Anda di halaman 1dari 28

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

49 49

Materi Pokok

SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN KUADRAT


Kompetensi Dasar 1 : Menggunakan sifat dan aturan tentang system persamaan linier dan kuadrat dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar 2: Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan teknis yang berkaitan dengan system persamaan Kompetensi Dasar 3: Merancang model matematika yang berkaitan dengan system persamaan linier , menyelesaikan modelnya dan menafsirkan hasil yang diperoleh

a. b. c.

a. b. c. a. b. c. d.

Indikator 1: Menjelaskan arti penyelesaian sustu system persamaan Menentukan penyelesaian system persamaan linier dua variabel Memberikan tafsiran geometri dari penyelesaian system persamaan linier dua variabel Indikator 2: Menentukan penyelesaian system persamaan linier tiga variabel Menentukan penyelesaian system persamaan linier-kuadrat dua variabel Menentukan penyelesaian system persamaan kuadrat dua variable Indikator 3: Menjelaskan karakteristik masalah yang model matematikanya system persamaan linier Menentukan besaran dalam masalah yang dirancang sebagai variable system persamaan linier Merumuskan system persamaan linier yang merupakan model matematika dari masalah Memberikan tafsiran terhadap solusi dari masalah

A.

SISTEM PERSAMAAN LINIIER DUA PEUBAH

A.1

ARTI PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA PEUBAH

Perhatikan persamaan x y = 4. Persamaan ini dinamakan persamaan liner dua peubah ( variabel ) sebab ada dua variabel dalam persmaan itu yaitu x dan y . Ada banyak pasangan bilangan ( x,y ) yang dapat memenuhi persamaan tersebut, misalnya (5,1), ( 6,2), (0,-4), (-1,-5) dsb. Perhatikan juga persamaan 2x + y = -4 . Perssamaan ini juga mempunyai banyak penyelesain, misalnya : ( 1,-6), (0,-4), (2,-8) dsb. Dari sekian banyak penyelesaian yang memenuhi dua persamaan sekaligus hanyalah ( 0,-4 ). Ini artinya (0,-4) merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linier dua peubah x y = 4 dan 2x + y = -4. Jika ditulis dalam bentuk himpunan penyelesian maka HP : { (0,-4) }. Jadi sistem persamaan ini hanya mempunyai satu penyelesaian.

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

50 50

Perhatikan sistem persamaan : 2x +y = 4 dan 2x + y = 8. Sistem persamaan ini tidak mempunyai penyelesaian, sebab tidak ada satupun harga x dan y yang sekaligus memenuhi sistem persamaan tersebut. Berikutnya kita perhatikan sistem persamaan : 2x y = 4 dan 4x 2y = 8. Sistem persamaan ini mempunyai tak hingga penyelesaian , misalnya (0,-4), (1,-2), (2,0 ) dsb. Dengan demikian secara umum sistem persamaan linier dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk :

ax + by = c px + qy = r
Jika ( x0 , y0 ) merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linier tersebut maka haruslah memenuhi a x0 + b y0 = c dan p x0 + q y0 = r Jadi secara umum jika diketahui sistem persamaan linier dua peubah maka ada 3 kemungkinan penyelesaian, yaitu : 1. mempunyai satu penyelesaian 2. mempunyai tak terhingga penyelesaian 3. tidak mempunyai penyelesaian

A.2.

MENENTUKAN PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA PEUBAH

Setidaknya ada 4 cara untuk menyelesaikan sistem persamaan linier dua peubah, yaitu : 1. cara grafik 2. cara substitusi 3. cara eliminasi 4. cara determinan

A.2.1.

CARA GRAFIK

Pada waktu di SMP kita pernah mempelajari bahwa grafik sebuah persamaan linier dengan dua peubah dapat digambarkan sebagai sebuah garis lurus . Sebuah garis lurus minimal terdiri dari dua titik, sehingga untuk melukiskan grafik sebuah persamaan linier dua peubah kita harus menentukan terlebih dahulu dua titk tersebut. Untuk memahami cara menentukan penyelesaian ystem persamaan linier dua peubah dengan cara grafik , perhatikan contoh berikut : CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh 1 : Tentukan himpunan penyelesaian dari

x y = 4 2 x + y = 4

Penyelesaian : Kita terlebih dahulu menentukan masing-masing dua titik yang terletak pada dua persamaan tersebut, yaitu : untuk x y = 4 2x + y = -4 y X 0 4 Y -4 0 Titik ( 0, -4 ) ( 4, 0 ) X Y Titik untuk 2x + y = - 4 0 -2 -4 0 ( 0, -4 ) ( -2, 0 ) xy=4

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

51 51

Penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah titik potong antara garis x y = 4 dan 2x + y = -4 , yaitu titik ( 0,-4 ). Jadi HP : { (0,-4) } Contoh 2 : Tentukan himpunan penyelesaian dari

2 x + y = 4 2 x + y = 8

Penyelesaian : Kita terlebih dahulu menentukan masing-masing dua titik yang terletak pada dua persamaan tersebut, yaitu : X Y Titik X Y Titik untuk 2x + y = 4 0 2 4 0 ( 0, 4 ) ( 2, 0 ) untuk 2x + y = 8 0 4 8 0 ( 0, 8 ) ( 4, 0 ) 2x + y = 4 Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa tidak ada titik potong antara garis 2x + y = 4 dan 2x + y = 8 karena kedua garis tersebut saling sejajar. Maka sistem persamaan tersebut tidak mempunyai penyelesaian. Contoh 3 : Tentukan himpunan penyelesaian dari 2X + Y = 8

2 x y = 4 4 x + 2 y = 8

Penyelesaian : Kita terlebih dahulu menentukan masing-masing dua titik yang terletak pada dua persamaan tersebut, yaitu : untuk 2x - y = 4 X 0 Y -4 Titik ( 0, -4 ) 2x - y = 4 2 0 ( 2, 0 )

X Y Titik

untuk 4x - 2y = 8 0 2 -4 0 ( 0, -4 ) ( 2, 0 ) 2x + y = 4

Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa kedua garis berimpit sehingga mempunyai tak terhingga titik potong, dikatakan sistem persamaan tersebut mempunyai tak hingga penyelesaian. Dengan demikian dapat disimpulkan tafsiran geometri dari penyelesaian sistem persamaan linier dua peubah, yaitu :

1. jika dua garis tersebut berpotongan di satu titik, maka sistem persamaan mempunyai satu penyelesaian 2. jika dua garis tersebut saling sejajar, maka sistem persamaan tidak mempunyai penyelesaian 3. jika dua garis tersebut berimpit, maka sistem persamaan mempunyai tak terhingga penyelesaian

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

52 52

UJI KOMPETENSI

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DENGAN GRAFIK

Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier berikut dengan cara grafik : 1. 2. 3. 4. 5.

x y = 2 5 x 3 y = 4 5 x 3 y = 1 2 x + 5 y = 12 5 x + 3 y = 3 4 x + 2 y = 2 3 x + 8 y = 22 7 x 4 y = 6 2 x + 7 y = 19 x 9 y = 20

8. 9.

2 x 3 y = 6 x + 4 y = 8 4 x 3 y = 14 x + 7 y = 12 6 x 3 y = 9 2 x + 9 y = 7 4 x y = 9 x 8 y = 27 2 x + 6 y = 24 x + 9 y = 24

15. 16. 17. 18. 19.

x + 2 y = 8 3 x 2 y = 0 x 2 y = 9 5 x + 2 y = 27 7 x + 5 y = 2 3 x 7 y = 4 3 x + 7 y = 12 3 x 2 y = 12 2 x 5 y = 15 3 x + 4 y = 11

10. 11. 12.

1 1 4 x + 4 y = 3 6. 3 x 1 y = 2 4 8 2 x + 7 y = 19 7. x 9 y = 20
A.2.2.

13.

4 x y = 9 x 8 y = 27 2 x + 6 y = 24 x + 9 y = 24

20.

3 x + 7 y = 12 3 x 2 y = 12

14.

