Anda di halaman 1dari 8

PROSEDUR PENGAJUAN USUL KENAIKAN PANGKAT

JABATAN FUNGSIONAL GURU GOL. IV/A KEATAS :

PENGAJUAN USUL BARU HARUS MEMBAWA :

1. BERKAS PENGEMBANGAN PROFESI BERUPA : (Laporan Hasil


Penelitian, Laporan Hasil PTK, Tinjauan/Ulasan Ilmiah Hasil Gagasan Sendiri,
Buku, Modul, Diktat Pelajaran, Alat Peraga)

1. Harus asli, sesuai kaidah ilmiah dan sesuai dengan bidang yang diampu
2. Pengesahan kti oleh kepala sekolah
3. Membawa surat pengantar pengiriman dari dinas pendidikan kab/kota dan kepala
sekolah
4. Dijilid rapi biasa (tidak hard cover)
5. Pembuatan sejak tmt sk iv/a terakhir turun

1. BERKAS PBM (PROSES BELAJAR MENGAJAR) HARUS DIJILID RAPI


DENGAN URUTAN :

1. Daftar usulan penetapan angka kredit (dupak)


2. Foto copy sk terakhir dilegalisir
3. Penetapan angka kredit terakhir
4. Foto copy karpeg / nip
5. Foto copy ijazah terakhir dilegalisir
6. Foto copy dp3 selama 2 tahun terakhir dilegalisir
7. Foto copy sertifikat – sertifikat
8. Bukti fisik pbm

1. PENGAJUAN REVISI / PERBAIKAN HARUS MEMBAWA :

1. Berkas pengembangan profesi (kti) yang sudah diperbaiki berdasarkan surat dari
sekretariat tim penilai pusat
2. Pengesahan kti oleh kepala sekolah
3. Surat pengantar dari kepala sekolah
4. Dijilid rapi (tidak hard cover)
5. Foto copy surat dari sekretariat tim penilai pusat
Berkas dibawa ke lpmp oleh dinas pendidikan kab/kota
Atau dibawa sendiri KE SUB BAGIAN TATA LAKSANA DAN KEPEGAWAIAN.

Berkas diserahkan hari kerja :

SENIN - KAMIS 07.00 - 14.00


JUM’AT 07.00 - 11.00
SABTU 07.00 - 12.00

SIDANG PENILAIAN DIADAKAN SETAHUN 2 X


HASIL SIDANG PENILAIAN DIMUAT DI WEBSITE LPMP JAW ATENGAH
HARI LIBUR TUTUP

Prosedur pengusulan dokumen untuk ditentukan hasil penilaiannya adalah sebagai


berikut :

1. Susunlah dokumen sesuai ketentuan Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (PUPAK).

2. Lengkapi dokumen dengan lampiran yang mendukung.

3. Periksakan pada guru senior atau kepala sekolah yang memahami tata cara pengusulan.

4. Mintakan surat pengantar kepada kepala sekolah atas usulan penilaian tersebut
(sebelumnya jangan lupa karya tulis ilmiah dan karya lain disyahkan dulu dengan
tandatangan kepala sekolah).

5. Apabila dikirim secara kelompok antar sekolah, maka mintakan surat pengantar dari
Kepala Dinas Pendidikan.

6. Kirimkan dokumen tersebut ke Biro Kepegawaian Depdiknas d/a Komplek Depdiknas


Gedung C Lantai 5. Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta.

Perhatian :

KARYA TULIS ILMIAH TIDAK WAJIB DITANDATANGANI OLEH


PEMBIMBING, JADI JUGA TIDAK WAJIB ADA PEMBIMBING. Tetapi kalau
memerlukan pembimbing ya boleh-boleh saja tetapi tidak perlu dituliskan dalam laporan
KTI.

Kenaikan pangkat Guru III.B ke atas


wajib membuat Pengembangan Profesi
Posted on June 7, 2010 by kang Ope| Leave a comment
Pada UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dalam bab III tentang Prinsip
Profesionalitas, disebutkan bahwa guru selain dituntut memiliki kualifikasi akademik,
latar belakang pendidikan, serta kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang
tugasnya, juga dituntut untuk mengembangkan keprofesionalannya secara berkelanjutan
dengan belajar sepanjang hayat.

