Anda di halaman 1dari 4

Referat Hernia

BAB 3
Tinjauan Pustaka
2.1 Definisi dan Klasifikasi Hernia
Hernia adalah protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian
lemah dari dinding rongga bersangkutan. Meskipun hernia dapat terjadi pada beberapa
temapat tapi umumnya hernia terjadi pada dinding abdomen, terutama regio inguinal.
a. Hernia secara umum
1. Hernia interna adalah tonjolan usus tanpa kantong hernia melalui suatu lubang
dalam rongga perut seperti foramen Winslow, resesus retrosaekalis atau defek
dapatan pada mesentrium umpamanya setelah anastomosis usus. Hernia yang
terjadi di dalam tubuh pasien sehingga tidak dapat dilihat dengan mata. Contohnya
hernia diafragmatika, hernia obturatoria dan hernia winslowi.
2. Hernia eksterna yakni hernia yang menonjol keluar melalui dinding perut,
pinggang atau peritoneum. Hernia ini dapat dilihat oleh mata disebabkan benjolan
hernia menonjol keluar secara lengkap. Misalnya hernia inguinalis, hernia
femoralis, hernia epigastrium, hernia umbilikus dan hernia lumbalis.
b. Hernia berdasarkan terjadinya
1. Hernia bawaan atau kongenital yakni didapat sejak lahir atau sudah ada semenjak
pertama kali lahir.
2. Hernia dapatan atau akuisita yang merupakan bukan bawaan sejak lahir, tetapi
hernia yang didapat setelah tumbuh dan berkembang setelah lahir.
c. Hernia menurut sifatnya
1. Hernia reponibel
Bila isi hernia dapat keluar masuk. Keluar jika berdiri atau mengejan dan masuk
lagi jika berbaring atau didorong masuk, tidak ada keluhan nyeri.
2. Hernia irreponibel
Terjadi perlengketan antara isi hernia dengan dinding kantong hernia sehingga isi
tidak dapat dimasukkan lagi. Pada keadaan ini belum ada gangguan penyaluran isi
usus. Isi hernia yang tersering adalah omentum, karena mudah melekat pada
dinding hernia dan isinya dapat menjadi lebih besar karena infiltrasi lemak. Usus
besar lebih sering menyebabkan irreponible dibandingkan usus halus. Kadang
juga disebabkan oleh perlekatan isi kantong di perineum kantong hernia yang
Kepaniteraan Ilmu Bedah
Universitas Tarumanagara-Rumah Sakit Umum Cibinong
Periode 14 Desember 2015-20 Februari 2016

Referat Hernia

disebut hernia akreta. Tidak ada keluhan rasa nyeri atau tanda sumbatan akibat
perlekatan.
3. Hernia incarserata
Bila isi hernia semakin banyak yang masuk akan terjepit oleh cincin hernia
sehingga isi kantong hernia terperangkap dan tidak dapat kembali ke rongga perut
disertai akibatnya yang berupa gangguan pasase. Secara klinis, hernia incarserata
merupakan hernia irreponible dengan gangguan pasase. Pada keadaan ini akan
timbul gejala ileus antara lain perut kembung, muntah dan obstipasi.
4. Hernia strangulata
Hernia ini terjadi gangguan vaskularisasi, sebenarnya gangguan vaskularisasi
sudah mulai terjadi saat jepitan dimulai dengan berbagai tingkat gangguan mulai
dari bendungan sampai nekrosis. Disebut hernia ritcher bila strangulasi hanya
menjepit sebagian dinding usus. Pada keadaan ini nyeri timbul lebih hebat dan
kontinyu, daerah benjolan menjadi warna merah dan pasien menjadi gelisah.

d. Hernia menurut letaknya


1. Obturatorius
Hernia melalui foramen obturatoria. Hernia ini berlangsung 4 tahap. Tahap
pertama mula mula tonjolan lemak retroperitoneal masuk kedalam canalis
obturatoria. Tahap kedua disusul oleh tonjolan peritoneum parietal. Tahap ketiga,
kantong hernianya mungkin diisi oleh lekuk usus. Dan tahap keempat mengalami
incarserata parsial, sering secara Ritcher atau total.
Kepaniteraan Ilmu Bedah
Universitas Tarumanagara-Rumah Sakit Umum Cibinong
Periode 14 Desember 2015-20 Februari 2016

Referat Hernia

2. Epigastrika
Hernia ini juga disebut hernia linea alba di mana hernia keluar melalui defek di
linea alba antara umbilikus dan processus xiphoideus. Penderita sering mengeluh
kurang enak pada perut dan mual, mirip keluhan kelainan kandung empedu, tukak
peptik atau hernia hiatus esophagus.
3. Ventralis, adalah nama umum untuk semua hernia di dinding perut bagian
anterolateral seperti hernia sikatriks. Hernia sikatriks merupakan penonjolan
peritoneum melalui bekas luka operasi yang baru maupun yang lama. Faktor
predisposisinya ialah infeksi luka operasi, teknik penutupan luka operasi yang
kurang baik, jenis insisi, obesitas dan peninggian tekanan intra abdomen.
4. Lumbalis
Didaerah lumbal antara iga XII dan crista illiaca, ada dua buah trigonum yaitu
trigonum costolumbalis superior (Grijnfelt) berbentuk segitiga terbalik dan
trigonum costolumbalis inferior atau trigonum illiolumbalis (petit) yang berbentuk
segitiga. Pada pemeriksaan fisik tampak dan teraba benjolan di pinggang tepi
bawah tulang rusuk XII (Grijnfelt) atau di tepi cranial dipanggul dorsal.
5. Perienalis
merupakan tonjolan hernia pada peritoneum melalui defek dasar panggul yang
dapat secara primer pada perempuan multipara atau sekunder setelah operasi
melalui perineum seperti prostatektomi atau reseksi rectum secara
abdominoperienal.
6. Diafragma
7. Inguinalis
8. Pantalon
merupakan kombinasi hernia inguinalis lateralis dan medialis pada satu sisi.
Kedua kantong hernia dipisah oleh vasa epigastrika inferior sehingga berbentuk
seperti celana.
9. Umbilikal
merupakan penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui
cincin umbilikus akibat peninggian tekanan intraabdomen. Hernia umbilikalis
merupakan hernia kongenital pada umbilikus yang hanya tertutup peritoneum dan
kulit
10. Femoralis
Kepaniteraan Ilmu Bedah
Universitas Tarumanagara-Rumah Sakit Umum Cibinong
Periode 14 Desember 2015-20 Februari 2016

Referat Hernia

merupakan tonjolan di lipat paha yang muncul terutama pada waktu melakukan
kegiatan yang menaikkan tekanan intra abdomen seperti mengangkat barang atau
ketika batuk. Hernia femoralis adalah hernia yang berjalan melalui canalis
femoralis yang berada di bawah ligamentum inguinale. Pintu masuknya adalah
annulus femoralis dan keluar melalui fossa ovalis di lipatan paha. Batas batas
annulus femoralis antara lain ligamentum inguinale (tempat vena saphena magna
bermuara di dalam vena femoralis) di anterior, medial ligamentum lacunare
gimbernati, posterior ramus superior ossis pubic dan m. pecnitus beserta fascia,
lateral m.illiopsoas dan v.femoralis beserta fascia locus minoris resistantnya
fascia transversa yang menutupi annulus femoralis yang disebut septum cloquetti
serta - caudodorsal oleh pinggir os. pubic dari ligamen iliopectineale (ligamentum
couper)
12. Hernia scrotalis
Merupakan lanjutan dari hernia inguinalis lateralis bila hernia ini masuk ke dalam
scrotum. Isi dari hernia ini bisa berupa omentum atau usus. Bila isinya omentum
maka pada perabaan konsistensi kenyal lembut seperti adonan dan bila hernia ini
reponible, maka mula-mula mudah dimasukkan kemudian sulit karena biasanya
ada perlengketan dengan kantong hernia. Bila isi hernia adalah usus maka akan
memberikan bunyi seperti bising usus di mana hernia ini mula-mula akan sulit
dimasukkan lalu lebih mudah dan disertai bunyi gelembung udara. Gejala dari
hernia scrotalis antara lain timbul benjolan atau massa yang semakin membesar
pada posisi berdiri dan akan mengecil pada posisi tidur. Pada anak kecil sering
menangis, mengejan, batuk dan buang air kecil tidak lancar. Pada usia lanjut bisa
disebabkan pekerjaan dan aktivitas, penyakit kronis, BPH dan sering partus.
2.1.1 Bagian Hernia3
Hernia terdiri dari beberapa bagian, diantaranya cincin hernia/ mulut, leher hernia,
kantung hernia, isi hernia dan disertai area locus minoris (daerah lemah/ resistensi rendah)

Kepaniteraan Ilmu Bedah


Universitas Tarumanagara-Rumah Sakit Umum Cibinong
Periode 14 Desember 2015-20 Februari 2016