Anda di halaman 1dari 17

Mempelajari Tensor

(range dua)
Oleh :
Moh. Rosyid Mahmudi
Syafwa Oktawandi
Fabian Rinaldi

Departemen Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Pertanian Bogor
2009
Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 2

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT atas semua karunia-Nya. Solawat dan salam
ditujukan kepada Rasul SAW yang memberikan warisan ilmu agama dan ilmu kehidupan
sehingga dunia menjadi terang-benderang.
Dengan penuh syukur Alhamdulillah, kami akhirnya mampu menyelesaikan
tulisan ini. Sebagai sebuah tugas semester tujuh dari mata kuliah zat padat di departemen
fisika.
Terima kasih kami ucapkan kepada Dr. Ir. Irzaman, M.Si, selaku dosen mata
kuliah fisika zat pada ini. Beliaulah yang memiliki ide agar tulisan ini dibuat. Agar
menjadi bahan pembejaran yang lebih terstruktur dan dapat diwariskan untuk angkatan
berikutnya. Akan tetapi banyak sekali kekurangan yang ada dalam tulisan. Kritik dan
saran untuk perbaikan tulisan ini sangat diharapkan.











Penulis


2009





Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 3

DAFTAR ISI

I. Pengertian Tensor............................................................................................... 4
II. Nilai Eigen dan Vektor Eigen............................................................................. 5
III. Jenis jenis Tensor............................................................................................. 10
IV. Tensor Simetris dan Anti simetris.......................................................................13
V. Penerapan Tensor................................................................................................ 15
VI. Sumber............................................................................................................. 17

























Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 4

I. PENGERTIAN TENSOR

Kata tensor diperkenalkan pada tahun 1846 oleh William Rowan Hamilton untuk
menggambarkan operasi norma dalam suatu sistem aljabar jenis (akhirnya dikenal sebagai
aljabar Clifford). Kata tensor digunakan dalam arti seperti saat ini oleh Woldemar Voigt
pada 1898
Tensor adalah entitas geometri yang diperkenalkan ke dalam matematika dan fisika
untuk memperluas pengertian skalar, (geometris) vektor, dan matriks.
Dalam fisika semua besaran adalah tensor. Tensor mempunyai range. Range pada
tensor akan menunjukkan jumlah komponennya. Jumlah komponen dari sebuah tensor adalah
3
n
, dengan n menyatakan range tensor tersebut.
1. Skalar merupakan tensor range nol (n=0). Mempunyai 1 komponen. Contoh :
Kelajuan (v), Jarak (s), dan Energi (E).
2. Vektor merupakan tensor range 1 (n=1). Mempunyai 3 komponen yaitu
komponen sumbu x, sumbu y, dan sumbu z pada koordinat kartesian. Dan tetap
mempunyai 3 komponen untuk sistem koordinat yang lain. Contoh : Posisi (r) ,
terdiri dari r
x
, r
y
, r
z
, kecepatan (v), dan gaya (F).
3. Sedangkan Tensor itu sendiri merupakan tensor range lebih dari 1 (n>1).
Range 2 (n=2) . Mempunyai 9 komponen. Contoh
Tensor Green
|
|
|
.
|

\
|
=
zz zy zx
yz yy yx
xz xy xx
B
G G G
G G G
G G G
r r G ) ' , (



Tensor Stress








Tensor yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah tensor range dua.
Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 5

II. NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN

Nilai eigen suatu nilai yang menyatakan diri sendiri dari suatu matrik tersebut. Nilai
eigen merupakan nilai yang khusus (khas) yang hanya dimiliki oleh matrik tersebut.
Nilai eigen dapat dinyatakan sebagai berikut :

dengan A dan r adalah matrik sembarang. Dan adalah nilai eigen yang
dimaksudkan.
|
|
.
|

\
|
=
d c
b a
A dan
|
|
.
|

\
|
=
y
x
r

|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

= + = +
= + = +
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
+
+
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
0
0
0 ) (
0 ) (
y
x
d c
b a
maka
y d cx y dy cx
by x a x by ax
sehingga
y
x
dy cx
by ax
y
x
y
x
d c
b a


