Anda di halaman 1dari 13

BENTUK DAN PROSEDUR PERTEMUAN ILMIAH

SERTA KAJIAN PUSTAKA ILMIAH


Resume
disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Seminar Permasalahan Bimbingan dan Konseling
Dosen Pengampu : 1. Drs. Suharso, M.Pd.,Kons.
2. Kusnarto Kurniawan, M.Pd.,Kons.

oleh
Sugesti Yoan Ahmad Yani
1301413080

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
MARET, 2016

PERTEMUAN ILMIAH
A. Pengertian Pertemuan Ilmiah
Pertemuan ilmiah adalah pertemuan yang dilakukan secara terencana,
mulai dari penetapan dasar pemikiran, judul dan tema, tujuan, sasaran, target,
sumber dan perincian dana, sumber dana, pemakalah, susunan acara, tempat
dan waktu pelaksana, dan susunan panitia (dalam Ayu, 2015).
B. Bentuk dan Prosedur Pertemuan Ilmiah
Berikut merupakan bentuk-bentuk pertemuan ilmiah dan prosedur
pelaksanaannya, antara lain (dalam Hasanudin, 2013):
1. Diskusi
a. Pengertian
Kata diskusi berasal dari bahasa Latin discutio atau discusum yang
berarti bertukar pikiran. Dalam bahasa Inggris digunakan kata discussion
yang berarti perundingan atau pembicaraan. Dari segi istilah, diskusi berarti
perundingan atau bertukar pikiran tentang suatu masalah: untuk memahami,
menemukan sebab terjadinya masalah, dan mencari jalan keluarnya. Diskusi
ini dapat dilakukan oleh dua-tiga orang, puluhan, dan bahkan ratusan orang.
Diskusi adalah sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan
unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan
pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk
mempersiapkan dan merampungkan kesimpulan, pernyataan, atau keputusan.
Di dalam diskusi selalu muncul perdebatan. Debat adalah adu argumentasi,
adu paham dan kemampuan persuasi untuk memenangkan pemikiran atau
paham seseorang.
b. Ciri-Ciri Diskusi
1)
Terdiri dari beberapa orang, bisa lebih dari tiga orang.
2)
Ada permasalahan yang sedang dicarikan solusi pemecahannya.
3)
Ada yang menjadi pemimpin.
4)
Ada proses tukar pendapat atau informasi.
5)
Menghasilkan rumusan alternatif pemecahan masalah yang sedang
dibahas.
1

6)

Berlangsung dalam interaksi tatap muka dengan mengemukakan


media

bahasa,

semuaanggota

memperoleh

kesempatan

7)

mendengarkan dan mengeluarkan pendapat secara bebas langsung.


Mempunyai tujuan atau sasaran yang akan dicapai melalui kerja

8)

sama antar anggota.


Berlangsung dalam suasana bebas, teratur dan sistematis dengan
aturan main yang telah disepakati bersama.

c. Prosedur Pelaksanaan Diskusi


1) Harus memiliki peserta yang berjumlah minimal 4 orang,
2) Memiliki topik pembahasan yang akan di diskusikan,
3) Adanya saling tukar pendapat,
4) Memiliki ruangan untuk melakukan diskusi,
5) Dalam melakukan diskusi harus ada moderator.
d. Kelebihan dan Kelemahan Metode Diskusi
1)
Kelebihan Metode Diskusi
a)
Dapat memperluas wawasan peserta didik,
b)
Dapat merangsang kreativitas peserta didik dalam memunculkan

a)

ide dalam memecahkan suatu masalah,


Dapat mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain,
Dapat menumbuhkan partisipasi peserta didik menjadi lebih aktif.
Kekurangan metode diskusi
Kemungkin besar diskusi akan dikuasai oleh peserta didik yang

b)
c)
d)
e)

suka berbicara atau ingin menonjolkan diri,


Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar,
Peserta mendapat informasi yang terbatas,
Menyerap waktu yang cukup banyak,
Tidak semua guru memahami cara peserta didik melakukan diskusi.

c)
d)
2)

2. Seminar
a. Pengertian
Kata seminar berasal dari kata Latin Semin yang berarti benih.
Jadi,

seminar

berarti

tempat

benih-benih

kebijaksanaan.

