TIU: MAHASISWA MAMPU MEMBUAT IDE WIRAUSAHA ,MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA DAN MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA YANG BERHUBUNGAN

DENGAN BIDANG PRODUK DAN JASA

Materi kuliah Kewirausahaan

1

DAFTAR ISI
1.

Mengembangkan semangat wirausaha/menumbuhkan minat 2. Enterpreuner 3. Menganalisis peluang usaha 4. Perbankan 5. Marketing plan 6. Bisnis Plan 7. Bentuk usaha 8. Mempersiapkan pendirian usaha 9. Menyusun proposal usaha 10. Meningkatkan produktivitas usaha melalui motivasi 11. Meningkatkan pertumbuhan usaha

Materi kuliah Kewirausahaan

2

BAB I MENUMBUHKAN MINAT WIRAUSAHA
 SEMUA ORANG DILAHIRKAN SAMA
 MEMPUNYAI PELUANG SAMA  PANDAI DAN KAYA  SETELAH LULUS KEMANA ?????

Materi kuliah Kewirausahaan

3

 DUNIA SEKOLAH---------DUNIA KERJA  PENDIDIKAN FINANSIAL Materi kuliah Kewirausahaan 4 .APA YANG AKAN SAYA KERJAKAN???  THE FUTURE “ I WILL BE AN ENTERPREUNEUR.  MEMPERSIAPKAN MENTAL PADA SETIAP ADA PERUBAHAN.

UANG ADALAH SEBUAH IDE  TULIS SEBUAH DAFTAR 10 HAL YANG BISA ANDA LAKUKAN SECARA LEGAL DAN FORMAL SEHINGGA ANDA DAPAT MEMBELI YANG ANDA INGINKAN TANPA MEMINTA PADA ORANG TUA  BAGAIMANA SDR BISA MEMPUNYAI UANG UNTUK SESUATU YANG ANDA INGINKAN Materi kuliah Kewirausahaan 5 .

 SEMAKIN MAJU SUATU NEGARA SEMAKIN BANYAK ORANG TERDIDIK. DAN BANYAK PULA ORANG YANG MENGANGGUR…PENTING BERWIRAUSAHA  OKI… WIRAUSH MRP POTENSI PEMBANGUNAN BAIK DALAM JUMLAH MAUPUN MUTU WIRAUSAHA ITU SENDIRI Materi kuliah Kewirausahaan 6 .

SISI LAIN BELAJAR PIRAMIDA MENTAL SPIRITUAL EMOSIONAL FISIK Materi kuliah Kewirausahaan 7 .

NILAI PENDIDIKAN DI SEKOLAH ----A NILAI DI KEHIDUPAN NYATA----F  CARA UNTUK MENILAI KUALITAS PENDIDIKAN--- ALAT UKUR PRESTASI FINANSIAL Materi kuliah Kewirausahaan 8 .

000.000 : 1 Materi kuliah Kewirausahaan 9 .000 : 1 WARISAN $ 1 JUTA 12.000.16 AGUSTUS 2000 USA TODAY (DANNY SHERIDAN) MEMPERHITUNGKAN KEMUNGKINAN DAPAT $ I JUTA  MEMILIKI BISNIS KECIL       1000 : 1 BEKERJA UNTUK PRSH DOT.000 : 1 MENABUBG $ 800/BLN SELAMA 30 TH 1.000.000 : 1 MENANG LOTRE 12.000 : 1 JUDI KASINO 6.000.000 : 1 MEMENANGKAN KUIS 4.500.COM 10.

 DARMA BAKTI PEJUANG EKONOMI  SIKAP NEGATIF MASYARAKAT  PBB –SUATU NEGARA MAMPU MEMBANGUN APABILA MEMILIKI 2 % WIRAUSAHA INDONESIA 200 JUTA 2 % ----- 4 JUTA DI JAPAN- KUNCI SUKSES PEMBANGUNAN JIKA 2 % WIR SEDANG 20 % WIR KECIL DI INDONESIA --.3 JUTA WIRUSH BESAR & SEDANG HARUS MENCETAK 30 JUTA WIRUSH KECIL Materi kuliah Kewirausahaan 10 .

PENANAMAN SIKAP DAN PERILAKU U. DGN ADANYA TRANSFORMASI KEWIRUSH YANG TELAH BERKEMBANG…. MEMBUKA BISNIS KMD AKAN MEMBUAT MHS MENJADI SEOR WIRAUSAHA BERBAKAT Materi kuliah Kewirausahaan 11 .BISAKAH KEWIRAUSAHAAN DIAJARKAN ???  BEBERAPA PULUH TAHUN YANG LALU TIDAK BISA  SEKARANG BISA….

KEADAAN EKONOMI. DG LINGKUNGAN : SPIRIT. YI HUB DG ORANG :  TANGGUNG JAWAB THD KEL. YI ASPEK KEPRI : MOTIVASI.  ENVIRONMENTAL. KEADAAN LAPANGAN KERJA  SOSIOLOGICAL. ENERGI DAN OPTIMIS Materi kuliah Kewirausahaan 12 . HUB. YI.BEBERAPA FAKTOR KRITIS U MEMULAI USAHA BARU  PERSONAL.

BANYAK KEPUTUSAN YANG HARUS DIBUAT WALAU KURANG MENGUASAI PERSOALAN Materi kuliah Kewirausahaan 13 .KELEMAHAN BERWIRUSH  PENDAPATAN TDK PASTI & RISK  BEKERJA KERAS & WKT/JAM KERJA PANJANG  KUALITAS HIDUP MSH RENDAH S/D USAHANYA BERHASIL---SBB HRS BERHEMAT  TANGGUNG JAWAB SANGAT BESAR.

MAKSIMAL  PELUANG U MEMBANTU MASY DG USAHA KONKRIT Materi kuliah Kewirausahaan 14 . SECR.KEUNTUNGAN BERWIR  PELUANG U MENCAPAI TUJUAN YANG DIKEHENDAKI  PELUANG U MENDEMONSTRASIKAN POTENSI SESEORANG SECARA PENUH  PELUANG U MEMPEROLEH MANFAAT & KEUNT.

MANDIRI  MENJADI CONTOH BAGAIMANA BEKERJA KERAS  HIDUP SECARA EFISIEN  DLL Materi kuliah Kewirausahaan 15 .MANFAAT  MENAMBAH DAYA TAMPUNG TENAGA KERJA  GENERATOR PEMBANGUNAN  MENJADI CONTOH KPD ANGGOTA MASYARAKAT LAIN  MENGHORMATI HUKUM DAN PER UU  MENDIDIK KARY U.

SIKAP NEGATIF MASYARAKAT THD WIRAUSAHA  AGRESIF  EKSPANSIF  BERSAING  EGOIS  TIDAK JUJUR  KIKIR  PENGHASILAN TIDAK STABIL  KURANG TERHORMAT  PEKERJAAN RENDAH Materi kuliah Kewirausahaan 16 .

BAHWA PEKERJAAN YANG BAIK ADALAH JUAL BELI (BERDAGANG) Materi kuliah Kewirausahaan 17 .PANDANGANSEBAGIAN BESAR MASYARAKAT  MENGINGINKAN ANAKNYA SEKOLAH TINGGI  SETELAH LULUS PT AKAN BEKERJA MENJADI PNS  UNTUK APA SEKOLAH TINGGI2 JIKA HANYA MAU MENJADI PEDAGANG  RATA-RATA LUPA BAHWA SEBAGIAN MASYARAKAT INDONESIA BERAGAMA ISLAM DAN AJARAN NABI MUHAMMAD SAW.

BAB 2. Materi kuliah Kewirausahaan 18 . Entrepreneur : orang yang menciptakan pekerjaan yang berguna bagi diri sendiri. Entre  berasal dari kata entrependere (bahasa France)  artinya sebuah usaha yang berani dan penuh resiko (sulit). Entrepreneur  orang yang mampu mengolah sumber daya yang ada menjadi suatu produk yang mempunyai nilai.  Mencari keuntungan dari peluang yang belum digarap orang lain.

Kemampuan (IQ & Skill)  membaca peluang.  mengendalikan resiko  keluar dari zona kenyamanan.  menjual. 2.  berinovasi. Materi kuliah Kewirausahaan 19 . Keberanian (EQ & Mental)  mengatasi ketakutan.Menurut Peggy & Charles (1999) Entrepreneur harus memiliki 4 unsur pokok : 1.  mengelola.

Percaya diri. Materi kuliah Kewirausahaan 20 . 4. Kenal diri.3. pantang menyerah. 3. Menjual diri.  Kekuatan akan pikiran (power of mind) bahwa Anda juga bisa. 2. Kreativitas  mencari peluang (experiences) Menurut Edison : Ada 3 pokok utama yang harus dimiliki : 1.  determinasi (teguh dalam keyakinannya). Keteguhan Hati (Motivasi Diri)  persistence (ulet).

lingkungan. sehingga dapat meningkatkan taraf hidup kita.  sumber yang ada (sources) : uang. Materi kuliah Kewirausahaan 21 .Entrepreneur : adalah suatu kemampuan untuk mengelola sesuatu yang ada pada diri kita untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal.  masa depan dan kesempatan (future & opportunity).  informasi (information).  jaringan (networking). dll. keluarga.  kemampuan (skill)  pengalaman (experiences). bakat.  waktu (time). Hal-hal yang harus dimiliki Entrepreneur :  pengetahuan (knowledge).

Materi kuliah Kewirausahaan 22 .

PENGERTIAN WIRASWASTA  WIRA : PRAWIRA  SWA : ATAS KEKUATAN SENDIRI  STA : KEMAMPUAN UNTUK BERDIRI  SEORANG WIRASWASTA ADALAH SEORANG USAHAWAN YG MAMPU BERUSAHA DALAM BIDANG EKONOMI DAN NIAGA Materi kuliah Kewirausahaan 23 .

3 TIPE UTAMA DARI WIRAUSAHA WIRAUSAHA AHLI THE PROMOTER GENERAL MANAGER Materi kuliah Kewirausahaan 24 .

SOSIAL DAN MENERIMA BALAS JASA DALAM BENTUK UANG DAN KEPUASAN PRIBADINYA.PENGERTIAN WIRAUSAHA (ENTERPREUNEUR)  PROSES MENCIPTAKAN SESUATU YANG BERBEDA DENGAN MENGABDIKAN SELURUH WAKTU DAN TENAGANYA DISERTAI DENGAN MENANGGUNG RESIKO KEUANGAN . Materi kuliah Kewirausahaan 25 . KEJIWAAN.

BAGAIMANA MENJADI WIRAUSAHA SUKSES ? Materi kuliah Kewirausahaan 26 .

