0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan71 halaman

BAB III Manajemen

Dokumen tersebut memberikan gambaran umum tentang profil ruang perinatologi di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Ruang ini digunakan untuk merawat bayi baru lahir dengan kapasitas 30 tempat tidur. Dokumen juga menjelaskan struktur organisasi dan komposisi tenaga keperawatan di ruang tersebut yang terdiri atas 24 orang dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman. Diakhiri dengan perhitungan kebutuhan

Diunggah oleh

Elmara Prameta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan71 halaman

BAB III Manajemen

Dokumen tersebut memberikan gambaran umum tentang profil ruang perinatologi di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Ruang ini digunakan untuk merawat bayi baru lahir dengan kapasitas 30 tempat tidur. Dokumen juga menjelaskan struktur organisasi dan komposisi tenaga keperawatan di ruang tersebut yang terdiri atas 24 orang dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman. Diakhiri dengan perhitungan kebutuhan

Diunggah oleh

Elmara Prameta
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

HASIL PENGKAJIAN MANAJEMEN DI RUANG PERAWATAN


PERINATOLOGI

A. Profil/Gambaran Umum Ruang Keperawatan


1. Kajian Situasi Rumah Sakit dr. Soekardjo
a. Gambaran Umum Rumah Sakit
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Kota
Tasikmalaya merupakan rumah sakit rujukan tipe B yang beralamat
di Jalan Rumah Sakit No.33 Kota Tasikmalaya. Salah satu ruangan
rawat inap yang ada di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
adalah Ruang Perinatologi.
Ruang Perinatologi merupakan ruang rawat inap non kelas yang
memberikan pelayanan kesehatan bagi anak baru lahir. Ruang ini
digunakan sebagai ruang rawat inap bayi baru lahir yang memberikan
pelayanan dengan kasus intensif yang membutuhkn perawatan total
care. Ruang Perinatologi memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 30
tempat tidur, Ruang Perinatologi dipimpin oleh seorang kepala
ruangan yang dibantu oleh satu wakil kepala ruangan, ketua tim I dan
ketua tim II, serta perawat pelaksana. Terdapat satu orang staf tata
usaha yang bertugas untuk kelancaran administrasi dan satu orang
cleaning service.
b. Visi Rumah Sakit
Menjadi Rumah Sakit Umum Pendidikan Dengan Pelayanan Prima
Penjelasan Visi : Arti dari Rumah Sakit Pendidikan yaitu Rumah
Sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian,
dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang kedokteran
dan atau kedokteran gigi pendidikan berkelanjutan dan pendidikan
kesehatan lainnya secara multiprofesi. Sementara Prima diharapkan
memberikan Pelayanan yang memenuhi standar kualitas yang sesuai
dengan harapan dan kepuasan pelanggan.
c. Misi Rumah Sakit
1) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang Paripurna,
bermutu dengan mengutamakan keselamatan pasien
2) Melaksanakan pelayanan pendidikan, pelatihan dan penelitian
dibidang kesehatan
3) Menyelenggarakan kegiatan manajemen rumah sakit secara
profesional, efektif dan efisien
d. Motto Rumah Sakit
“Setulus Hati Kami Melayani”
2. Kajian Situasi Ruang Perinatologi
Berdasarkan hasil wawancara ruang perinatologi merupakan
bagian dari Instalasi Rawat Inap (IRNA) yang di RSUD Dr. Soekardjo
Kota Tasikmalaya. Ruang perinatologi digunakan sebagai ruang rawat
inap khusus bayi baru lahir. Ruang perinatology merupakan ruang non
kelas.
3. Struktur Organisasi Ruangan

KEPALA RUANGAN
Yani Mulyani, S.Kep., Ners

WAKIL KEPALA RUANGAN


Nunung Zakiah H, S.Kep., Ners

PERAWAT PELAKSANA PERAWAT PELAKSANA


Ketua Tim 1: Ketua Tim 2 :
Neti Amalia S, S.Kep., Ners Mia Yusniawati, Amd.Kep

Anggota Tim 1:
Anggota Tim 2:
Gilang Amd, Kep.
Septiana Dwi L, Amd. Kep
Tiur Hernawati, Amd. Kep
Leli Aisyah, Amd. Kep
Erni Rahmawati, Amd. Kep
Irma Suryani, Amd. Kep
Anri Sucianti, Amd. Kep
Tia Wahyu Cahyani, Amd. Kep
Devi Pratiwi, Amd. Kep
Sri Dewi, Amd. Kep
Irma Agustina, S.Kep.,Ners
Jumrotus Sa’adah, Amd. Kep
Ana Hernani, Amd. Kep
Laela Ghariya Fatra, S.Kep., Ners
Evi Melianti, Amd. Kep
Lina Marlina Dewi, Amd., Kep
Syifa Asih Lestari, S.Kep., Ners
Debby Pertiwi, Amd. Kep
Dianan Dewi, Amd. Kep

Cleaning Servis Tata Usaha Warois

Fauzian Restu Rahayu Ustadz. Zaenal Arifine


Jajang Nurjaman
1. Man
Ketenagaan (Kualitas Dan Kuantitas)
a. Tenaga keperawatan

Tabel 3.1
Tenaga Keperawatan Di Ruang Perinatologi
No Nama perawat Masa Status Pendidikan PK Jenis
kerja terahir kelamin
1. Yani Mulyani, PNS S1 Ners IV P
S.Kep., Ners 02-02-
2021
2. Nunung Zakiah 02-02- PNS S1 Ners IV P
H, S.Kep., Ners 2021
3. Neti Amalia S, 01-11- PNS S1 Ners III P
S.Kep., Ners 2013
4. Gilang Pertiwi, 01-08- PTT D3 Kep II P
Amd.Kep 2016
5. Tiur Hernawati 01-02- PNS D3 Kep I P
M, Amd. Kep 2021
6. Septiana Dwi L, 02-01- PNS D3 Kep I P
Amd. Kep 2021
7. Aulia Ajeng N, 02-01- PNS D3 Kep I P
Amd. Kep 2021
8. Ana Hernani, 17-06- PTT D3 Kep I P
Amd. Kep 2022
9. Devi Pratiwi, 17-06- PNS D3 Kep I P
Amd. Kep 2022
10 Tia Wahyu 01-07- PTT D3 Kep P
. Cahyani, Amd. 2022
Kep
11 Evi Melianti, 01-07- PNS D3 Kep I P
. Amd. Kep 2022
12 Mia Yusniawati, 02-01- PNS D3 Kep I P
. Amd. Kep 2021
13 Erni Rahmawati, 02-01- PNS D3 Kep I P
. Amd. Kep 2021
14 Eli Aisyah, Amd. 01-09- PTT D3 Kep II P
. Kep 2021
15 Anti Sucianti, 01-07- PPPK D3 Kep II P
. Amd. Kep 2022
16 Irma Suryabi, 01-07- PTT D3 Kep I P
. Amd.Kep 2021
17 Irma Agustina, 01-07- PTT S1 Ners I P
. S.Kep., Ners 2022
18 Jumrotus 01-07- PNS D3 Kep I P
. Sa’adah, Amd. 2022
Kep
19 Sri Dewi, Amd. 01-07- PPPK D3 Kep Pemula P
. Kep 2022
20 Laela Gharia F 02-01- PNS S1 Ners I P
. S.Kep., Ners 2021
21 Syifa Asih 02-02- PNS S1 Ners I P
. Lestari, S.Kep., 2021
Ners
22 Dianan Dewi, 01-07- PNS D3 Kep I P
. Amd. Kep 2022
23 Lina Mrlina 01-07- PNS D3 Kep I P
. Dewi, Amd. Kep 2022
24 Debby Pratiwi, 01-07- PNS D3 Kep Pemula P
Amd., Kep 2022
Sumber : Hasil wawancara dengan wakil kepala ruangan Perinatologi
Berdasarkan hasil wawancara dengan wakil kepala ruangan, menunjukkan bahwa
status kepegawaian di ruang perinatologi PNS sebanyak 16 orang, PPPK 2 orang,
PTT 5 orang. PK Tingkat I sebanyak 15 orang, tingkat II 3 orang, Tingkat III 1 orang,
tingkat IV 2 orang, pemula 2 orang. Tingkat pendidikan perawat di ruang perinatologi
S1 Ners sebanyak 6 orang, D3 18 orang.
Jumlah pasien yang digunakan dalam perhitungan rumus ini berdasarkan pengkajian
pada tanggal 13-15 Maret 2023 adalah sebagai berikut

Jumlah perawatan/hari = jumlah klien x rata-rata perawatan

Kebutuhan tenaga = Jumlah jam perawatan diruangan/hari


Jam efektif perawat

Jumlah perawatan/hari = jumlah klien x rata-rata perawatan


=
= jam
Kebutuhan tenaga = Jumlah jam perawatan diruangan/hari
Jam efektif perawat
=
= orang

Non nursing job = Jml tenaga keperawatan + lossday x 25


100
=
=

Loss day = (jumlah hari minggu dalam 3 bulan + cuti + hari besar)
x kebutuhan tenaga kerja dibagi jumlah hari kerja
efektif/bulan
=
=

Tabel 3. 2
Rumus kebutuhan tenaga perawat berdasarkan teori Douglas
Jml keb. tenaga = kebutuhan tenaga + faktor koreksi
=
=

Shift Dinas
Klasifikasi Total
Pagi Siang Malam
Minimal care - - -
Parsial care - - -
Total care
Jumlah
Sumber : observasi mahasiswa profesi ners 2023

Keterangan :
P = jumlah pasien
Dari hasil pengkajian tanggal 13-15 Maret 2023 diruang
Perinatologi tingkat ketergantungan berdasarkan teori Douglas
adalah sebagai berikut :
Tabel 3. 3
Kebutuhan Perawat di Ruang Perinatologi

Berdasarkan Klasifikasi Derajat Ketergantungan Pasien


menurut Douglas Periode 13-15 Maret 2023
Tingkat Ketergantungan
Pasien Minimal care Parsial care Total care
13 Maret 2023 10 orang 0 0 10
14 Maret 2023 11 orang 0 0 11
15 Maret 2023 orang 0 0
Total orang 0 0
Rata-rata 0 0
Sumber : observasi mahasiswa profesi ners 2023

Tabel 3.4
Perhitungan Tenaga Perawat Menurut Douglas
di Ruang Perinatologi Periode 13-15 Maret 2023
Shift Dinas
Klasifikasi Total
Pagi Sore Malam
Minimal care - - - 0
Persial care - - - 0
Total care
Jumlah
Sumber : Observasi mahasiswa profesi ners 2023

Menurut perhitungan Douglas, jumlah perawat yang dibutuhkan sesuai


dengan ketergantungan pasien selama 3 hari pengkajian di ruangan Perinatologi
adalah .. orang. Dari tabel diatas terlihat perawat yang dibutuhkan pada shift
yaitu .. orang, jumlah perawat yang dibutuhkan pada shift siang .. orang, dan
jumlah perawat yang dibutuhkan pada shift malam yaitu .. orang.

1) Tenaga Kerja Non Perawat


Tabel 3.5
Tenaga Kerja Non Perawat

No Nama petugas Masa kerja Status Pendidikan Jenis


terahir kelamin
1. Fauziah Restu 12 tahun PTT SMA P
Rahayu (TU)

2. Jajang Nurzaman 2 tahun PTT SMA L


(CS)
Sumber : Hasil wawancara kepada TU dan CS Perinatologi
Berdasarkan tabel 3.5 bahwa di ruang perinatology terdapat 1 Tata Usaha dan 1
Cleaning Service dengan jenjang Pendidikan keduanya yaitu SMA
2) Jumlah Tenaga Kerja
Tabel 3.6
Jumlah Tenaga Kerja Perawat
Jumlah Tenaga Kerja Frekuensi Persentase
Perempuan 24 100 %
Total 24 100 %
Sumber : Hasil wawancara kepada kepala ruangan Perinatologi
Berdasarkan tabel 3.6 bahwa data distribusi diatas menunjukan ruang
perinatologi dengan jumlah perawat 24 orang dengan jenis kelamin perempuan.

3) Status Kerja
Tabel 3.7
Status Kerja
Status Frekuensi Persentase

PNS 16 67%
PTT 6 25%

P3K 2 8%
Total 24 100%
Sumber : Data Sekunder ruangan Perinatologi
Berdasarkan tabel 3.7 bahwa data distribusi diatas menunjukan status kerja
perawat diruang perinatology, dengan mayoritas PNS 16 orang (67%), untuk PTT (6)
orang dan P3K 2 orang (8%).

