BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sebelumnya, tentu kita sudah pernah mengenal lebih dahulu apa yang dinamakan
bahasa pemrograman. Oleh karenanya, pada Artikel kami ini, mungkin hanya
beberapa referensi yang menjelaskan mengenai seluk beluk OOP dalam
pemrograman, dan juga pada Artikel ini, kami tidak akan membahas lebih tentang
pemrograman lanjut.
Namun, kami akan lebih menyikapi tentang apa yang dinamakan dengan OOP
atau PBO. Langsung saja kami akan membahas sedikit Referensi tentang Konsep
OOP Dalam Pemrograman Sebuah karya manusia yang luar biasa didalam dunia
komputer ketika muncul piranti lunak berbasis pemrograman sebagai evolusi terbaru
dari bahasa pemrograman terstruktur yaitu bahasa pemrograman yang berorientasi
pada objek (Object Oriented Programming).
Munculnya pemrograman yang berorientasi objek ini memudahkan orang
awam untuk memulai menjadi seorang programmer yang handal sesuai bahasa
pemrograman yang diminati. Satu dari sekian banyak bahasa pemrograman yang
berorientasi objek adalah bahasa pemrograman java bluej. Blue j sangat berperan
dalam mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis , dan secara mudah dan cepat
dengan bahasa pemrograman C++ dan Bluej.
2. Rumusan Masalah
1. Bagimana sejarah pekembangan OOP
?
2. Apa pengertian dari OOP ?
3. Bagaimana Konsep OOP (Object Oriented Programming) ?
4. Bagimana contoh Source Code OOP ?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Sejarah OOP
Konsep OOP bermula pada era 1960-an. Sebuah bahasa
pemrograman Simula memperkenalkan berbagai konsep yang
mendasari
OOP
67 (1967).
dengan SIMULA
Kemudian
pada
pemrograman Smalltalk menjadi
I (1962-65)
dan Simula
tahun
70-an,
bahasa
yang
pertama
kali
disebut object-oriented.
Pada tahun 1980-an, dua bahasa pemrograman ADA (US
Department of Defense) dan PROLOG (the Japanese Fifth
Generation Computer Project) dipercayai akan bersaing ketat
sebagai bahasa pemrograman yang paling dominan. Namun
justru OOP yang menjadi paradigma pemrograman yang paling
dominan sampai sekarang. Bahasa pemrograman yang objectoriented seperti C++ pada tahun 80-an menjadi populer. Pada
tahun 90-an, bahasa-bahasa pemrograman seperti Java mulai
menerapkan
OOP.
Sampai
pada
2002, Microsoft
Visual
Studio memperkenalkan bahasa object-oriented baru yang diberi
nama C#.
Disusul VB.NET yang
merupakan
penyempurnaan
Visual Basic 6.0 yang tidak mendukung OOP.
2. Pengertian OOP
OOP
(Object
Oriented
Programming) adalah
sebuah
metodologi atau cara berpikir dalam melakukan pemrograman
dimana pendefinisian tipe data disertai dengan pendefinisian
fungsi.
Struktur
istilah object.
data
yang
Paradigma
seperti
ini
pemrograman
disebut
OOP
dengan
dapat
dilihat
sebagai interaksi sebuah object dalam melakukan tugasnya.
Tujuan dari OOP diciptakan adalah untuk mempermudah
pengembangan program dengan cara mengikuti model yang
telah ada di kehidupan sehari-hari. Jadi setiap bagian dari suatu
permasalahan
gabungan
adalah
dari
objek,
beberapa
objek
objek
2
itu
sendiri
yang
lebih
merupakan
kecil
lagi.
Segelas teh tentunya memiliki berbagai spesifikasi seperti
volume
air,
rasa,
pemrograman,
temperatur
dan
spesifikasi-spesifikasi
sebagainya.
tersebut
Pada
merupakan
variabel yang dideklarasikan beserta tipe data. Pada OOP,
sebuah object Teh juga memiliki method berupa fungsi yang
dapat dipanggil untuk merubah kelakuan atau spesifikasi teh
tersebut. Method minum Teh dapat dideklarasikan sebagai fungsi
yang dapat dipanggil untuk mengurangi nilai variabel volume.
