kelas IIII
Kelas IIII

KIKI
KL

Kelas IV
Kelas IV

KIKI
KL

Kelas V
Kelas V

Tujuan
Pendidikan
Nasional

KIKI
KL

Kelas VI
Kelas VI

PT/PTA

SMA/K/MA

SMP/MTs

SD/MI
Proses Pembentukan

Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
MataPelajaran
Pelajaran
Himpunan
Kompetensi Inti
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran Dasar
Himpunan Kompetensi
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
MataPelajaran
Pelajaran

KL : Kompetensi Lulusan

42

Proses Perumusan

Keterkaitan antara Kompetensi Lulusan, Kompetensi Dasar dan


Matapelajaran untuk SD

Kelas I

Kelas VI

Kelas V

Kelas IV

Kelas IIII

Kelas II

Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran Dasar
Himpunan Kompetensi
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Mata
MataPelajaran
Pelajaran

.. Kurikulum 2013 menekankan pentingnya penguatan


kompetensi sikap (spiritual dan sosial) lulusan ...
.... memanusiakan manusia ....

Proses Pembentukan

KIKI
KI
Kelas
KelasI KI
I
Kelas I

KIKI
KI
Kelas
KelasIIKI
II
Kelas II

KIKI
KIKI
Kelas
KelasIIIIIIII
Kelas IIII

KIKI
KIKI
Kelas
KelasIVIV
Kelas IV

KIKI
KI
Kelas
KelasVKI
V
Kelas V

Kompetensi
Kompetensi
Lulusan
Lulusan
Kompetensi
Lulusan

KIKI
KIKI
Kelas
KelasVIVI
Kelas VI

KI : Kompetensi Inti

43

Tema Pengembangan Kurikulum 2013


(Sesuai UU 20/2003)

Kurikulum yang dapat


menghasilkan insan
indonesia yang:

Produktif
Kreatif
Inovatif
Afektif

Produktif, Kreatif,
Inovatif,
Afektif
melalui penguatan

Sikap, Keterampilan,
dan Pengetahuan
yang terintegrasi

44

PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013


TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

4. Penyesuaian Beban
3. Penguatan Proses

KBK 2004
KTSP 2006

2. Pendalaman dan
Perluasan Materi

KURIKULUM
2013

1. Penataan Pola
Pikir dan Tata Kelola

TANTANGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL


45

Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum


No

KBK 2004

KTSP 2006

Kurikulum 2013

Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan


Standar Isi
diturunkan dari kebutuhan

Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan


Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan
Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata
Pelajaran

Pemisahan antara mata pelajaran


Semua mata pelajaran harus
pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, berkontribusi terhadap
dan pembentuk pengetahuan
pembentukan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan,

Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran

Mata pelajaran diturunkan dari


kompetensi yang ingin dicapai

Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain,


seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah

Semua mata pelajaran diikat


oleh kompetensi inti (tiap kelas)

Standar Isi diturunkan dari


Standar Kompetensi Lulusan
melalui Kompetensi Inti yang
bebas mata pelajaran

46

Pendekatan Dalam Penyusunan SKL Pada KBK 2004 dan KTSP 2006

Mapel 1

Mapel 2

Mapel 3

SKL Mapel 1

SKL Mapel 2

SKL Mapel 3

SK-KD Mapel
1

SK-KD Mapel
2

SK-KD Mapel
3

....
....
....

Mapel n
SKL Mapel n
SK-KD Mapel
n

Standar Isi
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Satuan Pendidikan

SK-KD: Standar Kompetensi (Strand/Bidang) dan Kompetensi Dasar

47

Perubahan Alur Pikir


Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

KERANGKA DASAR KURIKULUM


(Filosofis, Yuridis, Konseptual)

STRUKTUR KURIKULUM
STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL)
STANDAR
PROSES

STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN

STANDAR
PENILAIAN

PEDOMAN
SILABUS
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
Oleh Satuan Pendidikan

BUKU TEKS
SISWA
PEMBELAJARAN &
PENILAIAN

Standar Isi sebagai Sumber Standar Proses, Kompetensi


Lulusan dan Penilaian (KBK 2004 dan KTSP 2006)

Standar Kompetensi Lulusan sebagai Sumber


Standar Proses, Isi dan Penilaian (Kurikulum 2013)

48

KBK 2004 dan KTSP 2006


Kerah

Saku

Lengan Kiri

Lengan Kanan

Muka Kiri

Muka Kanan

Belakang

49

Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013


KESIAPAN PESERTA DIDIK

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

KEBUTUHAN

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN

KERANGKA DASAR KURIKULUM


STRUKTUR KURIKULUM
STANDARPROSES

KI KELAS & KD MAPEL


(STANDAR ISI)

STANDAR
PENILAIAN

SILABUS
PANDUAN GURU
RENCANA
PEMBELAJARAN
Oleh Satuan
Pendidikan /Guru

BUKU TEKS SISWA


PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
BUKU
PENGAYAAN

PENILAIAN
PEMBELAJARAN

KTSP
50

Kemeja Lengan Panjang Warna Biru


Ukuran M (Bahu: 38 cm; Dada: 92 cm; Pinggang 86 cm; Panjang 83 cm; Lengan 58 cm)