4) Ketenagaan Non Perawat

Tabel 3.8
Ketenagaan Non Perawat
Ketenagaan tambahan Frekuensi Persentase

TU 1 50 %
CS 1 50 %
Total 2 100 %
Sumber : Hasil wawancara kepada kepala ruangan Perinatologi
Berdasarkan tabel 3.8 bahwa data distribusi diatas menunjukan ketenagaan
tambahan yaitu tata usaha 1 (50%) orang, cleaning Sevice 1 (50%) orang.

1) Pendidikan Terakhir
Tabel 3.9
Pendidikan terakhir

Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase

D3 Keperawatan 18 75%

S1 Ners 6 25%

Total 24 100 %

Sumber : Data Sekunder ruangan Perinatologi


Berdasarkan tabel 3.9 data distribusi diatas menunjukan bahwa pendidikan
terakhir perawat diruang perinatoligi terbanyak yaitu D3 Keperawatan 18 orang
(75%) sedangkan Ners 6 orang (25%).

2) Perawat Klinik

Tabel 3.10
Perawat Klinik Berdasarkan Jenjang PK
PK Frekuensi Persentase
I 15 65%
II 3 13%
III 2 9%
IV 1 4%
Pemula 2 9%
Total 23 100%
Sumber : Data Sekunder ruangan Perinatologi
Berdasarkan tabel 3.10 data distribusi diatas menunjukan bahwa perawat klinik
(PK) yang terdapat di ruang perinatology yaitu terbanyak PK I sebanyak 15 orang
(65%), PK II 3 orang (13%), PK III 2 (9%), PK IV 1 orang (4%) dan Pemula 2 orang
(9%).
3) Data Pelatihan Perawat
Table 3.11
Data Pelatihan Perawat
Nama Pelatihan Ya Persentase Tidak Persentase
Resusitasi 4 5% 20 2%
Neonatus
Pelat PONNEK 1 1% 23 3%
BTCLS 6 8% 18 2%
Perawatan BL 1 1% 23 3%
pasca resusitasi
Pelatihan Pres 1 1% 23 3%
Pelatihan 1 1% 23
Preseptor CI
pelatihan ENIL 4 5% 21 2%
bantuan hidup 15 20% 9 1%
dasar (BHD)
pelatihan - 24 3%
preceptor 2020
pelatihan 1 1% 23 3%
pengelolaan
ruang isolasi
2017
pelatihan 2 3% 22 2%
manajement
nyeri dan
paliative care
pelatihan 1 1% 23 3%
manajementkepe
rawatan melalui
pendekatan
analisis SWOT,
touring dan
outbond
pelatihananagem 2 3% 22 2%
ent bayi
prematur dan
BBLR
" IHT" 1 1% 23 3%
Manajaement
terkini bayi
berat lahir
rendah
" IHT" 1000 1 1% 23 3%
hari pertama
kehidupan
" IHT " 1 1% 23 3%
Implementasi
dan monitoring
PPI di ruang
perawatan oleh
IPCLN dan
petugas
"IHT" 1 1% 23 3%
Manajement
Ruangan
Pelatihan PPI 8 11% 16 2%
PELATIHAN 1 1% 23 3%
BBLR
CLINICAL 1 1% 23 3%
NURSE
EDUCATOR/P
RECEPTOR
Pelatihan 1 1% 23 3%
Kegawatn
Maternal
neonatal
Pelatihan 1 1% 23 3%
Perseptor 2021
Pelatihan Case 1 1% 23 3%
Manager dalam
KARS
Pelatihan 1 1% 23 3%
Manajemen
Ruang Rawat
Pelatihan Patient 1 1% 23 3%
Safety dalam
Keperawatan
Pelatihan 1 1% 23 3%
Transfusi Darah
Pelatihan 2 3% 22 2%
Komunikasi
Efektif
Pelatihan 1 1% 23 3%
Manajemen
Risiko
Pelatihan 2 3% 22 2%
Manajemen
Nyeri
Pelatihan PMKP 1 1% 23 3%
pelatihan BLS 1 1% 23 3%
plus AED
Pelatihan 1 1% 23 3%
pemandu PTM
(Penyakit Tdak
Menular)
Pelatihan 1 1% 23 3%
pemadam
kebakaran tahun
Pelatihan 1 1% 23 3%
manajemen
keselamatan
pasien tahun
Pelatihan 1 1% 23 3%
skrining
Kesehatan
indera
Pelatihan 1 1% 23 3%
skrining
kesehatan
jiwa,anggaran
Dinkes
In House 1 1% 23 3%
Training
Perawatan Bayi
Baru Lahir
Pasca Resusitasi
Pelatihan 2 1% 22 2%
kegawatdarurata
n maternal dan
neonatal RSUD
dr soekardjo
Seminar 1 1% 23 3%
pengelolaan
praktek mandiri
perawat
Workshop 1 1% 23 3%
keperawatan
neonatus
perawatan
komprehensif
PD neonatus
kasus bedah sesi
2
Pelatihan APAR 1 1% 23 3%
TOTAL 75 100% 883 100%

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara didapatkan data perawat pada umumnya
sudah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi,
 Data Pasien
a. Data Pasien Rawat di Ruang Perinatologi
Berdasarkan buku registrasi pasien di ruang Perinatologi dari bulan
Desember 2023 sampai bulan Februari 2023 didapatkan bahwa pasien
yang pernah dirawat sebanyak 576 pasien dengan rincian setiap bulan
sebagai berikut :

Tabel 3.12
Data Pasien Dari Bulan Desember 2022- Februari 2023
Di Ruang Perinatologi

No Bulan Jumlah Jaminan Kesehatan


Pasien

Umum BPJS Kesda Kinda

1 Desember 187 3 164 5 15

2 Januari 207 4 197 5 -


3 Februari 182 4 178 5 -

Total 576 19 539 15 15

Sumber : Data Sekunder (Buku Register), 2022-2023


Berdasarkan tabel 3.12 data distribusi diatas menunjukan bahwa bahwa
jumlah kunjungan pasien yang di rawat di ruang perinatology pada bulan
Desember 187 pasien dengan jenis jaminan yang pertama umum 3 orang,
BPJS 64, Kesda 5 dan kinda 15. Selanjuntnya pada bulan Januari terdapat
207 pasien dengan umum 4 orang, jaminan BPJS 197 orang dan Kesda 5.
Kemuan pada bulan Februari terdapat 182 pasien dengan umum 4
kemudian jaminan BPJS 178 orang dan Kesda 15 orang.
b. 10 Penyakit Terbanyak di ruang Perinatologi
Berdasarkan buku registrasi pasien persebaran kasus penyakit diruang
Perinatologi tergambar dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 3.13
Penyakit Terbanyak Selama 3 bulan Terakhir
N DIAGNOSA BULAN Persentase
JUMLAH
O MEDIS DESEMBER JANUARI FEBRUARI %
1 Asfiksia 81 74 68 223 22%
sedang
2 Ikterik 65 73 56 194 20%
3 BBLR 65 70 47 182 18%
4 Prematur 47 43 44 134 13%
5 Infeksi 35 60 44 139 14%
6 Asfiksia Berat 25 52 26 103 10%
7 Anemia 6 3 - 9 1%
8 Pneumonia 1 - - 1 0%
9 Kelainan 1 5 3 9 1%
Kognital
10 Kejang - - - - -
Sumber : Data Sekunder (Buku Register), 2022-2023
Berdasarkan tabel 3.13 data distribusi diatas menunjukan bahwa 10 besar
kasus penyakit di ruang Perinatologi sesuai dengan index rekam medis
terbanyak adalah Asfiksia Sedang dengan frekuensi 223 (22%) kasus pada
bulan Desember-Februari.

c. Data Kasus selama 3 bulan Terakhir


Tabel 3.14
Diagnosa terbanyak selama 3 bulan terakhir

JUMLAH Presentase
MASALAH Jumlah
NO KEPERAWATAN Desember Januari Februari 3 Bulan
2022 2023 2023 Terakhir
1. Resiko Hipotermi 183 205 170 558 35%

2. Resiko Infeksi 183 205 170 558 35%

3. Pola Nafas Tidak 46 68 34 148 9%


Efektif
4. Bersihan Jalan Nafas 12 12 8 32 2%
tidak efektif
5. Pola Makan/ 30 29 17 76 5%
Menyusui Tidak
Efektif
6. Ikterik Neonatus 65 73 56 194 12%

7. Gangguan Eliminasi 28 5 10 43 3%

8. Gangguan Rasa
Nyaman Nyeri
9. Gangguan Aktifitas
10.Gangguan Resti
Injuri

d. Mahasiswa Praktek (Jumlah, Institusi, lama dll)


Jumlah Mahasiswa praktik di ruang perinatologi UPTD RSUD
Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya pada bulan 13-15 Maret 2023
mahasiswa yang terdiri dari :
Tabel 3.14
Jumlah Mahasiswa Praktik
No Nama institusi Tingkat/ Jumlah Persentase Stase Tanggal
semester %

1. Profesi Ners Mucis II 14 14% Manajemen 13-25 Maret


2023

2. D3 Perawat II 5 5% Maternitas 06 Maret – 19


Universitas BTH April

3. D3 Kebidanan III 22 22% PKK 3 13 Maret – 13


Mucis April

4. D3 Perawat III 38 37% Persiapan KTI 1-21 Maret


Poltekes

5 D3 Perawat Unjani III 16 16% Meternitas 13 Maret – 06


Mei 2023

6. D3 Kebidanan
Poltek

7. D3 Kebidanan III 7 7% PKK 3 13 Maret – 22


UBK Maret
Tabel 3.15
Tingkat Ketergantungan Pasien dan Kebutuhan Perawat

No Hari / Jumlah Ketergantungan


Tanggal Perawat Pasien Minimal Partial Total
Care Care Care
1. Senin, 13 13 15 - - 15
Maret 2023
2. Selasa, 14 12 10 - - 10
Maret 2023

3. Rabu, 14 - -
Maret 2023

Sumber : Data hasil observasi tanggal 15 Maret 2023

a) Hari Senin,13 Maret 2023


Tabel 3.16
Tingkat Ketergantungan Pasien Hari Senin

Pagi Sore malam


MC : MC : MC :
PC : PC : PC :
TC : TC : TC :
Kebutuhan Perawat Kebutuhan Perawat Kebutuhan Perawat

b) Hari Selasa, 14 Maret 2023

Tabel 3.17
Tingkat Ketergantungan Pasien Hari Senin

Pagi Sore malam


MC : MC : MC :
PC : PC : PC :
TC : TC : TC :
Kebutuhan Perawat Kebutuhan Perawat Kebutuhan Perawat
c) Hari Rabu, 15 Maret 2023

Tabel 3.18
Tingkat Ketergantungan Pasien Hari Senin

Pagi Sore malam


MC : - MC : MC :
PC : PC : PC :
TC : TC : TC :
Kebutuhan Perawat Kebutuhan Perawat Kebutuhan Perawat

2. Method

1. Standar Asuhan Keperawatan


Menurut Marr dan Biebing (2008) standar adalah suatu tingkat
kinerja yang secara umum dikenal sebagai sesuatu yang diterima, adekuat,
memuaskan dan digunakan sebagai tolak ukur atau titik acuan yang digunakan
sebagai pembanding. Sedangkan menurut Schroeder (2007) standar adalah nilai
atau acuan yang menentukan level praktek terhadap staf atau suatu kondisi pada
pasien atau sistem yang telah ditetapkan untuk dapat diterima sampai pada
wewenang tertentu.
Standar perawatan adalah uraian tingkat asuhan keperawatan yang
kompeten seperti yang diperlihatkan oleh proses keperawatan yang mencakup
semua tindakan penting yang dilakukan oleh perawat dalam memberikan
perawatan dan membentuk dasar pengambilan keputusan klinik (Retnariska,
2012). Di Indonesia, standar keperawatan dipakai sebagai pedoman dan
instrumentasi penerapan standar asuhan keperawatan yang disusun oleh Depkes
yaitu:
a) Standar I pengkajian keperawatan
Asuhan keperawatan paripurna memerlukan data yang lengkap dan
dikumpulkan secara terus menerus, tentang keadaannya untuk
menentukan kebutuhan asuhan keperawatan, data kesehatan harus
bermanfaat bagi semua anggota tim kesehatan. Komponen pengkajian
keperawatan meliputi kumpulan data yang harus menggunakan format
yang baku, sistematis, diisisesuai item yang tersedia, aktualdan valid.