WANITA WIRAUSAHA  WANITA WIR. DIHARAPKAN 50% WANITA PENGUSAHA. WANITA MEMBUKA BISNIS 2 KALI DARI PRIA. Materi kuliah Kewirausahaan 27 . BERTUMBUH PESAT DIAMERIKA. MEMILIKI 1/3 DARI JUMLAH BISNIS.

MACAM TIPE WIRAUSAHA  WIRAUSAHA YANG MEMILIKI INISIATIF  WIRAUSAHA YANG MENGORGANISIR MEKANISME SOSIAL DAN EKONOMI UTK MENGHASILKAN SESUATU  WIRAUSAHA YANG MENERIMA RESIKO KEGAGALAN Materi kuliah Kewirausahaan 28 .

MACAM PROFIL WIRAUSAHA  WOMAN ENTERPREUNER  MINORITY ENTERPREUNER  IMMIGRASI ENTERPREUNER  PART TIME ENTERPREUNER  HOME BASED ENTERPREUNER  FAMILY OWNED BUSSINESS  COPREUNERS Materi kuliah Kewirausahaan 29 .

YANG PERLU UTK WIRAUSAHA MODAL PENCARIAN???  HUTANG/PINJAM BANK  MENABUNG MEMAHAMI POLA ARUS KEUANGAN  YAITU ASET DAN LIABILITAS  BAGAIMANA DG RUMAH ANDA???DIAGUNKAN?DISEWA KAN?  MOBIL ANDA ??? Materi kuliah Kewirausahaan 30 .

ASET DAN LIABILITAS  DARI SISI BANK  DARI SISI ANDA  BANK PEMASUKAN PENGELUARAN ASET : HIPOTIK ANDA LIABILITAS Materi kuliah Kewirausahaan 31 .

BAGAIMANA DENGAN MENABUNG???  BANK  ANDA PEMASUKAN PENGELUARAN PEMASUKAN PENGELUARAN ASET : TABUNGAN ANDA LIABILITAS ASET LIABILITAS: TAB. ANDA BUNGA Materi kuliah Kewirausahaan 32 .

BANK PEMASUKAN PENGELUARAN ASET LIABILITAS PINJAMAN 6 % TABUNGAN 3% Materi kuliah Kewirausahaan 33 .COBA DIBACA/DIARTIKAN  LAPORAN KEU.

ANDA PEMASUKAN PENGELUARAN ASET : PINJAMAN KONSU MEN 12 % LIABILITAS PINJAMAN BAMK 6% KESIMPULAN : PENABUNG : UNTUNGKAH ??? BERWIRAUSAHA UNTUNGKAH??? Materi kuliah Kewirausahaan 34 .LAPORAN KEU.

CASH FLOW QUADRANT MEMAPARKAN BAGAIMANA CARA MEMPEROLEH PENGHASILAN E (EMPLOYE) B (BISNIS OWNER) S (SELF EMPLOYE) I (INVESTOR) Materi kuliah Kewirausahaan 35 .

KETERANGAN  E : PEGAWAI  S : PEKERJA LEPAS  B :PEMILIK USAHA  I :PENANAM MODAL  ANDA INGIN BERADA DI KUADRAN YANG MANA???? Materi kuliah Kewirausahaan 36 .

PENJELASAN  E : MEMPUNYAI PEKERJAAN & BEKERJA UNTUK ORANG LAIN  S MENDAPAT PENGHSLN DG BEKERJA U DIRI SENDIRI  SEORANG B : MEMILIKI USAHA YANG MENGHSLKAN UANG  I : MENDAPAT PENGHASILAN DARI BERBAGAI INVESTASI Materi kuliah Kewirausahaan 37 .

SALON KECANTIKAN  BUKA PRAKTEK PRIBADI . DOKTER MILITER.  INVESTOR DALAM BISNIS ORANG LAIN. BURSA SAHAM. REAL ESTATE Materi kuliah Kewirausahaan 38 . MENYEWA PEGAWAI  MEMILIKI SEBUAH KLINIK/ LAB.ANDA BISA MEMPEROLEH PENGHASILAN DI 4 KUADRAN  CONTOH :SEORANG DOKTER  SEBAGAI : STAF RS. SPT . MENDIRIKAN KANTOR. BURSA OBLIGASI.

Usaha waralaba Dengan membeli anda membeli sebuah sistim yang sudah berjalan dan sudah terbukti keampuhannya Bukan membuat sistim anda sendiri memusatkan pada upaya mengembangkan orang2 3.3 cara mempercepat sdr berada diquadrant B  1. Pemasaran jaringan Yaitu sistim distribusi langsung Materi kuliah Kewirausahaan 39 . cari seorang pembimbing Pembimbing : orang yang sudah melakukan apa yang ingin anda lakukan & berhasil dalam melakukannya 2.

Catatan untuk berhasil  Menaklukkan rasa takut ditolak Berhenti mencemaskan apa yang dikatakan orang lain Belajar memimpin orang Bekerja dg bertbagai jenis orang yang berbeda --.sulit dlm bisnis Cari organisasi yang mempunyai komitmen mengembangkan orang sebagai manusia ---bukan seorang wiraniaga Materi kuliah Kewirausahaan 40 .

PD  Memp program bimbingan yang kuat  Memp orang2 yang anda hormati dan sukai Materi kuliah Kewirausahaan 41 .ciri2nya  Mempunyai catatan prestasi  Mempunyai peluang bisnis  Mempunyai program pendidikan kajang u.

Materi kuliah Kewirausahaan 42 .MEMBERI PERTIMBANGANPERTIMBANGAN KEARAH PROSES LANCARNYA PEMBICARAAN. ITU JELEK SBB TEMPERAMEN ITU BISA DIIMBANGI DENGAN WATAK). PRIBADI YANG MENYENANGKAN.SIFAT YANG PERLU DIMILIKI WIRAUSAHA  KEPRIBADIAN YANG PRODUKTIF YI KEGIATAN YANG MENIMBULKAN ATAU MENINGKATKAN KEGUNAAN  TEMPERAMEN MENURUT HIPOCRATES : CHOLERIC : PANAS SANGUINE : TERLALU OPTIMISTIS MELANCHOLIC : PENDIAM PHLEGMATIC : TOO SLOW (TEMPERAMEN INI TIDAK BOLEH DIKATAKAN INI JELEK.SETIAP KATA DAN KALIMATNYA HARUS MEYAKINKAN. SETIAP KEBERATAN HARUS DIJAWAB DENGAN TEPAT DAN MEMUASKAN.

 Percaya diri  Berorientasi tugas dan hasil  Pengambil resiko  Kepemimpinan  Keorisinilan  Berorientasi ke masa depan Materi kuliah Kewirausahaan 43 .

Menurut Fadel Muhammad, 1992
 Kepemimpinan
 Inovasi  Pengambilan keputusan  Sikap tanggap thd perubahan  Bekerja ekonomis dan efisien  Visi masa depan  Sikap thd resiko

Materi kuliah Kewirausahaan

44

Konsep 10 D Bygrave  Desiveness
 Dream

 Doers
 Determination  Dedication

 Devotion
 Details  Destiny

 Dollars and distribute

Materi kuliah Kewirausahaan

45

BAB 3 PELUANG-PELUANG USAHA
 BANYAK PERUSAHAAN MENAWARKAN PRODUK

YANG BAIK. NAMUN PRODUK TADI HANYA SEDIKIT YANG TERJUAL. FAKTOR YANG ADA KAITANNYA DENGAN MENILAI PELUANG PASAR MELIPUTI RISET PASAR, PENGUMPULAN DATA DAN MEMILIH LOKASI BISNIS

Materi kuliah Kewirausahaan

46

RISET PASAR  AKAN MENEMUKAN PASAR BARU YANG DAPAT MEMBANTU      DIMASUKI DENGAN PERTANYAAN SBB : APAKAH YANG MERUPAKAN KEBUTUHAN SEKARANG DAN POTENSIAL DARI PELANGGAN ANDA ? PASAR TAMBAHAN MANA YANG DAPAT DIJELAJAHI ? BAGAIMANA CIRI2 KHUSUS PELANGGAN ANDA ? APAKAH KEISTIMEWAAN PRODUK ATAU JASA ANDA DARI YANG DIPUNYAI PARA PESAING ANDA ? SAMPAI DIMANA KEFEKTIFAN KEGIATAN PROMOSI ANDA ? Materi kuliah Kewirausahaan 47 .

PENYEDIAAN PERENCANA  .PENYEDIAAN ALAT  .PENYEDIAAN BAHAN  .TRANSPORTASI Materi kuliah Kewirausahaan 48 .KEPADA SIAPA?  .COBA BUAT PERTANYAAN UNTUK RISET PASAR  BIDANG TEKNIK LINGKUNGAN YANG BERKAITAN DENGAN PENGOLAHAN LIMBAH  .

PERABOTAN MEBEL DLL  STATISTIK MENCERMINKAN GAYA HIDUP Materi kuliah Kewirausahaan 49 . KULKAS.BANTUAN DARI DATA SEKUNDER YAITU DATA SENSUS  STATISTIK PEREKONOMIAN NEGARA  STATISTIK TENTANG PERUMAHAN : BERARTI MENGANDUNG STATISTIK TENTANG PERALATAN RUMAH . AC.

LOKASI USAHA  LOKASI PENTING BAGI BISNIS TERTENTU USAHA PAKAIAN. HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN. BENGKEL MOBIL. BAHAN MAKANAN. TERSEDIANYA BAHAN-BAHAN MENTAH. TETAPI TIDAK BAGI USAHA BARANG ANTIK. Materi kuliah Kewirausahaan 50 .TERSEDIANYA STAF YANG MAMPU.  YANG PENTING : KEDEKATAN PASAR.

CONTOH FORMULIR ANALISIS BIAYA PERTIMBANG AN BIAYA BIAYA PEMBELIAN TANAH BANGUNAN BIAYA OPERASI TENAGA KERJA MESIN ASURANSI LAIN-LAIN PAJAK PAJAK KEKAYAAN PAJAK PENDAPATAN PAJAK ATAS GAJI PAJAK DAERAH TRANSPORTASI DARI PENSUPLAI UNTUK PELANGGAN LAIN-LAIN Materi kuliah Kewirausahaan 51 LOKASI 1 LOKASI 2 LOKASI 3 .

KERAJINAN.MODAL --.BAB 6 PROFIL USAHA  PENGEMBANGAN WAWASAN JENIS BIDANG USAHA  MANA YANG DIPILIH : TGT ------MINAT : INDUSTRI. PERDAGANGAN/ JASA --.RELASI Materi kuliah Kewirausahaan 52 .

