50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan19 halaman

Perawatan Drain

Dokumen tersebut membahas tentang perawatan drain pada luka. Drain digunakan untuk mengeluarkan cairan dari luka dan mempercepat penyembuhan. Tindakan perawatan drain meliputi persiapan alat dan pasien, pelaksanaan pengangkatan drain secara hati-hati, evaluasi luka setelah pengangkatan, serta pentingnya sikap sistematis dan komunikatif selama proses perawatan.

Diunggah oleh

irwan setiawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan19 halaman

Perawatan Drain

Dokumen tersebut membahas tentang perawatan drain pada luka. Drain digunakan untuk mengeluarkan cairan dari luka dan mempercepat penyembuhan. Tindakan perawatan drain meliputi persiapan alat dan pasien, pelaksanaan pengangkatan drain secara hati-hati, evaluasi luka setelah pengangkatan, serta pentingnya sikap sistematis dan komunikatif selama proses perawatan.

Diunggah oleh

irwan setiawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Perawatan Drain

1. Pengertian
Drain merupakan alat yang dimasukkan ke dalam luka untuk membantu mengeluarkan
cairan (discharge/drainage) dari luka melalui bagian yang terbuka pada luka. Drain dapat terbuat
dari berbagai material, antara lain ada yang berasal dari selang karet dan kasa. Tanpa drain, banyak
luka akan sembuh hanya pada permukaan atau bagian atas luka saja, sehingga discharge dapat
terjebak dibagian dalam atau dibawah luka. Jaringan di dalam atau di bawah luka tidak dapat
sembuh karena adanya discharge/drainage yang terjebak tadi dan kemudian dapat menyebabkan
terbentuknya abses.
Selang karet yang fleksibel disebut juga Penrose Drain sering kali dimasukkan atau dipasang
selama pembedahan abdomen untuk mempermudah drainage eksudat dan penyembuhan jaringan.
Suatu drain dimasukkan dan dijahit melalui insisi. Panjang drain bervariasi dari 25-35 cm (10-14
inci), begitu pula dengan lebarnya dari 2,5-4 cm (0,5-1,5 inci). Umumnya dokter menginstruksikan
agar drain ditarik keluardikeluarkan atau dipendekkan 2-5 cm (1-2 inci) setiap hari sampa lepas

semuanya. Bila drain sudah semua keluar, maka luka yang masih tersisa umumnya sembuh dalam
1-2 hari. Di beberapa lembaga ( Rumah Sakit, dll) memendekkan drain dilakukan hanya oleh
dokter, akan tetapi pada lembaga lain dapat dilakukan oleh perawat.
2. Tujuan
1. Untuk membuang adanya cairan dari kulit, sehingga menurunkan bahaya iritasi kulit.
2. Menurunkan banyaknya mikroorganisme yang ada dan kemungkinan infeksi.
3. Mempercepat proses penyembuhan luka.
3. Indikasi Tindakan
4. Pelaksanaan Tindakan
a. Persiapan
1) Alat dan bahan

Alat sterill (didalam bak instrument berisi):


a. Pinset anatomi 1 buah.
b. Pinset chirurgis 1 buah.
c. Klem arteri.
d. Gunting OP hecting 1 buah.
e. Korentang.
f. Kom kecil berisi bethadine.
g. Kassa steril 5 lembar.
Alat tidak steril
a. Gunting plester.
b. Plester.
c. Nierbeken.
d. Waskom berisi air untuk cuci tangan.
e. Kain lap.

2)
a.
b.
c.
d.

Pasien
Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang tujuan dan prosedur yang akan dilakukan.
Menjamin pemenuhan kebutuhan privacy klien.
Mengatur ketinggian tempat tidur untuk memudahkan pekerjaan
Informasikan klien bahwa drain akan dipendekan dan prosedur ini tidak menimbulkan
rasa
nyeri.
Jelaskan pula mungkin klein akan merasakan sensasi/rasa tertarik untuk beberapa detik
bila drain diangkat keluar untuk dipendekan.

