Anda di halaman 1dari 4

SOP SYOK NEUROGENIK

UPTD
Puskesmas
Kampar Kiri
SOP

Nomor
Terbit ke

:
:

No.Revisi

Tgl.Diberlaku

Halaman

Ditetapkan Kepala UPTD


Puskesmas Kampar Kiri
dr. PASNIWATI
NIP. 19750805 200904 2 001
1. Pengertian

Syok neurogenik disebut juga syok spinal yang merupakan bentuk dari syok
distributif, syok neurogenik terjadi akibat kegagalan pusat vasomotor karena
hilangnya tonus pembuluh darah secara mendadak di seluruh tubuh, sehingga
terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada pembuluh tampung (capacitance
vessels).

2. Tujuan
3. Kebijakan

SK Kepala Puskesmas Tentang Layanan Klinis.

4. Referensi

Panduan pengobatan dasar di puskesmas

5. Prosedur

1. Baringkan pasien dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki

(posisi Trendelenburg).
2. Pertahankan jalan nafas dengan memberikan oksigen, sebaiknya
dengan menggunakan masker. Pada pasien dengan distress
respirasi dan hipotensi yang berat, penggunaan endotracheal tube
dan ventilator mekanik sangat dianjurkan. Langkah ini untuk
menghindari pemasangan endotracheal yang darurat jika terjadi
distres respirasi yang berulang. Ventilator mekanik juga dapat
menolong menstabilkan hemodinamik dengan menurunkan
penggunaan oksigen dari otot-otot respirasi.
3. Untuk keseimbangan hemodinamik, sebaiknya ditunjang dengan
resusitasi cairan. Cairan kristaloid seperti NaCl 0,9% atau Ringer
Laktat sebaiknya diberikan per infus secara cepat 250-500 cc
bolus dengan pengawasan yang cermat terhadap tekanan darah,
akral, turgor kulit, dan urin output untuk menilai respon terhadap
terapi.
4. Bila tekanan darah dan perfusi perifer tidak segera pulih, berikan
obat-obat vasoaktif (adrenergik, agonis alfa yang kontraindikasi
bila ada perdarahan seperti ruptur lien
Dopamin Merupakan obat pilihan pertama. Pada dosis >
10 mcg/kg/menit, berefek serupa dengan norepinefrin.
Dan jarang terjadi takikardi.
Norepinefrin Efektif jika dopamin tidak adekuat dalam
menaikkan tekanan darah. Monitor terjadinya hipovolemi
atau cardiac output yang rendah jika norepinefrin gagal
dalam menaikkan tekanan darah secara adekuat. Pada
pemberian subkutan, diserap tidak sempurna jadi
sebaiknya diberikan per infus. Obat ini merupakan obat
yang terbaik karena pengaruh vasokonstriksi perifernya
lebih besar dari pengaruh terhadap jantung (palpitasi).
Pemberian obat ini dihentikan bila tekanan darah sudah

1. Rekaman Historis perubahan


No

Yang Dirubah

Isi Perubahan

Tanggal Mulai
Diberlakukan

DAFTAR
TILIK

SOP SYOK NEUROGENIK


Nomor
:
Terbit ke
:
No.Revisi
:
Tgl.Diberlaku

Halaman

UPTD
Puskesmas
Kampar Kiri

Ditetapkan Kepala UPTD


Puskesmas Kampar Kiri

LANGKAH KEGIATAN
APAKAH
1. Baringkan pasien dengan posisi kepala lebih rendah dari
kaki (posisi Trendelenburg).
2. Pertahankan jalan nafas dengan memberikan oksigen,
sebaiknya dengan menggunakan masker. Pada pasien
dengan distress respirasi dan hipotensi yang berat,
penggunaan endotracheal tube dan ventilator mekanik
sangat dianjurkan. Langkah ini untuk menghindari
pemasangan endotracheal yang darurat jika terjadi distres
respirasi yang berulang. Ventilator mekanik juga dapat
menolong menstabilkan hemodinamik dengan menurunkan
penggunaan oksigen dari otot-otot respirasi.
3. Untuk keseimbangan hemodinamik, sebaiknya ditunjang
dengan resusitasi cairan. Cairan kristaloid seperti NaCl
0,9% atau Ringer Laktat sebaiknya diberikan per infus
secara cepat 250-500 cc bolus dengan pengawasan yang
cermat terhadap tekanan darah, akral, turgor kulit, dan urin
output untuk menilai respon terhadap terapi.
4. Bila tekanan darah dan perfusi perifer tidak segera pulih,
berikan obat-obat vasoaktif (adrenergik, agonis alfa yang
kontraindikasi bila ada perdarahan seperti ruptur lien
Dopamin Merupakan obat pilihan pertama. Pada
dosis > 10 mcg/kg/menit, berefek serupa dengan
norepinefrin. Dan jarang terjadi takikardi.
Norepinefrin Efektif jika dopamin tidak adekuat
dalam menaikkan tekanan darah. Monitor terjadinya
hipovolemi atau cardiac output yang rendah jika
norepinefrin gagal dalam menaikkan tekanan darah
secara adekuat. Pada pemberian subkutan, diserap
tidak sempurna jadi sebaiknya diberikan per infus.
Obat ini merupakan obat yang terbaik karena

dr. PASNIWATI
NIP. 19750805 200904 2 001
YA

TIDAK

TIDAK BERLAKU

pengaruh vasokonstriksi perifernya lebih besar dari


pengaruh terhadap jantung (palpitasi). Pemberian
obat ini dihentikan bila tekanan darah sudah normal
kembali. Awasi pemberian obat ini pada wanita
hamil, karena dapat menimbulkan kontraksi otot-otot
uterus.
Epinefrin Pada pemberian subkutan atau im, diserap
dengan sempurna dan dimetabolisme cepat dalam
badan. Efek vasokonstriksi perifer sama kuat dengan
pengaruhnya terhadap jantung, sebelum pemberian
obat ini harus diperhatikan dulu bahwa pasien tidak
mengalami syok hipovolemik. Perlu diingat obat
yang dapat menyebabkan vasodilatasi perifer tidak
boleh diberikan pada pasien syok neurogenik.
Dobutamin Berguna jika tekanan darah rendah yang
diakibatkan oleh menurunnya cardiac output.
Dobutamin dapat menurunkan tekanan darah
melalui vasodilatasi perifer. Gambar 4. Alur syok
neurogenik Pasien-pasien yang diketahui atau
diduga mengalami syok neurogenik harus diterapi
sebagai hipovolemia. Pemasangan kateter untuk
mengukur tekanan vena sentral akan sangat
membantu pada kasus-kasus syok yang meragukan.
JUMLAH
COMPLIANCE RATE (CR)