Materi kuliah Kewirausahaan 53 .RINTISAN USAHA BARU  DEPNAKER BEKERJA SAMA DENGAN LSM DAN KOPERASI KONSULTASI BISNIS JAWA BARAT TELAH MENGADAKAN PELATIHAN UNTUK MEMBENTUK WIRAUSAHA BARU.

PAKAIAN JADI DLL. BAHAN PANGAN. OBAT2AN.GROSIR  GROSIR BARANG UMUM : DAPAT MEMENUHI PERDAGANGAN ECERAN KARENA MEMPUNYAI BERMACAM MACAM PRODUK DAN MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI ORDER YANG CUKUP BESAR  GROSIR BARANG KHUSUS : MENGKHUSUSKAN BIDANG TTT. MISAL . Materi kuliah Kewirausahaan 54 .

Materi kuliah Kewirausahaan 55 .PERDAGANGAN ECERAN  PERDAGANGAN ECERAN ADALAH KEGIATAN MENJUAL BARANG DAN JASA KEPADA KONSUMEN AKHIR.

ECERAN BESAR  SPECIALITY STORE  DEPARTEMEN STORE  SUPERMARKET  HYPERMARKET  GENERAL STORE  CHAIN STORE Materi kuliah Kewirausahaan 56 .

ECERAN KECIL  KIOS  DEPOT  KAKI LIMA  PASAR SORE  RODA DORONG  PEDATI  WARMOB  TUKANG CATUT Materi kuliah Kewirausahaan 57 .

DINOTARISKAN  PILIH BENTUK KEPEMILIKAN USAHA (CV. UD)  DIDAFTARKAN KEPADA DINAS PERINDAG DAN PENANAMAN MODAL  DAFTARKAN KE ASOSIASI  MENJALANKAN USAHA Materi kuliah Kewirausahaan 58 . PROSEDUR DAN TIPE USAHA  MODAL USAHA  KETERANGAN DOMISILI  NAMA PERUS.7. PT.

DG BERTUMBUHNYA PERSH ANDA SEMAKIN BERTAMBAH BESAR AKAN KEBUTUHAN PERENCANAAN  BP ADALAH DOKUMEN YANG MENYATAKAN DAYA TARIK DAN HARAPAN SEBUAH BISNIS.BAB 8. Materi kuliah Kewirausahaan 59 . BISNIS PLAN  TUJUAN DAN SASARAN PERUSAHAAN DAPAT DITETAPKAN MELALUI PERENCANAAN.

 SEBUAH BISNIS PLAN YANG AKAN MENGOPERASIKAN SEBUAH PABRIK TTT YANG MENCANTUMKAN SECARA JELAS : LOKASI . PROSES. TANAH. MASALAH TEMPAT. MESIN DAN PERLENGKAPAN. RUANGAN YG TERSEDIA. KARYAWAN YANG TERLATIH. MASALAH BAHAN BAKU. Materi kuliah Kewirausahaan 60 .

ADA HUB.ORANG/ TIDAK NEGATIF Materi kuliah Kewirausahaan 61 .TIDAK MENYINGGUNG KLP. DG BARANG DAGANGAN .EASY TO REMEMBER .ENAK DIBACA -TAK ADA NADA SUMBANG .TAK KETINGGALAN ZAMAN . .EASY TO SPELL .KERANGKA RENCANA USAHA           NAMA PERUSAHAAN .SHORT -SIMPEL .

LOKASI PABRIK/INDUSTRI        DEKAT DG SUMBER MATERIAL DEKAT DG PASAR MUDAH MENDAPAT TNG KEREJA MUDAH FASILITAS TRASPORTASI MUDAH MEMPEROLEH BAHAN BAKAR MUDAH MEMPEROLEH AIR SIKAP PEMDA SETEMPAT DAN MASYARAKATNYA Materi kuliah Kewirausahaan 62 .

 TERIDENTIFIKASINYA KEBUTUHAN TERSEMBUNYI MASYARAKAT AKAN BARANG DAN JASA  KURANGNYA SAINGAN  ADANYA KEMAMPUAN BERSAING.KOMODITI YANG AKAN DIUSAHAKAN  MEMBANJIRNYA PERMINTAAN MASYARAKAT THD JENIS HASIL TTT. Materi kuliah Kewirausahaan 63 .

KONSUMEN YANG DITUJU  Permintaan permanen  Dg memperhatikan waktu-waktu luang/masa libur Materi kuliah Kewirausahaan 64 .

Pasar yang akan dimasuki  Market leader  Penantang pasar  Pengikut pasar Materi kuliah Kewirausahaan 65 .

Partner yang diajak kerjasama  Senior partnership  Yunior partnership Materi kuliah Kewirausahaan 66 .

BISNIS PLAN MENGAPA PERLU DISUSUN BISNIS PLAN?  TO SELL YOUR SELF ON THE BUSSINES  TO OBTAIN BANK FINANCING  TO OBTAIN INVESMENT FUNDS  TO OBTAIN LARGE CONTRACT Materi kuliah Kewirausahaan 67 .

BUSINESS PLAN  SUATU DOKUMEN YG MENYATAKAN KEYAKINAN ATAU KEMAMPUAN SEBUAH BISNIS UNTUK MENJUAL BARANG ATAU JASA DG MENGHASILKAN KEUNTUNGAN YNG MENARIK.  SEBUAH SELLING DOKUMEN YANG BERISI DAYA TARIK DAN HARAPAN SEBUAH BISNIS. Materi kuliah Kewirausahaan 68 .

BENTUK FORMAL BISNIS PLAN  HALAMAN DEPAN  DAFTAR ISI  RANGKUMAN EKSEKUTIF  PENJELASAN TENTANG PERUSAHAAN  PEMASARAN  BARANG DAN JASA YANG DIHASILKAN  USAHA MENINGKATKAN PENJUALAN  PERMODALAN  LAMPIRAN Materi kuliah Kewirausahaan 69 .

PENDAHULUAN NAMA DAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA DAN ALAMAT PEMILIK NAMA DAN ALAMAT PENANGGUNG JAWAB YG BS DIHUBUNGI SEWAKTU-WAKTU INFORMASI BISNIS YANG DILAKSANAKAN. RANGKUMAN EKSEKUTIF YANG BS MENJELASKAN SECARA KOMPLIT ISI DARI BISNIS PLAN 3. 2.ISI  1. ANALISIS INDUSTRI PERSPEKTIF MASA DEPAN ANALISIS PERSAINGAN SEGMENTASI PASAR YANG AKAN DIMASUKI RAMALAN TENTANG PRODUK YANG DIHASILKAN Materi kuliah Kewirausahaan 70 .

MEMULAI BISNIS            PUTUSKAN U. MENDIRIKAN BISNIS ANALISIS KEKUATAN & KELEMAHAN ANDA PILIHLAH SEBUAH PRODUK ATAU JASA LAKSANAKAN RISET PASAR TAKSIR BAGIAN PASAR ANDA YANG POTENSIAL PILIHLAH LOKASI PERUSAHAAN ANDA SIAPKAN RENCANA KEUANGAN SIAPKAN RENCANA PRODUKSI SIAPKAN RENCANA MANAJEMEN SIAPKAN RENCANA PEMASARAN PINJAM DANA UNTUK MEMULAI Materi kuliah Kewirausahaan 71 .RENCANA U.

-/th Mungkin - prs jalan terus/ gagal ------- ambil resiko Materi kuliah Kewirausahaan 72 .SUKSES MISAL : ANDA PUNYA PEKERJAAN AMAN GAJI Rp 10.000.000.KEGAGALAN .000/th dg promosi setiap th - dapat diramalkan MEMBELI /MENDIRIKAN PERSH YANG GAJI PEMILIKNYA Rp 20.MENGAMBIL RESIKO  POTENSI KETIDAK PASTIAN .000.

Biaya penjualan periklanan Gaji dr staf penjualan Promosi penjualan Materi kuliah Kewirausahaan 73 . biaya tdk langsung bahan bantu bahan umum penerangan. biaya langsung karyawan bahan u produk 2. bahan bakar 3. Biaya administrasi 4.PERTUMBUHAN USAHA DG Menetapkan prioritas mis: biaya -- efisiensi biaya  Upaya2 : 1.

efektif  Identifikasi tujuan khusus harian menurut penting. diskusi dg staf.perjanjian Materi kuliah Kewirausahaan 74 .Menggunakan waktu sec. telp.shg dpt berjalan tanpa anda  Motovasi dari dalam  Tetapkan batas waktu  Manfaatkan telp  Buatlah catatan : isi rapat. tetapkan kerutinan kantor. no. pikiran diri sendiri. nama2.

belajar mengatakan tidak kpd kegiatan yang memakan waktu . Jangan melakukan segalanya . Orientasi pada tindakan . Tetapkan waktu . Tanyakan penggunaan waktu anda Materi kuliah Kewirausahaan 75 .selektif . Berguru pada pengalaman . Rencanakan hari esok secara terinci . Ajukan pertanyaan sebelum memulai pekerjaan .pusatkan perhatian pd yang penting .

FINANSIAL ANDA WIRAUSH BANK PENASIHAT INVESTASI PENGACARA P.BAHAN PENASEHAT PERSH KONSULTAN AKUNTAN PENSHT TEKNIS P. HKM Materi kuliah Kewirausahaan 76 .

UNTUK KESTABILAN BISNIS  PENASIHAT HRS PUNYA WAKTU UNTUK PERSH  JANGAN MEMBIARKAN KEPUTUSAN DR BADAN PENASIHAT BERTENTANGAN DG NASIHAT PARA PROFESIONAL  BERSEDIALAH MEMBAYAR ANGGOTA BP YG PRODUKTIF  SETAHUN SEKALI EVALUASI KEGIATAN BP Materi kuliah Kewirausahaan 77 .

FAKTA PENJUALAN . SISTEM.PENGELUARAN2 .SISTIM INFORMASI 1.PENJUALAN KREDIT SHG MEMBEBANI PERSH . PENTINGNYA FAKTA/ANGKA . Materi kuliah Kewirausahaan 78 .PENGUMPULAN PEMBAYARAN (MENJUAL BANYAK TTP PEMBAYARAN KECIL) .INF. ATAS ORANG SPT GAJI & . LAPORAN MANAJEMEN ANDA LAPORAN HARIAN LAPORAN /BULAN LAPORAN TRIWULAN 3.PRODUKTIVITAS ORANG 2.

MENILAI PELUANG PASAR 1.MENGGUNAKAN SUMBER DAYA MEMPEROLEH SD YANG LANGKA MENEMPATKAN PERSONALIA ADAKAN PELATIHAN PENSUPLAI TEKNOLOGI BARU SD KEUANGAN 2. Materi kuliah Kewirausahaan 79 .