CARA SUBSTITUSI

Untuk memahami cara ini perhatikan contoh berikut ini : CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh : Tentukan himpunan penyelesaian dari

2 x + 5 y = 12 3 x 2 y = 7

Penyelesaian : Kita berinama 2x + 5y = 12.. persamaan (1) -3x 2y = -7.. persamaan (2) misalkan kita memilih persamaan (1) substitusi ke persamaan (2) maka dikerjakan sebagai berikut: persamaan (1) 2x + 5y = 12 diubah menjadi : 2x = 12 5y 5y pindah keruas kiri

5 y kedua ruas dibagi 2 2 5 untuk selanjutnya x = 6 - y disubstitusikan ke persamaan (2) : 2


x=6persamaan (2) 3x 2y = -7

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

53 53

-3( 6 -

5 y ) 2y = -7 2 15 -18 + y 2y = -7 2

substitusi nilai x pers. (1) distributif

-36 + 15y 4y = -14 kedua ruas dikalikan 2 -36 + 11y = -14 penjumlahan 11y = -14 + 36 kedua ruas ditambah 36 11y = 22 penjumlahan y=2 kedua ruas dibagi 11 setelah diperoleh harga y = 2 tersebut , untuk mencari harga xmaka harga y = 2 disubstitusikan ke salah satu persamaan, misalnya kita pilih ke persamaan (1), maka diperoleh persamaan : persamaan (1) 2x + 5y = 12 2x + 5.2 = 12 substitusi harga y = 2 2x + 10 = 12 perkalian 2x = 12 10 kedua ruas dikurangi 10 2x = 2 pengurangan x=1 kedua ruas dibagi 2 kedua peubah sudah diperoleh yaitu x = 1 dan y = 2. Jika ditulis dalam himpunan penyelesaian ,maka HP : { (1,2) }

UJI KOMPETENSI

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DENGAN SUBSTITUSI

Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier berikut dengan cara substitusi : 1. 2. 3. 4. 5.

x y = 2 5 x 3 y = 4 5 x 3 y = 1 2 x + 5 y = 12 3 x 4 y = 18 2 x + 5 y = 19 5 x + 7 y = 31 2 x + 6 y = 14 3 x 5 y = 22 4 x + 3 y = 10

2 x 3 y = 6 x + 4 y = 8 4 x 3 y = 14 9. x + 7 y = 12 4 x 2 y = 18 10. 5 x + 9 y = 55 6 x + 7 y = 47 11. 10 x + 3 y = 5 x 2 y = 1 12. 4 x 3 y = 6


8. 13.

15. 16. 17. 18. 19.

x + 2 y = 8 3 x 2 y = 0 2 x + 3 y = 4 3 x + 5 y = 7 2 x + y = 7 5 x 3 y = 1 6 x + 2 y 11 = 0 3 x 4 y 8 = 8 2 x 3 y 9 = 0 x + y 2 = 0
3 x + y 6 = 8 4 x + 5 y 24 = 24

1 1 2 x + 3 y 1 = 0 6. 1 x 1 y 5 = 0 3 4 6 x 2 y 9 = 0 7. 12 x + 18 y 29 = 0

4 x + 2 y 20 = 0 2 x 3 y 12 = 0 0,3 x + 0,5 y 4 = 0 0,2 x + 1,5 y 5 = 0

20.

14.

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

54 54

A.2.3.

CARA ELIMINASI

Untuk memahami cara ini perhatikan kembali contoh berikut ini : CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh : Tentukan himpunan penyelesaian dari

2 x + 5 y = 12 3 x 2 y = 7

Penyelesaian : Jika kita akan mencari nilai x maka peubah y harus dieliminasi / dihilangkan sebagai berikut : 2x + 5y = 12 2 4x + 10y = 24 kedua ruas dikalikan 2 -3x 2y = -7 5 -15x 10y = -35 kedua ruas dikalikan 5 (+) -11x = -11 penjumlahan x =1 kedua ruas dibagi 11 untuk mencari nilai y maka peubah x harus dieliminasi sebagai berikut : 2x + 5y = 12 3 6x + 15y = 36 kedua ruas dikalikan 3 -3x 2y = -7 2 -6x 4y = -14 kedua ruas dikalikan 2 (+) 11y = 22 penjumlahan y =2 kedua ruas dibagi 11 jadi HP : { (1,2) }

UJI KOMPETENSI

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DENGAN ELIMINASI

Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier berikut dengan cara substitusi : 1. 2. 3. 4. 5. 6.

x y = 2 5 x 3 y = 4 x y = 2 5 x 3 y = 4 5 x 3 y = 1 2 x + 5 y = 12 3 x 4 y = 18 2 x + 5 y = 19 5 x + 7 y = 31 2 x + 6 y = 14 3 x 5 y = 22 4 x + 3 y = 10

9.

2 x 3 y = 6 x + 4 y = 8 2 x 3 y = 6 x + 4 y = 8 4 x 3 y = 14 x + 7 y = 12 4 x 2 y = 18 5 x + 9 y = 55 6 x + 7 y = 47 10 x + 3 y = 5 6 x + 2 y 11 = 0 3 x 4 y 8 = 8

17. 18. 19. 20. 21. 22.

x + 2 y = 3 3 x 2 y = 1 x + 2 y = 8 3 x 2 y = 0 2 x + 3 y = 4 3 x + 5 y = 7 2 x + y = 7 5 x 3 y = 1 2 x 3 y 9 = 0 x + y 2 = 0 x 2 y = 1 4 x 3 y = 6

10. 11. 12. 13. 14.

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

55 55

1 1 2 x + 3 y 1 = 0 7. 1 x 1 y 5 = 0 3 4 6 x 2 y 9 = 0 8. 12 x + 18 y 29 = 0
A.2.4.

15.

4 x + 2 y 20 = 0 2 x 3 y 12 = 0 0,3 x + 0,5 y 4 = 0 0,2 x + 1,5 y 5 = 0

23.

3 x + y 6 = 8 4 x + 5 y 24 = 24

16.

CARA DETERMINAN

A.2.4.1. PENGERTIAN DETERMINAN ORDO DUA Susunan bilangan yang terdiri dari 2 baris dan 2 kolom seperti dibawah ini dinamakan determinan ordo dua yang dilambangkan dengan D. : a b baris ke 1 c d baris ke 2

kolom ke 1 kolom ke 2 untuk mencari nilai determinan tersebut dikerjakan sebagai berikut : D= a b = ad bc c d CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh Penyelesaian D = : tentukan nilai determinan dari :

2 4 1 3

2 4 1 3

= 2.3 (-4).1= 6 + 4 = 10

A.2.4.2.

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA PEUBAH DENGAN CARA DETERMINAN

Jika

p q c b r a q c

= D yang merupakan determinan dari koefisien-koeifisien peubah x dan y = Dx yang merupakan determinan D dimana kolom pertama diganti oleh konstanta c dan r = Dy yang merupakan determinan D dimana kolom kedua diganti oleh konstanta c dan r

p r

maka penyelesaian sistem persamaan linier dua peubah : rumus :

ax + by = c dapat ditentukan dengan px + qy = r

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

56 56

x=
ax + by = c jika : px + qy = r

D Dx dan y = y D D

Pada sistem persamaan linier

1. D 0 maka mempunyai satu penyelesaian 2. Dx 0, Dy 0, D = 0 maka tidak mempunyai penyelesaian 3. D = Dx = Dy = 0 maka mempunyai tak hingga penyelesaian CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh Penyelesaian D : Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan : :

2 x + 5 y = 12 3 x 2 y = 7

3 12 = Dx 7 2 Dy = 3 D maka x = x D Dy
y =

jadi HP : { (1,2) }

2 5 = 12.(-2) 5.(-7) = 12.(-2) 5.(-7) = 11 2 12 = 2.(-7) 12.(-3) = -14 + 36 = 22 7 11 = =1 11 22 = =2 11

= 2.(-2) 5.(-3) = -4 + 15 = 11

UJI KOMPETENSI

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DENGAN DETERMINAN

Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linier berikut dengan cara determinan : 1. 2. 3. 4.

x y = 2 5 x 3 y = 4 5 x 3 y = 1 2 x + 5 y = 12 3 x 4 y = 18 2 x + 5 y = 19 5 x + 7 y = 31 2 x + 6 y = 14

7. 8. 9.