38 cm

saku

86 cm

kerah

58 cm

92 cm

Lengan Kiri

Muka Kiri

Belakang

83 cm

Muka Kanan

Lengan Kanan

51

Pembagian Peran-Tugas Pemerintah dan Satuan Pendidikan/Guru


serta Efektivitas Waktu Pembelajaran

Alokasi waktu persiapan silabus


dan review buku

Peran-Tugas Guru/Satdik

KTSP 2006

Efektivitas waktu pembelajaran

Efektivitas waktu pembelajaran


Alokasi waktu guru untuk persiapan
silabus dan review buku ajar

KBK 2004

Kurikulum
2013

Peran-Tugas Pemerintah
... Kurikulum 2013 memberikan kesempatan yang lebih besar bagi guru/satuan pendidikan untuk
meningkatkan efektivitas waktu pembelajaran .....
52

Refleksi dari Hasil PISA 2009


100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Matematika

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Level 6
Level 5
Level 4

IPA

Level 3
Level 2
Level 1
Below Level 1

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Level 6

Level 5
Level 4

Bahasa
Level 3
Level 2
Level 1b

Hampir semua siswa Indonesia hanya


menguasai pelajaran sampai level 3 saja,
sementara negara lain banyak yang sampai level
4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan bahwa semua
manusia diciptakan sama, interpretasi dari hasil
ini hanya satu, yaitu: yang kita ajarkan berbeda
dengan tuntutan zaman penyesuaian
kurikulum
53

Hasil TIMSS Matematika SMP/MTs Kelas VIII


2007
Very Low

Low

2011

Intermediate

High

Advance

Low

Intermediate

High

Advance

Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 50%
siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua
anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda
dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
54

Indonesia

Morocco

Saudi Arabia

Iran

Thailand

Malaysia

Turkey

Japan

Korea, Rep. of

Singapore

Chinese Taipei

Saudi Arabia

Morocco

Indonesia

Iran

Malaysia

Thailand

Turkey

Japan

Singapore

Korea, Rep. of

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Chinese Taipei

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Very Low

Hasil TIMSS IPA SMP/MTs Kelas VIII


2007
Very Low

Low

2011

Intermediate

High

Advance

Low

Intermediate

High

Advance

Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 40%
siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua
anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda
dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
55

Morocco

Indonesia

Saudi Arabia

Thailand

Malaysia

Iran

Turkey

Japan

Korea, Rep. of

Chinese Taipei

Singapore

Saudi Arabia

Morocco

Indonesia

Iran

Turkey

Thailand

Malaysia

Korea, Rep. of

Japan

Chinese Taipei

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Singapore

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Very Low

Hasil TIMSS Membaca SD/MI Kelas IV


2006
Very Low

Low

2011

Intermediate

High

Advance

Low

Intermediate

High

Advance

Morocco

Indonesia

Saudi Arabia

Iran

Chinese Taipei

Singapore

Morocco

Indonesia

Iran

Chinese Taipei

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Singapore

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Very Low

Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara lebih dari
50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa
semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia
berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
56

Perbandingan Kurikulum IPA SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS


Domain

Topics

Biology

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Major organs and organ systems in humans and other organisms


Cells and their functions, including respiration and photosynthesis as cellular process
Reproduction and heredity
Role of variation & adaptation in survival/extinction of species in a changing environ.
Interdependence of populations of organisms in an ecosystem
Reasons for increase in worlds human population and its effects on the environment
Human health (infection, prevention, immunity) and the importance of diet & exercise

Chemistry

1.
2.
3.
4.

Classification, composition, and particulate structure of matter (inside atom)


Solutions (solvent, solute, concentration/dilution, effect of temperature on solubility)
Properties and uses of common acids and bases
Chemical change (transformation, conservation, oxidation)

Physics

1.
2.
3.
4.
5.

Physical states and changes in matter


Energy forms, transformations, heat, and temperature
Basic properties/behaviors of light and sound
Electric circuits and properties and uses of permanent magnets and electromagnets
Forces and motion (forces, basic description of motion, effects of density & pressure)

Earth
Science

1.
2.
3.
4.

Earths structure and physical features


Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII
Earths processes, cycles, and history
Earths resources, their use, and conservation
Earth in the solar system and the universe

57

Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS


Domain

Topics

Number

1.
2.
3.
4.
5.

Computing, estimating, or approximating with whole numbers


Concepts of fractions and computing with fractions
Concepts of decimals and computing with decimals
Representing, comparing, ordering, and computing with integers
Problem solving involving percents and proportions

Algebra

1.
2.
3.
4.
5.

Numeric, algebraic, and geometric patterns or sequences


Simplifying and evaluating algebraic expressions
Simple linear equations and inequalities
Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII
Simultaneous (two variables equations)
Representation of functions as ordered pairs, tables, graphs, words, or equations

Geometry

1.
2.
3.
4.

Data &
Chances

1. Reading and displaying data using tables, pictographs, bar, pie, and line graphs
2. Interpreting data sets
3. Judging, predicting, and determining the chances of possible outcomes

Geometric properties of angles and geometric shapes


Congruent figures and similar triangles
Relationship between three-dimensional shapes and their two-dimensional represent.
Using appropriate measurement formulas for perimeters, circumferences, areas, surface
areas, and volumes
5. Points on the Cartesian plane
6. Translation, reflection, and rotation

Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa
kelas VIII yang mengikuti TIMSS
58

Perbandingan Kurikulum Matematika SD Kelas IV dan Materi TIMSS


Domain

Topics

Number

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Concepts of whole numbers, including place value and ordering


Adding, subtracting, multiplying, and/or dividing with whole numbers
Concepts of fractions
Adding and subtracting with fractions
Concepts of decimals, including place value and ordering
Adding and subtracting with decimals
Number sentences
Merah: Belum Diajarkan di Kelas IV
Number patterns