Nilai matrik x , y tidak mungkin bernilai nol karena itu penyebab nol adalah matrik
pertama. Sehingga nilai determinannya adalah nol.
( )( ) { } 0 0 = =

bc d a
d c
b a


Cara ini berlaku sama untuk matrik yang berukuran lebih dari 2 x 2.
Dengan memasukkan nilai eigen yang telah didapatkan maka akan didapatkan vektor
eigennya. Vektor eigen ditunjukkan oleh F=(x,y) atau F=
|
|
.
|

\
|
y
x
. Selain itu ada vektor
eigen ternormalisasi F=
|
|
.
|

\
|
+ +
2 2 2 2
,
y x
y
y x
x




A r = r

Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 6

Contoh soal:
Tentukanlah nilai eigen dan vektor eigen dari matrik berikut:
i.
|
|
.
|

\
|


2 2
2 5

ii.
|
|
|
.
|

\
|
1 0 0
0 2 3
0 3 2

Jawab :
i.
|
|
.
|

\
|


2 2
2 5

Untuk matrik 2 x 2 kita sudah mendapatkan perumusannya di atas
6
1
0 ) 1 )( 6 (
0 6 7 0 4 10 7
0 } 4 ) 2 )( 5 {( 0 } ) )( {(
2
1
2 2
=
=

=
= + = +
= =




maka
sehingga
bc d a

Merupakan nilai eigen dari matrik di atas.
Menghitung vektor eigen
Untuk 1
1
=
x y
y x
y x
y x
y x
y x
y x
2
0 2
0 2 4
0 ) 1 2 ( 2
0 2 ) 1 5 (
0 ) 2 ( 2
0 2 ) 5 (
=
= +
=

= +
=

= +
=


Sehingga vektor eigen adalah


Adalah vektor eigen
|
|
|
|
.
|

\
|
=
5
2
5
1
)
5
2
,
5
1
( ) (
1
T F Vektor eigen ternormalisasi
|
|
.
|

\
|
=
= =
=
=
=
2
1
) 2 , 1 (
) 2 , 1 ( ) 2 , (
2
) , (
1
1
1

F
maka
s s s F
s y
s x
misal y x F
Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 7

Untuk 6
2
=
y x
y x
y x
y x
y x
y x
y x
2
0 4 2
0 2
0 ) 6 2 ( 2
0 2 ) 6 5 (
0 ) 2 ( 2
0 2 ) 5 (
=
=
=

= +
=

= +
=


Sehingga vektor eigen adalah
|
|
.
|

\
|

=
= =
=
=
=
1
2
) 1 , 2 (
) 1 , 2 ( ) , 2 (
2
) , (
2
2
2

F
maka
s s s F
s x
s y
misal y x F

Adalah vektor eigen
|
|
|
|
.
|

\
|

=
5
1
5
2
)
5
1
,
5
2
( ) (
2
T F Vektor eigen ternormalisasi

ii. A=
|
|
|
.
|

\
|
1 0 0
0 2 3
0 3 2
r =
|
|
|
.
|

\
|
z
y
x
y
A r = r maka
|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
|
.
|

\
|
|
|
|
.
|

\
|
z
y
x
z
y
x

1 0 0
0 2 3
0 3 2

eigen maka
sehingga
z
y
x
z
y x
y x
z z
y y x
x y x
z
y
x
z
y x
y x

=
=
=

= + =
= + =
=
=

=
|
|
|
.
|

\
|
|
|
|
.
|

\
|

=
= +
= +

=
= +
= +

|
|
|
.
|

\
|
=
|
|
|
.
|

\
|
+
+
5
1
1
0 ) 1 )( 5 )( 1 ( 0 } 5 4 ){ 1 (
0 } 9 4 4 ){ 1 ( 0 } 9 ) 2 )( 2 ){( 1 (
0 } 9 ) 1 {( )} 1 )( 2 )( 2 {(
0
1 0 0
0 2 3
0 3 2
0
1 0 0
0 2 3
0 3 2
0 ) 1 (
0 ) 2 ( 3
0 3 ) 2 (
2 3
3 2
2 3
3 2
3
2
1
2
2



Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 8

Menghitung vektor eigen
Untuk 1
1
=
0
0 2
0 3 3
0 3 3
0 ) 1 1 (
0 ) 1 2 ( 3
0 3 ) 1 2 (
0 ) 1 (
0 ) 2 ( 3
0 3 ) 2 (
=
=