2 x 3 y = 6 x + 4 y = 8 4 x 3 y = 14 x + 7 y = 12 4 x 2 y = 18 5 x + 9 y = 55 6 x + 7 y = 47 10 x + 3 y = 5

13. 14. 15. 16.

x + 2 y = 8 3 x 2 y = 0 2 x + 3 y = 4 3 x + 5 y = 7 2 x + y = 7 5 x 3 y = 1 2 x 3 y 9 = 0 x + y 2 = 0

10.

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

57 57

5.

3 x 5 y = 22 4 x + 3 y = 10

11.

6 x + 2 y 11 = 0 3 x 4 y 8 = 8 4 x + 2 y 20 = 0 2 x 3 y 12 = 0

17.

x 2 y = 1 4 x 3 y = 6 3 x + y 6 = 8 4 x + 5 y 24 = 24

1 1 2 x + 3 y 1 = 0 6. 1 x 1 y 5 = 0 3 4

12.

18.

A.2.4.3

MODEL MATEMATIKA YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA PEUBAH

Persoalan dalam kehidupan sehari-hari sering berhubungan dengan matematika. Persoalan persoalan tersebut sering kali dapat diubah menjadi model matematika diantaranya berbentuk sistem persamaan linier dua peubah. Untuk memahami penerapan sistem persamaan linier dua peubah simaklah contoh berikut ini : CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh : Farid dan Fila berbelanja disebuah toko yang sama untuk membeli keperluan sekolahnya. Farid membeli 8 buku tulis dan 3 pensil, untuk itu ia harus membayar sebesar Rp. 14.250,-. Sedangkan Fila membeli 6 buku tulis dan 4 pensil, untuk itu ia harus membayar sebesar Rp. 12.000,-. Berapakah harga untuk sebuah buku tulis dan harga sebuah pensil ? Penyelesaian: Untuk menyelesaian persoalan tersebut diatas harus diubah ke dalam bahasa matematika yang dinamakan model matematika. Model matematika yang cocok untuk persoalan tersebut adalah sistem persamaan linier dua peubah. Untuk itu kita kerjakan sebagai berikut : Kita misalkan : - harga sebuah buku tulis = x rupiah - harga sebuah pensil = y rupiah maka dapat dibuat tabel sebagai berikut : Buku tulis 8 6 X Pensil 3 4 y Jumlah uang yang.dibayarkan (Rp) 14.250 12.000

Farid Fila Harga per buah

Dari tabel tersebut dapat dibuat sistem persamaan liniernya :

8 x + 3 y = 14250 6 x + 4 y = 12000

Untuk menyelesaikan sistem persamaan tersebut dapat menggunakan salah satu cara yang sudah pernah kita pelajari, misalnya cara eliminasi berikut ini : 8x + 3y = 14250 4 32x + 12y = 57000 kedua ruas dikalikan 4 6x + 4y = 12000 3 18x + 12y = 36000 kedua ruas dikalikan 3 (-) 14x = 21000 pengurangan x = 1500 kedua ruas dibagi 14 8x + 3y = 14250 3 24x + 9y = 42750 kedua ruas dikalikan 3 6x + 4y = 12000 4 24x + 16y = 48000 kedua ruas dikalikan 4 (-) -7y = - 6250 pengurangan y = 750 kedua ruas dibagi 7 jadi : - harga sebuah buku tulis ( x ) adalah Rp. 1500,- harga sebuah pensil ( y ) adalah Rp. 750,-

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

58 58

UJI KOMPETENSI

PENERAPAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL

1. Dua orang anak A dan B mengikuti lomba dalam rangka HUT kemerdekaan RI yang diselenggarakan oleh RT setempat. Lomba yang diadakan ada dua macam yaitu makan krupuk dan mencari uang didalam tepung. Dalam waktu yang ditentukan panitia, A dapat memakan 5 krupuk dan dapat mencari uang dalam tepung sebanyak 7 koin. Sedangkan B dapat memakan 6 krupuk dan dapat mencari uang dalam tepung sebanyak 5 koin. Untuk itu panitia memberi hadiah kepada A dan B masing masing sebesar Rp. 8.500,-. Berapa rupiah hadiah untuk makan krupuk sebuah dan untuk mencari satu koin uang dalam tepung ? 2. Keliling sebuah persegi panjang adalah 28 cm. Jika panjangnya 6 cm lebih dari lebarnya , tentukan panjang dan lebar persegi panjang tersebut ? 3. Sebuah mesin penggilingan padi jenis A mampu menghasilkan 100 kg beras per jam. Sedangkan mesin jenis B mampu menghasilkan 150 kg beras per jam. Dalam satu hari kedua mesin itu mampu menghasilkan 2600 kg beras per jam. Dalam satu hari jumlah jam kerja kedua mesin itu adalah 20 jam. Berapa jam mesin A dan B berkerja dalam satu hari ? 4. Sebuah agen bus melayani penjualan tiket kelas exekutive dan kelas ekonomi. Jumalh tiket yang terjual dalam satu hari untuk kelas exekutive sebanyak 40 dan kelas ekonomi sebanyak 50. Jika dalam satu hari agen bus tersebut mendapatkan uang sebesar Rp. 6.600.000,- dari penjualan dua jenis tiket tersebut, tentukan harga untuk sebuah tiket kelas exekutive dan kelas ekonomi. 5. Sebuah agen penjualan tiket kereta api dalam satu hari mampu menjual 200 tiket untuk dua jenis. Harga tiap lembar jenis I adalah Rp. 2000,- sedangkan jenis II adalah Rp. 3000,- . Jumlah uang hasil penjualan ke dua jenis tiket tersebut sebesar Rp. 510.000,- . Berapakah banyaknya tiket yang terjual untuk jenis I ? 6. Sebuah garis dengan persamaan ax + by = 12. Tentukan nilai a dan b jika garis tersebut melalui titik ( 1,1 ) dan ( -4,-6 ) 7. Sebuah industri mebel memproduksi almari dan kursi. Hasil penjualan 10 almari dan 14 kursi adalah Rp. 8.200.000,- , sedangkan hasil penjualan 15 almari dan 8 kursi adalah Rp. 8.400.000,-. Hitunglah harga jual untuk satu almari dan untuk satu kursi. 8. Sepuluh tahun yang lalu ayah 6 kali umur saya. Lima tahun yang akan datang jumlah umur ayah dan umur saya adalah 65. Hitunglah umur ayah dan umur saya sekarang. 9. Jumlah karyawan sebuah pabrik tekstil dan pabrik rokok adalah 300 orang. Jumlah karyawan pabrik tekstil 200 kurangnya dari dua kali jumlah karyawan pabrik rokok. Hitunglah jumlah karyawan pabrik tekstil dan pabrik rokok 10. Jumlah dua bilangan sama dengan hasil kali kedua bilangan itu. Selisih bilangan yang pertama dengan dua kali bilangan kedua sama dengan dua kali perkalian ke dua bilangan itu. Tentukan bilangan-bilangan tersebut. 11. Jumlah dua bilangan adalah 29, sedangkan selisih kedua bilangan itu adalah 11. Tentukan bilanganbilangan tersebut. 12. Enam tahun yang lalu jumlah umur ayah dan ibu adalah sembilan kali selisihnya. Sekarang umur ayah

22 umur ibu .Tentukan umur ayah dan ibu delapan tahun yang akan datang 17
13. Dalam sebuah gedung bioskop terdapat 250 orang penonton. Hasil penjualan karcis diperoleh Rp. 1.050.000,-. Jika harga karcis kelas I adalah Rp 5000,- dan kelas II Rp. 3000,-. Berapa banyaknya penonton pada kelas I dan pada kelas II 14. Keliling sebuah persegi panjang adalah 38 cm. Jika panjangnya dibuat dua kali panjang semula dan lebarnya dibuat empat kali lebar semula maka kelilingnya menjadi 96 cm. Hitung panjang dan lebar persegi panjang semula.

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

59 59

B.