Geometry
Shapes and
Measurement

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Lines: measuring, estimating length of; parallel and perpendicular lines


Comparing and drawing angles
Using informal coordinate systems to locate points in a plane
Elementary properties of common geometric shapes
Reflections and rotations
Relationships between two-dimensional and three-dimensional shapes
Finding and estimating areas, perimeters, and volumes

Data
Display

1. Reading data from tables, pictographs, bar graphs, or pie charts


2. Drawing conclusions from data displays
3. Displaying data using tables, pictographs, and bar graphs

Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa
kelas IV yang mengikuti TIMSS
59

Penyesuaian Beban:
Tingkat Kesulitan Mata Pelajaran
PKN KTSP 2006 Kelas IV

PKN KTSP 2006 Kelas V

Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan


pemerintahan desa dan pem. kecamatan
Menggambarkan struktur organisasi desa dan
pemerintah kecamatan
Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan
pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi
Menggambarkan struktur organisasi
kabupaten, kota, dan provinsi
Mengenal lembaga-lembaga negara dalam
susunan pemerintahan tingkat pusat, seperti
MPR, DPR, Presiden, MA, MK dan BPK
Menyebutkan organisasi pemerintahan
tingkat pusat, seperti Presiden, Wakil
Presiden dan para Menteri
Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang
pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan
internasional
Memberikan contoh sederhana pengaruh
globalisasi di lingkungannya
Menentukan sikap terhadap pengaruh
globalisasi yang terjadi di lingkungannya

Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik


Indonesia
Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam
menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia
Pengertian dan pentingnya peraturan
perundang-undangan tingkat pusat dan daerah
Memberikan contoh peraturan perundangundangan tingkat pusat dan daerah, seperti
pajak, anti korupsi, lalu lintas, larangan merokok
Mendeskripsikan pengertian organisasi
contoh organisasi di lingkungan sekolah dan
masyarakat
Menampilkan peran serta dalam memilih
organisasi di sekolah
Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama
Mematuhi keputusan bersama
Warna merah: terlalu berat bagi siswa SD

60

Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas


Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:
2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui
pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.
Kebalikannya berlaku untuk kemampuan kecerdasan yaitu: 1/3 dari
pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.
Pembelajaran berbasis
Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:
kecerdasan tidak akan
-

Observing [mengamat]
Questioning [menanya]
Personal
Experimenting [mencoba]
Associating [menalar]
Networking [Membentuk jejaring]

memberikan hasil siginifikan


(hanya peningkatan 50%)
dibandingkan yang berbasis
kreativitas (sampai 200%)

Inter-personal

Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman


personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning]
untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk
bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning
61

Pergeseran Pengertian tentang Kreativitas


Banyak penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dapat dipelajari dan dapat diterapkan dimana saja,
sehingga pendidikan harus diarahkan pada penguatan keterampilan kreatif

Pemahaman Lama

Pemahaman Baru

Terbatas untuk seni

Untuk semua mata pelajaran

Murni bakat

Keterampilan yang dapat dipelajari

Originalitas

Originalitas dan nilai (asas manfaat)

Tidak perlu pengetahuan pendukung Pengetahuan lapangan sangat


diperlukan
Terobosan besar

Keterampilan berfikir (kontribusi


dalam pengembangan)

Free play (bebas) dan discovery

Stimulation play (terarah) dan


discovery

Anuscha Ferrari et al. 2009. Innovation and Creativity in Education and Training

62

Persepsi & Pemahaman Guru ttg Kreativitas


Pengertian Kreativitas

% Setuju

Berlaku untuk setiap ranah pengetahuan

98

Berlaku untuk tiap mata pelajaran

96

Tidak terbatas pada seni

86

Tiap orang dapat menjadi kreatif

88

Bakat bawaan lahir

21

Keterampilan dasar yang sebaiknya dikembangkan di sekolah

95

Dapat diajarkan

70

Dapat dinilai

50

(tidak mudah menilai kreativitas tantangan bagi sistem pendidikan, bukan dihindari)
R. Cachia and A. Ferrari. 2010. Creativity in Schools: A survey of Teachers in Europe. JRC Scientific & Technical Reports.

63

Proses Penilaian dalam Kurikulum 2013

Mengukur tingkat berfikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi


(high-order thinking)

Penilaian

Menekankan pada pertanyaan yang membutuhkan pemikiran


mendalam [bukan sekedar hafalan]
Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa

Menggunakan portofolio pembelajaran siswa

64

Beberapa Perbedaan Penting:


Kurikulum Lama dan Kurikulum 2013

Pentingnya Tematik Terpadu


Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak melihat
dunia sebagai suatu keutuhan yang terhubung,
bukannya penggalan-penggalan lepas dan terpisah.
Mapel-mapel sekolah dasar dengan definisi kompetensi
yang berbeda menghasilkan banyak keluaran yang
sama.
Keterkaitan satu sama lain antar mapel-mapel sekolah
dasar menyebabkan keterpaduan konten pada berbagai
mapel dan arahan bagi siswa untuk mengaitkan antar
mapel akan meningkatkan hasil pembelajaran siswa.