3) Lingkungan
b. Pelaksanaan
a. Seperangkat instrument didekatkan pada pasien.
b. Beritahu tindakan yang akan dilakukan.

c. Perawat cuci tangan.


d. Melepaskan perban yang menutupi pangkal drain yang melekat pada tubuh pasien.
e. Perban bekas dibuang pada nierbeken.
f. Bersihkan bekas plaster dengan wash bensin.
g. Mengambil deppers dengan klem, dicelupkan kedalam bethadine yang sudah tersedia
didalam kom kecil kemudian dioleskan pada drain yang menempel pada tubuh pasien.
h. Deppers bekas dibuang kedalam nierbeken.
i. Mengangkat benang sedikit ke atas yang menempel pada darin dengan menggunakan
pinset chirurgis, kemudian tangan yang satunya mengambil gunting UP hecting untuk
memeotong benang yang tadi diangkat.
j.

Benang ditarik dan dibuang nierbeken.

k. Gunting dan klem diletakan kembali pada tempatnya.

l. Mengambil klem dan mengklem darin kemudian dengan perlahan drain diangkat,
usahakan stolsel yang ada dalam drain ikut diangkat.
m. Drain dibuang nierbeken.
n. Mengambil deppers kembali kemudian dicelupkan kedalam bethadine dan dioleskan ke
luka bekas drain kemudian depper tadi dibuang ke nierbeken.
o. Mengambil deppers kembali, kemudian luka bekas drain ditekan untuk mengeluarkan
sisa cairan drain depper kemudian dibuang.
p. Mengambil kassa seteril satu lembar, dicelupkan kedalam bethadine, kemudian diperas
agar tidak terlalu bersih, kemudian ditutpkan pada luka post angkat drain, ambil kassa
seteril lagi satu lembar kemudian ditutpkan diatas kassa bethadine tadi.
q. Perban luka tadi dipester.
r.

Alat alat dibereskan dan dikembalikan ketempatnya semula.

s.

Perawat cuci tangan.

c. Evaluasi
1. Setelah mengangkat drain catat hasil tindakan pada format asuhan keperawatan :
a. Drain dapat diangkat.
b. Luka tidak ada pus.
2. Lakukan tindak lanjut yang tepat, seperti jumlah granulasi jaringan atau derajat
penyembuhan :
a. jumlah drainase dan warnanya, konsistensi dan bau.
b. Adanya inflamasi.
c. Derajat ketidaknyamanan yang berkaitan dengan insisi atau tempat pemasangan drain.
3. Hubungkan dengan temuan sebelumnya, bila tersedia.
4. Laporkan penyimpangan yang signifikan dari normal ke dokter.

d. Sikap
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Sistematis.
Hati-hati.
Berkomunikasi.
Mandiri.
Teliti.
Tanggap terhadap respon klien.
Rapih.
Menjaga privacy.
Sopan.

5. Standar Operasional Prosedur


Perawatan Drain
N
o
I

Komponen Penilaian
Persiapan Alat
Alat sterill (didalam bak instrument berisi):
a.
Pinset anatomi 1 buah.
b.
Pinset chirurgis 1 buah.
c.
Klem arteri.
d.
Gunting OP hecting 1 buah.
e.
Korentang.
f.
Kom kecil berisi bethadine.
g.
Kassa steril 5 lembar.

Bobot
2

Nilai
(1-10)

Kete

Alat tidak steril


a.
Gunting plester.
b.
Plester.
c.
Nierbeken.
d.
Waskom berisi air untuk cuci tangan.
e.
Kain lap.
Persiapan Pasien
a. Menjelaskan pada klien dan keluarga
tentang tujuan dan prosedur yang akan
dilakukan.
b. Menjamin pemenuhan kebutuhan privacy
klien.
c. Mengatur ketinggian tempat tidur untuk

memudahkan pekerjaan
d. Informasikan klien bahwa drain akan
dipendekan dan prosedur ini tidak
menimbulkan
rasa
nyeri.
Jelaskan pula mungkin klein akan
merasakan sensasi/rasa tertarik untuk
beberapa detik bila drain diangkat keluar
untuk dipendekan.
Persiapan Lingkungan
a ....
b dst