SISTEM PERSAMAAN LINIIER TIGA PEUBAH

Sistem persamaan linier tiga peubah ( x, y dan z ) dapat ditulis dalam bentuk :

ax + by + cz = d px + qy + rz = s kx + ly + mz = n
keterangan : a,b,c,p,q,r,k,l dan m dinamakan koefisien peubah d,s dan n dinamakan konstanta jika x0 , y0 dan z0 , memenuhi sistem persamaan linier tersebut maka himpunan penyelesaiannya ditulis HP : { (x0 , y0 , z0) } Paling tidak ada 3 cara untuk menyelesaikan sistem persamaan linier tiga peubah, yaitu : a. cara substitusi b. cara eliminasi c. cara determinan

B.1.

CARA SUBSTITUSI

Untuk memahami cara ini perhatikan contoh berikut ini : CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN

5 x 3 y + z = 2 Contoh : Tentukan himpunan penyelesaian dari 2 x + y + 3z = 9 x + 2 y 4 z = 7


Penyelesaian : Misal kita beri nama 5x 3y + z = 2 persamaan (1) -2x + y + 3z = 9.. persamaan (2) x + 2y 4z = -7.... persamaan (3) Langkah 1 : kita memilih salah satu persamaan disubstitusikan ke salah satu persamaan yang lain. Peubah yang disubstitusikan dipilih salah satu ( x,y atau z ) . Misal kita memilih persamaan (1) dimana yang dipilih peubah z substitusi ke persamaan (2), maka dikerjakan sebagai berikut : Persamaan (1) 5x 3y + z = 2 diubah menjadi : z = 2 5x + 3y kedua ruas dikurangi 5x 3y Selanjutnya z = 2 5x + 3y disubstitusikan ke persamaan (2) sebagai berikut : Persamaan (2) -2x + y + 3z = 9 -2x + y + 3( 2 5x + 3y ) = 9 substitusi harga z -2x + y + 6 15x + 9y = 9 distributif -2x 15x + y + 9y + 6 = 9 penjumlahan -17x + 10y + 6 = 9 penjumlahan -17x + 10y = 9 6 kedua ruas dikurangi 6 -17x + 10y = 3 pengurangan untuk selanjutnya -17x + 10y = 3 diberi nama persamaan (4)

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

60 60

Langkah 2 : kita melakukan seperti langkah 1 namun untuk persamaan yang lain. Misal kita pilih persamaan (2) substitusi ke persamaan ( 3). Untuk langkah 2 ini peubah yang disubstitusikan ke persamaan (3) harus sama dengan peubah pada langkah (1) ( yaitu z ), maka dikerjakan sebagai berikut : Persamaan (2) 2x + y + 3z = 9 diubah menjadi : 3z = 9 + 2x y kedua ruas ditambah 2x y

9 + 2x y kedua ruas dibagi 3 3 9 + 2x y selanjutnya z = disubstitusikan ke persamaan (3) sebagai berikut : 3


z= x + 2y 4(

persamaan (3) x + 2y 4z = -7

9 + 2x y ) = -7 3

substitusi harga z =

9 + 2x y 3

3x + 6y 4( 9 + 2x y ) = -21 kedua ruas dikalikan 3 3x + 6y 36 8x + 4y = -21 distrbutif 3x 8x + 6y + 4y 36 = -21 dikelompokkan -5x + 10y 36 = -21 penjumlahan -5x + 10y = 36 - 21 kedua ruas ditambah 36 -5x + 10y = 15 pengurangan untuk selanjutnya 5x + 10y = 15 diberi nama persamaan (5) Langkah 3 : langkah ini kita bisa memilih substitusi persamaan (4) ke (5) atau sebaliknya. Misal kita pilih substitusi persamaan (4) ke (5) dimana yang disubstitusikan peubah x maka dikerjakan sebagai berikut : Persamaan (4) -17x + 10y = 3 diubah menjadi : -17x = 3 10y kedua ruas dikurangi 10y

3 10 y kedua ruas dibagi 17 17 3 10 y disubstitusikan ke persamaan (5) sebagai berikut : selanjutnya x = 17


x= persamaan (5) -5x + 10y = 15 -5(

3 10 y ) + 10y = 15 17

substitusi harga x =

3 10 y 17

-5( 3 10y ) 170y = - 255 kedua ruas dikalikan 17 -15 + 50y 170y = -255 distributif 50y 170y = -255 + 15 kedua ruas ditambah 15 -120y = -240 penjumlahan y=2 kedua ruas dibagi 120 untuk mencari harga peubah yang lain maka harga y = 2 disubstitusikan ke salah satu persamaan (4) atau (5) maka akan diperoleh harga peubah x. Misal kita substitusikan harga y=2 ke persamaan (4) sebagai berikut : persamaan (4) -17x + 10y = 3 -17x + 10.2 = 3 substitusi harga y =2 -17x + 20 = 3 perkalian -17x = 3 20 kedua ruas dikurangi 20 -17x = -17 pengurangan x=1 kedua ruas dibagi 17 sudah diperoleh harga x = 1 dan y = 2, untuk menentuka peubah z kita dapat mensubstitusikan ke persamaan (1), (2) atau (3). Misal kita pilih substitusi ke persamaan (1) sebagai berikut : persamaan (1) 5x 3y + z = 2 5.1 3.2 + z = 2 substitusi harga x=1 dan y=2 56+z=2 perkalian -1 + z = 2 pengurangan z=2+1 kedua ruas ditambah 1

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

61 61

z=3 jadi HP : { (1,2,3) }

penjumlahan

UJI KOMPETENSI

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL DENGAN SUBSTITUSI

Tentukan HP dari sistem persamaan berikut ini dengan cara substitusi :

3 x 4 y + 5 z = 6 1. 5 x + 2 y 3 z = 4 2 x + 3 y 2 z = 1 4 x 2 y 5 z = 11 2. x + 3 y + 2 z = 7 3 x + y 3 z = 12 7 x 4 y + 2 z = 18 3. 3 x 4 y z = 2 x + 5 y 4 z = 3 5 x 3 y + z = 1 4. 4 x + 2 y 3 z = 5 x + 4 y 5 z = 10 7 x + 4 y z = 12 5. 5 x + 2 y 3 z = 0 6 x 7 y + 9 z = 22 x y + z = 1 6. 2 x + 3 y 4 z = 1 7 x 4 y + 5 z = 6 2 1 1 + + = 12 x y z 3 2 1 7. + = 5 x y z 1 5 3 + =2 x y z 2 x 3 y + z = 16 8. 5 x + 2 y + 3z = 7 3 x + y 4 z = 9

5 x 3 z = 1 9. 2 x + 4 y 6 z = 14 3 y + 2 z = 7 7 x 4 y = 25 10. 6 y + 5 z = 14 5 x + 2 z = 7 5 x 3 y = 15 11. 2 y + 3 z = 6 4 x + 2 z = 16 0,4 x 0,3 y + 0,2 z = 0,9 12. 0,5 x + 0,4 y 0,3 z = 0,12 1,5 x + 0,6 y 1,25 z = 2,15 2 x + 3 y = 2 13. 3 y 4 z = 17 5 x + 2 y = 4 4 x + 2 y + z = 1 14. 3 x + 2 y + z = 3 5 x + 3 y + z = 2 1 4 2 1 + + = 2 x y z 1 2 4 15. + + = 1 x y z 1 4 12 =0 + + x y z

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

62 62

B.2.