66

Manfaat Tematik Terpadu


Fleksibilitas pemanfaatan waktu dan menyesuaikannya
dengan kebutuhan siswa
Menyatukan pembelajaran siswa untuk konvergensi
pemahaman yang diperolehnya sambil mencegah
terjadinya inkonsistensi antar mata pelajaran
Merefleksikan dunia nyata yang dihadapi anak di rumah
dan lingkungannya
Selaras dengan cara anak berfikir, dimana hasil penelitian
otak mendukung teori pedagogi dan psikologi bahwa anak
menerima banyak hal dan mengolah dan merangkumnya
menjadi satu. Sehingga mengajarkan secara holistik
terpadu adalah sejalan dengan bagaimana otak anak
mengolah informasi.
67

Ruang Lingkup Keterpaduan dan Prosesnya


Keterpaduan

Dalam Mapel
(Integrasi Vertikal)

IntraDisipliner

Antar Mapel

Luar mapel

(Integrasi Horisontal)

MultiDisipliner

InterDisipliner
(Inter-dependen)

TransDisipliner
(Basis Konteks,
melalui Observasi )

68

Perubahan untuk Semua Mata Pelajaran


No

Kurikulum Lama

Materi disusun untuk


memberikan
pengetahuan kepada
siswa
Pendekatan
pembelajaran adalah
siswa diberitahu
tentang materi yang
harus dihafal [siswa
diberi tahu].
Penilaian pada
pengetahuan melalui
ulangan dan ujian

Kurikulum 2013

Materi disusun seimbang mencakup


kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan
Pendekatan pembelajaran berdasarkan
pengamatan, pertanyaan, pengumpulan
data, penalaran, dan penyajian hasilnya
melalui pemanfaatan berbagai sumbersumber belajar [siswa mencari tahu]
Penilaian otentik pada aspek kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan
berdasarkan portofolio.
69

Ilmu Pengetahuan Sosial


No

Kurikulum Lama

Kurikulum 2013

Materi disajikan terpisah


menjadi Geografi,
Sejarah, Ekonomi,
Sosiologi

Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam


kelompok Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi.

Tidak ada platform,


semua kajian berdiri
sejajar

Menggunakan Geografi sebagai platform kajian


dengan pertimbangan semua kejadian dan kegiatan
terikat dengan lokasi. Tujuannya adalah
menekankan pentingnya konektivitas ruang dalam
memperkokoh NKRI. Kajian sejarah, sosiologi,
budaya, dan ekonomi disajikan untuk mendukung
terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh.

Diajarkan oleh guru


berbeda (team teaching)
dengan sertifikasi
berdasarkan mata kajian

Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan


wawasan terpadu antar mata kajian tersebut
sehingga siswa dapat memahami pentingnya
keterpaduan antar mata kajian tersebut sebelum
mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam
70
pada jenjang selanjutnya

Ilmu Pengetahuan Alam


No

Kurikulum Lama

Kurikulum 2013

Materi disajikan terpisah


antara Fisika, Kimia, dan
Biologi

Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok


Fisika, Kimia, Biologi

Tidak ada platform, semua


kajian berdiri sejajar

Menggunakan Biologi sebagai platform kajian dengan


pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkait
dengan benda beserta interaksi diantara benda-benda
tersebut. Tujuannya adalah menekankan pentingnya interaksi
biologi, fisika, kimia dan kombinasinya dalam membentuk
ikatan yang stabil.

Materi ilmu bumi dan anta-riksa


masih belum memadai [sebagian
dibahas di IPS]

Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai dengan


standar internasional

Materi kurang mendalam dan


cenderung hafalan

Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir kritis dan


analitis sesuai dengan standar internasional

Diajarkan oleh guru berbeda


(team teaching) dengan
sertifikasi berdasarkan mata
kajian

Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan


terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat
memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian
tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih
mendalam pada jenjang selanjutnya
71

Matematika
No

Kurikulum Lama

Kurikulum 2013

Langsung masuk ke materi


abstrak

Mulai dari pengamatan permasalahan konkret, kemudian


ke semi konkret, dan akhirnya abstraksi permasalahan

Banyak rumus yang harus dihafal


untuk menyelesaikan
permasalahan (hanya bisa
menggunakan)

Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang


diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan
rumus-rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa
mnggunakan tetapi juga memahami asal-usulnya)

Permasalahan matematika selalu


diasosiasikan dengan [direduksi
menjadi] angka

Perimbangan antara matematika dengan angka dan


tanpa angka [gambar, grafik, pola, dsb]

Tidak membiasakan siswa untuk


berfikir kritis [hanya mekanistis]

Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk


menyelesaikan permasalahan yang diajukan

Metode penyelesaian masalah


yang tidak terstruktur

Membiasakan siswa berfikir algoritmis

Data dan statistik dikenalkan di


kelas IX saja

Memperluas materi mencakup peluang, pengolahan


data, dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai
dengan standar internasional

Matematika adalah eksak

Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan


72

Bahasa Indonesia/Inggris
No

Kurikulum Lama

Kurikulum 2013

Materi yang diajarkan


ditekankan pada
tatabahasa/struktur bahasa

Materi yang dijarkan ditekankan pada kompetensi berbahasa


sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan gagasan dan
pengetahuan

Siswa tidak dibiasakan


membaca dan memahami
makna teks yang disajikan

Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks serta


meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa sendiri

Siswa tidak dibiasakan


menyusun teks yang
sistematis, logis, dan efektif

Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis, logis, dan


efektif melalui latihan-latihan penyusunan teks

Siswa tidak dikenalkan tentang Siswa dikenalkan dengan aturan-aturan teks yang sesuai
aturan-aturan teks yang sesuai sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks (sesuai
dengan kebutuhan
dengan situasi dan kondisi: siapa, apa, dimana)