=
= +
= +

= +
= + +
= + +

=
= +
= +
z
y x
z
y x
y x
z
y x
y x
z
y x
y x


Sehingga vektor eigen adalah
|
|
|
.
|

\
|
=
= =
=
=
=
=
0
1
1
) 0 , 1 , 1 (
) 0 , 1 , 1 ( ) 0 , , (
0
) , , (
1
1
1

F
maka
s s s F
z
s y
s x
misal z y x F

Adalah vektor eigen
|
|
|
|
|
|
|
.
|

\
|

=
0
2
1
2
1
) 0 ,
2
1
,
2
1
( ) (
1
T F Vektor eigen ternormalisasi
Untuk 1
2
=
,....} 3 , 2 , 1 , 0 {
0
0 ) 0 (
0 3
0 3
0 ) 1 1 (
0 ) 1 2 ( 3
0 3 ) 1 2 (
0 ) 1 (
0 ) 2 ( 3
0 3 ) 2 (
=
= =

=
= +
= +

=
= +
= +

=
= +
= +
z
y x
z
y x
y x
z
y x
y x
z
y x
y x


Untuk kasus secara umum dalam hal ini z=1, karena z bernilai bebas. Sehingga
vektor eigen adalah
|
|
|
.
|

\
|
=
=
=
1
0
0
) 1 , 0 , 0 (
) 1 , 0 , 0 (
) , , (
2
2
2

F
maka
F
z y x F

Adalah Vektor eigen
Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 9

|
|
|
.
|

\
|
=
1
0
0
) 1 , 0 , 0 ( ) (
2
T F Vektor eigen ternormalisasi
Untuk 5
3
=
0
0 4
0 3 3
0 3 3
0 ) 5 1 (
0 ) 5 2 ( 3
0 3 ) 5 2 (
0 ) 1 (
0 ) 2 ( 3
0 3 ) 2 (
=
=

=
=
= +

=
= +
= +

=
= +
= +
z
y x
z
y x
y x
z
y x
y x
z
y x
y x


Sehingga vektor eigen adalah
|
|
|
.
|

\
|
=
= =
=
=
=
=
0
1
1
) 0 , 1 , 1 (
) 0 , 1 , 1 ( ) 0 , , (
0
) , , (
3
3
3

F
maka
s s s F
z
s y
s x
misal z y x F

Adalah Vektor eigen
|
|
|
|
|
|
|
.
|

\
|
=
0
2
1
2
1
) 0 ,
2
1
,
2
1
( ) (
3
T F Vektor eigen ternormalisasi
Latihan latihan :
Tentukanlah nilai eigen dan vektor eigen dari matrik berikut:
1.
|
|
.
|

\
|
2 2
3 1

2.
|
|
|
.
|

\
|
4 0 0
0 2 2
0 8 2

3.
|
|
|
.
|

\
|
2 0 3
0 2 1
3 1 1

4.
|
|
|
.
|

\
|
1 8 2
3 1 2
2 2 3

5.
|
|
|
.
|

\
|
3 0 1
0 3 2
1 2 1


Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 10

III. JENIS JENIS TENSOR

Ada tiga jenis Tensor :
1. Tensor kovarian
Memenuhi sifat

c
c
c
c
=
kl
kl
j
l
i
k
ij
A
x
x
x
x
A'
2. Tensor kontravarian
Memenuhi sifat

c
c
c
c
=
kl
kl
l
j
k
i ij
A
x
x
x
x
A '
3. Tensor campuran
Memenuhi sifat

c
c
c
c
=
kl
k
l
j
k
l
i i
j
A
x
x
x
x
A '
Dengan adanya defenisi tensor dalam tiga buah jenis tensor diatas maka jika pada
suatu matrik persegi tidak memiliki salah satu dari sifat tiga jenis tensor diatas, matrik
tersebut bukanlah tensor.
Untuk memperlihatkan sifat tiga tensor diatas, kita harus mendefenisikan matrik baru
yang merupakan transformasi koordinat dari tensor tersebut. Kemudian menggunakan sifat
tensor untuk membuktikan apakah matrik tersebut tensor atau tidak sekaligus menentukan
jenis tensornya.
Contoh :
Buktikanlah apakah matrik di bawah termasuk tensor dan tentukan jenisnya.
Sebuah tensor
|
|
.
|

