P. 1
TRANSMISI

TRANSMISI

|Views: 339|Likes:
Dipublikasikan oleh Fahrizal Efendi

More info:

Published by: Fahrizal Efendi on Nov 27, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2013

pdf

text

original

TRANSMISI

1. Transmisi Dua Poros Kedudukan gigi
Input

 Poros input Roda – roda gigi tetap ( permanen )  Poros output Roda – roda gigi terhubung dan
Output

dapat Digeser Sistem kerja Roda gigi geser menghubungkan

posisi gigi ( 1 – 3 dan mundur / R )

Penggunaan : Pada sepeda motor dan kendaraan dengan penggerak roda depan. 2. Transmisi Tiga Poros Kedudukan gigi
Input Output

 Poros input Satu roda penggerak  Poros Bantu Roda – roda gigi ( tetap permanen )  Poros ouput Roda – roda gigi terhubung dapat digeser gigi tetap sebagai

Counter Shaft

Sistem kerja : Gigi geser pada poros output mengatur posisi gigi ( 1 – 3 dan mundur / R ) Penggunaan: Pada kendaraan dengan penggerak standart

Bantalan Poros Dan Roda Gigi . Dudukan kopling geser 2 3. Pengunci poros 4 3 2 1 4. Gigi pembanding tingkat 1 Poros output 4 1. Roda gigi balik 2. Dudukan bantalan 2. Dudukan roda gigi bebas tingkat 3 1 5 1 2 3 6 4. Dudukan kopling geser 1 6. Gigi pembanding utama 3. Dudukan plat kopling 2. Dudukan roda gigi bebas tingkat 1 Roda gigi balik 1. Roda gigi penggerak ( input ) 4. Bantalan roda gigi balik 3. Dudukan bantalan 3. Poros Pada Transmisi Tiga Poros Poros input 1. Poros dudukan roda gigi 4. Gigi pembanding tingkat 3 4.3. Gigi penghubung tingkat tertinggi ( tingkat 3 dan 4 ) 1 2 3 4 Poros bantu 1. Dudukan roda gigi bebas tingkat 2 5. Gigi pembanding tingkat 2 5 1 2 3 4 5. Dudukan bantalan 2.

Aliran Tenaga .Bantalan Bola Dan Rol Tuntutan / persyaratan : Mampu menerima gaya aksial Mampu menerima gaya radial Pemakaian : Pada poros-poros transmisi Bantalan Jarum Tuntutan / persyaratan : Memperkecil terhadap poros Mampu menerima gaya radial Pemakaian : Pada roda gigi bebas transmisi gesekan roda gigi dengan dudukan bushing Bantalan pilot Tuntutan / persyaratan : Mampu output Dapat menghubungkan poros output dengan poros input menjadi satu sumbu Pemakaian : Pada poros input transmsi tiga poros menerima beban poros 5.

 Transmisi Dua Poros Bagian – bagiannya 1. Roda gigi pinion 1 3 5 6 4 2 Diagram Posisi Gigi Posisi 1 Posisi 2 Posisi 3 Posisi 4 Posisi R . Bantalan rol 5. Poros output 3. Bantalan naf 6. Poros input 2. Unit sinkromesh 4.

Bantalan bola pada poros 6. Gigi spedometer 8. Gigi balik 6 1 4 3 5 7 8 2 Diagram Posisi Gigi Posisi 1 Posisi 2 Posisi 3 Posisi 4 Posisi 5 . Bantalan output 4. Transmisi Tiga Poros Bagian – bagiannya : 1. Poros bantu 3. Unit sinkromes 5. Poros intput 2. Bantalan pilot 7.

Aliran Tenaga Transmisi Roda Gigi Tetap . momen besar ) Input Output Posisi gigi 2 = ( putaran lebih cepat.1. momen lebih kecil ) 2. Aliran Tenaga Transmisi Roda Gigi Geser Input Output Posisi gigi 1 ( putaran lambat.

putaran lambat . momen besar. putaran lambat Kopling geser Output Posisi gigi lebih tinggi. momen besar.Kopling geser Output Posisi gigi rendah.

Transmisi Dua Poros H D J K II I Diagram Gigi GIGI 1 GIGI 2 GIGI 3 GIGI 4 GIGI 5 .3.

Latar Belakang Perlunya Sinkronmes .4. Transmisi Tiga Poros A = Poros Input B = Poros Bantu C = Poros Output A B Diagram Gigi GIGI 1 GIGI 2 GIGI 3 GIGI 4 GIGI R 1.

Jumlah gigi Z1 = 20 Z2 = 30 Z3 = 30 Z4 = 20 n1   2 Putaran poros input 1000 putaran / menit Pada saat kedudukan belum berjalan ( transmisi posisi netral ) putaran kopling geser n2 = 0 sedangkan ( Z1 . 1000) = 1500 put / menit 20  Roda gigi Z3 berputar dengan kecepatan 666 rpm  Roda gigi Z4 berputar dengan kecepatan 1500 rpm  Poros output tidak berputar Kesimpulan :   Transmisi tidak dapat dihubungkan Perlu adanya sinkronisasi . 1000 ) = Z3 30 = 666 put / menit (Z2 . n1 ) n3 = ( 20 . n1) n4 = Z4 = (30 .