II

Pelaksanaan
a. Seperangkat instrument didekatkan pada
pasien.
b. Beritahu tindakan yang akan dilakukan.
c. Perawat cuci tangan.
d. Melepaskan perban yang menutupi
pangkal drain yang melekat pada tubuh
pasien.
e. Perban bekas dibuang pada nierbeken.
f. Bersihkan bekas plaster dengan wash
bensin.
g. Mengambil deppers dengan klem,
dicelupkan kedalam bethadine yang sudah
tersedia didalam kom kecil kemudian

dioleskan pada drain yang menempel pada


tubuh pasien.
h. Deppers
nierbeken.

bekas

dibuang

kedalam

i. Mengangkat benang sedikit ke atas yang


menempel pada darin dengan menggunakan
pinset chirurgis, kemudian tangan yang
satunya mengambil gunting UP hecting
untuk memeotong benang yang tadi
diangkat.
j. Benang ditarik dan dibuang nierbeken.
k. Gunting dan klem diletakan kembali

pada tempatnya.
l. Mengambil klem dan mengklem darin
kemudian dengan perlahan drain diangkat,
usahakan stolsel yang ada dalam drain ikut
diangkat.
m Drain dibuang nierbeken.
n. Mengambil deppers kembali kemudian
dicelupkan
kedalam
bethadine
dan
dioleskan ke luka bekas drain kemudian
depper tadi dibuang ke nierbeken.
o. Mengambil deppers kembali, kemudian
luka
bekas
drain
ditekan
untuk

mengeluarkan sisa cairan drain depper


kemudian dibuang.
p. Mengambil kassa seteril satu lembar,
dicelupkan kedalam bethadine, kemudian
diperas agar tidak terlalu bersih, kemudian
ditutpkan pada luka post angkat drain,
ambil kassa seteril lagi satu lembar
kemudian ditutpkan diatas kassa bethadine
tadi.
q. Perban luka tadi dipester.
r. Alat alat dibereskan dan dikembalikan
ketempatnya semula.

s. Perawat cuci tangan.


III Evaluasi
1. Setelah mengangkat drain catat hasil
tindakan pada format asuhan keperawatan :
a. Drain dapat diangkat.
b. Luka tidak ada pus.
2. Lakukan tindak lanjut yang tepat, seperti
jumlah granulasi jaringan atau derajat
penyembuhan :
a.jumlah
drainase
dan
warnanya,
konsistensi dan bau.
b. Adanya inflamasi.

c. Derajat ketidaknyamanan yang berkaitan


dengan insisi atau tempat pemasangan
drain.
3. Hubungkan dengan temuan sebelumnya,
bila tersedia.
4. Laporkan penyimpangan yang signifikan
dari normal ke dokter.
IV

Sikap
a.
b.
c.
d.
e.

Sistematis.
Hati-hati.
Berkomunikasi.
Mandiri.
Teliti.

f.
g.
h.
i.

Tanggap terhadap respon klien.


Rapih.
Menjaga privacy.
Sopan.
Jumlah Nilai
Nama dan Paraf Pembimbing

10

Keterangan : Jumlah Nilai = Nilai x Bobot (A= 85 100 ; B= 75 84 ; C= 65 74 ; D= 55 64 ; E= < 55)

6. Daftar Pustaka
Kozier and Erb. (1982). Techniques in clinical nursing a comprehensive approach. California:
Addison-Wesley Publishing Co.

http://medicalbedah-rohmanazzam.blogspot.com/2008/01/perawatan-luka-ber-drain.html
http://satriadwipriangga.blogspot.com/2011/11/sop-merawat-luka-dengan-drain-dan.html
http://okyfauzi.blogspot.com/2012/05/angkat-drain.html

Anda mungkin juga menyukai