PROMOSI  ADVERTISING  PERSONAL SELLING  SALES PROMOTION  PUBLIC RELATION Materi kuliah Kewirausahaan 80 .

BALLPOIN. NOTE BOOK Materi kuliah Kewirausahaan 81 .BENTUKBENTUK ADVERTISING  PAPAN REKLAME  POSTER  KATALOG  FOLDER  SPANDUK  SLIDE  IKLAN  PAPAN NAMA PEURSH  PERMEN.

PROMOSI SEDERHANA  MEMASANG PAPAN NAMA PERUSH  MEMASANG SPANDUK “ SUDAH DIBUKA…………”DAN KEUNGGULAN PRODUKNYA  MENYEBARKAN BROSUR2  MEMBERITAHU KAWAN  MENYEBAR KARTU NAMA Materi kuliah Kewirausahaan 82 .

MEJA TULIS. KEBUTUHAN DASAR MRK MENGINGINKAN STATUS(PAKAIAN MENURUT MODE TERAKHIR) MRK INGIN BARANG MEWAH ATAU YANG TDK MENDASAR(TV. PENGANGKUT DLL. KOSMETIK) MRK INGIN MENGGUNAKAN PRODUK U.STRATEGI PROMOSI ORANG MEMBELI KARENA MRK MEMP. TUJUAN BISNIS (MESIN TULIS.) Materi kuliah Kewirausahaan 83 .

DITENTUKAN JAWABAN ATAS PERTANYAAN BERIKUT           APA KEBIJAKAN PEMASARAN ANDA DIMANAKAH PASAR POTENSIAL ANDA SIAPA KLP TARGET PENJUALAN MEDIA IKLAN APA SEBAIKNYA APK TERSEDIA CUKUP UANG U. PROMOSI PENJUALAN ANDA. SEJAUH MANA KEG.JENIS. PROMOSI KAPAN PROMOSI DIMULAI BGMN MENGEVALUASI PROMOSI BGMN PROMOSI YG BERBEDA DR YG RUTIN APK PROMOSI JG MENJUAL PRODUK SAMPING BGMN MENGUKUR EFEKTIFITAS PROMOSI Materi kuliah Kewirausahaan 84 .

BAB 9 MARKETING PLAN  PRODUCT  PRICE  PLACE  PROMOTION Materi kuliah Kewirausahaan 85 .

SEBEL UM MENYUSUN MARKETING PLAN WIRUSH HRS MENGETAHUI  SELUK BELUK KONSEP PEMASARAN. UJNTUK MENYUSUN MARKETING PLAN HRS BISA MENJAWAB : WHERE HAVE WE BEEN WHERE DO WE WANT TO GO ? HOW DO WE GET THERE DARI MANA KT BRK? KEMANA ARAH YANG DITUJU? BAGAIMANA MENCAPAI SASARAN ITU? Materi kuliah Kewirausahaan 86 .

MARKETING PLAN MEMUAT  ANALISA SITUASI  TUJUAN PEMASARAN  STRATEGI INTI  JADWAL PELAKSANAAN  ANGGARAN PEMASARAN  KONTROL Materi kuliah Kewirausahaan 87 .

MARKETING  PROFESI MARKETING  SENI : KEPANDAIAN DALAM MENJUAL  MENGUASAI PRODUK  KEADAAN PEMBELI  METODE MENJUAL : TELEMARKETING. MLM. DIRECT POS Materi kuliah Kewirausahaan 88 .

PERIKLANAN  IKLAN MENARIK PELANGGAN  TUJUAN IKLAN : PELANGGAN BARU  PELANGGAN LAMA Materi kuliah Kewirausahaan 89 .

IKLAN CETAK CIRI2NYA  HRS UNIK & PUNYA CIRI KHAS  HRS SEDERHANA & MUDAH DIMENGERTI  MENGANDUNG INFORMASI FAKTUAL. YG MENYOROT SATU CIRI UTAMA  HARUS MENCERMINKAN CITRA YANG SANGAT POSITIF DR PRSH Materi kuliah Kewirausahaan 90 .

TUGAS : BAG.MENYIAPKAN TEKS IKLAN  KPD SURAT KABAR LOKAL  RADIO  BUKU TELP (YELLOW PAGE) MENGEVALUASI IKLAN RISET PENINGKATAN PENJUALAN BANTUAN PERIKLANAN BIRO IKLAN Materi kuliah Kewirausahaan 91 . PERSONALIA BANG. IDE.

HAK GUNA PATEN  MRP SUATU SISTEM MENDISTRIBUSIKAN PRODUK ATAU JASA MEL. SALURAN YANG DIMILIKI OLEH SESEORANG YANG MEMILIKI HAK GUNA PATEN  MRP KEGIATAN BISNIS YANG PALING CEPAT BERTUMBUH Materi kuliah Kewirausahaan 92 .

PEMILIHAN & PEMBELIAN LOKASI PENDIRIAN GEDUNGNYA AKSES PD KEUANGAN PROSEDUR STANDAR U. IKLAN & PROSEDUR Materi kuliah Kewirausahaan 93 . SEMUA ASPEK OPERASIONAL SPT MANAJEMEN.CARA MENGEMBANGKAN BISNIS  MENJUAL HAK PATEN DG MENAWARKAN KEPADA PEMBELI.

PERTIMBANGAN ATAS PRODUK  BGMN PASAR SKR  PROYEKSI PRODUK  SIAPA PESAINGNYA  BGM PRODUKNYA DIBDG DG PRODUK LAIN  APK PRODUK TGT PERMINTAAN Materi kuliah Kewirausahaan 94 .

KONTRAK HGP     APK KONTRAK BERSIFAT ADIL APK KONTRAK LENGKAP MLPT BBRP ASPEK APK SYARAT2 KONTRAK HGP PANTAS APK SYARAT2 SBB PANTAS PEMBAYARAN TETAP PERJANJIAN PEMBELIAN BRG KUOTA PENJUALAN HAK EKSKLUSIF ATAS WILAYAH PENGAKHIRAN HGP BIAYA HGP SYARAT2 PEMBELIAN KEMBALI Materi kuliah Kewirausahaan 95 .

BANTUAN BAGI P. HGP  PELATIHAN MACAM APK YG DISEDIAKAN BAGI MANAJEMEN DAN PEGAWAI  PROSEDUR KHUSUS APK YANG TERSEDIA UNTUK PENGENDALIAN SEDIAAN  SURVEI PASAR MANA YANG TELAH DILAKSANAKAN  BAGAIMANA SYARAT BAGI PERIKLANAN DAN PROMOSI PENJUALAN  BANTUAN KEUANGAN MANA YANG TERSEDIA Materi kuliah Kewirausahaan 96 .

BIAYA OPERASIONAL DAN PENDAPATAN BERSIH Materi kuliah Kewirausahaan 97 .DAERAH PASAR  BERAPA BESAR DAERAH HGP  BAGAIMANA PENGALAMAN LABA DR PEMEGANG PATEN LAIN DI DAERAH LAIN  APK LAPORAN KEUANGAN MENUNJUKKAN BAHWA PEMEGANG PATEN BERHASIL  APK TDP LAPORAN TTG PROYEKSI PENJUALAN.

EKSPOR DAN IMPOR  MENGEKSPOR DAPAT MEMBERIKAN PASAR BARU BAGI USAHA  KENDALA : PP BAHASA JARAK FISIK ANARA ANDA DAN PELANGGAN . PERSAINGAN BERLANGSU NG DIANTARA BISNIS2 YG MENJUAL PRODUK YANG MIRIP DAN BERSAINGAN U PELANGGAN YANG SAMA Materi kuliah Kewirausahaan 98 .

FAKTOR LUAR (OPERASI BISNIS DIPENGARUHI)
 DISTRIBUSI

PELANGGAN UU BISNIS

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

 KONDISI  KEUANGAN  PENSUPLAI

PERUSH

KECENDERUNGAN PASAR PERATURAN

KOMPETISI

Materi kuliah Kewirausahaan

99

MENGGUNAKAN D.D. LUAR
 MENGAPA? DAPAT MENGUMPULKAN BEBERAPA

IDE DAN PENDAPAT DORMASIG ORG LAIN  ALASAN-ALASAN : INFORMASI DAN DAPAT DATANG DR PELBAGAI SUMBER YANG BERBEDA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANDA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN DAPAT MENOLONG DPT MENINGKATKAN EFEKTIFITAS
Materi kuliah Kewirausahaan 100

BANTUAN GRATIS ATAU DG FEE

Materi kuliah Kewirausahaan

101

BAB 10 MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MELALUI MOTIVASI  MOTIVASI ADALAH KEMAUAN UNTUK BERBUAT SESUATU . SEDANGKAN MOTIV ADALAH KEBUTUHAN . DORONGAN. Materi kuliah Kewirausahaan 102 . MOTIV DG KEKUATAN BESARLAH YG AKAN MENENTUKAN PERILAKU SESEORANG. KEINGINAN.

Materi kuliah Kewirausahaan 103 . SOCIAL. SAFETY. TEORINYA TTG MOTIVASI DIDASARKAN 2 ASUMSI.KE 2 KEBUTUHAN MERUPAKAN HIRARKI DILIHAT DARI PENTINGNYA. ESTEEM(PENGHARGAAN) DAN SELF ACTUALIZATION(PERWUJUDAN DIRI. PERTAMA KEBUTUHAN SESEORANG TGT APA YANG DIPUNYAINYA. MENURUT MASLOW ADA LIMA KATEGORI KEBUTUHAN MANUSIA YAITU : PHISIOLOGICAL NEEDS.TEORI MOTIVASI HIRARKHI KEBUTUHAN MASLOW BAHWA KEBUTUHAN MANUSIA DAPAT DIPAKAI UNTUK MELUKISKAN ATAU MERAMALKAN MOTIVASINYA.

PERWUJUDAN DIRI PENGHARGAAN AFILIASI(SOSIAL) KEAMANAN FISIOLOGIS Materi kuliah Kewirausahaan 104 .

KEBANYAKAN ORANG HRS DIKONTROL SECARA KETAT DAN SERING HARUS DIPAKSA BEKERJA.ASAL SDH TERPENUHI SELESAI PERSOALANNYA. Materi kuliah Kewirausahaan 105 .TEORI X DAN Y TEORI X PEKERJAAN PADA HAKEKATNYA TIDAK DISENANGI ORANG BANYAK KEBANYAKAN ORANG RENDAH TANGGUNG JAWABNYA KEBANYAKAN ORANG KURANG KREATIF ORG LEBIH SUKA MEMIKIRKAN KEBUTUHAN FISIK.