\
|
=
xy x
y xy
T
2
2

matrik koordinat dari tensor tersebut adalah
|
|
.
|

\
|
=
' ' '
' ' '
'
2
2
y x x
y y x
T
Jawab :
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
xy x
y xy
T T
T T
T
2
2
22 21
12 11
dan
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
' ' '
' ' '
' '
' '
'
2
2
22 21
12 11
y x x
y y x
T T
T T
T
secara umum transformasi koordinat dibentuk oleh sebuah matrik sebagai berikut :
|
|
.
|

\
|

=
|
|
.
|

\
|
=


cos sin
sin cos
22 21
12 11
a a
a a
a sehingga


cos sin '
sin cos '
y x y
y x x
+ =
+ =

Kemudian kita gunakan sifat pada jenis tensor. jika sifatnya sesuai maka matrik
tersebut termasuk tensor jenis tersebut.
Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 11

Kita coba untuk tensor kontravarian yang memenuhi sifat

=
c
c
c
c
=
kl
kl
jl ik
ij
kl
kl
l
j
k
i ij
T a a T T
x
x
x
x
T ' '
Maka kita uraikan :
22
12 12
21
11 12
12
12 11
11
11 11 1 1
11
' T a a T a a T a a T a a T a a T
kl
kl
l k
+ + + = =


Gantikan dengan nilai pada matrik yang ada
) ( sin ) ( cos sin ) ( cos sin ) ( cos ) cos sin )( sin cos (
) ( sin sin ) ( cos sin ) ( sin cos ) ( cos cos ' '
2 2 2 2
2 2
xy x y xy y x y x
xy x y xy y x


+ + + = + +
+ + + =
ruas kiri kita selesaikan dulu
= + + +
= +
) ( sin ) ( cos sin ) ( cos sin ) ( cos
sin cos sin cos sin cos
2 2 2 2
2 2 2 2
xy x y xy
y xy xy x



Memenuhi syarat karena ruas kiri sama dengan ruas kanan.
22
22 12
21
21 12
12
22 11
11
21 11 2 1
12
' T a a T a a T a a T a a T a a T
kl
kl
l k
+ + + = =


Gantikan dengan nilai pada matrik yang ada
) ( cos sin 2 ) ( cos ) ( sin ) cos sin )( cos sin (
) ( cos sin ) )( sin ( sin ) ( cos cos ) )( sin ( cos '
2 2 2 2
2 2 2
xy y x y x y x
xy x y xy y


+ + = + +
+ + + =

Selesaikan ruas kiri
= + +
= +
) ( cos sin 2 ) ( cos ) ( sin
) cos sin 2 cos sin (
2 2 2 2
2 2 2 2
xy y x
xy y x



Memenuhi syarat karena ruas kiri sama dengan ruas kanan.
22
12 22
21
11 22
12
12 21
11
11 21 1 2
21
' T a a T a a T a a T a a T a a T
kl
kl
l k
+ + + = =


Gantikan dengan nilai pada matrik yang ada



cos sin 2 sin cos cos sin 2 sin cos
cos sin 2 sin cos ) sin cos )( sin cos (
) ( sin cos ) ( cos cos ) ( sin ) sin ( ) ( cos ) sin ( '
2 2 2 2 2 2 2 2
2 2 2 2
2 2 2
xy y x xy y x
xy y x y x y x
xy x y xy x
+ + = + +
+ + = + +
+ + + =

Memenuhi syarat karena ruas kiri sama dengan ruas kanan.
22
22 22
21
21 22
12
22 21
11
21 21 2 2
22
' T a a T a a T a a T a a T a a T
kl
kl
l k
+ + + = =


Gantikan dengan nilai pada matrik yang ada


cos sin sin cos cos sin ) cos sin )( sin cos (
) ( cos cos ) )( sin ( cos ) ( cos ) sin ( ) )( sin )( sin ( ' '
2 2 2 2
2 2
y xy xy x y x y x
xy x y xy y x
+ + = + +
+ + + =

Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 12

Selesaikan ruas kiri
= + + cos sin sin cos cos sin
2 2 2 2
y xy xy x
Memenuhi syarat karena ruas kiri sama dengan ruas kanan.
Dari keempat empatnya memenuhi syarat maka matrik tersebut adalah tensor
kontravarian.
Latihan latihan :
Dengan menggunakan sifat tensor tentukanlah apakah matrik berikut adalah tensor
dan apakah jenisnya.
1.
|
|
.
|