Seminar

merupakan pertemuan ilmiah yang dengan sistematis mempelajari suatu topik


khusus di bawah pimpinan seorang ahli dan berwenang dalam bidang
tersebut.
Seminar merupakan suatu pertemuan atau persidangan untuk
membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar atau
seseorang ahli). Pertemuan atau persidangan dalam seminar biasanya

menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas


kerja masing-masing. Seminar biasanya diadakan untuk membahas suatu
masalah secara ilmiah. Yang berpartisipasi pun orang yang ahli dalam
bidangnya. Seminar tentang pemasaran suatu produk, tentu dihadiri oleh para
pakar bidang pemasaran. Seminar pendidikan tentu saja dihadiri oleh para
ahli pendidikan. Sementara itu, peserta berperan untuk menyampaikan
pertanyaan, ulasan, dan pembahasan sehingga menghasilkan pemahaman
tentang suatu masalah.
b. Ciri ciri
1)
Ada pembicara (boleh satu atau lebih),
2)
Ada topik tertentu (pada umumnya satu topik satu pembicara),
3)
Ada peserta atau audience (boleh pemula maupun yang sudah ahli),
4)
Ada sesi presentasi dan dilanjutkan dengan diskusi.
c. Tahap Pelaksanaanya
1) Persiapan
a)
Bentuk panitia seminar,
b)
Tentukan topik bahasan sekaligus tujuannya. Formulasikan dalam
c)

beberapa kalimat,
Tentukan jumlah peserta yang akan di undang dan gaung kegiatan

d)

yang akan dibuat,


Tentukan pemateri/pembicara atau pemakalahnya untuk seminar ini

e)
f)

dan bagaimana mendapatkannya,


Tentukan tanggal yang tepat untuk pembuatannya,
Kalau di seminar tersebut membutuhkan dana, darimana saudara

g)

mendapatkan,
Apa saudara akan membuat sertifikat, apa bunyinya dan siapa yang

h)

akan tanda tangan,


Kalau saudara menyiapkan makanan ringan, siapa yang mengurus

i)

dan bagaimana?
Bagaimana saudara memberi tahu peserta seminar dan pemakalah
bahwa seminar jadi dilaksanakan. Darimana saudara tahu kalau

j)

mereka akan datang?


Menurut saudara apa perlu diwartakan dalam koran atau TV, kalau
perlu bagaimana?

2) Pelaksanaan

a)

Buat dan cek list apa saja yang dibutuhkan agar seminar pada hari

b)

tersebut berhasil.
Siapkan agenda seminar untuk hari tersebut; MC,

c)

pembicara, dsb.
Pikirkan apa lagi yang saudara butuhkan untuk hari seminar

waktu,

tersebut (contoh: absen hadir, makalah yang di copy, laptop, dsb,


d)
e)
f)

dsb).
Bagaimana saudara susun bangku diruang seminar?
Pikirkan seandainya listrik mati tiba-tiba.
Siapa yang mengurus dan menata tempat, siapa yang menerima
peserta, dsb, dsb.

d. Kelebihan dan Kelemahan Seminar


1)
Kelebihan
a)
Membangkitkan pemikiran yang logis.
b)
Mendorong pada analisa menyeluruh.
c)
Prosedurnya dapat diterapkan untuk berbagai jenis problema.
d)
Membangkitkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada diri peserta.
e)
Meningkatkan keterampilan dalam mengenal problema.
2)
Kelemahan
a)
Membutuhkan banyak waktu.
b)
Memerlukan pimpinan yang terampil.
c)
Sulit dipakai bila kelompok terlalu besar.
d)
Mengharuskan setiap anggota kelompok untuk mempelajari
e)

terlebih dahulu.
Mungkin perlu dilanjutkan pada diskusi yang lain.