Kurang menekankan pada


pentingnya ekspresi dan
spontanitas dalam berbahasa

Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya dan


pengetahuannya dengan bahasa yang meyakinkan secara
spontan

Kurikulum 2013 menempatkan Bahasa Indonesia sebagai


penghela mata pelajaran lain (carrier of knowledge)
73

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran


No

Kurikulum Lama

Kurikulum 2013

Materi disajikan
berdasarkan empat pilar
dengan pembahasan yang
terpisah-pisah

Materi disajikan tidak berdasarkan pada


pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan
tetapi berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam
pembentukan karakter bangsa

Materi disajikan
berdasarkan pasokan
yang ada pada empat
pilar kebangsaan

Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk


menjadi warga negara yang bertanggung jawab (taat
norma, asas, dan aturan)

Tidak ada penekanan


pada tindakan nyata
sebagai warga negara
yang baik

Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk


melakukan tindakan nyata sebagai warga negara
yang baik

Pancasila dan
Kewarganegaraan
disajikan sebagai
pengetahuan yang harus
dihafal

Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya


pengetahuan, tetapi ditunjukkan melalui tindakan
nyata dan sikap keseharian.
74

Buku Kurikulum 2013

Buku Kurikulum 2013


1) Buku ditulis mengacu kepada konsep kurikulum (KI,
KD, Silabus).
2) Dalam mengajar ada dua jenis buku (Buku Siswa
dan Buku Guru).
3) Buku Siswa lebih ditekankan pada activity based
bukan merupakan bahan bacaan.
4) Setiap buku memuat model pembelajaran dan
project yang akan dilakukan oleh siswa.
5) Buku Guru memuat panduan bagi guru dalam
mengajarkan materi kepada siswa.

76

Contoh

77

Contoh

78

Contoh

79

Contoh

80

Contoh

81

Contoh

82

C
Model Pembelajaran
pada Sekolah-sekolah Bagus

PEMBELAJARAN MENDORONG SISWA AKTIF DAN KREATIF

84

British International School, Jakarta

85

Model Pembelajaran di Francke Schule - Frankfurt, Jerman

86

New Zealand

87

87

Nama-nama Karakter Anak di Jerman

88

Model Pembelajaran KK 2013 di Sentani, Papua

89

IBU DENNY SIMORANGKIR


(Guru Kelas 1 - SD 003 Menteng, Jakarta Pusat)

90

SUASANA PEMBELAJARAN DI KELAS

91

Testimoni
1) Denny H.S Guru Kelas I SDN Menteng 03
Pagi, Jakarta Pusat
Saya suka kurikulum ini, karena sudah
disediakan silabus, buku guru dan murid
sehingga lebih meringankan.
Menurut saya kurikulum ini lebih
mudah. Saya mengajar sejak tahun 1975,
sudah mengalami beberapa pergantian
kurikulum.
Kurikulum 2013 ini saya suka. Untuk
menerapkan kurikulum baru saya sudah siap,
tadi sudah dilaksanakan simulasi mengajar,
sehingga kita tahu mengajar sesuai dengan
kurikulum baru. Selama megikuti pelatihan,
alhamdulilah tidak mengalami banyak
halangan.
92

Testimoni
4) Arsad Guru Penjaskes, SDN Kebon
Jeruk 11 Jakarta Barat
Sebelum mengikuti pelatihan saya
masih bingung karena guru harus mengajar
secara menyeluruh, tidak hanya mewakili
bidang studi yang diajarkan saja. Setelah ikut
pelatihan kini saya mengerti, bahwa guru
harus mengajarkan secara terpadu, mnyeluruh
sehingga anak bisa memahami dengan
sederhana.
Menurut saya dengan Kurikulum baru ini anak
bisa lebih mudah dalam belajar, orangtua juga
lebih mudah untuk mengajari anak ketika anak
belajar dirumah, karena yang diajarkan
ayahnya merupakan bagian dari kehidupan
sehari-hari. Awalnya saya menolak, tapi
ternyata Kurikulum ini menyenangkan dan
mudah.

93

Testimoni
5) Yuli Sopiah Guru Inti, Guru SDSN Ujung
Menteng 04 Jakarta Timur
Melihat kompetensi guru-guru yang
mengikuti pelatihan saya yakin mereka telah siap
melaksanakan Kurikulum 2013.
Sebenarnya mereka sudah melakukan pengajaran
dengan pendekatan tematik, Kurikulum 2013 ini
pendekatan tematiknya terpadu, sehingga dalam
mengajar lebig menyenangkan.
Mengingat kurikulum ini hal baru, memang kesannya
harus belajar lagi padahal mereka punya potensi
awal untuk mengajar tematik. Kurikulum 2013 ini
lebih menekankan kepada sikap, keterampilan, dan
pengetahuan.
Mudah-mudahan dengan penerapan kurikulum baru
ini, pendidikan kita lebih maju dan lebih bagus lagi.
Terutama sikap anak-anak indonesia yang selama ini
kurang santun.

94

Testimoni

Testimoni Petrus Kase, guru kelas 1 SDG Oenunutono-Kab.


Kupang, NTT: "Dengan kurikulum 2013, murid-murid saya lebih
banyak kegiatan di kelas. Mereka belajar dengan ceria, saya juga
95
mengajar dengan senang hati."