CARA ELIMINASI

CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh

5 x 3 y + z = 2 : Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan berikut ini : 2 x + y + 3 z = 9 x + 2 y 4 z = 7

Penyelesaian : Kita beri nama 5x 3y + z = 2 persamaan (1) -2x + y + 3z = 9 persamaan (2) x + 2y 4z = -7 persamaan (3) Langkah 1 : memilih dua persamaan untuk dikerjakan dengan eliminasi, misal kita memilih persamaan (1) dan (2) yang dieliminasi/ dihilangkan boleh memilih peubah x,y atau z. Misal kita memilih peubah y yang dieliminasi maka dikerjakan sebagai berikut : Persamaan (1) 5x 3y + z = 2 1 5x - 3y + z = 2 kedua ruas dikalikan 1 Persamaan (2) -2x + y + 3z = 9 3 -6x + 3y + 9z = 27 kedua ruas dikalikan 3 (+) -x + 10 z = 29 penjumlahan selanjutnya x + 10z = 29 diberi nama persamaan (4) Langkah 2 : seperti langkah 1 namun untuk pasangan persamaan yang berbeda. Misal kita pilih persamaan (2) dan (3) dikerjakan sebagi berikut : Persamaan (2) -2x + y + 3z = 9 2 -4x + 2y + 6z = 18 kedua ruas dikalikan 2 Persamaan (3) x + 2y 4z = -7 1 x + 2y 4z = -7 kedua ruas dikalikan 1 (-) -5x + 10z = 25 selanjutnya 5x + 10z = 25 diberi nama persamaan (5) Langkah 3 : eliminasi persamaan (4) dan (5) sebagai berikut : Persamaan (4) -x + 10z = 29 Persamaan (5) -5x + 10z = 25 (-) 4x = 4 pengurangan x=1 kedua ruas dibagi 4 jika persamaan (4) dan (5) dieliminasi maka akan diperoleh harga z sebagai berikut : Persamaan (4) -x + 10z = 29 5 -5x + 50z = 145 kedua ruas dikalikan 5 -5x + 10z = 25 1 -5x + 10z = 25 kedua ruas dikalikan 1 (-) 40 z = 120 pengurangan z=3 kedua ruas dibagi 40 Harga x = 1 dan z = 3 selanjutnya disubstitusikan ke salah satu persamaan (1), (2) atau (3) maka akan didapatkan peubah y, misal subsitutisi ke persamaan (2) sebagai berikut : Persamaan (2) -2x + y + 3z = 9 -2.1 + y + 3.3 = 9 substitusi harga x dan z -2 + y + 9 = 9 perkalian y+7=9 penjumlahan y=97 kedua ruas dikurangi 7 y=2 pengurangan jadi HP : { (1,2,3) }

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

63 63

UJI KOMPETENSI

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL DENGAN ELIMINASI

Tentukan HP dari sistem persamaan berikut ini dengan cara eliminasi :

3 x 4 y + 5 z = 6 1. 5 x + 2 y 3 z = 4 2 x + 3 y 2 z = 1 4 x 2 y 5 z = 11 2. x + 3 y + 2 z = 7 3 x + y 3 z = 12 7 x 4 y + 2 z = 18 3. 3 x 4 y z = 2 x + 5 y 4 z = 3 5 x 3 y + z = 1 4. 4 x + 2 y 3 z = 5 x + 4 y 5 z = 10 7 x + 4 y z = 12 5. 5 x + 2 y 3 z = 0 6 x 7 y + 9 z = 22 2 1 1 + + = 12 x y z 3 2 1 6. + = 5 x y z 1 5 3 + =2 x y z 2 x 3 y + z = 16 7. 5 x + 2 y + 3z = 7 3 x + y 4 z = 9 5 x 3 y = 15 8. 2 y + 3 z = 6 4 x + 2 z = 16

5 x 3 z = 1 9. 2 x + 4 y 6 z = 14 3 y + 2 z = 7 7 x 4 y = 25 10. 6 y + 5 z = 14 5 x + 2 z = 7 x y + z = 1 11. 2 x + 3 y 4 z = 1 7 x 4 y + 5 z = 6 0,4 x 0,3 y + 0,2 z = 0,9 12. 0,5 x + 0,4 y 0,3 z = 0,12 1,5 x + 0,6 y 1,25 z = 2,15 2 x + 3 y = 2 13. 3 y 4 z = 17 5 x + 2 y = 4 1 4 2 1 + + = 2 x y z 1 2 4 14. + + = 1 x y z 1 4 12 =0 + + x y z 4 x + 2 y + z = 1 15. 3 x + 2 y + z = 3 5 x + 3 y + z = 2

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

64 64

B.3.

CARA DETERMINAN

E.3.1. PENGERTIAN DETERMINAN ORDO 3 Susunan bilangan yang terdiri dari 3 baris dan 3 kolom yang ditulis dalam bentuk : a b c baris ke 1 p q r baris ke 2 k l m baris ke 3

kolom ke 1

kolom ke 3

kolom ke 2 dinamakan determinan ( D ) ordo 3. Untuk menentukan nilai determinan dapat digunakan cara sebagai berikut : D

a b c = p q r k l m a b c a b = p q r p q k l m k l
_ _ _ + + +

kolom ke 1 dan ke 2 ditulis kembali disebelah kanan determinan dengan urutan yang tetap

= a.q.m + b.r.k + c.p.l c.q.k a.r.l b.p.m CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN

Contoh Penyelesaian

2 1 0 : tentukan nilai determinan dari : 3 4 1 2 3 2


:

2 1 0 = 3 4 1 2 3 2 2 1 0 2 1 = 3 4 1 3 4 2 3 2 2 3
= 2.4.(-2) + (-1).1.(-2) + 0.3.3 0.4.(-2) 2.1.3 (-1).3.(-2) = -16 + 2 + 0 + 0 6 6 = - 26 nilai determinan perkalian penjumlahan

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

65 65

UJI KOMPETENSI

PENGERTIAN DETERMINAN ORDO TIGA

Tentukan nilai dari determinan berikut :

1 5 2 1. 4 3 3 1 2 1 3 4 2 2. 8 3 4 4 1 2 4 5 3 3. 3 1 1 7 4 3 7 2 3 4. 6 1 4 7 4 4 6 2 2 5. 5 3 4 4 5 2

0 8 4 6. 2 7 1 4 3 1 1 1 1 7. 0 5 6 0 4 3 5 5 7 8. 0 2 3 1 2 1 1 6 2 9. 3 3 3 4 2 4 4 1 1 10. 0 5 6 0 4 3

5 5 4 11. 4 7 1 0 3 1 9 1 1 12. 1 5 5 1 4 3 1 2 1 13. 6 0 4 2 1 2 1 8 5 14. 8 7 1 1 3 7 3 5 0 15. 3 1 1 1 7 3

B.4.

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA PEUBAH DENGAN CARA DETERMINAN

Jika dilambangkan dengan notasi determinan maka dapat ditulis :

d s n x= a p k

b c q r l m b c q r l m

a p k y= a p k

d c s r n m b c q r l m

a p k z= a p k

b d q s l n b c q r l m

a b c Jika D = p q r k l m

yang mana merupakan determinan dari koefisien-koefisien peubah x,y dan z

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

66 66

Dx

d b c = s q r n l m a d c = p s r k n m a b d = p q s k l n

yang mana merupakan determinan D dengan mengganti kolom pertama dengan

konstanta d, s, dan n Dy yang mana merupakan determinan D dengan mengganti kolom kedua dengan

konstanta d, s, dan n Dz yang mana merupakan determinan D dengan mengganti kolom ketiga dengan

konstanta d, s, dan n

ax + by + cz = d Jadi sistem persamaan linier tiga peubah : px + qy + rz = s dapat diselesaiakan dengan rumus : kx + ly + mz = n
x=

D x ,y= D

D D

dan z = D
D

CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh Penyelesaian D

5 x 3 y + z = 2 : tentukan penyelesaian dari sistem persamaan : 2 x + y + 3 z = 9 x + 2 y 4 z = 7


:

5 3 1 5 3 1 5 3 = 2 1 3 = 2 1 3 2 1 1 2 4 1 2 4 1 2
= 5.1.(-4) + (-3).3.1 + 1(-2).2 1.1.1 5.3.2 (-3)(-2)(-4) = -20 9 4 1 30 + 24 = -40 nilai deteriminan perkalian penjumlahan

Dx

2 3 1 2 3 1 2 3 = 9 1 3 = 9 1 3 9 1 7 2 4 7 2 4 7 2
= 2.1.(-4) + (-3).3.1 + 1.9.2 1.1.(-7) 2.3.2 (-3).9.(-4) = -8 9 + 18 + 7 12 - 108 = -40 nilai deteriminan perkalian penjumlahan

Dy

5 2 1 5 2 1 5 2 = 2 9 3 = 2 9 3 2 9 1 7 4 1 7 4 1 7
= 5.9.(-4) + 2.3.1 + 1(-2).(-7) 1.9.1 5.3.(-7) 2.(-2)(-4) = -180 + 6 + 14 9 + 105 - 16 nilai deteriminan perkalian