KEDUA TEORI INI JANGAN DISIMPULKAN BHW TEORI X JELEK. MEMBERIKAN KIRA-KIRA ARAH ATAU KECENDERUNGAN ORANG. DAN INGIN MENONJOLKAN DIRINYA. ORANG MEMPUNYAI KEMAMPUAN KREATIVITAS SETIAP ORANG MEMP.TEORI Y PEKERJAAN ITU SBTLNYA SAMA DG BERMAIN. TEORI Y BAIK. INGIN BERGAUL. CUKUP MENARIK DAN MENGASYIKKAN. ORANG TIDAK HANYA MEMILIKI KEBUTUHAN FISIK SAJA TETAPI KEBUTUHAN AKAN RASA AMAN. Materi kuliah Kewirausahaan 106 . INGIN DIHARGAI. ORANG HARUS DIBERI MOTIVASI AGAR DAPAT MEMBANGKITKAN DAYA INISIATIF DAN KREATIVITASNYA. KEMAMPUAN MENGAWASI SENDIRI GUNA MENCAPAI TUJUAN.

Menganalisis Rencana
Rencana Bisnis dianalisis untuk mengenali kelemahan2 yg dapat mengakibatkan kesulitan2 keuangan dimasa datang, untuk mentest strategi alternatif utk penjualan bauran produk, pengendalian biaya , investasi, pengembangan staf, pembiayaan dst.

Materi kuliah Kewirausahaan

107

apakah perusahaan anda memelihara tingkat efisiensi keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan ?

Analisis ; Ratio2 untuk Margin bersih : laba bersih x 100 % penjualan Margin kotor : laba kotor x 100 % penjualan Margin Pengeluaran : Pengeluaran x 100 % penjualan

Materi kuliah Kewirausahaan

108

Apakah kita telah mengurangi risiko kerugian dagang dalam rencana2 kita ?

1.

2.

Analisis : dua ratio dapat dipakai untuk mengukur risiko dagang. Titik impas (Break Event Point) untuk penjualan yang akan menutup pengeluaran bisnis yakni laba sama dengan nol. BEP = Pengeluaran Bisnis Margin Kotor (%)

Materi kuliah Kewirausahaan

109

000. Jadi pas untuk menutup biaya pengeluaran. jika pengeluaran anda untuk tahun itu sebesar Rp 102. marjin kotor anda akan berjumlah total : 27 % x Rp 377.000 = Rp 337.000.800.Umpamanya.800.000.000 = Rp 102.000.800.000 27 % Mengapa ? Karena jika penjualan anda mencapai Rp 337. maka titik impas bisnis anda : Rp.102.000 dan marjin kotor 27 %. Materi kuliah Kewirausahaan 110 .000.

000 (gaji.400. divisi produk.sewa.000. atau kelompok penjualan. biaya gedung.maka titik impas anda untuk seminggu akan berupa penjualan sebesar = Rp 2.000. Materi kuliah Kewirausahaan 111 .Jika diterapkan mingguan  Jika pengeluaran mingguan Rp 2. menurut lokasi penjualan. dst).000 Jadi titik impas bisa digunakan untuk menghitung beberapa titik impas misal : stitik impas sebelum dipotong gaji.000 = 27 % = Rp 7.

000 Dengan kata lain .000 dan tingkat pengeluaran dan margin kotor menghendaki penjualan titik impas sebesar Rp 377.Margin of Safety (M/K) Adalah persentase penurunan dalam penjualan di bawah penjualan yang anda rencanakan. 600.000 – Rp 377. sebelum perusahaan anda mencapai titik impas (tingkat laba nol)  M/K = Rencana Penjualan – Penjualan   titik impas x 100 %    Rencana Penjualan Umpama jika rencana bisnis anda menghendaki penjualan sebesar Rp 600. anda akan berada pada titik impas anda.800.000. yakni titik laba nol. Materi kuliah Kewirausahaan 112 .000 x 100 % = 37 % Rp 600.000. jika penjualan jatuh 37% dibawah rencana anda .800.000.000 maka M/K bisnis anda Rp.

piutang (yang akan segera ditagih).000..20 kali Rp.000.000.. bank. berjumlah Rp. 50.000. 60.000 dan jika hutang yang harus dibayar bulan depan berjumlah Rp 50. saldo.Materi kuliah Kewirausahaan 113 .000. Kali Hutang lancar (atau ekivalen) Umpamanya jika posisi keuangan anda menunjukkan bahwa kas.000.Apakah keuangan bisnis anda mantap ?Apakah kita telah mengurangi resiko keuangan ?  Analisis : pelbagai ukuran telah dijadikan untuk memeriksa kemantapan keuangan?  Sebuah ukuran likuiditas umum untuk memeriksa kemantapann keuangan jangka pendek adalah rasio kas :  Uang kas (atau ekivalen dengan uang kas ) = ………….maka ratio likuiditas menjadi : Rp. investasi jangka pendek dan inventaris (juga mudah diuangkan). 60.000.= 1.

Ratio kurang dari 1.000. Materi kuliah Kewirausahaan 114 . Suatu posisis yang cukup stabil .00 menunjukkan posisi keuangan yang tidak stabil. Jadi untuk setiap Rp 1. kita mempunyai uang tunai/harta yang ekuivalen dg kas sebesar Rp 1.200.-.-yang terhutang dalam hutang jangka pendek.

pengusaha yang jujur dan bermartabat. terpercaya. berkomunikasi. pemimpin yang adil.  Menghasilkan para lulusan yang dapat menjadi professional yang handal dan dipercaya. atau pendidik yang cendekia dan mumpuni dalam ilmunya. Materi kuliah Kewirausahaan 115 . dan berkompetensi dengan baik. bekerjasama.MENJADI ENTREPREUNER BERBASIS TEKNOLOGI (TECHNOPREUNER)  Pendahuluan  Perguruan Tinggi/Universitas senantiasa mengembangkan dalam hal Academic Excellence untuk pendidikan yang intinya adalah :  Menyediakan kesempatan seluas-luasnya pada civitas academica untuk menjadi individu yang berintegritas. memiliki kemampuan berusaha.

 Mengupayakan lulusan yang dapat menjadi pengusaha yang jujur dan bermartabat. Dalam rangka meningkatkan mutu lulusan professional. Dari pengembangan kebijakan tersebut dapat disimpulkan bahwa keberhasilan seorang lulusan dalam karirnya tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan dalam bidang akademik selama masa studi. Materi kuliah Kewirausahaan 116 . pengusaha yang jujur dan bermartabat tersebut maka dapat dilakukan program Student Enterpreneurship dengan tujuan sebagai berikut :  Pemberian kesempatan kepada mahasiswa sebagai bagian dari civitas academia untuk dapat membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan praktek kewirausahaan. tetapi juga sangat ditunjang oleh kemampuan non-akademiknya.

 Usaha-usaha yang akan ditempuh antara lain melibatkan mahasiswa secara langsung sebagai subjek kegiatan. terutama dengan industri kecil dan menengah. tetapi lebih dari itu dapat memberikan motivasi yang cukup untuk memahami Materi kuliah Kewirausahaan 117 .  Dalam makalah ini diharapkan dapat memberikan tidak hanya berupa wawasan pada mahasiswa. dan juga menggalang kerjasama dengan pemerintah dan industri.

terutama melaui kegiatan Usaha Kecil dan Menengah yang justru pada saat ini di Indonesia masih tertinggal. pemerataan pendapatan masyarakat sulit tercapai.  Student Enterpreneurship (Kewirausahaan Mahasiswa)  Berwirausaha tidak hanya akan bermanfaat bagi pelakunya tapi juga bermanfaat untuk dapat membantu lulusan baru bekerja dan juga pengembangan ekonomi Negara secara makro. Salah satu akibatnya adalah kekuatan dan daya tahan perekonomian Negara kita menjadi lemah. jiwa kewirausahaan. Materi kuliah Kewirausahaan 118 . dan bahkan lebih jauh mempunyai keinginan sungguh-sungguh untuk berwirausaha setelah lulus nanti.

lulusan UPN diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha dan pekerjaan baru baik yang berbasis teknologi maupun kemampuan berwirausaha yang bersifat umum.  Pelaksanaan kewirausahaan untuk mahasiswa diharapkan diselenggarakan dengan prinsip:  Pendidikan menuju profesionalisme  Kompetisi secara bebas Materi kuliah Kewirausahaan 119 . Dengan kewirausahaan mahasiswa. Peran Perguruan Tinggi dalam hal menjebatani kegiatan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa masih terlalu kecil dan lemah.

 Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut. kemudian dilakukan seleksi. Pendidikan menuju profesionalisme dilaksanakan dengan penekanan pada praktek wirausaha. Sedangkan prinsip Kompetisi adalah pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh mahasiswa agar berpartisipasi. kewirausahaan untuk mahasiswa memiliki tahapan :  Penyadaran  Pembekalan  Pelaksanaan (Berwirausaha) Materi kuliah Kewirausahaan 120 .

Pembekalan bertujuan memberikan struktur pengetahuan dan pengalaman yang akan dapat digunakan untuk jangka panjang dan untuk kepentingan yang luas. Penyadaran diperlukan karena sebagian besar mahasiswa belum tahu apa pentingnya kewirausahaan. Konsep-konsep utama dilakukan secara meluas kepada seluruh mahasiswa.  Tahapan kegiatan yang dimaksud di atas dan peserta mahasiswa yang terlibat di skemakan sebagai berikut :  MAHASISWAPENYADARAN  (Mhs yang tertarik)PEMBEKALAN  (Mhs yang serius)PELAKSANAAN  (Mhs yang berbakat)Bentuk Usaha  Penyandang Dana  Investor Materi kuliah Kewirausahaan 121 .  Pelaksanaan (Berwirausaha) diharapkan agar menghasilkan wirausahawanwirausahawan baru yang mampu terjun ke masyarakat bisnis.

Topic bahasan meliputi pemberian motivasi dengan contoh-contoh pengalaman. Bentuk kegiatan adalah kuliah umum yang diberikan oleh wirausahawan-wirausahawan yang sukses ditingkat nasional. baik mengenai hal-hal mendasar yang seharusnya dimiliki seorang entrepreneur. Materi kuliah Kewirausahaan 122 . TAHAP PENYADARAN  Pada tahap Penyadaran diharapkan 10-20% dari seluruh mahasiswa dapat turut serta berpartisipasi secara aktif sampai kegiatan selesai. maupun praktek wirausaha di berbagai bidang yang relevan dengan disiplin yang ada di Perguruan Tinggi.