D
Monitoring dan Evaluasi
Implementasi Kurikulum 2013

Hasil Pelatihan Guru Sasaran


Pre test 40,1

Post Test
52,62

NilaiAkhir
68,01

Sebaran Pre Test


Sebaran Post Test

Sebaran Nilai Akhir

Pre dan Post test mencakup Rasional Kurikulum, Analisis Mater Ajar, dan RPP
Nilai akhir mencakup Rasional Kurikulum, Analisis Mater Ajar, RPP, Sikap dan keterampilan

97

HASIL PRE DAN POST TEST PELATIHAN GURU SASARAN

24.04
[70.75%]

8.95
[20.57%]

Naik 12.61
[31.52%]
6.78
[16.42%]
98

Hasil Sensus
Pelaksanaan Kurikulum 2013

99

PENDAPAT TERHADAP DAMPAK KURIKULUM 2013

TERHADAP
MURID

Penerapan kurikulum memberi pengaruh yang bagus terhadap siwa dalam pembentukan
karakter, keaktifan, proses belajar, kreatifitas, pola pikir dan budaya baca.
Guru

SD

Kepala Sekolah

Pengawas

SMP

Daya nalar lebih baik


86.43%

Termotivasi melakukan
observasi

86.48%

Daya nalar lebih baik

87.70%

76.44%

86.80%

Hasrat membaca Termotivasi melakukan


observasi
88.10% lebih tinggi
89.70%

86.84%

87.50%

78.41%

90.90%
82.54%

Proses pembelajaran
lebih menarik

Karakter lebih
terbangun

94.30%
94.64%

91.43%

87.20%

Lebih terampil, inovatif


dan produktif

79.20%

87.20%
87.89%

88.60% 87.51%

92.73%

86.38%

82.57%

Karakter lebih
terbangun
88.80%

78.11%
83.20%

Lebih aktif bertanya


dan berpendapat

72.07%

94.72%

89.18%
79.16%

83.80%

Proses pembelajaran
lebih menarik

78.30%
86.43%

89.44%

77.43%

77.72%

90.80%

Hasrat membaca
lebih tinggi

86.40%

74.39%

88.04%

89.18%

78.71%

77.47%
86.60%

90.48%
Lebih terampil, inovatif
Lebih semangat belajar
dan produktif

83.40%

90.74%

Lebih aktif bertanya


dan berpendapat

Lebih semangat belajar


Catatan:

tidak yakin

kurang yakin

yakin

sangat yakin

100

TERHADAP
MURID

PENDAPAT TERHADAP DAMPAK KURIKULUM 2013

Proses pembelajaran yang lebih interaktif dinilai cukup mampu memberi dampak
positif dalam menumbuhkan keaktifan, karakter siswa yang lebih positif.
Guru

SMA

Kepala Sekolah

Pengawas

87.36%

88.31%

86.99%

Hasrat membaca
lebih tinggi

Termotivasi melakukan
observasi 86.79%

80.51%

88.73%

84.95%

75.01%

82.32%

79.55%

Proses pembelajaran
lebih menarik

82.12%

Termotivasi melakukan
observasi

80.73%

89.45%

87.60%
74.13%

SMK

Daya nalar lebih baik

Daya nalar lebih baik

87.55%

Karakter lebih
terbangun

83.15%

Hasrat membaca
lebih tinggi

86.24%

75.56%

68.16%

79.27%

70.89%

84.97%

81.53%

Proses pembelajaran
lebih menarik

85.01%

Karakter lebih
terbangun

79.41%
91.50%

90.79%

86.99%
85.82%

Lebih terampil, inovatif


dan produktif

88.08%

72.72%
81.36%

83.68%

78.19%

90.99%

80.88%
80.32%

85.82%
76.73%

89.44%

71.83%

88.31%

90.78%

Lebih aktif bertanya


dan berpendapat

Lebih terampil, inovatif


dan produktif

88.31%
83.78%

79.94%

Lebih aktif bertanya


dan berpendapat

Lebih semangat belajar

84.73%

Lebih semangat belajar


Catatan:

tidak yakin

kurang yakin

yakin

sangat yakin

101

TERHADAP
GURU

PENDAPAT TERHADAP DAMPAK KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 mendorong guru SD dan SMP untuk menjadi individu pembelajar

Guru

SD

Kepala Sekolah

SMP

Pengawas

Lebih mudah dalam menyusun RPP

Lebih mudah dalam menyusun RPP


86.00%

78.82%

78.70%

81.88%

78.18%

60.00%
86.50%

Mampu mengintregasi
antara pendekatan ilmiah dan
pembangunan karakter siswa
89.05%

Lebih perhatian dan obyektif


dalam menilai kemampuan siswa
88.00%
88.63%

85.04%

91.00%
91.56%

90.40%

93.80%

Lebih semangat meningkatkan


kualitas dan metode pembelajaran
Catatan:

Mampu mengintregasi
antara pendekatan ilmiah dan
pembangunan karakter siswa

Lebih perhatian dan obyektif


dalam menilai kemampuan siswa

84.00%

90.97%
91.33%

84.55%
87.37%

84.40%

93.89%
88.10%

91.96%
89.00%
95.49%

93.60%

93.58%
Lebih semangat meningkatkan
Lebih semangat menambah kualitas dan metode pembelajaran
pengetahuan untuk bahan ajar

tidak yakin

kurang yakin

yakin

90.68%

95.23%

Lebih semangat menambah


pengetahuan untuk bahan ajar

sangat yakin

102

TERHADAP
GURU

PENDAPAT TERHADAP DAMPAK KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 mendorong guru SMA dan SMK untuk menjadi individu pembelajar