3. Lokakarya/ Work shop/Academic Workshop


a. Pengertian
Suatu acara dimana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan
masalah tertentu dan mencari solusinya.Sebuah Lokakarya adalah pertemuan
ilmiah yang kecil.
b. Ciri-Ciri Lokakarya
1)
Merupakan suatu forum pertemuan
2)
Ada fasilitator yang membimbing dan menguasai teknik penerapan
metode ini.
c. Langkah-Langkah Pelaksanaannya
1)
Penyelenggara lokakarya akan menetapkan topik
2)
Memastikan bahwa setiap peserta sudah siap
3)
Perhatikan kecepatan
4

4)
5)

Memberikan latihan setelah diskusi


Menyediakan handout

d. Kelebihan dan Kelemahannya


1)
Kelebihan Lokakarya
a)
Memberi kebebasan berargumen kepada peserta loka karya dan
b)
c)

pemakalah.
Memberi peluang melibatkan banyak peserta.
Menyerap informasi sebanyak mungkin untuk suatu hasil atau
perubahan konsep semula sehingga ide pemakalah akan diuji dan
mendapat tangapan tentang kelebihan dan kekurangan dari ide para

d)

pemakalah.
Dapat digunakan sebagai referensi bagi pengamat dan pemegang

a)
b)
c)

kebijakan baik masyarakat umum dan pemerintah.


Kelemahan Lokakarya
Memerlukan persiapan yang relatif lama
Memerlukan tenaga dan biaya yang besar
Melibatkan banyak orang sehingga menyita waktu guru untuk

d)

melaksanakan pembelajaran di kelasnya


Menimbulkan banyak pro dan kontra sehingga menimbulkan

2)

potensi konflik di antara pengamat pendidikan dan pelaksana


kebijaksanaan
4. Simposium
Pengertian
Simposium

merupakan

pertemuan

terbuka

dengan

beberapa

pembicara yang menyampaikan ceramah pendek mengenai aspek yang


berbeda tetapi saling berkaitan tentang suatu masalah. Simposium dipimpin
oleh seorang ketua yang bertugas mengatur jalannya diskusi. Pendengar
bertanya dan para ahli menjawab.
Ciri-Ciri
1) melibatkan kelompok ahli yang membahas topik tertentu
2) seorang juru bicara membuat pertanyaan, kemudian dilanjutkan ke
diskusi panel
Langkah-Langkah Pelaksanaan
1)
Dipimpin oleh seorang ketua yang bertugas mengatur jalannya diskusi
2)
Memberi kesempatan bagi pembicara untuk mengemukakan pokokpokok pikiran
5

3)

Ketua bertugas memberikan uraian pengantar sebelum pembicara


berbicara dan merumuskan secara garis-garis besar dari uraian para
pembicara
Pendengar bertanya dan para ahli menjawab.

4)

Kelebihan dan Kelemahan


1) Kelebihan Simposium
a)
Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil.
b)
Dapat mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat.
c)
Pergantian pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai
segi akan menjadi sidang lebih menarik.
d)
Dapat direncanakan jauh sebelumnya.
2) Kelemahan Simposium
a)
Kurang spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)

penyanggah sudah ditentukan.


Kurang interaksi kelompok.
Menekankan pokok pembicaraan.
Agak terasa formal.
Kepribadian pembicara dapat menekankan materi.
Sulit mengadakan kontnol waktu.
Secara umum membatasi pendapat pembicara.
Membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati untuk

menjamin jangkauan yang tepat.


i)
Cenderung dipakai secara berlebihan.
5. Penataran
a. Pengertian
Penataran merupakan pertemuan dengan tujuan agar sekumpulan
pengetahuan dan atau keterampilan dilimpahkan kepada peserta, atau
serangkaian topik yang diajukan untuk dijadikan pertimbangan mereka.
Perbedaan pokok antara penataran dan lokakarya adalah pada
penataran terjadi limpahan vertikal dari penyelenggara kepada peserta,
sehingga bertambah pengetahuan/keterampilannya. Sedangkan lokakarya
mengundang peserta untuk bekerja dalam kelompok dan menyusun hasil
bersama.
b. Teknik penyelenggaraannya:
1)
Peserta penataran antara 20 hingga 30 atau bisa lebih;
2)
Lama penataran bervariasi, dapat 1 hari atau lebih;

3)

Penataran direka dan diselenggarakan oleh para profesional khususnya


dalam hal memberikan informasi dan keterampilan yang akan

4)

diajarkan;
Pengarahan dapat dibagi dalam tiga bagian: sesi pleno, sesi praktek

5)

dan diskusi kelompok.