b) Standar II diagnose keperawatan

Diagnosa keperawatan dirumuskan berdasarkan data status kesehatan


pasien, dianalisis dan dibandingkan dengan norma kehidupan pasien,
dan diagnose keperawatan dihubungkan dengan penyebab kesenjangan
dan pemenuhan kebutuhan pasien dan komponennya terdiri dari
masalah, penyebab dan tanda atau gejala.
c) Standar III perencanaan atau intervensi keperawatan
Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan diagnose keperawatan
komponennya meliputi prioritas masalah, tujuan asuhan keperawatan
dan rencana tindakan.
d) Standar IV implementasi keperawatan
Implementasi keperawatan adalah pelaksanaan tindakan yang ditentukan
dengan maksud agar kebutuhan pasien terpenuhi secara maksimal yang
mencangkup aspek peningkatan, pencegahan dan pemulihan kesehatan
dengan mengikut sertakan keluarga.
e) Standar V evaluasi keperawatan
Evaluasi keperawatan dilakukan secara periodik, sistematis, terencana
untuk menilai perkembangan pasien dan menilai hasil dari setiap
tindakan keperawatan yang sudah dilakukan.
f) Standar VI dokumentasi keperawatan
Dokumentasi keperawatan dilakukan secara individu oleh perawat selama
dirawat inap maupun rawat jalan yang digunakan sebagai informasi,
komunikasi dan laporan. Dokumentasi dibuat setelah tindakan dilakukan
sesuai dengan pelaksanaan proses keperawatan setiap mencatat harus
mencantumkan inisial atau paraf atau nama perawat, menggunakan
formulir yang baku, dan disimpan sesuai peraturan yang berlaku.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, di ruang


Perinatologi mempunyai prosedur tetap untuk semua tindakan perawatan
dan SOP (Standar Operasional Prosedur). Prosedur tetap keperawatan di
Ruangan mengacu pada prosedur tetap yang diterbitkan oleh RSUD dr.
Soekardjo. Standar ini diperlukan untuk menentukan mutu pelayanan,
bagaimana kegiatan-kegiatan akan dikerjakan dan seberapa baik kegiatan-
kegiatan tersebut dikerjakan.
2. Standar Operasional Prosedur
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, di ruang Perinatologi,
mempunyai standar operasional prosedur, seperti SOP Timbang Terima
Antar Shift, Komunikasi Terapeutik, Pre Confere

3. Penerimaan Pasien Baru


Penerimaan pasien baru adalah metode dalam menerima

kedatangan pasien baru (pasien dan/atau keluarga) di ruang pelayanan

keperawatan, khususnya pada rawat inap atau keperawatan intensif.

Dalam penerimaan pasien baru, maka sampaikan beberapa hal

mengenai orientasi ruang, pengenalan ketenagaan ners−medis, dan tata

tertib ruang, serta penyakit (Nursalam, 2014).

Alur Perinatologi

Pasien Datang

Ponek Neo
Ruang VK
Ruang Ok
Pasien Keluar dari Perinatologi

Meninggal Dunia Persetujuan Dokter Pulang Paksa Rujukan Ke RS Lain

4. Machine

Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau


mengubah energy untuk melakukan membantu pelaksanaan tugas
manusia. Biasanya membutuhkan sebuah masukan sebagai pelatuk,
mengirim energi yang telah diubah menjadi sebuah keluaran yang
melakukan tugas yang telah di setel, machine atau mesin digunakan
untuk member kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih
besar serta menciptakan efesiensi kerja.
Tabel 3.22
Inventaris Mesin Yang Ada Di Ruang Perinatologi
No NamaAlat JumlahSpesifikasi Kondisi
1. Mesin Suction 3 GEA Baik
2. Komputer 1 LG Baik
3. Kulkas 1 Toshiba Baik
4. AC 3 Samsung & Baik
Panasonic
5. Dispenser 1 Miaco Baik
6. Printer 1 Hp Baik
7. Water Hiter 1 Ariston Baik
Sumber : Data Inventaris Ruang Perinatologi
Berdasarkan tabel diatas invertaris mesin banyak
dalam kondisi baik dan dapat berfungsi baik.

5. Materials
Standar peralatan keperawatan adalah penetapan peralatan keperawatan yang
meliputi kebutuhan (jumlah, jenis dan spesifikasi) serta pengelolaannya dalam
upaya mewujudkan pelayanan keperawatan yang berkualitas (Depkes, 2011).
a. Alat Kesehatan.

Tabel 3.19
Alat Kesehatan
Sarana Dan Prasarana Yang Mendukung Pelayanan

Kondisi Alat

Minimal
No. Nama alat Kualitas Keterangan
standart
Kuantitas
Rusak Rusak
Baik
ringan berat
1 Tensimeter anak 2 3
2 Stetoscope 2 5 5
3 Timbangan Bayi 1 2 2
4 Bak Instrumen 2 2 2
Besar
5 Bak Instrumen 2 2 2
Sedang
6 Bak Instrumen 2 2 2
Kecil
7 Termometer Axilla 5:1 1 1
8 Termometer Rectal 5:1 - -
9 Pengukur Tinggi 1 1 1
Badan
10 Korentang dan 2 - -
Semptung
11 Gunting Verban 2 2 2
12 Gliserin Spuit 2 - -
13 Irigator Set 2 - -
14 Sterilisator 1 - -
15 Tabung Oksigen + 10 12 12
Flow Meter
16 Slym 2 3 3
Zuiger/Suction
Pump
17 Bengkok/ 6 6 6
Neerbeken
18 Pispot 1:1 - -
19 Urinal 1:1 - -
20 Set Ganti Balutan 1 - -
21 Standar Infus 1:1 5 5
22 Eskap 4:1 1 1
23 Replek Hammer 2 - -
24 Masker O2 10 15 15
25 Nebulizer 1 1 1
26 Tromol Besar 2 2 2
27 Tromol Kecil 2 2 2
28 Bak Spuit 2 3 3
29 Buli-Buli Panas 4 - -
30 Tongue Spatel 2 - -
31. EKG 1 - -
32. Ambu Bag Set 1 2 2
Anak
33. Lampu Expertice 1 - -
34. Mayc Anak 1 - -
35. Bantal Angin 5 - -
36. Nasal Canal Anak 3 5 5
37. Meja Tidur 1 1 1
Tindakan
38. Endotracheal Tube 1 - -
39. Gunting Tali Pusat 1 1 1
40. Meja Resusitasi 1 - -
41. Inkubator 1:1 7 7
42. Blue Light 1 8 8
43. Lunbal Fungsi Set 1 - -
44. Lampu Ultra Violet 1 - -
45. Light Cast 1 - -
46. Laringoscope 1 - -
47. Raspirator Bayi 2 3 3
48. Midline 1 1 1
49. Sputum Pot 5 - -
50. Suction Canula 5 3 3
Anak
51. Cerobong Angin 2 - -
52. Sungkup Bayi 2 2 2
53. Gelas Ukur 2 1 1
54. Pelindung mata & 2 2 2
Kelamin
.
Sumber : Data sekunder investaris ruang perinatologi pada tanggal 14 Maret 2023
disesuaikan dengan Sarana Prasarana Kemenkes RI (2010/2020) Standar SPM 2006.
b. Alat Tenun

Tabel 3.20
Alat tenun

Hasil kajian kuantitas dan kualitas


Minimal
Kualitas Keteran
Nama Alat Standar Kuantita
gan
Rusak Rusak
s Baik
ringan berat
1 Laken 1:5 150 150 Baik
2 Steek Laken 1:6 - -

3 Perlak 1:2 30 30 Baik

4 Oven Laken 1:5 - -

5 Sarung Guling 1:3 25 25 Baik


6 Sarung Bantal 1:5 25 25 Baik
7 Selimut Wool 1:1 32 32 Baik
Anak
8 Selimut Biasa 1:5 12 12 Baik
9 Selimut Anak 1:5 12 12 Baik
10 Boven Laken 1:5 - -
11 Sarung Eskap 1:2 - -
12 Sarung Buli-Buli 1:2 - -
Panas
13 Sarung Tabung O2 1:3 - -
14 Taplak Meja Pasien 1:3 - -
15 Taplak Meja 1:4 5 5 Baik
Petugas
16 Waslap 1:3 90 90 Baik
17 Handuk 1:3 28 28 Baik
18 Gorden 1:1 8 8 Baik
19 Duk Bolong 5 - -
20 Duk 5 - -
21 Masker 1:2 4 Box 4 box Baik
22 Lap Kerja 1:2 3 3 Baik
23 Barak Short 1;2 30 30 Baik
24 Tutup Alat 1:2 18 18 Baik
25 Piyama/Baju 1:5 87 87 Baik
Pasien
26 Sarung Windring 1:2 - -
27 Vitrase 1;2 - -
28 Bantal 1:1 12 12 Baik
29 Guling 1:1 5 5 Baik
30 Kasur Sarung Box 1:1 - -
Bayi
31 Sarung Box Bayi 2/Bok - -
32 Popok Bayi 1:10 32 32 Baik
33 Kelambu 5 7 7 Baik
Jumlah
Sumber : Data Sekunder yang ditanyakan pada wakil kepala ruangan perinatology
pada tanggal 14 Maret 2023 disesuaikan dengan Sarana Prasarana Kemenkes RI
(2010/2020) Standar SPM RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya 2006.

c. Alat Rumah Tangga


Tabel 3.21
Alat Tenun

Hasil Kajian Kuantitas dan Kualitas

No. Nama Alat Standar Kuantitas Baik Rusak Rusak Keterangan

Ringan Berat
1. Rostulle / Kursi Roda 2 - -
2. Lemari Obat Emergency 1 1 1 Baik
3. Meja Pasien/ Lemari 1:1 1 1 Baik
Pasien
4. Lampu Sorot 1 1 1 Baik
5. Lampu Senter 2 2 2 Baik
6. Overbad Table 1:1 - -
7. Nampan 5 11 11 Baik
8. Tempat Tidur Pasien 1:1 13 13 Baik
9. Tv Color 1 - -
10. Kulkas 1 1 1 Baik
11. Telephone 1 1 1 Baik
12. Brankar 1 - -
13. Standar Waskom Double 6 - -
14. Waskom Mandi 1:1 8 8 Baik
15. Sandaran 5 - -
16. Troli Obat 1 3 3 Baik
17. Troli Instrumen 1 3 3 Baik
18. Troli Pispot/Urinal 1 - -
19. Troli Suntikan 1 3 3 Baik
20. Troli Balutan 1 - -
21. Dorongan O2 1 1 1 Baik
22. Kunci Inggris 1 1 1 Baik
23. Tempat Sampah Medis 4 2 2 Baik
24. Tempat Sampah Non 6 4 4 Baik
Medis
25. Baki 5 11 11 Baik
26. Lemari Alat Tenun 1 1 1 Baik
27. Lemari Arsip 1 4 4 Baik
28. Meja Tulis Petugas 6 2 2 Baik
29. Kursi Pasien/Penunggu 1:1 6 6 Baik
30. Kursi Petugas 15 15 15 Baik
31. Lemari Locker Perawat 1 24 24 Baik
32. Gelas dan Piring/Plato 1:1 2 2 Baik
33. Sendok dan Garpu 1:1 1 1 Baik
34. AC 1 3 3 Baik
35. Sofa (Kursi) 1 1 1 Baik
36. Jam Dinding 2 2 2 Baik
37. Kompor Gas &Tabung 1 - -
Epizi
38. Dispenser 1 1 1 Baik
39. Alat Pemadam Kebakaran 1 1 1 Baik
40. Gayung Wc 1 3 3 Baik
41. Wastafel 1 3 3 Baik
42. Alat Kebersihan 2 1 Set 1 set Baik
43. Box Bayi 5 13 13 Baik
44. Meja Inkubator 1 - -
Jumlah

Sumber : Data Sekunder pada tanggal 14 Maret 2024 disesuaikan


dengan Sarana Prasarana Kemenkes RI (2010/2020) Standar SPM
2006, Standar Pelayanan Minimal Manajemen Keperawatan dan
Kebidanan RSUD Tasikmalaya

6. Money

Menurut Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 pendapatan


asli daerah adalah sumber keuangan daerah yang digali dari wilayah
daerah yang bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil
retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Salah satu fungsi
rumah sakit adalah memberikan pelayanan kesehatan bagi petugas
medis maupun non medis.

Sistem keuangan Rumah Sakit yang merupakan salah satu


kegiatan dari manajemen keuangan adalah sasaran pertama yang
harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang
mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan
keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan rumah
sakit.
Berdasarkan hasil pengkajian di ruang Perinatologi RSUD
dr. Soekardjo Tasikmalaya merupakan rumah sakit pemerintah,
yang pembiayaannya bersumber dari administrasi pasien baik BPJS
maupun pasien umum ditambah jasa pertindakan yang dilakukan
oleh perawat.