Sifat kegiatan mendorong mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan aplikasi. Penyelenggaraan kegiatan berbeda dengan perkuliahan yang dilakukan di bidang akademik. TAHAP PEMBEKALAN  Tahap pembekalan diberikan kepada mahasiswa yang telah sadar dan termotivasi akan pentingnya kewirausahaan. Diharapkan mereka secara serius akan mengikuti pembekalan kewirausahaan dengan garis besar terdiri atas :  Mengembangkan Rencana Bisnis dan Pengetahuan Aspek Hukum  Pembuatan proposal Studi Kelayakan Usaha (SKU)  Analisis Kegiatan Bisnis Perusahaan  Bentuk kegiatan adalah pelatihan dengan instruktur sebagian besar UNIV atau dari luar. pengetahuan aspek hukum dan SKU tetap perlu diberikan untuk memberikan struktur pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk berkembang dikemudian hari. namun teori yang diberikan tidak seluas dan sedalam di perkuliahan akademik. Pembekalan mengenai manajemen bisnis. Di dalam analisis Kegiatan Bisnis Perusahaan. Materi kuliah Kewirausahaan 123 . mahasiswa melakukan penelusuran laporan tahunan suatu perusahaan ataupun harga saham untuk memberikan evaluasi kebijakan seolah-olah sebagai manajer perusahaan tersebut.

 TAHAP PELAKSANAAN (BERWIRAUSAHA)  Ciri khas pada tahap ini adalah kompetisi atau proses seleksi pada mahasiswa yang sudah memahami bekal tentang organisasi kewirausahawan dan telah membuat proposal untuk Materi kuliah Kewirausahaan 124 .

Materi kuliah Kewirausahaan 125 . Konsekuensi dari hal ini adalah Perguruan Tinggi menyediakan Sarana prasarana seperti Laboratorium yang handal.  Produk-produk yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi umumnya di keluarkan oleh hasil reset yang dilakukan oleh para Dosen. Diharapkan dapat diperoleh 10 bentuk usaha sebagai target tahun pertama pelaksanaan Kewirausahaan Mahasiswa. Penilaian layak tidaknya suatu SKU dilakukan dengan melibatkan investor-investor. karena tanpa laboratorium tidak akan menghasilkan produk yang diinginkan. berwirausaha (SKU). Dengan demikian nama Perguruan Tinggi akan terangkat disamping hasil produk tersebut dapat membiayai sebagian operasional Pendidikan Tinggi.

dan bekerja di beberapa unit seperti kantin. dan lain-lain yang diperlukan dalam kerangka membina jiwa wirausaha. Koperasi Mahasiswa (KOPMA). Konsep Kewirausahaan Mahasiswa harus dilaksanakan sejalan dengan kewirausahaan Perguruan Tinggi/UNIV. Materi kuliah Kewirausahaan 126 . Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Proses Pembekalan. Misalnya. karena belum sepenuhnya merupakan usaha mandiri. adanya kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Badan Usaha Universitas (BUU).

 PERAN PERGURUAN TINGGI MENUJU KE ENTREPREUNER UNIVERSITY Materi kuliah Kewirausahaan 127 . juga diberikan kesempatan untuk dapat langsung mengikuti kompetisi berwirausaha. Bagi mahasiswa yang memang sudah siap untuk berwirausaha.

 Perguruan Tinggi sebagai penyelenggara Pendidikan Tinggi membekali mahasiswanya agar mempunyai jiwa entrepreuner dengan cara-cara seperti yang telah diuraikan di atas. Namun Perguruan Tinggi juga memiliki peerangkat lunak berupa Dosen yang merupakan asset untuk menjadikan produk-2 dari Perguruan Tinggi. Materi kuliah Kewirausahaan 128 .

 Produk-produk yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi umumnya di keluarkan oleh hasil riset yang dilakukan oleh para Dosen. Dengan demikian nama Perguruan Tinggi akan terangkat disamping hasil produk tersebut dapat membiayai sebagian operasional Pendidikan Tinggi. Konsekuensi dari hal ini adalah Perguruan Tinggi menyediakan Sarana prasarana seperti Laboratorium yang handal. Materi kuliah Kewirausahaan 129 . karena tanpa laboratorium tidak akan menghasilkan produk yang diinginkan.

       .

907:.:8.3  .07...     .

.907:.:8..07.nff¯ ¯½ n ½f¾  f f f f° O #US^_W[^SZY\WTTZY WTTZY[^SZY SZY_aVSWSaSZS\S SZYZYZSZVSSaSZTW^S_VSS WSaSZZ S #_SScS^SSTS WZYSZWTWSZVSWTW_WTaS__` SZY _aVSTW^SSZVSZ_aVS`W^Ta`WS\aSZZ S aSZWTaS`__`SZVS_WZV^Wa_S`SZ \SVSa\S SWZYWTSZYSZ[^SZY# # WS_S^SZS^ZYSZ S`a__`V_`^Ta_SZY_aZY .3  .

.

.907:.:8.07..fff°° f¾ O WZSaSZ^S_S`Sa`V`[S W^WZ`WZUWS_SZS\S SZYVS`SSZ[^SZYSZ WSS^W\Z[^SZY WW^SVYTW^`TSYSWZ_[^SZY SZYTW^TWVS _a` VT_Z_ S^[^YSZ_S_ SZYW\aZ S[`WZ WZYWTSZYSZ[^SZY_WTSYSSZa_STaSZ _W[^SZYc^SZSYS .3  .

n°f O W\aZ SUS`S`SZ\^W_`S_ O W\aZ S\WaSZYT_Z_ O W\aZ S\^[Y^S\WZVVSZSSZYa  O W\\^[Y^STTZYSZ SZYaS` O W\[^SZY# SZYSZVS[^S`VSZ_aS .3  ..:8..07.907:.

JD       .@-9D.

                   O      .

 .

        .

      .

      .

.

 .

       .

                                                                        .

.907:.3  .:8..07.        O .

:8.3  ..07..907:.O W^US SV^ O W^[^WZ`S_`aYS_VSZS_ O WZYST^W_[ O W\W\ZSZ O W[^_ZSZ O W^[^WZ`S_WS_SVW\SZ .

.907:.:8. °f ..f¯¯f  O W\W\ZSZ O Z[bS_ O WZYSTSZW\a`a_SZ O S\`SZYYS\`V\W^aTSSZ O WW^SW[Z[_VSZWX_WZ O _S_SVW\SZ O S\`V^W_[ ..3  .07.

3  .°¾ ½ –f O W_bWZW__ O ^WS O [W^_ O W`W^ZS`[Z O WVUS`[Z O Wb[`[Z O W`S_ O W_`Z O [S^_SZVV_`^Ta`W .:8...07.907:.

  9D- 9D-D O           .

        .

           .

                            .

07...     .3  .907:.:8.

@9 O               O O O O O                        .

                           #               .

                           .

.

3  .07...:8.907:.   .

.

  D@9@--D-@D@ 9 O                .

    O         O       O       O      O    .

907:.:8..3  . .07..

-@D-@D-@D @-D O     .

.

    O                           .

07.:8..    O           .3  .907:..

D O .

                               .

3  ...  O                                   .07.:8.907:.

.

.:8.07.-@..D-  !#%  ! % &  !#$ %# $ $&#$   ! ! !!!% !%$ !# %#$! #%$ #!$&! &%&!   .3   $  $  $ .907:.

 9D O             O               È   .

    .:8..07..907:.3  .

-@-D D O            .

  .

:8.07.907:...3  .                          .

 .

                          .

           .

    O .

                 .

.907:..07.:8.#         O .3  .

9--.

O                   .

.      .907:..3  .:8.07.

.

-  O    .

 O    .

 O         O   .

 O   .

907:..:8..3  .07. O .

.

-.

 .

 O  .

 O    O .

 O .

.

.

O  O  .

07.:8. O    O .3  ..907:..

 9D-@9D O .

     .

 O    .

   O          O                  .

 O     .

.  O       O .07.3  .907:.:8..

   -9O                                          O    .

907:.3  ..                  ..:8.07.

O           .

              .

  .

3  .907:.07.:8.                               ...

--.

-D O O O O O O O O O O        .

    .

   .

                                   .

.07.:8..907:. È     .3  .

9 $-D@ O O O O O O O                       .

    .

        .

07.:8..              .3  ..907:.

907:..3  .:8.@-- DO               O                    O     O        ..07..

--@DD O W^Z`SSZ\W^SZWZ O YW\W^S`SZcS`acS`aaSZYÈS_STa^ .3  .-D.907:.07.:8...

3  .:8.907:...07.9f¾ff°–ff° ¯f¾ O S^W`WSVW^ O WZSZ`SZY\S_S^ O WZYa`\S_S^ .

.07.9f° f°– f©f ©f¾f¯f O WZ[^\S^`ZW^_\ O aZ[^\S^`ZW^_\ ..3  .907:.:8.

-9            O .

 .

 .

   O .

.

     O .

.

       O .

.

   .

907:..3  .:8.07..  .

D-9O .

                                       O   .

               .3  ..:8.07.907:..

 -9O      O    O       O         O   O        O          O  . -@D.

07.:8.907:.3  ...  O   .

                                .

           #             .

       #                                 .

.:8.07.     O #   ..3  .907:.

-.

.D - O O O O O O O O O O O                           .-D .

                  .

     .

                    .

907:.                            .:8.3  ..07..

 O ..-.

907:.:8.3  .                             \ ########È`VY\^[[__W`S\` VS\S` V^SSSZ   È            \########È` aZYZ \^_SSZ`W^a_ÈYSYS  ST^W_[ .07...

D-D .07.9@D. ° f½f°½f¾ _TS S WX_WZ_TS S O \S S##TS SSZY_aZY S^ ScSZ TSSZa\^[Va #TS S`VSZY_aZY TSSZTSZ`a TSSZaa \WZW^SZYSZTSSZTSS^ #S SSVZ_`^S_ S S\WZaSSZ \W^SZSZ SV^_`SX\WZaSSZ ^[[_\WZaSSZ .907:.:8...3  .

. °––°ff°f¾ n  € € O VWZ`XS_`aaSZa_a_S^SZWZa^a`\WZ`ZY `W`S\SZW^a`ZSZSZ`[^_YV\`TW^SSZ`SZ\SSZVS O [`[bS_VS^VSS O W`S\SZTS`S_cS`a O SZXSS`SZ`W\ O aS`SUS`S`SZ_^S\S`V_a_VY_`SX\^SZV^ _WZV^ZSS#Z[`W\\W^SZSZ .07...907:.3  .:8.

O SZYSZWSaSZ_WYSSZ S  \a_S`SZ\W^S`SZ\V SZY\WZ`ZY  _WW`X  TWSS^WZYS`SSZ`VS\VWYS`SZ SZY WSSZcS`a W`S\SZcS`a aSZ\W^`SZ SSZ_WTWaWaS\WW^SSZ .