Salah satu kompetensi yang perlu dimiliki para guru adalah ketrampilan membuat karya
tulis ilmiah. Sayangnya banyak guru yang belum memiliki kemampuan menulis.

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan


Reformasi Birokrasi Nomor PER/16/M.PAN-RB/11/2009 tentang Jabatan Fungsional
Guru dan Angka Kreditnya, memberikan dampak yang luar biasa bagi kemampuan
menulis guru. Dalam Permen PAN tersebut, jabatan guru tidak lagi terdiri dari Guru
Pratama hingga Guru Utama tetapi hanya terdiri dari 4 jenjang jabatan yakni: Guru
Pertama (III/a dan III/b), Guru Muda (III/c dan III/d), Guru Madya (IV/a, IV/b, dan IV/c),
Guru Utama (Pembina Utama Madya, golongan IV/d dan Pembina Utama, golongan
IV/e).

Data yang berhasil dihimpun Riau Pos , tanggal 29 Januari 2010, sebanyak 1.700 guru di
Riau harus turun pangkat dari IV b kembali ke IV a. Penurunan pangkat tersebut
merupakan sanksi yang diberikan karena adanya temuan pemalsuan dalam hasil karya
ilmiah dan tanda tangan instansi terkait. Karya ilmiah tersebut merupakan persyaratan
sertifikasi guru untuk proses kenaikan pangkat.

Kondisi ini sangat memprihatinkan, apalagi di dalam Peraturan Menteri Negara


Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor PER/16/M.PAN-
RB/11/2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya disebutkan bahwa
pengembangan profesi diantaranya karya tulis masuk menjadi salah satu syarat untuk
kenaikan golongan dari III.B menjadi III.C, dimana guru dipandang masih memiliki
semangat tinggi untuk membuat karya tulis ilmiah. Begitu juga seterusnya sampai untuk
golongan IV.E. Yang perlu kita cermati dan siapkan adalah pengaturan tentang kenaikan
pangkat pada pasal 17 sebagai berikut:

(1) Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a yang akan naik pangkat
menjadi Guru Pertama, pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b angka
kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 3 (tiga) angka kredit
dari sub unsur pengembangan diri.

(2) Guru Pertama, pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b yang akan naik
jabatan/pangkat menjadi Guru Muda, pangkat Penata, golongan III/c, angka kredit yang
dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat, paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari
sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 3 (tiga) angka
kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(3) Guru Muda, pangkat Penata, golongan ruang III/c yang akan naik pangkat menjadi
Guru Muda, pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d angka kredit yang
dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 6 (enam) angka kredit dari sub
unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit
dari sub unsur pengembangan diri.

(4) Guru Muda, pangkat Penata Tingkat I, golongan III/d yang akan naik jabatan/pangkat
menjadi Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a angka kredit yang
dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat, paling sedikit 8 (delapan) angka kredit
dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 4 (empat)
angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(5) Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a yang akan naik pangkat menjadi
guru Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b angka kredit yang
dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari
unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit
dari sub unsur pengembangan diri.

Aturan Baru Kenaikan Pangkat Bagi


Guru PNS
13/03/2010 by JAINI 3 Comments

Berdasarkan Peraturan Menterii Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi


Birokrasi (PermenPANRB) No 16 Tahun 2009 Tanggal 10 November 2009, maka mulai
tahun 2011 bagi Guru PNS yang akan mengusulkan kenaikan pangkatnya harus
memenuhi beberapa kriteria antara lain adalah kredit point yang harus didapat dalam
pengembangan diri dan karya tulis. Lebih jelasnya lihat berikut ini :