2. Transmisi Tanpa Sinkronmes Kendaraan akan berjalan ( posisi gigi 1 ) Kopling geser Syarat kendaraan mulai berjalan  Roda gigi Z3 harus dihubungkan ke poros out put melalui kopling geser  Putaran roda gigi Z3 harus disamakan dengan putaran kopling geser / poros output Prosesnya  Kopling ditekan  Putaran roda gigi Z3 berangsur – angsur turun hingga n3 = 0  Kopling geser dapat dihubungkan dengan roda gigi Z3 ( posisi gigi 1 ) Kesimpulan  Menghubungkan gigi pada transmisi tanpa sinkronmes harus menunggu lama .

Pergantian Gigi 1 Ke 2 n=1332 n=3000 Output n= Input n=2000 n1 = 2000 Z1 = 20. Z4 = 20 Syaratnya :  Putaran roda gigi Z4 harus sama dengan poros out put  Putaran roda gigi Z4 harus diturunkan dari 3000 rpm menjadi 1332 rpm  Putaran poros input harus diturunkan menjadi : n1 Z  4 n3 Z2 n1  Z 4 x n3 20 x 1332   888 rpm Z2 30 Prosesnya :    Tekan kopling Putaran poros input berangsur-angsur turun hingga 880 rpm Kopling geser dapat dihubungkan ke roda gigi Z4 ( posisi gigi 2 ) Kesimpulan   Perlu pengalaman bagi setiap pengendara Sulit bagi sopir. Z2 = 30 Z2 = 30. untuk itu perlu adanya alat penyesuai ( sinkronmes ) .

Roda gigi tingkat 2. Poros out put Fungsi : Menghubungkan dan memutus tenaga / putaran dari roda gigi tingkat ke poros output pada kondisi putaran tidak sama . Kopling geser 5.3. Gigi penghubung 3. Roda gigi sinkronmes 6. Cincin sinkronmes 4. Sinkronmes Bagian – bagian 6 1. Konis pengereman 7.

3. Cara Kerja Sinkronmes  Posisi netral    Roda gigi sinkromes duduk dan berhubungan dengan poros output Kedua roda gigi tingkat bebas berputar pada poros output Kopling besar berhubungan dan dapat bergerak sepanjang alur roda gigi sinkromes  Posisi mengerem   Kopling geser didorong ke kanan Cincin sinkromes ikut terdorong dan berhubungan   dengan konis pengereman roda gigi tingkat Terjadi pengereman Putaran unit sinkromes sama dengan putaran roda gigi  Posisi menghubung    Kopling geser digerakkan lebih jauh Kopling geser menghubungkan roda gigi sinkromes dengan roda gigi tingkat Roda gigi tingkat berhubungan dengan poros output .1.

Cincin sinkromes : Menyesuaikan putaran unit sinkromes dengan roda gigi tingkat . Roda gigi sinkromes : Meneruskan tenaga / putaran dari kopling geser ke poros output 2.Bagian Dan Fungsi Siskromes Borg Warner 2 1 4 3 5 1. Pengunci sinkromes : Mencegah pergantian gigi sebelum putaran sama : Memegang pengunci – pengunci dengan roda gigi sinkromes 4. Kopling geser sinkromes : Menghubungkan roda gigi sinkromes dengan roda gigi tilngkat 3. Pegas pengunci 5.

Cara Kerja Sinkromes Posisi awal pengereman  Kopling geser digerakkan ke kanan  Pengunci mendorong cincin sinkromes ke arah roda gigi tingkat  Cincin sinkromes melakukan pengereman tehadap roda gigi tingkat .

    Kopling geser didorong lebih jauh Gigi kopling geser kontak dengan gigi cincin sinkromes Pengereman lebih keras sampai putaran cincin sama dengan roda tingkat Pengunci mendorong lebih keras hingga batas langkah maksimum dan tertekan ke bawah .

Posisi Penyesuaian     Cincin sinkromes berputar balik sedikit akibat tekanan gigi dalam kopling geser Kopling geser didorong lebih jauh lagi Pengunci menjadi bebas searah putaran Gigi kopling geser berhubungan dengan gigi cincin sinkromes .

Posisi Terhubung    Kopling geser didorong maksimum Gigi kopling geser berhubungan dengan gigi penghubung roda gigi tingkat Putaran / tenaga roda gigi tingkat dapat diteruskan ke poros out put .

Posisi Penyesuaian • • • • Cincin sinkromes berputar balik sedikit akibat tekanan gigi dalam kopling geser Kopling geser didorong lebih jauh lagi Pengunci menjadi bebas searah putaran Gigi kopling geser berhubungan dengan gigi cincin sinkromes .

Posisi Terhubung • • • Kopling geser didorong maksimum Gigi kopling geser berhubungan dengan gigi penghubung roda gigi tingkat Putaran / tenaga roda gigi tingkat dapat diteruskan ke poros out put .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->