07.^WZ`S_\SVS`ZVSSZ WZUSZSSZS^W_[_WUS^S`W^ZU W^Ya^a\SVS\WZYSSSZ SZ SSZ\WZYYaZSSZcS`aSZVS .907:...:8.3  .

-9-@9 .

                           .907:.3  .:8...07.

D-@D@ - - O           O                        .

 .

 O       .

   .

3  ..:8.  O           ..907:.07.

-.@. #     È            #                                  .

     .

   .

 #  .

         .

     .

 È   .

    #   .07.907:.:8..3  ..

.   .-D--D.

          .

            .

.

907:.3  .      #        # ..:8..07.

 O   O .9.

  O   .

.

 .

O    .

:8.3  . ..907:..07.

-@D -@DI@- O    O .

 O    .

O .

 O    O   O  O       O    .

 .

.

.

07...:8.907:.3  . .

9.- O          O             O    .

# O      O         .

3  .  .07.:8...907:.

 .@@9.

                         .

            .

           .

:8.                 ..3  .07..907:.

- D.9-D--  @-@D-J -@9@-- D@ O O O O O O O O O O                 .- 9.

                         .

.

    .

.

          .

.

   .

.

      .

.

      .

          .

.

.07..907:.3  . .:8.

@-9O .  .

 O   O  O .

.

 .

:8.3  . ..907:.07..

-@D O      .@-9- JD. D.-DD-..

                      .

 .

 .

 .

.

07.                          .3  .:8.907:...

@-9-...D@ O     O      O    O       O      O .

.

.907:. .07..:8.3  .

.@- O .

    O            O    .

     O .

           .

. O .07.907:..3  .:8.

.3  .9-       O        O       O    .07..907:.:8.

-.

@.

-        O        O     .

        .

.

    O         .

.:8.907:.07..3  .    O .

@D   9- -   .-9-@O   .

 O  .

O    .

                       .

:8.  .907:..3  .07..

D-9@O           .

         .

 .

:8.07.3  .          O              ..907:..

.

-- - O                         ..-.

             .

     .

 .

          .

:8. .3  ...07.907:.

--@9D O     O .9@.

   .

 O      O   .

     .

   O   .

3  .07...:8.     .907:.

-@9 O O O O   .

     .

         # .

      #              .

3  ...907:.:8.07.                 #       .

-@D- 9 9 O                      O .

             O              O           .

.

07.     O           ..3  .:8..907:.

9 O    O                      O    .

                   O     .

   .

        .

 .

907:.3  .07..:8.        ..

9-.9 O    .

          O                          #      .

:8.907:.3  ..07..               .

@D%9 - 9-D% O       O          .

.

O .

        O     O     .

:8.     .3  .07..907:..

-D--  D O            ..

  O      .

                                 .

.

907:.:8.07...          .3    .

    .

. -@D-@@D .:8..07.3   .907:.

@I O .--@- 9D@I@.  .D.

             .

         .

.

  .

                   .

  ..907:.3   .:8.07..

@.J                        .@I D@D- .

   .

   .

     #       .

         #                  .

   .

          .

.

     .

             .

.:8..07.       .3   .907:.

         .

      .

.

.07.  .3   .907:.:8..

@O- .

                .

      .

           .

     .

                     .

      .

   .

.

.907:.3   .07..:8.           .

@                      .

               .

                      .

                                  .

.

    .

     .

                   .

          .

     .

             .

.  ..:8.07.907:.3   .

3   .:8.07.907:.. °–f°f¾¾ °nf°f WZUSZS_Z_VSZS__aZ`aWZYWZSWWSSZ# YVS\S`WZYSTS`SZW_a`SZ#WaSZYSZVS_S VS`SZYaZ`aWZ`W_`_`^S`WYS`W^ZS`Xa` \WZaSSZTSa^SZ\^[Va\WZYWZVSSZTS S ZbW_`S_\WZYWTSZYSZ_`SX\WTS SSZV_` ...

.f½ff½ ¾fff°f° f¯ ¯ ff°–f €¾ °¾ f°–f°f°– f½f ½ f°––°–©ff f°" ZS__S`[#aZ`a S^YZTW^_STSTW^_ ### \WZaSSZ S^YZ[`[^STS[`[^ ### \WZaSSZ S^YZ WZYWaS^SZ WZYWaS^SZ ### \WZaSSZ ..3   .07.:8.907:.

907:.3   .½fff f¯ °–f°–¾ –f° f–f°– ff¯ °nf°ff" O # # ZS__VaS^S`[VS\S`V\SSaZ`aWZYaa^ ^_[VSYSZY `\S_^WSbWZ` [Z`aZ`a\WZaSSZ SZYSSZWZa`a\\WZYWaS^SZT_Z_ SZSTS _SSVWZYSZZ[   WZYWaS^SZ_Z_ S^YZ [`[^ ...07.:8.

3  ..\SSZ SS\WZYWaS^SZSZVSaZ`a`SaZ`a_WTW_S^\ #########VSZS^Z[`[^# SS``\S_T_Z_SZVS \######### \##  ##### #  WZYS\S S^WZSS\WZaSSZSZVSWZUS\S\##  ##### S^Z[`[^SZVSSSZTW^aS`[`S#  \#  #####\ ######### SV\S_aZ`aWZa`a\TS S\WZYWaS^SZ ..:8.07.907:.

f  f½f°¯°––f° O S\WZYWaS^SZZYYaSZ\####### YS_WcSTS SYWVaZYV_`SS``\S_ SZVSaZ`a_WZYYaSSZTW^a\S\WZaSSZ _WTW_S^\####### #  \  ##### SV``\S_T_SVYaZSSZaZ`aWZY`aZY TWTW^S\S``\S__S_``\S__WTWa V\[`[ZYYSVb_\^[VaWZa^a`[S_ \WZaSSZS`SaW[\[\WZaSSZ .907:.:8.3  ...07.

3  .f–°€f€ %.07...907:.:8..$% ff½ ¾ °f¾ ½ °°f° ff¯½ °©ff°  ff ½ °©ff°f°–f° f °nf°ff° ¾ ¯½ ¾fff°f° f¯ °nf½f¯½f¾ %°–ff f°% O È WZUSZS WZaSSZÊ WZaSSZ``\S_ O O ### O O O WZUSZS WZaSSZ \SSS^WZUSZST_Z_SZVSWZYWZVS\WZaSSZ_WTW_S^\ ########VSZ`ZYS`\WZYWaS^SZVSZS^YZ[`[^WZYWZVS \WZaSSZ``\S__WTW_S^\#  #####SS È T_Z_SZVS \ ########Ê \#  ##### ####  \ ######## WZYSZS`SSZS\WZaSSZS`a# VTScS^WZUSZSSZVS SZVSSSZTW^SVS\SVS``\S_SZVS SZ``STSZ[ .

907:..½ff f°–f° ¾°¾f° f¯f°f½"½ff f f¯ °–f°– ¾ f°–f°" O ZS__\WTSYSaa^SZ`WSVSVSZaZ`aWW^_S WSZ`S\SZWaSZYSZ O WTaSaa^SZaV`S_aaaZ`aWW^_SWSZ`S\SZZ WaSZYSZSZYS\WZVWSVSS^S_[S_ O SZYS_S`SaWbSWZVWZYSZaSZYS_  S a`SZYSZUS^S`SaWbSWZ \SSZ SS\[__WaSZYSZSZVSWZaZaSZTScSS__SV[ TSZ\a`SZY SZYSSZ_WYW^SV`SYZbW_`S_SZYS\WZVWVSZ ZbWZ`S^_aYSaVSVaSZYSZTW^aS\ ####### VSZSa`SZY SZYS^a_VTS S^TaSZVW\SZTW^aS\ ####### SS^S`[aV`S_WZSV \ ####### ###S \ ####### .07.:8.3  ..

:8..3  .907:.O SVaZ`a_W`S\\#### SZY`W^a`SZYVSS a`SZYSZYS\WZVW`SW\aZ SaSZY `aZSÈS^`S SZYWabSWZVYS__WTW_S^\#### aS`a\[___ SZYUaa\_`STS`[a^SZYVS^ ###WZaZaSZ\[__WaSZYSZ SZY`VS_`ST .07..

.--@9D-  @- %@.

07.-9D-% O WZVSaaSZ O W^Ya^aSZZYYÈZbW^_`S__WZSZ`S_SWZYWTSZYSZ VSSSUSVWU UWWZUWaZ`a\WZVVSZ SZY Z`Z SSVSS O WZ WVSSZW_W\S`SZ_WaS_aS_Z S\SVSUb`S_ SUSVWUSaZ`aWZSVZVbVa SZYTW^Z`WY^`S_ `W^\W^US SWWS\aSZTW^a_SS TW^[aZS_TWW^S_SSVSZTW^[\W`WZ_VWZYSZ TS O WZYS_SZ\S^Saa_SZ SZYVS\S`WZSV \^[XW__[ZS SZYSZVSVSZV\W^US S\W\Z SZY SV\WZYa_SS SZYaa^VSZTW^S^`STS`S`Sa\WZVV SZYUWZVWSVSZa\aZVSSaZ S .3  ..:8.907:..

.07.O S^\WZYWTSZYSZWTSSZ`W^_WTa`VS\S`V_\aSZ TScSWTW^S_SZ_W[^SZYaa_SZVSSS^^Z S`VS SZ SV`WZ`aSZ[WWTW^S_SZVSSTVSZY SSVW_WSSS_S_`aV`W`S\aYS_SZYS`V`aZSZY [WWS\aSZZ[ZSSVWZ SSS^SZYS WZZYS`SZa`aaa_SZ\^[XW__[ZS\WZYa_SS SZY aa^VSZTW^S^`STS``W^_WTa`SSVS\S`VSaSZ \^[Y^S`aVWZ`Z`W^\^WZWa^_\VWZYSZ`aaSZ_WTSYS TW^a` O WTW^SZW_W\S`SZW\SVSSS__cS_WTSYS TSYSZVS^Ub`S_SUSVWSaZ`aVS\S`WTWS V^VWZYSZa\WZYW`SaSZVSZ\^S`W Wc^Sa_SSSZ O WZYa\S SSZaa_SZ SZYVS\S`WZSV\WZYa_SS SZYaa^VSZTW^S^`STS` .3  ..:8.907:.