\
|


=
xy y
xy y
A
2
2
2.
|
|
.
|

\
|

=
xy y
x xy
B
2
2























Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 13

IV. TENSOR SIMETRIS DAN ANTISIMETRIS

Operasi pada tensor :
skalar + skalar = skalar
skalar + vektor = (tidak ada)
vektor + vektor = vektor
skalar x skalar = skalar
skalar x vektor = vektor
vektor (perkalian) vektor =
1. skalar vektor vektor = - (dot product)
2. vektor vektor vektor = (cross product)
tensor (range >1)
1. - V (divergensi)
2. V (curl)

z y x c
c
+
c
c
+
c
c
= V
Semua tensor mulai dari range 2 merupakan tensor yang dapat dipecah menjadi tensor
simetris dan antisimetris.
Tensor simetris adalah tensor yang komponen (i,j) = komponen (j,i).
Contoh :
|
|
|
.
|

\
|
c f e
f b d
e d a

Tensor antisimetris adalah tensor yang komponen (i,j) = ( - ) negatif komponen (j,i).
Contoh :
|
|
|
.
|

\
|


c f e
f b d
e d a

Cara menentukan tensor simetris dan antisimetris dari sebuah tensor.
is antisimetr
A A
simetris
A A
A A A A A
ji ij ji ij
ji ji ij ij ij
) (
2
1
) (
2
1
) (
2
1
) (
2
1

+
+
= + + =
Contoh soal :
Tentukanlah tensor simetris dan antisimetris dari tensor berikut.
|
|
|
.
|

\
|

2 8 6
0 4 4
4 4 2


Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 14

Jawab :
|
|
|
.
|

\
|

=
2 8 6
0 4 4
4 4 2
ij
A dan
|
|
|
.
|

\
|
=
2 0 4
8 4 4
6 4 2
ji
A
|
|
|
.
|

\
|

+
|
|
|
.
|

\
|

=
|
|
|
.
|

\
|

+
|
|
|
.
|

\
|

|
|
|
.
|

\
|

|
|
|
.
|

\
|

|
|
|
.
|

\
|
+
|
|
|
.
|

\
|

=
+ + =
0 4 1
4 0 0
1 0 0
2 4 5
4 4 4
5 4 2
0 8 2
8 0 0
2 0 0
2
1
4 8 10
8 8 8
10 8 4
2
1
2 0 4
8 4 4
6 4 2
2 8 6
0 4 4
4 4 2
2
1
2 0 4
8 4 4
6 4 2
2 8 6
0 4 4
4 4 2
2
1
) (
2
1
) (
2
1
ij
ij
ji ij ji ij ij
A
A
A A A A A

Tensor simetrisnya adalah
|
|
|
.
|

\
|


2 4 5
4 4 4
5 4 2

Tensor antisimetrisnya adalah
|
|
|
.
|

\
|

0 4 1
4 0 0
1 0 0

Latihan latihan :
Tentukanlah tensor simetris dan antisimetris dari tensor berikut ini :
1.
|
|
|
|
|
|
|
|
.
|

\
|



9 12 1 0 7 0
12 3 8 3 8 4
8 0 3 9 3 3
3 2 8 10 10 2
2 8 3 12 1 4
0 1 2 11 2 6

2.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
.
|

\
|


6 0 3 22 2 0 5 0
3 2 7 9 3 3 0 5
0 3 6 7 4 3 4 11
1 4 10 0 5 2 2 8
8 1 5 12 6 2 7 9
13 1 2 11 2 0 8 6
2 8 4 1 4 9 9 4
2 9 5 10 8 0 17 1


Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 15

V. PENERAPAN TENSOR

Dalam fisika tensor sangatlah penting. Khusus untuk tensor range mulai dari dua
banyak sekali ditemui. Akan dalam penyelesaiannya tensor tidaklah mudah. Berikut akan
dibahas sebuah penerapan tensor dalam kelistrikan.
Salah satu tensor dalam kelistrikan adalah momen quadrupol potensial listrik.
Secara umum potensial listrik dinyatakan sebagai :

=
=
N
i i
i
R
q
r
1 0
4
) (
tc
|
Dengan ilustrasi gambar.
( )
2 / 1
2 2 2 2
2 2 2
cos 2 cos 2
cos 2
i i i i i i i
i i i i
rr r r rr r r R
rr r r R
u u
u
+ = + =
+ =