Dalam sesi pleno, bahan yang disampaikan dilakukan melalui
ceramah, film dan pameran. Dalam sesi kelompok, diadakan diskusi
agar peserta mendapat pengalaman langsung dalam memimpin dan
berperan serta dibawah pengawasan pimpinan penataran.

6. Konferensi
Konvensi merupakah salah satu jenis pertemuan ilmiah dimana pihak
yang terlibat merupakan para ahli atau pakar dari berbagai instansi dan
lembaga yang mencoba menyepakati suatu hal yang penting dan khusus
sehingga diperoleh hasil yang lebih baik atau memadai, karena
diungkapkan dari pemikiran-pemikiran para ahli. Umumnya suatu
konvensi merupakan ajang pertemuan yang berskala besar dan luas, baik
tingkat nasional maupun internasional.
Kelemahan dari adanya konferensi ialah hanya dihadiri oleh orang
yang berkompeten dibidangnya, sedangkan keunggulannya ialah hasil
yang diperoleh lebih baik dan memadahi karena diungkapkan dari
pemikiran para ahli.
7. Konvensi
Suatu

rangkaian

kegiatan

berkumpulnya

sekelompok

orang

/negarawan /usahawan/cendikiawan/ kalangan profesional dalam suatu


pertemuan di suatu tempat yang terkondisikan oleh suatu permasalahan dan
pembahasan yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
8. Diskusi Panel (Panel Discussion)
Panel (panel disccusion) merupakan suatu pertemuan untuk
mendengar percakapan antara tiga sampai enam orang panelis yang
mengemukakan topik-topik tertentu atau topik yang spesifik yang telah

ditentukan terlebih dahulu, dan dipimpin oleh seorang moderator untuk


didiskusikan bersama sehingga diperoleh masukan tentang pendapat-pendapat
yang berbeda dan peserta distimulasi untuk berdiskusi. Perbedaan pendapat
anatar panelis dan pakar merupakan hal yang biasa, karena dalam diskusi
panel tidak akan diambil suatu kesepakatan atau keputusan. Perbedaan
pendapat tersebut justru akan menstimulus peserta diskusi panel dalam
menambah wawasan berpikir mereka. Setelah selesai acara diskusi oleh para
panelis, hadirin dapat membentuk kelompok-kelompok kecil untuk
melakukan diskusi lanjutan. Jumlah peserta diskusi biasanya sangat dibatasi
agara jalannya diskusi berlangsung efektif.
9. Forum
Forum merupakan suatu diskusi terbimbing yang diikuti banyak
peserta, misalnya sekitar 25 orang, dengan narasumber yang mendiskusikan
berbagai masalah. Para peserta dalam forum dapat saling bertanya atau
menanyakan kepada narasumber yang ada, mengemukakan pikiran, dan
perasaannya, narasumber akan berbicara menurut kebutuhandan kepentingan
peserta. Dalam forum ini peserta dapat berpartisipasi penuh dan memperoleh
pengetahuan dari narasumber maupun peserta lainnya, dan peran pemimpin
forum atau moderator sangat membantu kelancaran jalannya diskusi. Dalam
forum, tidak ada keputusan yang diambil, pimpinan forum hanya
menyampaikan ikhtisar pembicaraan dan himbauan kepada semua pihak yang
telah mengikuti forum pada saat forum berakhir.
10. Debat
Debat (debate) merupakan sebuah metode pertemuan dimana pihak
yang pro dan kontra dapat menyampaikan pendapat. Masing-masing pihak
yang berargumen dapat mempertahankan pendapatnya dan meyakinkan orang
lain bahwa pendapatnya lauak diterima. Debat juga dapat mempertajam,
membangkitkan analisis dari kelompok, menimbulkan daya tarik, dan dapat
diikuti oleh sejumlah peserta. Dalam pelaksanaanya, debat dapat diikuti dengan
suatu tangkisan atau tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan
terlebih dahulu, anggota kelompok dapat juga bertanya kepada peserta debat

atau pembicara. Moderator mengatur jalannya debat, agar tertib dan


pembicaraan tidak keluar dari hal yang tidak diperdebatkan.
11. Sarasehan
Sarasehan

merupakan

bentuk

pertemuan

yang

dihadiri

oleh

sekelompok undangan tertentu untuk membicarakan suatu masalah dengan cara


yang informal dan dalam suasana yang santai, bahakan tempat duduk peserta
pun cukup di lantai atau yang dikenal dengan istilah lesehan.