:8.O _SSa_SS SZYSSZV`W\aSZ`S^SSZ WTS`SZSS__cS_WUS^SSZY_aZY_WTSYS_aTW WYS`SZVSZaYSWZYYSSZYW^S_SSVWZYSZ \WW^Z`SVSZZVa_`^`W^a`SSVWZYSZZVa_`^ WUVSZWZWZYS O SSSSSZVS^S\SZVS\S`WTW^SZ `VSSZ STW^a\ScScS_SZ\SVSSS__cS`W`S\ WTVS^`aVS\S`WTW^SZ[`bS_ SZYUaa\ aZ`aWSS ..907:..3  .07.

.907:.3  ..07.:8.O cSWc^Sa_SSSZVSZTSSZWTSaW\aZ S WZYZSZ_aZYYa_aZYYaaZ`aTW^c^Sa_SS_W`WS aa_ZSZ` O `aVWZ`Z`W^\^WZWa^_\ Wc^Sa_SSSZ SS__cS O W^c^Sa_SS`VSSZ SSSZTW^SZXSS`TSY\WSaZ S `S\aYSTW^SZXSS`aZ`aVS\S`WTSZ`aaa_SZTS^a TWW^SVSZaYS\WZYWTSZYSZW[Z[ WYS^S_WUS^S S^[`W^a`SSWSaWYS`SZ_SS WUVSZ WZWZYS SZYa_`^a\SVS_SS`ZV ZV[ZW_SS_ `W^`ZYYSSS_S`aSTS`Z SSVSSWaS`SZVSZVS S `SSZ\W^W[Z[SZ WYS^S`SWZSVWS \WW^S`SSZ\WZVS\S`SZS_ S^SS`_a``W^US\S .

:8..07.907:..O W^SZ W^Ya^aSZZYYVSSSWZWTS`SZ WYS`SZaZ`aWZZYS`SZWS\aSZ SS__cSS_`W^SaWUVSZWSWZYSZ Wc^Sa_SSSZSS__cSaa_SZ  VS^S\SZS\aWZU\`SSZS\SZYSZa_SS VSZ\WW^SSZTS^aTS SZYTW^TS__`WZ[[Y Sa\aZWS\aSZTW^c^Sa_SS SZYTW^_XS` aa O WS_SZSSZWc^Sa_SSSZaZ`aSS__cS VS^S\SZV_WWZYYS^SSZVWZYSZ\^Z_\ O WZVVSZWZaa\^[XW_[ZS_W O [\W`__WUS^STWTS_ .3  .

O WZVVSZWZaa\^[XW_[ZS_WVS_SZSSZ VWZYSZ\WZWSZSZ\SVS\^S`Wc^Sa_SS WVSZYSZ\^Z_\ [\W`_SVSS\WTW^SZ W_W\S`SZ_WaS_aS_Z SW\SVS_Wa^a SS__cSSYS^TW^\S^`_\S_WaVSZ VSaSZ_WW_ O W^VS_S^SZ\^Z_\\^Z_\`W^_WTa` Wc^Sa_SSSZaZ`aSS__cSW `SS\SZ O WZ SVS^SZ O WTWSSZ O WS_SZSSZW^c^Sa_SS .07.907:.3  ..:8..

907:..:8.3  .O WZ SVS^SZV\W^aSZS^WZS_WTSYSZTW_S^SS__cSTWa`SaS\S O O O O O O O O \WZ`ZYZ SWc^Sa_SSSZ [Z_W\[Z_W\a`SSVSaSZ_WUS^SWaS_ W\SVS_Wa^aSS__cS WTWSSZTW^`aaSZWTW^SZ_`^a`a^ \WZYW`SaSZVSZ\WZYSSSZ SZYSSZVS\S`VYaZSSZaZ`aSZYS \SZSZYVSZaZ`aW\WZ`ZYSZ SZYaS_ WS_SZSSZW^c^Sa_SSVS^S\SZSYS^WZYS_SZc^Sa_SScSZ c^Sa_SScSZTS^a SZYS\a`W^aZWS_ S^SS`T_Z_ SS\SZWYS`SZ SZYVS_aVVS`S_VSZ\W_W^`SSS__cS SZY`W^TS` V_WSSZ_WTSYSTW^a`       _ SZY`W^`S^      _ SZY_W^a_      _ SZYTW^TSS`WZ`a_SS WZ SZVSZYSZS ZbW_`[^ .07..

:8.3  ...07.O      O SVS`SS\ WZ SVS^SZVS^S\SZ####VS^_Wa^a SS__cSVS\S``a^a`_W^`STW^\S^`_\S__WUS^SS`X _S\SWYS`SZ_WW_SWZ`aWYS`SZSVSSaS aa SZYVTW^SZ[Wc^Sa_SScSZc^Sa_SScSZ SZY_a_W_V`ZYS`ZS_[ZS[\UTSS_SZW\a` \WTW^SZ[`bS_VWZYSZU[Z`[U[Z`[\WZYSSSZ TSWZYWZSSSWZVS_S^ SZY_WS^a_Z SV _W[^SZYWZ`^W\^WZWa^Sa\aZ\^S`Wc^Sa_SSV TW^TSYSTVSZY SZY^WWbSZVWZYSZV_\Z SZYSVSV W^Ya^aSZZYY .907:.

O        O SS\\WTWSSZVTW^SZW\SVSSS__cS SZY`WS_SVS^VSZ`W^[`bS_SSZ \WZ`ZYZ SWc^Sa_SSSZS^S\SZW^WS_WUS^S_W^a_SSZWZYa` \WTWSSZWc^Sa_SSSZVWZYSZYS^_TW_S^`W^V^S`S_ O WZYWTSZYSZWZUSZS_Z_VSZ WZYW`SaSZ_\W aa O WTaS`SZ\^[\[_S`aV WS SSZ_SS  O ZS__ WYS`SZ_Z_ W^a_SSSZ O WZ`aWYS`SZSVSS\WS`SZVWZYSZZ_`^a`a^_WTSYSZTW_S^ S`SaVS^aS^ WZ WWZYYS^SSZWYS`SZTW^TWVSVWZYSZ\W^aSSZ SZYVSaSZVTVSZY SSVWXS`WYS`SZWZV[^[ZYSS__cSaZ`aTWSS^_WUS^SSZV^VSZ S\S_ZSaZ`W[^ SZYVTW^SZ`VS_WaS_VSZ_WVSSV\W^aSSZSSVW WTWSSZWZYWZSSZSWWZT_Z_\WZYW`SaSZS_\WaaVSZ `W`S\ \W^aVTW^SZaZ`aWTW^SZ_`^a`a^\WZYW`SaSZVSZW`W^S\SZ SZY WSVSaZ`aTW^WTSZYVWaVSZS^VSSSZS__ WYS`SZ_Z_ W^a_SSSZSS__cSWSaSZ\WZWa_a^SZS\[^SZ`SaZSZ_aS`a\W^a_SSSZ S`Sa\aZS^YS_SSaZ`aWTW^SZWbSaS_WTSSZ_W[S[S_WTSYSSZSW^ \W^a_SSSZ`W^_WTa` ..07.907:.3  .:8..

O           O ^S_\SVS`SS\ZSVSS[\W`_S`Sa\^[_W_ _WW_\SVSSS__cS SZY_aVSWSSTWS `WZ`SZY[^YSZ_S_Wc^Sa_SScSZVSZ`WS WTaS`\^[\[_SaZ`a .07..3  ..:8.907:.

O TW^c^Sa_SS  WZSSZS S`VSZ S_aS`a  VSaSZVWZYSZWTS`SZZbW_`[^ZbW_`[^ S^S\SZVS\S`V\W^[W##TWZ`aa_SS_WTSYS`S^YW` `SaZ\W^`SS\WS_SZSSZ Wc^Sa_SSSZ SS__cS O ^[Va\^[Va SZYVWaS^SZ[W W^Ya^aSZZYY aaZ SVWaS^SZ[WS_^W_W` SZYVSaSZ[W \S^S[_WZ [Z_WaWZ_VS^SZSVSS W^Ya^aSZ ZYYWZ WVSSZS^SZS\^S_S^SZS_W\W^` ST[^S`[^a SZYSZVSS^WZS`SZ\SST[^S`[^a `VSSSZWZYS_SZ\^[Va SZYVZYZSZWZYSZ VWSZZSS W^Ya^aSZZYYSSZ`W^SZYS` V_S\ZYS_\^[Va`W^_WTa`VS\S`WTS S _WTSYSZ[\W^S_[ZS WZVVSZZYY .3  .:8..07..907:.

O [Z_W\ Wc^Sa_SSSZ SS__cSS^a_ VS_SZSSZ_WSSZVWZYSZWc^Sa_SSSZ W^Ya^aSZZYYÈ  _SZ SSVSZ S W_W\S`SZTSYSS__cSaZ`aTW^\S^`_\S_ VSSSVSZ_SSZbW^_`S_VSZ TWW^SVTWTW^S\SaZ`_W\W^`SZ`Z [\W^S_ SS__cS .

07.:8.907:... VSZSZSZ SZY V\W^aSZVSSW^SZYSWTZScS c^Sa_SS WYS`SZ`W^_WTa`W^a\SSZTSYSZ VS^ ^[_W_ WTWSSZS^WZSTWa _W\WZaZ SW^a\SSZa_SSSZV^ .3  .

:8..07.3  .O SYSS__cS SZYWSZY_aVS_S\aZ`a TW^c^Sa_SSaYSVTW^SZW_W\S`SZaZ`aVS\S` SZY_aZYWZYa`[\W`_TW^c^Sa_SS O                 ..907:.

..907:.07.:8.O W^Ya^aSZZYY_WTSYS\WZ WWZYYS^S WZVVSZ ZYYWTWSSS__cSZ SSYS^W\aZ S cSWZ`^W\^WaZW^VWZYSZUS^SUS^S_W\W^` SZY`WS Va^SSZVS`S_ SaZ W^Ya^aSZZYYaYS W\WW^SZYS`aZSTW^a\S[_WZ SZY W^a\SSZS__W`aZ`aWZSVSZ\^[Va#VS^ W^Ya^aSZZYY .3  .

.O ^[Va\^[Va SZYVWaS^SZ[W W^Ya^aSZ ZYYaaZ SVWaS^SZ[WS_^_W` SZY VSaSZ[W\S^S[_WZ [Z_WaWZ_VS^SZ SVSS W^Ya^aSZZYYWZ WVSSZS^SZS \^S_S^SZS_W\W^` ST[^S`[^a SZYSZVSS^WZS `SZ\SST[^S`[^a`VSSSZWZYS_SZ\^[Va SZYVZYZSZWZYSZVWSZZSS W^Ya^aSZ ZYYSSZ`W^SZYS`V_S\ZYS_\^[Va `W^_WTa`VS\S`WTS S_WTSYSZ[\W^S_[ZS WZVVSZZYY .:8.3  .907:..07.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful