0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan24 halaman

Klasifikasi dan Fungsi Transformator Listrik

Transformator adalah perangkat yang digunakan untuk mengubah tegangan listrik dengan menggunakan prinsip induksi elektromagnetik. Transformator terdiri dari inti dan dua kumparan, yaitu kumparan primer dan sekunder. Transformator berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik sesuai dengan rasio transformasi antara kumparan primer dan sekunder." dalam Gb. 13-5. Dalam hubungan ini, tegangan fasa

Diunggah oleh

Prasetyo Putra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan24 halaman

Klasifikasi dan Fungsi Transformator Listrik

Transformator adalah perangkat yang digunakan untuk mengubah tegangan listrik dengan menggunakan prinsip induksi elektromagnetik. Transformator terdiri dari inti dan dua kumparan, yaitu kumparan primer dan sekunder. Transformator berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik sesuai dengan rasio transformasi antara kumparan primer dan sekunder." dalam Gb. 13-5. Dalam hubungan ini, tegangan fasa

Diunggah oleh

Prasetyo Putra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TRANSFORMATOR

Kegunaan Trafo :
Untuk Transformasi Tenaga Listrik yaitu Trafo
pada Pembangkit, Trafo pada Substatsiun,
Trafo pada Gardu Induk, Trafo pada Gardu
Konsumen. (Trafo Step Up dan Trafo Step
Down).
Down)
Untuk pengukuran besaran listrik (Trafo
Instrumen yakni PT - Potensial Transformer
dan CT - Current Transformer)
Untuk Sistem Pengaman Tenaga Listrik (untuk
merasakan adanya Gangguan - Sensing
Element).
Untuk penyesuai tegangan pada Konsumen.
Untuk memisahkan Rangkaian I dan II atau
yang berbahaya dan tidak berbahaya bagi
manusia (Trafo Pemisah).

Klasifikasi
f
Transformator
f

BerdasarkanPenggunaan :

Trafo Daya (Power Transformer)


Trafo Instrument (CT=
(CT Trafo Arus dan PT=
PT Trafo
Tegangan)
Trafo pemisah
Trafo Khusus/Trafo Istimewa
Untuk memishakan Rangkaian I dan II atau yang
b b h
berbahaya
dan
d tidak
tid k berbahaya
b b h
bagi
b i manusia
i (Trafo
(T f
Pemisah).

Berdasarkan Rangkaian Magnetnya


dibedakan atas :

Trafo Inti - Core Type Transformer.


Transformer
Trafo Mantel - Shell Type Transformer.

Berdasarkan pendinginan Trafo :

Trafo Pendinginan Sewajarnya. (Udara atau


Minyak
y yang
y g alamiah))
Trafo Pendinginan Air
Trafo Pendinginan yang dipaksakan (Udara atau
Minyak yang dipaksakan)

Berdasarkan Jumlah Fasa :

Trafo Fasa Tunggal.


Trafo Fasa Banyak

Transformator 1 fasa

SinglePhase
Transformer100VA

singlephase,mineraloilfilled,overhead
typedistributiontransformersforuseon
d
b
f
f
13.2Gd.Y/7.62kv,60Hz,distribution
systems.

Singlephasepolemount
Canadianstepdown
transformer.

1PhaseControl/Isolating
Transformer, Output
Transformer,Output
Power5 10kVA
3

Transformer

Anautotransformer witha
slidingbrushcontact

Laminatedcoretransformershowing
edgeoflaminationsattopofunit.

Smalltransformerwith
toroidalcore

http://en.wikipedia.org/wiki/Transformer_types
http://en.wikipedia.org/wiki/Transformer

Transformer

Stepdowntransformerwith
p
twosecondarywindings

1:1transformer(isolating
transformer) with two
transformer)withtwo
secondarywindings
Selfmadestepdown
transformer

Aforwardconverterwith
severalsmalltransformers
5

Transformator 3 fasa

1x3fasa
adalah 1unittrafo 3fasa

http://en.wikipedia.org/wiki/Transformer_types
http://en.wikipedia.org/wiki/Transformer

3x1fasa adalah 3unit


trafo 1fasa dirangkai
jadi
trafo 3fasa

Gb.1-8 Trafo distribusi 20kV/380V


7

Transformator hanya
y dapat
p beroperasi
p
ppada sistem tegangan
g g arus
bolak-balik (alternating current)

SISTEMTEGANGANARUSBOLAKBALIK.

Tegangan ac merupakan fungsi periodik berupa gelombang sinus dinyatakan


dalam persamaan : V = Vm sint
Vm teganganpuncak
tegangan puncak peak
kecepatansudut 2f rad
f frekwensi Hertz

Vm

padasistemtenagalistrikfrekwensiyang
d i t
t
li t ik f k
i
digunakan
f 50Hz contoh:Indonesia,Eropa
f 60Hz contoh:Amerika

Gambar gelombang sinustegangan 1fasa.

SISTEMTEGANGANARUSBOLAKBALIK.