Di
samping
itu,
terhadap object lainnya.
sebuah object dapat
Sebagai
contoh,
memiliki
relasi
sebuahobject dapat
berupa keturunan dari object lain.
3. Konsep OOP (Object Oriented Programming)
1. Kelas Abstrak (Class Abstraksi)
a. Kelas merupakan deskripsi abstrak informasi dan tingkah
laku dari sekumpulan data.
b. Kelas dapat diilustrasikan
biru(blueprint)
atau
sebagai
prototipe
untuk menciptakan objek.
c. Kelas
merupakan
tipe
yang mengenkapsulasi
data
suatu
yang
cetak
digunakan
data
bagi
objek
dan
operasi
pada
data dalam suatu unit tunggal.
d. Kelas mendefinisikan suatu struktur yang terdiri atas
data kelas (data field), prosedur atau fungsi (method),
dan sifat kelas (property).
2. Enkapsulasi (encapsulation)
a. Istilah enkapsulasi sebenarnya adalah kombinasi data
dan fungsionalitas dalam sebuah unit tunggal sebagai
bentuk untuk menyembunyikan detail informasi.
b. Proses
enkapsulasi
memudahkan
kita
untuk menggunakan sebuah objek dari suatu kelas
karena kita tidak perlu mengetahui segala hal secara
rinci.
c. Enkapsulasi menekankan pada antarmuka suatu kelas,
atau dengan kata lain bagaimana menggunakan objek
kelas tertentu.
d. Contoh:
kelas
mobil
menyediakan
antarmuka
fungsi untuk menjalankan mobil tersebut, tanpa kita
perlu tahu komposisi bahan bakar, udara dan kalor
yang diperlukan untuk proses tersebut.
3. Pewarisan (Inheritance)
a. Kita
dapat
mendefinisikan
suatu
kelas
baru
dengan mewarisi sifat dari kelas lain yang sudah ada.
b. Penurunan
sifat
ini
bisa
dilakukan
secara
bertingkattingkat, sehingga semakin ke bawah kelas
tersebut menjadi semakin spesifik.
c. Sub
kelas
memungkinkan
kita
untuk
melakukan spesifikasi detail dan perilaku khusus dari
kelas supernya.
d. Dengan konsep pewarisan, seorang programmer dapat
menggunakan kode yang telah ditulisnya pada kelas
super berulang kali pada kelas-kelas turunannya tanpa
harus menulis ulang semua kodekode itu.
4. Polimorfisme (polymorphism)
a. Polimorfisme merupakan kemampuan objekobjek yang
berbeda kelas namun terkait dalam pewarisan untuk
merespon secara berbeda terhadap suatu pesan yang
sama.
b. Polimorfisme juga dapat dikatakan kemampuan sebuah
objek
untuk memutuskan
akan diterapkan
padanya,
method
tergantung
objek tersebut pada jenjang pewarisan.
c. Method overriding.
mana
yang
letak
d. Method name overloading.
4. Source Code OOP
a. Contoh Source Code 1
Bola.java
Bolatenis.java
Hasil Source Code 1
5
b. Contoh Source Code 2
TV.java
TVLCD.java
Hasil Source Code 2
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Object Oriented Programming (OOP) adalah suatu metode dalam
pembuatan program, dengan tujuan untuk menyelesaikan kompleksnya berbagai
masalah program yang terus meningkat. Ada dua bagian penting dalam Object
Oriented Programming yaitu properties dan event. Properties memiliki nama dan
nilai, sementara event hanya memiliki nama dan biasanya berhubungan dengan
method, behavior, function dan action.
Dalam melakukan pemecahan masalah Object Oriented Programming
tidak memandang bagaimana cara memecahkan suatu masalah secara terstruktur,
melainkan bagaimana suatu masalah itu dapat diselesaikan dengan menentukan
objek-objek apa saja yang dapat memecahkan masalah tersebut.
Object Oriented Programming berputar pada konsep dari obyek yang
merupakan elemen dasar dari program Anda. Ketika kita membandingkan dengan
dunia nyata, kita dapat menemukan beberapa obyek disekitar kita seperti mobil,
singa, manusia dan seterusnya. Obyek ini dikarakterisasi oleh atribut dan tingkah
lakunya.