12. Ceramah
a. Pengertian
Ceramah merupakan suatu penyampaian informasi yang dilakukan
secara lisan mengenai suatu topik tertentu. Tujuannya untuk memberikan
informasi secara teratur/menjelaskan masalah. Ceramah dapat dilaksanakan
kapan saja, tidak ada rukun dan syaratnya, tidak ada mimbar tempat khusus
pada pelaksanaannya, waktu tidak dibatasi dan siapapun boleh berdakwah,
dapat dilakukan dengan cara kreatif dan inovatif.
b. Teknik penyelenggaraannya:
1)
Pembicara dapat bersifat tunggal, berkompeten dalam topik yang
2)
3)

telah ditentukan
Waktu penyampaian ceramah antara 30 hingga 60 menit;
Kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan tanya jawab dari hadirin.

C. Kajian Pustaka Ilmiah


Dalam sebuah proses penelitian, keberadaan buku-buku literatur
merupakan sebuah keharusan. Studi pustaka merupakan sebuah proses mencari
berbagai literatur, hasil kajian atau studi yang berhubungan dengan penelitian
yang akan dilakukan. Studi pustakan juga dapat dimanfaatkan sebagai jalan
untuk memberikan argumentasi, dugaan sementara atau prediksi mengenai
hasil penelitian yang akan dilakukan. Syarat sumber pustaka harus bersifat
ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan (dalam Stikes Banten).
Sumber pustaka ilmiah diantaranya:
1. Buku
Buku yang dapat dijadikan sebagai sumber pustaka dapat berupa buku teks
yang ditulis oleh pengarang tunggal atau buku teks yang ditulis oleh
beberapa orang yang berbentuk kumpulan makalah (bunga rampai).
2. Makalah Seminar
Makalah seminar merupakan makalah yang disampaikan dalam seminar
dan memiliki muatan ilmiah.
3. Karya Ilmiah
Karya ilmiah yang dimaksudkan ialah hasil penelitian berupa skripsi, tesis,
disertasi atau karya tulis lain yang dipublikasikan maupun yang tidak
dipublikasikan.
4. Surat kabar, Tabloid maupun Majalah

10

Hal-hal aktual juga dapat diperoleh melalui surat kabar, tabloid maupun
majalah yang dapat mendukung informasi yang dirangkai dalam kajian
pustaka.
Adapun langkah- langkah dalam melakukan studi pustaka diantaranya:
1. Membuat desain, kerangka literatur agar literature review lebih sistematis
dan sesuai dengan topik serta masalah penelitian
2. Memasukkan atau menyusun berbagai bahan yang telah dikumpulkan
sesuai dengan desain atau kerangka yang telah disusun sebelumnya
3. Membuat ringkasan literature review yang telah disusun.

11

DAFTAR PUSTAKA
Ayu, Ratna D. 2015. Bentuk-Bentuk Pertemuan Ilmiah. Diakses melalui
http://ratnadwiayu.blogspot.co.id/2015/12/bentuk-bentuk-pertemuanilmiah.html [diakses pada 02/03/2016].
Juliana.

2012.

Lokakarya,

Seminar,

Training,

Simposium.

Online:

http://julianatamanbali.blogspot.co.id/2012/03/lokakarya-seminar-trainingsimposium.html [diakses pada 02/03/2016].


Stikes

Banten.

Metode

Penyusunan

Tinjauan

Pustaka.

Online

http://www.stikesbanten.ac.id/data/kepustakaan/METODE
%20PENYUSUNAN%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf

[diakses pada

02/03/2016].
Pertemuan

Ilmiah.

Online

di

http://s3.amazonaws.com/ppt-

download/pertemuanilmiah-141208235032-conversion-gate01.docx?
response-contentdisposition=attachment&Signature=0aM3JocxDYRAE458j%2F71CsNEkrc
%3D&Expires=1456847824&AWSAccessKeyId=AKIAJ6D6SEMXSASX
HDAQ [diakses pada 02/03/2016].

12