1. Kenaikan pangkat dari IIIA ke IIIB guru wajib melaksanakan kegiatan


pengembangan diri (Pelatihan dan Kegiatan Kolektif Guru) yang besarnya 3
angka kredit
2. Kenaikan pangkat IIIB ke IIIC guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan
diri yang besar angka kreditnya 3 dan publikasi Karya Ilmiah atau Karya Inovatif
(KTI, Membuat Alat Peraga, Alat Pembelajaran, Karya Teknologi/Seni) dengan 4
angka Kredit
3. Kenaikan Pangkat IIIC ke IIID guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan
diri yang besar kredit 3 dan publikasi Karya Ilmiah atau karya inovatif dengan 6
angka kredit
4. Kenaikan Pangkat IIID ke IVA guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan
diri dengan 4 angka kredit dan Publikasi Karya Ilmiah atau Karya Inovatif dengan
8 angka kredit
5. Kenaikan Pangkat IVA ke IVB guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan
diri dengan 4 angka kredit serta Publikasi Karya Ilmiah atau Karya Inovatif
dengan 12 angka kredit
6. Kenaikan pangkat IVBke IVC guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan
diri dengan 4 angka kredit serta publikasi karya Ilmiah dengan 12 angka kredit
7. Kenaikan pangkat IVC ke IVD guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan
diri dengan 5 angka kredit serta Publikasi karya ilmiah/Inovatif dengan 14 angka
kredit
8. Kenaikan Pangkat IVD ke IVE guru wajib melaksanakan kegiatan pengembangan
diri dengan 5 angka kredit serta publikasi karya ilmiah/inovatif dengan 20 angka
kredit

PROSEDUR KENAIKAN PANGKAT GURU IVA KE ATAS

• Susunlah dokumen sesuai dengan Daftar Usulan Penentapan Angka Kredit


(DUPAK)
• Lengkapi dokumen dengan lampiran yang mendukung
• Periksa dan konsultasi kepada guru senior tetang tata cara pengusulan kenaikan
pangkat
• Mintalah surat pengantar Kepala Sekolah atas usulan penilaian tersebut
(sebelumnya jangan lupa pengesahan karya ilmiah atau karya inovatif lainnya
oleh Kepala Sekolah)
• Apabila dikirim secara berkelompok antar sekolah, mintalah surat pengantar dari
KaDiknas
• Kirim dokumen tersebut ke Biro Kepegawaian Depdiknas d.a Komplek
Depdiknas Gedung C Lantai 5 Jl.Sudirman, Senanyan, Jakarta

Daftar Nilai Angka Kredit Kenaikan Pangkat Guru


Posted on Kamis, Maret 25, 2010 by Ichsan

Ketentuan jabatan fungsional guru diatur dalam Keputusan MENPAN Nomor 84 Tahun
1993, dan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kepala badan
Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 0433/P/1993, Nomor 25 Tahun 1993.

Tindak lanjut SK bersama diatas, ditetapkannya Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan


Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, melalui Surat Keputusan Menteri
Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 025/O/1995.

• Unduh Peraturan Menpan ttg Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
• Nilai Angka Kredit Karya Tulis Ilmiah

Angka kredit yang harus dipenuhi oleh guru untuk persyaratan naik pangkat/jabatan
adalah sebagai berikut:
Kenaikan Pangkat Guru Periode Oktober 2010..... (masih pakai aturan
lama)
Dalam tulisan saya terdahulu (Guru Besar..Guru Utama) saya telah sedikit
menyinggung tentang PERMENPAN RB No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kredit yang baru sebagai pengganti Keputusan
Menpan Nomor 84 Tahun 1993, menuntut bukti keprofesionalan guru dengan adanya
tuntutan poin minimal pada Unsur Utama khususnya di Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan sangat berbeda dengan aturan lama. Karena itu pentingnya bagi semua
guru untuk melakukan CPD (Continuous Professional Development) atau PKB
(Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan), dan wadah yang paling pas adalah melalui
pemberdayaan kelompok kerja ( KKG/KKKS/KKPS atau MGMP/MKKS/MKKPS).
Namun kabar gembira bagi yang akan maju tahun ini untuk periode
Oktober , karena aturan yang baru belum diberlakukan meskipun telah
ditetapkan pada 30 Nopember 2009, karena masih perlu banyak persiapan untuk
pelaksanaannya. Menurut informasi yang kami peroleh dari Dinas Provinsi
aturan baru nanti akan mulai diterapkan pada pengajuan kenaikan pangkat tahun
2011, namun informasi Direktorat Profesi Pendidikan Dirjen PMPTK, dalam 2
tahun ini persiapan tim penilai tingkat Kabupaten /Kota baruselesai, sehingga
secara efektif Permenpan Rb 16 2009 baru bisa dilaksanakan pada tahun 2012.
Karena itu siap-siap ya teman-teman guru........ terutama CPDnya.....
Para pengurus Kelompok kerja harus melakukan TNA (Training Need
Assessment) atau pengukuran/pendataan kebutuhan pelatihan apa yang
dibutuhkan oleh anggota kelompok kerja dalam rangka peningkatan
profesiolitasnya.. Setelah itu membuat proposal atau program pelatihan yang
memuat materi yang benar-benar dibutuhkan. Selamat bekerja dan ber-CPD.....
Kami telah mengeluarkan surat edaran tentang PAK (Pengajuan Angka
Kredit) dan dapat dilihat di SINI. dan lampiran contoh format yang harus dibuat
lihat di SINI.
Dan Permenpan RB 16 tahun 2009 silakan klik DI SINI.