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

67 67

= -80 Dz

penjumlahan

5 3 2 5 3 2 5 3 = 2 1 9 = 2 1 9 2 1 1 2 7 1 2 7 1 2
= 5.1.(-7) + (-3).9.1 + 2.(-2).2 2.1.1 5.9.2 (-3)(-2)(-7) = -35 27 8 2 90 + 42 = - 120 nilai deteriminan perkalian penjumlahan

maka

x y z

jadi HP : { (1,2,3) }

Dx 40 = =1 D 40 Dy 80 = = =2 D 40 D 120 = z = =3 D 40
=

UJI KOMPETENSI

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL DENGAN DETERMINAN

Tentukan HP dari sistem persamaan berikut ini dengan cara determinan :

3 x 4 y + 5 z = 6 1. 5 x + 2 y 3 z = 4 2 x + 3 y 2 z = 1 4 x 2 y 5 z = 11 2. x + 3 y + 2 z = 7 3 x + y 3 z = 12 0,4 x 0,3 y + 0,2 z = 0,9 3. 0,5 x + 0,4 y 0,3 z = 0,12 1,5 x + 0,6 y 1,25 z = 2,15 x y + z = 1 4. 2 x + 3 y 4 z = 1 7 x 4 y + 5 z = 6

5 x 3 z = 1 6. 2 x + 4 y 6 z = 14 3 y + 2 z = 7 7 x 4 y + 2 z = 18 7. 3 x 4 y z = 2 x + 5 y 4 z = 3 2 x + 3 y = 2 8. 3 y 4 z = 17 5 x + 2 y = 4 4 x + 2 y + z = 1 9. 3 x + 2 y + z = 3 5 x + 3 y + z = 2

7 x 4 y = 25 11. 6 y + 5 z = 14 5 x + 2 z = 7 5 x 3 y + z = 1 12. 4 x + 2 y 3 z = 5 x + 4 y 5 z = 10 7 x + 4 y z = 12 13. 5 x + 2 y 3 z = 0 6 x 7 y + 9 z = 22 2 x 3 y + z = 16 14. 5 x + 2 y + 3z = 7 3 x + y 4 z = 9

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

68 68

2 + x 3 5. x 1 x

1 1 + = 12 y z 2 1 + =5 y z 5 3 + =2 y z

1 4 2 1 + + = 2 x y z 1 2 4 10. + + = 1 x y z 1 4 12 =0 + + x y z

5 x 3 y = 15 15. 2 y + 3 z = 6 4 x + 2 z = 16

B.5.

MODEL MATEMATIKA YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL

Pada pembahasan sebelumnya persoalan sehari-hari dapat diselesaikan dengan sistem persamaan linier dua peubah. Pada pembahasan kali ini akan dipelajari penerapan persoalan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan sistem persamaan linier tiga peubah. Untuk itu simaklah contoh berikut ini : CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh 1 : Farid , Fila dan Fiqih berbelanja di sebuah toko yang sama . Farid membeli 4 buku tulis , 3 buku gambar dan 2 pensil. Fila membeli 3 buku tulis , 5 buku gambar dan 3 pensil. Sedangkan Fiqih membeli 2 buku tulis , 4 buku gambar dan 2 pensil. Farid, Fila dan Fiqih masing-masing harus membayar Rp. 14.000,-, Rp. 17.500,dan Rp. 13.000,-. Berapakah harga untuk sebuah buku tulis, sebuah buku gambar dan sebuah pensil ? Penyelesaian : Untuk mempermudah persoalan tersebut kita buat tabel sebagai berikut : Farid Fila Fiqih Harga per buah Buku tulis 4 3 2 x Buku gambar 3 5 4 y Pensil 2 3 2 z Jumlah uang yang dibayarkan 14.000 17.500 13.000

Dari tabel tersebut dapat dibuat sistem persamaan liniernya sebagai berikut :

4 x + 3 y + 2 z = 14000 3 x + 5 y + 3 z = 17500 2 x + 4 y + 2 z = 13000


Penyelesaiannya dapat dilakukan dengan cara substitusi, eliminasi atau determinan , yang mana setelah dihitung menghasilkan x = 1500 , y = 2000 dan z = 1000. Jadi : harga untuk sebuah buku tulis adalah Rp. 1.500,harga untuk sebuah buku gambar adalah Rp. 2.000,harga untuk sebuah pensil adalah Rp. 1.000,Contoh 2 : sebuah grafik parabola y = ax2 + bx + c melalui titik ( 3,10 ), ( 1,0 ) dan ( 2,4 ) . Tentukan persamaan grafik parabola tersebut. Penyelesaian : parabola melalui titik ( 3,10 ) berlaku hubungan : 10 = a.3 2 + b.3 + c substitusi harga x=3 dan y=10 10 = 9a + 3b + c pangkat dan perkalian 9a + 3b + c = 10 komutatif

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

69 69

selanjutnya 9a + 3b + c = 10 diberi nama persamaan ( 1 ) parabola melalui titik ( 1,0 ) berlaku hubungan : 0 = a.1 2 + b.1 + c 0=a+b+c a+b+c=0 selanjutnya a + b + c = 0 diberi nama persamaan ( 2 ) parabola melalui titik ( 2,4 ) berlaku hubungan : 4 = a.2 2 + b.2 + c 4 = 4a + 2b + c 4a + 2b + c = 4 selanjutnya 4a + 2b + c = 4 diberi nama persamaan ( 3 )

substitusi harga x=1 dan y=0 pangkat dan perkalian komutatif

substitusi harga x=2 dan y=4 pangkat dan perkalian komutatif

3 x 4 y + 5 z = 6 dengan demikian diperoleh sistem persamaan linier 3 peubah sebagai berikut : 5 x + 2 y 3 z = 4 2 x + 3 y 2 z = 1


untuk menyelesaikannya dapat menggunakan salah satu cara yaitu substitusi, eliminasi atau determinan, yang mana akan mengahasilkan harga a = 1, b = 1 dan c = -2. Jadi persamaan grafik parabola adalah : y = ax2 + bx + c y = 1.x2 + 1.x + (-2) substitusi harga a,b dan c 2 perkalian dan penjumlahan y=x +x2 Jadi persamaan grafik parabola adalah : y = x2 + x 2

UJI KOMPETENSI

10

MODEL MATEMATIKA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL

1. A, B dan C berbelanja di sebuah toko yang sama . A membeli 3 buah barang x , 4 buah barang y dan 1 buah barang z, untuk itu ia harus membayar sebesar Rp. 14.000,-. Bmembeli 2buah barang x , 6buah barang y dan 3buah barang z, untuk itu ia harus membayar sebesar Rp.23.000,-. Cmembeli 5buah barang x , 2buah barang y dan 4buah barang z, untuk itu ia harus membayar sebesar Rp. 21.000,-.. Tentukan harga per unit barang x, y dan z. 2. Grafik suatu parabola y = ax2 + bx + c melalui titik A(2,15), B(-1,-6) dan C(-3,0). Tentukan persamaan grafik parabola tersebut. 3. Lingkaran dengan persamaan x2 + y2 + Ax + By + C = 0 melalui titik P(1,1) ,Q(-1,3) dan R(-1,0). Tentukan persamaan lingkaran tersebut. 4. A , B dan C mengikuti ujian matematika . Jumlah nilai ketiga orang tersebut adalah 78. Nilai A 10 lebih besar dari nilai B, sedangkan nilai C 4 kurangnya dari nilai A. Tentukan nilai masing-masing nilai A, B dan C 5. Tiga bilangan x, y dan z jika dijumlahkan menghasilkan 6. Jika bilangan x ditambah bilangan y menghasilkan bilangan z. Bilangan y dua kali bilangan x. Tentukan masing-masing bilangan x , y dan z 6. Tiga buah bilangan rata-ratanya adalah 4. Bilangan kedua ditambah empat meghasilkan jumlah bilangan yang lain. Bilangan ke tiga sama dengan jumlah bilangan yang lain dikurangi dua. Tentukan bilanganbilangan tersebut. 7. Grafik fungsi kuadrat y = ax2 + bx + c melalui titik A( 1,4 ) , B( -1,-5 ) dan C( 3,30 ). Tentukan nilai a,b dan c, kemudia tuliskan persamaan grafik fungsi kuadrat tersebut. 8. Grafik fungsi kuadrat y = ax2 + bx + c melalui titik A( 1,15), B( 2,14) dan C(-2,-6 ). Tentukan nilai a,b dan c, kemudia tuliskan persamaan grafik fungsi kuadrat tersebut.