SMA

Guru

Kepala Sekolah

Pengawas

71.77%

77.26%

74.48%

86.57%
80.79%

58.00%

Mampu mengintregasi
antara pendekatan ilmiah dan
pembangunan karakter siswa

83.56%

78.89%

62.00%

88.70%

Lebih perhatian dan obyektif


dalam menilai kemampuan siswa

Lebih perhatian dan obyektif


Mampu mengintregasi
dalam menilai kemampuan siswa
antara pendekatan ilmiah dan
pembangunan karakter siswa

78.25%

84.00%

81.26%

89.03%

SMK

Lebih mudah dalam menyusun RPP

Lebih mudah dalam menyusun RPP

87.50%

83.00%
85.00%
88.26%
91.00%

86.04%

86.21%

92.00%
93.50%

Lebih semangat meningkatkan


kualitas dan metode pembelajaran
Catatan:

Lebih semangat menambah


pengetahuan untuk bahan ajar
tidak yakin

85.02%

92.00%

93.02%

92.15%

83.98%

kurang yakin

92.49%

Lebih semangat meningkatkan


kualitas dan metode pembelajaran
yakin

94.50%

sangat yakin

Lebih semangat menambah


pengetahuan untuk bahan ajar

103

TERHADAP
KEPALA SEKOLAH

PENDAPAT TERHADAP DAMPAK KURIKULUM 2013

Penerapan kurikulum meningkatkan motivasi kepala sekolah SD dan SMP dalam


melakukan perbaikan: kualitas, pembelajaran, dan manajemen sekolah.
SD

Kepala Sekolah

SMP

Pengawas

Lebih aktif melakukan supervisi

Lebih aktif melakukan supervisi


96.88%

94.70%

87.50%

83.80%

96.47%

92.30%

Lebih termotivasi menjadi


teman belajar guru

Lebih aktif mendorong guru


Lebih termotivasi menjadi
untuk menerapkan hasil pelatihan
teman belajar guru
93.20%

96.58%

98.44%

87.70%

91.60%

84.50%

Lebih termotivasi mengembangkan


manajemen sekolah
Catatan:

95.58%

Lebih termotivasi mengembangkan


Lebih termotivasi mengadakan
manajemen sekolah
pelatihan mandiri
tidak yakin

kurang yakin

yakin

98.35%

87.70%

91.40%

92.39%

91.50%
92.39%

Lebih aktif mendorong guru


untuk menerapkan hasil pelatihan

95.58%

Lebih termotivasi mengadakan


pelatihan mandiri
sangat yakin

104

PENDAPAT TERHADAP DAMPAK KURIKULUM 2013

TERHADAP KEPALA
SEKOLAH

Penerapan kurikulum meningkatkan motivasi kepala sekolah SMA dan SMK dalam
melakukan perbaikan: kualitas, pembelajaran, dan manajemen sekolah.
SMA

Kepala Sekolah

Lebih aktif melakukan supervisi

Lebih aktif melakukan supervisi

94.36%

95.47%

79.81%

79.98%

Lebih termotivasi menjadi


teman belajar guru

Lebih aktif mendorong guru


untuk menerapkan hasil pelatihan

Lebih termotivasi menjadi


teman belajar guru

Lebih aktif mendorong guru


untuk menerapkan hasil pelatihan
88.98%

89.73%
95.77%

SMK

Pengawas

95.83%

97.22%
85.94%

95.71%

83.71%

84.82%

88.26%

90.29%
95.16%

Lebih termotivasi mengembangkan


manajemen sekolah
Catatan:

95.16%

94.36%

Lebih termotivasi mengadakan


pelatihan mandiri
tidak yakin

84.82%

Lebih termotivasi mengembangkan


manajemen sekolah

kurang yakin

yakin

sangat yakin

94.36%

Lebih termotivasi mengadakan


pelatihan mandiri

105

KESAN ORANGTUA DAN KOMITE SEKOLAH


Kurikulum 2013 menciptakan kemudahan belajar dan menyenangkan bagi siswa SD dan
SMP.
Komite

SD

Ortu
Orangtua

SMP

Siswa mudah belajar

Siswa mudah belajar


83.68%
77.90%

67.88%

62.11%

79.22%

79.98%

66.03%

80.49%

Siswa mudah beradaptasi


dengan metode pembelajaran

60.25%

Metode pembelajaran
menyenangkan

77.54%
79.03%

61.85%

Siswa mudah beradaptasi


dengan metode pembelajaran

Catatan:

tidak yakin

kurang yakin

yakin

Metode pembelajaran
menyenangkan
sangat yakin

106

KESAN ORANGTUA DAN KOMITE SEKOLAH


Kurikulum 2013 menciptakan kemudahan belajar dan menyenangkan bagi siswa SMA dan
SMK.

SMK

SMA

Siswa mudah belajar

Siswa mudah belajar

78.14%
73.08%

77.90%

69.06%

58.21%

51.53%

57.48%
75.60%

67.60%

55.24%

76.88%
75.42%

Siswa mudah beradaptasi


dengan metode pembelajaran

Metode pembelajaran
menyenangkan

Siswa mudah beradaptasi


dengan metode pembelajaran

Metode pembelajaran
menyenangkan

Komite

Orangtua
Ortu
Catatan:

tidak yakin

kurang yakin

yakin

sangat yakin

107

KESAN ORANGTUA DAN KOMITE SEKOLAH


Kurikulum 2013 mendapat respon positif dari komite sekolah dan orang tua: anak lebih
aktif bertanya, mandiri, kreatif, serta memiliki daya nalar yang lebih baik.
Komite