Sistem keuangan Rumah Sakit yang merupakan salah satu


kegiatan dari manajemen keuangan adalah sasaran pertama yang
harus diperbaiiki agar dapat memberikan data dan informasi yang
mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan
keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan rumah
sakit.
Berdasarkan hasil pengkajian di ruang Perinatologi RSUD dr.
Soekardjo Tasikmalaya merupakan rumah sakit pemerintah, yang
pembiayaannya bersumber
dari administrasi pasien baik BPJS maupun pasien umum.

a. Komunikasi Menejemen
1) Proses Supervisi

Melalui supervisi :
- Pengawasan langsung melalui inspeksi, mengamati
sendiri atau melalui laporan langsung secara lisan
dan memperbaiki/mengawasi kelemahan-
kelemahan yang ada saat ini.
- Pengawasan tidak langsung yaitu mengecek daftar
hadir, membaca dan memeriksa rencana
keperawatan serta catatan yang dibuat selama dan
sesudah proses keperawatan dilaksanakan
(didokumentasikan), mendengar laporan dari
perawat primer.
2) Proses Asuhan Keperawatan

Berdasarkan pengkajian yang dilakukan mahasiswa


melalui studi dokumentasi dan observasi selama tiga
hari didapatkan seluruh proses asuhan keperawatan
dilakukan sejak pasien masuk hingga pasien keluar.
Perawat mengkaji pasien secara bio-psiko-sosio-
spiritual yang kemudian dilakukan pengelompokkan
data sehingga didapatkan diagnose keperawatan.
Perencanaan keperawatan disusun kemudian
perawat melakukan implementasi keperawatan sesuai
dengan rencana yang telah disusun. Setiap perawat
memiliki tanggung jawab pasien sehingga perawat
dapat fokus dalam memberikan asuhan keperawatan.
Selama proses asuhan, perawat mengobservasi
keadaan pasien seperti kesadaran dan tanda-tanda
vital yang kemudian dicatat dalam lembar observasi.
Semua proses ini kemudian didokumentasikan dalam
buku rekam medik pasien dan dievaluasi setiap akhir
shift saat timbang terima.
Format pencatatan asuhan keperawatan telah
tersedia di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Tasikmalaya, sehingga perawat dapat
mendokumentasikan asuhan keperawatan pada
format tersebut. Format dalam bentuk manual dan
belum berupa komputerisasi.
3) Proses Manajemen Pelayanan/Operasional Keperawatan
Kepala ruangan di Ruang Perinatologi RSUD
dr. Soekardjo Tasikmalaya memiliki tipe
kepemimpinan demokratis. Pengambilan keputusan
dilaksanakan melalui proses diskusi dengan
mempertimbangkan pandangan dari setiap peserta
diskusi. Hal ini sejalan dengan pendapat Akbar
(2017) bahwa gaya kepemimpinan demokratis yaitu
pemimpin selalu berusaha mengutamakan kerjasama
dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan.
Pemimpin juga bisa menerima saran, pendapat
bahkan kritik dari bawahannya. Para bawahannya
dilibatkan secara aktif dalam proses pengambilan
keputusan.

Pengarahan dilakukan kepala ruangan pada saat pre


conference dan operan shift malam dengan shift pagi
sesuai SPO yang ada. Berisi pemberian informasi,
reinforcement dan motivasi kepada perawat ruangan.
Pengevaluasian dilakukan setiap pergantian shift dan
diskusi mengenai kesulitan dalam pemberian asuhan
keperawatan. Mahasiswa melakukan pengkajian
terkait komunikasi SBAR di Ruang Perinatologi
RSUD dr. Soekardjo dengan menggunakan daftar
checklist yang telah mahasiswa siapkan. Hasil
pengkajian melalui studi dokumentasi dan
observasi didapatkan perawat melakukan
komunikasi SBAR saat timbang terima pasien sesuai
SPO yang ada. Menurut Andreoli et al (2010)
Penggunaan alat komunikasi SBAR dapat membantu
dalam komunikasi, baik personal dengan tim dan
bisa meningkatkan budaya keselamatan pasien,
sehingga menimbulkan dampak positif perbaikan
pada pelaporan insiden keselamatan (Wiwin dan Sri,
2017).
Berdasarkan pengkajian yang dilakukan
mahasiswa menggunakan metode wawancara dan
kuesioner kepada kepala ruangan, sebelumnya
belum pernah terjadi konflik sesama perawat di
ruangan Perinatologi RSUD dr. Soekardjo.
Pengaturan mengenai pelayanan kesehatan di
Indonesia secara tersirat terdapat dalam Undang-
Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit, Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun
2013 tentang Jaminan Kesehatan.
Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya
yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-
sama dalam suatu organisasi yang mencakup sub
sistem pelayanan kesehatan untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit serta memulihkan
kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan
ataupun masyarakat (Depkes RI, 2009).
Sistem pelayanan kesehatan termasuk
pelayanan keperawatan, dimana selalu mengalami
perubahan mendasar dalam memasuki abad 21 ini.
Perubahan tersebut merupakan dampak dari
perubahan kependudukan dimana masyarakat
semakin berkembang yaitu lebih berpendidikan,
lebih sadar akan hak dan hukum, serta menuntut dan
semakin kritis terhadap berbagai bentuk pelayanan
keperawatan serta perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi saat ini. Untuk mengatasi perubahan
tersebut maka sistem pelayanan keperawatan harus
dituntut profesional (Kuntoro, 2010).

SP2KP adalah sistem pemberian pelayanan


keperawatan profesional yang merupakan
pengembangan dari MPKP ( Model Praktek
Keperawatan Profesional) dimana dalam SP2KP ini
terjadi kerjasama profesional antara perawat primer
(PP) dan perawat asosiet (PA) serta tenaga kesehatan
lainnya (Perry, Potter. 2009).
SP2KP atau Sistem Pelayanan Keperawatan
Profesional adalah kegiatan pengelolaan asuhan
keperawatan disetiap unit ruang rawat di rumah sakit.
SP2KP ini merupakan suatu sistem pemberian
asuhan keperawatan di ruang rawat yang dapat
memungkinkan perawat dalam pelaksanaan asuhan
keperawatan yang professional bagi pasien. SP2KP
ini memiliki sistem pengorganisasian yang baik
dimana semua komponen yang terlibat dalam
pelaksanaan asuhan keperawatan diatur seara
professional (Sitorus, 2011)
Keperawatan sebagai pelayanan atau asuhan
profesional bersifat humanistis menggunakan
pendekatan holistik, dilakukan berdasarkan ilmu dan
kiat keperawatan, berorientasi pada kebutuhan
objektif klien, mengacu pada standar profesional
keperawatan dan menggunakan etika keperawatan
sebagai tuntutan utama. Profesionalisasi keperawatan
merupakan proses dinamis dimana profesi yang telah
terbentuk mengalami perubahan dan perkembangan
karakteristik sesuai dengan tuntutan profesi dan
kebutuhan masyarakat (Nursalam, 2011).
Agar pengelolaan ruang perawatan dapat
dilakukan dengan baik maka kepala ruangan
dituntut memiliki kemampuan manajerial dan
kemampuan profesional dalam mengatur
terlaksananya pelayanan perawatan dimana manajer
atau kepala ruangan mengatur dan merencanakan
manajemen ruangan untuk pengelolaan pasien yang
pada umumnya berhubungan dengan pelaksanaan
fungsi manajemen Arwani & Supriyatno (2006).
4) Fungsi Manajemen
Adapun fungsi manajemen diantaranya :

a. Perencanaan (Planning

Menurut Nursalam (2013) tugas kepala ruangan dalam hal


perencanaan :
1) Menunjuk ketua tim yang akan bertugas di ruangan masing-masing
2) Mengikuti serah terima pasien pada shif sebelumnya
3) Mengidentifikasi tingkat ketergantungan pasien : gawat, transisi
dan persiapan pulang, bersama ketua tim
4) Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan
aktivitas dan kebutuhan pasien bersama ketua tim, mengatur
penugasan serta penjadwalan.
5) Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan
6) Mengikuti visite dokter untuk mengetahui kondisi, patofisiologi,
tindakan medis yang dilakukan, program pengobatan dan
mendiskusikan dengan dokter tentang tindakan yang akan
dilakukan terhadap pasien
7) Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan, termasuk
kegiatan membimbing pelaksanaan asuhan keperawatan,
membimbing penerapan proses keperawatan dan menilai asuhan
keperawatan, mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah serta
memberikan informasi kepada pasien atau keluarga yang baru
masuk
8) Membantu mengembangkan niat pendidikan dan latihan diri
9) Membantu membimbing peserta didik keperawatan
10) Menjaga terwujudnya visi dan misi keperawatan dan rumah sakit
Berdasarkan hasil observasi selama 3 hari, presentase proses
Perencanaan yang dilakukan di Perinatologi dapat dilihat tabel di bawah ini.
Tabel 3.23
Presentase Proses Perencanaan
Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Periode 13-15 Maret 2023
N = 24

No Perencanaan Selalu Sering Kadang- Tidak


kadang pernah
1 Dalam
melaksanakan
tugas, saya
sesuaikan dengan
visi dan misi rumah
sakit
2 Dalam melakukan
asuhan
keperawatan saya
perpedoman pada
standart asuhan
keperawatan
(SAK)
3 Dalam
melaksanakan
prosedur
keperawatan saya
perpedoman pada
standart oprasional
prosedur (SOP)
4 Dalam bekerja saya
berdasarkan
peraturan yang ada
di rumah sakit
5 Saya berusaha
konsisten dalam
bekerja dengan
mengikuti standart
kinerja di rumah
sakit
Total
Persentase
Jumlah
Sumber : Hasil Kuesioner, STIKes Muhammadiyah Ciamis 2023
Berdasarkan hasil kuesioner yang dilakukan pada tanggal 13-15
Maret 2023 didapatkan …..
b) Pengorganisasian (Organizing)
1) Mengatur dan mengkoordinasi seluruh kegiatan pelayanan di ruang
rawat
2) Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga perawatan dan tenaga
lain sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan/peraturan yang
berlaku (bulanan, mingguan, harian).
3) Melaksanakan program orientasi kepada tenaga keperawatan satu
atau tenaga lain yang bekerja di ruang rawat
4) Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga perawatan untuk
melaksanakan asuhan perawatan sesuai standart

5) Mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada dengan cara bekerja


sama dengan sebagai pihak yang terlibat dalam pelayanan ruang
rawat
6) Mengenal jenis dan kegunaan barang peralatan serta
mengusahakan pengadaannya sesuai kebutuhan pasien agar
tercapainya pelayanan optimal
7) Menyusun permintaan rutin meliputi kebutuhan alat, obat, dan
bahan lain yang diperlukan di ruang rawat
8) Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan agar
selalu dalam keadaan siap pakai
9) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan inventaris peralatan
10) Melaksanakan program orientasi kepada pasien dan keluarganya
meliputi tentang peraturan rumah sakit, tata tertib ruangan, fasilitas
yang ada dan cara penggunaannya
11) Mendampingi dokter selama kunjungan keliling untuk memeriksa
pasien dan mencatat program
12) Mengelompokkan pasien dan mengatur penempatannya di ruang
rawat untuk tingkat kegawatan, injeksi dan non injeksi, untuk
memudah pemberian asuhan keperawatan
13) Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien yang dirawat untuk
mengetahui keadaan dan menampung keluhan serta membantu
memecahkan masalah berlangsung
14) Menjaga perasaan pasien agar merasa aman dan terlindungi selama
pelaksanaan pelayanan berlangsung
15) Memberikan penyuluhan kesehatan terhadap pasien/keluarga
dalam batas wewenangnya
16) Menjaga perasaan petugas agar merasa aman dan terlindungi
selama pelaksanaan pelayanan berlangsung
17) Memelihara dan mengembangkan sistem pencatatan data
pelayanan asuhan keperawatan dan kegiatan lain yang dilakukan
secara tepat dan benar

18) Mengadakan kerja sama yang baik dengan kepala ruang rawat inap
lain, seluruh kepala seksi, kepala bidang, kepala instansi, dan
kepala UPF di rumah sakit
19) Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara
petugas, pasien dan keluarganya, sehingga memberi ketenangan
Berdasarkan hasil observasi selama 3 hari, presentase proses
perencanaan yang dilakukan di Perinatologi dapat dilihat tabel di
bawah ini.
Tabel 3.24
Presentase Proses Pengorganisasian
Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Tasikmalaya Periode 13-15 Maret 2023
N = 24
No Pengorganisasian Selalu Sering Kadang- Tidak
kadang pernah
1 Sistem pemberian
asuhan
keperawatan yang
digunakan di
ruangan ini dengan
MPKP
2 Saya memahami
struktur organisasi
yang ada di
Ruangan
3 Dalam bekerja saya
melakukan tugas
sesuai dengan
uraian tugas yang
ditentukan oleh
ruangan
4 Dalam bekerja saya
berdasarkan
peraturan yang ada
dirumah sakit
Total
Persentase
Jumlah
Sumber : Hasil Kuesioner, STIKes Muhammadiyah Ciamis 2023
Berdasarkan hasil kuesioner yang dilakukan pada tanggal 13-15
Januari 2023

c) Staffing
1) Melalui komunikasi yaitu mengawasi dan berkomunikasi langsung
dengan perawat primer mengenai asuhan keperawatan yang
diberikan kepada klien
Tabel 3.25
Presentase Proses staffing (kebutuhan tenaga)
Di Ruang Perinstologi RSUD dr. Soekardjo
Tasikmalaya
Periode 13-15 Januari 2023
N = 24
No Satffing Selalu Sering Kadang- Tdk
kadang pernah
1 Pengajuan
penambahan tenaga
Direncanakan
2 Kebutuhan tenaga
dihitung berdasarkan
konsep
3 Kebutuhan tenaga
berdasarkan
kekhususan ruangan
Total
Persentase
Jumlah
Sumber : Hasil Kuesioner, 2023