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

70 70

9. Bentuk kuadrat ax2 + bx + c mempunyai nilai 2 untuk x = 1 , mempunyai nilai 3 untuk x = 2 dan mempunyai nilai 58 untuk x = -3. Carilah nilai a,b dan c. Kemudian tuliskan bentuk kuadratnya 10. Bentuk kuadrat px2 + qx + r mempunyai nilai 42 untuk x = -1, mempunyai nilai 9 untuk x = 2 dan mempunyai nilai 44 untuk x = -3. Carilah nilai a,b dan c. Kemudian tuliskan bentuk kuadratnya 11. Grafik suatu parabola y = ax2 + bx + c melalui titik A(2,15), B(-1,-6) dan C(-3,0). Tentukan persamaan grafik parabola tersebut. 12. Lingkaran dengan persamaan x2 + y2 + Ax + By + C = 0 melalui titik P(1,1) ,Q(-1,3) dan R(-1,0). Tentukan persamaan lingkaran tersebut. 13. A , B dan C mengikuti ujian matematika . Jumlah nilai ketiga orang tersebut adalah 78. Nilai A 10 lebih besar dari nilai B, sedangkan nilai C 4 kurangnya dari nilai A. Tentukan nilai masing-masing nilai A, B dan C 14. Tiga bilangan x, y dan z jika dijumlahkan menghasilkan 6. Jika bilangan x ditambah bilangan y menghasilkan bilangan z. Bilangan y dua kali bilangan x. Tentukan masing-masing bilangan x , y dan z 15. Suatu pabrik tekstil memproduksi barang jenis A, B dan C. Banyaknya barang yang diproduksi untuk masing-masing jenis barang dan biaya produksi per minggu selama tiga hari ditampilkan seperti tabel berikut : Jenis A Jenis B Jenis C Biaya produksi Minggu ke 1 30 unit 20 unit 5 unit Rp. 8.500.000 Minggu ke 2 40 unit 15 unit 10 unit Rp. 10.000.000,Minggu ke 3 5 unit 10 unit 15 unit Rp. 7.000.000,Tentukan biaya per unit barang jenis A, B dan C

C.

SISTEM PERSAMAAN DUA PEUBAH LINIER DAN KUADRAT

Bentuk umum sistem persamaan linier tersebut dapat ditulis :

ax + by + c = 0............ bentuk..linier 2 2 px + qy + rxy + sx + ty + 4 = 0............. bentuk..kuadrat


Sistem persamaan itu dapat diselesaikan dengan cara substitusi persamaan bentuk linier ke bentuk kuadrat. Untuk memahami cara ini menyelesaian sistem persamaan ini , perhatikan contoh berikut ini : CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh

: Tentukan himpunan penyelesaian dari

x y + 6 = 0
2 x y = 0

Penyelesaian : Kita berinama x y + 6 = 0 persamaan (1) x2 y = 0 ... persamaan (2) Selanjutnya kita substitusikan persamaan (1) ke persamaan (2) . Peubah yang disubstitusikan dapat dipilih x atau y. Misal kita pilih peubah y yang disubstitusikan maka dikerjakan sebagai berikut : Persamaan (1) x y + 6 = 0 diubah menjadi : -y = -x 6 kedua ruas dikurangi x+6 y=x+6 kedua ruas dibagi 1 selanjutnya y = x + 6 disubstitusikan ke persamaan (2) sebagai berikut : persamaan (2) x2 y = 0 x2 ( x + 6 ) = 0 substitusi harga y = x+6 x2 x 6 = 0 distributif ( x 3 )( x + 2 ) = 0 difaktorkan

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

71 71

x = 3 atau x = -2 arti perkalian untuk mencari nilai y maka harga x = 3 dan x = -2 disubstitusikan ke salah satu persamaan (1) atau (2). Misal kita pilih ke persamaan (1) maka dikerjakan sebagai berikut : persamaan (1) xy+6=0 untuk x = 3 3y+6=0 substitusi harga x=3 -y + 9 = 0 penjumlahan -y = -9 kedua ruas dikurangi 9 y=9 kedua ruas dibagi 1 untuk x = -2 -2 y + 6 = 0 substitusi harga x=-2 -y + 4 = 0 penjumlahan -y = -4 kedua ruas dikurangi 4 y=4 kedua ruas dibagi 1 jadi himpunan penyelesaiannya ada dua pasang titik yaitu ditulis HP : { (3,9), (-2,4) }

UJI KOMPETENSI

11

SISTEM PERSAMAAN DUA VARIABEL LINERKUADRAT

Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan berikut ini :

1.

x y 3 = 0
2 2 x + 4 y 4 xy 25 = 0

5.

x y + 2 = 0
2 x y = 0

8.

x y 1 = 0 2 x 5x y + 4 = 0 2 x y + 3 = 0

y + 2 xy 5 y 6 = 0 x + y 3 = 0 3. 2 x y 4x + 3 = 0
2

2.

x y 1 = 0

6.

3 x y 16 = 0
2 2

x + y 6 x + 4 y 12 = 0 2 x + 3 y 4 = 0 7. 2 2 x y + 3 = 0

9.

2 2 x 4 x y + 7 = 0 y = 3 2x 10. 2 2 y = x

4.

x y 1 = 0
2 2 xy + y = 5 y + 6

C.1

MODEL MATEMATIKA YANG BERHUUNGAN DENGAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN KUADRAT DUA PEUBAH

CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh 1 : Sebuah bus pariwisata bergerak dengan kecepatan konstan 100 m/det melewati terminal bus. Pada saat bus pariwisata tepat melewati terminal bus , sebuah bus reguler bergerak dari keadaan berhenti dengan arah yang sama dengan bus pariwisata dengan percepatan konstan a = 10 m/det2. Hitunglah : a. waktu yang ditempuh bus reguler agar tepat bersama-sama dengan bus pariwisata b. pada jarak berapakah kedua bus tersebut dapat tepat Penyelesaian : a. Kita misalkan S adalah jarak yang ditempuh ( dalam meter ) diukur ketika bus reguler mulai bergerak meninggalkan terminal dan t adalah waktu yang diperlukan ( dalam detik ) untuk menempuh jarak sejauh S meter.

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

72 72

b. Dari keterangan soal yang ada dapat diperoleh : - untuk bus pariwisata yang bergerak dengan kecepatan konstan, menurut pelajaran Fisika dapat ditulis : Vo = 100 m / det S = Vo .t rumus jarak = 100 t substitusi harga Vo selanjutnya S = 100 t diberi nama persamaan (1) - untuk bus reguler yang bergerak dengan percepatan konstan, menurut pelajaran Fisika dapat ditulis : a = 10 m / det2 dan Vo = 0 m / det S = Vo +

penjumlahan & perkalian = 5.t2 selanjutnya S = 5.t2 diberi nama persamaan (2) c. untuk menyelesaikan persamaan (1) dan (2) dapat dikerjakan dengan cara substitusi sebagai berikut : persamaan (1) disubstitusi ke (2) diperoleh persamaan : persamaan (2) S = 5.t2 100 t = 5.t2 substitusi harga S pers (1) 5.t2 100 t = 0 kedua ruas dikurangi 100 t 5t (t 20 ) = 0 difaktorkan 5t = 0 atau t 20 = 0 arti perkalian t = 0 atau t = 20 arti persamaan untuk menentukan jarak yang ditempuh dapat disubstitusikan ke salah satu persamaan (1) atau (2) , misal ke persamaan (1) diperoleh : - untuk t = 0 persamaan (1) S = 100 t = 100 . 0 = 0 ini artinya bus pariwisata tepat melewati terminal, karena itu untuk t = 0 bukan suatu penyelesaian - untuk t = 20 persamaan (1) S = 100 t = 100 . 20 = 2000 ini artinya bus reguler dapat bersamaan dengan bus pariwisata ketika t = 20 detik pada jarak S = 2000 meter Contoh 2 : Sebuah garis dengan persamaan x y 3 = 0 memotong parabola y = x2 4x + 1 . Tentukan titik potong tersebut Penyelesaian : Persamaan garis x y 3 = 0 diubah menjadi : -y = -x + 3 y=x3 selanjutnya y = x 3 disubstitusikan ke persamaan parabola y = x2 4x + 1, diperoleh persamaan :x2 4x + 1=x3 x2 4x + 1 x + 3 = 0 kedua ruas dikurangi x - 3 2 x 4x x + 1+ 3 = 0 pengelompokan x2 5x + 4 = 0 penjumlahan a = 1 , b = -5 dan c = 4 koefisien persamaan kuadrat