Tegangan
ega ga ya
yangg terukur
e u u pada ge
gelombang
o ba g ssinus
us ada
adalah
a harga
a ga eefektif
e
aatau
au harga
a ga
rms (root mean square) yang dinyatakan dalam persamaan berikut :

atau

Contoh harga effektif : Tegangan listrik di perumahan 220 Volt.

SISTEMTEGANGANARUSBOLAKBALIK.

Gelombang sinus 3 fasa


V

-Phase 1 disebut dengan fase A atau fase R


- Phase 2 disebut dengan fase B atau fase S
t

- Phase 3 disebut dengan fase C atau fase T


Setiap fasa berbeda 120o listrik, atau
2/3 radian
Tegangan fasa dinyatakan sebagai VA, VB, VC
atau VR, VS, VT
Besaran (volt) tegangan dinyatakan dalam harga
efektif

SISTEMTEGANGANARUSBOLAKBALIK.

Sistem Tiga Phasa Bintang


Sistem tegangan 3 fasa digambarkan dalam bentuk
phasor . Va , Vb , Vc dengan beda fase 120o listrik.
N disebut sebagai titik netral,
Vab = Va + (- Vb )
b d sudut
beda
d t fase
f
dengan
d
Va sebesar
b
30o listrik
li t ik
N

Va = Vb = Vc = Vln
disebut sebagai tegangan fasa-netral.
fasa-netral
Vab = Vbc = Vca= tegangan fasa-fasa = Vll

I a = Ib = Ic = I l
arus fasa = arus saluran
I a + I b + Ic = In
In = 0 pada keadaan beban
seimbang

SISTEMTEGANGANARUSBOLAKBALIK.

Sistem Tiga Phasa Delta


Pada hubungan delta ( tidakterdapat
titiknetralN.
Vab = Vbc = Vca dengan beda fase 120o
listrik.
Ia = Ib = Ic = Il = arus saluran

DASAR KONSTRUKSI
Terdiri atas : - inti tranformator
- kumparan primair
- kumparan sekunder

Gambar rangkaian transformator 1 fasa

Kumparan primer merupakan sisi input


terhubung ke sumber
Kumparan sekunder merupakan sisi out
put terhubung ke beban listrik.

Np =N1 =jumlah lilitan kumparan primer


Ns =N2 =jumlah lilitan kumparan sekunder
N1 >N2 pada stepdowntransformer
N1 <N2 pada stepuptransformer

DASAR KERJA

Saat kumparan primer terhubung kesumber


Vp=V1 seperti dalam gambar maka akan
mengalir arus Ip= I1 dan pada inti timbul fluk
Gambar rangkaian transformator 1 fasa

dan pada terminal kumparan sekunder timbul


tegangan Vs= V2
Hubungan tegangan primer dengan sekunder
a
a=angka transformasi
Hubungan arus primer dan sekunder :

PERSAMAAN DAYA LISTRIK


Pada kondisi berbeban pada sisi sekunder mengalir arus beban I2. Pada umumnya beban
listrik mengandung tahanan listrik (R), induktansi (L), kapasitansi (C). Hal ini menyebabkan
timbul perbedaan sudut phase antara tegangan dan arus seperti pada gambar.

.Complexpower
S=complexpower(VA)
P=real/activepower(Watt)
l/
(
)
Q=reactivepower(VAR)

.power factor:
cos = P / S

v2
I2

Daya pada sisi sekunder


P2 =Pout = V2I2cos
watt
Daya pada sisi primer
P1 =Pin = V1I1cos
watt
15

Rugi--rugi dan efisiensi :


Rugi

RugiTembaga

Sumber

Kumparan
Primer

RugiTembaga

Fluks
Bersama

Kumparan
Sekunder

R i Fl k B
RugiFluksBocor
RugiBesi;
Histerisisdan
Eddycurrent

Output

Rugi Tembaga (PCu) :

PCu = I R
2

Rugi Besi (Pi) :


1.6
Ph = K h fBmaks
k

2
Pe = K e f 2 Bmaks

watt

watt

RugiHisterisi
g

Rugieddycurrent

Pi = Ph + Pe
Bila tahanan listrik kumparan primer dan sekunder adalah R1 dan R2
Rugi tembaga dinyatakan : Pcu

= I12R1 + I22R2

Rugi--rugi dan efisiensi :


Rugi
Pin = Pout + Prugi cu+besi

Trafo 3fasa
Trafo 3-fasa dapat dibentuk dari tiga
trafo satu fasa, seperti terlihat dalam
gb.13-1.
Fluksi yang dihasilkan oleh arus simetri
pada kumparan primer tiga-fasa:

= m sini
1
= m sin (-120)
2
= m sin ((+120)
3
Besar fluksi yang mengalir pada kaki
tengah dari trafo 3-fasa adalah

= + + = 0
1 1 1
Karena itu kaki tengah bisa dihilangkan

untuk p
penghematan,
g
,
dalam Gb. 2-2.

terbentuk

Gb.131Trafo3fasatipeinti(coretype).Kumparan
kumparansekundersengajatidakdigambarkan.

P1

P2

P3

S1

S2

S3

inti
Gb.132Trafo3fasa

19

13.1 Pelat nama

13-2 Macam-macam hubungan dalam

Trafo 3-fasa mempunyai pelat nama

trafo 3-fasa
Sisi
i i primer
i
d sekunder
dan
k d dari
d i trafo
f 3-

yang dipasang
di
pada
d bodi.
b di
operasi

fasa, dapat dihubungkan secara bebas


dalam hubungan
g bintang
g ((star = wye)
y )
atau segitiga (delta).

Data dalam pelat nama berisi informasi

Ini akan menghasilkan empat kemung-

dalam bentuk angka-angka tentang


kVA rating, fasa, cycle (frequency),
tegangan
tegangan,
arus
arus,
code
code,
kenaikan
temperatur dari trafo, yg menunjukkan
harga batas dari operasi trafo yang bisa
diizinkan (tanpa menimbulkan pemanasan berlebihan).

kinan hubungan trafo 3-fasa sebagai


berikut:

Pelat nama berisi data yang berhubu-

ngan dengan
trafo.

karakteristik

9 Bintang
Bintang-bintang
bintang (Y
(Y-Y)
Y)
9 Bintang-Delta (Y-)
9 Delta-Bintang (-Y)
9 Delta-Delta (-)

Angka
Angka-angka
angka tsb.
tsb Menunjukkan harga

nominal.
20

A. Hubungan bintang-bintang (Y-Y)

9 Daya input

Hubungan Y-Y dari trafo 3-fasa terlihat

P = 3 V I cos
1l 1l
1
in
9 Daya output

d l gb.
dalam
b 13-3.
Dalam hubungan Y-Y, tegangan fasa

dari sisi primer dinyatakan oleh:

V =V
1 1l
I =I
1 1l

V =V
2 2l

=I

P = 3 V I cos
out
2l 2l
2
s

R
V
1l

I
1l

I
N

Rasio trasformasi dalam keadaan beban

nol adalah

V
V

1
a=
= 1l
V
V
2
2l

Daya trafo tiga


tiga-fasa
fasa

V
2l

r
V

2l

2l

I
1l
V
1l
V
1

I
1

2l
V
2l

V
2

Gb.133Trafo3fasadalamhubunganYY:a).Konfigurasi
rangkaian b) diagram pengkawatan
rangkaian,b).diagrampengkawatan

21

V =V
2 2l

Efisiensi

P
= in
P
out

=I
2 2l
Rasio transformasi pada beban nol:
I

Persamaan daya input, daya output,

dan efisiensi untuk semua hubuhubu


ngan yang lain mempunyai bentuk
yang sama.

V
V
3

1
1
l
a=
=
V
V
2
2l
V
1l

I
1l

2l
V
2l

Hubungan Bintang-Delta (Y-)


Hubungan Y- dari trafo 3-fasa

t lih t dalam
terlihat
d l gb.
b 13-4.
13 4
Dalam hubungan ini, tegangan fasa

p
pri-mer
dan sekunder dinyatakan
y
oleh
V =V
1 1l

I =I
1 1l

I1l I1

V
1l

V
1

I 2l

V
2l

V
2

Gb 134
Gb.13
4Trafo3
Trafo 3fasa
fasadalamhubunganY
dalam hubungan YY:
Y:a).Konfigurasi
a) Konfigurasi
rangkaian,b).diagrampengkawatan
22

C. Hubungan Delta-Bintang (-Y)

Hubungan -Y dari trafo 3-fasa


terlihat
lih dalam
d l gb.
b 13-5.
Dalam hubungan ini, tegangan fasa
primer dan sekunder dinyatakan oleh
V =V
1 1l
I =I
3
1 1l
V =V
3
2
2l
I =I
2
2l
Rasio transformasi dalam keadaan
beban nol adalah

V
V
1
1l
a=
=
V
2 V2l 3

I
1l

V
2l

2l

V
1l

I
1l
V
1l

I
1

V
1

2 I 2 l
V
2l

V
2

Gb.135Trafo3fasadalamhubunganY:a).Konfigurasi
rangkaian,b).diagrampengkawatan

23

D. Hubungan Delta-Delta (-)

Hubungan - dari trafo 3-fasa terlihat

d l gb.
dalam
b 13-6.
13 6

I
1l

2l
V
2l

V
1l

Dalam hubungan ini, tegangan fasa

pprimer dan sekunder dinyatakan


y
oleh
V =V
1 1l

I =I / 3
1 1l
V =V
2
2l

2
2

=I

2l

I
1l
U
1l

I
1

U
1

2l
V
2l

/ 3

Rasio transformasi dalam keadaan

beban nol adalah

V
V
1
a=
= 1l
V
V
2
2
2l

Gb. 13-6 Trafo 3-fasa hubungan -: a). Konfigurasi


rangkaian, b). diagram pengkawatan

24

Anda mungkin juga menyukai