Berdasarkan hasil kuesioner yang dilakukan pada tanggal 13-15


Maret 2023
Tabel 3.26
Presentase Proses Kebutuhan Tenaga berdasarkan Kekhususan
Ruangan di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Tasikmalaya Periode 13-15 Januari 2023
N = 24

No Kebutuhan tenaga selalu Sering Kadang- Tdk


berdasarkan kadang pernah
kekhususan ruangan
1 Didalam bekerja saya
tenang karena setiap
saat ada kegiatan
supervisi untuk
menunjukan yang baik
kepada kami
2 Saya tahu betul
pekerjaan saya karena
setiap dinas ada
program operan antar
shift yang jelas
3 Saya tahu betul
pekerjaan saya
sebagai perawat
pelaksana karena
sebelum dinas ada pre
conferen dari kepala
tim untuk menjelaskan
pekerjaan yang akan
kita lakukan
4 Saya mengetahui
pekerjaan dengan baik
karena setiap hari ada
program post conferen
dari kepala tim untuk
menjelaskan evaluasi
pekerjaan kita lakukan
5 Saya senang karena
ada kegiatan ronde
keperawatan diruang
untuk menyelesaikan
kasus kompleks
Diruangan
Total
Persentase
Jumlah
Sumber : Hasil Kuesioner, 2023
Berdasarkan hasil kuesioner yang dilakukan pada tanggal 13-15
Maret 2023 didapatkan hasil dari kebutuhan tenaga berdasarkan
kekhususan ruangan sebanyak perawat mengatakan selalu
melaksanakan hal yang terdapat pada kuesioner, dan sebanyak
perawat mengatakan sering melaksanakan 3 pertanyaan diatas,
sebanyak perawat mengatakan kadang-kadang yaitu 2 orang perawat
memilih kadang-kadang untuk poin 1 dan 4 kebutuhan tenaga dihitung
berdasarkan konsep dan kebutuhan tenaga berdasarkan kekhususan
ruanagan. Namun dapat disimpulakan pengorganisasian manajemen
selalu dilakukan dengan cukup baik karena sebanyak selalu dilakukan.

2) Melalui supervisi :
a) Pengawasan langsung melalui inspeksi, mengamati sendiri atau
melalui laporan langsung secara lisan dan
memperbaiki/mengawasi kelemahan-kelemahan yang ada saat
ini.
b) Pengawasan tidak langsung yaitu mengecek daftar hadir,
membaca dan memeriksa rencana keperawatan serta catatan
yang dibuat selama dan sesudah proses keperawatan
dilaksanakan (didokumentasikan), mendengar laporan dari
perawat primer.
d) Evaluasi (Controlling)
1) Mengawasi dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan yang
telah ditentukan
2) Melaksanakan penilaian terhadap upaya peningkatan pengetahuan
dan keterampilan di bidang perawatan
3) Melaksanakan penilaian dan mencantumkan ke dalam Daftar
Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai (DP3) bagi pelaksana
keperawatan dan tenaga lain di ruang yang berada di bawah
tanggung jawabnya untuk berbagai kepentingan (naik pangkat/golongan,
melanjutkan sekolah)
4) Mengawasi dan mengendalikan pendayagunaan peralatan
perawatan serta obat–obatan secara efektif dan efisien, mengawasi
pelaksanaan sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan asuhan
keperawatan serta mencatat kegiatan lain di ruang rawat.

Tabel 3.27
Presentase Proses pengendalian
Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Tasikmalaya Periode 13-15 Januari 2023
N = 24
No Pengendalian Selalu Sering Kadang- Tidak
kadang pernah
1 Tiap tiga bulan
sekali diruangan
saya dilakukan
evaluasi terhadap
kinerja perawat
diruang masing-
masing yang
dilakukan oleh
ketua tim dan
perawat pelaksana
2 Tiap bulan diruang
saya dilakukan
audit mutu dengan
cara menghitung
BOR
3 Tiap bulan
diruangan saya
dilakukan audit
mutu dengan cara
menghitung ALOS
4 Tiap bulan
diruangan saya
dilakukan audit
mutu dengan cara
menghitung TOI
5 Tiap bulan
diruangan saya
dilakukan audit
mutu dengan cara
menghitung
kejadian infeksi
nosocomial

6 Tiap bulan
diruangan saya
dilakukan audit
mutu dengan cara
menghitung
kejadian jatuh

Total
Persentase
Jumlah
Sumber : Hasil Kuesioner, 2023
Indikator SP2KP indikator pelayanan manajerial pelayanan
keperawatan standar pelayanan minimal (SPM) bidang pelayanan
keperawatan RSUD dr. Soekardjo berdasarkan Kepmenkes Nomor 836
tahun 2005 dan modul pelatihan SP2KP meliputi Pre-Conferene dan
Post-Conferene.
Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 13-15 Maret
2023 didapatkan hasil sebagai berikut :
a. Pre conference
Pre conference, yaitu kegiatan pertemuan katim dan anggota tim
setelah membaca laporan shift sebelumnya untuk menyusun rencana
kegiatan askep shift lanjutannya. Pre-conferene dilakukan untuk
memperjelas rencana yang akan dilakukan dan pembagian tugas tim
keperawatan sehingga pelayanan atau asuhan yang diberikan lebih
optimal, efesien dan efektif. Berdasarkan observasi selama 3 hari,
presentase proses pelaksaan pre conference di Perinatologi dapat
dilihat tabel di bawah ini.
Tabel 3.28
Presentase Proses Pelaksanaan Pre Conference
Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Tasikmalaya
Periode 13-15 Januari 2023
Ya = 1 Tidak = 0
No Variabel yang dinilai Observasi
Ya Tidak
1 Karu/Pj tim membuka acara dengan
1 -
Salam
2 Katim/Pj tim menanyakan rencana
1 -
Harian
3 Katim/Pj tim memberi masukan dan
1 -
tindak lanjut
4 Katim/Pj tim memberi reinforcement 1 -
5 Katim/Pj tim menutup acara 1 -
Total 5 -
Persentase 100 % -
Sumber :Observasi Mahasiswa Profesi Ners STIKes Muhammadiyah
Ciamis 2023

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di ruangan


Perinatologi selama tiga hari dalam 3 shift kerja pagi, didapatkan
pelaksanaan kegiatan preconference di ruangan Perinatologi sudah ada
beberapa point variabel yang dinilai telah terlaksanakan secara
keseluruhan. Didapatkan hasil penilaian kepala tim pada saat
preconference sebesar 100% dan termasuk dalam kategori sangat baik,
hal ini menyatakan bahwa kepala tim diruangan Perinatologi sudah
baik dalam kegiatan pre confrence.
b. Post conference
Post conference, yaitu kegiatan pertemuan katim dan anggota tim pada
akhir shift atau telah melakukan askep atau mencatat dibuku laporan
untuk disampaikan pada operan shift berikutnya. Post-conferene
dilakukan untuk memperjelas hasil askep yang dilakukan da evaluasi
dari tindakan tugas tim keperawatan sehingga pelayanan atau asuhan
keperawatan yang diberikan lebih optimal, efisien dan efektif.
Tabel 3.29
Presentase Proses Pelaksanaan Post Conference
Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Tasikmalaya Periode 13-15 Maret 2023
Ya = 1 Tidak = 0
No Variabel yang dinilai Observasi
Ya Tidak
1 Karu/Pj tim membuka acara dengan
1 -
Salam
2 Katim/Pj tim menanyakan hasil asuhan
1 -
masing-masing pasien
3 Katim/Pj tim menanyakan kendala
1 -
pemberian asuhan
4 Katim/Pj tim menanyakan tindak lanjut
1 -
pada dinas berikutnya
5 Katim/Pj tim memberi reinforcement 1
6 Katim/Pj tim menutup acara 1 -
Total 6 -
Persentase 100 % -
Sumber :Observasi Mahasiswa Profesi Ners STIKes Muhammadiyah
Ciamis 2023

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di ruangan


Perinatologi selama tiga hari dalam 3 shift kerja pagi, didapatkan
bahwa pelaksanaan kegiatan postconference di ruangan rawat inap
Perinatologi sudah ada beberapa point variabel yang dinilai telah
terlaksanakan. Didapatkan hasil penilaian kepala tim pada saat
postconference sebesar 100% dan termasuk dalam kategori sangat
baik, hal ini menyatakan bahwa kepala tim diruangan Perinatologi
sudah baik dalam kegiatan postconfrence.
c. Operan
Friesen (2008) menyebutkan tentang definisi dari handover
adalah transfer tentang informasi (termasuk tanggung jawab dan
tanggung gugat) selama perpindahan perawatan yang berkelanjutan
yang mencakup peluang tentang pertanyaan, klarifikasi dan konfirmasi
tentang pasien. Selain itu juga meliputi mekanisme transfer informasi
yang dilakukan, tanggung jawab utama dan kewenangan perawat dari
perawat sebelumnya ke perawat yang akan melanjutnya perawatan.
Operan sering disebut dengan timbang terima atau handover.
Operan adalah suatu cara dalam menyampaikan dan menerima sesuatu
(laporan) yang berkaitan dengan keadaan pasien (Nursalam, 2011).
Timbang terima harus dilakukan seefektif mungkin dengan
menjelaskan secara singkat, jelas dan lengkap tentang tindakan mandiri
perawat, tindakan kolaboratif yang sudah dan yang belum dilakukan
serta perkembangan pasien saat itu. Informasi yang disampaikan harus
akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat berjalan
dengan sempurna. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan, timbang
terima (handover) dilakukan oleh perawat primer keperawatan kepada
perawat primer (penanggung jawab) dinas sore atau dinas malam
secara tertulis dan lisan (Rohmah, 2012).
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
operan adalah suatu cara dalam menyampaikan dan menerima sesuatu
(laporan) yang berkaitan dengan keadaan pasien.
Berdasarkan observasi selama 3 hari, presentase proses
pelaksaan handover di Ruang Perinatologi dapat dilihat tabel di bawah
ini.
Tabel 3.30
Presentase Proses Pelaksanaan Operan
Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Tasikmalaya Periode 13-15 Maret 2023
Ya = 1 Tidak = 0
Observasi
No Komponen Penilaian ya Tidak
1 Karu/Pj shift membuka acara dengan salam 1
2 Katim/Pj tim mengoperkan dx keperawatan 1
3 Katim/Pj tim mengoperkan TUK yang sudah 1
Dicapai
4 Katim/Pj Tim mengoperkan tindakan yang 1
sudah dilaksanakan
5 Katim/Pj Tim mengoperkan hasil asuhan 1
Keperawatan
6 Katim/Pj shift mengoperkan tindak lanjut 1
7 Pj tim berikutnya mengklarifikasi 1
8 Karu memimpin ronde 1
9 Karu merangkum informasi operan 1
10 Karu memimpin doa dan menutup acara 1
7
Total 3
70
Persentase 30
Sumber :Observasi Mahasiswa Profesi Ners STIKes Muhammadiyah
Ciamis 2023

Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan diruang


Perinatologi didapatkan hasil handover sebesar 70%, dan termasuk
dalam kategori penilaian baik , hal ini menyatakan bahwa Handover
ruang Perinatologi sudah dilaksanakan dengan baik.
d. Risiko Infeksi Nasokomial
Infeksi diartikan sebagai adanya suatu organisme pada jaringan
atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun
sistemik. Menurut Karen adams & Aanet M. Corrigan (2009) Infeksi
nasokomial atau infeksi yang diperoleh dari rumah sakit adalah infeksi
yang tidak diderita pasien saat masuk ke rumah sakit melainkan setelah
± 72 jam berada ditempat tersebut. Infeksi ini terjadi bila toksin atau
agen penginfeksi menyebabkan infeksi lokal atau sistemik.
Infeksi nasokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita
maupun luar tubuh. Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme
yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ke
tempat baru yang kita sebut dengan self infection atau auto infection,
sementara infeksi eksogen (cross infection) disebabkan oleh
mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke
pasien lainnya (Soeparman, 2006).
Contoh penyebab terjadinya infeksi nasokomial apabila
dokter atau perawat mengelola seorang pasien yang menderita infeksi
karena mikroorganisme patogen tertentu kemudian mikroorganisme
dapat ditularkan ketika terjadi kontak. Selanjutnya, pasien kelolaan lain
berpotensi tertular dari perawat dan dokter yang sebelumnya
berkontakan dengan pasien infeksi.
Tabel 3.31
Pengukuran Instrument Pasien Safety : Resiko Infeksi
Nosokomial di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Periode 13-15 Januari 2023
N=5
No Variabel Ya Tidak
1. Perawat dapat melakukan cuci tangan 6 5 0
langkah dengan benar
2. Perawat mencuci tangan ditempat yang 5 0
sudah disediakan
3. Handsrub tersedia 5 0
4. Handuk/ tissue untuk mengelap setelah 5 0
cuci tangan
5. Mempunyai tempat sampah infeksius 5 0
6. Mempunyai tempat sampah non infeksius 5 0
7. Mempunyai tempat kotor linen 5 0
8. Mempunyai tempat pembuangan benda 5 0
tajam
9. Petugas mencuci tangan 6 langkah benar 5 0
sebelum prosedur aseptic
10. Perawat menjelaskan langkah cuci tangan 5 0
kepada keluarga
Jumlah
Persentase%
Sumber :Observasi Mahasiswa Profesi Ners STIKes
Muhammadiyah Ciamis 2023
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan disimpulkan bahwa
pencegahan infeksi nosokomial dengan persentase 72%. Perawat
sudah melakukan cuci tangan dengan cara 6 langkah pada wastafel cuci
tangan.
Setelah dilakukan observasi selama tiga hari tentang resiko
infeksi nosokomial di ruang data diperoleh 72% telah tercapai.
Observasi yang dilakukan untuk mengetahui Pengukuran Instrument
Patient Safety Resiko Jatuh di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Periode 13-15 Januari 2023 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.32
Pengukuran Instrument Pasien Safety : Resiko Jatuh
di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Periode 13-15 Januari 2023
N=5
No Variabel Ya Tidak
1 Perawat mengerti tentang pengkajian 5 0
resiko jatuh (Humpty Dumpty)
2 Perawat sudah pernah melakukan 5 0
pengidentifikasian resiko jatuh
3 Perawat antusias dalam melaksanakan 5 0
pengidentifikasian resiko jatuh
4 Perawat mau mengaplikasikan kembali 5 0
pengidentifikasian resiko jatuh
5 Perawat sudah menjelaskan tentang resiko 5 0
jatuh kepada pasien
6 Perawat sudah menanggani pasien dengan 5 0
benar terkait dengan resiko jatuh
7 Perawat sudah memasang label atau tanda 5 0
resiko jatuh pada pasien
Jumlah 35 0
Persentase (%) 100% 0%
Persentase Total (%) 100 %
Sumber :Observasi Mahasiswa Profesi Ners STIKes
Muhammadiyah Ciamis 2023

Setelah dilakukan analisa dari hasil observasi, didapatkan


persentase pencegahan pasien resiko jatuh sebanyak 100%, angka
tersebut menunjukan bahwa proses penatalaksanaan pasien resiko jatuh
di ruang Perinatologi sangat baik.
a) Proses Manajemen Bimbingan Praktek Bagi Mahasiswa
Setiap organisasi memiliki serangkainya tugas atau kegiatan yang
harus diselesaikan untuk mencapai tujuan. Pengorganisasian kegiatan
dilakukan untuk memudahkan tugas bimbingan bagi mahasiswa praktik.
Adapun uraian tugas yang dimiliki setiap pembimbing mahasiswa atau CI
antara lain, melakukan pre pre conference dan membahas laporan kasus,
memberikan waktu kepada mahasiswa untuk membaca rekam medis pasien,
membimbing mahasiswa untuk meningkatkan komunikasi terapetik dan
menerapkan rencana tindakan, melakukan bed side teaching, melakukan
ronde keperawatan mengambil alih tindakan yang dilakukan mahasiswa
dalam situasi tertentu, melakukan pos conference yang membahas tentang
kegiatan mahasiswa dalam melakukan asuhan keperawatan, membimbing
mahasiwa dalam rangka mengakhiri praktek suatu tempat atau ruang,
mengontrol kehadiran mahasiwa dan melaporkan kepada pembimbing
akademik apabila mahasiswa tidak hadir, memberi bimbingan mahasiswa
sesuai tingkat pendidikannya dalam hal melaksanakan asuhan keperawatan
dengan penerapan proses keperawatan dan membimbing pembuatan
laporan kasus serta memberi penilaian terhadap hasil kerja mahasiswa
sesuai dengan tempat tugasnya.
Adapun CI diruang perinatologi RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya
terdapat 4 orang CI, setiap satu CI memegang satu fakultas agar setiap
mahasiswa mendapat bimbingan yang maksimal.
b) Efisiensi Ruang Rawat (BOR,LOS,BTO,TOI)
a. BOR (Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat tidur)
Menurut Depkes RI (2006), BOR adalah presentase pemakaian
tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan
gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah
sakit. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85%.

a. ALOS ( Average Length of Stay = Rata-rata lamanya pasien


dirawat)
Menurut Depkes RI (2006) ALOS adalah rata-rata lama rawat
seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat
efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila
diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu
pengamatan yang lebih lanjut. Secara umum nilai ALOS yang ideal
antara 6-9 hari.

b. TOI (Turn Over Interval = Tenggang perputaran)


Menurut Depkes RI (2006), TOI adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak
ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran
tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi
pada kisaran 1-3 hari.
Tabel 3.34
Rekapitulasi Angka BOR, LOS, BTO, dan TOI
Di Ruang Rawat Intensive Unit Perinatologi UPTD RSUD
dr. Soekardjo Tasikmalaya periode 3 bulan terakhir

No Bulan BOR LOS TOI


BTO

1 Desember
2 Januari
3 Februari
Jumlah
Rata-rata
Sumber : observasi mahasiswa profesi ners 2023
B. Hasil Evaluasi Penerapan SAK
1. Instrumen A (Kelengkapan Dokumentasi Keperawatan)
Standar adalah suatu tingkat kinerja yang secara umum dikenal sebagai
sesuatu yang diterima, adekuat, memuaskan dan digunakan sebagai tolak ukur atau
titik acuan yang digunakan sebagai pembanding (Marr dan Biebing, 2001). Standar
praktik keperawatan adalah norma atau penegasan tentang mutu pekerjaan
seseorang perawat yang dianggap baik, tepat dan benar yang dirumuskan sebagai
pedoman pemberian asuhan keperawatan serta sebagai tolak ukur dalam penilaian
penampilan kerja seorang perawat (Nursalam, 2002).
Dasar hukum Standar Profesi Keperawatan adalah UU Kesehatan RI No. 23
tahun 1992 pasal 53, ayat 1: “Tenaga kesehatan memperoleh perlindungan dalam
melaksanakan tugasnya berkewajiban standar profesi dan pasien”. Standar Asuhan
Keperawatan (SAK) RSUD Siti Fatimah disusun berdasarkan standar asuhan
keperawatan internasional. Standar acuan yang dipakai adalah Standarized nursing
language yaitu SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia) untuk diagnose
keperawatan, SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) untuk tujuan dan
outcome yang ingin dicapai, dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
untuk rencana tindakan/intervensinya.
Di Indonesia, standar keperawatan dipakai sebagai pedoman dan
instrumentasi penerapan standar asuhan keperawatan yang disusun oleh Depkes
yaitu :
a. Standart I pengkajian keperawatan
Pengkajian keperawatan berisi tentang data anamnesa, observasi yang paripurna
dan lengkap serta dikumpulkan secara terus menerus tentang keadaan pasien
untuk menentukan asuhan keperawatan sehingga data keperawatan harus
bermanfaat bagi semua anggota tim. Data pengkajian meliputi pengumpulan
data, pengelompokan data, dan perumusan masalah.

b. Standart II diagnosa keperawatan


Diagnosa keperawatan adalah respon pasien yang dirumuskan berdasarkan data
status kesehatan pasien, dianalisis dan dibandingkan dengan norma kehidupan
pasien, dan komponennya terdiri dari masalah penyebab dan gejala (PES)
bersifat actual dan potensial dan dapat ditanggulangi perawat.
c. Standart III perencanaan atau intervensi keperawatan
Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan diagnosa keperawatan
komponennya meliputi prioritas masalah, tujuan asuhan keperawatan dan
rencana tindakan.
d. Standart IV implementasi keperawatan
Implementasi keperawatan adalah pelaksanaan tindakan yang ditentukan dengan
maksud agar kebutuhan pasien terpenuhi secara maksimal yang mencangkup
aspek peningkatan, pencegahan dan pemulihan kesehatan dengan mengikut
sertakan keluarga.
e. Standart V evaluasi keperawatan
Evaluasi keperawatan dilakukan secara periodik, sistematis, terencana untuk
menilai perkembangan pasien.
f. Standart VI dokumentasi keperawatan
Dokumentasi keperawatan dilakukan secara individu oleh perawat selama
dirawat inap maupun rawat jalan yang digunakan sebagai informasi, komunikasi
dan laporan. Dokumentasi dibuat setelah tindakan dilakukan sesuai dengan
pelaksanaan proses keperawatan setiap mencatat harus mencantumkan inisial
atau paraf atau nama perawat, menggunakan formulir yang baku, dan disimpan
sesuai peraturan yang berlaku.
Berdasarkan Observasi yang dilakukan, penilaian asuhan
keperawatan di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya
dalam tabel berikut :

Tabel 3.36
Penilaian Asuhan Keperawatan
Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Tasikmalaya Periode 13-15 Maret 2023
Penilaian Asuhan Keperawatan
Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Tasikmalaya
Kode Status Pasien Keterangan
No Aspek Yang Dinilai
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
A Pengkajian
1 Mencatat data yang dikaji
sesuai dengan pengkajian
2 Data dikelompokkan (bio-
psiko-sosial-spritual)
3 Datamengandung komponen
yang dikaji pasien
paisen/subyek,
masuk sampai pulang perubahan
4 perilaku,
Masalah kondisi pasien,
dirumuskan
dan atau criteria
berdasarkan kesenjangan
4antara
Rencana tindakan mengacu
status kesehatan
pada tujuan
dengan norma dan dengan
pola kalimat
fungsi kehidupan dan jelas
perintah, terinci
SUBdan atau melibatkan
TOTAL
pasien/keluarga
5TOTALRencana tindakan
menggambarkan
keterlibatan pasien/keluarga
PRESENTASE
B 6Diagnosa
Rencana tindakan
1 menggambarkan kerjasama
Dx Keperawatan
dengan tim
berdasarkan kesehatan
masalah yang lain.
SUB TOTAL
telah dirumuskan
2 TOTAL
Dx Keperawatan
PRESENTASE
mencerminkan PE/PES
3 DMerumuskan
Implementasi dx
1keperawatan
Tindakan dilaksanakan
mengacu pada rencana
aktual/potensial
SUBperawatan
TOTAL
2TOTALPerawat mengobservasi
respon pasien terhadap
PRESENTASE
C tindakan keperawatan
Perencanaan
1 3Berdasarkan
Revisi tindakan
dx
berdasarkan hasil evaluasi
keperawatan
2 4Disusun
Semua tindakan
menurut yang telah
urutan
dilaksanakan
prioritas dicatat
3 ringkas
Rumusan dan jelas
tujuan
SUB TOTAL
TOTAL
PRESENTASE
E Evaluasi
1 Evaluasi mengacu pada
tujuan
2 Hasil Evaluasi dicatat
SUB TOTAL
TOTAL
PRESENTASE
F Catatan Perkembangan
1 Menulis pada format yang
baku
2 Pencatatan dilakukan sesuai
dengan tindakan yang
dilaksanakan
3 Pencatatan ditulis dengan
jelas, ringkas, istilah yang
baku dan benar
4 Setiap melakukan
tindakan/kegiatan perawat
mencantumkan paraf/nama
jelas, dan tanggal jam
dilakukannya tindakan
5 Berkas catatan keperawatan
disimpan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
SUB TOTAL
TOTAL
PERSENTASE
Sumber : Depkes RI, 2015

Tabel 3.37
Hasil Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Ruang
Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
No. Aspek yang dinilai % Keterangan
1 Pengkajian Keperawatan
2 Diagnose Keperawatan
3 Intervensi Keperawatan
4 Tindakan Keperawatan
5 Evaluasi Keperawatan
6 Catatan Keperawatan

Berdasarkan hasil penilaian dan observasi proses asuhan keperawatan di ruang


Perinatologi terbagi menjadi 6 bagian yaitu pengkajian, diagnose, intervensi, tindakan,
evaluasi dan catatan perkembangan keperawatan. Sebesar 90% pengkajian telah
dilakukan, dan untuk diagnosa, intervensi, tindakan, evaluasi dan catatan
perkembangan telah dilakukan secara maksimal yaitu 100%. Sehingga asuhan
keperawatan yang dilakukan di ruang Perinatologi masih ada data yang kurang pada
pengkajian yaitu data bio, psiko, sosial dan spriritual masih ada yang belum terkaji.

2. Instrumen B (Kepuasan Keluarga Pasien dan Perawat)


 Kepuasan Keluarga Pasien
Pelayanan kesehatan yang baik merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Semua orang
ingin dilayani dan mendapatkan kedudukan yang sama dalam pelayanan kesehatan.
Dalam Undang Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 28 dan Pasal 34 menyatakan
negara menjamin setiap warga negara mendapatkan hidup sejahtera, tempat tinggal,
kesehatan dan pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia (Info Askes, 2010).
Pelayanan kesehatan terkait dengan pelayanan di rumah sakit. Rumah sakit
dinyatakan berhasil, tidak hanya pada kelengkapan fasilitas yang diunggulkan,
melainkan juga sikap dan layanan sumber daya manusia merupakan elemen yang
berpengaruh signifikan terhadap pelayanan yang dihasilkan dan dipersepsikan pasien
ataupun keluarga pasien. Bila elemen tersebut diabaikan maka dalam waktu yang tidak
lama, rumah sakit akan kehilangan banyak pasien dan dijauhi oleh keluarga calon
pasien. Pasien/keluarga pasien akan beralih ke Rumah Sakit lainnya yang memenuhi
harapan pasien, hal tersebut dikarenakan pasien merupakan aset yang sangat berharga
dalam mengembangkan industri rumah sakit (Diah, 2009).
Pasien adalah aset utama yang harus mendapat pelayanan sebuah rumah sakit
yang akan mempengaruhi eksistensi rumah sakit tersebut. Kepuasan keluarga
merupakan keadaan dimana keinginan, harapan dan kebutuhan keluarga terpenuhi oleh
rumah sakit. Kepuasan keluarga terhadap pelayanan keperawatan dapat dipengaruhi
dari komunikasi perawat memberikan pelayanan, sikap empati, keramahan dan
ketanggapan kepada keluarga, komunikasi dan pertanggungjawaban terhadap
pelayanan yang diberikan (Ifada, 2008)
Kepuasan keluarga pasien tergantung pada kualitas pelayanan. Oleh sebab itu,
manajemen suatu pelayanan kesehatan perlu menganalisis sejauh mana mutu
pelayanan yang diberikan. Seiring dengan banyaknya pelayanan kesehatan yang telah
berdiri dan memberikan berbagai macam alternatif kepada konsumennya, untuk
memilih sesuai dengan harapan yang menyebabkan persaingan yang ketat.

Kajian data dilakukan Observasi dilakukan selama 3 hari dari tanggal 13-15
Maret 2023, Penilaian kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan diruang Perinatologi
dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 3.38
Penilaian Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan di
Perinatologi RSUD dr. Soekardjo Periode 13-15 Maret 2023
N=5
No. PERTANYAAN JAWABAN
YA TIDAK
1. Apakah perawat selalu memperkenalkan diri kepada 5 0
keluarga pasien?
2. Apakah perawat memberi informasi dengan jelas 5 0
terhadap kondisi pasien?
3. Apakah perawat tanggap dalam menanggapi 5 0
keluhan dan kebutuhan pasien diruang perinatologi?
4. Apakah perawat mampu menjawab pertanyaan yang 5 0
keluarga pasien tanyakan?
5. Apakah keluarga mudah memperoleh informasi 5 0
yang tersedia di ruang perinatologi?
6. Sebelum melakukan tindakan apakah perawat 5 0
menjelaskan tujuan dari tindakan yang akan
dilakukan?
7. Apakah perawat mampu menjaga kerahasiaan 5 0
diagnosa penyakit pasien?
8. Apakah perawat selalu memberikan respon yang 5 0
baik saat menjelaskan terkait kondisi pasien?
9. Apakah keluarga merasa aman dan nyaman ketika 5 0
pasien dirawat diruang perinatologi?
10. Apakah perawat memiliki sikap pengetahuan dan 5 0
keterampilan yang kompeten ketika menjelaskan
kondisi pasien?
11. Apakah perawat selalu menjaga kerapihan dan 5 0
penampilannya?
12. Apakah perawat selalu perhatian dan memberikan 5 0
dukungan semangat kepada keluarga pasien?
13. Apakah pelayanan yang diberikan perawat tidak 5 0
memandang pangkat/status tapi berdasarkan kondisi
pasien?
14. Apakah perawat selalu memberi salam dan senyum 5 0
ketika bertemu dengan keluarga pasien?
15. Apakah prosedur penerimaan pasien dilayani secara 5 0
cepat dan tidak berbelit-belit?
16. Apakah perawat selalu melayani keluarga pasien <5 5 0
menit?
17. Apakah perawat selalu melaporkan segala kondisi 5 0
terkait pasien?
18. Apakah keluarga selalu menunggu perawat dalam 5 0
melayani pasien?
19. Apakah perawat sudah memberikan pelayanan yang 5 0
baik terhadap pasien?
20. Apakah kinerja perawat menunjang untuk kesehatan 5 0
kesembuhan pasien?
Sumber : Hasil Kuesioner, 2023

Berdasarkan pengkajian yang telah kami lakukan selama 3


hari di ruang Perinatologi mengenai kepuasan keluarga pasien
terhadap mutu pelayanan diruangan tersebut menunjukkan bahwa
sebanyak 100% keluarga mengatakan “Ya” pada setiap tindakan
yang dilakukan oleh perawat, yang berarti penilalaian kepuasan
keluarga pasien terhadap mutu pelayanan diruang Perinatologi
sangat baik.

 Kepuasan Kerja Perawat


Kepuasan kerja merupakan sikap positif terhadap pekerjaan
pada diri seseorang. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal
yang bersifat individual. Setiap individu akan memiliki tingkat
kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang
berlaku pada dirinya. Biasanya orang akan merasa puas atas kerja
yang telah atau sedang dijalankan, apabila apa yang dikerjakan
dianggap telah memenuhi harapan, sesuai dengan tujuannya bekerja.
Apabila seseorang mendambakan sesuatu, berarti yang
bersangkutan memiliki suatu harapan dan dengan demikian akan
termotivasi untuk melakukan tindakan ke arah pencapaian harapan
tersebut. Jika harapan tersebut terpenuhi, maka akan dirasakan
kepuasan. Kepuasan kerja menunjukkan kesesuaian antara harapan
seseorang yang timbul dan imbalan yang disediakan pekerjaan,
sehingga kepuasan kerja juga berkaitan erat dengan teori keadilan,
perjanjian psikologis dan motivasi (Robbins & Judge, 2009).
Dalam Nursalam (2009) faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja,
yaitu :
a. Motivasi
Rowland (1997) menyatakan fungsi manager
meningkatkan kepuasan kerja staf didasarkan pada faktor
motivasi yang meliputi: keinginan untuk peningkatan percaya
bahwa gaji yang diterima sudah mencukupi, memiliki
kemampuan pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai yang
diperlukan, umpan balik, kesempatan untuk mencoba, instrumen
penampilan untuk promosi, kerjasama dan peningkat
penghasilan. Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan,
menyalurkan dan memelihara perilaku sesorang. Motivasi
adalah subjek yang membingungkan, karena motif tidak dapat
diamati atau diukur secara langsung tetapi harus disimpulkan
dari perilaku seseorang (Handoko, 2003).

Kebutuhan seseorang untuk mencapai prestasi merupakan


kunci dalam suatu motivasi dan kepuasan kerja. Jika seseorang
bekerja, maka kebutuhan pencapaian prestasi tersebut berubah
sebagai dampak dari beberapa faktor dalam organisasi: program
pelatihan, pembagian dan jenis tugas yang diberikan, tipe
supervisi yang dilakukan perubahan pola motivasi dan faktor
lain. Seseorang memilih suatu perkaryaan didasarkan pada
kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki. Motivasi akan
menjadi masalah apabila kemampuan yang dimiliki tidak
dimanfaatkan dan dikembangkan dalam melaksanakan tugasnya.
Motivasi seseorang akan timbul apabila mereka diberikan
kesempatan untuk mencoba dan mendapat umpan balik dari
hasil yang diberikan. Oleh karena itu, penghargaan psikis
sangat diperlukan agar seseorang merasa dihargai dan
diperhatikan serta dibimbing bila melakukan suatu kesalahan.
b. Lingkungan
Faktor lingkungan memegang peranan penting dalam
mendukung motivasi kerja untuk pencapaian kepuasan kerja
yang meliputi: komunikasi, potensial pertumbuhan,
kebijaksanaan individu, upah/gaji, kondisi kerja yang kondusif.

c. Peran Manajer
Peran dirumuskan sebagai suatu rangkaian perilaku yang
teratur yang timbul karena suatu jabatan tertentu, kepribadian
seseorang juga amat mempengaruhi bagaimana peran harus
dijalankan. Peran timbul karna seorang manajer memahami
bahwa ia bekerja tidak sendirian. Dia mempunyai lingkungan
yang setiap saat perlu berinteraksi dengan beraneka ragam
perbedaan yang ada di lingkungan sekitarnya tetapi perannya
harus dimainkan dengan tidak membuat perbedaan antara satu
dengan yang lain (Thoha, 2008).

Kepuasan kerja staf dapat juga dilihat dari terpenuhinya


kebutuhan fisik dan psikis, dimana kebutuhan psikis tersebut
dapat terpenuhi melalui peran manajer dalam memperlakukan
stafnya. Hal ini perlu ditanamkan kepada manajer agar
diciptakan suatu keterbukaan dan memberikan kesempatan
kepada staf untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Ada dua
belas kunci utama dalam kepuasan kerja, yaitu: input, hubungan
manajer dan staf, disiplin kerja, lingkungan tempat kerja,
istirahat dan makan yang cukup, diskriminasi, kepuasan kerja,
penghargaan penampilan, klarifikasi kebijakan, mendapatkan
kesempatan, pengambil keputusan dan peran manajer
(Nursalam, 2009).
Hasil kajian data dan observasi yang dilakukan selama 3
hari dari tanggal 13-15 Maret 2023, Kepuasan Kerja Karyawan
di Ruang Perinatologi dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel 3.40
Penilaian Kepuasan Perawat di Perinatologi RSUD dr. Soekardjo
Periode 13-15 Januari 2023
N = 24

SP: Sangat puas P: Puas CP: Cukup Puas TP: Tidak Puas STP: Sangat Tidak Puas
No Pertanyaan SP P CP TP STP
1 Jumlah gaji yang diterima dibandingkan 5 2
pekerjaan yang saudara lakukan
2 Sistem pengkajian yang dilakukan institusi 2 5
tempat saudara bekerja
3. Jumlah gaji yang diterima dibandingkan 1 3 3
pendidikan saudara
4. Pemberian instentif tambahan atas prestasi 5 2
atau kerja ekstra
5. Tersedianya peralatan dan perlengkapan 1 4 2
yang mendukung pekerjaan
6. Tersedianya fasilitas penunjang seperti 5 2
kamar mandi, kantin, parker
7. Kondisis ruangan kerja teruta berkaitan 1 5 1
dengan ventilasi udara, kebersihan, dan
kebisingan
8. Adanya jaminan atas kesehatan atau 3 2 2
keselamatan kerja
9. Perhatian institusi rumah sakit terhadap 3 4
saudara
10. Hubungan antara karyawan dalam kelompok 4 3
kerja
11. Kemampuan dalam bekerja sama antar 1 2 4
karyawan
12 Sikap teman teman kerja terhadap saudara 4 3
13. Kesesuaian antara pekerjaan dan latar 3 4
belakang pendidikan saudara
14. Kemampuan dalam menggunakan waktu 3 4
bekerja dengan penugasan yang diberika
15. Kemampuan supervise/pengawasan dalam 2 5
membuat keputusan
16. Perlakuan atasan selama bekerja disini 2 4
17. Kebebasan dalam melakukan suatu metode 1 5 1
sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan
18. Kesempatan untuk meningkatkan 1 5 1
kemampuan kerja melalui pelatihan/
pendidikan tambahan
19. Kesempatan nuntuk mendapatkan posisi lebi 5 2
tinggi
20 . Kesempatan membuat suatu prestasi dan 5 2
mendapatkan kenaikan pangkat
Sumber : Depkes RI , 2021

Dari tabel diatas dapat dilihat setelah kami melakukan pengkajian selama 3
hari bahwa untuk kepuasan kerja perawat di rumah sakit menunjukkan tingkat
kepuasan perawat yang bekerja di ruang Perinatologi dibagi menjadi 5 kategori
yaitu sangat puas (SP), puas (P), cukup puas (CP), tidak puas (TP), sangat tidak
puas (STP). Sebanyak 47,7% perawat merasa puas, 43,4% perawat merasa cukup
puas, 5,6% perawat merasa tidak puas, 3,3% perawat merasa sangat puas.

1. Instrumen C (Kepatuhan sesuai Standar Operasional Prosedur)


a. Pemasangan Infus
Pemasangan infus merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk
memungsi vena secara transcutan dengan menggunakan stilet tajam yang kaku
dilakukan dengan teknik steril seperti angeocateter atau dengan jarum yang
disambungkan dengan spuit (Eni K, 2016).
Setelah dilakukan pengkajian tentang Pemasangan Infus didapatkan
hasil sebagai berikut :

Tabel 3.42
Penatalaksanaa Pemasangan Infus di Perinatologi RSUD dr.
Soekardjo Periode 13-15 Maret 2023
N= 5
No Aspek yang dinilai Ya Tidak
1 Mencuci tangan 5 0
2 Persiapan alat dan menggantungkan 5 0
botol cairan pada tiang infuse
3 Mengdesinfeksikan tutup botol dengan 5 0
alcohol swab
4 Menghubungkan infuse set, dan 5 0
mengalirkan cairan kedalam selang
infuse, kemudian selang infuse di klem
5 Mengeluarkan gelembung-gelembung 5 0
udara dari selang infuse
6 Mengatur posisi pasien, dan menentukan 5 0
tempat yang akan dipasang infuse
7 Menggunakan handscoon 5 0
8 Membendung dengan tourniquet bagian 5 0
atasnya. Yang akan dipasang iv catheter
9 Mendesinfektan kulit sekitar yang akan 5 0
dipasang infuse
10 Menusukkan IV Cath kedalam vena 5 0
dengan lubang jarum mengarah keatas,
bila darah mengalir menandakan ajrum
masuk kedalam vena, tourniquet
dilepaskan, tekan bagian atasnya dari
tempat tusukan, menarik jarum iv kateter
11 Hubungkan infuse set dengan iv kateter, 5 0
kencangkan sambungan kemudian di
klem dilonggarkan untuk melihat
kelancaran cairan
12 Fiksasi menggunakan hansaplast di 5 0
bagian tusukan
13 Fiksasi bagian selang infuse dengan 5 0
Plester
14 Atur tetesan sesuai order dokter 5 0
15 Membuang sampah pada tempatnya 5 0
16 Melepaskan handscoon 5 0
17 Membuang handscoon pada tempatnya 5 0
18 Berpamitan dengan pasien 5 0
19 Mengucapkan salam 5 0
20 Mencuci tangan 5 0
21 Dokumentasi 5 0
Jumlah 100 0
Jumlah Persentase 100% 0%
Sumber : Hasil Observasi Mahasiswa Profesi Ners, 2023

Berdasarkan data dari tabel diatas didapatkan hasil dalam


Penatalaksanaan pemasangan infus yaitu nilai presentase sebesar
100% tindakan dilakukan sesuai dengan SOP dan termasuk dalam
kategori penilaian baik.
b. Pemasangan Orogastric Tube
Pemasangan orogastric tube adalah memasang selang atau
pipa khusus melalui saluran pencernaan atas secara langsung yang
berakhir di lambung. (Muliana, 2014).
Setelah dilakukan pengkajian tentang Pemasangan orogastric tube
didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 3.43
Penatalaksanaan Pemasangan OGT
Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo Periode 13-15 Januari
2023 N= 5
No Aspek yang dinilai Ya Tidak
1 Mencuci tangan 5 0
2 Menepatkan alat di dekat pasien 5 0
3 Memberikan salam dan menyapa nama 5 0
pasein
4 Menjelaskan tujuan dan prosedur 5 0
pelaksanaan
5 Menanyakan persetujuan dan kesiapan 5 0
klien
6 Menjaga privacy pasien 5 0
7 Mengatur posisi pasien dengan semi 5 0
fowler
8 Memakai sarung tangan 5 0
9 Membersihkan lubang hidung pasien 5 0
10 Memasang pengalas diatas dada 5 0
11 Mengukur panjang NGT dan memberi 5 0
tanda
12 Mengoleskan ujung NGT dengan jelly 5 0
sesuai panjang NGT yang akan dipasang
13 Mengatur posisi pasien pada posisi pleksi 5 0

No Aspek yang dinilai Ya Tidak


kepala, dan memasukan perlahan ujung
NGT melalui hidung
14 Cek posisi ujung selang NGT dengan 5 0
salah satu cara : memasukan 10 ml udara
ke dalam NGT dan dengarkan bunyi
udara tersebut di lambung
15 Menutup ujung NGT dengan spuit/klem 5 0
atau disesuaikan dengan tujuan
pemasangan
16 Melakukan fiksasi NGT didepan hidung 5 0
dan pipi
17 Melakukan evaluasi tindakan 5 0
18 Berpamitan dengan klien 5 0
19 Membersihkan alat alat 5 0
20 Mencuci tangan 5 0
21 Dokumentasikan kegiatan dalam lembar 5 0
catatan perawat
Jumlah 100% 0
Jumlah Presentase 100% 0%
Presentase 100%
Sumber : Hasil Observasi Mahasiswa Profesi Ners, 2023

Berdasarkan data dari tabel yang didapatkan hasil dalam Penatalaksanaan


pemasangan OGT didapatkan nilai presentase sebesar 100% dan termasuk dalam
kategori penilaian sangat baik, semua tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan
SOP dari awal sampai akhir.

c. Pemasangan Orogastric Tube


Pemasangan orogastric tube adalah memasang selang atau
pipa khusus melalui saluran pencernaan atas secara langsung yang
berakhir di lambung. (Muliana, 2014).
Setelah dilakukan pengkajian tentang Pemasangan
orogastric tube didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 3.43
Penatalaksanaan Pemasangan OGT
Di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo Periode 13-15 Januari
2023
N= 5
No Aspek yang dinilai Ya Tidak
1 Mencuci tangan dibawah air mengalir 5 0
2 Mengatur posisi dengan cara kepala fleksi
3 Menyiapkan alat 5 0
4 Memasang handuk kecil diatas dada 5 0

4 Memakai handscoon 5 0

5 Perawat menggunakan picet anatomis 5 0


pada tangan kanan dan bekerja dengan
memperhatikan prinsip aseptic
6 Slang sonde diukur dari epigastrium 5 0
sampai ke hidung, kemudian belok ke
telinga/epigastrium sampai ujung kepala.
Selanjutnya slang sonde diberi diberi tanda
(ujung slang sonde pada epigastrium)
7 Memasukan slang secara perlahan melalui 5 0
mulut sepanjang ukuran yang telah
ditentukan(hidung tetap terbuka) dengan
menggunakan pinset steril.
8 Setelah selang terpasang, periksa apakah 5 0
benar-benar masuk lambung dengan cara :
-pasang spuit dengan cepat namun lembut,
hisap isi lambung, jika ada cairan yang
keluar di selang posisi selang sudah tepat.
9 Lepaskan spuit dan tutup lubang selang 5 0
orogastik
10 Rekatkan (pleseter) selang ke pipi bayi 5 0
11 Melakukan evaluasi tindakan 5 0

12 Mulut bayi dan sekitarnya dibersihkan 5 0


dengan menggunakan kassa dan bayi
dirapikan
13 Membersihkan dan merapikan alat 5 0

14 Cuci tangan 5 0
16 Dokumentasikan kegiatan dalam lembar 5 0
catatan perawat
Jumlah 100 0
Jumlah persentase 100% 0%
Persentase 100%
Sumber : Hasil Observasi Mahasiswa Profesi Ners, 2023

Berdasarkan data dari tabel yang didapatkan hasil dalam


Penatalaksanaan pemasangan OGT didapatkan nilai presentase
sebesar 100% dan termasuk dalam kategori penilaian sangat baik,
semua tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan SOP dari
awal sampai akhir.

a. Tindakan Imunisasi DPT Pada Bayi


Pemberian Vaksin DPT (Difteri, pertusis, dan tetanus) untuk melindungi anak
terhadap penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.
Tabel 3.44
Penatalaksanaan Tindakan Imunisasi DPT Pada Bayi di
Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo Periode 13-15
Maret 2023
N= 5
No Aspek yang dinilai Ya Tidak
14 Cuci tangan
Siapkan anak untuk dilakukan 5 0
2 Jelaskan kepada orang tua tujuan
penyuntikkan. 5 0
5 pemberian vaksin DPT
Desinfeksi daerah penyuntikkan (1/3 5 0
3 Siapkan
lengan atasobat vaksin
bagian sesuai
luar atau kebutuhan,
1/3 tungkai 5 0
kurang lebih 0,5
atas bagian luar) ml
6 Suntikan vaksin secara subcutan perlahan- 5 0
lahan, setelah obat masuk, cabut jarum dan
Sumber : lakukan pemijatan.
Hasil Observasi 7 Jelaskan pada orang tua reaksi yang 5 0
Mahasiswa mungkin timbul, seperti anak rewel dan
Profesi Ners, 2023 demam
8 Beritahukan untuk imunisasi selanjutnya 5 0
9 Bereskan alat-alat 5 0

10 Cuci tangan 5 0

11 Dokumentasikan kegiatan dalam lembar 5 0


catatan perawat
Berdasarkan data dari tabel yang didapatkan hasil dalam
Penatalaksanaan pemasangan Imunisasi DPT didapatkan nilai
presentase sebesar 100% dan termasuk dalam kategori penilaian
sangat baik, semua tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan
SOP dari awal sampai akhir.
d. Foto Therapy
Foto therapy atau terapi sinar adalah satu metode perawatan
yang umum dilakukan untuk menangani kondisi bayi kuning.
Berubahnya warna kulit bayi menjadi kuning sering kali
disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin.
Tabel 3.45
Tindakan penyinaran pada bayi dengan menggunakan sinar biru (blue right)
Perinatologi RSUD dr.
Soekardjo Periode 13-15 Maret 2023
N= 5
No Aspek yang dinilai Ya Tidak
1 Cuci tangan 0 5
2 Mengatur posisi 5 0
3 Baju bayi dibuka kecuali popok 5 0
4 Kedua mata ditutup 5 0
5 Masukan bayi pada blue right, sampiran 5 0
dipasang
6 Jarak bayi dan lampu blue right diatur 5 0
sejauh 50 cm dan lampu harus berada 5-8
cm diatas incubator, untuk foto therapy
intensif jarak bayi dan lampu blue light
diatur sejauh 10 cm
7 Periksa suhu tubuh setiap 6 jam sekali, 5 0
bila ada kenaikan kompres pada ketiak
dan dahi. Bila sushu tubuh masih tetap
panas, tindakan penyinaran dengan
menggunakan lampu blue light dihentikan
10-15 menit
8 Posisi bayi diubah-ubah setiap 5 jam agar 5 0
bagian tubuh terkena sinar semua

9 Hindarkan jangan sampai terjadi kondisi 5 0


dehidrasi

10 Periksakan labolatorium untuk memeriksa 5 0


bilirubin total baik direct maupun indirect,
bila nilai bilirubin di bawah ≤ 10 gr%
maka tindakan fhoto therapy dihentikan.
Jumlah 100 0
Jumlah Persentase 100% 0%
Persentase 100%
Sumber : Hasil Observasi Mahasiswa Profesi Ners, 2023

Berdasarkan data dari tabel yang didapatkan hasil dalam


Penatalaksanaan foto therapy didapatkan nilai presentase sebesar
100% tindakan yang dilakukan oleh perawat telah sesuai dengn
SOP dan termasuk dalam kategori penilaian sangat baik.
2. Output
Hasil Penilaian Mutu Pelayanan mulai dari instrument A, B, dan C
di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo periode 13-15 Maret 2023.
3. Rentang Kendali
Berdasarkan observasi yang kami lakukan, rentang kendali di
Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo periode 13-15 Maret 2023,
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.48
Hasil Penilaian Mutu Pelayanan (Instrumen A,B,C)
di Ruang Perinatologi RSUD dr. Soekardjo periode 13-15 Februari 2023
Target yang
No Aspek Tercapai (%)
harus di capai
1 Instrumen A
2 Instrumen B
3 Instrumen C
Total Rata-rata
Sumber : Hasil Observasi Mahasiswa Profesi Ners, 2023

Anda mungkin juga menyukai