Anda di halaman 1dari 2

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2012). Hidupku Sehat (Apa itu Dulcolax?). Retrived Juni 10, 2012 from
http://www.hidupkusehat.com/apa-itu-dulcolax.html
Anonim. (2012). VEN : 309 (NCE for hemorrhoids). Retrived Januari 9, 2012
from http://www.faqs.org/sec-filings/120109/VENTRUS-BIOSCIENCESINC_8-K/v244957_ex99-1.htm
Carpenito, L. J. dan Moyet. (2007). Buku Saku Diagnosis Keperawatan, Edisi 10.
Jakarta: EGC.
Doenges, M. E. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: EGC.
Mansjoer, A. (2008). Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Jilid 2. Jakarta: Media
Aesculapius.
NANDA. (2007). Nursing Diagnosis : Prinsip dan Classification 2007-2008.
Philadelphia USA.
Pearce, E. (2006). Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.
Prabaningrum dan Septiana. (2008). Cefotaxime. Retrived Juli 23, 2012 from
http://yosefw.wordpress.com/2008/03/26/cefotaxime/
Price, S. A. dan Wilson, L. M. (2006). Patofisiologi : Konsep Klinis ProsesProses Penyakit, Edisi 6, Volume 1. Jakarta: EGC.
Ratnadita, A. (2011). Kalnex, Obat untuk Menghentikan Kondisi Perdarahan.
Retrived Juni 6, 2012 from
http://health.detik.com/read/2011/11/15/091142/1767443/769/kalnex-obatuntuk-menghentikan-kondisi-perdarahan
Sjamsuhidajat dan Jong. (2005). Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Smeltzer, C. S. dan Bare, G. B. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah
Brunner & Suddarth. Jakarta: EGC.
Sokol, T. P. (2004). Hemorrhoids (piles). Retrived Juli 5, 2012 from
http://www.medicinenet.com/hemorrhoids/article.htm

Sudoyo, A. W., Alwin, I, Setiyohadi, B, Simadribata, K. M., Setiati, S. (2006).


Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi 4, Jilid 1. Jakarta: Pusat Penerbitan
Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
Wartonah, T. (2006). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan, Edisi
3 . Jakarta: Salemba Medika.
YYA. (2011). Ketolorac Injeksi Lebih Baik daripada Kortikosteroid untuk Nyeri
Bahu. Retrived Juni 23, 2012 from http://www.kalbe.co.id/doctornews/21473/ketolorac-injeksi-lebih-baik-daripada-kortikosteroid-untuknyeri-bahu.html