SD

Ortu
Orangtua

SMP

Lebih aktif bertanya dan berpendapat


92.08%

94.93%

Termotivasi untuk
observasi

93.91%

Karakter siswa
lebih terbangun

Lebih aktif bertanya dan berpendapat

92.81%

89.15%

90.56%

94.40%

Termotivasi untuk
observasi

94.54%

Karakter siswa
lebih terbangun

93.09%

93.79%

93.68%

93.04%

90.82%

93.36%

91.51%

Semangat belajar
lebih tinggi

Lebih terampil, inovatif


dan produktif

88.53%

92.73%

Semangat belajar
lebih tinggi

91.47%

90.25%

88.42%

91.17%

Daya nalar lebih baik

Hasrat membaca lebih tinggi


Catatan:

tidak yakin

92.76%

91.94%
92.31%

91.87%

89.90%

Lebih terampil, inovatif


dan produktif

kurang yakin

92.56%

Hasrat membaca lebih tinggi


yakin

93.46%

Daya nalar lebih baik


sangat yakin

108

KESAN ORANGTUA DAN KOMITE SEKOLAH


Kurikulum 2013 mendapat respon positif dari komite sekolah dan orang tua: anak lebih
aktif bertanya, mandiri, kreatif, serta memiliki daya nalar yang lebih baik.

SMA

SMK

Lebih aktif bertanya dan berpendapat

Lebih aktif bertanya dan berpendapat


94.35%

93.50%
91.77%

92.98%

Termotivasi untuk
observasi

Karakter siswa
lebih terbangun

92.35%

93.33%

Karakter siswa
lebih terbangun

Termotivasi untuk
observasi
91.36%

92.99%

93.30%
91.09%
90.21%

91.51%

91.61%

92.11%

Semangat belajar
lebih tinggi

Lebih terampil, inovatif


dan produktif

Semangat belajar
lebih tinggi

Lebih terampil, inovatif


dan produktif

90.64%

89.77%

89.48%

91.39%

93.12%
92.36%

87.53%
90.81%

89.28%

92.25%

90.69%

Daya nalar lebih baik

Hasrat membaca lebih tinggi

89.66%

Hasrat membaca lebih tinggi


Komite

Catatan:

tidak yakin

kurang yakin

yakin

sangat yakin

92.09% 92.23%

Daya nalar lebih baik


Orangtua
Ortu

109

Rencana Implementasi Tahun 2014

Skala Implementasi
No
1

Jenjang
Satuan

Kelas

SD

Tahun
2013
2% (2.598 Sekolah)

II

2014
100%

100%

100%

100%

III
IV

100%
2% (2.598 Sekolah)

100%

100%

100%

100%

VI
2

SMP

VII
VIII

100%
4% (1.436 sekolah)

100%

100%

100%

100%

IX
3

SMA/SMK

2015

100%

10%
100%
SMA (11.629
Sekolah)
SMK (10.628 sekolah)

100%

XI

100%

100%

XII

100%

111

Skema Implementasi Kurikulum 2013


Upload Buku sem II
2014/2015

Pendampingan
Upload Buku
semester I 2014/2015

Pengadaan dan
Distribusi Buku Sem II
oleh Pemda

Mulai Pelatihan
Narasumber Nasional
Mulai Pelatihan
Instruktur Nasional

Pelatihan
Manajemen
KS dan PS

Mulai Pelatihan
Guru, KS, PS
Penyaluran BOS Buku

Penggunaan
buku Sem I
di sekolah

Mulai Pembelian Buku


Sem I oleh Sekolah
I
Jan 2014

II

Feb

Mar

III

I
V

III

Apr

Mei

Jun

Penggunaan
buku Sem II
di sekolah

II

III

Jul

II
Agu Sep Okt Nop

Des

Jan 2015
112

Jumlah Sekolah Sasaran Pendidikan Dasar dan Menengah


No
1

SD

2
3

No

1
2
3

Jenjang

Siswa Kelas
1,2,4,5,7,8

Sekolah
148.171

17.640.917

SMP

35.597

7.107.950

PKLK

1.744

32.354

Jumlah

185.512

24.781.221

Jenjang

SMA
SMK
SMLB
JUMLAH

Jumlah
Sekolah

11.629
10.628
774
23.031

Siswa

Kelas X

1.767.368
1.597.352
4.008
3.368.728

Kelas XI

1.693.728
1.430.115
3.406
3.127.249

Jumlah : 208.543 Sekolah, 31.277.198 Siswa dan 1.377.791 Guru, KS, 113
PS

Alur Pelatihan

Identifikasi
Calon NS

Penggandaan
Bahan Pelatihan

[3.123]

Pelatihan
NS

TL

Identifikasi
Calon IN

Identifikasi GS,
KSS, PSS
Identifikasi
Sekolah Inti

[44.087]
Pelatihan
IN
L

[1.377.791]

TL

Guru,
KS, dan
PS
Sasaran

Pelatihan
GS, KSS, PSS

Pendampingan dan Penguatan

Kerjasama LPMP Dgn Provinsi/Kab/Kota

SISTEM INFORMASI PELATIHAN

(Guru SD, SMP, SMA, SMK)

DATA POKOK PENDIDIKAN

Penyusunan Bahan
Pelatihan

Monev dan
Penjaminan Mutu
Pelatihan

Kerjasama Pembiayaan Pusat dan Daerah


Kerjasama Pelaksanaan dgn Asosiasi Profesi dan lembaga penyelenggaran
pendidikan non pemerintah

114

Terima Kasih
Semoga Memberikan Kemanfaatan