Menulis KI Syarat Kenaikan Pangkat


Guru
09 Apr 2010

• Nasional
• Pelita

Banten, Pelita

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banten Eko Endang Koswara mengatakan guru harus
bisa menulis karena tulisan berupa karya ilmiah (KI) menjadi persyaratan wajib bagigum
yang akan naik pangkat dari gologan 4A ke AB.

Kewajiban itu menjadi sebuah persyaratan yang harus dipenuhi bagi guru golongan 4A
yang akan ke 4B sesuai dengan Keputusan Menteri Aparatur Negara (Kepmenpan)
tentang Jabatan fungsional guru dan angka kondite.Menurutnya menulis karya ilmiah
menjadi penting sebagai tolok ukur kompetensi seorang guru. Karya Ilmiah yang harus
ditulis berupa karya ilmiah populer atau karya Ilmiah hasil penelitian.

Bisa Juga berupa karya sebuah tulisan dalam bentuk karya buku apakah Itu berupa
suplemen atau sebuah referensi. "Pokoknya yang termasuk jenis tulisan yang tentunya
ada standar dan merupakan hasil karya sendiri bukan plagiat," katanya saat ditemui di
ruang kerjanya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi.Banten, Kamis (8/4) di Kota
Serang. Terkait hal itu Eko menyarankan sejak sedini mungkin bagi guru-guru pra
pengajuan kenaikan pangkat untuk golongan 4A harus membekali diri dengan mengikuti
pelatihan-pelatihan baik secara otodidak atau melalui lembaga penyelenggara yang ada.
Akan tetapi Eko lebih setuju sebaiknya bagi para guru tersebut bisa langsung mengikuti
workshop yang berhubungan dengan peningkatan cara menulis yang baik.

Pada bagian lain Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga
Kependidikan (PMPTK) Dinclik Provinsi Banten DR Ajak Moeslim mengatakan
pihaknya akan melakukan evaluasi kinerja bagi 19.802 guru negeri maupun swasta yang
telah mendapatkan tunjuangan sertifikasi.Hal itu penting dilakukan untuk mengantisipasi
bila dikemudian hari ditemukan guru penerima tunjangan sertifikasi tersebut memiliki
kinerja yang lemah dan buruk.

Evaluasi yang akan dilakukan itu sesuai dengan petunjuk Permendiknas RI. Artinya kata
ajak pencabutan sertifikasi itu tidak serta-merta, namun ada mekanismenya.Antara lain
adanya laporan kepala sekolah. Laporan itu dalam bentuk rekomendasi yang ditujukan ke
masing-masing Disdik kabupaten/ kota. Setelah Itu, Dindlk kabupaten/kota
merekomendasi ke Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Banten. Kemudian
LPMP Banten menembuskan surat rekomendasi itu ke Direktorat Jenderal (Ditjen)
PMPTK.Adapun dari 19.802 guru guru-guru yang telah disertifikasi, sebanyak 16.285
orang, pembayaran honor TPP dilakukan di masing-masing Disdik kabupaten/kota.
Sedangkan sisanya sebanyak 3.517 guru dilakukan oleh Disdik Provinsi Banten, (roy)