1 2 a.t 2 1 =0+ .10.t2 2

rumus jarak substitusi Vo dan a

x=

b b 2 4ac 2a

rumus abc

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

73 73

(5) (5) 2 4.1(1) substitusi harga a,b dan c 2.1 5 25 + 4 perpangkatan & perkalian x= 2 5 29 penjumlahan x= 2 5 + 29 5 29 dan x2 = selanjutnya disubstitusikan ke persamaan parabola y=x-3 x1 = 2 2 5 + 29 5 + 29 untuk x1 = diperoleh y = 3 2 2 5 + 29 6 = menyamakan penyebut 2 1 + 29 = pengurangan 2 5 29 5 29 diperoleh y = untuk x2 = 3 2 2 5 29 6 = menyamakan penyebut 2 1 29 = pengurangan 2 5 + 29 1 + 29 5 29 1 29 Jadi titik potongnya adalah ( ) dan ( , ) , 2 2 2 2 x=

UJI KOMPETENSI

12

MODEL MATEMATIKA YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM PERSAMAAN DUA VARIABEL LINIER-KUADRAT

1. Grafik parabola y = x2 6x + p menyinggung garis 2x y 8 = 0, tentukan : a. nilai p b. titik singgungnya 2. Grafik parabola y = x2 +px + 8 memotong garis x + y 2 = 0, tentukan : a. nilai p b. titik potongnya 3. Sebuah garis dengan persamaan y = x + 2 memotong lingkaran x2 + y 2 + px 4y + 1 = 0, tentukan : a. nilai p b. titik potongnya 4. Sebuah garis y = mx 1 menyinggung lingkaran x2 + y 2 + 6x +2y + 1 = 0, tentukan : a. nilai m b. titik singgungnya 5. Dalam sebuah lomba lari, A berlari dengan kecepatan konstan 10 m / det mengejar B yang berjarak 40 m yang hendak berlari dari keadaan diam dimana B mempunyai percepatan konstan 2 m / dt2. Jika A terus berlari berusaha mengejar B, tentukan :

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

74 74

a. waktu yang dibutuhkan A agar dapat bertepatan dengan B b. jarak yang ditempuh A agar bertepatan dengan B

D.

SISTEM PERSAMAAN KUADRAT DUA PEUBAH

Untuk menyelesaikan sistem persamaan ini dapat dikerjakan dengan cara substitusi, perhatikan contoh berikut ini : CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh

y = x2 : Tentukan himpunan penyelesaian system persamaan y = 2 x2

y = x2 persamaan (1) persamaan (2) y = 2 - x2 Jika kita substitusikan persamaan (1) ke (2) maka diperoleh persamaan : x2 = 2 - x2 x2 + x2 = 2 kedua ruas ditambah x2 2 2x =2 penjumlahan x2 = 1 kedua ruas dibagi 2 kedua ruas dikurangi 1 x2 1 = 0 (x1)(x+1)=0 difaktorkan x = 1 atau x = -1 arti perkalian Untuk mencari harga y maka harga x = 1 dan x = -1 disubstitusikan ke salah satu persamaan (1) atau (2) . Misal kita memilih ke persamaan (1) maka : Persamaan (1) y = x2 substitusi harga x = -1 Untuk x = -1 y = (-1) 2 y=1 perpangkatan maka diperoleh titik ( -1, 1 ) Untuk x = 1 y = (1) 2 substitusi harga x = 1 y=1 perpangkatan Jadi HP : { ( - 1, 1 ) , ( 1 , 1 ) }

Penyelesaian : Misal kita beri nama

UJI KOMPETENSI

13

SISTEM PERSAMAAN KUADRAT DUA VARIABEL

Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini :


2 y = x + 2 1. y = 4 x2 2 y = x 4x + 3 6. y = 3 + 4 x x 2 2 2 x + y = 4 10. 2 y = x 2 4 x + 4

x2 + y 2 = 9 2. x 2 + y 2 10 x = 0

4 x 2 12 xy + 9 y 2 = 16 7. x 2 + 6 xy + 9 y 2 = 9

x2 y 1 = 0 11. x 2 y + 1 = 0

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

75 75

x2 + y = 0 3. x2 + 2 x y + 1 = 0 2 x 2 y + 4 = 0 4. x2 4 x y = 0 2 x 4x y + 3 = 0 5. x2 2x + y 3 = 0 2 2 x y + p = 0 14. x2 5x y 6 = 0

x2 x + y = 0 8. x 2 3x y + 2 = 0 x2 + x + y 2 = 0 9. x2 2 x y + 3 = 0

x2 y 1 = 0 12. x2 2 x y 3 = 0 x2 y + 1 = 0 13. x2 2 x y + 3 = 0

Tentukan nilai p supaya sistem persamaan berikut mempunyai penyelesaian tunggal :

2 x 3x y + 4 = 0 15. 2 x 2 + px y + 5 = 0

C.1

MODEL MATEMATIKA YANG BERHUUNGAN DENGAN SISTEM PERSAMAAN KUADRAT DUA PEUBAH

CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN Contoh : Sebuah bola A dijatuhkan dari ketinggian 22 meter dengan kecepatan awal 10 m / det. Pada saat yang sama bola B dilempar keatas dengan kecepatan awal 12 m / det dari permukaan tanah tepat dibawah bola A sehinnga terjadi tumbukan. Jika tinggi pelempar bola B diabaikan , tentukan : a. waktu saat kedua bola bertumbukan b. jarak dari tanah pada saat terjadi kedua bola bertumbukan Penyelesaian : Lintasan bola B 22 m Lintasan bola A S

Bola A :

1 2 g.t 2 1 22 S = 10 . t + 10.t2 2
S = Vo . t + -S = - 22 + 10 t + 5.t2 S = 22 10 t - 5.t2 Selanjutnya S = 22 10 t - 5.t2 diberi nama persamaan (1) Bola B : S

rumus fisika g = 10 ( g=grafitasi) kedua ruas dikuarngi 22 kedua ruas dikalikan 1

1 2 g.t 2 1 = 12. t - 10.t2 2


= Vo . t = 12. t - 5.t2

rumus fisika g = 10 ( g=grafitasi) perkalian

Matematika SMA Kelas X Semester 1

Bab 3 : Sistem Persamaan Linier dan Kuadrat

76 76

selanjutnya S = 12. t - 5.t2 diberi nama persamaan (2) a. Substitusi persamaan (1) ke (2) diperoleh : 22 10 t - 5.t2 = 12. t - 5.t2 22 10 t 12 t = 0 kedua ruas ditambah 5.t2 22 22 t = 0 penjumlahan - 22 t = - 22 kedua ruas dikurangi 22 t=1 kedua ruas dibagi 22 jadi waktu saat kedua bola bertumbukan adalah 1 menit b. untuk menentukan jarak yang ditempuh dapat dicari dengan mensubstitusikan harga t = 1 ke salah satu persamaan (1) atau (2), misal ke (2) maka diperoleh persamaan : persamaan (2) S = 12 t 5 t2 substitusi harga t = 1 = 12. 1 5 . 12 = 12 5 perpangkatan & perkalian =7 pengurangan jadi jarak yang ditempuh saat kedua bola bertumbukan adalah 7 meter

UJI KOMPETENSI

14

MODEL MATEMATIKA YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM PERSAMAAN KUADRAT DUA VARIABEL