Kita gantikan R untuk persamaan umum diatas
( )

= +
=
N
i
i i i
i
rr r r
q
r
1
2 / 1
2 2
0
cos 2 4
) (
u tc
|
Untuk memudahkan perhitungan kita gunakan
deret berikut :
( )
....... ..........
16
5
8
3
2
1
1
1
1
3 2
2 / 1
+ + =

t t t
t


Kita bentuk R kedalam (1+t)
1/2

( )
( )
i
i i
i
i i i i
r
r
r
r
t dengan t r R
rr r r R
u
u
cos 2 1
cos 2
2
2 / 1
2 / 1
2 2
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
= + =
+ =

Maka deret diatas menjadi
( )
...... cos 2
8
3
cos 2
2
1
1
cos 2 1
1
....... ..........
16
5
8
3
2
1
1
1
1
2
2 2
2 / 1
2
3 2
2 / 1

|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
+
+ + =

i
i i
i
i i
i
i i
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
t t t
t
u u
u





Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 16

Kita perhatikan ruas kanan.
( )
{ } ( ) ... ..........
8
3
cos
2
3
1 cos 3
2
1
cos 1
.... .......... ..........
8
3
cos
2
3
cos
2
3
2
1
cos 2
2
1
1
... .......... cos 4
8
3
cos 4
8
3
8
3
cos 2
2
1
2
1
1
4 3
2
2
4 3
2
2 2
3
2
2 4 2
+

|
.
|

\
|
+

|
.
|

\
|
+

|
.
|

\
|
+
)
`

|
.
|

\
|
+ =

|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
+ =

|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
=
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
r
i
i
i
i
i
i
i
i
i
i
i
i i
i
i
i
i
i
i i
i
i i
u u u
u u u
u u u

Suku suku dibentuk atas urutan pangkatnya yang menunjukkan range tensornya.
Kita kembalikan pada persamaan umum potensial
( ) ( )


=
= = =
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|
+
=
+
=
+
= =
N
i
i
i i
i
N
i
i
N
i
i
N
i i
i
r
r
r
r
q
r
r
t
q
r t r
q
r R
q
r
1
2 / 1
2
0
1
2 / 1
0 1
2 / 1
0
1 0
cos 2 1
4
1
) (
1 4
1
1 4 4
) (
u
tc
|
tc tc tc
|

.......... .......... ) 1 cos 3 (
8
1
cos
4
1
4
1
) (
1
2 2
3
0 1
2
0 1 0
+ + + =

= = =
N
i
i i i
N
i
i i i
N
i
i
r q
r
r q
r
q
r
r u
tc
u
tc tc
|
Pada kasus Quadrupol tensor yang dipakai adalah range 2. Sehingga kita cukup
memperhitungkan yang memiliki pangkat 2.
Jadi potensial listrik untuk Quadrupol adalah
( )
|
|
|
.
|

\
|
=
=
=

=
=
=

=
=
zz zy zx
yz yy yx
xz xy xx
jk
N
i
jk
jk i i i i jk
N
i
i i i Q
Q Q Q
Q Q Q
Q Q Q
Q
k j
k j
krone
z y x k j
dengan r k j q Q
Tensor r q
r
r
1
2
1
2 2
3
0
, 0
, 1
ker
, , ,
3
) 1 cos 3 (
8
1
) (
o
o
u
tc
|

Menentukan 9 komponen tensor
( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )



= =
= =
= =
= = =
= = =
= = =
N
i
i i i zx xz
N
i
i i i zz
N
i
i i i zy yz
N
i
i i i yy
N
i
i i i yx xy
N
i
i i i xx
z x q Q Q r z q Q
z y q Q Q r y q Q
y x q Q Q r x q Q
1 1
2 2
1 1
2 2
1 1
2 2
3 3
3 3
3 3

Mempelajari Tensor

Moh. Rosyid Mahmudi, Safwa Oktawandi, dan Fabian Rinaldi 17


VI. SUMBER

- Catatan Pribadi Dr. Ir. Irzaman, M.Si
- Tesis Hendradi Hardhienata, M.Si
- http://www.wikipedia.org
- http://www.elearning.gunadarma.ac.id